Font size
S
M
L
XL
WorksheetsIVC - Manper
Total questions: 89
Worksheet time: 46mins
Name
Class
Date
1.
Peran Dan Sistem Manajemen Mutu Ketua Tim Dalam Pelaksanaan Pemeriksaan antara laih, kecuali:
a)
Menjamin validitas substansi dan kebenaran matematis serta akurasi angka dalam Temuan Pemeriksaan
b)
Menjamin kelengkapan dan kecukupan bukti pendukung
c)
Memberikan feedback atas kinerja pekerjaan entitas yang diperiksa
d)
Mengkoordinasikan jalannya pemeriksaan di lapangan
2.
Seorang Ketua Tim harus memiliki kompetensi yang memadai dan kemampuan teknis yang baik, salah satunya adalah kemampuan untuk mengenali populasi audit, menghubungkan risiko pemeriksaan dan materialitas dalam menentukan sampel/uji petik yang akan dilaksanakan dalam pemeriksaaan. Kemampuan tersebut dinamakan
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan prosedur analitis
c)
Kemampuan teknik Risk Based Audit
d)
Kemampuan teknik tentang bukti audit
3.
Sistem Manajemen Mutu yang dilakukan oleh Ketua Tim pada objek Penyusunan PKP yaitu
a)
Menolak PKP
b)
Menyetujui PKP
c)
Mengoreksi PKP
d)
Menambah PKP
4.
Risiko pemeriksaan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori kecuali
a)
sangat rendah
b)
rendah
c)
menengah
d)
tinggi
5.
Risiko audit dikelompokkan ke dalam kategori rendah, menengah, dan tinggi, kecuali
a)
risiko pemeriksaan
b)
risiko bawaan
c)
risiko pengendalian
d)
risiko deteksi
6.
Pemberitahuan pemeriksaan disampaikan paling lambat berapa hari kerja sebelum PFP melaksanakan pemeriksaan lapangan?
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
7.
Hal-hal yang dijelaskan dalam komunikasi awal kecuali
a)
tujuan pemeriksaan
b)
lingkup pemeriksaan
c)
metode pemeriksaan
d)
waktu pemeriksaan
8.
Peran Dan Sistem Manajemen Mutu Ketua Tim Dalam Pelaksanaan Pemeriksaan antara laih, kecuali:
a)
Menjamin validitas substansi dan kebenaran matematis serta akurasi angka dalam Temuan Pemeriksaan
b)
Menjamin kelengkapan dan kecukupan bukti pendukung
c)
Memberikan feedback atas kinerja pekerjaan entitas yang diperiksa
d)
Mengkoordinasikan jalannya pemeriksaan di lapangan
9.
Seorang Ketua Tim harus memiliki kompetensi yang memadai dan kemampuan teknis yang baik, salah satunya adalah kemampuan untuk mengenali populasi audit, menghubungkan risiko pemeriksaan dan materialitas dalam menentukan sampel/uji petik yang akan dilaksanakan dalam pemeriksaaan. Kemampuan tersebut dinamakan
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan prosedur analitis
c)
Kemampuan teknik Risk Based Audit
d)
Kemampuan teknik tentang bukti audit
10.
Sistem Manajemen Mutu yang dilakukan oleh Ketua Tim pada objek Penyusunan PKP yaitu
a)
Menolak PKP
b)
Menyetujui PKP
c)
Mengoreksi PKP
d)
Menambah PKP
11.
Pernyataan dibawah adalah alasan penyempurnaan PMP pada tahun 2015, kecuali
a)
Aspek pemenuhan kewenangan BPK
b)
Aspek kesesuaian dengan kaidah praktik nasional
c)
aspek pelembagaan pengendalian mutu dan pemerolehan keyakinan mutu
d)
aspek keselarasan dengan proses pemeriksaan dengan proses bisnis BPK lainnya
12.
Perencanaan pemeriksaan pada PMP meliputi persiapan teknis dan administratif. Persiapan administratif disebutkan dibawah ini, kecuali
a)
Pembentukan tim persiapan
b)
Penerbitan SPPD
c)
Pencairan biaya pemeriksaan
d)
Pengurusan akomodasi dan transportasi ke lokasi dan selama pemeriksaan
13.
