NEW
Font size
WorksheetsTry Out 1 LSPP 2
Total questions: 57
Worksheet time: 42mins
Untuk menghindari terjadinya kerugian yang melebihi batas yang telah ditetapkan oleh bank, maka diperlukan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit. Sesuai dengan best practice, pemantauan limit risiko dilakukan dengan cara :
Membiarkan pelampuan limit karena perubahan faktor pasar bersifat sementara
Memastikan bahwa posisi yang melampaui limit sudah cukup mendapat persetujuan dari Satuan Kerja Audit Internal
Melakukan penyesuaian dan mengantisipasinya jika terdapat pelampauan limit sehingga tidak melebihi limit risiko yang telah ditetapkan sebelumnya
Jika terdapat pelampauan limit, maka perlu persetujuan unit kepatuhan
Krisis moneter dan perbankan tahun 1998 menjadi pelajaran berharga sehingga Bank Indonesia memberikan perhatian khusus dalam penerapan manajemen risiko dengan mengeluarkan regulasi. Beberapa Peraturan Bank Indonesia atau Surat Edaran Bank Indonesia yang dikeluarkan tidak terkait manajemen risiko adalah sebagai berikut :
Penerapan manajemen risiko untuk risiko likuiditas
Penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap perusahaan anak
Pemilihan training provider sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank umum
Penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum
Dari beberapa transaksi perbankan berikut ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit : piutang kita tidak terbayar ...
Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap -> risiko ada di pembeli obligasi (Penerbitan obligasi = kita mencari hutang)
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk
Transfer dana nasbah ke bank luar negeri
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah (SUN) -> pemerintah risikonya 0%
Untuk mengendalikan risiko kredit, bank membuat kebijakan perkreditan. Kebijakan kredit tersebut pada umumnya tidak memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut :
Prinsip kehati – hatian dalam perkreditan
Metoda perhitungan imbal hasil maksimum
Penyelesaian kredit bermasalah
Kebijaksanaan Persetujuan Kredit
Pernyataan yang paling benar terkait dengan penyusunan kebijakan perkreditan di bank adalah :
Kebijakan perkreditan bank adalah sama persis dengan isi dari Peraturan Bank Indonesia tentang kebijakan perkreditan
Kebijakan perkreditan bank disesuaikan dengan kebutuhan bisnis bank
Kebijakan perkreditan bank mengatur secara terperinci tentang kebijakan kredit bank termasuk penetapan suku bunga kepada seorang nasabah
Kebijakan perkreditan bank biasanya digabung dengan prosedur perkreditan bank
Dalam bisnis perkreditan bank, kredit yang tidak perlu dihindari adalah sebagai berikut :
Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank
Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain
Kredit yang diberikan bersama (sindikasi) dengan bank lain dalam rangka penyebaran risiko kredit serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku
Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup
Dalam bisnis perkreditan bank, kredit yang perlu dihindari adalah sebagai berikut :
Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank
Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain
Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup
Semua jawaban benar
Sebuah bank berencana membiayai eksplorasi penambangan batubara. Sebelumnya bank tersebut belum pernah membiayai sektor pertambangan. Bank tersebut juga tidak mempunyai analisis yang mengerti tentang pertambangan. Maka rencana bank tersebut sebaiknya :
Tidak diteruskan, karena bank tidak mengetahui bisnis pertambangan
Tetap dapat diproses dengan menggunakan konsultan
Tetap dapat diproses dengan persyaratan agunan yang mencukupi
Tidak ada jawaban yang benar
Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan sistem rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :
Probability of Default (PD)
Exposure of Default (ED)
Loss Given Default (LGD)
Legal of Default (LD)
Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system Financial rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :
Probability of Default (PD)
Exposure of Default (ED)
Loss Given Default (LGD)
Legal of Default (LD)
Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system Customer rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :
Probability of Default (PD)
Exposure of Default (ED)
Loss Given Default (LGD)
Legal of Default (LD)
Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system facility rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :
Expected Loss (EL)
CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai)
Risk Premium
Semua Jawaban Benar
Sistem rating debitur atau calon debitur berdasarkan gabungan aspek kuantitatif (informasi atau data keuangan) dan kualitatif, antara lain informasi/data management, pembayaran, pemasaran, produksi maupun kondisi social dan lingkungan dan lainnya disebut dengan :
Financial rating
Customer rating
Facility rating
Consumer Loan scoring
Ciri khas facility rating yang tidak diperlukan oleh system financial rating dan customer rating adalah :
Membutuhkan data laporan keuangan
Membutuhkan data kualitatif nasabah
Membutuhkan data agunan
Membutuhkan data ratio keuangan
Dalam analisa pemberian kredit, watak atau karakter calon debitur penting untuk diperhatikan. Salah satu cara untuk mengetahui karakter calon debitur antara lain dengan :
Melihat kinerja usaha milik debitur
Melakukan trade checking kepada rekanan bisnisnya
Melihat besar fasilitas kredit yang diterima dari bank lain
Menilai strategi usaha dari debitur
Salah satu proses analisa atas kemampuan usaha calon debitur adalah menilai data kinerja keuangan hasil usaha beberapa tahun kebelakang. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan langkah tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
Penilaian kinerja debitur di masa lalu
sebagai dasar untuk melakukan proyeksi keuangan kedepan
Sebagai dasar menentukan rating atau kualitas perusahaan debitur
Sebagai dasar untuk menilai karakter debitur
Dalam bisnis perkreditan, agunan perlu diikat secara sempurna. Pengikatan atas agunan yang berupa benda bergerak adalah dengan cara :
Fidusia dan Hipotik
Gadai dan Hak Tanggungan
Hak Tanggungan
Fidusia dan Gadai
Analisis kredit yang perlu dilakukan atas dasar kemampuan cash flow untuk membayar kewajiban pada umumnya diterapkan pada segmen berikut :
Kredit korporasi dan komersial
Kredit micro dan kredit konsumen
Kredit Konsumen dan kredit komersial
Kartu kredit dan kredit konsumen
Proses pengambilan keputusan Kredit berbeda sesuai dengan Segmen kredit pada bank. Dari pernyataan dibawah ini, ,mana pernyataan berikut yang kurang tepat :
Pemberian fasilitas kredit consumer biasanya dilakukan secara massal
Proses kredit komersial lebih kompleks jika dibandingkan dengan proses kredit consumer
Pemberian fasilitas kredit consumer (retail) biasanya berdasarkan cash flow lending
Monitoring kredit consumer jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan kredit komersial
Dalam analisis kredit komersial khususnya aspek pemasaran, mana dari aktifitas berikut yang merupakan faktor yang perlu dianalisa secara cermat :
Target market dan teknik produksi
Target market dan biaya produksi
Perkiraan market share dan ketergantungan pada supplier tertentu
Perkiraan market share dan strategi penjualan
Current Ratio adalah salah satu metode untuk menilai likuiditas calon debitur. Pernyataan yang benar tentang risiko likuiditas tersebut adalah :
Current Ratio adalah menggambarkan kemampuan untuk membayar seluruh hutang
Formula Current Ratio adalah jumlah saldo kas dan bank dibagi dengan hutang yang segera jatuh tempo
Saldo surat berharga yang dimiliki tidak termasuk dalam perhitungan aktiva lancar untuk menghitung Current Ratio
Kualitas Current Ratio juga perlu dinilai dengan Cash Ratio
Beda antara Current Ratio dan Quick Ratio adalah dalam hal :
Penentuan faktor pembilang dari ratio
Penentuan faktor penyebut dari ratio
Penentuan faktor pembilang dan penyebut dari ratio.
