Font size
WorksheetsAudit Ops-8 Pelaksanaan Audit
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Pelaksanaan proses audit didasarkan pada program kerja audit, menggunakan prosedur dan teknik audit, dan dituangkan kedalam kertas kerja audit yang harus menentukan objective nya :
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
FAO : Firm Audit Objectives
AO : Audit Objectives
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
FAO : Firm Audit Objectives
AO : Audit Objectives
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
FAO : Firm Audit Objectives
Proses audit dapat digambarkan sebagai berikut:
PAO : Preliminary Audit Objectives
SURVAI PENDAHULUAN
TAO : Tentative Audit Objectives
TELAAH DAN UJI SPI
AUDIT LANJUTAN
FAO : Firm Audit Objectives
AO : Audit Objectives
LAPORAN HASIL AUDIT
AUDIT LANJUTAN
AO : Audit Objectives
LAPORAN HASIL AUDIT
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
FAO : Firm Audit Objectives
AO : Audit Objectives
PAO : Preliminary Audit Objectives
TAO : Tentative Audit Objectives
FAO : Firm Audit Objectives
.....bertujuan untuk mengumpulkan informasi umum mengenai seluk-beluk proses kegiatan unit kerja yang di audit, penelaahan peraturan, serta menganalisis informasi yang diperoleh, sehingga bisa dikenali masalah-masalah yang perlu dikembangkan pada tahap audit pendahuluan (temuan sementara).
Laporan Hasil Audit
Survei Pendahuluan
Telaah dan uji SPI
Audit Lanjutan
Langkah kerja dalam Tahap Survai Pendahuluan :
Lakukan pembicaraan pendahuluan dengan Pimpinan Unit Kerja untuk membahas tentang ruang lingkup, periode dan kegiatan yang akan dilakukan audit operasional
Mencari informasi umum dari unit kerja yang meliputi :
Struktur Organisasi, Peraturan perundang-undangan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang ada, Data/informasi apa saja yang telah dimiliki sebagai dasar pelaksanaan kegiatan, Informasi tentang pelaksanaan tindak lanjut hasil audit yang lalu
Melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah (temuan sementara) yang perlu dikembangkan pada tahap selanjutnya
Membuat simpulan atas hasil survai pendahuluan, dan tuangkan hasilnya dalam kertas kerja audit
Membuat simpulan yang bukan berupa hasil survai pendahuluan, dan tuangkan hasilnya dalam kertas kerja audit
mengumpulkan informasi yang lebih terinci dari program/kegiatan unit kerja yang dinilai mempunyai potensi untuk diperbaiki/disempurnakan, serta pengujian terbatas terhadap Struktur Pengendalian Internal untuk meyakini kekuatan atau kelemahan sistem yang ada. Pada tahap ini diharapkan dapat ditemukan/dikenali kelemahan/penyimpangan yang cukup signifikan, sehingga memerlukan pendalaman audit (temuan potensial).
Tahap Penyusunan Rencana
Tahap Pengujian SPI
Tahap Survei Pendahuluan
Tahap Penilaian
Langkah Kerja Penilaian SPI
Melakukan penilaian atas sistem pengendalian intern atas 8 unsur pengendalian dengan menggunakan Internal Control Questionaire (Daftar Pertanyaan Pengendalian) /Terlampirr
Melakukan pengujian atas masing-masing unsur pengendalian untuk mendeteksi adanya kelemahan pengendalian yang memerlukan perbaikan.
Lakukan pengujian terbatas atas pelaksanaan tugas/fungsi, program/kegiatan, serta pengendalian yang dilaksanakan.
Dari hasil pengujian atas pelaksanaan pengendalian (test of control), simpulkan tingkat efektivitas pengendalian dan tentukan area dari kelemahan pengendalian yang memerlukan pendalaman/pengujian lanjutan
Buat kesimpulan atas hasil pengujian pengendalian internal dan tuangkan ke dalam Kertas Kerja Audit.
Langkah Penilaian SPI :
(1) Melakukan penilaian atas sistem pengendalian intern atas 8 unsur pengendalian dengan menggunakan Internal Control Questionaire (Daftar Pertanyaan Pengendalian) /Terlampir
(2) Melakukan pengujian atas masing-masing unsur pengendalian untuk mendeteksi adanya kelemahan pengendalian yang memerlukan perbaikan.
(3) Lakukan pengujian terbatas atas pelaksanaan tugas/fungsi, program/kegiatan, serta pengendalian yang dilaksanakan.
