WorksheetsUjian Sekolah Peminatan Sastra Indonesia
Total questions: 40
Worksheet time: 2hrs 18mins
Penerimaan
Karya: Chairil Anwar
(1) Kalau kamu mau kuterima kau kembali
(2) Dengan sepenuh hati
(3) Aku masih tetap sendiri
(4) Kutahu kau bukan yang dulu lagi
(5) Bak kembang sari sudah terbagi
Larik bermajas simile pada puisi tersebut ditunjukkan larik...
1
2
3
4
5
Teratai (Kepada Ki Hajar Dewantara)
Karya: Sanusi Pane
(1) Dalam kebun di tanah airku
(2) Tumbuh sekuntum bunga teratai
(3) Tersembunyi kembang indah permai
(4) Tiada terlihat orang yang lalu
(5) Akarnya tumbuh di hati dunia
Larik yang menyimbolkan sifat kepahlawanan Ki Hajar Dewantara terdapat pada larik...
1
2
3
4
5
Perhatikan kutipan novel berjudul Maryamah Karpov karya Andrea Hirata berikut
...
Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk minta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang melayu. sekaligus mandor mengabarkan peraturan maskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang takkan pernah naik pangkat.
Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor Djuasin karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Maskapai nan terhormat pula, serta menandatanganinya sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku, air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu, dan pada detik itu aku berjanji pada diriku sendiri, untuk menempatkan setiap Ayahku di atas nampan pualam, dan aku bersumpah, aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri mana pun, apa pun rintangannya, apa pun yang akan terjadi demi ayahku.
Watak Ayah dalam kutipan novel tersebut adalah...
Penurut dan pendiam
Pemaaf dan pendiam
Perasa dan Pendiam
Pemurung dan Pendiam
Penolong dan Pendiam
Perhatikan kutipan cerpen Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berikut!
...
Sepasang burung bangau melayang meniti angin, berputa-putar tinggi di langit. Tanpa sekali pun mengepak sayap, mereka mengapung berjam-jam lamanya. Suaranya melengking seperti keluhan panajang. Air. kedua unggas itu telah melayang beratus-ratus kilometer mencari genangan air. Telah lama mereka merindukan lumpur tempat mereka mencari mangsa: Katak, ikan, udang, atau serangga air lainnya.
Latar waktu dalam kutipan tersebut adalah musim...
panen
paceklik
kemarau
hujan
tanam
Cermati kutipan novel berjudul Sang Pemimpi karya Andrea Hirata berikut!
...
Di perjalanan aku tak banyak bicara karena hatiku ngilu mengenangkan nasib malang yang menimpa sepupu jauhku ini. Ayahku duduk di atas tumpukkan kopra, memalingkan wajahnya, tak sampai hati memandang Arai. Aku dan Arai duduk berdampingan di pojok truk yang terbanting-banting di atas jalan sepi berbatu-batu. Kami hanya diam, Arai adalah sebatang pohon kara di tengah padang karena tinggal ia sendiri dari satu garis keturunan keluarganya. Ayah ibunya merupakan anak-anak tunggal dari kakek neneknya dari kedua pihak prang tuanya juga telah tiada. orang melayu memberi julukan 'simpai keramat' untuk orang terakhir yang tersisa dari satu klan.
Aku mengamati Arai. kelihatan jelas kesusahan telah menderanya sepanjang hidup. Ia seusia denganku tapi tanpak lebih dewasa. sinar matanya jernih, polos sekali. Lalu tak dapat kutahankan air mataku mengalir. aku tak dapat mengerti bagaimana anak semuda itu menanggungkan cobaan demikian berat sebagai 'simpai keramat'.
Penyebab konflik dalam kutipan novel tersebut adalah...
Ayah dab Ibu Arai merupakan anak tunggal dari keturunannya
Arai menjadi 'simpai keramat' pada usianya yang masih muda
Ayah memalingkan wajah dari tatapan Arai
orang melayu memberi julukan 'simpai keramat' kepada tokoh Aku
Arai memiliki wajah tampan lebih dewasa daripada tokoh Aku
perhatikan kutipan novel berjudul Sang pemimpi karya Andrea Hirata berikut!
...
"Tak ada pengecualian! Tak ada kompromi, tak ada katebelence, dan tak ada akses istimewa untuk khianati aturan. inilah yang terjadi dengan bangsa ini, terlalu banyak kongkalikong!"
Dada Pak Mustar turun naik menahan marah, tapi Pak Balia terlanjur jengkel.
"Seharusnya Bapak bisa melihat tidak diterimanya anak Bapak sebagai peluang untuk menunjukkan pada khlayak bahwa kita konsisten mengelola sekolah ini, NEM minimal 42, titik! Tak ada tawar-menawar!"
