NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN UJIAN HAKLI 2020 KLINIK REFRAKSI
Total questions: 55
Worksheet time: 50mins
Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat terang. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …
Emetropia
Hypermetropia
Myopia
Presbyopia
Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat juga kabur. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …
Emetropia
Hypermetropia
Myopia
Presbyopia
Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh terang dan melihat dekat kabur. Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …
Emetropia + Presbyopia
Hypermetropia + Presbyopia
Myopia + Presbyopia
Astigmatismus + Presbyopia
Dari hasil anamnesa, penderita menyatakan untuk untuk melihat nampak ganda. Kemudia pemeriksa langsung bertanya ”Hal itu terjadi pada saat melihat dengan satu mata apa dua mata ?”. Bila penderita menyatakan melihat ganda saat melihat dengan dua mata, maka kemungkinan factor penyebabnya adalah…
Astigmatismus
Heterophoria
Heterotropia
Katarak imatura yang belum merata
Ketika melakukan anamnesa, pemeriksa tidak hanya sekedar ingin mengetahui keluhan utama penderita, tetapi juga latar belakang masalah kesehatan umum lainnya. Jika penderita menyatakan bahwa dia penderita diabitika, maka kemungkinan status refraksinya akan cenderung berubah menjadi …
Hypermetropia
Myopia
Astigmatismus
Presbyopia
Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …
Hordeolum
Vaskularesasi
Chalazion
Ptosis
Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan tidak nyeri tekan. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …
Hordeolum
Vaskularesasi
Chalazion
Ptosis
Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat membuka dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …
Lagopthalmus
Vaskularesasi
Chalazion
Ptosis
Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat menutup dengan sempurna. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …
Lagothalmus
Vaskularesasi
Chalazion
Ptosis
Dalam keadaan normal, kornea akan nampak bening/trasparan dan avaskuler. Bila hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana terdapat pembuluh darah yang masuk ke kornea, maka keadaan itu akan didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai...
Vaskularesasi
Keratoconus
Kornea Plana
Sikatrik Kornea
Masuknya pembuluh darah ke kornea biasanya disebabkan karena pemakaian lensa kontak yang terlalu ketat, sehingga kornea akan kekurangan oksigin. Kornea yang kekurangan oksigin itu, dalam istilah medik dikenal sebagai…
Hypoxia Kornea
Sikatrik Kornea
Ulkus Kornea
Stapiloma Kornea
Dalam keadaan normal, pola lengkung permukaan kornea akan nampak menyerupai parabola. Tetapi, bila dalam inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana lengkung permukaan kornea penderita menyerupai bentuk kerucut, maka dalam kartu catatan medik biasanya didokumentasikan sebagai …
Vaskularesasi
Keratoconus
Kornea Plana
Sikatrik Kornea
COA (Camera Oculi Anterior) adalah ruangan yang ada didalam bolamata, bagian depan dibatasi oleh kornea dan bagian belakang dibatasi oleh iris. Dalam keadaan normal, posisi iris akan berdiri tegak. Bila dalam pengamatan iris nampak condong kearah kornea, maka dapat diartikan bahwa COA dangkal. Jika memang terjadi demikian, apa prediksi saudara tentang penyakit yang memberikan tanda adanya COA yang dangkal…
Katarak
Glaucoma
Keratitis
Konjunctivitis
Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana pada COA nampak adanya endapan nanah/pus/exudat. Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …
Ablasio Retina
Glaukoma
Hypema
Hypopion
Lensa kristalin merupakan salah satu komponen system optis bolamata yang bening/transparan dan avaskuler. Karena latar belakangnya yang gelap, maka ketika diamati akan nampak berwarna hitam. Tetapi, bila dalam pengamatan saudara lensa kristalin tidak nampak berwarna hitam melainkan putih keabu-abuan, maka keadaan itu akan dokumentasikan sebagai…
Katarak
Glaucoma
Hypema
Hypopion
Dalam keadaan normal, pupil akan mengecil ketika mendapatkan rangsangan cahaya kuat dari cahaya flashlight. Aktivitas pupil mengecil itu sebenarnya merupakan gerak reflex akibat kontrasinya otot…
Muskulus Siliaris
Muskulus Splincter Pupilae
Muskulus Dilitator Pupilae
Muskulus Rektus Superior
Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari temporal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…
Hyperphoria
Hypophoria
Exophoria
Esopophoria
Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria. Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari Nazal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…
