WorksheetsSoal UTS PLB
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Seorang peneliti PLB ingin mengetahui efektivitas dua metode pembelajaran (Metode X dan Y) dalam meningkatkan kemampuan membaca anak tunarungu. Peneliti mencatat jumlah minggu yang dibutuhkan siswa hingga mencapai target kemampuan membaca tertentu. Data jumlah minggu untuk mencapai target termasuk jenis data:
Kualitatif
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Guru sekolah luar biasa melakukan penelitian untuk mengidentifikasi respon perilaku siswa tunagrahita sedang selama pembelajaran. Guru mencatat jenis perilaku yang muncul seperti gelisah, tertawa berlebihan, atau tidak fokus. Data tersebut termasuk:
Kuantitatif diskret
Kuantitatif kontinu
Kualitatif deskriptif
Nominal
Rasio
Dalam studi PLB, peneliti mengukur kemampuan auditori siswa tunarungu sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat audiometri dalam satuan dB. Data kemampuan auditori termasuk:
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Kualitatif
Peneliti ingin mengetahui prevalensi sensitivitas terhadap suara keras pada siswa autis. Siswa dikelompokkan berdasarkan ada atau tidaknya sensitivitas tersebut. Jenis data:
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Kuantitatif
Peneliti mengevaluasi tingkat kemandirian siswa tunadaksa dalam kegiatan makan dengan skala 1–5 (1 = sangat tergantung, 5 = sangat mandiri). Data ini termasuk:
Kualitatif
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Peneliti ingin mengetahui berapa banyak latihan motorik halus yang berhasil diselesaikan siswa tunagrahita ringan dalam satu sesi terapi. Jenis data:
Kontinu
Diskrit
Nominal
Ordinal
Interval
Guru PLB mengukur berat badan peserta didik tunadaksa sebelum dan sesudah program terapi fisik selama 3 bulan. Data berat badan termasuk:
Diskrit
Nominal
Kualitatif
Kontinu
Ordinal
Peneliti mencatat jumlah tantrum yang muncul pada anak autis selama periode 30 hari observasi. Jumlah kejadian tersebut termasuk data:
Kontinu
Ordinal
Diskrit
Interval
Rasio
Peneliti mengukur tingkat perhatian siswa ADHD dalam menit selama 10 sesi pembelajaran. Data waktu (menit) merupakan data:
Diskrit
Nominal
Kontinu
Ordinal
Kualitatif
Guru SLB mencatat jumlah kunjungan siswa tunanetra ke ruang layanan orientasi mobilitas dalam satu bulan. Data kunjungan merupakan:
Diskrit
Kontinu
Ordinal
Interval
Nominal
Peneliti ingin mengetahui efektivitas program intervensi membaca Braille untuk siswa tunanetra. Populasi target adalah semua siswa tunanetra yang mengikuti program membaca Braille di seluruh SLB di Jakarta. Peneliti mengambil 200 siswa dari lima SLB sebagai sampel. Populasinya adalah:
Semua siswa di lima SLB
Semua siswa tunanetra di Jakarta
Semua siswa tunanetra yang mengikuti program membaca Braille di seluruh SLB Jakarta
200 siswa yang dipilih
Semua siswa tunanetra di lima SLB
Berdasarkan kasus yang sama, sampelnya adalah:
Semua siswa tunanetra di lima SLB
Semua siswa tunanetra di Jakarta
Semua siswa tunanetra pengguna program
200 siswa dari lima SLB
Semua siswa di lima SLB
Penelitian di SLB seluruh Jawa Barat mengevaluasi penggunaan aplikasi komunikasi augmentatif pada siswa autis. Peneliti mengambil 500 siswa dari 10 SLB besar. Populasi target:
Semua siswa autis di Indonesia
Semua siswa autis di SLB Jawa Barat
Semua siswa autis di 10 SLB terpilih
500 siswa yang diteliti
Semua siswa di SLB Jawa Barat
Peneliti ingin mengetahui efek program intervensi sensorik pada anak autis di seluruh SLB Jawa Timur. Peneliti membagi data berdasarkan SLB, lalu mengambil beberapa anak secara acak dari setiap SLB. Teknik sampling:
Acak sederhana
Stratifikasi
Kluster
Sistematik
Purposif
Peneliti memilih setiap siswa ke-10 dari daftar siswa tunagrahita yang mengikuti program keterampilan hidup. Teknik sampling:
