WorksheetsTropik Infeksi
Total questions: 32
Worksheet time: 24mins
Infeksi Oportunistik yang sering muncul pada ODHA adalah
HZV
Lymphoma
MAC
TB
PCP
Pencegahan penularan HIV dari ibu dengan ODHA ke bayinya adalah ...
Terapi ARV pada ibu sebelum tindakan
ASI ditambah susu formula agar nutrisi bayi mencukupi
ARV segera diberikan pada ibu dengan HIV segera setelah terdiagnosa
Persalinan dengan operasi
Imunisasi pada bayi menunggu status bayi
Diagnosis HIV sesuai pedoman Kemenkes dilakukan dengan pemeriksaan ..
CD4
RT PCR
Determinan tes
VCT
ECLIA
Berikut yang termasuk dalam HIV stadium 2 adalah :
Limfadenopati generalisata
TB Paru
Sarkoma Kaposi
Papular pruritus eruption
Penurunan berat badan > 10%
Pencegahan penularan HIV pada ibu hamil yang termasuk dalam Prong 2 adalah
Mencegah wanita usia subur tertular HIV
Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada wanita usia subur dengan HIV
Mencegah penularan dari ibu hamil dengen HIV ke bayinya
Mencegah bayi menderita sakit berat
Persalinan dengan SC dan profilaksis pada bayi
Seorang wanita, sedang hamil 4-8 minggu dan baru terdiagnosa HIV. Tindakan apa yang dilakukan selanjutnya ...
Terapi ARV TDF+3TC+EFV
Mencari infeksi oportunistik sebelum mulai ARV
Cek CD4
Pemeriksaan data dasar laboratorium yaitu DL, Ur Creat
Konseling untuk pasangannya
Laki-laki, 25 tahun, diketahui HIV + karena keluhan demam sumer satu bulan, batuk jarang. Sudah membawa hasil rontgen seperti ini, apa yang dilakukan ?
Terapi ARV TDF + 3TC + EFV
Terapi OAT Kategori 1
Terapi OAT Kategori 2
TCM
cek LED, BTA, CD4
Fase parasit malaria yang ada di air liur nyamuk yang bisa menginfeksi manusia adalah
Sporozoit
Merozoit
Erythrocytic
Hepatosit
Gametosit
Fase parasit yang dapat masuk ke tubuh nyamuk untuk perkembangbiakan parasit di nyamuk selanjutnya adalah :
Sporozoit
Merozoit
Hypnozoit
Erythrocytic
Gametocyte
Trias malaria adalah ...
Menggigil - panas - berkeringat
menggigil - berkeringat - demam
Demam - menggigil - keringat dingin
Demam - gejala GIT - berkeringat
Demam - menggigil - dermatitis
Relapse pada malaria akibat adanya hypnozoit parasit di liver terutama spesies ..
Plasmodium falciparum
Plasmodium vivax
Plasmodium ovale
Plasmodium malariae
Plasmodium knowlesi
Tn. Badu, 40 tahun, baru kembali dari pulau Alor NTT. mengeluh sakit kepala dan sesak. Napas 34x/menit Kussmaull. Saturasi Oksigen 98%. Pemeriksaan hapusan darah didapatkan gambaran double ring form. Pemeriksaan lab terdapat Hb 4,5 g/dL. Creatinin 3,5 mg/dL.
Terapi apa yang diberikan :
DHP 4 tab hari ke 1-3 dan Primakuin hari ke 1
DHP 4 tab hari 1-3 dan Primakuin hari ke 1-14
Kina 3x3 tab; doksisiklin 2x100 mg dan Tetrasiklin 4x250 mg
Kina infus 20 mg/kgBB dalam 4 jam pertama
Artesunate injeksi 2,4 mg/kgBB pada jam ke 0, 12, 24
ny. Wid usia 34 tahun, sedang hamil, setelah berpergian dari Manokwari mengeluh demam, dan dilakukan pemeriksaan malaria Pl falciparum positif. Terapi untuknya adalah :
Kina tab + Clindamycin + Primakuin
Kina tab + Doxycyclin + Primakuin
Kina tab + Clindamycin
ACT tab
ACT tab + Primakuin
Tn. Boy telah mendapat anti malaria, setelah pemeriksaan didapatkan derajat parasitemia awal 2 %. Pemeriksaan parasitemia hari ke 3 derajat parasitemia menjadi 1%.
Kondisi ini disebut
Low grade R1 resistance
High Grade R2 resistance
R3 resistance
Rekrudesensi
Relapse
Sdr Deni/ 18 tahun. Demam 5 hari, linu2 dan nyeri ulu hati dan lemas. Telah dilakukan pemeriksaan RT PCR covid negatif. Pemeriksaan fisik didapatkan akral dingin, TD 90/palp, nadi 110x menit reguler lemah. pasien masih sadar hanya lemas. BAK terakhir 8 jam sebelum MRS dan pekat. Ig M dengue positif, trombosit 25.000 mm3 .
Apa yang harus diberikan ?
Oksigen kanul, Kristaloid 10-20 cc/kg observasi 20 menit
Oksigen kanul, Kristaloid 10-20 cc/kg observasi 60 menit
Koloid 10-20 cc/kg dalam 20 menit
Transfusi FFP 10 cc/kgBB
Oksigenasi NRBM, Kristaloid 30-40 cc/kg observes 20 menit
Nanda/ 20 tahun demam hari ke 3, nyeri ulu hati, linu-liu dan telah diperiksakan serologi dengue oleh dokter. Hasilnya IgM +, IgG +. Disebut dengan apakah kondisi Nanda ?
Reinfection dengue
Heterologue secondary infection
Coinfection dengue
Primary infection
Severe dengue
Pak mastur, mengeluh meriang dan hidung buntu sejak 5 hari sebelumnya. Saat ini ada diare 3x. Badan lemas. Dalam keluarga terdapat anaknya yang sempat mengalami keluhan yang sama terapi sudah membaik kondisinya. Pak mastur merupakan pasien Diabetes yang terkontrol dengan insulin.
Apa yang harus kita lakukan terhadap pak Mastur ?
cek DL
cek DL, rapid Ab Covid
cek DL, rapid Ab covid, CXR
cek DL, rapid Ag covid, CXR
cek DL, swab PCR, CXR
Pak Mastur telah dilakukan pemeriksaan swab PCR Covid dengan hasil negatif pada 1 hari yang lalu. Masih ada keluhan dan sudah membawa hasil CXR sbb. Apa yang harus kita lakukan ?
Swab ulang PCR
Terapi anti viral Covid
Terapi Heparin
Terapi Azithromycin dan multivitamin
Terapi antiviral + Azithromycin + multivitamin
Apa yang harus dilakukan keluarga pak Mastur ?
Isolasi mandiri
isolasi mandiri dan swab Antigen segera
isolasi mandiri, pantau gejala, bila ada gejala, swab Ag
isolasi mandiri, pantau gejala, bila ada gejala, swab PCR
minum profilaksis oseltamivir
Seorang laki-laki berusia 20th, dibawa ke IGD krn penurunan kesadaran. Keluhan didahului demam 5 hari, disertai nyeri kepala, nyeri sendi, mual, muntah, perdarahan gusi dan BAB hitam. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, nadi teraba lemah dan cepat, TD 90/70 mmHg, suhu 36C, akral dingin. Laboratorium Hb 9,5 g/dL. Leukosit 4200/mm3, trombosit 36.000/mm3. Pemeriksaan utk diagnosis ?
Tes fungsi ginjal
Widal
Apusan darah tebal
IgG dan IgM dengue
Tes fungsi liver
Laki-laki 17 tahun datang ke IGD Karena kaki tangan terasa dingin dan tampak gelisah. Riwayat demam tinggi sejak 5 hari yang lalu. Timbul bintik2 merah pada lengan sejak kemarin. Pasien sudah minum obat penurun panas, tetapi tetap demam tinggi. Perdarahan spontan pada hidung dan gusi. Dua minggu lalu, Tetangga Pasien meninggal dengan gejala sama. Pemeriksaan fisik TD 80/60 mmHg, denyut nadi 118x/mnt. RR 28x/mnt. Suhu 38,5C. Ptekiae pada fosa cubiti. Hb 14,2 g/dL, Hematokrit 42%, Leukosit 4000 trombosit 49.000. Terapi awal apakah ?
Kristaloid 10-20 ml/kgBB/jam
Koloid 30-50 ml/kgBB/jam
Koloid 10-20 ml/kgBB/jam
Kristaloid 5-10 ml/kgBB/jam
Kristaloid 30-50 ml/kgBB/jam
Laki-laki 22 tahun datang ke IGD Karena keluhan Keluar darah dari hidung tiba2. Riwayat demam tinggi sejak 6 hari yang lalu selama 3 hari terus-menerus, disertai mual, sakit kepala, badan pegal. Tidak ada batuk pilek. Pemeriksaan fisik TD 80/50 mmHg, Suhu 36,5C. Nyeri tekan epigastrium. Akral dingin. Ptekiae pada fosa cubiti dan kakinya. Hematokrit 55%, trombosit 45.000. Diagnosis apakah ?
DHF Grade 3
DHF Grade 2
DHF Grade 1
DHF Grade 4
Dengue Fever
Perempuan 22 tahun datang ke IGD Karena keluhan Keluar darah dari hidung dan gusi tiba2 sejak kemarin. Sebelumnya sudah demam 5 hari disertai nyeri seluruh badan. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, Nadi 110x/mnt. RR 28x/mnt. Suhu 38,5C. Ptekiae pada fosa cubiti dan kakinya. trombosit 15.000. Jenis transfusi apa yang diusulkan ?
Cryoprecipitate
PRC
Thrombocyte concentrate
FFP
WB
Seorang wisatawan sedang berkunjung ke daerah pegunungan. dua hari kemudian mengeluh BAB encer dan banyak. Kemudian feces berubah menjadi cair dan bergumpal-gumpal putih bila mengendap. Disertai gelala muntah sebelum diare.
Bakteri apakah yang kemungkinan menjadi penyebabnya ?
Staphylococcus aureus
Clostridium tetani
Vibrio cholera
Eschericia coli
Shigellosis
Seorang wanita hamil 36 minggu didiagnosa demam Tifoid. pilihan terapi yang dapat diberikan adalah :
Ciprofloxacin 2x500 mg
Ceftriaxone 2x1 g iv
Levofloxacin 1x750 mg
Chloramphenicol 4x500 mg
Cotrimoxazole 2x480 mg
Pilihan terapi definitif Leptospirosis ringan adalah
Doksisiklin 200 mg/ minggu
Doksisiklin 2x100 mg tab
Penicillin G 2x1,5 juta IU
Amoksisilin 4x1 gr tab
Clindamycin 3x300 mg kap
Berikut adalah pemeriksaan swab RT-PCR yang tepat (sesuai pedoman Kemenkes Revisi 5) :
Dilakukan swab hari ke 1 dan ke 2 pada pasien rawat inap
Semua kontak erat wajib dilakukan swab PCR
Cukup dilakukan 1x swab PCR untuk menegakkan diagnosis
Pemeriksaan PCR ulangan/ follow up dilakukan pada pasien gejala berat dan kritis
Pemeriksaan PCR ulangan dilakukan terhadap pasien rawat inap
Pilihan terapi untuk Covid19 derajat ringan adalah :
Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari
Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari dan kombinasi Oseltamivir 2x150 mg selama 5 hari
Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari dan kombinasi Favipiravir loading dose 2x200 mg hari ke1-5
Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari dan kombinasi Oseltamivir 2x75 mg selama 14 hari
Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari dan kombinasi Favipiravir loading dose 2x1600 mg hari ke1 dilanjut 2x600 mg hari ke 2-5
Pilihan terapi farmakologis kasus konfirmasi Covid19 tanpa gejala (asimptomatik) adalah ...
Oseltamivir 2x75 mg; Multivitamin C, B, E dan Zink selama 7 hari
Azithromycin 1x500 mg; Multivitamin C, B, E, D dan Zinc
Vit C non acidic 500mg/6-8 jam oral, kombinasi vit B, vit D 1000-5000 IU/hari
Acyclovir 2x500 mg; Multivitamin C, B, E dan Zink selama 7 hari
Vit C 3x500 mg, vit B 3x1, vit D 1x400 IU selama 5 hari
Salah satu kriteria kasus probable Covid19 adalah :
Demam > 38 C selama lebih dari 14 hari
Demam > 38 C disertai gambaran radiologis pneumonia viral
Demam > 38 C dan riwayat kontak klaster Keluarga
Demam > 38 C disertai gelala lain seperti hidung buntu dan diare
Demam > 38 C disertai riwayat bekerja di RS rujukan Covid
Vaksin Covid19 yang diberikan kepada tenaga Medis adalah jenis vaksin ..
DNA dan RNA
Live attenuated
Inactivated
Subunit
Viral Vector
Vaksin Covid19 yang berisi virus yang tidak berbahaya, sehingga diharapkan dapat mentransfer gen virus agar terbentuk response imun lebih kuat adalah jenis vaksin ... dan contohnya ...
DNA-RNA, contoh Moderna
Live attenuated, contoh Codagenix
Inactivated, contoh Sinopharm
Sub-unit, contoh Novavax
Viral vector, contoh Astra Zeneca