Persediaan tidak masuk dalam perhitungan current ratio
Debt Equity Ratio (DER) menentukan seberapa besar aktiva didanai dari hutang. Semakin besar nilai DER maka :
Perusahaan dalam risiko tinggi
Pengelolaan Perusahaan lebih efisien
Risiko perusahaan dapat dikatakan meningkat
ROE atau Return on Equity akan meningkat
Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat :
Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik
Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik
Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun
Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi perusahaan
Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat :
Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik
Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik
Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun
Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi perusahaan
Untuk memahami permasalahan pada laporan historis rasio keuangan nasabah, dapat digunakan analisa Dupont dimana perubahan ROA (Return on Asset) dijelaskan dari perubahan :
Profit Margin dan Leverage
Total Asset Turn Over dan DER
Profit Margin dan Total Asset Turn Over
Profit Margin dan Liquidity Ratio
Apabila pada waktu dilakukan analisa kredit diketahui bahwa terjadi peningkatan profit margin perusahaan debitur maka hal ini dapat disebabkan, kecuali :
Kenaikan volume penjualan, sedang harga penjualan tetap
Kenaikan harga penjualan, sedang volume penjualan tetap
Kenaikan biaya langsung dan tidak langsung
Kenaikan Account Receivable Turn Over
Dalam perjanjian kredit, berbagai persyaratan yang bersifat mewajibkan debitur harus memenuhi persayaratan tertentu atau melakukan tertentu disebut dengan affirmative covenant. Kondisi berikut yang bukan merupakan kelompok affirmative convenant, adalah:
Menyerahkan laporan keuangan dan operasi secara periodik kepada Bank
Memenuhi persyaratan rasio keuangan tertentu
Memelihara modal kerja pada level tertentu
Melakukan merger atau konsolidasi atau mengakuisisi aset dari perusahaan lain
Berikut adalah salah satu tanda kinerja debitur menurun, yang kemungkinan besar akan dapat menimbulkan default yaitu:
Membangun gedung baru
Piutang dagang meningkat
Kenaikan persediaan
Penjualan menurun
Dalam menghadapi kredit bermasalah, dapat dilakukan berbagai cara seperti rescheduling, reconditioning, likuidasi agunan dsb. Cara terbaik menentukan tindakan yang akan dipilih adalah :
Rescheduling sedemikian sesuai kemampuan cash perusahaan
Likuidasi agunan secepatnya
Memberikan bunga yang sangat rendah agar cash flow terbantu
Memilih alternative dimana kerugian bank terkecil
Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Managemen Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dikeluarkan dari neraca bank. Tindakan tersebut dinamakan :
Hapus tagih
Pembebasan hutang
Hapus buku
Restrukturisasi
Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Managemen Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dihapuskan kewajiban pembayarannya. Tindakan tersebut dinamakan :
Hapus tagih
Pembebasan hutang
Hapus buku
Restrukturisasi
Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:
Standardized approach
IRB Foundation
IRB Advance
Advance Measurement Approach
Apabila sebagian besar debitur sebuah bank baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:
Standardized approach
IRB Foundation
IRB Advance
Advance Measurement Approach
Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:
Standardized approach
IRB Foundation
IRB Advance
Advance Measurement Approach
