NEW
Font size
Worksheetscase study KGD
Total questions: 18
Worksheet time: 10mins
Seorang Perawat yang bertugas di area bencana dalam team SPGDT harus memahami tugas dalam rangka menyelamatkan nyawa pasien dan mampu melakukan pelayanan optimal yang terarah dan terpadu secara tim merupakan
Tujuan SPGDT
Pendekatan SPGDT
Cara kerja SPGDT
Prinsip SPGDT
Kata Kunci SPGDT
Perawat sedang bertugas di UGD dan menangani pasien yang mengalami shock akibat perdarahan, setelah dilakukan pertolongan dengan resusi cairan dan pembidaian area femur. Setelah kondisi membaik pasien di observasi di Ruang HCU. Sesuai alur penanganan korban di RS, HCU merupakan pelayanan :
Pasien yang kritis dan memerlukan pengawasan ketat
Pasien yang tidak stabil dan memerlukan perbaikan fungsi vital
Pasien yang stabil dan memerlukan peralatan yang lebih canggih
Pasien yang belum stabil dan masih perlu pengobatan dan pengawasan yang ketat.
Pasien yang sudah stabil, respirasi, haemodinamik tetapi masih memerlukan observasi ketat
Perawat yang bertugas di UGD harus memahami prinsip utama pelayanan yakni Respon time, secara standar nasional maupun internasional Respon time pelayanan di UGD adalah :
Kurang dari 30 menit
Kurang dari 15 menit
Lebih 15 menit
Lebih dari 10 menit
Kurang dari 10 menit
Seorang klien laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam sudah 1 minggu, keluhan demam dirasakan naik- turun, saat dilakukan pemeriksaan diruang triage didapatkan data TD 110/70 mmHg, nadi 90x/ menit, suhu 38,0oC, kesadaran compos mentis. Bagaimanakah alur pelayanan yang tepat untuk klien tersebut?
Dianjurkan untuk pulang
Dilakukan perawatan rawat inap
Di rujuk ke rumah sakit dengan pelayanan alat diagnostic canggih
Di transfer ke poliklinik penyakit dalam
Dilakukan penanganan di instalasi gawat darurat
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu merupakan system yang terdiri dari multi disiplin ilmu yang didirikan berlandaskan dasar hukum
Permenkes nomor 18 tahun 2016
Permenkes nomor 19 tahun 2016
Permenkes nomor 17 tahun 2016
Permenkes nomor 20 tahun 2016
Permenkes nomor 21 tahun 2016
Seorang perawat sedang menangani pasien yang mengalami perdarahan hebat, pasien mengalami shoc. Tanda-tanda shock yang bisa diperiksa dengan tanpa alat adalah :
Pupil midriasi
Saturasi Oksigen menurun
Nadi lemah dan akral dingin
Suhu turun /hypoterm
TD menurun
Seorang pasien diantar oleh polisi ke UGD dalam kondisi lemah akibat kecelakaan. Tampak perdarahan, hasil pemeriksaan TD 80/60 mmHG, nadi 125x/mnt, RR 30 x/mnt, tampak kesadaran menurun. Kasus diatas pasien mengalami perdarahan kelas :
Kelas 1
Kelas II
Kelas III
Kelas IV
Kelasa V
Seorang pasien usia 35 tahun laki2 diantar oleh polisi ke UGD dalam kondisi lemah akibat kecelakaan. Tampak perdarahan, hasil pemeriksaan TD 80/60 mmHG, nadi 125x/mnt, RR 30 x/mnt, tampak kesadaran menurun. Tindakan resusitasi cairan yang wajib diberikan adalah
Kristaloid saja.