Tujuan suatu tahapan perencanaan tersebut dibawah ini, kecuali
a)
Mengurangi ketidakpastian dan meminimalisir pemborosan
b)
Menetapkan tujuan dan standar serta memberikan arahan kepada pegawai
c)
Meningkatkan keterlibatan karyawan dan mengurangi ketidakpastian
d)
Meminimalisir pemborosan dan memberikan arahan kepada pegawai
14.
Berikut merupakan tahapan penyusunan Program Pemeriksaan, kecuali
a)
Pembentukan TPP
b)
Persetujuan penugasan
c)
Penyusunan P2
d)
Pemahaman objek pemeriksaan
15.
Manakah pernyataan yang tidak tepat mengenai tahapan perencanaan pemeriksaan
a)
Output pemahaman objek pemeriksaan adalah Laporan Hasil Pendahuluan Pemeriksaan
b)
Proses penyusunan P2 dilaksanakan oleh PFP secara berjenjang sesuai dengan tanggung jawabnya
c)
Persetujuan penugasan dilakukan secara berjenjang oleh PSP untuk disetujui oleh Pemberi Tugas Pemeriksaan
d)
TPP bertugas untuk menyusun P2
16.
Ketua Tim harus memiliki kemampuan dalam memahami entitas dan menilai dari sudut pandang risiko merupakan kemampuan
a)
Kemampuan teknik SPI
b)
Kemampuan prosedur analitis
c)
Kemampuan teknik bukti audit
d)
Kemampuan teknik RBA
17.
Dalam tahapan perencanaan, Ketua Tim harus memiliki kompetensi
a)
Kemampuan komunikasi efektif dan kemampuan prosedur analitis
b)
Kemampuan teknik RBA dan kemampuan teknik sampling
c)
Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan bukti audit
d)
Kemampuan kerja sama tim dan kemampuan perencanaan
18.
Berbagai macam prosedur analitis disebutkan dibawah ini, kecuali
a)
Analisa data
b)
Teknik prediktif
c)
Analisa rasio dan tren
d)
Analisa kebijakan akuntansi entitas
19.
Risiko audit terdiri dari
a)
Risiko kecurangan dan risiko bawaan
b)
Risiko salah saji dan risiko deteksi
c)
Risiko pengendalian dan risiko deteksi
d)
Risiko sampling dan risiko audit yang dapat diterima
20.
1) Evaluasi dan dokumentasi
2) Penentuan ukuran sampel
3) Penentuan tujuan pengujian
4) Pendefinisian populasi dan unit uji petik
5) Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
Urutan yang benar dalam pengambilan sampel uji petik adalah
2) Penentuan ukuran sampel
3) Penentuan tujuan pengujian
4) Pendefinisian populasi dan unit uji petik
5) Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
Urutan yang benar dalam pengambilan sampel uji petik adalah
a)
3 - 2 - 4 - 5 - 1
b)
4 - 3 - 2 - 1 - 5
c)
3 - 4 - 2 - 5 - 1
d)
4 - 5 - 2 - 1 - 3
21.
Pemberitahuan pemeriksaan kepada entitas, disampaikan paling lambat
a)
1 hari
b)
2 hari kerja
c)
3 hari kerja
d)
3 hari
22.
Yang bukan tahapan pelaksanaan pemeriksaan adalah
a)
Komunikasi awal
b)
Penyusunan TP
c)
Penilaian kinerja PSP
d)
Penyusunan KKP
23.
Kemampuan teknis yang harus dimiliki Ketua Tim dalam tahap pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan adalah
a)
Kemampuan teknis komunikasi dan pelaporan
b)
Kemampuan teknis pemecahan masalah dan pelaporan
c)
Kemampuan teknis bukti audit dan pemecahan masalah
d)
Kemampuan teknis kerjasama tim dan komunikasi
24.
Pola pikir pemeriksa dalam mengidentifikasi suatu penyebab permasalahan seharusnya adalah
a)
Kriteria - kondisi - akibat - sebab
b)
Kondisi - akibat - sebab - kriteria
c)
Kondisi - kriteria - akibat - sebab
d)
Kriteria - sebab - kondisi - akibat
25.
Langkah awal penerapan Failure Mode and Effect Analysis adalah
a)
Mendeskripsikan akibat dan kemungkinan penyebab kegagalan itu
b)
Mengidentifikasi semua komponen, sistem, proses dan fungsi yang terpapar kemungkinan gagal
c)
Melibatkan orang-orang dari luar entitas yang diperiksa
d)
Menentukan orang-orang yang tepat untuk dilibatkan
26.