Pidato itu disambut tepuk tangan para orang tua. jika wakil rakyat berwatak seperti Pak Belia maka republik ini tak akan pernah berkenalan dengan istilah studi banding. Namun akibatnya fatal, setelah kejadian itu, Pak Mustar berubah menjadi guru bertangan besi. Beliau menumpahkan kekesalannya kepada para siswa yang diterima
Akibat konflik yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah...
anak Pak Mustar mendapat akses istimewa diterima di sekolah tersebut
Pak Mustar dan Pak Belia mengadakkan studi banding terhadap jumlah NEM
pak Mustar menumpahkan kekesalannya kepada para murid yang diterima
anak Pak Mustar tidak diterima di sekolah tersebut karena NEM kurang
Pak Belia menjadi wakil rakyat yang memiliki sifat konsisten terhadap aturan
perhatikan kutipan tajuk rencana berikut!
Badai asap belum sepenuhnya berlalu. Musim panas diprediksi masih belanjut samapai bulan November. Hujan yang turun tiga hari, belum menjanjikan padamnya seluruh titip api. Artinya, sewaktu-waktu asap bisa mencemari udara lagi. Akan tetapi, kadang kita terlena dengan hilangnya asap, berkaca di tahun-tahun sebelumnya. perlawanan mereka dan pengawalan kita untuk mengawasi pemerintah dan aparat penegak hukum bekerja menumpas para mafia pembakar hutan melonggar.
perlawanan harus dilanjutkan saat kabut asap mulai mereda atau hilang sekalipun. perlawanan dapat dilakukan melalui media massa dan media sosial. terbukti euforia media massa dan media sisial dapat memfasilitasi perlawanan rakyat. Kedua media tersebut mampu menekan pemimpin bekerja secara tepat.
simpulan isi tajuk rencana tersebut adalah...
pemerintah melakukan peninjauan dan pertanggungjawaban terkait penanganan kabut asap
pemerintah mengakui bahwa bencana kabut asap tahun 2015 terparah sepanjang masa
kinerja pemerintah dan aparat menegak hukum tetap diawasi walaupun kabut asap mulai mereda
penyakit pernapasan yang diderita korban kabut asap tidak bisa digantikan dengan uang
rakyat senatiasa mengawal kebijakan pemerintah berkaitan dengan bencana kabut asap
Perhatikan Paragraf berikut!
perjalanan alam merupakan kegiatan menyenangkan sekaligus bermanfaat. salah satu manfaat dari kegiatan ini adalah banyak pelajaran yang di dapat dari alam. saat berjalan menyusuri rimba, melewati jurang terjal, mendaki puncak gunung, dan menyusuri sungai, menyadarkan kita akan adanya kehidupan lain di luar kehidpan kita sehari-hari. melakukan kegiatan di alam bebas juga sangat berguna dalam membentuk karakter seseorang untuk bekerja sama, memiliki tanggung jawab, peduli terhadap lingkungan hidup, dan peduli terhadap keselamatan.
kata ini dalam paragraf tersebut mengacu pada...
menyusuri rimba
kehidupan lain
karakter seseorang
lingkungan hidup
perjalanan alam
Perhatikan kedua puisi berikut!
Puisi 1
Lebih baik mati muda
jika usia menua kapan waktu
dan aku tak berani menulis puisi
dengan jendela yang dibuka lebar
melihat kenyataan diluar rumah
tentang kebusukan yang memerintah
tentang kesemenaan yang berkuasa
tentang korupsi yang memimpin
tentang penindasan hak asasi
lebih baik aku mati muda
Puisi 2
Di Tepi Pantai
Ombak berderai di tepi pantai,
Angin berembus lemah lembut.
Pundak kelapa melambai-lambai,
Di ruang angkasa awan bertabut.
Burung terbang melayang-layang,
serunai berlagu alangkah terang.
bersuka ria bersenang-senang,
lautan haru hijau terbentang.
perbedan gaya bahasa kedua puisi tersebut adalah...
puisi 1 menggunakan bahasa halus, sedangkan puisi 2 menggunakan ungkapan
puisi 1 menggunakan majas, sedangkan puisi 2 menggunakan bahasa sehari-hari
puisi 1 menggunakan bahasa lugas, sedangkan puisi 2 menggunakan bahasa populer
puisi 1 menggunakan bahasa resmi, sedangkan puisi 2 menggunakan bahasa populer
puisi 1 menggunakan ungkapan, sedangkan puisi 2 menggunakan bahasa melayu
Perhatikan kutipan novel berjudul Negeri 5 Menara karya A. Fuadi berikut!
...
kekesalan karena cita-citaku ditentang Amak ini berbenturan dengan rasa tidak tega melawan kehendak beliau. Kasih sayang Amak tak terperikan kepadaku dan adik-adik. Walau sibuk mengoreksi tugas kelasnya, beliau selalu menyediakan waktu; membaca buku, mendengar celotehan kami dan menemani belajar.
