wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Risiko Integratif - MRI II (Auditor Muda)

Total questions: 54

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.
Petugas yang bertanggung jawab untuk mamacu terwujudnya penyadaran, integrasi, kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi pengelolaan risiko adalah...
a)
risk management chief
b)
pimpinan
c)
risk management controll
d)
risk management champion
2.
Integrasi manajemen risiko ke dalam sistem, proses dan praktik, dan secara khusus proses perencanaan dan pengambilan keputusan di setiap tingkatan organisasi adalah...
a)
integrasi vertikal
b)
management champion
c)
integrasi horizontal
d)
budaya organisasi
3.
Salah satu konsep yang tepat mengenai manajemen risiko integratif adalah
a)
manajemen risiko menjadi proses yang berkelanjutan dan dilaksanakan terpisah dari proses bisnis yang ada
b)
Manajemen risiko ditangani secara khusus dan tidak terikat dengan aktivitas keseharian organisasi
c)
MRI merupakan penanganan risiko pada seluruh unit kerja organisasi sesuai dengan kemampuan unit kerja
d)
prinsip, framework, dan proses manajemen risiko memiliki kesinambungan alur pikir yang nyata
4.
Pada prinsipnya, manajemen risiko harus dikembangkan sesuai dengan kondisi organisasi/tidak berlaku istilah one size fits all. Hal tersebut tercermin dalam prinsip...
a)
Create value
b)
Tailored
c)
Systematic, structured, and timely
d)
Part of decision making
5.
Kegiatan pengembangan framework manajemen risiko diawali dengan...
a)
Monitoring dan reviu framework
b)
Perancangan framework
c)
Mandat dan komitmen
d)
Perbaikan berkelanjutan atas framework
6.
Faktor-faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko kecuali...
a)
alokasi waktu dan sumber daya untuk mengelola risiko memadai
b)
dukungan pinpinan puncak untuk mewujudkan budaya mengelola risiko tidak memadai
c)
tidak jelasnya pemilik risiko dan tanggung jawab mengelola risiko
d)
dokumentasi risiko yang berlebihan dan tidak perlu
7.
Penyelarasan pengelolaan risiko dan governance yang berhasil mensyaratkan empat faktor penentu keberhasilan, yaitu..
a)
Fokus organisasi, arahan organisasi, struktur pengambilan keputusan, kapasitas dan kapabilitas organisasi
b)
Fokus organisasi, arahan organisasi, struktur pengambilan keputusan, akuntabilitas
c)
Fokus organisasi, arahan organisasi, responsibilitas, kapasitas dan kapabilitas organisasi
d)
Fokus organisasi, arahan organisasi, tranparansi tata kelola, kapasitas dan kapabilitas organisasi
8.
Dalam risiko strategis, Risiko yang merujuk kepada bagaimana unit kerja dapat diterima oleh komunitas sejalan dengan dapat diterimanya layanan yang diberikan kepada komunitas, merupakan risiko
a)
Politik
b)
Sosial
c)
Ekonomi
d)
Teknologi
9.
Salah satu teknik yang digunakan untuk memberikan informasi guna pengambilan keputusan di tingkatan operasional dengan menggunakan analisis manfaat dibandingkan biaya dari pelaksanaan suatu program atau proyek merupakan metode
a)
Net Present Value (NPV)
b)
Internal Rate of Return (IRR)
c)
Cost‐Benefit Analysis
d)
Risk and Control Self Assessment (RCSA)
10.
Berikut karakteristik program‐ program Value‐Added RCSA menurut Accenture, 2012, kecuali:
a)
Curah Pendapat yang Terstruktur dan Difasilitasi<br />
b)
Sudut Pandang yang Lengkap atas Risiko dan Pengendalian<br />
c)
Metodologi yang Jelas Untuk Analisis Kecenderungan (Trend Analysis)
d)
Metode Identifikasi Non‐Financial Risks<br />
11.