Pemberian cairan Dex. 5%
Pemberian Na CL 0.9%
Pemberian transfuse saja
Pemberian Cairan Kristaloid dan Transfusi
Seorang laki-laki berusia 25 tahun, masuk UGD karena kecelakaan lalu lintas, kesadaran menurun (E2 ,M 4 , V2) tampak fraktur terbuka dengan perdarahan mengucur di femur sebelah kiri, tampak jejas di area leher belakang, pernapasan snowring, TD, tampak darah keluar dr telinga, raccon eye, dan battle's sign ,tampak distensi abdomen. Dokter menganjurkan pasang oksigen, gastrik tube. 140/80mmHg, p RR : 26x/mnt, nadi 90x/mnt, suhu tubuh 37,30C. Apakah tindakan yang harus dilakukan pertama kali?
Lakukan fiksasi area fraktur untuk menghentikan perdarahan
Pasang OPA tanpa manipulasi leher
Monitor tanda-tanda vital
Hiperektensikan leher
Finger sweep
Seorang laki-laki berusia 40 tahun, masuk UGD karena kecelakaan lalu lintas, kesadaran menurun (E2 ,M 4 , V2) hasil pemeriksaan i, tampak jejas di area leher belakang, pernapasan snowring, TD, tampak darah keluar dr telinga, raccon eye, dan battle's sign ,tampak distensi abdomen. Dokter menganjurkan pasang oksigen, gastrik tube. , perawat menyiapkan untuk tindakan pemasangan gasttik tube, tindakan yang tepat dipasang melalui
Naso faring tube
Oro faring tube
gaster.
Naso gastrik tube
trakhea
Seorang pasien diantar oleh polisi ke UGD dalam kondisi lemah akibat kecelakaan. Tampak perdarahan, hasil pemeriksaan TD 80/60 mmHG, nadi 125x/mnt, RR 30 x/mnt, tampak kesadaran menurun. Kasus diatas pasien mengalami perdarahan kelas :
Kelas 1
Kelas II
Kelas III
Kelas IV
Kelasa V
Seorang pasien dibawa ke pkm akibat kecelakaan, hasil pemeriksaan ketika dipanggil mata pasien br membuka menutup kembali, ditanya menjawab tdk sesuai disorentasi, ketika disuruh angkt tanganpasien diam begitu dirangsang nyeri pasien menepis.. Termasuk cidera kepala.
Mild HI
Moderat Hi
Server HI
Comossio cerebri
Cidera ringan
Seorang perempuan mengalami kecelakaan, perdarahan pasien sesak, nadi 130 x/mnt, akral dingin, bb pasien 45 , berpa resUsitasi COR diberikan.
800cc
900cc
1000cc
1100cc
1200cc
Tn. A mengalami benturan kepala krn kecelakaan, hasil pemeriksaan tn. A mengalami peningkatan TIK, apa hasil pemeriksaan yg menunjukkan hal tsbt.
Pupil miosis
Midriasis
Diplopia
Vertigo
Nousea
Pasien A dibawa ke igd, dlm keadaan gelisah akibat kecelakaan, posisi kepala yg tepat pd pasien tsbt hasil pemeriksaan tdk ada benturan di leher.
Posisi semi fowler
Posisi 90 derajat
Posisi 20-40 derajat
Posisi logrol
Posisi sejajar
Sorang perawat ugd sedang melakukan pengkajian pasien kecelakaan, trauma abdomen tampak eviverasi usus di perut bgian kiri, tindakan sth abcd utk area eviverasi adlh
Memasukan usus
Melakukan pencucian
Memberi suntikan ats
Menutup dan kasa steril yg lembab
Resusitasi cairan
Nn. A mengalami perdarahan masiv di abdomen akibat kecelakaan, di temukan jauh dr layanan medis dan alat2 medis Hasil pemeriksaan fisik yg menunjukkan pasien shock hypovolemik .
Tensi turun
Situasi oksigen menurun
Nadi teraba
Akal dingin dan Cianosis
Diplopia
Seorang perempuan mengalami kecelakaan, perdarahan pasien sesak, nadi 130 x/mnt, akral dingin, bb pasien 45 , berpa resUsitasi COR diberikan.
800cc
900cc
1000cc
1100cc
1200cc
