NEW
Font size
WorksheetsVERIFIKASI & VALIDASI METODE PENGUJIAN
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
Menurut ISO/IEC 17025 – 2017, Laboratorium harus melakukan Verifikasi terhadap :
Metode baku
Metode baku yang dimodifikasi
Metode baku yang digunakan di luar lingkup penggunaannya
Metode yang dikembangkan laboratorium
Berikut ini adalah parameter unjuk kerja metode validasi metode, kecuali :
Linieritas
Kontrol kualitas
Batas deteksi
Presisi
Proses untuk membuktikan bahwa laboratorium mampu menggunakan metode baku pada kondisi nyata di laboratorium disebut :
Validasi
Akurasi
Verifikasi
Kontrol Kualitas
Ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara hasil uji individual, diukur melalui penyebaran hasil individual dari rata-rata jika prosedur diterapkan secara berulang pada sampel-sampel yang diambil dari campuran homogen disebut :
Akurasi
Batas Kuantitas
Presisi
Selektifitas
Berikut ini adalah tujuan dilakukannya validasi metode, kecuali :
Mengidentifikasi sumber-sumber kesalahan potensial
Membuktikan bahwa metode sesuai untuk peruntukannya
Memberikan bukti bahwa metode dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
Konfirmasi identitas
Keseksamaam metode jika dikerjakan pada kondisi yang berbeda (laboratorium, analis, instrumen berbeda) terhadap sampel dari batch yang sama disebut:
Keterulangan (presisi)
Presisi antara
Linieritas
Ketertiruan (reprodusibilitas)
Akurasi dapat ditentukan menggunakan beberapa cara, kecuali:
Certified reference material (CRM)
Blanko sampel
Spiked (recovery)
Standar adisi
Penetapan LOD dan LOQ metode dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, kecuali:
Penentuan koefisien determinasi
Pengamatan visual
Signal to noise ratio
Pendekatan kurva kalibrasi
Ukuran yang menunjukkan derajat kedekatan hasil analisis dengan kadar analit yang sebenarnya disebut:
Selektifitas
Presisi
Akurasi
Robustness
Keterulangan (presisi) hasil uji dinyatakan dengan :
Standar deviasi relative (RSD)
Koefisien korelasi
Koefisien determinasi
Recovery