Hyperphoria
Hypophoria
Exophoria
Esophoria
Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 3.00 dan segmen dekatnya ODS S – 1.50. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …
S + 1.00
S + 1.50
S + 2.00
S + 2.50
Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 100 x 90° dan segmen dekatnya ODS C + 1.00 x 180°. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …
S + 1.00
S + 1.50
S + 2.00
S + 2.50
Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama (90°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 1.00. Pada saat mires terjelas kedua (180°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 2.00. Berdasarkan gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa ukuran lensa yang sedang diukur adalah …
S – 1.00 ^ C – 2.00 x 180°
S – 2.00 ^ C – 1.00 x 90°
S – 1.00 ^ C – 1.00 x 90°
S – 1.00 ^ C - 1.00 x 180°
Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama (90°) didapatkan, power indicator menunjukkan – 1.00. Pada saat mires terjelas kedua (180°) didapatkan, power indicator menunjukkan + 1.00. Berdasarkan gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa ukuran lensa yang sedang diukur adalah …
S – 1.00 ^ C + 1.00 x 180°
S + 1.00 ^ C – 1.00 x 90°
S – 1.00 ^ C + 2.00 x 90°
S – 1.00 ^ C + 2.00 x 180°
Dari hasil pengukuran kacamata lama seseorang yang berusia 40 tahun dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S + 10.00 dan segmen dekatnya ODS S + 13.00. Berdasarkan data tersebut dapat diprediksi bahwa orang tersebut adalah penderita…
Pseudophakia
Apakhia
Glaucoma
Hypoxia
Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar merah lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…
Presbyopia
Myopia
Hypermetropia
Astigmat
Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter. Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar hijau lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…
Presbyopia
Myopia
Hypermetropia
Astigmatismus
Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S - 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi over koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..
Merah dan hijau nampak sama terang
Merah dan hijau nampak sama kabur
Merah nampak lebih terang
Hijau nampak lebih terang
Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S + 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk. Bila terjadi under koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..
Merah dan hijau nampak sama terang
Merah dan hijau nampak sama kabur
Merah nampak lebih terang
Hijau nampak lebih terang
Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi imperial, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…
OD 20/100
OD 20/30
OD 0.50
OD 0.20
Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 20/40. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi Amerika, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…
OD 20/40
OD 20/20
OD 0.50
OD 0.40
Seseorang melakukan uji visus jauh secara monokuler. Namun ketika penderita diminta untuk membaca huruf paling besar pada optotype, penderita menyatakan tidak mampu melihat huruf tersebut dengan jelas. Bila mata kanan penderita hanya mampu melihat jari tangan pemeriksa dari jarak 3 meter, maka hasil uji visus tersebut didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai…
OD 3/30
OD 3/60
OD 3/100
OD 3/300
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/40 S + 1.50 = 6/10 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis vertical, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…
Cylinder Plus axis 90°
Cylinder Plus axis 180°
Cylinder Minus axis 90°
Cylinder Minus axis 180°
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S – 1.25 = 6/12 dan hasil uji pin hole (+). Kemudian pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00 pada trial frame. Selanjutnya penderita diminta untuk melihat kearah clock dial dan menyebutkan garis mana yang nampak paling terang. Bila penderita menyatakan garis paling terang adalah garis yang menuju ke arah 30°, maka pemeriksa harus menambahkan pada trial frame lensa…
Cylinder Plus axis 120°
Cylinder Plus axis 30°
Cylinder Minus axis 120°
Cylinder Minus axis 30°
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S + 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang adalah garis yg menuju kearah 90°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…
Dioptri Lensa Spherisnya ditambah
Dioptri Lensa Spherisnya dikurangi
Dioptri Lensa Cylindernya ditambah
Dioptri Lensa Cylindernya dikurangi