Analisis yang digunakan dalam identifikasi risiko dan digunakan untuk mengidentifikasikan jadwal proyek yang berisiko, dilakukan baik melalui pengamatan atas hasil‐hasil analisis penjadwalan maupun melalui kegunaannya sebagai alat untuk melakukan analisis what if merupakan analisis
a)
Analisis Prompt dan checklist
b)
Analisis terstruktur
c)
Decomposition
d)
Analisis jejaring (network)
12.
Teknik identifikasi risiko yang menggunakan Resource Breakdown Structure (RBS), Work Breakdown Structure (WBS) dan Product Breakdown Structure (PBS) untuk menganalisis aspek‐aspek pemberian layanan yang tidak jelas dan untuk mengientifikasikan risiko merupakan teknik:
a)
Model Delphi yang Dimodifikasi
b)
Decomposition
c)
Hazard dan Operability Studie
d)
Pendekatan Produk
13.
Teknik analisi resiko dengan menangani  masalah  ketidakpastian  melalui  eksploitasi  karakteristik  dari  jejaring  untuk  mengakumulasi ketidakpastian disebut:
a)
Analisis Monte Carlo  
b)
Controlled Interval Memory
c)
Evaluasi Probabilistik Sederhana 
d)
Programme Evaluation and Review Technique (PERT) 
e)
Analisis Sensitivitas
14.
Teknik Programme Evaluation and Review Technique (PERT) <br />menggunakan durasi waktu yang diperkirakan secara statistik untuk aktivitas-aktivitas secara individu berdasarkan tiga waktu estimasi, yaitu: 
a)
Waktu optimis, Waktu  yang  mendekati dan Waktu  pesimistis
b)
Waktu Minimum, Waktu Ekstreem dan Waktu Makximum
c)
Waktu Awal, Rentang Waktu dan Waktu Akhir
d)
Waktu Pengerjaan, Waktu Tenggang dan Waktu Penyelesaian
e)
Waktu optimis, Rentang Waktu dan Waktu Akhir
15.
Teknik analisis risiko yang menunjukkan bagaimana hasil yang diperoleh akan berbeda dalam suatu rentang keadaan tertentu adalah?
a)
Analisis Sensitivitas
b)
Fault Tree Analysis 
c)
Controlled Interval Memory
d)
Analisis Monte Carlo
e)
Programme Evaluation and Review Technique (PERT) 
16.
Teknik analisis yang mengidentifikasikan  kejadian‐kejadian  yang  mungkin  dapat  terjadi  dan pengaruh  kegagalan  terhadap  sistem  dan  menelusuri  urutan  kejadiannya <br />untuk  melokalisir  asal  kegagalannya disebut?
a)
Analisis Sensitivitas
b)
Fault Tree Analysis 
c)
Controlled Interval Memory
d)
Analisis Monte Carlo
e)
Programme Evaluation and Review Technique (PERT) 
17.
Metode  ilustrasi  urutan  hasil  karena  munculnya  kejadian  awal merupakan jenis analisis?
a)
Analisis Sensitivitas
b)
Fault Tree Analysis 
c)
Event Tree Analysis 
d)
Life Cycle Cost Analysis 
e)
Analisis Monte Carlo
18.
Teknik ini menyangkut penilaian biaya total yang terkait dengan program atau proyek  tertentu  mulai  dari  saat  dimulai  sampai  dengan  berakhirnya adalah teknis analisis?<br />
a)
Analisis Sensitivitas
b)
Fault Tree Analysis 
c)
Event Tree Analysis 
d)
Life Cycle Cost Analysis 
e)
Analisis Monte Carlo
19.
Dalam rangka Reviu Strategi dan kerangka manajemen risiko entitas, diperlukan ketepatan strategi manajemen risiko, strategi ini memampukan organisasi salah satunya untuk?
a)
mengidentifikasikan  dampak  potensial  terhadap  organisasi,  pemerintah  dan/atau masyarakat
b)
mengidentifikasikan  kemungkinan kejadian risiko potensial  terhadap  organisasi,  pemerintah  dan/atau masyarakat
c)
mengidentifikasikan  langkah-langkah untuk mengurangi dampak
d)
mengidentifikasikan  langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan
e)
semua benar
20.
