Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Analisis Kebijakan

Total questions: 84

Worksheet time: 2hrs 51mins

Name
Class
Date
1.

Kebijakan Publik menitik beratkan pada "publik dan masalah-masalahnya merupakan perkataan dari ?

a)

DEWEY (1927)

b)

M.C. lEMAY (2002)

c)

THOMAS DYE (1975)

d)

SHARKANSKY (1970)

2.

kebijakan sebagai a purposive course of action followed by an actor or set of actors in dealing with problem

a)

DEWEY (1927)

b)

M.C. LEMAY (2002)

c)

THOMAS DYE (1975)

d)

FRIEDRICH (2007)

3.

Hampir semua yang diputuskan dan tidak diputuskan oleh pemerintah termasuk dalam definisi sebagai kebijakan (Whatever goverment choose to do or not to do)

a)

ANDERSON

b)

M.C. LEMAY ( 2002)

c)

DEWEY (1927)

d)

THOMAS DYE (1975)

4.

Serangkaian tindakan yang dipilih secara sengaja oleh seorang aktor atau sekelompok aktor yang di maksudkan untuk mengatasi suatu masalah

a)

LESTER dan STEWART (1996)

b)

ANDERSON

c)

SHARKANSKY (1970)

d)

DEWEY (1927)

5.

Kebijakan publik didapatkan dari proses yang rumit ..

a)

LESTER dan STEWART (1996)

b)

SHARKANSKY (1970)

c)

ANDERSON (1979)

d)

KAY (2006)

6.

kebijakan publik sebagai aksi pemerintah..

a)

KAY (2006)

b)

SOMIT dan PETERSON (2003)

c)

ANDERSON (1979)

d)

DEWEY (1927)

7.

kebijakan suatu tindakan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu ..

a)

SHARKANSKY (1970)

b)

SOMIT dan PETERSON (2003)

c)

KAY (2006)

d)

FRIEDRICH (2007)

8.

Dunn (2004) menyebutkan ada 3 elemen kebijakan yaitu ..

a)

Pelaku/aktor kebijakan, lingkungan kebijakan, dan kebijakan publik

b)

advoksasi, lingkungan kebijakan, dan aktor kebijakan

c)

kebijkan publik, stakeholder, dan advokasi

d)

advokasi, pemangku kebijakan, dan lingkungan

9.

1). Tujuan yang akan dicapai

2). Preferensi Nilai suatu kebijakan

3). Sumber daya yang mendukung kebijakan

4). Kemampuan aktor yang terlibat

5). lingkungan yang mencakup lingkungan sosial, ekonomi, politik dsb.

6). Strategi yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan


Merupakan kerangka kebijakan dari ..

a)

Anderson

b)

Harold Laswel

c)

David Easton

d)

Subarsono (2006)

10.

1). Penetapan Agenda kebijakan (Agenda setting)

2). Formulasi Kebijakan

3). Adopsi Kebijakan

4). Implementasi Kebijakan

5). Evaluasi


Pembuatan siklus kerja kebijakan menurut ..

a)

Dunn (2004)

b)

Somit dan Peterson (2003)

c)

Kay (2006)

d)

Friedrich (2007)

11.

1). Agenda Setting

2). Memutuskan untuk melakukan kebijakan atau tidak melakukan kebijakan

3). melaksanakan kebijakan (Implementasi)

4). Evaluasi kebijakan

5) Melakukan umpan balik


Pembuatan siklus kebijakan menurut ..

a)

Dunn (2004)

b)

Subarsono (2006)

c)

Shafrite dan Russel (1997)

d)

Anderson (1979)

12.

Jenis kebijakan yang menyatakan apa yang akan dilakukan pemerintah atas masalah tertentu, misalnya : kebijkan pengurangan angka kemiskinan melalui kebijakan beras miskin.

a)

kebijakan distributif

b)

kebijakan re-distributif

c)

kebijakan prosedural

d)

kebijakan substantif

13.

kebijakan ini bersifat teknis, tentang standar dan prosedur (atau SOP), kriteria warga masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan..

a)

kebijakan substantif

b)

kebijakan prosedural

c)

kebijakan materi

d)

kebijakan simbolis

14.

kebijakan yang bertujuan untuk mendistribusikan atau memberikan akses yang sama atas sumber daya tertentu misalnya kebijakan Bantuan Operasional Siswa (BOS)

a)

kebijakan substantif

b)

kebijakan prosedural

c)

kebijakan distributif

d)

kebijakan regulatif

15.

Kebijakan yang mengatur perilaku orang atau masyarakat misalnya kebijkan menggunakan sabuk pengaman jika mengendarai atau jadi penumpang mobil

a)

kebijakan sombolis

b)

kebijakan materi

c)

kebijkan substantif

d)

kebijakan regulatif

16.

kebijakan yang mengatur pendistribusian pendapatan atau kekayaan seseorang, untuk di distribusikan kembali kepada kelompok yang perlu dilindungi untum pemerataan, misalnya : kebijakan pajak progresif, kebijkan subsididi silang, kebijakan subsidi BBM.

a)

kebijakan redistributif

b)

kebijakan prosedural

c)

kebijakan distributif

d)

kebijakan material

17.

kebijakan yang sengaja dibuat untuk memberikan keuntungan sumber daya yang konkrit pada kelompok tertentu, misalnya kebijakan beras untuk orang miskin

a)

kebijakan barang publik

b)

kebijakan barang privat

c)

kebijakan material

d)

kebijakan simbolis

18.

