wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Try Out 1 LSPP 2

Total questions: 57

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

Untuk menghindari terjadinya kerugian yang melebihi batas yang telah ditetapkan oleh bank, maka diperlukan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit. Sesuai dengan best practice, pemantauan limit risiko dilakukan dengan cara :

a)

Membiarkan pelampuan limit karena perubahan faktor pasar bersifat sementara

b)

Memastikan bahwa posisi yang melampaui limit sudah cukup mendapat persetujuan dari Satuan Kerja Audit Internal

c)

Melakukan penyesuaian dan mengantisipasinya jika terdapat pelampauan limit sehingga tidak melebihi limit risiko yang telah ditetapkan sebelumnya

d)

Jika terdapat pelampauan limit, maka perlu persetujuan unit kepatuhan

2.

Krisis moneter dan perbankan tahun 1998 menjadi pelajaran berharga sehingga Bank Indonesia memberikan perhatian khusus dalam penerapan manajemen risiko dengan mengeluarkan regulasi. Beberapa Peraturan Bank Indonesia atau Surat Edaran Bank Indonesia yang dikeluarkan tidak terkait manajemen risiko adalah sebagai berikut :

a)

Penerapan manajemen risiko untuk risiko likuiditas

b)

Penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap perusahaan anak

c)

Pemilihan training provider sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank umum

d)

Penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum

3.

Dari beberapa transaksi perbankan berikut ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit : piutang kita tidak terbayar ...

a)

Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap -> risiko ada di pembeli obligasi (Penerbitan obligasi = kita mencari hutang)

b)

Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk

c)

Transfer dana nasbah ke bank luar negeri

d)

Membeli obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah (SUN) -> pemerintah risikonya 0%

4.

Untuk mengendalikan risiko kredit, bank membuat kebijakan perkreditan. Kebijakan kredit tersebut pada umumnya tidak memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut :

a)

Prinsip kehati – hatian dalam perkreditan

b)

Metoda perhitungan imbal hasil maksimum

c)

Penyelesaian kredit bermasalah

d)

Kebijaksanaan Persetujuan Kredit

5.

Pernyataan yang paling benar terkait dengan penyusunan kebijakan perkreditan di bank adalah :

a)

Kebijakan perkreditan bank adalah sama persis dengan isi dari Peraturan Bank Indonesia tentang kebijakan perkreditan

b)

Kebijakan perkreditan bank disesuaikan dengan kebutuhan bisnis bank

c)

Kebijakan perkreditan bank mengatur secara terperinci tentang kebijakan kredit bank termasuk penetapan suku bunga kepada seorang nasabah

d)

Kebijakan perkreditan bank biasanya digabung dengan prosedur perkreditan bank

6.

Dalam bisnis perkreditan bank, kredit yang tidak perlu dihindari adalah sebagai berikut :

a)

Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank

b)

Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain

c)

Kredit yang diberikan bersama (sindikasi) dengan bank lain dalam rangka penyebaran risiko kredit serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku

d)

Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup

7.

Dalam bisnis perkreditan bank, kredit yang perlu dihindari adalah sebagai berikut :

a)

Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank

b)

Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain

c)

Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup

d)

Semua jawaban benar

8.

Sebuah bank berencana membiayai eksplorasi penambangan batubara. Sebelumnya bank tersebut belum pernah membiayai sektor pertambangan. Bank tersebut juga tidak mempunyai analisis yang mengerti tentang pertambangan. Maka rencana bank tersebut sebaiknya :

a)

Tidak diteruskan, karena bank tidak mengetahui bisnis pertambangan

b)

Tetap dapat diproses dengan menggunakan konsultan

c)

Tetap dapat diproses dengan persyaratan agunan yang mencukupi

d)

Tidak ada jawaban yang benar

9.

Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan sistem rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :

a)

Probability of Default (PD)

b)

Exposure of Default (ED)

c)

Loss Given Default (LGD)

d)

Legal of Default (LD)

10.

Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system Financial rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :

a)

Probability of Default (PD)

b)

Exposure of Default (ED)

c)

Loss Given Default (LGD)

d)

Legal of Default (LD)

11.

Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system Customer rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :

a)

Probability of Default (PD)

b)

Exposure of Default (ED)

c)

Loss Given Default (LGD)

d)

Legal of Default (LD)

12.

Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan system facility rating tersebut, dapat dilakukan estimasi :

a)

Expected Loss (EL)

b)

CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai)

c)

Risk Premium

d)

Semua Jawaban Benar

13.

Sistem rating debitur atau calon debitur berdasarkan gabungan aspek kuantitatif (informasi atau data keuangan) dan kualitatif, antara lain informasi/data management, pembayaran, pemasaran, produksi maupun kondisi social dan lingkungan dan lainnya disebut dengan :

a)

Financial rating

b)

Customer rating

c)

Facility rating

d)

Consumer Loan scoring

14.

Ciri khas facility rating yang tidak diperlukan oleh system financial rating dan customer rating adalah :

a)

Membutuhkan data laporan keuangan

b)

Membutuhkan data kualitatif nasabah

c)

Membutuhkan data agunan

d)

Membutuhkan data ratio keuangan

15.

Dalam analisa pemberian kredit, watak atau karakter calon debitur penting untuk diperhatikan. Salah satu cara untuk mengetahui karakter calon debitur antara lain dengan :

a)

Melihat kinerja usaha milik debitur

b)

Melakukan trade checking kepada rekanan bisnisnya

c)

Melihat besar fasilitas kredit yang diterima dari bank lain

d)

Menilai strategi usaha dari debitur

16.

Salah satu proses analisa atas kemampuan usaha calon debitur adalah menilai data kinerja keuangan hasil usaha beberapa tahun kebelakang. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan langkah tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Penilaian kinerja debitur di masa lalu

b)

sebagai dasar untuk melakukan proyeksi keuangan kedepan

c)

Sebagai dasar menentukan rating atau kualitas perusahaan debitur

d)

Sebagai dasar untuk menilai karakter debitur

17.

Dalam bisnis perkreditan, agunan perlu diikat secara sempurna. Pengikatan atas agunan yang berupa benda bergerak adalah dengan cara :

a)

Fidusia dan Hipotik

b)

Gadai dan Hak Tanggungan

c)

Hak Tanggungan

d)

Fidusia dan Gadai

18.

Analisis kredit yang perlu dilakukan atas dasar kemampuan cash flow untuk membayar kewajiban pada umumnya diterapkan pada segmen berikut :

a)

Kredit korporasi dan komersial

b)

Kredit micro dan kredit konsumen

c)

Kredit Konsumen dan kredit komersial

d)

Kartu kredit dan kredit konsumen

19.

Proses pengambilan keputusan Kredit berbeda sesuai dengan Segmen kredit pada bank. Dari pernyataan dibawah ini, ,mana pernyataan berikut yang kurang tepat :

a)

Pemberian fasilitas kredit consumer biasanya dilakukan secara massal

b)

Proses kredit komersial lebih kompleks jika dibandingkan dengan proses kredit consumer

c)

Pemberian fasilitas kredit consumer (retail) biasanya berdasarkan cash flow lending

d)

Monitoring kredit consumer jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan kredit komersial

20.

Dalam analisis kredit komersial khususnya aspek pemasaran, mana dari aktifitas berikut yang merupakan faktor yang perlu dianalisa secara cermat :

a)

Target market dan teknik produksi

b)

Target market dan biaya produksi

c)

Perkiraan market share dan ketergantungan pada supplier tertentu

d)

Perkiraan market share dan strategi penjualan

21.

Current Ratio adalah salah satu metode untuk menilai likuiditas calon debitur. Pernyataan yang benar tentang risiko likuiditas tersebut adalah :

a)

Current Ratio adalah menggambarkan kemampuan untuk membayar seluruh hutang

b)

Formula Current Ratio adalah jumlah saldo kas dan bank dibagi dengan hutang yang segera jatuh tempo

c)

Saldo surat berharga yang dimiliki tidak termasuk dalam perhitungan aktiva lancar untuk menghitung Current Ratio

d)

Kualitas Current Ratio juga perlu dinilai dengan Cash Ratio

22.

Beda antara Current Ratio dan Quick Ratio adalah dalam hal :

a)

Penentuan faktor pembilang dari ratio

b)

Penentuan faktor penyebut dari ratio

c)

Penentuan faktor pembilang dan penyebut dari ratio.

d)

Persediaan tidak masuk dalam perhitungan current ratio

23.