Belum pernah sebelumnya aku berbantah-bantahan melawan keinginan Amak sehebat ini. Selama ini aku anak penurut. Surga di bawah telapak kaki ibu, begitu kata Guru Madrasah mengingatkan keutamaan ibu. Tapi ide masuk madrasah meremas hatiku.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah...
memegang teguh mendirian demi mengejar cita-cita
bertanggung jawab terhadap masa depan diri sendiri
menuruti apa pun nasihat ibu demi kebaikan masa depan
sesibuk apa pun tetap meluangkan waktu demi menemani ibu
kasih sayang seorang ibu dapat membuat hidup anak bahagia
Perhatikan kutipan novel berjudul Rebung-rebung Karangetan karya Dandang A. Dahlan berikut!
...
sampai dua hari keluarga Suwoto menyebar bersembunyi di berbagai tempat. Sebagian besar dari mereka bersembunyi dan meminta perlindungan Mbah Kasno. Anehnya, mereka tidak berani mampir di rumah Mbah Kasno sekali pun tahu.
Suhadak sendiri baru sadar setelah terbaring di rumah sakit, ketika orang-orang masih saling mengancam. Desa Karangetan menjadi sepi. Suara azan terdengar sayup. Suara Mbah Muhadi terdengar lirih karena hanya beberapa orang yang ikut berjamaah dengannya. orang-orang tidak keluar dan mengikuti jamaah subuh, mereka takut terkena pukulan besar.
Hampir satu bulan permasalahan itu dibiarkan, tidak pernah dilaporkan ke tempat lurah dan kepolisian. Akhirnya, permusuhan itu mereda dengan sendirinya, sekalipun hati mereka penuh dendam.
Niali religi dalam kutipan novel tersebut...
meminta perlindungan kepada seseorang
menunaikan salat subuh dengan rasa takut
menunaikan salat subuh berjamaan di masjid
membiarkan masalah tanpa ada penyelesaian
mwnyimpan dendam atas perbuatan seseorang
Perbedaan pola penyajian tipografi kedua puisi tersebut adalah...
puisi 1 tipografi rapi, sedangkan puisi 2 tipografi zig-zag
puisi 1 tipografi zig-zag, sedangkan puisi 2 tipografi rapi
puisi 1 tipografi zig-zag, sedangkan puisi 2 tipografi tidak terarur
puisi 1 tipografi tidak teratur, sedangkan puisi 2 tipografi zig-zag
puisi 1 tipografi rapi, sedangkan puisi 2 tipografi tidak teratur
Perhatikan kutipan kedua karya sastra berikut!
Novel Lama (Halubalang Raja, Nur St. Iskandar)
sesampainya ke rumah gedang pula, mereka pun disambut oleh putri-putri dan dayang-dayang dengan ratap tangis yang riuh rendah bunyinya. Oleh karena itu pada malam itu jua tahulah sudah segala isi Kampung Hulu akan kehilangan Putri Ambun Suri yang tercinta itu. semalam-malam orang tidak tidur sekejap jua, gempar terkejut dan turun naik rumah gedang dengan pikiran kacau; sedih, termangu, gugup, dan heran akan peristiwa yang tiada di sangka-sangka.
Novel Baru (Jalan Menikung 2, Umar Kayam)
Rumah Tomi di kawasan Pondok Indah bertingkat dua. Di tingkat atas kamarnya tujuh buah, tiga kamar tidur, dan empat kamar untuk tamu yang datang menginap dengan anak-anaknya. selebihnya dalam rumah yang besar itu sebuah ruang makan yang besar, yang dipakai untuk pesta-pesta makan keluarga besar Sastrodarsono atau keluarga mitra bisnis, ruang tamu yang juga besar untuk segala keperluan pertemuan, baik untuk rapa-rapat bisnis maupun untuk pertemuan keluarga besar
perbedaan penyajian latar dalam kedua kutipan tersebut adalah...
Novel Lama penggambaran latar tempat masih tradisional, sedangkan novel baru penggambaran latar tempat sudah modern
novel lama penggambaran latar tempat sangat detai, sedangkan novel baru penggambaran latar tempat kurang jelas
novel lama penggambaran latar suasana masih kuno, sedangkan novel baru penggambaran latar suasana sudah modern
novel lama penggambaran latar waktu kurang detail, sedangkan novel baru penggambaran latar suasana kurang jelas
novel lama penggambaran latar budaya kurang jelas, sedangkan novel baru latar budaya kurang detail
Cermatilah gurindam berikut!
