Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS SEMESTER 5 TAHUN 2020-2021

Total questions: 31

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan G3P2A0 umur 33 tahun umur kehamilan 38 minggu rujukan dari bidan dengan alasan tidak ada kemajuan persalinan meskipun kontraksi kuat. Hasil anamnesa: mengeluh kelelahan karena sejak kemarin sore belum ada kemajuan persalinan, Hasil pemeriksaan TD; 90/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Djj 165x/menit. Apakah diagnose kasus tersebut?

a)

tidak ada kemajuan persalinan

b)

kontraksi kuat (tetania)

c)

inersia uteri

d)

incoordinate uteri actin

e)

Gawat janin

2.

Seorang perempuan G3P2A0 umur 33 tahun umur kehamilan 38 minggu rujukan dari bidan dengan alasan tidak ada kemajuan persalinan meskipun kontraksi kuat. Hasil anamnesa: mengeluh kelelahan karena sejak kemarin sore belum ada kemajuan persalinan, Hasil pemeriksaan TD; 90/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Djj 165x/menit.1. Apakah dampak jika kasus tersebut tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat?

a)

Hipoksia janin

b)

Prolaps tali pusat

c)

Partus presipitatus

d)

Kala 2 lama

e)

Eklamsi

3.

Seorang perempuan G3P2A0 umur 33 tahun umur kehamilan 38 minggu rujukan dari bidan dengan alasan tidak ada kemajuan persalinan meskipun kontraksi kuat. Hasil anamnesa: mengeluh kelelahan karena sejak kemarin sore belum ada kemajuan persalinan, Hasil pemeriksaan TD; 90/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Djj 165x/menit. Apakah faktor predisposisi kasus tersebut?

a)

Partus lama

b)

umur 33 tahun

c)

mengeluh kelelahan

d)

genetik

e)

Infeksi

4.

Seorang perempuan G3P2A0 umur 33 tahun umur kehamilan 38 minggu rujukan dari bidan dengan alasan tidak ada kemajuan persalinan meskipun kontraksi kuat. Hasil anamnesa: kelelahan karena sejak kemarin sore belum ada kemajuan persalinan, Hasil pemeriksaan TD; 140/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Djj 165x/menit. Apa penanganan yang harus segera dilakukan pada kasus tersebut ?

a)

Melakukan Vakum

b)

Melakukan Induksi

c)

Melakukan pemasangan O2

d)

Melakukan kateterisasi

e)

Melakukan pemberian oksitosin

5.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 21 tahun umur kehamilan 39 minggu in partu kala 1 fase aktif di Praktik Mandiri Bidan. Hasil anamnesa: perut terasa semakin nyeri, Hasil pemeriksaan TD; 110/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Pembukaan 5cm, Djj 165x/menit. Apa penanganan yang tepat pada kasus tersebut ?

a)

Melakukan Vakum

b)

Melakukan Induksi

c)

Melakukan injeksi oksitosin

d)

Melakukan kateterisasi

e)

Melakukan rujukan

6.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 21 tahun umur kehamilan 39 minggu in partu kala 1 fase aktif di Praktik Mandiri Bidan. Hasil anamnesa: perut terasa semakin nyeri, Hasil pemeriksaan TD; 110/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Pembukaan 5cm, Djj 165x/menit. Apa diagnosa kasus tersebut ?

a)

Kala 1 lama

b)

kontraksi kuat (tetania)

c)

inersia uteri

d)

Gawat janin

e)

incoordinate uteri action

7.

Seorang perempuan G2P0A0 umur 26 tahun umur kehamilan 40 minggu in partu kala 1 fase aktif di Praktik Mandiri Bidan. Hasil anamnesa: perut terasa semakin nyeri, Hasil pemeriksaan TD; 110/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Tali pusat kelihatan menonjol keluar dari vagina. Djj 121x/menit. Apa diagnosa kasus tersebut ?

a)

Gawat janin

b)

Prolaps tali pusat

c)

Plasenta Previa

d)

Solusio Plasenta

e)

Ruptur uteri

8.