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik dengan lensa spheris didapatkan data sebagai berikut : OD 6/30 S - 2.00 = 6/12. Karena hasil uji pin hole (+), maka pemeriksa menambahkan fogging lens S + 1.00. Ketika melihat kearah clock dial, penderita menyebutkan garis yang nampak paling terang adalah garis yang menuju ke arah 90°. Ketika pemeriksa menambahkan lensa C – 100 x 180°, penderita menyatakan garis yang paling terang masih garis yg menuju kearah 180°. Bila memang terjadi demikian apa tindakan saudara…
Dioptri Lensa Spherisnya ditambah
Dioptri Lensa Spherisnya dikurangi
Dioptri Lensa Cylindernya ditambah
Dioptri Lensa Cylindernya dikurangi
Dari hasil koreksi visus monokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6 dan OS 6/15 S – 1.00 = 6/6. Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya ke koreksi visus binokuler, dengan melakukan alternating cover test. Bila penderita menyatakan OD nampak lebih terang, tindakan apa yang akan saudara lakukan…
OD Ditambah S – 0.25
OD Ditambah S + 0.25
OS Ditambah S + 0.25
OS Ditambah S – 0.25
Dari hasil koreksi visus monokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S + 1.00 = 6/6 dan OS 6/20 S + 1.25 = 6/6. Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya ke koreksi visus binokuler, dengan melakukan alternating cover test. Bila penderita menyatakan OS nampak lebih terang, tindakan apa yang akan saudara lakukan…
OD Ditambah S – 0.25
OD Ditambah S + 0.25
OS Ditambah S + 0.25
OS Ditambah S – 0.25
Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S + 1.00 = 6/6, OS 6/20 S + 1.25 = 6/6 dan hasil alternating cover test : Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Duke Elder Test. Menurut saudara, bagaimana melakukan Duke Elder Test terhadap penderita hypermetropia …..
ODS Ditambah S – 0.25
ODS Ditambah S + 0.25
OD Ditambah S + 0.25 dan OS ditambah S – 0.25
OD Ditambah S – 0.25 dan OS ditambah S + 0.25
Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30 S – 1.50 = 6/6, OS 6/20 S – 1.25 = 6/6 dan hasil alternating cover test : Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Duke Elder Test. Menurut saudara, bagaimana melakukan Duke Elder Test terhadap penderita myopia…..
ODS Ditambah S – 0.25
ODS Ditambah S + 0.25
OD Ditambah S + 0.25 dan OS ditambah S – 0.25
OD Ditambah S – 0.25 dan OS ditambah S + 0.25
Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30 S – 1.75 = 6/6, OS 6/20 S – 1.50 = 6/6, Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Distortion Test. Bila terjadi distorsi, tindakan apa yang akan saudara lakukan sebelum melakukan uji distorsi ulang…
ODS Ditambah S + 0.25
ODS Ditambah S + 0.50
ODS Ditambah S – 0.25
ODS Ditambah S – 0.50
Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 3/60 S – 4.00 = 6/6, OS 3/60 S – 4.00 = 6/6, Vision Balanca (+). Kemudian pemeriksa melanjutkan pemeriksaannya dengan melakukan Distortion Test. Bila terjadi distorsi, tindakan apa yang akan saudara lakukan sebelum melakukan uji distorsi ulang…
ODS Ditambah S + 0.25
ODS Ditambah S + 0.50
ODS Ditambah S – 0.25
ODS Ditambah S – 0.50
Dari hasil koreksi visus binokuler didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6, OS 3/60 S – 4.50 = 6/6, Vision Balanca (+). Karena selisih ukuran OD dan OS berbeda lebih dari 3 dioptri, maka pemeriksa melakukan WFDT (Worth`s Four Dot Test). Menurut saudara, hasil koreksi visus tersebut dapat langsung diresepkan bila dalam WFDT penderita melihat…
Dua/Tiga Titik
Dua/Empat Titik
Dua/Lima Titik
Tiga/Empat Titik
Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi horizontal. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita exophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …
vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya
vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya
horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya
horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya
Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kiri dengan posisi horizontal. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita esophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …
vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya
vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya
horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya
horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya
Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi vertical. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita hyperphoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya…
vertikal berada di sebelah atas sumber cahaya