Keaiban orang jangan di buka
keaiban sendiri hendaklah sangka
maksud gurindam tersebut adalah...
tidak baik membicarakan keaiban orang lain di hadapan umum
tidak baik membuka kesalahan sendiri dan usahakan memperbaikinya
lebih baik mengoreksi diri sendiri daripada membicarakan kejelekan orang lain
hindarkan sifat ingin mengetahui kekurangan orang lain
kejelekan diri sendiri tidak pantas dibicarakan dengan orang lain
Cermati pantun berikut!
Pantun 1
jalan-jalan ke pasar bunga
beli sepatu berwarna biru
jika mau hadiah istimewa
tingkatkan dulu prestasimu
Pantun 2
Laju-laju perahu laju
laju sampai ke surabaya
boleh lupa kain dan baju
asal jangan lupa saya
perbedaan isi kedua pantun tersebut adalah...
pantun 1 berisikan imbauan untuk meraih kemenangan, sedangkan pantun 2 mengingatkan arti persahabatan
pantun 1 mengimbau agar kita berprestasi, sedangkan pantun 2 mengimbau kita agar membeli kain baju
pantun 1 berpesan agar kita berjalan-jalan, sednagkan pantun 2 agar kita berperahu ke Surabaya
pantun 1 berpesan agar kita pergi ke pasar bunga, sedangakan pantun 2 berpesan agar kita pergi ke Surabaya
Pantun 1 berpesan bila ke pasar membeli sepatu, sedangakan Pantun 2 berpesan bila bertamasya naik perahu
Perhatikan kutipan novel berjudul Negeri 5 Menara karya A. Fuadi berikut!
(1) setiap dia berteriak, kami menyalak balik dengan kata yang sama, man jadda wajada. Mantra ajaib berbahasa Arab ini bermakna tegas: "siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil!"
(2) Laki-laki ramping itu adalah Ustadz Salman, wali kelasku. Wajahnya lonjong kurus, sebagian besar dikuasai keningnya yang lebar. Bola matanya yang lincah memancarkan sinar kecerdasan. (3) Pas sekali dengan gerak kaki dan tangannya yang gesit ke setiap sudut kelas. sebuah dasi berwarna merah tua terikat rapi di leher kemeja putihnya yang licin. (4) Lipatan celana hitamnya berujung tajam seperti baru disetrika. (5) sepatu hitamnya bersol tebal dan berdetak-detak setiap dia berjalan di ubin kelas kami, seisi ruang kelas menjadi hening mendengar suara langkahnya.
Bukti latar dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan nomor...
1
2
3
4
5
Cermati kutipan novel Sang pemimpi karya Andrea Hirata berikut!
Dan kebetulan, Aku dan Arai berada di garda depan. Aku urutan ketiga, Arai Kelima. Adapaun Jimbron, mempersembahkan kursi 78 untuk Pendeta Geo. Biasanya acara pembagian rapor akan berakhir dengan acara maki-makian kasar orang tua pada anak-anaknya di bawah jajaran pohon bungur di depan aula tadi.
"Berani-beraninya kau dudukkan bapakmu di kursi nomor 147! Apa kerjamu di sekolah selama ini?"
"Bikin malu! semester depan kau cari orang lain untuk mengambil rapormu!"
Metode Pak Mustar memang keras, tapi efektif. Anak-anak yang dimaki bapaknya itu biasanya belajar jungkir balik dalam rangka memperkecil nomor kursinya. Mereka sadar bahwa muka bapaknya dipertaruhkan langsung di depan majlis.
Hubungan unsur intrinsik dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Alur berkaitan dengan perwatakan
amanat berkaitan dengan tema
latar berkaitan dengan konflik
perwatakan berkitan dengan tema
latar berkaitan dengan sudut pandang
Bacalah paragraf berikut!
kerusakan hutan yang terjadi memberi akibat nyata bagi kehidupan manusia. Sekarang orang merasakan begitu pentingnya menjaga dan memelihara hutan karena sering terjadi bencana akibat kecerobohan manusia. Hutan ditebang tanpa memikirkan dampak ketika hutan rusak. Kerusakan hutan yang terjadi memberi dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan sekitar.
tanggapan logis dalam paragraf tersebut adalah...
semakin lama hutan di indonesia akan habis
penebangan hutan dilakukan untuk keperluan rakyat
penanaman hutan kembali memerlukan waktu lama
hutan harus dilestarikan karena merupakan paru-paru dunia
Dunia akan menyalahkan Indonesia karena telah merusak hutan
Perhatikan ilustrasi berikut!
Rianti anak yang cantik dan pandai. Ia selalu berbuat baik kepada orang lain. Ia juga ramah dan murah senyum. apabila ada teman yang membutuhkan bantuan, ia dengan senang hati dan ikhlas menolong. Di sekolah rianti selalu menjadi [...] teman-temannya. Mereka sangat mengagumi sosok rianti.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi ilustrasi tersebut adalah...
buah pena
buah pikiran
buah tangan
buah bibir
buah karya
Perhatikan Kutipan puisi Karya D. Zawawi imron berikut!
