wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

INC

Total questions: 50

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Ny. T umur 33 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke RS pukul 07.00

merasakan kenceng-kenceng ingin melahirkan. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik

didapatkan hasil TTV dalam batas normal. Hasil palpasi abdomen pada bagian atas

perut ibu teraba bulat, keras, melenting, bagian kiri teraba tahanan memanjang, bagian

bawah perut ibu teraba bulat, lunak, DJJ 140x/menit, His 4x/10 menit lama 40 detik,

VT 10 cm, ketuban (-), teraba os sacrum. Tindakan yang dapat dilakukan pada Ny. T

adalah...

a)

a. Lahirkan dengan sectio caesarea

b)

b. Lahirkan pervaginam dengan teknik Bracht

c)

c. Lahirkan dengan teknik versi luar

d)

d. Lahirkan pervaginam dengan ekstraksi sungsang totalis

e)

e. Lahirkan pervaginam dengan teknik Mc. Robert

2.

Ny. K berumur 20 tahun G1P0A0 hamil 40 minggu datang ke PMB mengeluh

kenceng-kenceng, perut terasa nyeri yang sangat hebat, keluar keringat dingin dan ibu

tampak cemas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan didapatkan hasil TD 110/80

mmHg, denyut nadi 100x/menit, pernafasan 28 x/menit, suhu 37oC, abdomen teraba

keras serta teraba lekukan melintang pada segmen bawah rahim setinggi pusat,

kontraksi uterus terus menerus dan sangat kuat, VT 2 cm, ketuban utuh, lendir darah

positif. Diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut adalah...

a)

a. Ruptur Uteri

b)

b. Inersia Uteri Primer

c)

c. Plasenta Previa

d)

d. Solusio Plasenta

e)

e. Ruptur Uteri Iminent

3.

Ny. S umur 27 tahun G1P0A0 hamil 40 minggu datang ke RS dengan riwayat

Diabetes Mellitus. Ny. S saat ini sedang dalam proses persalinan kala II namun

setelah kepala janin lahir, tidak terjadi putaran paksi luar. Posisi yang paling tepat

untuk melahirkan bayi dari kasus tersebut adalah...

a)

a. Mc. Donald

b)

b. Dorsal Recumbent

c)

c. Semi Fowler

d)

d. Mc. Robert

e)

e. Litotomi

4.

Ny. D berumur 34 tahun baru saja melahirkan anak kedua pukul 18.00 WIB, jenis

kelamin perempuan, berat badan 3.800 gram, keadaan waktu lahir menangis kuat.

Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Ny. D

mengalami robekan jalan lahir pada mukosa vagina hingga otot-otot perineum.

Diagnosa pada perempuan tersebut yang tepat adalah kala IV dengan...

a)

a. Laserasi Derajat I

b)

b. Laserasi Derajat II

c)

c. Laserasi Derajat III A

d)

d. Laserasi Derajat III B

e)

e. Laserasi Derajat IV

5.

Ny. U umur 38 tahun P6A0 datang ke PMB dan telah melahirkan bayi perempuan.

Plasenta lahir lengkap 25 menit setelah diberikan injeksi oksitosin ke 2. Perdarahan

±500 cc, kontraksi uterus lembek, TFU setinggi pusat, TD 100/70 mmHg, keadaan

umum lemah, denyut nadi 100 x/menit. Apakah tindakan selanjutnya yang harus

dilakukan oleh bidan untuk mengatasi perdarahan tersebut?

a)

a. Melakukan kompresi bimanual interna

b)

b. Melakukan kompresi bimanual eksterna

c)

c. Mengecek kelengkapan plasenta

d)

d. Memberikan ergometrin 0,2 secara IM

e)

e. Memasang infus RL 500 ml dan oksitosin 20 IU

6.

Seorang perempuan umur 26 tahun, G1 P0 A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke PMB mengeluh mulas-mulas. TFU 34 cm, penurunan kepala 2/5, Kontraksi 3 kali/10’/50”, DJJ + (130 x/mnt) teratur. Hasil VT: Pembukaan 10cm, ketuban (+), Kep. HIII. Apakah tindakan yang tepat pada kasus di atas?

a)

A. Memimpin meneran

b)

B. Memecahkan ketuban

c)

C. Menunggu dan observasi

d)

D. Meminta ibu untuk berjalan-jalan

e)

E. Mengatur posisi senyaman mungkin

7.

