NEW
Font size
WorksheetsFREE KBS ENDOKRIN
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Dibawah ini yang tidak benar mengenai sistem endokrin tubuh adalah
Sekresi internal dari suatu substansi aktif bilogi ke dalam sirkulasi
Testis dan Ovarium termasuk organ endokrin
Respon dari sistem endokrin pada tubuh dapat dilihat dalam hitungan detik
Merupakan regulasi mayor terhadap informasi antar sel dan jaringan
Semua Benar
Yang dimaksud dengan efek parakrin hormone adalah
Hormon yang bekerja pada sel di sekitarnya
Hormon yang bekerja pada sel yang mensekresinya
Hormon yang bekerja melalui sirkulasi darah menuju jaringan target
Hormon yang bekerja tanpa disekresikan terlebih dahulu
Semua jawaban salah
Berikut ini yang merupakan hormone dengan substansi kimia penyusunnya steroid adalah
Adrenocorticotrophin
Vasopressin
Norepinephrine
Triidothyronine
Kortisol
Tamoxifen bekerja menurunkan kerja estrogen pada payudara, namun meningkatkan kerja estrogen pada tulang dan uterus. Tamoxifen bekerja secara … terhadap estrogen
Agonis
Antagonis
Parsial agonis dan parsial antagonis
Mixed agonis-antagonis
C dan D benar
Kontrol feedback baik negative maupun positif merupakan fundamental feature dari sistem endokrin. Dibawah ini pernyataan yang benar mengenai HPA-axis adalah
Pelepasan CRH dipengaruhi oleh stress fisik, emosional, serta hipoglikemia
Short feedback yaitu saat kadar ACTH meningkat dan memberikan negative feedback
Long feedback yaitu peningkatan kortisol yang memberikan negative feedback
CRH menstimulasi produksi ACTH oleh anterior pituitary
Semua benar
Hipotalamus dan pituitary disorder memiliki manifestasi klinis yang beragam, berikut ini merupakan manifestasi tersering dari hipotalamus dan pituitary disorder, kecuali
Pembesaran sella tursica
Visual field defect
Diabetes melitus
Pituitary insufficiency
Pituitary hypersecretion
1. Laki-laki 30 tahun, datang dengan keluhan bentuk wajah yang berubah disertai ukuran jari-jari tangan dan kaki membesar. Pasien tidak menyadari hal ini terjadi sejak kapan. Ia juga sering merasa sakit kepala di pagi hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ukuran tangan dan kaki besar, gusi dan bibir tampak membesar. Pemeriksaan lapang pandang didapatkan pasien tidak dapat melihat ke sisi lateral. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Gigantisme e.c. lempeng epifisis belum menutup
Gigantisme e.c lempeng epifisis menutup
Gigantisme e.c tumor intracranial
Akromegali e.c adenoma pituitari
Akromegali e.c lempeng epifisis menutup
Perempuan 27 tahun, datang dengan keluhan bentuk wajah yang berubah disertai ukuran jari-jari tangan dan kaki membesar. Pasien tidak menyadari hal ini terjadi sejak kapan. Ia juga sering merasa sakit kepala di pagi hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ukuran tangan dan kaki besar, gusi dan bibir tampak membesar. Pemeriksaan lapang pandang didapatkan pasien tidak dapat melihat ke sisi lateral. Pernyataan berikut yang salah mengenai etiologi pasien tersebut adalah
Prolactinoma merupakan manifestasi tersering
Hipersekresi dari TSH atau gonadotropin jarang ditemukan
Pada ukuran <1cm disebut juga intrasellar adenoma
Dapat diterapi dengan obat untuk menstimulasi hipersekresi dari kelenjar
Tindakan operatif berupa reseksi transsphenoidal dari massa
Pada regulasi dalam pelepasan insulin, berikut ini yang merupakan inhibitor dari pelepasan insulin adalah
Somatostatin
Glukosa
Sulfonylurea
Asam amino: Leucine
Asetilkolin
Berikut ini yang bukan merupakan efek metabolisme dari insulin pada hati adalah
Menginhibisi pemecahan glikogen
Menginhibisi konversi asam lemak dan asam amino menjadi keto acids
Menghambat glikogenesis
Menghambat glukoneogenesis
Meningkatkan sintesis trigliserid dan pembentukan VLDL
Pasien laki-laki usia 62 tahun sudah menderita DM tipe 2 sejak 20 tahun yang lalu. Dalam 2 bulan terakhir, pasien telah mengonsumsi metformin 850 mg tiga kali sehari, glimepiride 4 mg sekali sehari dan insulin basal 18 unit subkutan tiap 24 jam. Penderita datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri seperti tertitindih benda berat dan menjalar ke rahang hingga lengan kiri sejak sekitar 2 jam yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan mual muntah yang muncul bersamaan dengan keluhan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/100 mmHg, nadi 110 kali per menit, suhu 36C, status generalis dalam batas normal. Pemeriksaan EKG didapatkan adanya ST elevasi pada lead II, III dan AVF. Pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa 280 mg/dL, gula darah prandial 320 mg/dL, HbA1c 9,8%, kolesterol total 265 mg/dL, LDL 170 mg/dL, HDL 30 mg/dL, TG 280 mg/dL. Apakah diagnosis pasien di atas?