Seorang perempuan G2P0A0 umur 26 tahun umur kehamilan 40 minggu in partu kala 1 fase aktif di Praktik Mandiri Bidan. Hasil anamnesa: perut terasa semakin nyeri, Hasil pemeriksaan TD; 110/70 mmHg, N:105x/menit, S; 37C, R:24x/menit, kontraksi 3-4x kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik dan teratur, Tali pusat kelihatan menonjol keluar dari vagina. Djj 120x/menit. Apa tindakan yang tepat pada kasus tersebut ?

a)

Melakukan Vakum

b)

Melakukan Induksi

c)

Melakukan injeksi oksitosin

d)

Melakukan kateterisasi

e)

Melakukan rujukan

9.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 36 tahun P2A0, melahirkan 30 menit yang lalu di RS. Ibu mengeluh pusing, lemas. Hasil pemeriksaan: ibu terlihat pucat, TD 90/60 mmHg, N 120 x/ menit, S 36,5°C, R: 22 x/menit, plasenta lahir lengkap dan tidak ada laserasi. Fundus tidak teraba, terlihat banyak pengeluaran darah dari jalan lahir.

Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

KBI

b)

KBE

c)

Rujuk

d)

Pantau Kondisi ibu

e)

Berikan uterotonika

10.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 36 tahun P2A0, melahirkan 30 menit yang lalu di RS. Ibu mengeluh pusing, lemas. Hasil pemeriksaan: ibu terlihat pucat, TD 90/60 mmHg, N 120 x/ menit, S 36,5°C, R: 22 x/menit, plasenta lahir lengkap dan tidak ada laserasi. Fundus tidak teraba, terlihat banyak pengeluaran darah dari jalan lahir.

Berapakah kecepatan infus yang paling pertama diberikan pada kasus tersebut?

a)

Secepat mungkin

b)

500cc/jam

c)

125cc/jam

d)

500cc/2jam

e)

125cc/2jam

11.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 36 tahun P2A0, melahirkan 30 menit yang lalu di RS. Ibu mengeluh pusing, lemas. Hasil pemeriksaan: ibu terlihat pucat, TD 90/60 mmHg, N 120 x/ menit, S 36,5°C, R: 22 x/menit, plasenta lahir lengkap dan tidak ada laserasi. Fundus tidak teraba, terlihat banyak pengeluaran darah dari jalan lahir.

Apakah faktor etiologi kasus tersebut?

a)

umur 36 tahun

b)

mengeluh pusing

c)

Fundus tidak teraba

d)

S 36,5°C

e)

TD 90/60

12.

Seorang perempuan G1P0A0 umur 36 tahun P2A0, melahirkan 30 menit yang lalu di RS. Ibu mengeluh pusing, lemas. Hasil pemeriksaan: ibu terlihat pucat, TD 90/60 mmHg, N 120 x/ menit, S 36,5°C, R: 22 x/menit, plasenta lahir lengkap dan tidak ada laserasi. Fundus tidak teraba, terlihat banyak pengeluaran darah dari jalan lahir.

Apakah komplikasi kasus tersebut jika tidak segera diberikan penanganan?

a)

Solusio plasenta

b)

Ruptur jalan lahir

c)

Atonia Uteri

d)

Syok obstetrik

e)

Retensio plasenta

13.

Seorang ibu usia 21 tahun P1A0 6 jam post partum di Ruang Nifas, Hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan umum baik, Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Nadi: 88x/ menit, Pernafasan : 20x/ menit, Suhu: 36 C, pengeluaran lochea normal, ruptur derajat 2. Apakah tindakan yang tidak termasuk upaya untuk meminimalisir ruptur yang dialami pasien tersebut saat persalinan?

a)

Melakukan senam hamil secara teratur

b)

Melakukan pemantauan TBJ saat kehamilan untuk menghindari Makrosomia/janin besar

c)

Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang berminyak saat menjelang persalinan untuk membuat perineum elastis

d)

Menahan kepala janin agar tidak defleksi terlalu kuat

e)

Menahan perineum dengan 1/3 kain yang diletakkan di bawah bokong

14.