Seorang perempuan umur 18 tahun, G2 P1 A1, usia kehamilan 39 minggu, mengeluh perut Kontraksi , mengeluarkan lendir. DJJ 11, 12, 11 kuat, Kontraksi 3 X dalam 10 menit lama 50 detik. VT: pembukaan 7 cm, ketuban (+), kepala H II +, ubun-ubun kecil jam 01.00. Pada akhir kala I ibu bersalin mengalami mual dan muntah. Apa penyebab keluhan pada ibu bersalin sesuai kasus di atas?

a)

A. Distensi perut yang berlebihan

b)

B. Dorongan janin pada lambung

c)

C. Dampak dari kontraksi yang menjadi lebih sering

d)

D. Tekanan lambung karena janin posisi pinggang kiri

e)

E. Getah lambung berkurang sehingga motilitas lambung menurun

8.

Seorang perempuan umur 26 tahun, inpartu, G1 P0 A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke PMB mengeluh mulas-mulas. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, S: 36ºC, P: 24x/menit, TFU 34 cm, penurunana kepala 2/5, Kontraksi 3 kali/10’/50”, DJJ 144x/menit kuat. Hasil VT: pembukaan 8cm, ketuban (-), Kep Hodge III, tak ada molase, Bidan memasukkan observasi kala I dalam partograf. Bagaimanakah pencatatan kontraksi uterus pada kasus di atas?

a)

A. Titik-titik tiga kotak

b)

B. Titik-titik 10 kotak

c)

C. Diarsir tiga kotak

d)

D. Diarsir 10 kotak

e)

E. Isi penuh 3 kotak

9.

Seorang perempuan umur 26 tahun, inpartu, G1 P0 A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke PMB mengeluh mulas-mulas. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, S: 36ºC, P: 24x/menit, TFU 34 cm, penurunana kepala 2/5, Kontraksi 3 kali/10’/50”, DJJ 144x/menit kuat. Hasil VT: Ø 8, ketuban (-), Kep Hodge III, tak ada molase, Bidan memasukkan observasi kala I dalam partograf. Apakah koding pencatatan ketuban pada kasus di atas?

a)

A. J –jernih

b)

B. D- Darah

c)

C. K- Keruh

d)

D. K-Kering

e)

E. M- Mekonium

10.

Seorang perempuan umur 26 tahun, inpartu, G1 P0 A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke PMB mengeluh mulas-mulas. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD: 120/80 mmHg, N: 80 x/menit, S: 36ºC, P: 24x/menit, TFU 34 cm, penurunana kepala 2/5, Kontraksi 3 kali/10’/50”, DJJ 144x/menit kuat. Hasil VT: Ø 8, ketuban (-), Kep Hodge III, tak ada molase, Bidan memasukkan observasi kala I dalam partograf. Apakah koding tulang-tulang kepala sesuai kasus di atas?

a)

A. 0 tulang-tulang kepala kosong

b)

B. 0 tulang-tulang kepala terpisah

c)

C. 1 tulang-tulang kepala bersentuhan

d)

D. 2 tulang-tulang kepala tumpang tindih bisa dipisahkan

e)

E. 3 tulang-tulang kepala tumpang tindih tidak bisa dipisahkan

11.

Ny. marwanti G3P1A1 datang ke bidan pada pukul 11.00 WIB dengan keluhan merasakan kenceng-kenceng secara teratur, namun belum ada keinginan untuk meneran. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan telah lengkap dengan ketuban masih utuh. Selain itu kepala turun Hodge III dan DJJ 140x/menit. His 3 kali/menit dengan lama 45 detik. Untuk membantu penurunan kepala janin, posisi yang tepat adalah.......

a)

A. Berdiri

b)

B. Terlentang

c)

C. Duduk

d)

D. Miring Kiri

e)

E. Litotomi

12.

Ny. marwanti G3P1A1 datang ke bidan pada pukul 11.00 WIB dengan keluhan merasakan kenceng-kenceng secara teratur, namun belum ada keinginan untuk meneran. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan telah lengkap dengan ketuban masih utuh. Selain itu kepala turun Hodge III dan DJJ 140x/menit. His 3 kali/menit dengan lama 45 detik. Pada partograf simbol pengisian air ketuban adalah...

a)

A. D

b)

B. J

c)

C. K

d)

D. M

e)

E. U

13.