DM tipe 2 , hiperkolesterolemia, hipertensi stage 2, sindrom koroner akut
DM tipe 2, hyper-LDL cholesterol, hipertensi stage 2, sindrom koroner akut
DM tipe 2, hipertrigliseridemia, hipertensi stage 2, penyakit arteri perifer
DM tipe 2, dislipidemia, hipertensi stage 2, sindrom koroner akut
DM tipe 2, hypo-HDL cholesterol, hipertensi stage 2, penyakit arteri perifer
Apakah komplikasi diabetes yang dialami oleh pasien sebelumnya?
DM makroangiopati (Sindrom koroner akut)
DM makroangiopati (Penyakit arteri perifer)
DM mikroangiopati (Diabetik nefropati)
Ketoasidosis diabetikum
Hiperglikemia hiperosmolar
Seorang perempuan usia 45 tahun datang dengan keluhan cepat lelah. Pasien juga mengatakan banyak kencing sekitar 10 kali perhari terutama malam hari, sering haus sehingga banyak minum dan sering lapar. Dikatakan tidak ada anggota keluarga lain yang menderita keluhan yang sama. Pasien merupakan seorang karyawan bank yang selalu duduk di depan komputer dan sering makan siang di restoran saat bertemu dengan klien. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula plasma puasa 120 mg/dL, plasma 2 jam OGTT 185 mg/dL dan HbA1c 6,0%. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Diabetes mellitus
Diabetes insipidus
IFG
IGT
Prediabetes
Laki-laki usia 50 tahun dengan DM tipe 2, memiliki berat badan 80 kg, tinggi badan 165 cm. Apabila dilakukan pemeriksaan profil lipid, maka hasil pemeriksaan yang dapat terlihat yaitu:
TG tinggi, HDL tinggi, LDL tinggi
VLDL-TG tinggi, LDL rendah, HDL tinggi
TG tinggi, LDL-C tinggi, HDL-C rendah
VLDL-TG rendah, LDL rendah, HDL rendah
TG tinggi, LDL rendah, HDL rendah
Target tekanan darah pada pasien diabetes mellitus yaitu:
<110/70 mmHg
<120/80 mmHg
<130/90 mmHg
<140/90 mmHg
<150/90 mmHg
Di bawah ini merupakan pasien DM yang membutuhkan skrining untk penyakit nefropati
Penderita DM tipe 2 dengan PJK
Penderita DM tipe 1 dengan nefropati diabetika
Penderita DM tipe 2 dengan acute kidney injury
Penderita DM tipe 2 dengan PGK
Penderita DM tipe 2 dengan edema pitting
Yang merupakan kontrol glikemik yang baik pada pasien DM tipe 2 yaitu
Gula darah puasa <90 mg/dl, gula darah prandial <140 mg/dl, HbA1c <7%
Gula darah puasa 90-130 mg/dl, gula darah prandial <140 mg/dl, HbA1c <7%
Gula darah puasa <130 mg/dl, gula darah prandial <180 mg/dl, HbA1c <7%
Gula darah puasa <130 mg/dl, gula darah prandial 140-180 mg/dl, HbA1c <7%
Gula darah puasa 90-130 mg/dl, gula darah prandial <200 mg/dl, HbA1c <7%
Laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan nyeri pada betis kedua kakinya saat beraktivitas atau berjalan kaki sejauh 200 m. Pasien memiliki riwayat menderita DM tipe 2 sejak 10 tahun terakhir. Untuk memastikan adanya gangguan vaskuler pada kedua kaki pasien maka pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah
USG kaki
CT-scan kaki
MRI kaki
Monofilament semensweinstein 10 mg
Ankle brachial index
Laki-laki usia 45 tahun dikonsulkan ke bagian bedah oleh karena mengeluh banyak kencing dengan volume kencing 8 liter per hari. Pasien dikatakan riwayat menjalani operasi perdarahan di kepala akibat kecelakaan lalu lintas. Makan dan minum normal. Tidak ada riwayat penyakit kronis sebelumnya. Pemeriksaan fisik pasien dalam kesadaran CM, TD: 130.80 mmHg, nadi: 88x/menit, suhu 36,5C, status generalis dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar natrium serum dan kalium menurun. Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
Diabetes mellitus
Diabetes insipidus
Hipertiroidisme
Adenoma pituitari
Hiperprolactinemia
Pasien laki-laki 50 tahun, datang ke dokter untuk cek terhadap kondisinya saat ini. Dia sudah menderita DM sejak 5 tahun lalu dan sudah lama tidak kontrol. Sebelumnya dia tidak pernah mendapat obat sama sekali dan hanya menjalankan perilaku hidup sehat saja. Pasien melakukan 3 kali pemeriksaan gula darah puasa, hasilnya selalu normal. Ketika dicek GD2PP, didapatkan hasil 280 mg/dL. Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah
Acarbose
Metformin
Glibenklamid
Glimepirid
Insulin
Kelenjar adrenal disebut sebagai kelenjar anak ginjal. Dimanakah letak dari kelenjar adrenal?