Kebijakan yang memberikan manfaat dan penghormatan simbolis terhadap kelompok masyarakat tertentu, misalnya kebijkan libur natal untuk beragama kristen, libur waisak, dan libur idul fitri.

a)

kebijkan simbolis

b)

kebijakan material

c)

kebijakan publik

d)

kebijakan barang privat

19.

kebijakan yang mengatur tata kelola dan pelayanan barang-barang publik, seperti kebijkan pengelolaan ruang publik/fasilitas umum, jalan raya

a)

kebijakan barang privat

b)

kebijakan barang umum

c)

kebijakan barang publik

d)

kebijakan regulatif

20.

kebijakan yang mengatur tata kelola dan pelayanan barang-barang privat, misalnya pengatur parkir dan penataan pemilik tanah..

a)

kebijakan barang publik

b)

kebijakan regulatif

c)

kebijakan redistibutif

d)

kebijakan barang privat

21.

Pertimbangan intervensi pemerintah dalam penyediaan barang publik. di dasarkan pada pertimbangan ..

a)

Keadilan (equity), kebutuhan (needs), Effisiensi dan mengurangi masalah the Free-rider

b)

kegotong-royongan, keterbukaan, efisiensi dan nirlaba

c)

subsiti, isentif, bermanfaat dan sumber daya

d)

kemanusiaan, manfaat, dan kekuatan

22.

Analisis secara mendalam (secara logis dan step-by step) terhadap berbagai isu atau alternatif kebijakan dan konsekuensinya, meliputi :

1) Outcome sangat rasional

2) Pengambil keputusan menggunakan sistem pilihan yang konsisten untuk memilih isu atau alternatif terbaik

3) Pengambil keputusan mampu mengenali semua alternatif

4) Pengambil keputusan mampu mengkalkulasi kemungkinan keberhasilan/kegagalan tiap alternatif

a)

Model Rasional

b)

Model Bounded Rationality

c)

Model Garbage can

d)

Model Dunn

23.

Ada keterbatasan pengambil keputusan untuk bertindak secara rasional :

1). memilih alternatif/isu pertama "memuaskan" karena menghemat waktu dan sumber daya

2). Memahami konsep dunia adalah sederhana

3). Nyaman mengambil keputusan dengan "Cepat " akan menghemat aktifitas mental

4). Menyadari keterbatasan waktu, informasi, sumber daya dan juga ketidakpastian

a)

Model Rasional

b)

Model Bounded Rationality

c)

Model Garbage Can

d)

Model dunn

24.

Pengambil keputusan dalam organisasi bersifat acak dan unsytematic :

1) Pengambilan Keputusan dengan pola atau aliran berbagai keputusan dalam organisasi maupun keputusan individu

2) Pola Pengambilan Keputusan dalam organisasi di tandai dengan ketidakteraturan yang disebablan karena pilihan problematik antar alternatif/isu, ketidakjelasan informasi dan teknologi dan juga yang selalu berubah

3) Solusi tidak selalu dimulai dengan tahapan pasti identifikasi masalah.

4) Masalah secara acak digunakan/diidentifikasi untuk melengkapi solusi dalam "garbage can"

a)

Model Rasional

b)

Model Bounded Rationality

c)

Model Garbage Can

d)

Model Dunn

25.

Model Profesional dalam pembuatan kebijakan menurut Hallsworth :

a)

Mmemperhatiakan dan mempertimbangkan lingkungan kebijkan atau dengan kata lain memperhatikan faktor-fktor eksternal dalam proses pembuatan kebijkan (outward looking)

b)

Terbuka terhadap ide dan solusi yang baru (inovatif, kreatif, dan fleksibel)

c)

Menggunnakan data-data dan Fakta dari berbagai sumber dan melibatkan stakeholder kunci dalam pembuatan kebijakan (evidence-based)

d)

Selalu memperhatikan dampak kebijakan terhadap semua pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung (inclusif), Membangun Sistem evaluasi dari awal proses kebijakan (evaluasi)

e)

Selalu melakukan review terhadap kebijakan untuk memastikan keterkaitannya dengan masalah yang diselesaikan dan mengenali masalah serta dampak sejak awal (review) dan belajar dari pengalaman kebijkan yang berhasil dan gagal (learn lesson)

26.

Informasi yang dibutuhkan dalam proses perumusan kebijakan ..

a)

Apa masalah kebijakan

b)

apa hasil-hasil yang diharapkan dari suatu kebijakan

c)

apa pilihan kebijakan yang paling ideal untuk menghasilkan hasil kebijakan yang diharapkan tersebut

d)

apa hasil kebijakan yang di dapat yang di dapat setelah diimplementasikan

e)

bagaimana kinerja suatu kebijakan

27.

Sumber daya baik berupa waktu, uang, personil, peralatan dan sebagainya yang digunakan untuk menghasilkan Output dan Impact..

a)

Policy Input

b)

Policy Process

c)

Policy Output

d)

Output Impact

28.

Kegiatan administratif, organisasional dan politik maupun pendekatan untuk input kebijakan menjadi menjadi Output kebijakan dan efeknya..

a)

policy input

b)

policy process

c)

policy output

d)

policy impact

29.

Barang atau jasa atau resource yang diterima oleh target groups adalah individu, komunitas, organisasi atau kelompok tertentu yang menjadi target kebijakan..

a)

policy input

b)

policy process

c)

policy output

d)

policy impact

30.