vertical berada di sebelah bawah sumber cahaya
horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya
horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya
Seorang refraksionis Optisien melakukan uji batang Maddox. Pada percobaan pertama batang Maddox diletakkan pada mata kanan dengan posisi vertical. Bila yang sedang dihadapinya itu penderita hypophoria, maka penderita akan menyatakan garis cahaya …
vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya
vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya
horizontal berada di sebelah atas sumber cahaya
horizontal berada di sebelah bawah sumber cahaya
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical tepat pada sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada di atas sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …
Exophoria
Essophoria
Hyperphoria
Hypophoria
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical tepat pada sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada di bawah sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …
Exophoria
Esophoria
Hyperphoria
Hypophoria
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical berada di sebelah kanan sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada tepat pada sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …
Exophoria
Esophoria
Hyperphoria
Hypophoria
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan gambaran sbb: Pada percobaan I penderita melihat garis cahaya vertical berada di sebelah kiri sumber cahaya dan pada percobaan II penderita melihat garis cahaya horizontal berada tepat pada sumber cahaya. Ketika percobaan itu dilakukan, posisi batang Maddox ada di depan mata kanan. Jika memang terjadi demikian, maka dapat dipastikan bahwa yang sedang dihadapi itu adalah penderita …
Exophoria
Essophoria
Hyperphoria
Hypophoria
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/15 S – 1.00 = 6/6 dan OS 6/60 S – 3.50 = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…
OD Myopia Ringan & OS Myopia Sedang
OD Myopia Sedang & OS myopia Tinggi
OD Hypermetropia Ringan & OS Hypermetropia Sedang
OD Hypermetropia Sedang & OS Hypermetropia Tinggi
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/6 S + 0.50 = 6/6 dan OS 6/10 S + 0.75 = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…
ODS Hypermetropia Absolut
ODS Hypermetropia Fakultatif
OD Hypermetropia Fakultatif & OS Hypermetropia Absolut
OD Hypermetropia Absolut & OS Hypermetropia Fakultatif
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/10 C – 0.75 x 90° = 6/6 dan OS 6/10 C – 0.75 x 90° = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…
ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus With the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus Against the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Symplex With the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Symplex Against the Rule
Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sebagai berikut: OD 6/10 C – 0.75 x 180° = 6/6 dan OS 6/10 C – 0.75 x 180° = 6/6. Sedangkan dari hasil koreksi binokuler : Vision Balance (+), DE Test (-), Distortion Test (-) dan Reading Test (+) sampai J2. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut masing-masing mata dapat di diagnose sebagai…
ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus With the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Compusitus Against the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Symplex With the Rule
ODS Astigmatismus Myopicus Symplex Against the Rule
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan suatu fakta bahwa yang sedang dihadapinya itu seorang penderita exophoria. Hasil koreksi menunjukan bahwa garis cahaya vertical dan sumber cahaya berhimpit, ketika didepan mata kanan penderita diletakkan prisma 8 dioptri base out. Jika memang terjadi demikian, bagaimana anda menuliskan resep kacamatanya…
OD 4 Δ D base Out dan OS 4 Δ D base In
OD 4 Δ D base In dan OS 4 Δ D base Out
OD 4 Δ D base In dan OS 4 Δ D base In
OD 4 Δ D base Out dan OS 4 Δ D base Out
Dari hasil uji batang Maddox didapatkan suatu fakta bahwa yang sedang dihadapinya itu seorang penderita Hypophoria. Hasil koreksi menunjukan bahwa garis cahaya vertical dan sumber cahaya berhimpit, ketika didepan mata kanan penderita diletakkan prisma 6 dioptri base Down. Jika memang terjadi demikian, bagaimana anda menuliskan resep kacamatanya…
OD 3 Δ D base Up dan OS 3 Δ D base Down
OD 3 Δ D base Down dan OS 3 Δ D base Up
OD 3 Δ D base Up dan OS 3 Δ D base Up
OD 3 Δ D base Down dan OS 3 Δ D base Down
