NEW
Font size
WorksheetsUKOM Hematologi
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Seorang analis melakukan pemeriksaan darah rutin, diperlukan darah sebanyak 2 ml, untuk menghindari agar darah tidak beku perlu ditambahkan zat antikoagulan yang sesuai. Jenis antikoagulan yang cocok untuk digunakan adalah:
Natrium sitrat 3,8%
NaF
Kalium Oksalat
EDTA
NaCl
Di laboratorium klinik dijumpai banyak jenis alat-alat laboratorium yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan. Pada suatu hari dokter meminta agar analis melakukan Pemeriksaan jumlah trombosit dengan cara langsung. Jenis alat yang diperlukan untuk pemeriksaan parameter tersebut adalah:
Kamar hitung
Haemometer
Densitometer
Pipet thoma
Sediaan apus darah
Seorang pasien dengan keluhan sering gatal gatal pada kulit, setelah makan makanan tertentu hal ini terjadi berulang kali setiap dia makan makanan tersebut . Jenis leukosit manakah pada kondisi tersebut hasil pemeriksaan lab bisa meningkat
Basopfil
Neutrofil
Limfosit
Monosit
Eosinofil
Seorang analis melakukan pemeriksaan LED metode westergreen. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut maka perlu dilakukan pencampuran darah dengan Natrium Sitrat 3,8%, bila perbandingan pencampuran tidak sesuai dengan prosedur akan memperoleh hasil pemeriksaan yang salah. Volume yang tepat perbandingan jumlah darah dengan antikoagulan Natrium Sitrat untuk pemeriksaan tersebut adalah
1 ml darah + 0,5 ml Na Sitrat
1,6 ml Darah + 0,4 ml Na Sitrat
0,4 ml darah + 1,6 ml Na Sitrat
1 ml drah + 1 ml Na Sitrat
2 ml darah + 1 ml Na Sitrat
Seorang pasien datang pada dokter dengan kondisi yang pucat dan susah makan, badan sering lemas, sehingga dokter memintakan untuk dilakukan pemeriksaan Hb, Jlh Erit, HT, dan morfologi sel darah. Parameter tersebut merupakan
Tes Kelainan hati
Tes Hemostasis
Tes melihat derajat anemia dan jenisnya
Tes melihat derajat Leukemia
Tes Kelainan Ginjal
Seorang pasien sedang dirawat karena tumor dan perlu segera dioperasi, sebelum tindakan operasi dilakukan dokter selalu merujuk ke laboratorium. Pada kasus tersebut dokter sering memintakan untuk pemeriksaan
Morfologi sel darah
Waktu pembekuan dan perdarahan
Jumlah sel retikulosit
Tes fungsi hati
Jumlah sel Eritrosit
Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neubauer. Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101. Berapakah pengenceran darah yang terjadi
2 kali pengenceran
200 kali pengenceran
20 kali pengenceran
2000 kali pengenceran
0,2 kali pengenceran
Seorang analis melakukan pemeriksaan kadar Hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit, setelah tabung disentrifuge perlu pembacaan kadar dengan menggunakan skala Ht. Pada pemeriksaan tersebut yang diukur adalah
Tinggi lapisan buffy coat
Tinggi lapisan Plasma
Tinggi lapisan Sel darah
Tinggi lapisan serum
Tinggi lapisan serum dan sel darah
Seorang analis mempersiapkan reagensia untuk melakukan suatu parameter pemeriksaan laboratorium, jenis reagesia yang dia pesiapkan adalah BCB 1% merupakan jenis pewarnaan supravital. Parameter yang dapat digunakan untuk reagensia tersebut adalah
Jumlah Retikulosit
Jumlah trombosit
CT/BT
Jumlah Eosinofil
Hematokrit
Pada proses pengambilan darah vena, tourniquet dipasang di atas tempat penusukan dan harus dilepaskan segera setelah darah mengalir masuk ke dalam semprit atau tabung vakum agar tidak menimbulkan penyimpangan hasil berupa peningkatan kadar beberapa parameter pemeriksaan hematologi. Apakah istilah yang tepat untuk menggambarkan penyimpangan hasil tersebut
Hemodialisis
Hemolisis
Hemodilusi
Hemorraghe
Hemokonsentrasi