Dalam melakukan analisa SIPOC, bagian yang didahulukan adalah
a)
Process
b)
Input
c)
Output
d)
Customer
27.
Keunggulan pendekatan SIPOC dibanding IPO adalah:
a)
Mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang proses bisnis suatu entitas
b)
Mendapatkan gambaran secara lebih mendalam tentang proses bisnis suatu entitas
c)
Mendapatkan gambaran yang luas dan mendalam tentang proses bisnis suatu entitas
d)
Mendapatkan gambaran yang cukup tentang proses bisnis suatu entitas
28.
Analisa SIPOC dituangkan dalam bentuk
a)
Narasi
b)
Gambar flowchart
c)
Diagram
d)
Kurva
29.
Metode analisa yang lebih tepat digunakan dalam menganalisa urutan suatu proses/kegiatan adalah:
a)
Failure Mode & Effect Analysis
b)
SIPOC
c)
Flowcharting of process flow
d)
Critical to Quality Matric
30.
Metode analisa yang lebih tepat digunakan dalam menganalisa permasalahan berdasarkan frekuensi kejadiannya adalah:
a)
Fishbone diagram
b)
Pareto diagram
c)
5 Whys
d)
Critical to Quality Matric
31.
Yang merupakan proses terpenting dari seluruh fungsi manajemen, yaitu ...
a)
Planning
b)
Organizing
c)
Actuating
d)
Controlling
32.
Tahapan dari penyusunan program pemeriksaan, yaitu:
1. Penentuan tim pemeriksaan
2. Penyusunan program pemeriksaan
3. Pemahaman objek pemeriksaan
4. Persetujuan penugasan.
Urutan yang benar, yaitu ...
1. Penentuan tim pemeriksaan
2. Penyusunan program pemeriksaan
3. Pemahaman objek pemeriksaan
4. Persetujuan penugasan.
Urutan yang benar, yaitu ...
a)
3 - 1 - 2 - 4
b)
3 - 2 - 1 - 4
c)
1 - 4 - 2 - 3
d)
1 - 4 - 3 - 2
33.
Yang bertugas untuk menjabarkan P2 dalam konsep PKP, yaitu ...
a)
Anggota tim
b)
Ketua tim
c)
Pengendali teknis
d)
Tim Perencanaan Pemeriksaan
34.
Berikut ini merupakan prosedur analitis, kecuali ...
a)
Analisa Data
b)
Teknik Prediktif
c)
Analisa Rasio dan Tren
d)
Analisa Biaya Manfaat
35.
Perbandingan antara anggaran dan realisasi di LRA merupakan teknik ...
a)
Teknik prediktif
b)
Analisa Horizontal
c)
Analisa Vertikal
d)
Analisa Rasio
36.
Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan prosedur analitis awal, kecuali ...
a)
Apakah prosedur analitis awal digunakan untuk mengidentifikasi risiko
b)
Apakah prosedur analitis awal sudah dilakukan secara memadai
c)
Apakah prosedur analitis awal sudah dilakukan secara komprehensif
d)
Apakah prosedur analitis awal sudah dilakukan sesuai batas waktu yang ditentukan
37.
Risiko audit yang dapat diterima dapat dikelompokkan menjadi ...
a)
Sangat rendah, rendah, menengah
b)
Rendah, menengah, tinggi
c)
Menengah, tinggi, sangat tinggi
d)
Rendah, menengah
38.
Pengendali teknis menyampaikan laporan kepada pengendali mutu setiap ...
a)
Seminggu sekali
b)
Dua minggu sekali
c)
Setiap hari
d)
Pada akhir pemeriksaan saja
39.
Manakah yang bukan merupakan lingkup dari PMPP?
a)
Kebijakan dan perencanaan operasional pemeriksaan
b)
Pertanggungjawaban administrasi pemeriksaan
c)
Pengelolaan kerugian negara/daerah
d)
Pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan
40.
Sesuai dengan tahapan , penentuan tim pemeriksaan dilakukan pada saat:
a)
Setelah pemahaman objek pemeriksaan
b)
Sebelum persetujuan penugasan
c)
Sebelum penyusunan program kerja perorangan
d)
Sebelum penyusunan program pemeriksaan
41.
