
Teks Cerita Rakyat/Hikayat
Authored by Saodah Abdullah
World Languages
10th Grade
Used 169+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
25 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan”berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan
berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah
yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut adalah nilai ...
moral
sosial
agama
budaya
pendidikan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut adalah nilai ...
moral
sosial
agama
budaya
pendidikan
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut adalah nilai ...
moral
sosial
agama
budaya
pendidikan
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu.Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks tersebut adalah ...
kemustahilan
istanasentris
kesaktian
anonim
bahasa
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan berikut!
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung diadap
oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (Hikayat Patani)
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya Sastra melayu
Klasik adalah ….
Istana sentris dan kesaktian
Kemustahilan, tokohnya binatang
Istana sentris dan struktur kalimat
Tokohnya binatang, kesaktian seseorang
Struktur kalimat rancu dan kemustahilan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah penggalan berikut!
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung diadap
oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (Hikayat Patani)
Isi cerita yang diungkapkan dalam kutipan tersebut adalah ….
Di balairung raja berjanji akan mengambil menantu bagi yang dapat menyembuhkan penyakitnya.
Siapa pun yang mengobati raja di balairung akan diambil menantu di hadapan menteri dan hulubalang.
Rasa sakit raja ketika bersemayam di balairung terobati karena raja akan mengambil menantu.
Para menteri dan hulubalang menghadap raja di balairung sambil mengobati raja.
Raja yang bersemayam karena sakit, membuat janji kepada menantunya.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati kutipan hikayat berikut !
Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang
baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak
kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada
tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.” (Hikayat Bayan Budiman)
Karakteristik Melayu Klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
kemustahilan, struktur bahasa
istana sentris, dewa-dewa
kemustahilan, dewa-dewi
istana sentris, kesaktian
kesaktian, kemustahilan
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?