Seorang pria dewasa berusia 35 tahun mengalami infeksi pada saluran cerna dan telah terjadi perdarahan ringan hampir setiap kali defekasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Akibat perdarahan tersebut dokter menyatakan bahwa pasien diduga mengalami anemia defisiensi Fe dan mengirim pasien tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan indeks eritrosit. Manakah hasil pemeriksaan indeks eritrosit yang mendukung diagnosis tersebut
MCV menurun dan MCHC meningkat
MCV normal dan MCHC normal
MCV meningkat dan MCHC meningkat
MCV meningkat dan MCHC menurun
MCV menurun dan MCHC menurun
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dengan diantar ibunya datang ke bagian rawat darurat sebuah rumah sakit karena batuk yang tidak kunjung sembuh dan panas badan yang turun naik. Gambaran klinis anak tersebut menunjukkan adanya infeksi saluran pernafasan atas dan dipertegas dengan hasil pemeriksaan laboratorium: hemoglobin 13,1 g/dl, jumlah leukosit 21.000/µl, jumlah eritrosit 4.320.000/µl, hematokrit 39%, dan jumlah trombosit 202.000/µl. Dokter menyarankan agar anak dirawat agar proses penyembuhan lebih optimal. Parameter pemeriksaan laboratorium yang mana yang mempertegas diagnosis dokter tersebut
Hemoglobin
Jumlah eritrosit
Jumlah leukosit
Hematokrit
Jumlah trombosit
Seorang ibu berumur 30 tahun dengan kehamilan trimester ketiga datang ke laboratorium klinik atas permintaan dokter untuk pemeriksaan indeks eritrosit. Gambaran klinis pasien menunjukkan gejala anemia. Dari hasil nilai indeks eritrosit yang diperoleh dapat diketahui bahwa gambaran morfologi eritrosit pasien adalah makrositik normokrom. Kondisi apakah yang paling mungkin menyebabkan gambaran morfologi eritrosit tersebut
Terjadi kehilangan zat besi dalam waktu yang lama
Terjadi destruksi eritrosit sebelum waktunya
Terjadi defisiensi vitamin B12/asam folat
Terjadi kehilangan banyak darah pasca donasi darah
Terjadi perdarahan akut yang hebat
Pembuatan sediaan apus darah tepi sebaiknya dilakukan segera setelah darah diambil dari pasien. Sediaan apus yang memenuhi syarat segera difiksasi agar darah melekat ke kaca objek dan tidak lepas pada saat diwarnai dengan zat warna Giemsa atau pada saat pencucian. Bagaimanakah prosedur fiksasi sediaan tersebut di atas
Menggenangi sediaan dengan methanol absolut.
Dikeringkan di bawah bola lampu listrik dengan suhu 60oC
Melidahapikan sediaan di atas lampu spritus
Menuangi sediaan dengan larutan buffer pH 6,4.
Merendam sediaan di dalam larutan garam fisiologis
Seorang analis menerima sampel darah dengan permintaan pemeriksaan jumlah leukosit. Dengan pipet thoma leukosit darah tersebut dipipet sampai angka 0,5 dan kemudian dipipet Turk sampai angka 11. Darah dan Turk dalam pipet dikocok sampai homogen dan diteteskan ke dalam bilik hitung Improved Neubauer, kemudian diperiksa di bawah mikroskop sehingga diperoleh hasil 50 sel pada 16 kotak II.
Berapa jumlah leukosit per mm darah pada sampel tersebut
1040
5200
10000
10400
14000
Seorang analis menerima sampel darah dengan permintaan pemeriksaan jumlah trombosit. Metode yang digunakan adalah metode manual dengan menggunakan bilik hitung Improved Neubauer. Pada metode tersebut digunakan reagensia yang dapat mewarnai tetapi tidak melisiskan sel-sel lain selain trombosit.
Apakah reagensia yang dapat digunakan untuk pemeriksaan trombosit diatas
Turk
Rees Ecker
Amonium oxalate
Eosin
Hayem
Seorang analis diminta melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit atas permintaan dokter pada sampel darah EDTA. Pemeriksaan trombosit menggunakan alat hitung otomatis dengan hasil 80.000 sel/µl darah. Untuk memastikan hasil tersebut, analis melakukan verifikasi dengan pemeriksaan darah tepi.