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai pelaksanaan prosedur analitis awal?
a)
Analisa tren adalah analisa yang dilakukan dengan membandingkan akun yang sama untuk periode sebelumnya
b)
Teknik Prediktif bisa dilakukan dengan membandingkan realisasi dan anggaran di LRA
c)
Prosedur analitis merupakan evaluasi atas informasi keuangan dalam laporan keuangan dengan menentukan hubungan data keuangan yang tersedia
d)
Analisa Data dilakukan dengan cara menguji kebenaran antar akun dan kecukupan pengungkapannya
42.
1. Penentuan ukuran sampel
2. Seleksi unit sampel dan
pelaksanaan pengujian
3. Penentuan tujuan pengujian
4. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
5. Evaluasi dan dokumentasi
Urutkan langkah-langkah pengambilan sampel uji petik yang tepat:
2. Seleksi unit sampel dan
pelaksanaan pengujian
3. Penentuan tujuan pengujian
4. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
5. Evaluasi dan dokumentasi
Urutkan langkah-langkah pengambilan sampel uji petik yang tepat:
a)
1-2-3-4-5
b)
3-4-2-1-5
c)
3-1-2-4-5
d)
3-4-1-2-5
43.
Dalam hal ada P2 yang tidak dapat dilaksanakan karena pimpinan entitas menolak untuk diperiksa atau tidak menyediakan dokumen/keterangan yang diminta, maka PFP membuat Berita Acara Penolakan Pemeriksaan/Pemberian Keterangan/Dokumen Pemeriksaan yang ditandatangani oleh
a)
Pimpinan Entitas dan Ketua Tim
b)
Pimpinan Entitas dan Pemberi Tugas
c)
Pimpinan Entitas dan Pengendali Teknis
d)
Pimpinan Entitas dan Pengendali Mutu
44.
Bagaimana perlakuan atas temuan pemeriksaan yang dinilai tidak layak?
a)
Tetap diusulkan untuk dimintakan pendapat kepada tim review
b)
Tetap dimintakan tanggapan ke entitas
c)
Tetap didokumentasikan ke dalam KKP
d)
Tetap dimasukkan ke dalam Laporan Temuan Pemeriksaan
45.
Pengelolaan pemeriksaan meliputi:
a)
Pengelolaan sumber daya pemeriksaan, pengelolaan proses pemeriksaan dan pengelolaan hasil pemeriksaan
b)
Pengelolaan sumber daya keuangan, pengelolaan proses pemeriksaan dan pengelolaan hasil pemeriksaan
c)
Pengelolaan sumber daya pemeriksaan, pengelolaan proses tindak lanjut dan pengelolaan hasil pemeriksaan
d)
Pengelolaan sumber daya pemeriksaan, pengelolaan proses pemeriksaan dan pengelolaan KKP
46.
Berikut adalah alasan
yang mendorong penyempurnaan PMP pada tahun 2015, yaitu kecuali
yang mendorong penyempurnaan PMP pada tahun 2015, yaitu kecuali
a)
Pemenuhan kewenangan
BPK
BPK
b)
aspek pelembagaan pengendalian mutu (quality control) dan pemerolehan keyakinan mutu (quality assurance)
c)
aspek keselarasan proses pemeriksaan dengan proses bisnis entitas
lainnya
lainnya
d)
aspek kesesuaian dengan kaidah praktik internasional
47.
Peran ketua tim dalam setiap tahapan pemeriksaan ada pada:
a)
Perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan
b)
Perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
c)
Perencanaan, pengawasan dan pelaporan
d)
Perencanaan, pendokumentasian dan pelaporan
48.
Berikut yang menjadi tujuan pada tahapan perencanaan secara umum adalah:
a)
Menentukan komposisi tim pemeriksaan
b)
Meningkatkan resiko pemeriksaan
c)
Memberikan pengarahan untuk manajer dan pegawai dalam
melakukan pekerjaan.
melakukan pekerjaan.
d)
Mengesahkan PKP
49.
Penentuan tim pemeriksaan dilakukan setelah tahapan:
a)
Penentuan objek pemeriksaan
b)
Persetujuan penugasan
c)
Penyusunan program pemeriksaan
d)
Penyusunan Program Kerja Perorangan (PKP)
50.