Ny. marwanti G3P1A1 datang ke bidan pada pukul 11.00 WIB dengan keluhan merasakan kenceng-kenceng secara teratur, namun belum ada keinginan untuk meneran. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan telah lengkap dengan ketuban masih utuh. Selain itu kepala turun Hodge III dan DJJ 140x/menit. His 3 kali/menit dengan lama 45 detik. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan adalah...

a)

A. Pecah Ketuban

b)

B. VT

c)

C. Memimpin mengejan

d)

D. Merujuk ke RS

e)

E. Menganjurkan Tiduran

14.

Ny. Kinar berusia 25 tahun melahirkan anak pertama pada 3 menit yang lalu. plasenta belum lahir namun terdapat semburan darah tiba-tiba dari Jalan lahir hasil pemeriksaan menunjukkan kontraksi uterus baik dan tinggi fundus uteri 2 Jari diatas Pusat. Penyebab terjadinya semburan darah yang tiba-tiba pada kasus Ny. Kinar yaitu....

a)

A. Sisa selaput ketuban

b)

B. Robekan pada dinding uterus

c)

C. Inversio uterus

d)

D. Terlepasnya insersi plasenta

e)

E. Terlukanya vagina

15.

Ny. Kinar berusia 25 tahun melahirkan anak pertama pada 3 menit yang lalu. plasenta belum lahir namun terdapat semburan darah tiba-tiba dari Jalan lahir hasil pemeriksaan menunjukkan kontraksi uterus baik dan tinggi fundus uteri 2 Jari diatas Pusat. Asuhan kebidanan yang dapat diberikan kepada Ny. Kinar adalah....

a)

A. Melakukan pengawasan pada perdarahan

b)

B. Mengecek robekan pada jalan lahir

c)

C. Melakukan pemasangan infus

d)

D. Melakukan kompresi interna

e)

E. Melakukan manajemen aktif kala 3

16.

Seorang perempuan usia 29 tahun dating ke klinik bersalin tepat pada pukul 06.00 wita dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan T:370C, RR:28x/i, P: 96x/i, TD:120/80 mmHg, DJJ 138x/I, His 4 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik. Hasil pemeriksaan dalam pembukaan: 10 cm, penurunan kepala 0/5, selaput ketuban tidak teraba dan moulage tidak ada. Apakah asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Memeriksa DJJ

b)

Melakukan amniotomi

c)

Mempersiapkan rujukan

d)

Menganjurkan ibu untuk berjalan

e)

Menyiapkan peralatan partus

17.

Seorang perempuan G2P1A0 usia 25 tahun, datang ke klinik dengan keluhan perutnya terasa mulas dan rasa nyeri yang sangat kuat pada sekitar perut bagian bawah. Hasil pemeriksaan T:370C, RR:28x/i, P: 96x/i, TD:120/80 mmHg, his 4 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, DJJ 140x/i, dan hasil pemeriksaan dalam pembukaan lengkap dan ketuban belum pecah. Apakah tindakan segera yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan hasil pemeriksaan pada kasus di atas?

a)

Melakukan rujukan

b)

Melakukan amniotomi

c)

Menyuruh ibu berjalan

d)

Menganjurkan ibu untuk mengedan

e)

Membantu ibu memperoleh posisi yang sesuai

18.

. Seorang perempuan, usia 24 tahun melahirkan tepat pada pukul 09.00 WITA. 20 menit kemudian lahirlah plasenta. Hasil pemeriksaan pada perineum terdapat laserasi jalan lahir derajat I. Apakah tindakan yang dilakukan bidan pada laserasi tersebut?

a)

Melakukan rujukan

b)

Menyuntik oksitosin

c)

Melakukan penjahitan laserasi derajat 1

d)

Melakukan anestesi local pada perineum

e)

Melakukan perawatan luka laserasi derajat 1

19.

Seorang perempuan melahirkan dan di tolong oleh bidan. Proses persalinan dari kala II sampai dengan kala III berjalan dengan baik. Saat ini ia sudah memasuki kala IV dalam proses persalinan. Apakah tindakan yang di lakukan oleh bidan untuk penatalaksaan kala IV?

a)

Melakukan massase

b)

Memantau kondisi klien

c)

Melakukan pemeriksaan fisik

d)

Melakukan penyuntikan oksitoksin

e)

Melakukan pengukuran antropometri

20.