Posteromedial ren
Posterolateral ren
Superomedial ren
Medioinferior ren
Inferolateral ren
Pernyataan yang tepat mengenai kadar hormon pada cushing disease adalah?
Kadar ACTH dan kortisol rendah
Kadar ACTH dan kortisol tinggi
Kadar ACTH rendah dan kortisol tinggi
Kadar ACTH tinggi dan kortisol rendah
Kadar ACTH tidak dapat ditentukan dan kadar kortisol tinggi
ACTH disintesis pada kelenjar pituitari. Apa yang mengendalikan produksi ACTH ?
Proopiomelanocortin
CRH dan AVP
CRH dan Proopiomelanocortin
Proopiomelanocortin, glucocorticoid negative feedback, CRH
CRH, glucocorticoid negative feedback, dan AVP
Seorang wanita 44 tahun dating dengan keluhan BB meningkat drastis. Pada pemeriksaan wajah tampak moon face, buffalo hump dan terdapat corak garis kemerahan pada perut seperti orang hamil. Pemeriksaan tekanan darah didpatkan 180/100mmHg. Apakah kemungkinan yang dialami pasien ini?
Pheochromcytoma
Cushing’s syndrome
Multiple endocrine neoplasia
Aldosteronisme primer
Hipotiroidism sekunder
Suatu keadaan di mana terjadi insufisiensi adrenokortikal yang berat dan terjadi secara mendadak serta bisa mengancam nyawa pada pasien yang dapat disebabkan oleh paparan infeksi, trauma pembedahan, dehidrasi/akibat kekurangan garam, muntah, dan diare disebut?
Phaeochromacytoma
Cushing syndrome
Krisis adrenal akut
Ectopic ACTH syndrome
Aldosteronisme primer
Manakah pernyataan berikut yang benar ?
Kadar kortisol terendah terjadi saat pagi hari sekitar pukul 7-8 pagi
Ritme utama sekresi kortisol tidak dapat dideteksi pada orang normal.
Kadar kortisol tertinggi adalah segera setelah tengah malam dan saat terbangun
Irama sirkadian terganggu pada sindroma Cushing
Kortisol dapat diukur setiap saat sepanjang hari karena kadarnya stabil sepanjang hari
Kadar hormon pada Addison disease adalah:
Kadar ACTH dan kortisol rendah
Kadar ACTH dan kortisol tinggi
Kadar ACTH rendah dan kortisol tinggi
Kadar ACTH tinggi dan kortisol rendah
Kadar ACTH tidak dapat ditentukan dan kadar kortisol tinggi
Jenis insulin yang diberikan pada anak dengan riwayat DM tipe 1 yang mengalami komplikasi ketoasidosis diabetikum adalah?
Insulin kerja menengah/intermediate acting insulin
Insulin aspart
Insulin basal
Insulin mixed
Insulin glargine
Pada anak dengan DM tipe 1 yang mengalami ketoasidosis diabetikum dengan kadar gula darah 500 mg/dL, maka untuk fase awal dapat diberikan dosis insulin kerja cepat dengan dosis ?
0,01 IU/kg BB/jam
0,1 IU/kg BB/jam
0,5 IU/kg BB/jam
5 IU/kg BB/jam
5 IU/kg BB/hari
Remaja laki-laki beruia 15 tahun datang dengan diantar orang tuanya dengan keluhan lemas disertai penurunan berat badan sejak 1 bulan. Orang tua pasien memiliki riwayat DM. pemeriksaan GDS 380mg/dL. Pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakkan diagnosis?