Kompetensi yang tidak harus dimiliki ketua tim dalam rangka menjalankan perannya dalam manajemen pemeriksaan sesuai PMP adalah:
a)
Kemampuan teknik RBA
b)
Kemampuan teknik pengadaan barang dan jasa
c)
Kemampuan teknik SPI
d)
Kemampuan prosedur analitis
51.
Dalam tahap apa diperlukan pemahaman atas resiko audit, resiko bawaan, resiko pengendalian dan resiko deteksi:
a)
Pemahaman tujuan dan harapan penugasan
b)
Pemahaman entitas dan proses bisnis
c)
Pemahaman hasil pemeriksaan sebelumnya
d)
Identifikasi dan penilaian resiko awal
52.
Berikut yang manjadi tahapan pengambilan sampel uji petik adalah:
a)
a. Penentuan tujuan pengujian
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
b)
a. Penentuan tujuan pengujian
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi secara terpisah
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi secara terpisah
c)
a. Penentuan harapan penugasan
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
b. Pendefinisian populasi dan unit uji petik
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
d)
a. Penentuan tujuan pengujian
b. Pendeteksian resiko yang muncul
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
b. Pendeteksian resiko yang muncul
c. Penentuan ukuran sampel
d. Seleksi unit sampel dan pelaksanaan pengujian
e. Evaluasi dan dokumentasi.
53.
Independensi harus selalu dijaga yaitu independensi dalam hal:
a)
Pemilihan metode uji petik
b)
Sikap mental dan penampilan
c)
Pemiihan susunan tim pemeriksa
d)
Penentuan tingkat materialitas awal
54.
Dalam hal terjadi usulan perubahan P2, maka usulan tersebut:
a)
Disampaikan langsung oleh KT ke PM
b)
Cukup disampaikan ke PT
c)
Disampaikan ke PM melalui PT
d)
Langsung diubah dan dilaksanakan tanpa menunggu pengesahan dari PT
55.
Yang bukan merupakan peran ketua tim dalam pelaksanaan pemeriksaan adalah:
a)
Mengkoordinasikan jalannya pemeriksaan
b)
Menjamin kelengkapan dan kelengkapan bukti pendukung
c)
Menjamin terpenuhinya unsur temuan pemeriksaan
d)
memberikan feedback atas kinerja Pengendali teknis
56.
Tahapan perencanaan pemeriksaan terdiri dari:
a)
10 tahap
b)
11 tahap
c)
9 tahap
d)
12 tahap
57.
Kompetensi teknis yang diperlukan oleh ketua tim dalam tahapan pelaporan pemeriksaan adalah
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
kemampuan uji petik
c)
Kemampuan RBA
d)
Kemampuan teknis pemecahan masalah
58.
Tujuan dari pembentukan TPP adalah
a)
untuk pembagian tugas kepada masing-masing anggota tim
b)
untuk menentukan komposisi tim pemeriksaan
c)
untuk merencanakan kebutuhan pemeriksaan tahunan
d)
untuk menyusun Program Pemeriksaan
59.
Paket program pemeriksaan adalah berupa dokumen yang terdiri atas:
a)
PKP dan Surat Tugas
b)
P2 dan Surat Tugas
c)
Surat Tugas dan LHPP
d)
P2 dan LHPP
60.
Jenis-jenis pemeriksaan yang diatur dalam PMP Tahun 2015 adalah
a)
PDTT, Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan Kinerja
b)
Pemeriksaan Investigatif, Pemeriksaan Kepatuhan, Pemeriksaan Keuangan
c)
Pemeriksaan Keuangan dan Pemeriksaan Kinerja
d)
Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan SPI, Pemeriksaan Kepatuhan
61.
Undang-undang yang mengatur tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
a)
UU Nomor 15 Tahun 2006
b)
UU Nomor 15 Tahun 2004
c)
UU Nomor 3 Tahun 2006
d)
UU Nomor 3 Tahun 2004
62.
Yang menjadi tanggung jawab dalam proses pengendalian mutu untuk objek pemeriksaan dengan risiko tinggi dilakukan oleh
a)
Itama
b)
Pengendali Mutu
c)
Pengendali Teknis
d)
Seluruh Pemeriksa
63.
Yang berperan menjamin mutu pelaksanaan pemeriksaan agar sesuai dengan SPKN, PMP dan SPKM, serta dapat menyetujui dan menandatangani LHP apabila diberi penugasan oleh PTP adalah
a)
Itama
b)
Pengendali Mutu
c)
Pengendali Teknis
d)
Seluruh Pemeriksa
64.