Seorang perempuan usia 26 tahun melahirkan di puskesmas dan ditolong oleh bidan . Bayi lahir pukul 10.50 WITA, dengan jenis kelamin perempuan, berat badan 2800 gram, PB 49cm, dan langsung menangis. Setelah bayi lahir, bidan melakukan manajemen aktif kala III. Apakah tindakan pertama dari manajemen aktif kala III yang harus dilakukan oleh bidan?

a)

Menyuntikan oksitosin

b)

Mengeluarkan plasenta

c)

Melakuakn PTT

d)

Pemantuan TTV

e)

Massase uterus

21.

Seorang perempuan usia 27 tahun melahirkan anak kedua di klinik bersalin dan ditolong oleh bidan. Bayi lahir pukul 10.50 WITA, jenis kelamin perempuan, berat badan 2800 gram, PB 49cm, dan langsung menangis. Bidan kemudian melakukan manajeman aktif kala III. Apakah tindakan kedua dari manajemen aktif kala III yang harus dilakukan oleh bidan?

a)

Peregangan tali pusat terkendali

b)

Asuhan pasca tindakan

c)

Pemantauan TTV

d)

Suntikan oksitosin

e)

Masasse uterus

22.

Seorang perempuan, usia 27 tahun melahirkan di klinik bersalin dan ditolong oleh bidan. Bayi lahir pada pukul 14.20 WITA, jenis kelamin laki – laki, BB 2750 gram, PB 50 cm, dan langsung menangis. Hasil pengukuran antopometri pada bayi menunjukkan hasil yang normal. Bidan kemudian memberikan injeksi vitamin K. Bagaimanakah cara pemberian vitamin K tersebut?

a)

Sub cutan

b)

Intra vena

c)

Intra cutan

d)

Intra dermal

e)

Intra muskular

23.

. Bidan Anita telah melakukan pertolongan persalinan pada seorang perempuan di ruang VK RSUD pada pukul 08.10. Pukul 10.15, ibu dan bayi dipindahkan ke ruangan nifas untuk beristirahat. Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh bidan Anita sesuai dengan prosedur APN?

a)

Memantau kandung kemih

b)

Memantau perdarahan ibu.

c)

Mendekontaminasi alat

d)

Memantau kontraksi

e)

Melakukan massase

24.

Seorang perempuan usia 26 tahun G1P1A0, usia kehamilan aterm, datang ke klinik dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir dan perut terasa kencangkencang. Hasil pemeriksaan T:37,50C, RR: 28x/i, P: 96x/i, TD: 120/80 mmHg, penurunan kepala 0/5, DJJ 146x/i, his 4 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, hasil pemeriksaan dalam pembukaan 4 cm, ketuban utuh, dan tidak ada moulage. Apakah diagnosis yang tepat untuk ibu tersebut? ?

a)

Ibu G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase dilatasi maksimal

b)

Ibu G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase deselerasi

c)

Ibu G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase aktif

d)

Ibu G1P0A0 hamil aterm inpartu kala I fase laten

e)

Ibu G1P0A0 hamil aterm inpartu kala

25.

Seorang perempuan usia 28 tahun G1P0A0 datang ke klinik pada tanggal 28 November 2015 jam 08.00 dengan keluhan merasa kencang-kencang pada perut sejak pukul 05.00 pagi dan sudah keluar air serta lendir darah dari kemaluannya . Hasil pemeriksaan TTV normal, his 4 kali/10 menit, durasi 40 detik, kepala turun 1/5 bagian, persentase kepala, punggung kiri, konvergen, DJJ 140x/m. pembukaan serviks 9 cm, selaput ketuban tidak teraba, teraba ubun – ubun di depan, dan Blood show (+). Apa diagnosis yang tepat?

a)

Kala 1 fase laten

b)

.Kala II fase aktif

c)

Kala 1 fase aktif akselerasi

d)

Kala 1 fase aktif deselarasi

e)

Kala 1 fase aktif dilatasi maksimal

26.

Seorang perempuan usia 23 tahun GIP0A0 datang ke klinik dengan keluhan nyeri

pinggang menjalar keperut dan ada keluar lendir bercampur darah dari kemaluan.