Perubahan aktual yang dihasilkan output kebijakan..

a)

policy input

b)

Policy Process

c)

Policy Output

d)

Policy Impact

31.

Proses komunikasi massa ;

1) Siapa (Who)

2) Berkata apa (Says what)

3) Melalui saluran apa (In which Channel)

4) Kepada Siapa (To when)

5) Dengan Efek apa


Menurut Pandangan dari ..

a)

Wayne Parsons (2001)

b)

Anderson (1979)

c)

Laswell dalam Sanjaya (2007)

d)

Dunn (2004)

32.

Wayne Parsons (2001) yang termasuk dalam analysis of policy

a)

batasan sebuah kebijakan

b)

isi dari kebijakan

c)

monitoring dan evaluasi

d)

dukungan kebijakan

33.

Yang termasuk dengan analysis for policy

a)

isi dari kebijakan

b)

monitoring dan evaluasi

c)

dukungan kebijakan

d)

informasi bagi sebuah kebijakan

34.

Apa yang dimaksud dengan error the third tipe...

a)

Mencari solusi masalah kebijakan

b)

Menghadapi masalah dalam kebijakan

c)

Menambah masalah untu mencari solusi

d)

Memecahkan masalah yang salah

35.

Pengertian data Kuantitatif..

a)

data berupa angka-angka

b)

data berupa narasi

c)

data berupa deskripsi

d)

data berupa pengambaran

36.

Pengertian data Kualitatif..

a)

data berupa angka-angka

b)

data berupa narasi dan bukan angka

c)

data hasil pengamatan

d)

data hasil pengukuran

37.

Pengertian data Diskrit...

a)

data berupa angka-angka

b)

data berupa narasi

c)

data hasil pengamatan

d)

data hasil pengukuran

38.

Data hasil pengukuran biasanya disebut data ..

a)

Data kualitatif

b)

Data Kuantitatif

c)

Data Diskrit

d)

Data hasil Pengukuran

39.

1.Fokus pada persoalan publik yang kontemporer atau sedang menjadi perhatian publik

2.Dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan pengambil kebijakan.

3.Riset kebijakan membutuhkan tindakan yang cepat karena hanya tersedia sedikit waktu untuk melakukan pengumpulan data, analisis dan menyusun rekomendasi

4.Pragmatis, rekomendasi harus merupakan hal yang dapat dikerjakan

5.Tujuannya adalah untuk memperjelas persoaln publik yang rumit sehingga dapat diselesaikan

6.Jembatan antara dunia teori dengan dunia praktis


Merupakan Elemen Penting Menurut ..

a)

Anderson (1979)

b)

Subarsono (2006)

c)

Kay (2006)

d)

SIPRI dan WASCI

40.

1.Obyektif (terdapat pemisahan yang tegas antara peneliti dengan obyek yang diteliti)

2.Kausalitas (ada hubungan sebab dan akibat)

3.Bersifat ilmiah : berbasis bukti empiris

4.Bersifat deduktif (dimulai dengan teori, membangun hipotesis, merancang instrumen pengukuran, pengamatan/eksperimen, analisi data dan penarikan kesimpulan)

5.Metode penelitian bersifat terstruktur (sudah disiapkan sebelum penelitian dilakukan)

6.Data yang dikumpulkan bersifat kuantitatif (realitas sosial yang diteliti dikonversi menjadi data-data kuantitatif dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah terstandar)

7.Hasil penelitian bersifat replicable (dapat diulang dengan hasil yang sama)


Merupakan Riset Kebijakan Menurut..

a)

Riset Naturalistik

b)

Riset Positivistik

c)

Riset metodologi Peneltian

d)

Riset kebijakan publik

41.

1.Subyektif. Realitas sosial bersifat subyektif dan bervariasi tergantung pada perspektif orang yang terlibat dalam studi.

2.Bersifat Induktif. Peneliti mencoba menjelaskan realitas yang ditelitinya

3.Kontekstual. Realitas sosial di pengaruhi oleh banyak faktor, peneliti berusaha untuk mengungkapkan makna di balik suatu fenomena yang ditelitinya

4.Peneliti merupakan bagian dari pembuat realitas yang diamatinya, sehingga peneliti dapat menggunakan metode yang dapat mengungkap ‘insider knowledge’ dengan cara melakukan pengumpulan data dalam seting yang bersifat natural;

5.Data yang dikumpulkan bersifat naratif hasil observasi maupun wawancara

6.Penelitian kualitatif selama ini dikaitkan dengan beberapa metode pengumpulan data (Creswell, 1994:12), yaitu: etnografi, grounded theory, studi kasus, penelitian phenomenologi, dan penelitian naratif.


Merupakan Riset kebijakan ..

a)

Riset positivistik

b)

Riset Naturalistik

c)

Riset Kebijakan Publik

d)

Riset advokasi

42.

1) Membantu mengetahui kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan (compliance);

2) Membantu mengetahui apakah sumber daya atau pelayanan yang ditujukan untuk target grup tepat sasaran (auditing);

3) Menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk mengetahui perubahan sosial atau ekonomi yang terjadi paska kebijakan diimplementasikan dalam kurun waktu tertentu (accounting);

4) Menghasilkan informasi yang membantu menjelaskan mengapa kebijakan dan program tertentu hasilnya berbeda dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui kebijakan dan program mana yang paling berhasil dan apa yang mendukung keberhasilannya.