Acak sederhana
Kluster
Sistematik
Stratifikasi
Insidental
Peneliti ingin mengetahui persepsi siswa tunarungu tentang kenyamanan membaca bibir. Peneliti meminta partisipan yang tersedia di beberapa SLB besar. Teknik sampling:
Acak sederhana
Kluster
Insidental
Purposif
Stratifikasi
Peneliti ingin membandingkan kemampuan akademik siswa tunagrahita sedang berdasarkan kelompok usia, yaitu 7–10 tahun dan 11–14 tahun, lalu mengambil sampel acak dari tiap kelompok. Teknik sampling:
Kluster
Stratifikasi
Acak sederhana
Sistematik
Purposif
Penelitian efektivitas intervensi perilaku dilakukan di seluruh Indonesia. Peneliti memilih beberapa SLB secara acak dari berbagai provinsi, lalu memilih siswa autis secara acak dari SLB tersebut. Teknik:
Acak sederhana
Kluster bertingkat
Stratifikasi
Purposif
Sistematik
Populasi dibagi berdasarkan tingkat pendidikan orang tua siswa SLB (SMA, D3, S1, S2), lalu diambil sampel acak. Alasan penggunaan sampling berstrata:
Meningkatkan akurasi
Menghindari bias
Populasi siswa SLB adalah 8.500 orang. Dengan metode Yount, ukuran sampel yang dipilih adalah…
200
250
300
255
253
Standar deviasi nilai kemampuan orientasi mobilitas siswa tunanetra adalah 15 poin. SD menggambarkan…
Selisih nilai tertinggi–terendah
Sebaran nilai dari rata-rata
Nilai yang paling sering muncul
Jumlah nilai
Nilai tengah
Nilai kemampuan siswa tunagrahita ringan diduga berbeda dari nilai standar 70. Uji statistik yang paling tepat digunakan adalah…
Uji t dua sampel independen
Uji t berpasangan
Uji t satu sampel
ANOVA
Korelasi Pearson
Dalam uji t satu sampel, hipotesis nol (Ho) yang tepat adalah…
Rata-rata sampel tidak sama dengan rata-rata populasi
Rata-rata sampel sama dengan nilai pembanding
Rata-rata dua kelompok sama
Varian dua kelompok sama
Tidak ada hubungan antar variabel
Seorang guru ingin mengevaluasi apakah rata-rata waktu fokus siswa autis berbeda dari standar sekolah. Syarat utama uji t satu sampel adalah…
Dua kelompok berbeda
Varian sama
Populasi normal dan data interval/rasio
Sampel berasal dari satu kelompok dan data berdistribusi normal
Sampel harus lebih dari 100
Jika t hitung lebih besar daripada t tabel dalam uji t satu sampel, keputusan yang tepat adalah…
Terima Ho
Data tidak valid
Ulangi pengambilan sampel
Tolak Ho
Tidak dapat disimpulkan
Contoh penggunaan uji t satu sampel dalam penelitian PLB adalah…
Membandingkan kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita laki-laki dan perempuan
Menguji perbedaan kemampuan sosial antara dua kelas
Menguji perbedaan pretest dan posttest pada kelompok yang sama
Mengukur apakah rata-rata kemampuan numerasi siswa tunarungu berbeda dari nilai kriteria minimal
Melihat hubungan antara kemampuan bahasa dan kemandirian
Peneliti ingin membandingkan kemampuan membaca siswa tunarungu kelas A dan kelas B yang independen. Uji statistik yang tepat adalah...
Uji t satu sampel
Uji t dua sampel independen
Uji t berpasangan
Mann–Whitney
ANOVA dua arah
Contoh penggunaan uji t berpasangan dalam penelitian PLB adalah...
Membandingkan dua kelas berbeda
Menguji hubungan IQ dan prestasi
Membandingkan hasil pretest–posttest pada siswa tunagrahita yang sama
Menguji perbedaan skor antar sekolah
Menguji korelasi antar variabel
Dalam uji t dua sampel independen, syarat utama adalah...
Sampel harus sama besar
Data harus kategorik
Dua kelompok harus memiliki rata‑rata sama
Dua kelompok independen dan data berdistribusi normal
Data harus ordinal
Peneliti membandingkan keterampilan adaptif siswa tunanetra yang mengikuti pelatihan dengan yang tidak mengikuti. Jika t hitung < t tabel, maka...
Ho ditolak
Ho diterima / tidak ada perbedaan signifikan
Data harus diubah menjadi ordinal
Uji harus diganti dengan chi‑square
Mean kedua kelompok harus disamakan