Seorang ibu usia 32 tahun P1A0 kala IV, hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan umum baik, Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Nadi: 94x/ menit, Pernafasan : 20x/ menit, Suhu: 36 C, ruptur derajat 2. Dimanakah penjahitan laserasi tersebut dilakukan ?

a)

Pada tepat luka

b)

Pada 1 cm di bawah luka

c)

Pada 2 cm di bawah luka

d)

Pada 1 cm di atas luka

e)

Pada 2 cm di atas luka

15.

1. Seorang perempuan 30 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 20 Oktober 2020 jam 11.00 WITA, jenis kelamin perempuan, berat badan 3900 gram, keadaan waktu lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai otot perineum. Berapakah derajat rupture kasus tersebut?

a)

Derajat 1

b)

Derajat II

c)

Derajat III

d)

Derajat IV

e)

Derajat V

16.

Seorang ibu usia 32 tahun P1A0 kala IV, hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan umum baik, Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Nadi: 94x/ menit, Pernafasan : 20x/ menit, Suhu: 36 C, ruptur perineum meliputi mukosa, otot perineum dan dinding depan rektum. Apakah tindakan bidan yang tepat?

a)

Jahit

b)

Tidak perlu dijahit

c)

Dibiarkan saja darah akan berhenti sendiri

d)

Diberikan anestesi tanpa dijahit

e)

Rujuk

17.

Seorang ibu usia 24 tahun P1A0 kala IV, hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan umum baik, Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Nadi: 94x/ menit, Pernafasan : 20x/ menit, Suhu: 36 C, ruptur derajat 2. Apakah obat yang diperlukan pada kasus tersebut ? ...

a)

Lidokain 2%

b)

Metergin 1 %

c)

Dexametason 2%

d)

Gliceril 2%

e)

Lidokain 1%

18.

Seorang perempuan umur 40 tahun, P4A0, melahirkan bayi perempuan secara spontan 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2300 gram, PB 48 cm, S 36 °C, R 45 x/menit, N 110 x/mnt, bayi tampak kedinginan. Apakah asuhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Berikan ASI

b)

Selimuti bayi

c)

Rujukan segera

d)

Incubator

e)

Lakukan metode kanguru

19.

Seorang perempuan umur 40 tahun, P4A0, melahirkan bayi perempuan secara spontan 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2300 gram, PB 48 cm, S 36 °C, R 45 x/menit, N 110 x/mnt, bayi tampak kedinginan. Apakah komplikasi pada bayi sesuai kasus di atas?

a)

Prolaps tali pusat

b)

Gawat janin

c)

Hipotermi

d)

Hipoksia

e)

Dehidrasi

20.

Seorang perempuan umur 40 tahun, P2A0, melahirkan bayi perempuan secara spontan 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2300 gram, PB 48 cm, S 36 °C, R 45 x/menit, N 110 x/mnt, bayi tampak kedinginan. Apakah penyebab kasus di atas?

a)

Prolaps tali pusat

b)

Gawat janin

c)

Hipotermi

d)

Umur 40 tahun

e)

Genetik

21.

Seorang perempuan umur 40 tahun, P2A0, melahirkan bayi perempuan secara spontan 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2300 gram, PB 48 cm, S 36 °C, R 45 x/menit, N 110 x/mnt, bayi tampak kedinginan. Bagaimana pencegahan kasus tersebut?

a)

Senam hamil

b)

Mengejan dengan benar

c)

Senam keagel

d)

Pemantauan kehamilan

e)

Senam Yoga

22.

Seorang perempuan umur 40 tahun, P2A0, melahirkan bayi perempuan secara spontan 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2300 gram, PB 48 cm, S 36 °C, R 45 x/menit, N 110 x/mnt, bayi tampak kedinginan. Apakah alat yang diperlukan pada kasus tersebut?

a)

Infus

b)

Obat-obatan

c)

Kain untuk KMC

d)

Susu formula

e)

ASI Booster

23.