Ku makin tak' mengerti
mengapa orang-orang [...]
jauh di batas gaib dan nyata
kabut harimau menyembah cahaya
kutarik napas dalam-dalam
dan kupejamkan mata
alangkah kecil dunia!
Kata lambang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah...
melempar-lempar sendok
melempar-lempar makanan
memukul-mukul perutnya
memukul-mukul gelasnya
menginjak-nginjak kain panjang
Perhatikan penggalan Puisi terjemahan dari Cien Soetos de Amor berikut!
.
.
Di Dalam Menara
Karya: Pablo Neruda
keindahan adalah peristiwa embun,
pada permulaan hari ia luruh
memisahkan
malam dari subuh
dan persembahan dinginnya
bertahan
dengan bimbang, menantikan ketajaman matahari
yang akan menggiringnya pada kematian
sulit dijelaskan
jika kita menutup mata atau jika malam membukakan
di dalam diri kita mata lain yang bercahaya
jika ia menggali ke dalam dinding mimpi kita
hingga suatu pintu terbuka.
tetapi mimpi
hanyalah pergantian pakaian dalam sekejap:
habis dalam satu debaran kegelapan
dan jatuh di kaki kita, beranjak
[...]
Kalimat bermajas tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah
begitu hari membaur dan berlayar bersama kita
begitu hari pergi dan merangkak bersama kita
begitu hari datang dan berlari bersama kita
begitu hari datang dan berlayar bersama kita
begitu hari membaur dan terbang bersama kita
perhatikan kutipan drama berikut!
Ani: (tampil dari belakang) Hei! Kau mau mencuri ya?
Pengemis; (cepat menarik tangan, menundukkan kepala)
Ani: Hampir tiap hari kau datang ke sini dan kuberi uang. tak habis pikir sekarang kau datang ke sini untuk mencuri!
Pengemis: Ampun, nona. Ampun
Ani: [....]
Pengemis: saya tidak akan menculi kalau saya punya uang untuk makan
Kalimat tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah...
Aku tidak akan lagi memberi uang
sudah ketahuan baru minta ampun
Mengapa masih di sini, sana keluar!
Ini uang untukmu jangan mencuri
moga-moga nona panjang umur
Perhatikan kutipan Novel rumpang berjudul Maryamah Karpov karya Andrea Hirata berikut!
.....
Aku bahkan tidak bisa memegangnya dengan benar. Namun, waktu biola itu kusampirkan di pundakku, aku disergap perasaan nyaman yang tak bisa kujelaskan. Nurmi tertawa melihat kaku sikapku. Tampak jelas aku dilahirkan memang bukan sebagai pemain biola. jemariku terlalu kasar untuk senar-senarnya yang halus. Telapak tanganku terlalu besar untuk stangnya yang rampiing. Daguku tak padan untuk disandarkan pada kelok pinggangnya nan elok. [...] sementara di pundakku, biola itu laksana benda asing yang terang-terangan memusuhiku.
Kalimat tepat untuk melengkapi kutipan novel tersebut adalah...
Biola berbunyi, napasku tertahan karena jerit suaranya lanngsung menerobos ke dalam jiwaku. Magis.
Nurmi mengatakan dengan menggesek sesuka hati itu, aku, tanpa sedikit pun kusadari baru saja mengambil nada G
seperti caraku melihat perahu, bagiku sekarang, biola adalah benda akustik dengan senar-senar yang tunduk pada aturan fisika
dengan pawainya ia membunyikan skala nada tiga oktaf dari senar terendah, senar pertama paling atas sampai senar paling bawah
Di pundak Nurmi, biola itu menyatu, bak bagian dari indranya, seperti kepanjangan anggota tubuhnya.
Cermati Pantun Berikut!
Kalau pergi ke kota Palu
singgahlah sebentar di Donggala
Kalau diri masih punya malu
[...]
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah...
kau tunggu aku untuk berbuka
janganlah pernah berkata dusta
kamu harus jangan berbicara
mulailah kamu menata suara
janganlah lupa memcuci muka
Berdasarkan bentuknya puisi di atas termasuk jenis puisi...
balada
soneta
modern
kontemporer
hymne
Cermati penggalan cerpen berjudul 'Mbok joh" Lebaran di Karet, di Karet karya Umar Kayam berikut!
