NEW
Font size
WorksheetsEvaluasi Keperawatan Dasar Profesi
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Seorang laki-laki, usia 45 tahun dibawa ke RS dengan keluhan sesak nafas. Pada pengkajian pasien tampak lemah, pucat, kesulitan berbicara, nampak kurus, dan gelisah. Pemeriksaan fisik didapatkan Tensi 100/ 70 mmHg, ND 104 x/menit, Suhu 38°C dan respirasi 32 x/menit Hb 10 mg/dl. Dari Riwayat sebelumnya pasien memang mempunyai penyakit asma.
Apakah Masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
Gangguan Oksigenasi
Gangguan termoregulasi
Gangguan Cardiac output
Gangguan Perfusi Jaringan
Gangguan keseimbangan cairan
Seorang perawat, akan melakukan pertolongan dengan segera pada pasien melakukan tindakan invasive. Dalam melakukan cuci tangan steril, setelah melakukan cuci tangan diair mengalir sampai bersih, maka tindakan yang tepat adalah:
Memakai sarung tangan steril
Mengeringkan dengan lap bersih
Merendam dengan larutan desinfektan
Membiarkan sampai tangan kering sendiri
Menyemprotkan tangan dengan alcohol 70%
Seorang perempuan, usia 25 tahun, setelah operasi mengalami panas yang tinggi dan tidak turun-turun. Luka terasa nyeri, sulit bergerak, tampak kemerahan dan bengkak. Pemeriksaan fisik diadapatkan TD 120/90 mmHg, Nadi 100 x.menit, Suhu 38 C, RR 24 x/menit
Apakah masalah utama pada kasus diatas?
Nyeri
Infeksi
Gangguan termoregulasi
Gangguan mobilisasi
Gangguan keseimbangan cairan
Seorang pasien akan mendapatkan valisanbe 5 mg untuk obat tidur. Perawat menawarkan obat tersebut kepada pasien pukul 9 dan 10 malam, namun pasien menolak kedua tawaran tersebut. Pada pukul 3 pagi pasien memanggil perawat dan meminta obat tidur.
Tindakan apa yang paling tepat yang harus dilakukan perawat?
Menghubungi dokter
Memberikan obat seperti yang diminta pasien
Membawakan pasien biskuit dan susu hangat
Memberikan obat jenis lain, agar pasien tersugesti untuk tidur
Memodifikasi ruangan untuk merangsang ngantuk
Seorang lali-laki, usia 35 tahun, dirawat di RS dengan keluhan pusing dan badan terasa panas. Sebelumnya diketahui pasien menginjak paku berkarat. Pemeriksaan fisik diadapatkan; kaki pasien berdarah, dan tanda vital dalam kondisi normal. Dokter menginstruksikan pemberian antibiotic
Tindakan yang dilakukan perawat adalah:
Melakukan skin test
Mempersiapkan alat
Merawat luka pasien
Melakukan cuci tangan
Menyuntikan antibiotic
Pasien A mendapatkan antibiotik ceftriaxone 250 mg injeksi via IV. Obat yang tersedia dalam 1 vial ceftriaxone berisi 1 gram=1000 mg yang dioplos aquades 10 cc.
Berapa jumlah yang diberikan?
1,5 cc
150 cc
2,5 cc
250 cc
2 cc
Anak usia 6 bulan mengalami demam tinggi, untuk menurunkan panas anak tersebut mendapatkan resep obat paracetamol. Berapa dosis yang diberikan untuk anak tersebut?(dosis dewasa paracetamol=500 mg
20 mg
30 mg
40 mg
50 mg
60 mg
Seorang Pria usia 54 tahun mempunyai riwayat PJK, saat ini MRS dengan keluhan nyeri dada. Dari hasil pemeriksaan N : 90 x/mnt, TD : 130/90 mmHg, RR 28 x/menit, Suhu 36 C, ditemukan sianosis, kelelahan, napsu makan menurun, dan ekstremitas bawah membengkak.
Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
Nyeri
Perfusi jaringan
Nutrisi
Keseimbangan cairan
Ganggauan kardiorespirasi
Seorang anak di bawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan batuk-batuk dan sulit mengeluarkan dahak, seorang perawat melakukan pemeriksaan auskultasi, apa yang di dengar oleh perawat terkait batuk pileknya tersebut
Ronkhi
Weshing
Vesikuler
S1 S2 Tunggal
Friction Rub
Seorang perempuan, usia 27 tahun, datang ke RS dengan keluhan mual muntah setiap makan. Hasil pemeriksaan keadaan umum baik, Tensi 110/70 mmHg, nadi 80 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu 36,5 °C.
Apakah intervensi untuk mengatasi keluhan pada kasus tersebut?