Hasil pemeriksaan didapatkan TTV dalam batas normal, pembukaan serviks 4 cm,

DJJ: 138x/m, his 3 kali/10 menit durasi 30 detik. Bidan kemudian melakukan

pemantauan menggunakan partograf.

Apakah jenis pemantauan yang dilakukan oleh bidan setiap 30 menit?

a)

Suhu, nadi, pernapasan dan tekanan darah

b)

Kontraksi uterus, DJJ, nadi, tekanan darah

c)

Pemeriksaan dalam , tekanan darah , urin

d)

Pemeriksaan dalam, DJJ, nadi, suhu

e)

Kontraksi uterus , DJJ, Nadi

27.

Seorang perempuan usia 23 tahun G1P0A0, datang kerumah sakit diantar oleh suami

dan keluarganya pada tanggal 20 maret 2016 pukul 13.00. Ia mengatakan bahwa ia

sudah merasakan kontraksi sejak pukul 05.00. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas

normal, kontraksi uterus 3 kali/10 menit dengan durasi 18 detik , DJJ 138x/m,

pembukaan serviks 3cm, tidak ada moulage, dan selaput ketuban utuh.

Apa diagnosis yang tepat untuk kasus diatas ?

a)

G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif

b)

G1P1A0 inpartu kala 1 fase laten

c)

G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif akselerasi

d)

G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif deselerasi

e)

G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif dilatasi maksimal

28.

Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 datang ke klinik dengan keluhan nyeri

pada punggung menjalar keperut dan dorongan ingin BAB. Hasil pemeriksaan TTV

dalam batas normal, DJJ : 130x/m, penurunan kepala 0/5, pembukaan serviks: 10 cm,

selaput ketuban tidak teraba.

Apakah rencana asuhan yang diberikan bidan untuk kasus diatas?

a)

Anjurkan ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman

b)

Anjurkan ibu meneran pada saat ada kontraksi

c)

Anjurkan ibu untuk makan dan minum

d)

Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan

e)

Anjurkan ibu untuk beristirahat

29.

Seorang perempuan G2P1A0 usia 28 tahun datang bersama suaminya ke klinik . Ibu

mengatakn bahwa ia merasakan kencang-kencang pada perut dan nyeri pada

punggung . Ibu juga mengatakan kepada bidan untuk memberikan posisi yang nyaman

agar mengurangi rasa sakit pada punggung. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas

normal, penurunan kepala 3/5 bagian, kontraksi 3 kali/10 menit durasi 29 detik, DJJ

128x/i, pembukaan serviks 8 cm.

Apakah tindakan bidan untuk mengatasi keluhan pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan ibu untuk posisi merangkak

b)

Menganjurkan ibu untuk posisi miring ke kiri

c)

Menganjurkan ibu untuk posisi miring ke kanan

d)

Menganjurkan ibu untuk posisi terlentang ( supine )

e)

Menganjurkan ibu untuk posisi duduk / setengah duduk

30.

Seorang perempuan usia 24 tahun G1P0A0 datang ke klinik pukul 15.00 dengan

keluhan nyeri pada punggung yang menjalar ke perut. Hasil pemeriksaan TTV dalam

batas normal, pembukaan serviks 5 cm, dan selaput ketuban utuh. Bidan kemudian

melakukan pemantauan dengan menggunakan partograf.

Apakah rencana asuhan yang dilakukan setiap 4 jam pada kasus?

a)

Pemeriksaan kandung kemih

b)

Pemeriksaan kontraksi

c)

Pemeriksaan dalam

d)

Pemeriksaan nadi

e)

Pemeriksaan DJJ

31.

Seorang perempuan usia 29 tahun G1P0A0 datang ke Puskesmas dengan keluhan

mules mules yang sering dan selalu ingin mengedan. Hasil pemeriksaan T:37

C,

RR:28x/i, P: 96x/i, TD:120/80 mmHg, pembukaan 10 cm, pres-kep, Hodge III, vulva

dan anus membuka, perineum menonjol dan kontraksi 5 kali dalam 10 menit dengan

durasi 40 detik.

Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas ?

a)

Ibu G1P0A0 inpartu kala III

b)

Ibu G1P0A0 inpartu kala II

c)

Ibu G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif

d)

Ibu G1P0A0 inpartu kala 1 fase laten

e)

Ibu G1P0A0 inpartu kala 1 fase aktif akselerasi

32.