(1) Buat seorang janda yang sudah terlalu tua untuk itu, apalah lagi yang dikehendaki selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup, (2) lagi pula anak tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar hidup berkecukupan tidak lagi berhubungan dengannya. (3) Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali. (4) Tidak apa, hiburnya. (5) Di rumah keluarga Mulyono ini, dia merasa mendapat semuanya. (6) Tetapi waktu dia mulai merasa renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu, (8) dan harga dirinya memberontak terhadap keadaan itu. (9) Diputuskannya untuk pulang ke desanya.
Sudut pandang pengarang pada penggalan cerpen tersebut adalah...
orang 1 pelaku utama
orang 1 pelaku sampingan
orang 3 serba tahu
orang 3 pelaku sampingan
orang 3 sebagi pengamat
Hatta maka berapa lamanya Masyhudulhak pun besarlah. Kalakian maka bertambah-tambah cerdiknya dan akalnya itu. Maka pada suatu hari adalah dua orang laki-istri berjalan. Maka sampailah ia kepada suatu sungai. Maka dicaharinya perahu hendak menyeberang, tiada dapat perahu itu. Maka dinantinya kalau-kalau ada orang lalu berperahu. itu pun tiada juga ada lalu perahu orang.
Berdasarkan karakteristik karya sastra, teks di atas termasuk jenis prosa fiksi...
bercerita tentang seputar istana
fabel
hikayat
mitos
legenda
Amati puisi berikut!
Hujan Bulan Juni
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Majas yang terdapat pada puisi tersebut adalah...
Metafora
personifikasi
sarkasme
simile
anitesis
Bacalah dengan cermat kutipan cerpen berjudul Wartawan itu menunggu panggilan karya Sapardi Djoko Damnono berikut!
seperti yang sudah seharusnya, pada hari baik itu saya mati. kata seorang sahabat dalam sebuah sajaknya yang mahaindah, kita semua ini turis yang dibelaki karcis dua jurusan. dan tentunya, piker saya, kita tidak boleh menyia-nyiakan tiket pulang itu. Saudara tahu, saya wartawan sebuah majalah berita.
sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang kedua
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku sampingan
bacalah kutipan cerpen berjudl seorang lelaki telungkup di kuburan berikut!
Ayah datang kepadaku! Aku berlari ke ruang tamu. Kulihat Ayah yang sedang mengamat-ngamati foto Hamzah yang di pegang oleh istriku di lemari pajangan. Farida dan Farah sedang membuka-buka album foto perkawinanku. Kunyalakan lampu ruang tamu. Tiba-tiba aku merasa bau ruang tamuku begitu sengit. Padahal, sebelumnya tak pernah tercium bau sesengit ini. Mungkin karena aku gentar bertemu dengan Ayah. Ayah orang yang sangat rapi. Ia akan ribut jika rumah kami berantakan, apalagi ruang tamu. Menurutnya, tamu harus diperlakukan sebaik-baiknya.
"Maaf, Yah! Keadaannya berantakan. Si Hamzah ngompol setiap saat dan aku lupa tidak menjemur sofa yang kena ompol." Kataku. Ayah terus saja menatap foto-foto cucunya.
"jangan cucuku disalah-salahkan!" katanya
Watak tokoh Ayah atau kakek pada cerpen tersebut yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah....
seorang anak malas menjaga kebersihan dan kerapihan
orang tua sering menyalahkan anaknya
Kakek yang lebih menyayangi cucu
seorang ayah tidak peduli kepada kerapihan dan kebersihan
Kakek sangat menyayangi cucu-cucunya
Cermati Kalimat-kalimat dari kutipan cerpen Juru Masak karya Damhuri Muhammad berikut!
(1) tanpa campur tangannya, keduri terasa hambar, sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu-bumbu tak diracik oleh tangan dingin lelaki itu
(2) begitulah pentingnya Makaji
(3) sejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar pesta, tak peduli apakah tuan rumah hajatan itu orang terpandang yang tamunya membludak atau orang biasa yang hanya sanggup menggelar syukuran seadanya
(4) Makaji tak pilih kasih, meski ia satu-satunya juru masak yang masih tersisa di Lareh Panjang
susunan yang tepat Kalimat-kalimat tersebut agar menjadi paragraf yang padu adalah...
1, 2, 3, 4
3, 2, 1, 4
2, 1, 3, 4
3, 1, 4, 2
4, 1, 3, 2
Perhatikan kata kunci berikut!