Berikut adalah kondisi Suatu  organisasi  dapat  dikatakan  telah  mengimplementasikan  manajemen  risiko  secara efektif, kecuali?
a)
Organisasi sangat memahami risiko‐risiko yang dihadapinya
b)
Organisasi  mengaplikasikan  seluruh  strategi  dan  proses  manajemen  risiko  yang <br />diusulkan  untuk  fungsi  dan  aktivitas  yang  menjadi  target  dan  mengaplikasikannya <br />pada tingkatan yang tepat dalam organisasi. 
c)
Pengujian, reviu dan peningkatan bisnis yang dilakukan oleh manajemen organisasi memberi  hasil  yang  cocok  (confirm)  bahwa  strategi‐strategi  manajemen  risiko organisasi memberikan nilai dan hasil yang diperkirakan.<br />
d)
Organisasi masih ragu menentukan risikonya
e)
Tidak ada jawaban yang benar
21.
Berikut adalah kondisi Sebuah organisasi yang memiliki  manajemen  risiko  yang  diintegrasikan  ke  dalam  struktur  tata  kelola  dan manajemen strategis , kecuali?
a)
Mengaplikasikan  pengelolaan  risiko  sebagai  bagian  pertimbangan  yang  jelas  dalamhal perencanaan strategis dan bisnis dan mengaplikasikan di semua tingkatan kritis dari organisasi. 
b)
Secara  eksplisit  memadukan  indikator‐indikator  untuk  risiko  dan  manajemen  risiko di dalam struktur tata kelola dan manajemen.
c)
Meyakinkan pimpinan organisasi untuk memperoleh informasi yang jelas tentang daftar risiko organisasi,  
d)
Organisasi sangat memahami risiko‐risiko yang dihadapinya
e)
Tidak ada jawaban yang benar
22.
sebuah  alat  untuk  pengelolaan  risiko  dan  perencanaan  strategis  yang  sangat  baik  yang meliputi  pemantauan  secara  seksama  atas  lingkungan  internal  dan  eksternal  organisasi untuk  se‐awal  mungkin  mendeteksi  tanda‐tanda  tantangan  dan  peluang  yang  mungkin mempengaruhi  rencana‐rencana  organisasi  baik  saat  ini  mupun  di  masa  depan disebut?
a)
Environmental scanning 
b)
Analisis Sensitivitas
c)
Fault Tree Analysis 
d)
Controlled Interval Memory
e)
Analisis Monte Carlo
23.
Pertimbangan  utama  bagi  organisasi  ketika  menjalankan  pemindaian  lingkungan antara lain sebagai berikut, kecuali?<br />
a)
tipe risiko – politis, legal, ekonomi, lingkungan, socio‐cultural, teknologis;
b)
sumber  risiko - eksternal atau internal
c)
penyebab risiko
d)
dampak  risiko 
e)
banyaknya risiko
24.
Dalam  menerapkan  proses  pemindaian,  isu‐isu  yang  harus  dipertimbangkan  oleh <br />organisasi ialah?
a)
frekwensi pemindaian, rentang waktu, lingkup, peluang/tantangan, informalitas
b)
frekwensi pemindaian, lingkup, peluang/tantangan, informalitas
c)
frekwensi pemindaian, rentang waktu, lingkup,
d)
frekwensi pemindaian, rentang waktu, lingkup, peluang/tantangan,
e)
semua salah
25.
membangun  satu  daftar  komprehensif  mengenai  ancaman‐ancaman  dan  peluang‐peluang  berdasarkan  kejadian‐kejadian  yang  mungkin  dapat menimbulkan,  meningkatkan,  mencegah,  mengurangi,  mempercepat  atau  menunda pencapaian  sasaran‐sasaran  strategis  organisasi, adalah maksud dari?
a)
Penilaian Risiko
b)
Identifikasi Risiko
c)
Analisis Risiko
d)
Skor Risiko
e)
Risk Appetite
26.