Dalam melakukan perhitungan kebutuhan modal dengan metode IRB Foundation sebagian input disediakan oleh regulator, sementara data yang harus disediakan oleh bank adalah data :
Probability Default (PD)
Exposure at Default (EAD)
Loss Given Default (LGD)
Effective Maturity (M)
Salah satu cara mengendalikan risiko pasar dalam trading book adalah dengan melakukan Hedging (Derivative). Contoh transaksi lindung nilai (Hedging) yang dapat digunakan dalam pengendalian risiko pasar adalah sebagai berikut, kecuali :
Transaksi Spot
Transaksi Forward
Transaksi Option
Transaksi Swap
Proses penentuan harga atau marked to market (MTM) dilakukan secara harian atas portofolio trading, yang dapat mengakibatkan bank memperoleh keuntungan ataupun kerugian secara “unrealized”. Untuk mengurangi dampak kerugian atas pergerakan faktor pasar perlu ditentukan suatu aturan aktivitas trading dalam bentuk :
Penetapan berbagai limit trading
Penetapan jenis surat berharga yang dapat diperdagangkan
Penetapan jenis tenor surat berharga
Penetapan holding periode transksi trading
Untuk membatasi kerugian akibat aktivitas trading, bank pada umumnya menetapkan berbagai macam limit, limit yang biasa diterapkan pada bank dalam membatasi kerugian dari transaksi trading antara lain :
Limit Value at Risk (VaR)
Limit Loss Given Default
Limit Probability of Default
Limit Exposure at Default
Seorang nasabah menjual hasil ekspor yang rencananya dibayar oleh rekan dagangnya di amerika dengan valuta sebesar USD 1 juta, dalam jangka waktu 6 bulan, nilai tukar USD terhadap rupiah bisa berubah dalam kurun waktu tersebut. Untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, nasabah tersebut dapat melakukan :
Forward beli USD jangka waktu 6 bulan
Forward Jual USD jangka waktu 6 bulan
Tidak usah melakukan apa apa karena USD pasti akan menguat
Menjual call option USD
Selain bertugas dalam aktivitas trading, unit kerja treasury pada bank umumnya memiliki tanggung jawab antara lain :
Mengelola likuiditas, memelihara asset likuid dan mengelola risiko suku bunga pasar banking book
Mengelola trade finance, mengelola likuiditas dan memelihara asset likuid
Mengelola aktivitas perkreditan, mengelola trade finance, mengelola likuditas, memelihara asset likuid, dan mengelola riisko suku bunga pada banking book
Mengelola likuiditas , memelihara asset kurang likuid dan mengelola risko suku bunga pada trading book
Pejabat di unit treasuri yang sedang melakukan proses mark to market atas posisi obligasi korporasi yang dimiliki bank. Karena harga tidak tersedia di pasar dan obligasi tersebut tidak likuid, maka harga posisi obligasi tersebut ditentukan dengan cara :
Menggunakan harga atas dasar transaksi terakhir yang terjadi di pasar
Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi harga obligasi
Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi dengan menyesuaikan diskonto
Menggunakan nilai nominal obligasi
Bank memerlukan waktu untuk melakukan likuidasi posisi ataupun melakukan hedging. Untuk menentukan berapa waktu yang diperlukan untuk melikuidasi posisi atau melakukan tindakan hedging, maka dalam analisa VaR digunakan :
Confident Level
Holding Period
Time Horizon
Volatility
Mana dari pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar dari proses pengelolaan risiko suku bunga dalam banking book :
Mengukur repricing gap dan menetapkan limit repricing gap
Mengukur repricing gap dan menetapakan limit gap nilai tukar
Apabila repricing gap positif maka bank memperkecil gap pada saat suku bunga naik
Apabila repricing gap negative maka bank tetap memepertahankan gap pada saat suku bunga naik.