(4) Dari hasil pengujian atas pelaksanaan pengendalian (test of control), simpulkan tingkat efektivitas pengendalian dan tentukan area dari kelemahan pengendalian yang memerlukan pendalaman/pengujian lanjutan
(5) Buat kesimpulan atas hasil pengujian pengendalian internal dan tuangkan ke dalam Kertas Kerja Audit.
1-2-3-4-5
5-4-3-2-1
3-2-1-4-5
2-3--4-5-1
bertujuan untuk mendapatkan bukti yang cukup, guna mendukung simpulan pada tahap pengujian pengendalian manajemen. Bukti yang diperoleh diikhtisarkan dalam kertas kerja audit yang cukup, untuk mendukung kesimpulan laporan hasil audit. Tahap ini terbagi dua; pengembangan temuan dan pelaporan hasil audit. Internal untuk meyakini kekuatan atau kelemahan sistem yang ada. Pada tahap ini diharapkan dapat ditemukan/dikenali kelemahan/penyimpangan yang cukup signifikan, sehingga memerlukan pendalaman audit (temuan potensial).
Tahap Penyusunan Rencana
Tahap Pengujian SPI
Tahap Survei Pendahuluan
Tahap Audit Lanjutan
Tahap audit lanjutan paling tidak meliputi lingkup sebagai berikut:
Audit Atas Pengelolaan Keuangan
Audit Atas Tugas Pokok Dan Fungsi
Audit Atas Pengelolaan Sarana dan Prasarana
Tahap Pelaporan
Tahap Penilaian
Laporan hasil audit merupakan hasil akhir dari proses audit. Laporan hasil audit berguna antara lain untuk:
Menjadi bahan untuk melakukan tindakan perbaikan bagi auditi dan instansi terkait; dan
Mengkomunikasikan hasil audit kepada auditi dan pihak lain yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan
Menghindari kesalahpahaman atas hasil audit;
Memudahkan pemantauan tindak lanjut untuk menentukan pengaruh tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan.
Menindaklanjuti kesalahpahaman atas hasil audit;
Untuk memperoleh simpulan yang diharapkan dari hasil audit atas pengelolaan sarana dan prasarana unit kerja yang diaudit, maka diperlukan beberapa pengujian sebagai berikut:
Pengujian terhadap rencana pengadaan barang/jasa dan Pengujian terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Pengujian terhadap penyimpanan dan pemeliharaan BMN dan Pengujian terhadap pemanfaatan BMN.
Pengujian terhadap pencatatan dan pelaporan BMN dan Pengujian terhadap penghapusan, pemindahtanganan dan penyewaan BMN.
Perencanaan terhadap pencatatan dan pelaporan BMN.
dan tindak lanjut terhadap penghapusan, pemindahtanganan dan penyewaan BMN.
Tujuan Audit Atas Pengelolaan Sarana dan Prasarana :
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tugas pokok dan fungsi unit kerja di lingkungan Unit Kerja telah direncanakan dan dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif, serta mencakup pula ketaatan terhadap peraturan perundangan dan kewajaran pertanggungjawaban keuangannya (3E dan 2K)
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa sarana dan prasarana kerja telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa pelaporan keuangan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta penggunaan dana dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif (2K dan 3E) untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.
Tujuan Audit Atas Pengelolaan Keuangan :
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tugas pokok dan fungsi unit kerja di lingkungan Unit Kerja telah direncanakan dan dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif, serta mencakup pula ketaatan terhadap peraturan perundangan dan kewajaran pertanggungjawaban keuangannya (3E dan 2K)
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa sarana dan prasarana kerja telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa pelaporan keuangan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta penggunaan dana dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif (2K dan 3E) untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.
Tujuan Audit Atas Tugas Pokok Dan Fungsi :
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tugas pokok dan fungsi unit kerja di lingkungan Unit Kerja telah direncanakan dan dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif, serta mencakup pula ketaatan terhadap peraturan perundangan dan kewajaran pertanggungjawaban keuangannya (3E dan 2K)
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa sarana dan prasarana kerja telah dikelola sesuai dengan peraturan perundangan dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa pelaporan keuangan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta penggunaan dana dilaksanakan secara ekonomis, efisien dan efektif (2K dan 3E) untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.
Untuk memperoleh simpulan yang diharapkan dari hasil audit atas tugas pokok dan fungsi unit kerja yang diaudit, maka diperlukan beberapa pengujian/penilaian sebagai berikut
Pengujian terhadap pelaksanaan Struktur Pengendalian Internal
Pengujian terhadap struktur organisasi, uraian tugas dan wewenang.
Pengujian terhadap pelaksanaan rencana program/kegiatan,
Pengujian terhadap kriteria/tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program/kegiatan.
Pengujian terhadap koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program/kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan
