WorksheetsLatihan CBT Anestesi
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Wanita 63 tahun dengan komorbiditas diabetes mellitus dan hipertensi menjalani pembedahan carcinoma paru. Pasca bedah memerlukan ventilasi mekanik dan pemeriksaan gas darah menunjukkan PaO2/FiO2 ratio 260. Hari pertama pasca bedah dilakukan penyapihan dari respirator dan dilakukan terapi okigen FiO2 30%. Pasien diberi nicardipine karena hipertensinya. Beberapa saat kemudian pasien sesak yang makin berat , pemeriksaan gas darah menunjukkan PaO2/FiO2 ratio 90 dan hemodinamik tidak stabil, pasien diintubasi dan ventilasi mekanik. Auscultasi paru2 bersih, tanda2 sepsis tidak ada, foto thorax tidak ada perubahan dibanding prabedah. EKG tidak ada tanda iskemia. Karena tidak ada kausa yang jelas, pasien didiagnosa hypoxic pulmonary vasoconstriction. Penyebab hypoxic pulmonary vasoconstriction adalah :
Saturasi oksigen di arteri pulmonalis
Saturasi oksigen di vena pulmonalis
Tekanan partial oksigen di alveoli
Tekanan partial oksigen di vena pulmonalis
Tekanan partial oksigen di arteri pulmonalis
Wanita 68 tahun menjalani pembedahan ‘total knee replacement’ dengan anestesi epidural. Setelah pemberian bupivacaine 0.5% sebanyak 15 ml penderita mengeluh pusing disusul penurunan kesadaran dan nadi carotis tidak teraba. Setelah dilakukan resusitasi kardiopulmoner, obat spesifik yang harus segera diberikan sesuai skenario kejadian tersebut adalah :
Intralipid 20% 1.5ml/kg berat badan diikuti 0.15 ml/kg/menit dilanjutkan sampai 10 menit setelah sirkulasi stabil
Intralipid 10% 2.5 ml/kg berat badan diikuti 0.1 ml/kg/menit dilanjutkan sampai 90 menit setelah sirkulasi stabil
Intralipid 10% 1.5 ml/kg berat badan dikuti 0.25 ml/kg/menit dilanjutkan sampai 60 menit setelah sirkulasi stabil
Intralipid 20% 1.0 ml/kg berat badan diikuti 0.5 ml/kg/menit dilanjutkan sampai 30 menit setelah sirkulasi stabil
Intralipid 20% 1.5 ml/kg berat badan diikuti 0.25 ml/kg/menit dilanjutkan sampai 10 menit setelah sirkulasi stabil.
Pria 38 tahun mengalami traumatic brain injury dilakukan evakuasi subdural hematoma. Pasca bedah tekanan darah 140/90 , nadi 48/menit , tekanan intracranial 25 mmHg. Dilakukan peningkatan minute volume dari pengaturan ventilasi mekanik. Perubahan fisiologis berkaitan dengan pengaturan ventilasi mekanik yang baru tersebut adalah :
Peningkatan nadi
Pengurangan edema otak
Penurunan tekanan ‘cerebrospinal fluid’
Vasokonstriksi cerebral
Vasodelatasi cerebral
Wanita 30 tahun dengan BMI 34 mengalami aspirasi isi lambung pada waktu induksi anestesi. 5 hari setelah dirawat di ICU, pasien didiagnosa ARDS. Mekanisme yang sesuai untuk timbulnya edema paru pada pasien ini adalah :
Penurunan tekanan onkotik kapiler paru
Peningkatan permiabilitas kapiler paru
Penurunan tekanan interstitial jaringan paru
Penurunan drainase sistim limfatis
Peningkatan tekanan hidrostatis kapiler paru akibat cairan infus
Wanita 32 tahun dengan riwayat penyakit Diabetes Mellitus tipe 1 dibawa ke ruang resusitasi Unit Gawat Darurat karena kesadaran menurun dan gangguan pernafasan. Hasil pemeriksaan kimia darah sebagai berikut ,
Anion gap kasus ini adalah :
18 mmol/L
20 mmol/L
22 mmol/L
24 mmol/L
26 mmol/L
Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid haemorrhage. Terapi yang dianjurkan untuk mencegah deficit neurologis akibat iskemia karena vasospasme cerebral adalah :
Verapamil
Nimodipine
Nicardipine
Amlodipine
Nifedipine
Preoksigenasi sebelum induksi anestesi akan memperlambat onset hipoksia selama periode apnea. Mekanisme yang menjelaskan hal tersebut adalah :
Preoksigenasi akan menurunkan fraksi shunt intrapulmonal
Preoksigenasi akan meningkatkan saturasi oksigen perifer
Preoksigenasi akan meningkatkan oksigen yang larut di darah
Preoksigenasi akan meningkatkan fraksi inspirasi oksigen
Preoksigenasi akan menggantikan nitrogen di FRC
Wanita 29 tahun direncanakan pembedahan darurat karena kehamilan ectopic terganggu. Tekanan darah arteri 110/80 , nadi 90/menit , perfusi hangat kering. Obat anestesi yang tidak dianjurkan untuk pasien ini adalah :
Succinyl choline
Ketamin
Propofol
Thiopental
Isoflurane
Primigravida melahirkan secara spontan pada usia gestasi 35 minggu. Bidan yang menolong menyatakan bayi seperti tersedak dan batuk setiap diberi susu. Bayi ternyata menderita tracheoesophageal fistle. Bagaimana anatomi yang paling sering pada kelainan tersebut ?