Merupakan Fungsi dari ...

a)

Monitoring

b)

Evaluasi

c)

Advokasi

d)

Stakeholder

43.

1) Memberikan informasi mengenai kinerja kebijakan (policy performance), sejauhmana tujuan kebijakan dapat dicapai;

2) Hasil evaluasi dapat juga membantu untuk meninjau kembali kesesuaian tujuan dengan masalah kebijakan yang dihadapi;

3) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mendefinisikan ulang masalah kebijakan dan alternatif kebijakan. Misalnya setelah dievaluasi, suatu kebijakan ternyata perlu dihentikan atau diganti dengan alternatif lain.


Merupakan fungsi dari ...

a)

Advokasi

b)

Monitoring

c)

Evaluasi

d)

Stakeholder

44.

1) menghadapi ketidakpastian dan perubahan dan mengeksplorasi implikasi dari pilihan-pilihan kebijakan

2) membantu menganalisis pilihan-pilihan kebijakan,

3) memprediksikan apakah kebijakan yang berhasil diterapkan untuk menyelesaikan masalah tertentu dalam jangka pendek akan berhasil juga dalam jangka waktu yang lebih lama (long-run).


Merupakan fungsi melakukan ..

a)

Forecasting

b)

Monitorng

c)

Evaluasi

d)

Kebijakan Publik

45.

Tujuan dari Teknik participation planning matrix ..

a)

Value Orientation Mapping

b)

Policy Implementation

c)

Merancang Jenis Partisipasi Stakeholder

d)

Planning matrix

46.

1) Untuk memahami kesamaan landasan atau sumber kekuasaan stakeholder.

2) Untuk mengetahui bagaimana stakeholder akan memajukan kepentingannya dengan berbekal kekuasaan yang dimiliki.


Merupakan alasan dari diagram ..

a)

Bases Of Power Direction Of Interest Diagram

b)

The participation planning matrix

c)

Policy implementation

d)

Value Orientation Map

47.

Tujuan dari Bases of Power-Directions of Interest Diagram

a)

Untuk memecahkan masalah kebijakan

b)

Untuk melihat sumber atau basis kekuasaan/power/wewenang dan kepentingan yang hendak dicapai. Power dapat berasal dari akses anggaran, pendanaan, dukungan massa, atau pengendalian berbagai jenis kontrol atau sanksi misalnya kewenangan mengatur, pemberian suara/dukungan di parlemen, dsb.

c)

Untuk merancang jenis partisipasi stakeholder

d)

Mampu mengidentifikasi pemangku kepentingan dalam proses kebijakan.

48.

Teknik Stakeholder Issue Interrelationship Diagram digunakan sebagai ..

a)

untuk menganalisis hubungan berbagai jenis stakeholder berkaitan dengan berbagai isu kebijakan dan bagaimana berbagai stakeholder tersebut berhubungan satu dengan yang lain.

b)

untuk mengetahui bagaimana potensi kerjasama dan konflik antar stakeholder.

c)

untuk mengetahui bagaimana stakeholder akan memajukan kepentingannya dengan berbekal kekuasaan yang dimiliki.

d)

merupakan konflik atau bukan.

49.

Problem-Frame Stakeholder Map digunakan untuk..

a)

Untuk memahami kesamaan landasan atau sumber kekuasaan stakeholder

b)

Mengetahui bagaimana stakeholder akan memajukan kepentingannya dengan berbekal kekuasaan yang dimiliki.

c)

Menganalisis hubungan berbagai jenis stakeholder berkaitan dengan berbagai isu kebijakan dan bagaimana berbagai stakeholder tersebut berhubungan satu dengan yang lain.

d)

Memahami definisi permasalahan sehingga dapat membantu membangun koalisi pemenangan. Analisis ini diperlukan untuk merumuskan cara untuk mendefinisikan permasalahan sehingga dapat memotivasi aksi oleh koalisi stakeholder untuk melindungi stakeholder selama implementasi (implementasi kebijakan).

50.

1). Kepentingan

2). Sumber daya

3). Channel

4). Kemungkinan partisipasi

5). Tingkat Pengaruh

6). Implikasi

7). Action


Merupakan teknik dari pemetaan stakeholder ..

a)

Net Map

b)

Policy Implementation

c)

Value Orientation Mapping

d)

The Participation Planning Matrix

51.

Power Versus Interest Grid. Power serta interest menjadi fokus utama dalam teknik analisis model grid

a)

Power bisa berasal dari potensi stakeholder untuk mempengaruhi kebijakan atau organisasi yang berasal dari kekuasaan berbasis kedudukan atau sumber daya mereka dalam organisasi, atau mungkin pengaruh mereka yang berasal dari kredibilitas mereka sebagai pemimpin atau ahli.

b)

Sedangkan interest seorang stakeholder terhadap sebuah kebijakan atau proyek tertentu akan diukur melalui tingkat keaktifannya.

c)

Setelah dilakukan pemetaan power serta interest dari tiap stakeholder, hal yang penting untuk dilakukan adalah dalam menentukan intervensi serta langkah-langkah yang perlu dilakukan terhadap stakeholder yang sudah berhasil dipetakan.

d)

Gambaran terkait intervensi yang harus dilakukan terhadap stakeholder yang telah diketahui power serta interest-nya

52.

Value Orientation Mapping Menurut Kennon ada 4 Langkah yaitu ..

a)

Identifikasi,analsis,pemetaan dan menetukan prioritas

b)

agenda setting, forecasting, implementasi, monitoring

c)

analisi masalah, identifikasi, forecasting, evaluasi

d)

identifikasi, agenda setting, implemetasi, dan umpan balik

53.

Framing dalam komunikasi ..

a)

Gunakan level dalam pemahaman, Context, Penyajian Data,

b)

Data kualitatif, kuatitatif, diskrit

c)

kontinyu, skala pengukuran, nominal

d)

ordinal , interval dan ratio

54.

Apa manfaat stakeholders mapping dalam analisis kebijakan publik?

a)

Dalam analisis kebijakan publik, pemetaan stakeholders sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi aktor penting dalam proses pembuat kebijakan dan mengkaji pengetahuan, kepentingan, posisi, sikap stakeholder terhadap kebijakan. Interaksi antara pembuat kebijakan dan stakeholder dapat meningkatkan dukungan terhadap program atau kebijakan. Pemetaan stakeholder juga dapat mengidentifikasi ketertarikan para stakeholder terhadap kebijakan atau program; mengetahui potensi konflik atau risiko dari kebijakan; membangun relasi dengan stakeholder serta dapat mengurangi risiko kegagalan sebuah kebijakan.

b)

kjhsajhd

c)

;lkgrgk

d)

qwjfj

55.

Mengapa aktor-aktor di luar pemerintah (non formal) perlu diperhitungkan dalam stakeholders mapping?

a)

Perlunya memasukkan aktor-aktor pemangku kepentingan dari luar pemerintah, baik individu, kelompok, atau organisasi/lembaga dalam stakeholders mapping mengingat bahwa dengan adanya perubahan paradigma dari government to governance yang harus bisa dipahami dengan serius oleh seorang analis kebijakan.

b)

Paradigma governance menekankan bahwa pembuatan kebijakan merupakan hasil konsensus dari berbagai aktor baik lokal, nasional maupun internasional. Instansi pemerintah hanya salah satu dari sekian banyak aktor atau dengan kata lain State tidak lagi menjadi aktor utama dalam pembentukan

c)

sebuah kebijakan. Publik juga dapat memberikan input dalam proses kebijakan berupa informasi tentang pilihanpilihan alternatif kebijakan.

d)

Beberapa pemangku kepentingan bahkan memiliki power dan interest untuk mempengaruhi proses kebijakan sehingga keberadaan mereka harus terdidentifikasi dengan baik agar kebijakan publik yang diformulasikan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien

56.

Analisis kebijakan adalah ..

a)

suatu proses yang memerlukan pendekatan multidisiplin ilmu yang terkait dengan situasi dan masalah kebijakan yang muncul.

b)

jhakmfkljea

c)

nblfkgk

d)

qd

57.

Patton dan Sawicki (1993: 187) lebih lanjut membedakan definisi operasional dari Goals (Tujuan), Objectives (Sasaran), Criteria (Kriteria), Measures (Ukuran) sebagai berikut:

a)

Tujuan adalah pernyataan formal tentang apa yang ingin dicapai dalam jangka panjang.

b)

Sasaran lebih difokuskan kepada pernyataan tentang kondisi akhir yang ingin dicapai pada kurun waktu tertentu dan pada batasan lingkup target populasi tertentu

c)

Kriteria merujuk pada pernyataan spesifik tentang dimensi dari tujuan-tujuan yang ada yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternative kebijakan atau program. Beberapa dimensi tersebut termasuk didalamnya adalah kriteria biaya, kemanfaaatan, efektivitas, resiko, keberlangsungan secara politis, kemudahan administratif, legalitas, ketidakpastian, keadilan dan dimensi waktu

d)

Ukuran merupakaan definisi operasional (yang terukur/kuantitatif) dari kriteria

58.

Yang termasuk dalam kegiatan analysis of policy adalah analisis terhadap:

a)

Batasan sebuah kebijakan, yaitu analisis yang difokuskan pada bagaimana, mengapa, dan kapan serta diperuntukkan bagi siapa (target group) sebuah kebijakan dibuat.

b)

Isi dari kebijakan, yaitu analisis yang melibatkan deskripsi dari suatu kebijakan tertentu dan bagaimana kebijakan tersebut dibuat serta keterkaitannya dengan kebijakan yang telah ada sebelumnya. Dan dalam menganalisisnya dapat pula menggunakan kerangka teoretikal/nilai yang ditujukan untuk memberikan masukan (kritik) terhadap sebuah kebijakan.

c)

Monev Kebijakan, yaitu analisis yang dimaksudkan untuk menguji apakah sebuah kebijakan telah menunjukkan kinerja sesuai tujuannya dan seberapa besar dampak kebijakan bagi problem yang ada.

d)

hdwuh

59.

Perlunya kriteria dalam mengevaluasi alternatif kebijakan diantaranya:

a)

Untuk menghindari adanya favoritisme atau keberpihakan terhadap salah satu alternative kebijakan.

b)

Memberikan aturan main yang jelas yang harus diikuti oleh analis kebijakan.

c)

Sebagai standar dalam menetapkan ranking alternatif terbaik (terpilih) dan dalam membuat keputusan.

d)

123455

60.

Kriteria evaluasi menurut Bardach yaitu:

a)

Technical feasibility: mengukur apakah alternative kebijakan yang diajukan secara teknis dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b)

Economic and financial possibility: berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap alternative kebijakan dan apakah yang nantinya dihasilkan dapat disebut dengan kemanfaatan

c)

Political viability: mengukur apakah setiap alternatif kebijakan akan memberikan dampak kekuatan secara politis bagi kelompok-kelom-pok tertentu.

d)

Administrative operatibility: mengukur kemungkinan diterapkannya alternative kebijakan tersebut dari persepektif administratif (ketersediaan sumber daya manusia, finansial, fasilitas, maupun waktu).