Keton darah
TTGO
GDP
HbA1c
C-peptide
Pada saat kelaparan, badan keton disintesis oleh organ
Otot skeletal
Hati
Jantung
Otak
Limpa
Malonil-KoA, ACP & NADP terlibat dalam
Glikolisis
Glukoneogenesis
Biosintesis asam lemak
Siklus urea
Beta oksidasi
Satu siklus Beta oksidasi asam lemak menghasilkan
1 acetyl CoA, 1 NAD+, 1 FAD
1 acetyl CoA, 1 ATP, 1 ADP
1 acetyl CoA, 1 NADP, 1 NADPH
1 acetyl CoA, 1 NADH, 1 FADH2
1 acetyl CoA, 1 NADH, 1 NADPH
Seorang pasien laki-laki dari bali, usia 36 tahun datang konsultasi ke dokter karena ingin menurunkan berat badan. Dari pemeriksaan fisik pada penderita ini didapatkan TD 140/90 mmHg, TB 155 cm, BB 70 kg, BMI 29,14, Lingkar Perut (LP) 98 cm. Diagnosis pasien ini adalah
Underweight
Normoweight
Overweight
Obese I
Obese II
Obesitas sentral untuk perempuan asia ditegakkan bila lingkar perut (LP)
≥ 80cm
≥ 84cm
≥ 88cm
≥ 90cm
≥ 98cm
Obesitas sentral merupakan faktor risiko DM melalui
Menurunkan sekresi insulin
Menurunkan sekresi glucagon
Menurunkan sekresi kortisol
Menurunkan fosforilasi tirosin pada reseptor insulin
Menurunkan fosforilasi serin pada reseptor insulin
Pasien yang mendapat manfaat untuk terapi statin intensitas tinggi adalah pada pasien dengan
Diabetes tipe 2, 35 tahun tanpa penyakit kardiovaskular aterosklerosis
Diabetes tipe 2, 40-75 tahun, LDL kolesterol <70 mg/dl
Penyakit kardiovaskular aterosklerosis
LDL kolesterol >130 mg/dl
Diperkirakan 10 tahun resiko ASCVD >2,5%, usia 40-75 tahun dan dengan LDL-C 70-189 mg/dl
Seorang pria, 55 tahun, mengalami serangan infark miokard, pada pemeriksaan lipid menunjukkan trigliserida 150 mg/dl. LDL-kolesterol-165 mg/dl, dan kolesterol HDL 50 mg/dl. Intervensi apa yang harus diberikan
Fenofibrat dosis sedang
Niacin dosis tinggi
Suplemen omega 3
Ezetimibe dosis tinggi
Atorvastin dosis tinggi
Wanita, 62 tahun datang untuk kontrol. Pasien merupakan penderita DM dan HT sejak lama dan rutin mengonsumsi obat DM : metformin dan obat HT irbesartan. Pemeriksaan TTV dalam batas normal. Pemeriksaan lab rutin didapatkan GDS 189 mg/dL, HbA1C 6,7%, Kolesterol total 250 mg/dL, LDL 140 mg/dL, HDL 55 mg/dL, TG 275 mg/dL. Bagaimana tatalaksana dan target profil lipid yang tepat pada pasien ini?
Modifikasi gaya hidup, target LDL turun 20 – 30 % dengan fibrat
Modifikasi gaya hidup, target LDL turun 20 – 30 % dengan statin
Modifikasi gaya hidup, target LDL turun 30 - 50% dengan statin
Modifikasi gaya hidup, target LDL turun > 50% dengan statin
Target LDL turun > 50% dengan modifikasi gaya hidup
Laki-laki 49 tahun, dirawat di ICCU karena infark miokard akut. Ayahnya meninggal pada usia 50 tahun juga karena infark miokard. Pada pemeriksaan fisik ditemukan xhantoma pada tendon Achillesnya. Pada pemeriksaan laboraorium ditemukan kadar glukosa darah 130 mg/dl, kolesterol total 300 mg/dl, kolesterol LDL 210 mg/dl, kolesterol HDL 42 mg/dl, dan trigliserid 150 mg/dl. Diagnosis yang paling mungkin ada penderita ini adalah
Familial combined hyperlipidemia
Familial dysbetalipoproteinemia
Familial hypoalphalipoproteinemia
Familial hypercholesterolemia
Familial hypobetalipoproteinemia