Seorang perempuan usia 28 tahun, G2P1A0 datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut dan keluar lendir bercampur darah dari kemaluannya. Hasil pemeriksaan T:37,5 0 C, RR:26x/i, P: 94x/i, TD:120/80 mmHg, VT pembukaan 7 cm, penurunan kepala sudah di H-III. Dimanakah letak bagian terbawah janin sesuai dengan kasus di atas?

a)

Di pintu atas panggul yang dibentuk di promotorium

b)

Di pinggir bawah simfisis pubis sejajar dengan PAP

c)

Di spina ishiadica sejajar dengan PAP

d)

Di ujung koksigis sejajar dengan PAP

e)

Di area promontorium dengan koksigis

33.

Seorang perempuan usia 29 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan ada dorongan ingin BAB serta keluar lendir bercampur darah dari kemaluannya. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, pembukaan 10 cm,kontraksi 4 kali dalam 0 menit dengan durasi 40 detik. Setelah 30 menit dipimpin meneran, ia melahirkan bayi laki-laki dan diletakan diatas perut ibu. Apakah tindakan lanjutan yang diberikan bidan kepada bayi tersebut?

a)

Klem tali pusat

b)

Memandikan bayi

c)

Memotong tali pusat

d)

Keringkan bayi sambil rangsangan taktil

e)

Ganti kain pembungkus bayi dengan kain kering

34.

Bidan N sedang melakukan pertolongan persalinan pada seorang perempuan. Setelah melahirkan kepala, bidan membersihkan wajah bayi dan menunggu hingga kepala melakukan putaran paksi luar. Setelah itu bidan meletakan tangan pada masing-masing sisi kepala bayi untuk melahirkan bahu bayi. Apakah tindakan yang dilakukan oleh bidan untuk melahirkan bahu bayi?

a)

Melakukan teknik parietal

b)

Melakukan teknik standnen

c)

Melakukan teknik mauriceau

d)

Melakukan teknik biparietal

e)

elakukan perasat rintgen

35.

Seorang perempuan usia 21 tahun P1A0 telah melahirkan bayi pada pukul 13.15 WITA. Pukul 13.20, ia mengatakan perutnya mules. Hasil pemeriksaan tali pusat memanjang, darah menyembur tiba-tiba dari jalan lahir, kontraksi uterus ada, dan uterus teraba berbentuk globuler. Apakah diagnosis yang sesuai dengan hasil pemeriksaan pada kasus di atas?

a)

Ibu usia 21 tahun P1A0 postpartum

b)

Ibu usia 21 tahun P1A0 Inpartu kala I

c)

Ibu usia 21 tahun P1A0 Inpartu kala I

d)

Ibu usia 21 tahun P1A0 Inpartu kala III

e)

Ibu usia 21 tahun P1A0 Inpartu kala IV

36.

Seorang perempuan usia 26 tahun P1A0 sudah melahirkan 35 menit yang lalu. Setelah muncul tanda pelepasan plasenta, bidan melakukan manajemen aktif kala III. Bagaimana tahapan manajemen aktif kala III yang tepat ?

a)

Masasa fundus uteri – oksitosin –PTT

b)

Oksitosin – masase fundus uteri- PTT

c)

Oksitosin – PTT – Masase fundus

d)

. PTT – oksitosin- masasa fundus uteri

e)

Massase – PTT - Oksitosin

37.

Seorang perempuan usia 27 tahun P2A0 mengatakan senang karena bayinya sudah lahir 15 menit yang lalu. Ia mengeluh perutnya masih mules. Hasil pemeriksaan tali pusat memanjang, terjadi perdarahan dan uterus berbentuk globuler serta kontraksi uterus baik . Apakah tindakan bidan untuk kasus diatas ?

a)

Observasi KU , vital sign, kontraksi uterus

b)

Managemen aktif kala III

c)

Nilai kelengkapan plasenta

d)

Observasi perdarahan

e)

Memotong tali pusat

38.

