NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsLatihan UP Sesi 5
Total questions: 54
Worksheet time: 27mins
Name
Class
Date
1.
Bimbingan diarahkan pada individu dan tiap individu memiliki karakteristik tersendiri. Penerapan prinsip bimbingan tersebut adalah:
a)
Layanan BK diberikan kepada semua siswa, sehingga program BK mengakomodasi karakteristik siswa secara umum sesuai dengan tingkat perkembangannya.
b)
Setiap individu unik, sehingga masing-masing siswa dalam mengikuti layanan perlu menyesuaikan ciri-ciri pada siswa yang lain.
c)
Setiap individu memiliki karakteristik sendiri sehingga guru BK harus memahami karakter tiap individu siswa agar bisa memberikan layanan yang tepat.
d)
Layanan BK menyesuaikan pada budaya dimana sekolah berada, dengan prinsip “dimana bumi dipijak, disitu lamgit dijunjung”.
2.
Berikut merupakan prinsip-prinsip BK kecuali:
a)
BK harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahannya.
b)
Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan individu itu sendiri, bukan akan kemauan desakan dari pembimbing atau pihak lain.
c)
Permasalahan individu sangat bervariasi sehingga guru BK harus mampu membantu segala macam masalah yang dihadapi siswa.
d)
Kerjasama antara guru pembimbing,guru-guru lain dan orang tua siswa amat menentukan hasil pelayanan bimbingan.
3.
Guru BK harus mampu mengaplikasikan landasan keilmuan pendidikan untuk mencapai tujuan BK dan tujuan pendidikan, sehingga dalam layanan BK guru BK bertugas:
a)
Memberikan layanan konseling
b)
Mendidik dan mengajar
c)
Memberikan layanan bimbingan dan konseling
d)
Mengajar dan membimbing siswa agar siswa dapat berkembang optimal.
4.
Pernyataan berikut merupakan salah satu aplikasi landasan keilmuan pendidikan, kecuali:
a)
Bimbingan dan konseling mengembangkan proses belajar yang dijalani oleh para konselinya.
b)
Program BK dimasukkan secara berkesinambungan ke dalam program sekolah
c)
Program BK berbeda dan terpisah dengan program sekoha, karena layanan BK bersifat sangat spesifik dan professional.
d)
Program BK terkait dengan landasan pedagogik sebagai llmu mendidik.
5.
Salah satu prinsip pendidikan adalah sebagai upaya pengembangan potensi dan pengembangan diri individu. Guru BK harus dapat mengimplementasikan prinsip tersebut dalam layanan BK.
a)
Membantu individu mempengembangkan dimensi keindividualannya, kesosialisasinya,kesusilaanya dan keberagamaanya.
b)
Membantu individu mencapai cita-cita yang diharapkan.
c)
Membantu individu memilih karier yang tepat agar dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
d)
Membantu individu mencapai kesejahteraan hidupnya.
6.
Seorang Guru BK di Pulau Sumatera memiliki siswa berasal dari Pulau jawa Dalam memberikan layanan konseling kepada siswa tersebut guru BK harus dapat mengaplikasikan landasan budaya:
a)
Memahami budaya Jawa dan bersikap seperti orang Jawa.
b)
Memahami bahwa orang Jawa lembut, ramah dan memiliki kepekaan perasaan yang tinggi.
c)
Memahami dan menggunakan nilai budaya Jawa yang dapat digunakan sebagai strategi membantu dalam pengentasan masalah siswa.
d)
Layanan konseling pada siswa tersebut perlu di reveral kepada guru BK atau guru lain yang berasal dari Jawa sehingga dapat menyesuaikan kondisi social bidaya siswa.
7.
Berikut ini merupakan bentuk konseling multikultural:
a)
Konseling yang memperhatikan aspek budaya konseli.
b)
Konseling yang memperhatikan aspek sosial budaya dan perbedaan ras/etnis konseli.
c)
Konseling yang memperhatikan adaya berbagay macam etnis dalam suatu sekolah di mana guru BK tersebut bertugas, sehingga layanan BK dapat berhasil dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
d)
Konseling yang memperhatikan budaya, ras, gender, orientasi seksual dan afeksi, disabilitas,agama, status sosial-ekonomi
8.
Berikut adalah merupakan contoh motif intrinsik siswa:
a)
Siswa belajar karena ingin mendapatkan hadiah sepeda motor dari ayahnya apabila mendapatkan nilai bagus.
b)
Siswa belajar karena senang memperlajari materi tersebut
c)
Siswa rajin belajar karena akan ujian nasional
d)
Siswa belajar karena takut mendapatkan hukuman dari ayahnya seperti yang pernah dialaminya pada semester yang lalu.