Pada sampel darah diatas, alasan apakah yang paling tepat dilakukan verifikasi alat
Alat hitung otomatis tidak sensitive terhadap satellite trombosit.
Alat hitung otomatis tidak sensitive terhadap giant trombosit.
Alat hitung otomatis tidak sensitive terhadap fragmentasi eritrosit.
Alat hitung otomatis tidak sensitive terhadap gumpalan trombosit.
Alat hitung otomatis tidak sensitive terhadap fragmentasi trombosit
Seorang analis diminta melakukan pemeriksaan darah rutin pada pasien laki-laki usia 58 tahun. Hasil pemeriksaan didapatkan :
Kadar Hemoglobin : 8 gr/µl
Jumlah Leukosit : 24.000 sel/ µl darah.
LED : 25 mm/jam
ADT : Ditemukan 25 normoblas dalam 100 sel leukosit.
Pada sampel darah diatas, berapa jumlah leukosit sebenarnya?
16.500 sel / µl darah
17.600 sel/ µl darah
19.200 sel / µl darah
22.125 sel / µl darah.
22.176 sel / µl darah.
Seorang analis diminta melakukan pemeriksaan hitung jumlah retikulosit pada pasien yang didiagnosa menderita anemia hemolitik.
Pada soal diatas, metode apa yang paling baik digunakan untuk menghitung retikulosit
Pewarnaan supravital
Pewarnaan PAS (Periodic Acid-Schiff)
Pewarnaan Romanowsky
Pewarnaan sitokimia
Pewarnaan Sato-Sekiya
Seorang analis diminta melakukan perhitungan indeks eritrosit pada pasien yang didiagnosa menderita anemia defisiensi besi dan mendapatkan hasil sebagai berikut :
MCV : 68 fl
MCH : 22 pikogram.
MCHC : 29 %
Kemudian analis melakukan konfirmasi hasil tersebut dengan pemeriksaan SAD.
Pada kasus diatas, gambaran khas apa yang terlihat pada penilaian 3 ‘S’ di Sediaan Apus Darah
Normositik Normokhrom
Mikrositik Normokhrom
Mikrositik Hipokhrom
Normositik Hipokrom
Makrositik Normokhrom
Seorang analis diminta melakukan pemeriksaan retikulosit dan hematokrit pada pasien yang didiagnosa menderita anemia hemolitik dan mendapatkan hasil sebagai berikut :
Retikulosit : 7% Hematokrit : 20%.
Rata-rata Hematokrit normal : 45%
Pada kasus tersebut, berapa jumlah retikulosit sebenarnya
1,4%
14%
3,1%
12.8%
3,2%
Anak Asrofi menderita demam yang cukup tinggi selama 3 hari, selain itu juga mengeluh mual & muntah.. Dari pemeriksaan darah lengkap diperoleh hasil :
HB : 13,9
HT : 50
Leukosit : 10.500
Trombosit : 67.000
Berdasarkan hasil diagnosa sementara dokter adalah suspect DHF. Jika dilakukan pemeriksaan hapusan darah tepi maka sel leukosit yang khas pada DHF adalah :
Neutrofil segmen
Limfosit T
Limfosit B
Limfosit plasma biru
Eosinofil
Seorang analis mendapat order pemeriksaan PT dan APTT, sesuai dengan cek list formulir permintaan pemeriksaan.. Untuk pemeriksaan tersebut, analis mempersiapkan sampel berupa plasma sitrat.
Berapakah perbandingan darah dengan natrium sitrat untuk mempersiapkan sampel tersebut?
perbandingan darah dengan natrium sitrat 10 : 1
perbandingan darah dengan natrium sitrat 4 : 1
perbandingan darah dengan natrium sitrat 9 : 1
perbandingan darah dengan natrium sitrat 1 : 9
perbandingan darah dengan natrium sitrat 4,5 : 1
Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan diff count dari sampel darah pasien, setelah melakukan fiksasi dengan methanol absolut kemudian melakukan pewarnaan dengan giemsa. Setelah kering, preparat darah tersebut dibaca dengan menggunakan mikroskop dan didapatkan gambar sel eritrosit yang terlihat rusak pada bagian tengahnya
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil pemeriksaan tersebut?