Seorang perempuan P3A0 telah melahirkan bayinya 5 menit yang lalu di rumah sakit. Saat ini ibu mengatakan perutnya mules. Hasil pemeriksaan ada semburan darah , uterus berbentuk globuler dan tali pusat memanjang. Bidan lalu melakukan pertolongan pengeluaran plasenta tetapi setelah 30 menit, plasenta belum juga lahir. Apakah tindakan segera yang harus dilakukan bidan sesuai dengan kasus di atas?

a)

Manual plasenta

b)

Pemberian oksitosin drips

c)

Kompresi bimanual interna

d)

Kompresi aorta abdominalis

e)

Kompresi bimanual eksterna

39.

Seorang perempuan P3A0 telah melahirkan bayinya 15 menit yang lalu di rumah sakit. Saat ini ibu mengatakan perutnya mules. Hasil pemeriksaan ada perdarahan, uterus berbentuk globuler dan tali pusat memanjang. Bidan melakukan pertolongan pengeluaran plasenta selama 15 menit tetapi plasenta belum juga lahir. Apakah tindakan segera yang harus dilakukan bidan berdasarkan kasus diatas?

a)

Manual plasenta

b)

Persiapan rujukan

c)

Kompresi bimanual interna

d)

Pemberian oksitosin dosis kedua

e)

Pemberian oksitosin dosis ketiga

40.

Seorang perempuan usia 29 tahun P3A0 baru saja melahirkan dan mengatakan bahwa ia senang dengan kelahiran bayinya saat ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada semburan darah dari vagina, tali pusat memanjang dan uterus berbentuk globuler. Apakah rencana asuhan yang sesuai dengan kasus diatas?

a)

Kolaborasi dengan dokter

b)

Manajemen aktif kala III

c)

Pemantauan kondisi ibu

d)

Penanganan perdarahan

e)

Persiapan rujukan

41.

Seorang perempuan usia 25 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke BPS pukul 08.00 WITA, mengeluh perut kenceng-kenceng, hasil pemeriksaan : KU baik, TD : 110/70 mmHg, Nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, hasil VT pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, ia mengatakan cemas menghadapi persalinan. Apakah diagnosisi yang sesuai untuk kasus di atas?

a)

Inpartu kala I fase laten

b)

Selaput ketuban masih utuh

c)

Inpartu kala I fase aktif akselerasi

d)

Inpartu kala I fase aktif deselerasi

e)

Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal

42.

Seorang perempuan usia 25 tahun PIA0 baru saja melahirkan bayinya secara spontan, keadaan bayinya menangis kuat, kemerahan pada kulit dan tonus ototnya baik. Sedangkan plasenta belum lahir, Tinggi fundus uteri masih setinggi pusat, sudah terdapat tanda- tanda pelepasan plasenta. Apakah rencana tindakan untuk kasus diatas?

a)

Penegangan tali pusat terkendali

b)

Pastikan janin tunggal

c)

Melahirkan plasenta

d)

Injeksi oksitosin

e)

Memasang Infus

43.

Seorang perempuan GI P0 A0 usia 23th hamil 39 mggu datang ke BPS bersama suami pukul 11.00 WITA dengan keluhan kenceng – kenceng sejak pukul 06.00 WITA dan mengeluarkan lendir darah serta nyeri pada punggung. Hasil pemeriksaan VT pembukaan 4 cm, KK utuh penurunan pada hodge II. His 2x/10 mnt lama 30 detik. Dimanakah letak bagian terbawah janin sesuai kasus di atas?

a)

Bidang setinggi pinggir bawah simpisis pubis berhimpit dengan PAP

b)

Bidang setinggi ujung os cogcigis berhimpit dengan PAP

c)

Bidang setinggi spina ishiadika berhimpit dengan PAP

d)

Bidang setinggi ujung os cogcigis

e)

Bidang setinggi PAP

44.

Seorang perempuan G2P1A0 usia 25 th usia kehamilan 38 minggu berada pada kamar bersalin, hasil pemeriksaan terakhir adalah VT pembukaan lengkap, eff 100%, penurunan kepala H III +, selaput ketuban utuh, ibu mengatakan takut kalau dijahit, pemeriksaan lain – lain normal. Apakah tindakan awal yang dilakukan sesuai kasus di atas?

a)

Memecahkan selaput ketuban dengan gunting epis

b)

Memecahkan selaput ketuban dengan klem tali pusat

c)

Memecahkan selaput ketuban dengan pinset anatomis

d)

Memecahkan selaput ketuban dengan setengah cocker

e)

Memecahkan selaput ketuban dengan gunting plasenta

45.