Pejabat Fungsional Pemeriksa berperan dalam
a)
menyusun, me-review, dan menyetujui LHPP, termasuk mengidentifikasi kebutuhan Tenaga Ahli serta menyetujui penggunaannya
b)
memastikan ketersediaan sumber daya pemeriksaan berdasarkan Laporan Hasil Perencanaan Pemeriksaan
c)
menyetujui penugasan dengan menandatangani Surat Tugas Pemeriksaan
d)
memastikan penyusunan Program Pemeriksaan oleh PFP telah dilakukan sesuai prosedur
65.
Manajemen Pemeriksaan adalah
a)
Serangkaian prosedur atau tata cara dalam rangka mengelola pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara mulai dari perencanaan pemeriksaan sampai dengan evaluasi pemeriksaan
b)
Serangkaian prosedur atau tata cara dalam rangka mengelola pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara mulai dari perencanaan pemeriksaan sampai dengan pelaksanaan pemeriksaan
c)
Serangkaian prosedur atau tata cara dalam rangka mengelola pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara mulai dari perencanaan pemeriksaan sampai dengan pelaporan pemeriksaan
d)
Serangkaian prosedur atau tata cara dalam rangka mengelola pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara mulai dari perencanaan pemeriksaan sampai dengan tindak lanjut pemeriksaan
66.
Peran seorang ketua tim dalam proses manajemen pemeriksaan
a)
Merencanakan, melaksanakan, mengarahkan dan mengawasi pemeriksaan lapangan
b)
Merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, mengarahkan dan mengawasi pemeriksaan lapangan
c)
Merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan dan mengawasi pemeriksaan lapangan
d)
Merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pemeriksaan lapangan
67.
Tujuan ketiga suatu tahapan
perencanaan adalah
perencanaan adalah
a)
untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam
fungsi manajemen selanjutnya
fungsi manajemen selanjutnya
b)
untuk memberikan pengarahan untuk manajer dan pegawai dalam
melakukan pekerjaan
melakukan pekerjaan
c)
untuk meminimalisir pemborosan
d)
untuk mengurangi ketidakpastian
68.
Kemampuan untuk menghubungkan beberapa informasi
serta menganalisis keterkaitan antara informasi dengan data yang diperoleh, merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang ketua tim, yaitu:
serta menganalisis keterkaitan antara informasi dengan data yang diperoleh, merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang ketua tim, yaitu:
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan teknik Risk Based Audit
c)
Kemampuan teknik sistem pengendalian internal
d)
Kemampuan prosedur analitis
69.
kemampuan untuk mengenali populasi audit,
menghubungkan risiko pemeriksaan dan materialitas dalam menentukan sampel/uji petik
yang akan dilaksanakan dalam pemeriksaaan, merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang ketua tim, yaitu:
menghubungkan risiko pemeriksaan dan materialitas dalam menentukan sampel/uji petik
yang akan dilaksanakan dalam pemeriksaaan, merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang ketua tim, yaitu:
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan teknik Risk Based Audit
c)
Kemampuan teknik tentang bukti audit
d)
Kemampuan prosedur analitis
70.
Aktivitas ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan memadai
mengenai proses kerja secara umum dan risiko terkait dari setiap proses kerja spesifik
entitas yang diperiksa, serta untuk mengidentifikasi dan memahami hal‐hal penting yang harus dipenuhi oleh entitas dalam mencapai tujuan
mengenai proses kerja secara umum dan risiko terkait dari setiap proses kerja spesifik
entitas yang diperiksa, serta untuk mengidentifikasi dan memahami hal‐hal penting yang harus dipenuhi oleh entitas dalam mencapai tujuan
a)
Pemahaman Hasil Pemeriksaan Sebelumnya
b)
Pemahaman atas Entitas dan Proses Bisnis
c)
Pelaksanaan Prosedur Analitis Awal
d)
Pemahaman atas Sistem Pengendalian Internal
71.
Prosedur analitis merupakan evaluasi atas informasi keuangan dalam laporan keuangan
dengan melihat hubungan antar data keuangan yang ada dan atau antara data keuangan
dan data non‐keuangan yang tersedia.