Makan makanan asam
Makan makanan yang pedas
Makan coklat sedikit demi sedikit
Makan sedikit-sedikit tapi sering
Makan roti kering dan teh hangat pada pagi hari
Lansia usia 55th mengalami masalah lemah otot, gangguan nutrisi dan dimensia, Ketidakcukupan energi secara fisiologis untuk meneruskan atau menyelesaikan aktivitas yang diminta atau aktifitas sehari-hari ,disebut:
Mekanika tubuh
Mobilisasi
Imobilisasi
Toleransi aktivitas
Intoleransi aktivitas
Laki-laki usia 73 tahun datang ke RS dengan keluhan badan tidak bisa digerakkan, riwayat CVA 2 tahun, sedikit mengalami gangguan orientasi, dari pemeriksaan fisik Terlihat/ teraba getaran kontraksi otot, tidak ada gerakan ekstremitas sama sekali. Berapa skor kekuatan otot pasien?
1
2
3
4
5
Tn. N, usia 45 tahun dibawa ke Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas. Pada pengkajian pasien tampak lemah, pucat, kesulitan berbicara, nafas terengah-engah dan gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tensi 100/ 70 mmHg, ND 104 x/menit, Suhu 38°C dan respirasi 32 x/menit . Dari Riwayat sebelumnya pasien memang mempunyai penyakit asma, dipicu dengan batuk yang sudah beberapa hari tidak sembuh-sembuh. Melihat pasien yang tampak lemah dan pucat maka pemeriksaan laboratorium yang tepat untuk mengetahui jumlah oksigen didalam tubuh pasien adalah dengan pemeriksaan..
Pemeriksaan Hematologi
Specimen Urin
Specimen Feces
Spesimen sputum
Foto X - Ray
Tn. N, usia 45 tahun dibawa ke Rumah sakit dengan keluhan sesak nafas. Pada pengkajian pasien tampak lemah, pucat, kesulitan berbicara, nafas terengah-engah dan gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tensi 100/ 70 mmHg, ND 104 x/menit, Suhu 38°C dan respirasi 32 x/menit . diagnosis apa yang tepat untuk pasien tersebut
Pola nafas tidak efektif
Bersihan jalan nafas tidak efektif
gangguan komunikasi verbal
Nyeri akut
nyeri kronis
perempuan usia 30 tahun datang ke RS dengan keluhan kaki kanan nya berdarah dan terlihat open fraktur pada os. femoralis, hasil pengkajian didapatkan hasil bahwa pasien habis tertabrak mobil. diagnosis apa yang tepat untuk masalah diatas
resiko infeksi
nyeri akut
intoleransi aktifitas
gangguan komunikasi verbal
gangguan perfusi jaringan
Perempuan usia 30 tahun datang ke RS dengan keluhan kaki kanan nya berdarah dan terlihat open fraktur pada os. femoralis, hasil pengkajian didapatkan hasil bahwa pasien habis tertabrak mobil. tindakan pertama apa yang tepat untuk masalah diatas
mengkaji pasien
menentukan diagnosa gangguan perfusi jaringa
membuat intervensi
melaksanakan penghentian perdarahan
evaluasi tindakan
laki-laki usia 35 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pada saluran kencing, pada saat pengkajian pasien mengatakan ketika kencing mengalami nyeri dengan skala nyeri 5, pasien mempunyai riwayat tdk rajin minum air putih dan lebih suka minum minuman kemasan dan kopi, berdasarkan data diagnosa yang sesuai dengan kasus diatas
Infeksi saluran kecing
nyeri akut
nyeri kronis
defisit knowladge
nutrisi kurang dari kebutuhan
Seorang balita usia 14 bulan datang ke rumah sakit dengan keluhan mengalami buang air besar cair enam kali sehari, mengalami muntah dua kali, dan badan lemas. Dan pemeriksaan lanjutan, didapatkan tanda-tanda mata terlihat cekung, bibir kering, kulit sekitar anus berwarna merah, serta mengalami penurunan berat badan dan 9 kg menjadi 8 kg. Suhu tubuh 38°C dengan denyut nadi 120 kali/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Diare
Kurang gizi
Gangguan perkembangan
Defisit volume cairan tubuh
Ketidakefektifan berat badan
Seorang laki-laki berusia 53 tahun dirawat di RSUD Jombang karena mengalami keluar darah saat buang air kecil disertai rasa nyeri yang membuat pasien tidak nyaman. Setelah dikaji oleh perawat ruangan, skala nyerinya 7. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Tensi pasien 130/70 mmHg, frekuensi nadi 87 kali/menit, frekuensi napas 23 kali/menit, dan terdapat nyeri tekan di supra pubis. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus yang dialami pasien tersebut?