61.

beberapa sumber dalam mengembangkan alternatif kebijakan, hal ini merupakan salah satu cara untuk memilih tujuan, sasaran dan alternative.

a)

Wewenang; melalui orang yang berwenang di bidang tersebut.

Wawasan; penggunaan intuisi, penilaian (judgement) atau pengetahuan khusus dari orang-orang tertentu yang dipercayai memahami suatu masalah

b)

Metode; memanfaatkan metode analisis yang inovatif

Teori Ilmiah; penggunaan penjelasan yang dibuat oleh ilmu-ilmu sosial dan eksakta sebagai sumber alternative kebijakan

c)

Motivasi; keyakinan, nilai dan kebutuhan dari para penentu kebijakan

Kasus Parallel; pengalaman yang sama yang dialami oleh negara-negara tetangga/lain dalam menangani problem yang sama

d)

Analogi; kemiripan antar masalah yang berbeda

62.

Pendekatan dalam melakukan peramalan, yaitu;

a)

1) Memutuskan apa yang akan diramal (obyek ramalan),

b)

2) menentukan bagaimana membuat ramalan (basis/dasar untuk meramal): asumsi atau data yang digunakan untuk menetapkan kemungkinan (plausibility) dari kebijakan baru maupun kebijakan yang telah ada, isi dari kebijakan baru atau perilaku dari penentu kebijakan,

c)

3) memilih teknik yang paling sesuai dengan obyek dan dasar yang dipakai.

d)

njhsj

63.

Dalam menilai alternatif kebijakan terdapat ukuran-ukuran rasionalitas yang dapat digunakan diantaranya:

a)

Rasionalitas teknis: atas dasar kemampuan masingmasing memecahkan masalah publik secara efektif.

b)

Rasionalitas ekonomis: atas dasar kemampuannya menemukan pemecahan masalah publik yang paling efisien.

c)

Rasionalitas legal: atas dasar kesesuaian hukumnya terhadap peraturan-peraturan dan kasus-kasus penyelesaian perkara sebelumnya.

d)

Rasionalitas social: atas dasar kemampuannya dalam mempertahankan atau meningkatkan isntitusi social yang bernilai, yaitu menyelenggarakan kelembagaan.

e)

Rasionalitas substantif: atas dasar kemampuannya untuk membuat pilihan yang paling tepat diantara dua atau lebih bentuk rasionalitas (teknik, ekonomis, sosial, legal) dibawah kondisi yang ada.

64.

Dokumen ringkas yang merupakan rekomendasi singkat akan satu isu kebijakan untuk landasan pembuatan keputusan kebijakan yang bersifat terbatas. Misalnya untuk menetapkan kondisi darurat yang harus diputus dengan segera, seorang pejabat publik meminta analis kebijakan menyiapkan memo kebijakan yang akan dipergunakan sebagai pembenaran dari kebijakan yang diambil.

a)

Policy Memo

b)

Policy Brief

c)

Policy Paper

d)

Policy policy

65.

Dokumen ringkas dan netral yang fokus pada isu tertentu yang membutuhkan perhatian pengambil kebijakan, yang memaparkan alas an rasional pemilihan alternatif kebijakan tertentu yang ada pada tataran perdebatan kebijakan.

a)

Policy Paper

b)

Policy Brief

c)

Policy Memo

d)

Policy-policy

66.

Dokumen penelitian berfokus pada isu kebijakan tertentu yang memberikan rekomendasi yang jelas bagi para pembuat kebijakan yang untuk bertujuan memberikan argumen yang komprehensif dan persuasif membenarkan rekomendasi kebijakan.

a)

Policy Memo

b)

Policy Brief

c)

Policy Paper

d)

Policy-policy

67.

Proses interaksi antar multistakeholders dalam arena konsultasi guna menggali persoalan, memberi kategori terhadap suatu persoalan, serta menemukan dan mengenali berbagai alternatif yang dapat dijadikan sebagai input dalam formulasi kebijakan.

a)

Konsultasi Publik

b)

Advokasi Publik

c)

Strategi Publik

d)

Penelitian Publik

68.

Konsep demokrasi yang mendasarkan diri pada mekanisme musyawarah secara mendalam serta mengutamakan pengunaan cara-cara dialogis...

a)

Konsultasi Publik

b)

Demokrasi Delibratif

c)

Konsep Berpikir

d)

Berpikir Rational

69.

Demokrasi Perwakilan ..

a)

Prinsip keterwakilan (representation) dengan prosedur pemilihan perwakilan dilakukan dengan ketat serta mengenal adanya mayoritas-minoritas

b)

Kompetisi antar-ide dan antarkelompok

c)

Kompetisi politik, kemenangan, dan kekalahan satu pihak

70.

Demokrasi Delibratif ...

a)

Partisipasi dan keterlibatan langsung warganegara

b)

Kerjasama antar-ide dan antarpihak

c)

Mengedepankan argumentasi, dialog, saling menghormati, dan upaya mencapai titik temu dan mufakat Mengedepankan argumentasi, dialog, saling menghormati, dan upaya mencapai titik temu dan mufakat

71.