Mengulang pembuatan preparat dan memakai larutan methanol baru
Mengulang pembuatan preparat, dan hanya melakukan pengecatan giemsa
Mengulang pembuatan preparat, dan tidak melakukan fiksasi dengan methanol
Mengulang pembuatan preparat, dan memakai larutan giemsa baru dan methanol baru
Mengulang pembuatan preparat dan memakai larutan giemsa baru
Seorang anak berusia 12 tahun menderita kecacingan, dengan gejala lemah, letih, lesu, mata berkunang-kunang. Hasil laboratorium hematologi menunjukan kadar Hb 7 g/dl, MCV, MCH dan MCHC menurun, eosinofilia, anemia hipokrom mikrositik pada apusan darah tepi, kadar besi serum < 50 mg/dl dan saturation transferin < 15%
Jenis anemia apakah yang dialami oleh anak tersebut?
Anemia aplastic
Anemia sideroblastik
Anemia hemolitik
Anemia defisiensi besi
Anemia megaloblastic
Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa formulir permintaan pemeriksaan dari seorang dokter. Pemeriksaan yang diminta oleh dokter hitung jumlah lekosit. Seorang analis kesehatan melakukan pemeriksaan hitung lekosit dengan cara memipet larutan Turk sebanyak 380 µL dan sampel sebanyak 20 µL. Kemudian dimasukkan ke dalam bilik hitung dan dibaca dengan mikroskop pada 4 kotak lekosit. Sel lekosit yang didapatkan sebanyak 85 sel.
Berapakah jumlah sel lekosit per µL darah
2125
8500
6000
4250
4000
Seorang analis diminta melakukan pemeriksaan Darah lengkap dari sampel darah EDTA yang dikirim dengan etiket : Nama : Tn. Amir Usia : 48 tahun JK : Laki-laki Sampel darah tersebut diambil pada jam 07.00 WIB dan diterima oleh Analis pada jam 09.10 WIB. Pada sampel darah diatas, Jenis pemeriksaan darah lengkap apa yang dapat dipengaruhi oleh waktu tersebut ?
Jumlah lekosit, Jumlah Eritrosit, Hematokrit dan LED
Jumlah lekosit, Jumlah Eritrosit, Jumlah Trombosit dan LED
Jumlah lekosit, Jumlah Eritrosit, Jumlah Trombosit dan SAD
Jumlah lekosit, Jumlah Trombosit, LED dan SAD.
Jumlah lekosit, Jumlah Trombosit, LED dan Hematokrit
Pada pemeriksaan hitung jumlah lekosit, dilakukan secara manual menggunakan bilik hitung dan secara otomatik menggunakan alat sismex. Jumlah sampel darah yang dibutuhkan sebanyak 2 ml. Untuk mencegah terjadinya aglutinasi pada sampel digunakan antikoagulan EDTA.
Jumlah penambahan EDTA yang tepat untuk sampel darah tersebut adalah
0,5 mg EDTA
0,7 mg EDTA
1,0 mg EDTA
2,0 mg EDTA
1,5 mg EDTA
Laju endap darah merupakan salah satu pemeriksaan rutin hematologi, yang diukur dengan memasukkan darah ke dalam tabung LED dalam posisi tegak lurus selama satu jam. Kecepatan pengendapan sel darah merah disebut LED.
Tabung vacuteiner di bawah ini yang tepat untuk penampungan darah untuk pemeriksaan tersebut adalah
Tutup Abu-Abu
Tutup Hitam
Tutup Hijau
Tutup Kuning
Tutup Biru
Seorang analis melakukan pemeriksaan apusan darah tepi dibawah mikroskop dan menemukan bentuk ovalosit, akantosit, buur sell, juga menemukan adanya ukuran besar dan kecil dari eritrosit.
Apakah istilah yang benar untuk hasil tersebut?
Anisositosis
Poikilositosis
Anisopoikilositosis
Benda-benda inklusi eritrosi
Ditemukan bentuk ovalosit, akantosit dan buur sell.