9.
Hasil dari proses gagalnya seorang individu untuk mengidentifikasi dirinya agar pola prilakunya sesuai dengan masyarakat, disebut:
a)
Penyimpangan psikhis
b)
Penyimpangan sosial
c)
Kegagalan psikologis
d)
Kegagalan pergaulan
10.
Konsekuen tidaknya seseorang dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat merupakan:
a)
Karakter
b)
Temperamen
c)
Sikap
d)
Stabilitas emosi
11.
Kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan:
a)
Stabilitas emosi
b)
Sosiabilitas
c)
Sikap
d)
Responsibilitas
12.
Faktor pembentuk perilaku individu adalah pembawaan dan lingkungan. Pembawaan adalah:
a)
Bersifat potensial yang akan berkembang dengan sendirinya.
b)
Bersifat potensial yang membutuhkan lingkungan untuk mengembangkan.
c)
Merupakan keturunan yang akan berkembang karena orang tuanya memiliki pembawaan yang sama.
d)
Merupakan keturunan tidak perlu usaha untk mengembangkannya karena otomatis pembawaan tersebut akan berkembang seiring dengan usia dan perkembangan individu tersebut.
13.
Lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa adalah:
a)
Lingkungan yang kuat pengaruh negatifnya karena pada dasarnya siswa pada usia yang rentan yang mudah dipengaruhi oleh lingkungan negatif.
b)
Lingkungan yang didominasi oleh orang-orang kuat.
c)
Lingkungan dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal.
d)
Lingkungan sekolah, karena pada dasarnya siswa lebih patuh kepada gurunya daripada orang tuanya.
14.
Berikut ini merupakan ciri anak berbakat:
a)
Rajin belajar sehingga nilainya dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal.
b)
Rajin belajar sehingga dapat mengikuti lomba Olympiade
c)
Kreatif sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru.
d)
Tidak pernah tinggal kelas, padalah dua kakak kandungnya pernah tinggal kelas semua.
15.
Guru BK perlu mengupayakan pengembangan psychological well-being, kecuali:
a)
Mencapai nilai mata pelajaran yang maksimal agar siswa dapat hidup bahagia.
b)
Mampu menerima dirinya sendiri.
c)
Memiliki hibungan sosial yang baik dengan orang lain.
d)
Mempunyai tujuan hidup yang akan dicapainya
16.
Guru BK perlu memperhatikan aspek kesehatan mental konselinya, yaitu agar konseli:
a)
Menyesuaikan dengan dirinya sendiri.
b)
Menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat sekitar.
c)
dengan perasaan-perasaan cemas, gelisah, dan Tidak diliputi ketidakpuasan.
d)
Dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.
17.
Berikut adalah esensi layanan bimbingan dalam jalur pendidikan formal, kecuali:
a)
Pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik (konseli) sebagai upaya peserta didik dapat menemukan pribadi.
b)
Pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik (konseli) sebagai upaya peserta didik dapat mengenal lingkungan.
c)
Pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik (konseli) sebagai upaya peserta didik dapat merencanakan masa depan.
d)
Pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik (konseli) sebagai upaya peserta didik dapat menemukan dan memahami kelebihannya sehingga merasa lebih unggul dan hebat dari peserta didik yang lain.
18.
Layanan BK dalam jalur pendidikan formal merupakan:
a)
Aktifitas bantuan professional.
b)
Bentuk bantuan berkelanjutan
c)
Berfokus pada penyelesaian/pengentasan masalah
d)
Bantuan untuk semua
19.
Salah satu bentuk kegiatan BK dalam jalur pendidikan non formal adalah bidang pengembangan kehidupan pribadi, yaitu:
a)
Layanan BK lebih memfokuskan pada pengembangan potensi dasar warga belajar, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
b)
Layanan BK yang berfokus pada pengembangan karier peserta didik mengingat mereka adalah orang dewasa yang sebagian besar sudah bekerja.
c)
Menerima perubahan jasmaninya karena berada pada tahap transisi masa dewasa dan usia lanjut.
d)
Menyesuaikan diri dengan lingkungan social yang lebih luas yaitu lingkungan belajar pada pendidikan non formal.
20.