Dalam mewujudkan terjadinya demokrasi deliberatif dibutuhkan beberapa prasyarat, antara lain :

a)

Pengaruh, Keterbukaan (inclusion), dan Deliberasi

b)

Policy Paper, Policy Brief dan Policy Memo

c)

Gotong royong, keterbukaan dan Kehati-hatian

d)

jfhieuhfweihfwjdodqwr

72.

Terdapat empat level keterlibatan masyarakat/ warga dalam penyusunan kebijakan, yaitu..

a)

policy paper, policy memo dan policy brief

b)

kebijakan publik, analisis publik, konsultasi publik, dan stategi

c)

Pengaruh, keterbukaan, gotong royong dan nirlaba

d)

Pertukaran Informasi, konsultasi, pelibatan dan kolaborasi

73.

Manfaat Konsultasi Publik Bagi Pemerintah ..

a)

Memperoleh data dan informasi sebagai dasar penyusunan dan penetapan suatu kebijakan dan peraturan; Menyusun strategi dan pilihanpilihan yang diputuskan berdasarkan informasi, pengetahuan, dan pendapat yang lebih kaya;

b)

Memperbaiki komunikasi di antara kelompok-kelompok kepentingan; Meningkatkan mutu perdebatan, saling mendidik, dan memahami masalahmasalah kelompok;

c)

Menangani dan memecahkan masalah; Membuktikan bahwa pemerintah telah berubah dan lebih transparan, tanggap, dan akuntabel;

d)

Meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan yang sedang direncanakan

74.

Manfaat Konsultasi Publik bagi Warga Negara..

a)

Memperjelas kedudukannya di dalam sistem kenegaraan karena mereka memiliki data, informasi dan preferensi;

b)

Mendesakkan kebutuhan, suara, dan kepentingannya kepada para pengambil kebijakan;

c)

Menyampaikan keluhan, usulan, dan masukanmasukan tentang berbagai kebijakan dan pelayanan publik yang mempengaruhi kehidupan mereka.

d)

Memupuk spirit warga aktif

75.

Kriteria dalam Konsultasi Publik

a)

qywtelsjeb

b)

Terbuka, Partisipasi, Deliberasi dan berpihak pada kaum marginal ..

c)

bckehfhw

d)

qjwjjdll

76.

Ciri khas konsultasi publik:

a)

Berkaitan dengan isu publik atau suatu urusan yang akan berdampak dan berakibat pada warga negara secara luas.

b)

Berkaitan dengan relasi antara pemerintah dengan warga. Pemerintah yang akan melaksanakan suatu kebijakan atau aturan serta warganegara yang akan terkena atau diatur oleh kebijakan atau aturan itu.

77.

Ketrampilan teknis yang harus dikuasai dalam pengelolaan konsultasi publik antara lain meliputi ketrampilan sebagai ..

a)

mg

b)

po

c)

Fasilitator Konsultasi Publik, penguasaan Teknik Fasilitasi Partisipatif Konsultasi Publik, dan penguasaan Teknik Komunikasi dan Konsultasi, serta kemampuan untuk Menjadi Jembatan Politik

d)

gfd

78.

Makna penting dari publikasi dan dokumentasi dalam konsultasi publik adalah;

a)

Publikasi diperlukan untuk menyebarluaskan informasi tentang pelaksanaan kegiatan Konsultasi Publik, sedangkan dokumentasi proses penyelenggaraan Konsultasi Publik merupakan bentuk akuntabilitas publik dalam suatu perumusan kebijakan sekaligus justifikasi suatu usulan.

b)

jsh

c)

khw

d)

xas

79.

Mempengaruhi atau mendukung sesuatu atau seseorang yang berkaitan dengan kebijakan publik seperti regulasi dan kebijakan pemerintah.

a)

Advokasi Kebijakan

b)

Konsultasi Publik

c)

kebijakan

d)

ananalisis kebijakan

80.

‘sistem hukum’ (system of law) yang terdiri dari :

a)

Isi hukum (content of law); yakni uraian atau penjabaran tertulis dari suatu kebijakan yang tertuang dalam bentuk perundang-undangan, peraturan-peraturan dan keputusankeputusan pemerintah.

b)

Tata laksana hukum (structure of law); yakni semua perangkat kelembagaan dan pelaksana dari isi hukum yang berlaku (lembaga hukum dan para aparat pelaksananya).

c)

Budaya Hukum (culture of law); yakni persepsi, pemahaman, sikap penerimaan, praktek-praktek pelaksanaan, penafsiran terhadap dua aspek sistem hukum di atas isi dan tata laksana hukum. Dalam pengertian ini juga tercakup bentuk-bentuk tanggapan (reaksi, response) masyarakat luas terhadap pelaksanaan isi dan tata laksana hukum yang berlaku.

d)

nsasjhkhakdh

81.