Prosedur analitis yang dapat dilakukan meliputi sebagai berikut, kecuali:
dengan melihat hubungan antar data keuangan yang ada dan atau antara data keuangan
dan data non‐keuangan yang tersedia.
Prosedur analitis yang dapat dilakukan meliputi sebagai berikut, kecuali:
a)
Analisis Data
b)
Teknik Prediktif
c)
Analisia Rasio dan Tren
d)
Analisa Transaksi
72.
1) Mengidentifikasi pengendalian-pengendalian yang ada
2) Mendokumentasikan hasil pemahaman SPI
3) Memperoleh dan menelaah data dan dokumen SPI
4) Mengidentifikasi kelemahan pengendalian dan tingkat kelemahannya
5) Menentukan nilai awal risiko pengendalian
6) Mengevaluasi implementasi SPI
Urutan metodologi pemahaman SPI yang benar adalah:
2) Mendokumentasikan hasil pemahaman SPI
3) Memperoleh dan menelaah data dan dokumen SPI
4) Mengidentifikasi kelemahan pengendalian dan tingkat kelemahannya
5) Menentukan nilai awal risiko pengendalian
6) Mengevaluasi implementasi SPI
Urutan metodologi pemahaman SPI yang benar adalah:
a)
3, 6, 2, 1, 4, 5
b)
1, 2, 5, 3, 4, 6
c)
3, 2, 6, 1, 4, 5
d)
3, 2, 5, 1, 4, 6
73.
lingkup PMPP adalah kegiatan‐kegiatan sebagai berikut, kecuali:
a)
Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
b)
Pemberian Pertimbangan BPK atas SAP dan Rancangan SPIP serta Pemberian Pendapat BPK
c)
Evaluasi Pemeriksaan yang Dilaksanakan oleh Pemeriksa BPK dan Akuntan Publik Berdasarkan Ketentuan Undang‐Undang;
d)
penerbitan Surat Perintah Perjalanan Dinas
74.
lingkup PMP, pada perencanaan pemeriksaan antara lain
a)
pengurusan akomodasi serta transportasi ke lokasi dan selama pemeriksaan
b)
Kebijakan dan Perencanaan Operasional Pemeriksaan
c)
komunikasi awal
d)
Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
75.
Tujuan suatu tahapan perencanaan adalah sebagai berikut, kecuali
a)
memberikan pengarahan untuk manajer dan pegawai dalam melakukan pekerjaan
b)
mengurangi ketidakpastian dan meminimalisir pemborosan
c)
memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai proses kerja entitas dan risiko‐risiko terkait
d)
menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi manajemen selanjutnya
76.
kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Ketua Tim dalam perencanaan pemeriksaan adalah
a)
Kemampuan teknik Risk Based Audit dan Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan teknik tentang bukti audit dan Kemampuan kerja sama tim
c)
Kemampuan teknik sistem pengendalian internal dan Kemampuan prosedur analitis
d)
Kemampuan teknik sistem pengendalian internal dan teknik komunikasi pemeriksaan
77.
Hal‐hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan P2 dan PKP antara lain:
a)
Apakah KKP sudah merefleksikan perencanaan yang baik melalui P2?
b)
Apakah pemeriksa telah merencanakan metode uji petik yang sesuai dengan sifat dan karakteristik populasi?
c)
Apakah tingkat materialitas yang ditentukan sudah memadai untuk mendeteksi adanya kesalahan saji laporan keuangan yang material?
d)
Apakah tim pemeriksa telah mengidentifikasi tujuan, sasaran, kegiatan pengelolaan (perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan) entitas dan strategi entitas dalam mencapai tujuan dan sasaran?
78.
Apa yang tidak dilakukan pada Konsep TP yang salah
a)
dilaporkan kepada PM
b)
didokumentasikan dalam KKP
c)
dihapus dari LTP
d)
didiskusikan kembali dengan entitas
79.
Yang tidak termasuk tanggungjawab ketua tim dalam penyusunan TP
a)
Memastikan kebenaran matematis dan akurasi angka dalam KKP
b)
Memastikan relevansi konsep TP dengan bukti pendukung pemeriksaan
c)
Memastikan notulen sesuai dengan pembahasan TP
d)
Memastikan seluruh TP telah diinput ke dalam sistem informasi
80.