Bentuk kegiatan lain layanan BK pada jalur pendidikan non formal adalah bidang pengembangan kemampuan belajar, yaitu:
a)
Pemahaman terhadap kehidupan berkeluarga karena sebagian besar warga belajar sedah berkeluarga.
b)
Memfokuskan pada pengembangan kompetensi belajar bagi warga belajar.
c)
Membantu pekerjaan yang tepat sesuai potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh warga belajar.
d)
Pemantapan pada karier setelah menyelesaikan pendidikan.
21.
Tingkah laku yang dilakukan oleh siswa secara teratur dan berulang-ulang dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan disebut:
a)
Kebiasaan belajar
b)
Sikap belajar.
c)
Keterampilan belajar.
d)
Kesungguhan belajar
22.
Ruang lingkup pelayanan BK pada jenjang pendidikan PAUD, kecuali:
a)
Berbasis keholistikan dan keterpaduan.
b)
Berbasis pada multi disiplin ilmu dan budaya.
c)
Berbasis taraf perkembangan anak.
d)
Berbasis pada masalah kehodupan pribadi dan keluarga siswa PAUD.
23.
Kematangan Hubungan dengan teman sebaya merupakan salah satu tujuan layanan BK pada jenjang pendidikan:
a)
PAUD
b)
Sekolah Dasar
c)
Sekolah Menengah
d)
Perguruan Tinggi
24.
BK di sekolah kejuruan lebih menfokuskan pada persiapan siswa:
a)
Melakukan uji kinerja di dunia kerja yang mereka tekuni.
b)
Melamar perkerjaan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing siswa.
c)
Menjalin jejaring dengan lulusa-lulusan dan dunia kerja.
d)
Melakukan uji kompetensi dengan asosiasi dunia kerja.
25.
Strategi layanan BK pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar difokuskan pada:
a)
Layanan invidu
b)
Layanan kelompok
c)
Layanan klasikal
d)
Layanan kuratif dan preserveratif
26.
Bentuk atau strategi layanan BK untuk peserta didik Sekolah Menengah berupa:
a)
Individu
b)
Individu dan Kelompok
c)
Individu dan klasikal
d)
Individu, kelompok dan klasikal
27.
Guru BK Sekolah Menengah memberikan layanan tentang kesehatan reproduksi remajLayanan guru BK tersebut merupakan aplikasi dari kaidah:
a)
Perkembangan psikhis
b)
Perkembangan filosofis
c)
Perkembangan fisik
d)
Perkembangan emosi remaja
28.
Guru BK Sekolah Menengah memberikan layanan BK tentang bagaimana pacaran yang sehat. Layanan BK tersebut merupakan aplikasi dari kaidah:
a)
Perkembangan psikhis
b)
Perkembangan filosofis
c)
Perkembangan fisik
d)
Perkembangan emosi remaja
29.
Sifat khas anak usia SD kelas tinggi adalah:
a)
Rasa ingin tahu yang besar
b)
Mampu berpikir abstrak dibandingkan kelas rendah.
c)
Kritis namun tidak suka dikritik.
d)
Suka memuji namun tidak suka dipuji.
30.
Proses pemberian angka/skor untuk suatu objek atau peristiwa dinamakan:
a)
Tes
b)
Measurement
c)
Asessment
d)
Evakuation
31.
Peristiwa Akreditasi Sekolah merupakan contoh dilaksanakan kegiatan:
a)
Measurement
b)
Tes
c)
Evakuation
d)
Asessment
32.
Untuk mengidentifikasi tugas perkembangan peserta didik dapat dipilih teknik asesmen:
a)
Inventori
b)
observasi
c)
Tes
d)
Daftar Cek
33.
Untuk melakukan asessmen dalam rangka menyusun program BK dapat memanfaatkan teknik:
a)
Angket
b)
Skala
c)
inventori
d)
Tes dan non tes.
34.
Jenis tes yang dapat atau umumnya digunakan dalam program peminatan siswa adalah:
a)
DAT
b)
SPM
c)
Minat Jabatan
d)
Inteligensi, bakat, minat dan kepribadian.
35.
Cara pandang individu terhadap objek yang sma belum tentu sama antar individu satu dengan yang lain merupakan............................observasi.
a)
Obyektifitas
b)
Kelemahan
c)
pengadministrasian
d)
Kelebihan
36.
Bentuk observasi ditinjau dari keterlibatan subjek terhadap subjek dapat berbentuk:
a)
naturalistic
b)
Observasi tidak langsung
c)
Quasi partisipasi
d)
Observasi langsung
37.
