Search Header Logo

KUIS 2 MASA KANAK-KANAK

Authored by Febranti Putri

Physical Ed

University

Used 3+ times

KUIS 2 MASA KANAK-KANAK
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tanda yang biasanya digunakan oleh orangtua untuk menyebut masa kanak-kanak akhir yaitu, kecuali...

Usia yang menyulitkan

Usia tidak rapi

Usia bertengkar

Usia sekolah dasar

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tanda yang biasanya digunakan oleh pendidik atau guru untuk menyebut masa kanak-kanak akhir yaitu...

Periode Kritis

Usia yang menyulitkan

Usia penyesuaian diri

Usia kreatif

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tanda yang biasanya digunakan oleh psikolog untuk menyebut masa kanak-kanak akhir yaitu, kecuali...

Usia berkelompok

Usia penyesuaian diri

Usia kreatif

Usia tidak rapi

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pada usia berapa anak mulai mempelajari kaidah-kaidah aturan yang berlaku, mampu mempelajari konsep keadilan, dan juga menyembunyikan informasi seperti menjaga rahasia temannya?

5-6 tahun

3-4 tahun

7-8 tahun

9-10 tahun

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pada usia berapa anak sudah mampu menata emosi dan sudah bisa mengekspresikan rasa malu dan bangga serta bagaimana orang lain bereaksi dalam menunjukkan emosi tersebut dan mereka belajar mengadaptasi perilaku mereka dengan emosinya?

7-8 tahun

5-6 tahun

9-10 tahun

11-12 tahun

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pada usia berapa anak sudah bisa belajar memahami keberagaman emosi yang dirasakan?

11-12

9-10

8-9

7-8

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Apa yang dimaksud dengan tahap operasional konkrit?

Anak sudah mampu berpikir rasional, seperti penalaran untuk menyelesaikan suatu masalah yang konkret (aktual).

ANak mengembangkan pemahaman tentang dunia melalui koordinasi pengalaman sensorik (melihat, mendengar) dengan tindakan motorik (menggapai, menyentuh). 

Anak berpikir pada tingkat simbolik. Artinya, anak tidak bisa menggunakan logika atau mengubah, menggabungkan, atau memisahkan ide atau pikiran.

berpikir secara abstrak dengan memanipulasi ide di kepalanya, tanpa ketergantungan pada manipulasi konkret. 

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?