Nyeri akut
Nyeri kronis
Gangguan nutrisi
Gangguan volume cairan
Gangguan pola eliminasi urine
Seorang perempuan berusia 39 tahun dirawat di Ruang Bedah RSUD Jombang dengan keluhan buang air kecil susah dan sering keluar darah. Pasien juga mengatakan nyeri dengan skala nyeri 8. Terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah. Pasien mengatakan nafsu makan berkurang karena mengalami mual. Diagnosis medis pasien urolithiasis. Hasil pemeriksaan, tekanan darahnya 140/80 mmHg, nadi 85 kali/menit, frekuensi napas 21 kali/menir, dan suhu 38,7 °C. Apakah intervensi keperawaian utama yang harus dilakukan pada pasien tersebut?
Pemasangan cateter
Pemberian parasetamol
Melatih teknik relaksasi
Pemberian kompres hangat
Pemberian analgetik IV line
Klien dengan usia 30 tahun, Islam, SMP, petani, suku jawa, diagnosis medis abortus. Klien hamil 12 minggu, klien sangat mengharapkan memiliki anak. Klien mengeluh mengalami pendarahan dan perut mulas-mulas selama 3 hari. Klien dianjurkan untuk kuratase. Klien memeriksakan kehamilannya di dukun dan berencana akan melahirkan disana. Klien mendapati informasi tentang kehamilan dari mertua. Klien masih percaya pada sihir dan hal-hal gaib, mereka percaya banyak anak banyak rejeki dan percaya bahwa abortus merupakan perbuatan dosa.
Apakah komponen faktor agama dan falsafah hidup pada kasus diatas?
Agama yang dianut klien adalah islam, cara pandang klien terhadap penyakit yaitu di sebabkan oleh sihir dan hal-hal gaib.
Klien mengeluh mengalami perdarahan dan perut mulas-mulas selama 3 hari
Klien mendapati informasi tentang kehamilannya dari mertua
Klien percaya bahwa abortus merupakan perbuatan dosa
Klien percaya banyak anak akan banyak rejeki
Seorang laki-laki berumur 43 tahun datang ke poli rumah sakit terdekat rumahnya. Dia mengalami nyeri pada hidung sebelah kiri, mengeluarkan lendir, dan terdapat bercak darah pada hidungnya. Klien sering mengalami sesak napas, pusing, dan batuk-batuk pada malam han. Hasil pemeriksaan klien didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 89 kali/ menit, dan respirasi 25 kali/menit. Diagnosis medisnya yaitu sinusitis kronis. Sebelumnya, klien pernah menjalankan pengobatan di puskesmas, tetapi tidak kunjung sembuh. Apa tindakan yang tepat untuk pasien tersebut?
Anjuran untuk dirawat
Ajarkan teknik relaksasi
Pemberian analgetik oral
Pemberian analgetik spray
Anjuran untuk pembedahan
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di rumah sakit karena merasa lemas, tidak dapat tidur, nafsu makan berkurang, mual, dan muntah. Tampak porsi makan tinggal setengah. Pasien merasa makanan dan rumah sakit tidak enak dan ridak ada rasanya. Hasil pemeniksaan konjungtiva anemis, mukosa bibir kering, dan kulit pucat. Tekanan darah 110/80 mmHg dan nadi 72 kali/menit. Apa intervensi yang tepat untuk pasien agar BB
tetap stabil?
Pemberian curcuma tablet
Kolaborasi dengan ahli gizi
Anjuran makan sedikit, tetapi sering
Menanyakan makanan kesukaan dan yang tidak disukai
Melibatkan keluarga untuk selalu memotivasi pasien agar mau makan
Seorang pasien perempuan dengan usia 50 tahun dirawat di ruang Flamboyan RSUD Jombang. Pasien mengalami bengkak pada kedua kakinya. Dia mengatakan lemas dan buang air kecil hanya empat kali dalam sehari. Setelah sakit, aktivitas pasien dibantu oleh keluarganya. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 88 kali/menit, napas 23 kali/menit, dan suhu 37°C. Produksi urine 350 cc/hari. Apa diagnosis keperawatan prioritas pasien tersebut?
Perubahan perfusi jaringan otak
Kelebihan volume cairan
Risiko tinggi dekubitus
Gangguan mobilisasi
Intoleransi aktifitas
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di rumah sakit karena gatal-gatal pada seluruh tubuh. Pasien mengalami nyeri dan kulitnya mengelupas. Enam bulan yang lalu, mulanya hanya di pipi timbul gelembung berisi cairan dan pasien malu karena penyakitnya. Nafsu makan pasien berkurang dan tampak nasi sisa setengah porsi di meja. Pasien mengalami susah tidur dan terdapat kantung mata. Tekanan darah pasien 110/70 mmHg, nadi 80 kali/ menit, dan napas 20 kali/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Kerusakan integritas kulit
Gangguan pola nutrisi
Defisit perawatan diri
Gangguan pola tidur
Harga diri rendah