Debt Equity Ratio (DER) menentukan seberapa besar aktiva didanai dari hutang. Semakin besar nilai DER maka :

a)

Perusahaan dalam risiko tinggi

b)

Pengelolaan Perusahaan lebih efisien

c)

Risiko perusahaan dapat dikatakan meningkat

d)

ROE atau Return on Equity akan meningkat

24.

Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat :

a)

Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik

b)

Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik

c)

Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun

d)

Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi perusahaan

25.

Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat :

a)

Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik

b)

Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik

c)

Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun

d)

Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi perusahaan

26.

Untuk memahami permasalahan pada laporan historis rasio keuangan nasabah, dapat digunakan analisa Dupont dimana perubahan ROA (Return on Asset) dijelaskan dari perubahan :

a)

Profit Margin dan Leverage

b)

Total Asset Turn Over dan DER

c)

Profit Margin dan Total Asset Turn Over

d)

Profit Margin dan Liquidity Ratio

27.

Apabila pada waktu dilakukan analisa kredit diketahui bahwa terjadi peningkatan profit margin perusahaan debitur maka hal ini dapat disebabkan, kecuali :

a)

Kenaikan volume penjualan, sedang harga penjualan tetap

b)

Kenaikan harga penjualan, sedang volume penjualan tetap

c)

Kenaikan biaya langsung dan tidak langsung

d)

Kenaikan Account Receivable Turn Over

28.

Dalam perjanjian kredit, berbagai persyaratan yang bersifat mewajibkan debitur harus memenuhi persayaratan tertentu atau melakukan tertentu disebut dengan affirmative covenant. Kondisi berikut yang bukan merupakan kelompok affirmative convenant, adalah:

a)

Menyerahkan laporan keuangan dan operasi secara periodik kepada Bank

b)

Memenuhi persyaratan rasio keuangan tertentu

c)

Memelihara modal kerja pada level tertentu

d)

Melakukan merger atau konsolidasi atau mengakuisisi aset dari perusahaan lain

29.

Berikut adalah salah satu tanda kinerja debitur menurun, yang kemungkinan besar akan dapat menimbulkan default yaitu:

a)

Membangun gedung baru

b)

Piutang dagang meningkat

c)

Kenaikan persediaan

d)

Penjualan menurun

30.

Dalam menghadapi kredit bermasalah, dapat dilakukan berbagai cara seperti rescheduling, reconditioning, likuidasi agunan dsb. Cara terbaik menentukan tindakan yang akan dipilih adalah :

a)

Rescheduling sedemikian sesuai kemampuan cash perusahaan

b)

Likuidasi agunan secepatnya

c)

Memberikan bunga yang sangat rendah agar cash flow terbantu

d)

Memilih alternative dimana kerugian bank terkecil

31.

Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Managemen Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dikeluarkan dari neraca bank. Tindakan tersebut dinamakan :

a)

Hapus tagih

b)

Pembebasan hutang

c)

Hapus buku

d)

Restrukturisasi

32.

Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Managemen Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dihapuskan kewajiban pembayarannya. Tindakan tersebut dinamakan :

a)

Hapus tagih

b)

Pembebasan hutang

c)

Hapus buku

d)

Restrukturisasi

33.

Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:

a)

Standardized approach

b)

IRB Foundation

c)

IRB Advance

d)

Advance Measurement Approach

34.

Apabila sebagian besar debitur sebuah bank baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:

a)

Standardized approach

b)

IRB Foundation

c)

IRB Advance

d)

Advance Measurement Approach

35.

Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:

a)

Standardized approach

b)

IRB Foundation

c)

IRB Advance

d)

Advance Measurement Approach

36.

Dalam melakukan perhitungan kebutuhan modal dengan metode IRB Foundation sebagian input disediakan oleh regulator, sementara data yang harus disediakan oleh bank adalah data :

a)

Probability Default (PD)

b)

Exposure at Default (EAD)

c)

Loss Given Default (LGD)

d)

Effective Maturity (M)

37.

Salah satu cara mengendalikan risiko pasar dalam trading book adalah dengan melakukan Hedging (Derivative). Contoh transaksi lindung nilai (Hedging) yang dapat digunakan dalam pengendalian risiko pasar adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Transaksi Spot

b)

Transaksi Forward

c)

Transaksi Option

d)

Transaksi Swap

38.