Untuk membantu peserta didik mengentaskan masalahnya, guru BK melakukan:
a)
Need assessment
b)
Pengukuran dengan DCM
c)
Pengukuran dengan AUM
d)
IKMS
38.
Bila guru BK telah mengumpulkan informasi dengan Daftar Cek maka dapat dilakkan analisis:
a)
per siswa/individual
b)
semua siswa/per kelas
c)
Per kelompok
d)
a+ B
39.
Masalah peserta didik dapat diungkap dengan alat ukur:
a)
Angket
b)
AUM SOTL
c)
IKMS
d)
DCM
40.
Untuk menolong peserta didik yang bermasalah terbanyak dilakukan analisis:
a)
Klasikal
b)
Individual
c)
kelompok
d)
a + b
41.
Guru BK dapat memilih teknik testing untuk mengungkap kemampuan dasar konseli dengan memilih tes:
a)
Bakat
b)
Minat
c)
inteligensi
d)
kepribadian
42.
Alat ukur tes inteligensi yang mengungkap IQ verbal adalah:
a)
WAIS
b)
SPM
c)
CFIT
d)
Kraeplin
43.
Untuk menolong siswa dalam program peminatan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi tepat kala dipakai:
a)
DAT
b)
Bakat, minat
c)
APM, DAT, Kude E
d)
TPA
44.
Calon mahasiswa yang memilih ke Fakultas Bahasa- sastra, guru BKmenggunakan hasil tes:
a)
SPM,DAT
b)
WAIS, DAT Verbal+numerical dan minat literasi,membaca
c)
DAT Verbal, Minat Lee Thrope
d)
Minat: Literasi, ASWAB verbal dan IQ verbal
45.
Untuk mengungkap kondisi actual konseli berkaitan dengan lingkungan dapat dipilih teknik assessment:
a)
Sosiometri
b)
daftar cek masalah
c)
Tes
d)
Home visit
46.
Untuk mengungkap kondisi actual konseli berkaitan dengan lingkungan dapat digunakan akat ukur:
a)
AUM SPTL
b)
Observasi terstruktur
c)
DCM
d)
Sosiometri
47.
Untuk mengungkap kondisi actual konseli berkaitan dengan lingkungan rumah dapat mengunakan alat ukur:
a)
House tree person tes
b)
home visit ke rumah
c)
menggambar denah rumah.
d)
Buku Pribadi
48.
Komponen program tahunan unit BK antara lain :
a)
rasional, dasar hukum, visi dan misi kepala sekolah, tujuan
b)
deskripsi kebutuhan, bidang layanan, rencana strategis unit BK
c)
sarana dan prasarana, dasar pembentukan unit BK, visi misi
d)
rasional, dasar hukum, komponen program
49.
Rencana kegiatan bimbingan dan konseling memiliki beberapa komponen, antara lain :
a)
bidang layanan, tujuan layanan, komponen layanan, azas layanan
b)
kelas, materi, metode, bahan paparan
c)
ekuivalen, evaluasi, materi, metode
d)
tujuan layanan, materi, bahan paparan, evaluasi
50.
Setiap jenjang pendidikan memiliki persentase waktu yang berbeda pada masing – masing komponen layanan. Perbedaan ini membawa konsekuensi pada :
a)
ekuivalensi perhitungan waktu layanan
b)
anggaran biaya yang harus ditanggung siswa
c)
sarana dan prasarana yang harus dibeli
d)
ekuivalensi honor kelebihan mengajar
51.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa guru BK belum memiliki instrumen pengukuran yang baku. Rencana sarana dan prasarana penyelenggaraan BK yang dapat dibuat guru adalah :
a)
menyusun proposal pengadaan buku pengembangan instrumen
b)
menyusun proposal pengadaan instrumen yang baku
c)
menyusun proposal pelatihan penggunaan instrumen yang baku
d)
menyusun proposal studi banding penggunaan instrumen yang baku.
52.
Yang dapat digolongkan ke dalam sarana penyelenggaraan program BK adalah :
a)
instrumen AUM
b)
buku – buku penunjang
c)
ruang konseling
d)
aplikasi sosiometri
53.
Untuk menyusun program layanan BK guru BK dapat mengakses data dokumentasi:
a)
Hasil pengisian buku pribadi
b)
Program tahun lalu
c)
hasil pengisan ITP
d)
Buku induk siswa
54.
Guru BKmenggunakan hasil asessmen dalam layanan BK untuk:
a)
Menyusun RPL
b)
evaluasi layanan BK
c)
Program harian
d)
Menyusun program BK
Reset