Segmen ata dan segmen bawah berhubungan dan ada fistle dari esophagus bagian bawah
Segmen atas esophagus berhubungan dengan bagian distal trachea dan segmen bawah berhubungan dengan carina
Baik segmen atas maupun semen bawah buntu
Segmen atas esophagus berhubungan dengan trachea dan segmen bawah buntu
Segmen atas esophagus berupa kantung dan segmen bawah esophagus berhubungan dengan trachea
Wanita 45 tahun akan dilakukan pembedahan cholecystectomy laparoskopik. Direncanakan anestesi umum , induksi intravena dan rumatan anestesi inhalasi. Untuk mencegah pasien menyadari situasi selama tindakan, maka perlu pemantauan :
Late cortical evoked response
Sinyal EEG 2 channel
Kontraktilitas ‘lower esophagus’
Minimum alveolar concentration dari obat anestesi inhalasi
Isolated forearm technique
Anda merencanakan penelitian 2 obat pelumpuh otot non-deparisasi untuk membandingkan kecepatan pemulihan dari pengaruh obat pelumpuh otot tersebut. Pemantauan yang tepat untuk tujuan penelitian tersebut adalah :
Nervus facialis dan musculus orbicularis oris
Nervus peroneus communis dan musculus extensor hallucis longus
Nervus tibialis dan musculus abductor hallucis
Nervus facialis dan musculus orbicularis occuli
Nervus ulnaris dan musculus adductor pollicis
Wanita 30 tahun direncanakan pembedahan laparotomy urgent. Anamnesa didapatkan riwayat keluarga dengan succinylcholine apnea, oleh sebab itu induksi dilakukan dengan propofol dan rocuronium (dosis intubasi). Ternyata terjadi penyulit ‘difficult intubation’. Tindakan reversal dari pelumpuh otot yang tepat adalah :
Edrophonium 0.1 mg/kg berat badan intravena
Sugammadex 16 mg/kg berat badan intravena
Sugammadex 4 mg/kg berat badan intravena
Neostigmine 0.1 mg/kg berat badan dan atropine sulfat 0.05 mg/kg berat badan
Neostigmine 0.07 mg/kg berat badan dan atropine sulat 0.01 mg/kg berat badan
Anak usia 4 tahun dengan kelainan jantung kongenital Tetralogy of Fallot mengalami hypercyanotic spell. Terapi yang ditujukan untuk mengurangi right-to-left shunt adalah :
Diltiazem
Phenylephrine
Natrium bicarbonas
Labetolol
Sodium nitroprusside
Wanita 38 tahun dibawa ke neuro intensive care karena pusing yang mendadak, mual muntah dan kesadaran menurun yang bersifat transient, CT scan didapatkan subarachnoid haemorrhage luas. Hal yang tidak lazim dari diagnosis tersebut adalah :
Vasospasme cerebral
Tekanan intracranial biasanya normal
Dysrhythmia
Hydrocephalus
Hyponatremia
Wanita 55 tahun dengan recurrent nephrolithiasis dilakukan extracorporeal shock wave lithotrypsi (ESWL). Diperlukan sinkronisasi waktu antara shock wave dari ESWL dengan electrocardiogram agar tidak terjadi aritmia selama ESWL. Pedoman sinkronisasi tersebut adalah :
Shock wave dilakukan pada puncak gelombang T
Shock wave dilakukan 200milisecond setelah puncak gelombang R
Shock wave dilakukan 20 milisecond setelah puncak gelombang R
Shock wave dilakukan 100 milisecond setelah gelombang P
Shock wave bersamaan dengan gelombang P
Anak usia 2 tahun direncanakan pembedahan herniotomy inguinal secara laparoskopi. Induksi intravena dilanjutkan intubasi dengan ETT uncuffed ukuran 4.5 dan terdengar kebocoran udara di orofarings pada tekanan puncak inspirasi 20 cmH2O. Langkah berikutnya yang benar adalah :
Ganti dengan ETT yang lebih kecil uncuffed
Ganti dengan ETT yang lebih kecil cuffed
Ganti dengan ETT yang lebih besar cuffed
Ganti dengan ETT yang lebih besar uncuffed
Lanjutkan menggunakan ETT yang sudah terpasang
Wanita 60 tahun dilakukan pembedahan total hip replacement dengan anestesi umum. Penyakit penyerta mitral stenosis dengan ejection fraction normal. Saat induksi anestesi mengalami penurunan tekanan darah 70/40 dengan nadi 95/menit. Terapi untuk mengatasi hipotensi yang paling tepat adalah :
Ephedrine
Milrinone
Epinephrine
Phenylephrine
Dobutamine