Analisis risiko menggunakan uraian dalam menggambarkan besarnya potensi konsekuensi dan kemungkinan terjadinya konsekuensi merupakan metode analisis secara…
a)
semi kualitatif
b)
kualitatif
c)
semi kuantitatif
d)
kuantitatif
27.
analisis yang digunakan sebagai aktivitas screening awal untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang memerlukan analisis yang lebih rinci ialah
a)
kualitatif
b)
semi kualitatif
c)
kuantitatif
d)
semi kuantitatif
28.
berikut ini yang harus dipertimbangkan suatu organisasi dalam melakukan evaluasi risiko, kecuali
a)
biaya yang ditimbulkan
b)
biaya/manfaat penanganan risiko
c)
selera risiko
d)
lingkungan eksternal dan internal
29.
yang merupakan tujuan dari reviu perlakuan terhadap risiko ialah
a)
menjamin risiko yang dipilih merupakan risiko tertinggi
b)
menjamin risiko tersebut bermanfaat untuk organisasi
c)
menjamin ketepatan penanganan risiko
d)
menjamin risiko tidak akan menjadi masalah
30.
kegiatan untuk mengetahui apakah risiko masih ada (exist) ataukah terdapat risiko yang baru, apakah terdapat perubahan dala mhal terjadinya kemungkinan atau dampak, dan untuk menilai kembali prioritas risiko merupakan aktivitas…
a)
reviu atas evaluasi risiko
b)
reviu atas identifikasi risiko baru
c)
reviu atas perlakuan risiko
d)
reviu atas pemantauan dan reviu
31.
Pelaporan risiko merupakan alat untuk mengomunikasikan risiko dan dampaknya terhadap organisasi. Pelaporan yang efektif merupakan sikap proaktif dalam mengelola risiko guna mengantisipasi risiko‐risiko yang dihadapi organisasi dan kemungkinan terjadinya. Pelaporan risiko yang efektif harus berfokus kepada bagaimana risiko memberi dampak kepada profil risiko masing‐masing unit bisnis dan profil risiko organisasi secara keseluruhan. Pelaporan juga bertujuan untuk, kecuali
a)
fokus pada pengecualian dan mempertimbangkan sebab-sebab yang mendasar
b)
meyakinkan bahwa manajemen risiko melekat dalam kepemimpinan;
c)
pemenuhan maturitas manajemen risiko
d)
memberikan transparansi atas area‐area yang menjadi pusat perhatian organisasi
32.
berikut ini yang merupakan prinsip pelaporan risiko adalah
a)
akurasi, komprehensif, kejelasan, manfaat, distribusi
b)
akurasi, komprehensif, manfaat, frekuensi, distribusi
c)
akurasi, komprehensif, kejelasan, frekuensi, distribusi
d)
akurasi, komprehensif, kejelasan dan manfaat, frekuensi, distribusi
33.
Pimpinan yang merumuskan pedoman perilaku, sehingga menciptakan kejelasan tentang integritas dan nilai etika yang tinggi merupakan ilustrasi untuk menilai efektivitas impementasi risiko pada…
a)
Risk Culture
b)
Governance
c)
External Reporting
d)
Risk appetite
34.
Laporan risiko operasional yang mencakup elemen excess of the risk appetite and limit merupakan ilustrasi untuk menilai efektivitas impementasi risiko pada…
a)
Risk Culture
b)
Pelaporan dan pemantauan
c)
Risk Appetite
d)
External reporting
35.
Berikut yang merupakan risiko terkait outsourcing, kecuali
a)
proses due dilligence pada penyelenggara jasa
b)
membangun fall-out plans
c)
menjalankan lingkungan pengendalian yang efektif
d)
menjalankan informasi dan komunikasi yang efektif
36.
Berikut risiko yang dapat terjadi pada unit kerja keuangan, kecuali
a)
risiko dalam perencanaan
b)
risiko ketidakcukupan dana
c)
risiko fraud
d)
risiko pertanggungjawaban
37.
Berikut yang bukan merupakan risiko dalam pengelolaan sumber daya manusia
a)
risiko memperoleh pegawai yang tepat
b)
risiko karyawan yang tidak memiliki talent yang tepat
c)
risiko kegagalan suksesi
d)
risiko tuntutan hukum dari pimpinan organisasi
38.