Proses penentuan harga atau marked to market (MTM) dilakukan secara harian atas portofolio trading, yang dapat mengakibatkan bank memperoleh keuntungan ataupun kerugian secara “unrealized”. Untuk mengurangi dampak kerugian atas pergerakan faktor pasar perlu ditentukan suatu aturan aktivitas trading dalam bentuk :

a)

Penetapan berbagai limit trading

b)

Penetapan jenis surat berharga yang dapat diperdagangkan

c)

Penetapan jenis tenor surat berharga

d)

Penetapan holding periode transksi trading

39.

Untuk membatasi kerugian akibat aktivitas trading, bank pada umumnya menetapkan berbagai macam limit, limit yang biasa diterapkan pada bank dalam membatasi kerugian dari transaksi trading antara lain :

a)

Limit Value at Risk (VaR)

b)

Limit Loss Given Default

c)

Limit Probability of Default

d)

Limit Exposure at Default

40.

Seorang nasabah menjual hasil ekspor yang rencananya dibayar oleh rekan dagangnya di amerika dengan valuta sebesar USD 1 juta, dalam jangka waktu 6 bulan, nilai tukar USD terhadap rupiah bisa berubah dalam kurun waktu tersebut. Untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, nasabah tersebut dapat melakukan :

a)

Forward beli USD jangka waktu 6 bulan

b)

Forward Jual USD jangka waktu 6 bulan

c)

Tidak usah melakukan apa apa karena USD pasti akan menguat

d)

Menjual call option USD

41.

Selain bertugas dalam aktivitas trading, unit kerja treasury pada bank umumnya memiliki tanggung jawab antara lain :

a)

Mengelola likuiditas, memelihara asset likuid dan mengelola risiko suku bunga pasar banking book

b)

Mengelola trade finance, mengelola likuiditas dan memelihara asset likuid

c)

Mengelola aktivitas perkreditan, mengelola trade finance, mengelola likuditas, memelihara asset likuid, dan mengelola riisko suku bunga pada banking book

d)

Mengelola likuiditas , memelihara asset kurang likuid dan mengelola risko suku bunga pada trading book

42.

Pejabat di unit treasuri yang sedang melakukan proses mark to market atas posisi obligasi korporasi yang dimiliki bank. Karena harga tidak tersedia di pasar dan obligasi tersebut tidak likuid, maka harga posisi obligasi tersebut ditentukan dengan cara :

a)

Menggunakan harga atas dasar transaksi terakhir yang terjadi di pasar

b)

Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi harga obligasi

c)

Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi dengan menyesuaikan diskonto

d)

Menggunakan nilai nominal obligasi

43.

Bank memerlukan waktu untuk melakukan likuidasi posisi ataupun melakukan hedging. Untuk menentukan berapa waktu yang diperlukan untuk melikuidasi posisi atau melakukan tindakan hedging, maka dalam analisa VaR digunakan :

a)

Confident Level

b)

Holding Period

c)

Time Horizon

d)

Volatility

44.

Mana dari pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar dari proses pengelolaan risiko suku bunga dalam banking book :

a)

Mengukur repricing gap dan menetapkan limit repricing gap

b)

Mengukur repricing gap dan menetapakan limit gap nilai tukar

c)

Apabila repricing gap positif maka bank memperkecil gap pada saat suku bunga naik

d)

Apabila repricing gap negative maka bank tetap memepertahankan gap pada saat suku bunga naik.

45.

Apabila suku bunga diperkirakan naik, mana dari strategi dibawah ini yang layak dilakukan oleh bank :

a)

Membeli fixed rate securities jangka panjang dan menengah

b)

Menjual floating rate bond yang suku bunganya di review tiap bulan

c)

Menurunkan porsi deposito dengan jangka waktu yang panjang dibandingkan jangka pendek

d)

Menurunkan outstanding kredit dengan suku bunga fixed (tetap)

46.

Salah satu upaya pengendalian risiko likuiditas adalah memelihara sumber dana yang stabil dan persediaan aset likuid yang cukup memadai. Agar sumber dana dan jenis aset likuid dapat diandalkan menghadapi bahaya risiko likuiditas maka :

a)

Sumber dana diutamakan dari beberapa perusahaan besar agar menyimpan dana di bank

b)

Untuk membiayai kredit, dapat mengandalkan sumber dana dari pinjaman antar bank

c)

Lebih mengutamakan pendanaan ritel, khususnya tabungan dan giro

d)

Mengupayakan DOC (Deposit On Call) sebanyak mungkin

47.

