wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN UJIAN HAKLI 2020 KLINIK REFRAKSI

Total questions: 55

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat terang. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …

a)

Emetropia

b)

Hypermetropia

c)

Myopia

d)

Presbyopia

2.

Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat juga kabur. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …

a)

Emetropia

b)

Hypermetropia

c)

Myopia

d)

Presbyopia

3.

Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh terang dan melihat dekat kabur. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …

a)

Emetropia + Presbyopia

b)

Hypermetropia + Presbyopia

c)

Myopia + Presbyopia

d)

Astigmatismus + Presbyopia

4.

Dari hasil anamnesa, penderita menyatakan untuk untuk melihat nampak ganda. Kemudia pemeriksa langsung bertanya ”Hal itu terjadi pada saat melihat dengan satu mata apa dua mata ?”. Bila penderita menyatakan melihat ganda saat melihat dengan dua mata, maka kemungkinan factor penyebabnya adalah…

a)

Astigmatismus

b)

Heterophoria

c)

Heterotropia

d)

Katarak imatura yang belum merata

5.

Ketika melakukan anamnesa, pemeriksa tidak hanya sekedar ingin mengetahui keluhan utama penderita, tetapi juga latar belakang masalah kesehatan umum lainnya. Jika penderita menyatakan bahwa dia penderita diabitika, maka kemungkinan status refraksinya akan cenderung berubah menjadi …

a)

Hypermetropia

b)

Myopia

c)

Astigmatismus

d)

Presbyopia

6.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

7.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan tidak nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

8.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat membuka dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagopthalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

9.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat menutup dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagothalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

10.

Dalam keadaan normal, kornea akan nampak bening/trasparan dan avaskuler. Bila hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana terdapat pembuluh darah yang masuk ke kornea, maka keadaan itu akan didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai...

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

11.

Masuknya pembuluh darah ke kornea biasanya disebabkan karena pemakaian lensa kontak yang terlalu ketat, sehingga kornea akan kekurangan oksigin. Kornea yang kekurangan oksigin itu, dalam istilah medik dikenal sebagai…

a)

Hypoxia Kornea

b)

Sikatrik Kornea

c)

Ulkus Kornea

d)

Stapiloma Kornea

12.

Dalam keadaan normal, pola lengkung permukaan kornea akan nampak menyerupai parabola. Tetapi, bila dalam inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana lengkung permukaan kornea penderita menyerupai bentuk kerucut, maka dalam kartu catatan medik biasanya didokumentasikan sebagai …

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

13.

COA (Camera Oculi Anterior) adalah ruangan yang ada didalam bolamata, bagian depan dibatasi oleh kornea dan bagian belakang dibatasi oleh iris. Dalam keadaan normal, posisi iris akan berdiri tegak. Bila dalam pengamatan iris nampak condong kearah kornea, maka dapat diartikan bahwa COA dangkal. Jika memang terjadi demikian, apa prediksi saudara tentang penyakit yang memberikan tanda adanya COA yang dangkal…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Keratitis

d)

Konjunctivitis

14.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana pada COA nampak adanya endapan nanah/pus/exudat. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Ablasio Retina

b)

Glaukoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

15.

Lensa kristalin merupakan salah satu komponen system optis bolamata yang bening/transparan dan avaskuler. Karena latar belakangnya yang gelap, maka ketika diamati akan nampak berwarna hitam. Tetapi, bila dalam pengamatan saudara lensa kristalin tidak nampak berwarna hitam melainkan putih keabu-abuan, maka keadaan itu akan dokumentasikan sebagai…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

16.

Dalam keadaan normal, pupil akan mengecil ketika mendapatkan rangsangan cahaya kuat dari cahaya flashlight. Aktivitas pupil mengecil itu sebenarnya merupakan gerak reflex akibat kontrasinya otot…

a)

Muskulus Siliaris

b)

Muskulus Splincter Pupilae

c)

Muskulus Dilitator Pupilae

d)

Muskulus Rektus Superior

17.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari temporal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esopophoria

18.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari Nazal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esophoria

19.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 3.00 dan segmen dekatnya ODS S – 1.50. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

20.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 100 x 90° dan segmen dekatnya ODS C + 1.00 x 180°. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

21.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama (90°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 1.00. Pada saat mires terjelas kedua (180°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 2.00. Berdasarkan gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa ukuran lensa yang sedang diukur adalah …

a)

S – 1.00 ^ C – 2.00 x 180°

b)

S – 2.00 ^ C – 1.00 x 90°

c)

S – 1.00 ^ C – 1.00 x 90°

d)

S – 1.00 ^ C - 1.00 x 180°

22.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama (90°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 1.00. Pada saat mires terjelas kedua (180°) didapatkan, power indicator menunjukkan + 1.00. Berdasarkan gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa ukuran lensa yang sedang diukur adalah …

a)

S – 1.00 ^ C + 1.00 x 180°

b)

S + 1.00 ^ C – 1.00 x 90°

c)

S – 1.00 ^ C + 2.00 x 90°

d)

S – 1.00 ^ C + 2.00 x 180°

23.