Seorang perempuan umur 23tahun, P1A0, melahirkan bayi laki-laki secara SC 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil anamnesa: Bayi lemas, kurang aktif, tidak mau menyusu, penurunan gerakan. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2800 gram, PB 49cm, S 38°C, R 50 x/menit, N 115 x/mnt, Kulit dan ekstremitas normal . Apakah dignosa pada kasus tersebut?

a)

BBLR

b)

Sepsis

c)

Ikterik

d)

Hipotermi

e)

Hipoksia

24.

Seorang perempuan umur 23tahun, P1A0, melahirkan bayi laki-laki secara SC 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil anamnesa: Bayi lemas, kurang aktif, tidak mau menyusu, penurunan gerakan. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2800 gram, PB 49cm, S 38°C, R 50 x/menit, N 115 x/mnt, warna kulit dan ekstremitas normal. Apakah yang bukan merupakan penyebab pada kasus tersebut?

a)

E.coli

b)

Klebsiella

c)

Enterococcus

d)

Group B streptococcus

e)

HPV

25.

Seorang perempuan umur 23tahun, P1A0, melahirkan bayi laki-laki secara SC 1 hari yang lalu di Rumah Sakit. Hasil anamnesa: Bayi lemas, kurang aktif, tidak mau menyusu, penurunan gerakan. Hasil pemeriksaan bayi: BB 2800 gram, PB 49cm, S 38°C, R 50 x/menit, N 115 x/mnt, warna kulit dan ekstremitas normal. Bagaimanakah pencegahan pada kasus tersebut?

a)

Pemberian Vitamin A dosis tinggi

b)

Pemberian antibiotic spectrum luas

c)

Prosedur sterilisasi yang tepat

d)

Prosedur penerimaan pasien

e)

Prosedur pemberian obat

26.

Seorang perempuan 10 tahun baru saja melakukan imunisasi kanker serviks yang merupakan program sekolah. Dimanakah penggolongan upaya pencegahan yang dilakukan pada kasus tersebut menurut Leavel Clark?

a)

Health promotion

b)

Specific protection

c)

Early diagnosis and prompt treatment.

d)

Disibility limitation.

e)

Rehabilitation

27.

Seorang perempuan 10 tahun baru saja melakukan imunisasi kanker serviks yang merupakan program sekolah. Manfaat upaya pencegahan yang dilakukan pada kasus tersebut menurut Leavel Clark adalah?

a)

Memperpanjang umur

b)

Menemukan sumber penyakit

c)

Menurunkan kejadian komplikasi

d)

Mendapatkan insiden kejadian penyakit

e)

Melakukan pemberian vaksin pada anak yang membutuhkan

28.

Upaya pencehagan masa sebelum sakit adalah …

a)

Kuratif

b)

Rehabilitasi

c)

Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit

d)

Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal, serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera

e)

Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan suatu penyakit

29.

Upaya pencegahan masa saat sakit adalah …

a)

Mempertinggi nilai kesehatan

b)

Memberikan pendidikan kesehatan teratur

c)

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

d)

Pembatasan kecacatan yang diakibatkan suatu penyakit

e)

Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit


30.

Tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, berdasarkan ayat yang disampaikan tersebut jika dikaitkan dengan penanganan kegawatdaruratan terkandung makna …

a)

Doa untuk pasien kegawatdaruratan

b)

Larangan melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan

c)

Kewajiban melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan

d)

Tuntunan dalam melakukan pendampingan pasien kegawatdaruratan

e)

Etika dalam melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan

31.

Dalam melakukan pertolongan kegawatdaruratan kita harus menggunakan bahasa yang mudah difahami pasien. jika dikaitkan dengan penanganan kegawatdaruratan maka termasuk …

a)

Doa untuk pasien kegawatdaruratan

b)

Larangan melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan

c)

Kewajiban melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan

d)

Tuntunan dalam melakukan pendampingan pasien kegawatdaruratan

e)

Etika dalam melakukan pertolongan pasien dengan kegawatdaruratan