Dalam liquidity gap, behavioral maturity artinya :

a)

Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo yang ditetapkan, atas dasar perilaku nasabah atau karakteristik produk

b)

Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar kontrak yang melandasi produk tersebut

c)

Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar rencana bisnis baru di masa mendatang

d)

Analisis dengan melakukan pengamatan atas perilaku sekelompok nasabah deposan

48.

Penerapan manajemen risiko operasional antara lain ditujukan agar tidak ada unsur kejutan (no surprise) pada setiap kejadian risiko. Untuk itu, salah satu manfaat penting dalam penerapan manajemen risiko adalah :

a)

Proses penilaian risiko oleh pejabat bank

b)

Pelaksanaan prosedur dan penetapan limit

c)

Meningkatkan budaya sadar risiko

d)

Mengidentifikasi risiko pada akktvfitas SDM

49.

Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan kerugian-kerugian risiko operasional yang dapat diperkirakan (expected loss) :

a)

Kerugian tersebut merupakan hal yang wajar dalam bisnis bank

b)

Tidak diperhitungkan dalam upaya memperoleh pendapatan

c)

Jumlah aset bank baru dinaikkan untuk menutup kerugian

d)

Kerugian risiko operasional tersebut harus dibuatkan cadangan

50.

Dalam pelaksanaan pengelolaan risiko pada produk atau aktivitas baru, bank harus melakukan beberapa tahanpan, salah satunya adalah Tahap Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko. Yang pertama kali menilai tingkat kecukupan dimaksud pada umumnya adalah:

a)

Satuan kerja Manajemen Risiko

b)

Direktur Kepatuhan

c)

Pemrakarsa Produk

d)

Satuan Kerja Audit Intern

51.

Untuk mengurangi dampak risiko operasional akibat kejadian eksternal (external event) seperti gemba bumi, kebakaran, banjir, terorisme dll, bank harus menerapkan:

a)

Business Continuity Management

b)

Basic Impact Analysis

c)

Risk Assessment

d)

Manajemen Risiko pada Penggunaaan Teknologi Informasi

52.

Dengan pendekatan AMA dalam perhitungan beban modal untuk risiko operasional, bank diperbolehkan menghitung kebutuhan beban modal tersebut menggunakan kombinasi dari berbagai pendekatan yang antara lain berupa:

a)

Penggunaan rata-rata Gross Income selama 3 (tiga) tahun

b)

Pendekatan berdasarkan kualitas linkungan kontrol, yang didominasi oleh pertimbangan kualitatif dan lebih bersifat melihat ke depan

c)

Penggunaan pendekatan kuantitatif dan Gross Income

d)

Pendekatan BIA dan Standardized Approach

53.

Proses penilain Risk and control Self assessment (RCSA) dilakukan dengan melakukan evaluasi tingkat risiko terhadap beberapa risiko berikut ini, mana yang menjadi cakupan dari tujuan proses RCSA:

a)

Kemungkinan (Probabilitas) dan Loss Event Database

b)

Dampak (Likelihood) dan contingency plan

c)

Efektifitas control dan Key Risk indicator

d)

Kemungkinan dan Dampak

54.

Kebutuhan likuiditas dari suatu bank secara umum harus dapat diidentifikasi dari sumbernya antara lain dari :

a)

Penarikan Kredit dan pendapatan bunga bersih (NII)

b)

Penarikan kredit dan penutupan asuransi oleh nasabah

c)

Credit line yang belum terpakai dan standby L/C yang diterbitkan

d)

Credit line yang belum terpakai dan penitipan surat berharga dalam safe deposit box

55.

Pernyataan berikut ini yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah :

a)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode internal (IMA – IRBA – AMA)

b)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar

c)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan menggunakan data kuantitatif

d)

Pendekatan yang sederhana adalah menggunakan data kualitatif

56.

Perhitungan capital charge dengan metode standar memililki keterbatasan dalam pengukuran kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar trading book. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain :

a)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi

b)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas yang rendah

c)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehinga menghasilkan perhitungan yang overestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi

d)

Semua benar

57.

Beberapa rasio likuiditas yang biasanya digunakan dalam pengukuran risiko likuiditas perbankan antara lain :

a)

Current Ratio

b)

Quick Ratio

c)

Debt to Equity Ratio

d)

Loan to Deposit Ratio