Proses-proses yang sesuai dengan asal-usul ketiga aspek sistem hukum ini dibentuk.

a)

Proses-proses legislasi dan jurisdiksi; proses ini meliputi seluruh proses penyusunan rancangan undang-undang atau peraturan (legal drafting) sesuai dengan konstitusi dan sistem ketatanegaraan yang berlaku, mulai dari pengajuan gagasan, atau tuntutan tersebut, pembentukan kelompok kerja dalam kabinet dan parlemen, seminar akademik untuk penyusunan naskah awal (academic draft), penyajian naskah awal kepada pemerintah, pengajuan kembali ke-parlemen sampai pada akhirnya disetujui atau disepakati dalam pemungutan suara di parlemen.

b)

Proses-proses politik dan birokrasi; proses ini meliputi semua tahap formasi konsolidasi organisasi pemerintah sebagai perangkat kelembagaan dan pelaksana kebijakan publik. Bagian terpenting dan paling menentukan dalam keseluruhan proses ini adalah seleksi, rekruitment dan induksi para aparat pelaksana pada semua tingkatan birokrasi yang terbentuk. Karena itu, seluruh tahapan tersebut sangat diwarnai oleh kepentingan-kepentingan diantara berbagai kelompok yang terlibat didalamnya, mulai dari lobby, mediasi, negosiasi dan (dalam pengertiannya yang buruk) bahkan sampai pada praktek-praktek intrik, sindikasi, konspirasi dan manipulasi.

c)

Proses-proses sosialisasi dan mobilisasi; proses ini meliputi semua bentuk kegiatan pembentukan kesadaran dan pendapat umum (opini) serta tekanan massa terorganisir yang akhirnya akan membentuk suatu pola perilaku tertentu dalam mensikapi suatu masalah bersama. Karena itu, prosesproses ini terwujud dalam berbagai bentuk tekanan politik (political pressure), mulai dari penggalangan pendapat dan dukungan (kampanye, debat umum, rangkaian diskusi dan seminar, pelatihan), pengorganisasian (pembentukan basis basis massa dan konstituen, pendidikan politik kader) sampai ke tingkat pengerahan kekuatan (unjuk rasa, mogok, boikot, dan blokade).

d)

sndjhwuihb

82.

Untuk menetapkan strategis atau tidaknya sebuah isu kebijakan publik, paling tidak dapat dilakukan atas dasar beberapa indikator sebagai berikut :

a)

Taraf penting dan mendesaknya (urgensi) tuntutan masyarakat luas yang mendesakkan perlunya segera perubahan kebijakan publik tersebut.

b)

Kaitan dan relevansi perubahan-perubahan tersebut terhadap kepentingan atau kebutuhan nyata masyarakat luas, terutama lapisan atau kalangan mayoritas yang memang sering tidak diuntungkan oleh kebijakan negara.

c)

Besaran dan luasnya dampak positif yang dapat dihasilkan jika perubahan kebijakan itu terjadi.

d)

Kesesuaian dengan agenda kerja utama jaringan organisasi advokasi yang memang menjadikan issu kebijakan publik tersebut sebagai sasaran utamanya.

83.

Beberapa teknik yang dapat dipergunakan dalam advokasi yang diambil dari teknik-teknik bernegosiasi seperti dijabarkan oleh Nugroho (2014: 586) antara lain:

a)

Teknik lobi. Pengaruhi lawan dan kawan yang paling strategis sebelum pembicaraan dimulai, dan pastikan ia memberikan komitmen dukungan kepada kita.

Teknik akuisisi. Ambil alih konsep lawan dan masukkan sebagai salah satu bagian dari konsep kita.

b)

Berkoalisi atau merger. Gabungkan konsep-konsep yang ada menjadi satu konsep.

Kooptasi. Naikkan konsep lawan menjadi konsep yang lebih tinggi namun tidak dapat mengatur konsep (kita) yang berposisi lebih rendah.

c)

Downgrade. Turunkan konsep lawan sehingga berada di bawah konsep kita, namun konsepnya “diatur” oleh konsep kita

Alihkan perhatian. Pindahkan perhatian lawan ke konsep yang lain, sehingga meninggalkan arena pertempuran dengan kita, karena masuk ke arena konsep yang lain.

d)

Batasi waktu. Buatlah deadline sedemikian rupa sehingga lawan tidak bisa berkutik karena kehabisan waktu berpikir.

Ulur waktu. Buatlah waktunya mulur sedemikian rupa sehingga kita mempunyai waktu mempersiapkan diri, dan sekaligus mengupayakan agar lawan menjadi lengah.

84.

teknik yang dapat dipergunakan dalam advokasi yang diambil dari teknik-teknik bernegosiasi seperti dijabarkan oleh Nugroho (2014: 586) :

a)

Meningkatkan keteknisan. Masuklah ke dimensi yang semakin teknis yang Anda kuasai, sehingga lawan tidak mampu melawan kompetensi Anda.

Mengubah panggung. Rubah atau pindahkanlah panggung pertempuran ke panggung yang berbeda yang kita kuasai. Seekor buaya akan cenderung mengajak lawannya bertarung di air, dan seekor pemburu cenderung membawa harimau turun dari gunung agar lebih mudah dikalahkan.

b)

Ganti pemain. Gantilah pemain Anda dengan pemain yang lebih mampu “mengatur” lawan.

Butakan lawan. Berilah lawan informasi yang banyak namun menyesatkan yang dapat membuatnya ragu-ragu akan keputusannya sendiri.

c)

Pecah belah lawan. Strateginya amat klasik, devide et impera.

Potong jalur logistik lawan. Sultan Agung tidak pernah berhasil mengalahkan VOC karena jalur logistiknya dari Demak ke Batavia diputus oleh Belanda di kawasan Jawa bagian barat

d)

Keluar dari arena. Pilihan yang buruk, namun jika pilihan yang tersisa adalah tinggal di arena dan dibantai lawan, maka pilihannya adalah keluar dari arena. Pilihan ini diambil dalam bentuk mengundurkan diri, bisa selamanya, bisa sementara, untuk mencari taktik yang lebih efektif.