Seorang perempuan usia 30 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Juli 2011 jam 13.00 WITA, jenis kelamin prempuan, berat badan 3900 gram, keadaan waktu lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Terdapat robekan jalan lahir sampai otot perineum. Apakah evaluasi yang dilakukan berdasarkan kasus di atas?

a)

Penyembuhan robekan

b)

Penjahitan perineum

c)

Memeriksa plasenta

d)

Mengukur TFU

e)

Perawatan BB

46.

Seorang perempuan baru melahirkan anak pertama 1 jam yang lalu, bayi lahir spontan, BB 3000 gram, PB 50 cm dan jenis kelamin prempuan. Berdasarkan hasil pengkajian ditemukan KU ibu baik, TD 110/70 mmHg, nadi 76 x/menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap, Ny. H mengeluh perutnya mules dan masih mengeluarkan darah, sehingga ia merasa cemas dengan keadaannya. Apakah tindakan yang dilakukan bidan untuk menyelesaikan masalah di atas?

a)

Pasang duk

b)

Massase uterus

c)

Support mental

d)

Berikan oksitosin 10 IU

e)

Pasang kain pembebat perut

47.

Seorang perempuan usia 23 tahun baru saja melahirkan anak kedua 2 hari yang lalu, datang ke klinik dan mengeluh, lelah, cemas dan tidak bisa merawat anaknya, hasil pemeriksaan ibu tampak lemah dan TTV adalah normal. Apakah tindakan yang dilakukan bidan sesuai kasus di atas?

a)

Menganjurkan ibu mobilisasi

b)

Menganjurkan ibu rawat inap

c)

Menganjurkan ibu untuk diet

d)

. Menganjurkan ibu makan dan minum

e)

Menganjurkan ibu untuk mengatur pola istirahat

48.

. Seorang perempuan usia 24 tahun G2P1A0 inpartu datang ke Puskesmas. Ia mengeluh merasa sakit di bagian pinggang dan kenceng-kenceng di perut. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal. Pemeriksaan kandung kemih kosong, DJJ 180x/menit, His 4x10 menit selama 40 detik dan VT : pembukaan 4 cm, portio teraba dan ketuban utuh. Apakah diagnosis yang tepat dengan kasus di atas ?

a)

Kala I fase aktif dengan gawat janin

b)

Kala I fase laten dengan gawat janin

c)

Kala I fase aktif akselerasi dengan gawat janin

d)

Kala I fase aktif deselerasi dengan gawat janin

e)

Kala 1 fase aktif dilatasi maksimal dengan gawat janin

49.

Seorang perempuan usia 26 tahun G2P1A0 inpartu datang ke klinik. Ia mengeluh merasa sakit di bagian pinggang menjalar hingga ke perut bagian bawah. Hasil pemeriksaan TD :140/80mmHg, N : 84x/menit, RR : 24 x/menit, S 370C. Pemeriksaan kandung kemih kosong, DJJ 182x/menit, His 4x10 menit selama 40 detik dan VT : pembukaan 7 cm, portio teraba dan ketuban utuh. Apakah rencana asuhan yang diberikan bidan sesuai dengan kasus di atas ?

a)

Persiapan obat-obatan

b)

Persiapan kolaborasi

c)

Persiapan dukungan

d)

Persipan persalinan

e)

Persiapan rujukan

50.

Seorang perempuan usia 27 tahun G1P0A0 inpartu datang ke BPS bersama dengan suaminya pukul 15.00 WITA. Ia mengeluh merasa sakit di bagian pinggang menjalar hingga ke perut bagian bawah sejak pukul 10.00 WITA, tidak ada selera makan dan minum. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, kandung kemih kosong, DJJ 146x/menit, His 4x10 menit selama 40 detik dan VT : pembukaan 6 cm, portio teraba dan ketuban utuh. Apakah rencana asuhan yang diberikan bidan untuk mengatasi masalah sesuai kasus di atas ?

a)

Anjurkan suami mendampingi istri selama proses persalinan

b)

Anjurkan suami membawa istri berjalan-jalan di sekitar BPS

c)

Anjurkan pada suami agar memberikan dukungan dan motivasi

d)

Anjurkan ibu untuk segera makan dan minum sebelum persalinan

e)

Anjurkan suami agar memberi asupan makanan dan cairan selama persalinan