Pejabat Fungsional Pemeriksa berperan dalam
a)
menyusun, me-review, dan menyetujui LHPP, termasuk mengidentifikasi kebutuhan Tenaga Ahli serta menyetujui penggunaannya
b)
memastikan ketersediaan sumber daya pemeriksaan berdasarkan Laporan Hasil Perencanaan Pemeriksaan
c)
memastikan penyusunan Program Pemeriksaan oleh PFP telah dilakukan sesuai prosedur
d)
menyetujui penugasan dengan menandatangani Surat Tugas Pemeriksaan
81.
Paket Program Pemeriksaan terdiri dari Program Pemeriksaan adalah sebagai berikut:
1. Persetujuan Penugasan
2. Pemahaman Objek Pemeriksaan
3. Penyusunan Program Pemeriksaan
4. Penentuan Tim Pemeriksaan
urutan tahapan penyusunan paket program pemeriksaan yang tepat adalah...
1. Persetujuan Penugasan
2. Pemahaman Objek Pemeriksaan
3. Penyusunan Program Pemeriksaan
4. Penentuan Tim Pemeriksaan
urutan tahapan penyusunan paket program pemeriksaan yang tepat adalah...
a)
2-3-1-4-
b)
2-3-4-1
c)
2-4-3-1
d)
2-1-4-3
82.
Dokumen hasil dari kegiatan penyusunan paket program pemeriksaan adalah
a)
LHPP
b)
Surat Tugas
c)
P2
d)
PKP
83.
Peran tenaga ahli dalam perencanaan pemeriksaan adalah
a)
Membantu Ketua Tim
b)
Membantu Anggota Tim
c)
Membantu Pengendali Teknis
d)
Memberi pendapat sesuai keahliannya
84.
Pejabat Struktural Pemeriksaan (PSP) pada Kantor BPK Pusat secara berjenjang dijabat oleh
a)
Ketua, Wakil Ketua, Sekjen
b)
Tortama, Kepala Pewakilan, Kepala Subauditorat
c)
Anggota, Tortama, Kepala Auditorat
d)
Tortama, Kepala Auditorat, dan Kepala Subauditorat
85.
Tujuan ditetapkannya Pedoman Manajemen Pemeriksaan oleh BPK RI antara lain
a)
Untuk mengatur tata cara kerja pemeriksaan Pemerintahan dan BUMD/N dalam melaksanakan pengelolaan keuangan negara
b)
Menghasilkan hasil pemeriksaan yang efektif, efisien dan ekonomis sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam pemeriksaan pengelolaan keuangan negara
c)
Untuk memastikan pengelolaan pemeriksaan BPK telah dirancang, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan secara efektif pada setiap tahapan pemeriksaan sehingga dalam menghasilkan kualitas hasil pemeriksaan yang sesuai dengan standar
d)
Mendapatkan lembaran dokumen pemeriksaan yang baik dan berurutan sesuai dengan pedoman pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
86.
Pejabat yang mempunyai peran mengendalikan, memantau, dan mengevaluasi teknis kegiatan pemeriksaan sesuai lingkup tugas dan program pemeriksaan yang telah ditetapkan, mengacu kepada sistem, prosedur, standar, dan peraturan perundangan yang berlaku, guna memastikan kegiatan pemeriksaan berjalan dengan efektif dan efisien
a)
Pengendali mutu
b)
Pengendali Teknis
c)
Ketua Tim
d)
Anggota Tim
87.
Untuk menyelenggarakan pengelolaan pemeriksaan, diperlukan pengaturan organisasi pemeriksaan yang terdiri dari
a)
Pemberi Tugas Pemeriksaan (PTP), PSP, dan PFP
b)
ATY, KTS, dan PM
c)
ATS, KTS, dan PT
d)
Tortama, Kasubaud, dan Pemeriksa
88.
Sebutkan jenis-jenis pemeriksaan yang diatur dalam PMP Tahun 2015
a)
Pemeriksaan invetigatif, Pemeriksaan Keuangan
b)
Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu, Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan Kinerja
c)
Pemeriksaan investigatif, Pemeriksaan Kinerja
d)
Pemeriksaan Keuangan dan Pemeriksaan Kinerja.
89.
Undang-undang yang mengatur tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
a)
UU No. 15 Tahun 2004
b)
UU No. 15 Tahun 2006
c)
UU No. 15 Tahun 2007
d)
UU No. 7 Tahun 2007
Reset