Hujan gerimis
kemarau panjang
terbuang
berdasarkan kata-kata tersebut, bait puisi yang sesuai adalah...
hujan gerimis pertama
sejak kemarau panjang
memberi sejumput asa
Dan keputusasaan pun terbang
hujan gerimis akhirnya datang
setelah kemarau begitu panjang
dan tanah-tanah petani dipindahkan
sejak gerimis datang
sedih petani terbuang
karena kemarau panjang
tak lagi menantang
tak ada yang lebih membahagiakan
ketika kemarau panjang
sawah ladang tak terbuang
harapan datang seiring gerimis hujan
Aduh, senangnya saat gerimis datang
menghapus kemarau panjang
menjadikan angin melayang
dan entah kemana terbuang
di tempat inilah terjadi peritiwa yang menyesatkan. namun Monang bertanggung jawab dan akan menikahinya. dan kenyataan lain, Ibu Monang telah menjodohkannya dengan gadis Batak pilihan ibunya. Monang sendiri tidak bisa menolaknya. Dia kawin dengan gadis pilihan ibunya. Sementara itu janin yang dikandung Manen mengalami kelainan, bati itu akan lahir cacat.
Unsur budaya dalam penggalan novel karya Marienne Katopo tersebut terdapat pada kalimat...
Monang akan mengawini manen
janin yang dikandung Menen mengalami kelainan
bayi Manen akan lahir cacat
Monang telah menyetujui gadis Batak pilihan Ibunya
orang tua memaksakan kehendak untuk mengawinkan anaknya
Bacalah kutipan drama berikut dengan seksama!
Lelaki: (Diam sejenak) "Samida, aku akan mencari penghidupan di negeri seberang."
Samida: (terkejut) "Kakak!"
Lelaki: (menatap samida) "sudah kuduga kalau kau akan terkejut dengan keputusan ini.
Samida: (terdiam sejenak, sedih) "sedikitpun tak terkira olehku kau akan membuat keputusan seperti itu. apakah kau tega akan meninggalkanku dan anak dalam perutku ini. Akankah senja akan ditutupi malam gelap?"
Lelaki: "ini untuk masa depan anak kita, Samida, agar anak kita dapat menatap pagi penuh harapan."
Samida: "tidak kak, jangan pergi!"
Lelaki: "keputusanku sudah bulat. ini memang sangat berat untuk kita."
Dialog yang mendukung tokoh lelaki sebagai suami yang bertanggung jawab pada keluarga adalah...
Diam sejenak
samida aku akan mencari penghidupan di negeri seberang
sudah kuduga kalau kau akan terkejut dengan keputusan ini
ini untuk masa depan anak kita, Samida, agar anak kita dapat menatap pagi penuh harapan
keputusanku sudah bulat, Samida, ini memang sangat berat untuk kita
Cermati kutipan cerpen berikut!
kedua laki-laki itu kira-kira sama besar, tapi yang satu lebih tua dari yang lain. Rambutnya pangkas pendek, mereka pakaian biru, yang tua pakai pea-jacket sedang yang muda turtle-neck sweeter biru. ketika mereka melenggang ke jalanan yang gelap itu, tapak kaki mereka dengan lantang bergema dari rumah-rumah kayu di situ. yang muda mulai bersiul: "Come On ToMe My Melancholy baby." Lantas dia terdiam saja. "kepingan lagu ini bisa hilang dari otakku. Sudah seharian begini, lagu ini."
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penggalan cerpen tersebut adalah...
mengungkapkan kegelisahan salah satu tokoh dengan mencoba membunuh rasa takutnya dengan menyanyikan lagu kesayangan
lemahnya pengarang merinci keadaan dan pelukisan tokoh pun tidak terlihat tajam, tidak menantang, taapi datar saja, sehingga cerita tidak menarik
cerita yang disajikan pengarang dapat menjadi pelajaran berharga bagaimana cara orang membunuh rasa takutnya dengan menyanyikan lagu yang disukai
pelukisan keadaan dan perwatakan tokoh berjalan dnegan sederhana dan antural, tidak membohongi pembaca dengan pelukisan tokoh yang muluk-muluk
kesepian yang mendalam yang mendera kedua tokoh mampu diberi lukisan pendukung seperti: tempat yang sunyi, gelap, dan rumah kayu
Senja di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
kalimat kritik yang tepat untuk bait puisi tersebut adalah...
penggunaan kata-kata kias membentuk makna mendalam kepada pembaca sehingga pembaca mudah memahaminya
kata-kata dalam puisi tersebut mampu menghadirkan makna yang dalam, tetapi ada kata yang tidak biasa kita jumpai di keseharian, yaitu akanan
penyair juga mencoba menggambarkan sebuah kebekuan perasaan dan jiwa dalam puisi ini melalui kata tanah dan air
Chairil Anwar adalah salah satu penyair yang tidak selalu terikat pada peraturan sehingga ia tidak memperhatikan bunyi
meskipun bahasa dalam puisi ini adalah bahasa percakapan sehari-hari , di balik kata-kata tersebut memberikan makna kias
Cermati Paragraf dari novel berjudul Layar Terkembang berikut!