Dari hasil pengukuran kacamata lama seseorang yang berusia 40 tahun dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S + 10.00 dan segmen dekatnya ODS S + 13.00. Berdasarkan data tersebut dapat diprediksi bahwa orang tersebut adalah penderita…

a)

Pseudophakia

b)

Apakhia

c)

Glaucoma

d)

Hypoxia

24.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar merah lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmat

25.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar hijau lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmatismus

26.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S - 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi over koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

27.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S + 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi under koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

28.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi imperial, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/100

b)

OD 20/30

c)

OD 0.50

d)

OD 0.20

29.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 20/40. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi Amerika, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/40

b)

OD 20/20

c)

OD 0.50

d)

OD 0.40

30.

Seseorang melakukan uji visus jauh secara monokuler. Namun ketika penderita diminta untuk membaca huruf paling besar pada optotype, penderita menyatakan tidak mampu melihat huruf tersebut dengan jelas. Bila mata kanan penderita hanya mampu melihat jari tangan pemeriksa dari jarak 3 meter, maka hasil uji visus tersebut didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai…

a)

OD 3/30

b)

OD 3/60

c)

OD 3/100

d)

OD 3/300

31.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/40 S + 1.50 = 6/10 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis vertical, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…

a)

Cylinder Plus axis 90°

b)

Cylinder Plus axis 180°

c)

Cylinder Minus axis 90°

d)

Cylinder Minus axis 180°

32.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S – 1.25 = 6/12 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis yang menuju ke arah 30°, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…

a)

Cylinder Plus axis 120°

b)

Cylinder Plus axis 30°

c)

Cylinder Minus axis 120°

d)

Cylinder Minus axis 30°

33.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S + 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang adalah garis yg menuju kearah 90°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…

a)

Dioptri Lensa Spherisnya ditambah

b)

Dioptri Lensa Spherisnya dikurangi

c)

Dioptri Lensa Cylindernya ditambah

d)

Dioptri Lensa Cylindernya dikurangi

34.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S - 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang masih garis yg menuju kearah 180°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…

a)

Dioptri Lensa Spherisnya ditambah

b)

Dioptri Lensa Spherisnya dikurangi

c)

Dioptri Lensa Cylindernya ditambah

d)

Dioptri Lensa Cylindernya dikurangi

35.

Dari hasil koreksi visus monokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6 dan OS 6/15 S – 1.00 = 6/6. Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya ke koreksi visus binokuler, dengan melakukan alternating cover test. Bila penderita menyatakan OD nampak lebih terang, tindakan apa yang akan saudara lakukan…

a)

OD Ditambah S – 0.25

b)

OD Ditambah S + 0.25

c)

OS Ditambah S + 0.25

d)

OS Ditambah S – 0.25

36.

Dari hasil koreksi visus monokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S + 1.00 = 6/6 dan OS 6/20 S + 1.25 = 6/6. Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya ke koreksi visus binokuler, dengan melakukan alternating cover test. Bila penderita menyatakan OS nampak lebih terang, tindakan apa yang akan saudara lakukan…

a)

OD Ditambah S – 0.25

b)

OD Ditambah S + 0.25

c)

OS Ditambah S + 0.25

d)

OS Ditambah S – 0.25

37.

Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S + 1.00 = 6/6, OS 6/20 S + 1.25 = 6/6 dan hasil alternating cover test : Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Duke Elder Test. Menurut saudara, bagaimana melakukan Duke Elder Test terhadap penderita hypermetropia …..

a)

ODS Ditambah S – 0.25

b)

ODS Ditambah S + 0.25

c)

OD Ditambah S + 0.25 dan OS ditambah S – 0.25

d)

OD Ditambah S – 0.25 dan OS ditambah S + 0.25

38.

Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30 S – 1.50 = 6/6, OS 6/20 S – 1.25 = 6/6 dan hasil alternating cover test : Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Duke Elder Test. Menurut saudara, bagaimana melakukan Duke Elder Test terhadap penderita myopia…..

a)

ODS Ditambah S – 0.25

b)

ODS Ditambah S + 0.25

c)

OD Ditambah S + 0.25 dan OS ditambah S – 0.25

d)

OD Ditambah S – 0.25 dan OS ditambah S + 0.25

39.

Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30 S – 1.75 = 6/6, OS 6/20 S – 1.50 = 6/6, Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Distortion Test. Bila terjadi distorsi, tindakan apa yang akan saudara lakukan sebelum melakukan uji distorsi ulang…

a)

ODS Ditambah S + 0.25

b)

ODS Ditambah S + 0.50

c)

ODS Ditambah S – 0.25

d)

ODS Ditambah S – 0.50

40.

Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 3/60 S – 4.00 = 6/6, OS 3/60 S – 4.00 = 6/6, Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Distortion Test. Bila terjadi distorsi, tindakan apa yang akan saudara lakukan sebelum melakukan uji distorsi ulang…

a)

ODS Ditambah S + 0.25

b)

ODS Ditambah S + 0.50

c)

ODS Ditambah S – 0.25

d)

ODS Ditambah S – 0.50

41.

Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6, OS 3/60 S – 4.50 = 6/6, Vision Balanca (+). Karena selisih ukuran OD dan OS berbeda lebih dari 3 dioptri, maka pemeriksa melakukan WFDT (Worth`s Four Dot Test). Menurut saudara, hasil koreksi visus tersebut dapat langsung diresepkan bila dalam WFDT penderita melihat…

a)

Dua/Tiga Titik

b)

Dua/Empat Titik

c)

Dua/Lima Titik

d)

Tiga/Empat Titik

42.

Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi horizontal. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita exophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …


a)

vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya

b)

vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya

c)

horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya

d)

horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya

43.

Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kiri dengan posisi horizontal. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita esophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …

a)

vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya

b)

vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya

c)

horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya

d)

horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya

44.

Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi vertical. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita hyperphoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya…

a)

vertikal berada di sebelah atas sumber cahaya

b)

vertical berada di sebelah bawah sumber cahaya

c)

horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya

d)

horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya

45.

Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi vertical. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita hypophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …

a)

vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya

b)

vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya

c)

horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya

d)

horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya

46.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical tepat pada sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada di atas sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …

a)

Exophoria

b)

Essophoria

c)

Hyperphoria

d)

Hypophoria

47.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical tepat pada sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada di bawah sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …

a)

Exophoria

b)

Esophoria

c)

Hyperphoria

d)

Hypophoria

48.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada tepat pada sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …

a)

Exophoria

b)

Esophoria

c)

Hyperphoria

d)

Hypophoria

49.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada tepat pada sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …

a)

Exophoria

b)

Essophoria

c)

Hyperphoria

d)

Hypophoria

50.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6 dan OS 6/60 S – 3.50 = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…

a)

OD Myopia Ringan & OS Myopia Sedang

b)

OD Myopia Sedang & OS myopia Tinggi

c)

OD Hypermetropia Ringan & OS Hypermetropia Sedang

d)

OD Hypermetropia Sedang & OS Hypermetropia Tinggi

51.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/6 S + 0.50 = 6/6 dan OS 6/10 S + 0.75 = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…

a)

ODS Hypermetropia Absolut

b)

ODS Hypermetropia Fakultatif

c)

OD Hypermetropia Fakultatif & OS Hypermetropia Absolut

d)

OD Hypermetropia Absolut & OS Hypermetropia Fakultatif

52.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/10 C – 0.75 x 90° = 6/6 dan OS 6/10 C – 0.75 x 90° = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…


a)

ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus With the Rule

b)

ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus Against the Rule

c)

ODS Astigmatismus Myopicus Symplex With the Rule

d)

ODS Astigmatismus Myopicus Symplex Against the Rule

53.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/10 C – 0.75 x 180° = 6/6 dan OS 6/10 C – 0.75 x 180° = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…

a)

ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus With the Rule

b)

ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus Against the Rule

c)

ODS Astigmatismus Myopicus Symplex With the Rule

d)

ODS Astigmatismus Myopicus Symplex Against the Rule

54.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan suatu fakta bahwa yang sedang dihadapinya itu seorang penderita exophoria. Hasil koreksi menunjukan bahwa garis cahaya vertical dan sumber cahaya berhimpit, ketika didepan mata kanan penderita diletakkan prisma 8 dioptri base out. Jika memang terjadi demikian, bagaimana anda menuliskan resep kacamatanya…

a)

OD 4 Δ D base Out dan OS 4 Δ D base In

b)

OD 4 Δ D base In dan OS 4 Δ D base Out

c)

OD 4 Δ D base In dan OS 4 Δ D base In

d)

OD 4 Δ D base Out dan OS 4 Δ D base Out

55.

Dari hasil uji batang Maddox didapatkan suatu fakta bahwa yang sedang dihadapinya itu seorang penderita Hypophoria. Hasil koreksi menunjukan bahwa garis cahaya vertical dan sumber cahaya berhimpit, ketika didepan mata kanan penderita diletakkan prisma 6 dioptri base Down. Jika memang terjadi demikian, bagaimana anda menuliskan resep kacamatanya…

a)

OD 3 Δ D base Up dan OS 3 Δ D base Down

b)

OD 3 Δ D base Down dan OS 3 Δ D base Up

c)

OD 3 Δ D base Up dan OS 3 Δ D base Up

d)

OD 3 Δ D base Down dan OS 3 Δ D base Down