Pria 68 tahun sedang dilakukan laparotomy eksploratif karena ileus obstruktif yang disebabkan carcinoid tumor di ileum. Mendadak terjadi bronkospasme yang menyebabkan tekanan puncak inspirasi dari 20 cmH2O meningkat menjadi 40 cmH2O, pasien hipotensi dan takikardi supraventrikuler. Terapi untuk kondisi tersebut adalah :
Calcitonin
Histamin
Somatostatin
Dexamethasone
Serotonin
Seorang wanita usia 75 tahun datang ke IGD didiagnosa open fraktur digiti 4 pedis dextra akibat tertimpa benda tumpul. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 185/100 mmHg, nadi 55-65x/menit irreguler. Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan riwayat transplantasi ginjal. Pemeriksaan laboratorium dan faal hemostasis dalam batas normal. Pemeriksaan X-ray dada didapatkan kardiomegali dengan CTR 65%. EKG didapatkan irama AF slow response. Pasien direncanakan untuk tindakan debridement dan pinning. Jenis anestesi yang tepat untuk pasien tersebut diatas adalah ?
Anestesi umum inhalasi masker
Peripheral nerve block
Anestesi umum TIVA
Subarachnoid block
Epidural block
Pria 81 tahun direncanakan pembedahan fraktur radius dan ulna distal kanan. Penyakit penyerta COPD tergantung pada oksigen 2 liter/menit, hipertensi , diabetes dan pernah dipasang stent untuk penyakit jantung koroner setahun yang lalu. Anestesi direncanakan blok saraf perifer. Pilihan yang tepat untuk anestesi blok saraf perifer adalah :
Superficial cervical plexus block + intercostal brachial nerve block
Axillary brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Supraclavicular brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Infraclavicular brachial nerve block + intercostal brachial nerve block
Interscalene brachial plexus block + intercostal brachial nerve block
Anda melakukan blok saraf perifer plexus brachialis pendekatan axillaris dengan bantuan USG dan nerve stimulator. Ujung jarum tampak di posterior arteri axillaris, jika dilakukan stimulasi Nampak pergerakan tangan supinasi. Berarti ujung jarum berada di cabang saraf dari plexus brachialis :
N. musculocutaneus
N. radialis
N. intercostalis
N. ulnaris
N. infraclavicularis
Pria 56 tahun datang ke klinik nyeri dengan keluhan nyeri , rasa tidak nyaman dan kesemutan di pantat kanan sampai tungkai kanan. Pasien didiagnosis sindroma piriformis akibat penjepitan saraf :
Obturator
Sciatic
Inguinalis
Saphenous
Femoralis
Pria 67 tahun dengan penyakit penyerta hipertensi yang sulit dikontrol memerlukan pembedahan laparotomi ileus obstruktif. Terapi yang tidak sesuai untuk mengatasi gejolak tekanan darah saat intubasi adalah :
Anestesi topical jalan nafas dengan obat anestesi local lidocaine
Anestesi inhalasi dalam dengan obat anestesi inhalasi poten
Pemberian lidocaine 0.25-0.5 mg/kg berat badan intravena
Pemberian esmolol 0.3-1.5 mg/kg berat badan intravena
Bolus intravena fentanyl 2.5-5 microgram/kg berat badan
Seorang Pasien bayi 8 bulan akan menjalani operasi laparatomi karena ileus. Satu jam setelah induksi anestesia, laju nadi cenderung makin turun. Dari monitor tampak suhu tubuhnya (nasofaring) 34°C. Pada pasien ini, untuk mencegah hipotermia perioperatif, tindakan yang paling tepat terkait mekanisme “heat loss” yang tersering adalah:
Menghangatkan cairan infus
Memasang blower udara hangat
Membungkus bayi dengan plastik (space blanket)
Menyelimuti ke-4 ekstremitas dan kepala pasien
Menghangatkan ruang operasi
Seorang laki laki 68 tahun akan dilakukan operasi amputasi akibat acut limb ischemic. Pasien telah diberikan therapi warfarin selama lebih dari 1 bulan. Pada pasien yang menggunakan warfarin dan akan dilakukan operasi, hal apa yang harus dilakukan preoperative?
Dilakukan brodging therapy menggunakan lovenox
Dilakukan bridging therpay menggunakan clopidogrel dan aspirin
Dilakukan bridging therapy menggunakan clopidogrel
Dilakukan bridging therpay menggunakan heparin
Dilakukan bridging therapy menggunakan aspirin