Raden Wiriaatmadja memiliki dua orang anak gadis yang sifatnya sangat berbeda, yaitu Tuti dan Maria. Anak pertamanya, Tuti, adalah seorang gadis yang pembawaannya selalu serius sehingga gadis itu cenderung pendiam. Namun, ia snagat berpendirian teguh dan aktif dalam berbagai organisasi wanita. ia bahkan aktif dalam memberikan orasi-orasi tentang persamaan hak kaum wanita. Pada saat itu, semangat kaum wanita sedang bergelora sehingga mereka mulai menuntut persamaan dengan kaum pria. Anak keduanya adalah Maria. ia memiliki sifat yang lincah, sangat periang dan berbicara ceplas-ceplos. Ia sangat mudah bergaul dan hidupnya selalu penuh dengan keceriaan. itulah sebabnya semua orang yang berada di dekatnya pasti akan menyenangi kehadirannya.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan teks di atas adalah...
sajian ceritanya kurang menarik dan tidak menantang karena tokoh yang dimunculkan adalah seorang wanita, yang diketahui seorang yang berjiwa lemah
karya ini memperlihatkan bahwa untuk menjadi seorang wanita yang aktif dalam berkegiatan sosial harus seorang yang lincah dan menarik
Maria dan Tuti ditampilkan sebagai dua tokoh yang berpenampilan menarik dan memikat para pembaca cerita ini karena selalu dipuja kecantikannya
tokoh-tokoh dalam cerita adalah tokoh-tokoh yang dipaksakan muncul karena harus ditampilkan kewanitaan dalam berbagai aktivitas
tokoh dalam cerita, yaitu tuti digambarkan sebagai seorang yang pendiam, tetapi aktif dalam berbagai organisasi dan karakter seperti inilah yang seharunya sangat cocok untuk sifat tokoh Maria
Bacalah pengggalan teks drama berikut!
Ketua RT :"Selamat Pagi!"
Ketua Karang Taruna :"Selamat pagi, Pak. Oh, ya, bagaimana rencana kegiatan memperingati HUT RI ke-70? tinggal beberapa hari lagi kita memasuki bulan agustus."
Ketua RT :"Oh, tenang, Dik, yang penting semua kebutuhan dana telah kami siapkan."
Ketua Karang taruna :"Bukan masalah dana, Pak. justru menurut kami yang penting perencanaan, paling tidak kita susun proposal agar pelaksanaannya baik dan jelas. terutama proposal yang bekerja nanti harus ditentukan terlebih dahulu. Kalau bapak berkenan serahkan kepada kami."
Ketua RT :"Sudahlah, Dik.Percaya sama kami, uang itu menentukan segalanya. Ada uang kegiatan jalan dnegan sendirinya."
kritik yang tepat untuk pesan yang terkandung dalam penggalan drama di atas, adalah...
uang memang dapat menyelesaikan smeua masalah, akan tetapi uang juga dapat menimbulkan masalah
hendaknya tidak menjadikan uang untuk menyelesaikan masalah, perencanaan pun lebih penting
pernyataan ketua RT memang ada benarnya, uang dapat menyelesaikan maslaah apalagi tentang rencana HUT RI
pernyataan ketua RT kurang bijaksana sehingga membua ketua karang taruna kurang sabar karena terlalu menggampangkan sesuau dengan dalih uang, seharusnya perlu dipikirkan perasaan yang telah mutang
jangankan HUT RI, kegiatan apa pun pasti terlaksana kalau dana sudah dipersiapkan
Bacalah penggalan novel berjudl Saksi Mata karya Seno Gumira berikut!
Ibu sedang bercerita tentang penembakan dan saudara-saudaraku yang hilang tapi aku tidak bisa mendengarkan karena aku sednag meniupkan seruling dengan perasaan yang rawan yang menggerakkan kenyataan ke dlaam diriku yang begitu kosong sehingga setiap kota yang mengalir bergaung tanpa perbedaan tanpa keinginan tanpa impian sampai kenangan tercetak di atas piring itu tersayat bersama daging hewan-hewan yang dimakan setengah matang atas nama peradaban yang begitu kelabu seperi kabut pagi itu yang mendekapku dalam dingin yang mengeluarkan bisikan seperti rintihan berkepanjagan.
watak tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah...
jujur, baik
iri hari, dengki
kesal, dendam
dengki, marah
optimis, pengertian
ANGIN 1
karya: Sapardi Djoko Damono
Angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke
sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika
mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk
pertama kali, "hey siapa ini yang menunduk di depanku?"
angin yang tersentak kembali ketika kemudian mendengar jerit
wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi--
sampai pagi tadi: ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba
merasa seorang diri di tengah bising-bising ini tanpa Hawa
Citraan yang dominan diguanakn pada puisi di atas adalah...
penglihatan
pendengaran
perabaan
gerak
penciuman