Apabila suku bunga diperkirakan naik, mana dari strategi dibawah ini yang layak dilakukan oleh bank :
Membeli fixed rate securities jangka panjang dan menengah
Menjual floating rate bond yang suku bunganya di review tiap bulan
Menurunkan porsi deposito dengan jangka waktu yang panjang dibandingkan jangka pendek
Menurunkan outstanding kredit dengan suku bunga fixed (tetap)
Salah satu upaya pengendalian risiko likuiditas adalah memelihara sumber dana yang stabil dan persediaan aset likuid yang cukup memadai. Agar sumber dana dan jenis aset likuid dapat diandalkan menghadapi bahaya risiko likuiditas maka :
Sumber dana diutamakan dari beberapa perusahaan besar agar menyimpan dana di bank
Untuk membiayai kredit, dapat mengandalkan sumber dana dari pinjaman antar bank
Lebih mengutamakan pendanaan ritel, khususnya tabungan dan giro
Mengupayakan DOC (Deposit On Call) sebanyak mungkin
Dalam liquidity gap, behavioral maturity artinya :
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo yang ditetapkan, atas dasar perilaku nasabah atau karakteristik produk
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar kontrak yang melandasi produk tersebut
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar rencana bisnis baru di masa mendatang
Analisis dengan melakukan pengamatan atas perilaku sekelompok nasabah deposan
Penerapan manajemen risiko operasional antara lain ditujukan agar tidak ada unsur kejutan (no surprise) pada setiap kejadian risiko. Untuk itu, salah satu manfaat penting dalam penerapan manajemen risiko adalah :
Proses penilaian risiko oleh pejabat bank
Pelaksanaan prosedur dan penetapan limit
Meningkatkan budaya sadar risiko
Mengidentifikasi risiko pada akktvfitas SDM
Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan kerugian-kerugian risiko operasional yang dapat diperkirakan (expected loss) :
Kerugian tersebut merupakan hal yang wajar dalam bisnis bank
Tidak diperhitungkan dalam upaya memperoleh pendapatan
Jumlah aset bank baru dinaikkan untuk menutup kerugian
Kerugian risiko operasional tersebut harus dibuatkan cadangan
Dalam pelaksanaan pengelolaan risiko pada produk atau aktivitas baru, bank harus melakukan beberapa tahanpan, salah satunya adalah Tahap Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko. Yang pertama kali menilai tingkat kecukupan dimaksud pada umumnya adalah:
Satuan kerja Manajemen Risiko
Direktur Kepatuhan
Pemrakarsa Produk
Satuan Kerja Audit Intern
Untuk mengurangi dampak risiko operasional akibat kejadian eksternal (external event) seperti gemba bumi, kebakaran, banjir, terorisme dll, bank harus menerapkan:
Business Continuity Management
Basic Impact Analysis
Risk Assessment
Manajemen Risiko pada Penggunaaan Teknologi Informasi
Dengan pendekatan AMA dalam perhitungan beban modal untuk risiko operasional, bank diperbolehkan menghitung kebutuhan beban modal tersebut menggunakan kombinasi dari berbagai pendekatan yang antara lain berupa:
Penggunaan rata-rata Gross Income selama 3 (tiga) tahun
Pendekatan berdasarkan kualitas linkungan kontrol, yang didominasi oleh pertimbangan kualitatif dan lebih bersifat melihat ke depan
Penggunaan pendekatan kuantitatif dan Gross Income
Pendekatan BIA dan Standardized Approach
Proses penilain Risk and control Self assessment (RCSA) dilakukan dengan melakukan evaluasi tingkat risiko terhadap beberapa risiko berikut ini, mana yang menjadi cakupan dari tujuan proses RCSA:
Kemungkinan (Probabilitas) dan Loss Event Database
Dampak (Likelihood) dan contingency plan
Efektifitas control dan Key Risk indicator
Kemungkinan dan Dampak
Kebutuhan likuiditas dari suatu bank secara umum harus dapat diidentifikasi dari sumbernya antara lain dari :
Penarikan Kredit dan pendapatan bunga bersih (NII)
Penarikan kredit dan penutupan asuransi oleh nasabah
Credit line yang belum terpakai dan standby L/C yang diterbitkan
Credit line yang belum terpakai dan penitipan surat berharga dalam safe deposit box
Pernyataan berikut ini yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah :
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode internal (IMA – IRBA – AMA)
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar
Pendekatan yang sederhana adalah dengan menggunakan data kuantitatif
Pendekatan yang sederhana adalah menggunakan data kualitatif
Perhitungan capital charge dengan metode standar memililki keterbatasan dalam pengukuran kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar trading book. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain :
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas yang rendah
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehinga menghasilkan perhitungan yang overestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi
Semua benar
Beberapa rasio likuiditas yang biasanya digunakan dalam pengukuran risiko likuiditas perbankan antara lain :
Current Ratio
Quick Ratio
Debt to Equity Ratio
Loan to Deposit Ratio