Proses identifikasi dan penyiapan pegawai yang tepat untuk tanggung jawab yang lebih tinggi merupakan pengertian dari
a)
promosi
b)
suksesi
c)
reorganisasi
d)
remunerasi
39.
Berikut yang merupakan infratsruktur dalam IT management objectives checklist
a)
asessmen risiko
b)
industrial risiko
c)
security of third party access
d)
responding to security
40.
Siklus  pengelolaan  aset  berwujud  terdiri  dari  empat  fase  yang  berbeda,  yaitu
a)
Planning, Acquisition, Operation dan Disposal
b)
Planning, Organizing, Actuating dan Disposal
c)
Planning, Budgeting, Operation dan Controlling
d)
Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling
e)
Planning, Acquisition, Actuating, dan Controlling
41.
Pengelolaan  barang  milik  daerah  dilaksanakan  berdasarkan  asas:
a)
Legal, Distributif, Moral dan Kontributif
b)
Fungsional,  Efisien, Efektif dan Distributif
c)
Akuntabilitas, Keterbukaan, Partisipatif, Efektif dan Legal
d)
Fungsional,  kepastian  hukum,  transparansi  dan  keterbukaan,  efisiensi,  akuntabilitas, dan kepastian nilai
e)
Efektif, Efisien dan Ekonomis
42.
Risiko barang tidak sesuai kebutuhan adalah salah satu risiko pengelolaan BMN, yaitu
a)
Risiko Penyimpanan Aset
b)
Risiko pengamanan aset
c)
Risiko penyaluran aset
d)
Risiko penggunaan ase
e)
Risiko penerimaan aset
43.
Untuk  meminimalkan  terjadinya  risiko‐risiko  dalam  kegiatan  Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran  aset atas  efektivitas  sistem  manajemen risiko operasional pengadaan, pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:
a)
Apakah data kebutuhan aset telah didasarkan kepada kebutuhan unit kerja?
b)
Apakah telah dibentuk panitia pengadaan yang memiliki uraian tugas yang  jelas? 
c)
Apakah  terdapat  anggota  panitia  pengadaan  yang  memiliki  hubungan  istimewa dengan rekanan? 
d)
Apakah  proses  pengadaan  telah  dilakukan  sesuai  ketentuan  di  setiap  tahapnya?
e)
Apakah telah ditetapkan rencana untuk mengatasi kegagalan pengadaan? 
44.
Suatu proses yang standar dan diformalkan yang diarahkan  untuk perbaikan‐perbaikan disebut:
a)
Cost benefit  analysis
b)
Sertifikasi
c)
Intrusion testing
d)
Briefing
e)
Outsourcing 
45.
Pengelolaan barang milik daerah meliputi: 
a)
Pengadaan, perencanaan, pengeluaran, penyimpanan, pemanfaatan dan penghapusan.
b)
perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan, dan tuntutan ganti rugi. 
c)
perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan, dan tuntutan ganti rugi. 
d)
Perencanaan, perolehan Dana, Pembelanjaan dan Pertanggungjawaban
e)
Perekrutan  dan  seleksi,  training  dan  pengembangan,  manajemen  kinerja  pegawai,  manajemen  karir,  sistem  remunerasi,  hubungan  industrial  dan  manajemen  pemberhentian
46.
Risiko  barang tidak sesuai spesifikasi adalah salah satu risiko pengelolaan BMN, yaitu
a)
Risiko Penyimpanan Aset
b)
Risiko pengamanan aset
c)
Risiko penyaluran aset
d)
Risiko penggunaan ase
e)
Risiko penerimaan aset
47.
Kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang  milik  daerah  untuk  menghubungkan  pengadaan  barang  yang  telah  lalu  dengan  keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan  kebutuhan yang akan datang adalah:
a)
Perencanaan Kebutuhan
b)
Pengadaan Aset
c)
Perencanaan Penggunaan Aset
d)
Penatausahaan Aset
e)
Pemindahtanganan Aset
48.
Suatu alat yang memiliki nilai tambah bagi perencanaan bisnis dan pendekatan mitigasi risiko sehingga pimpinan organisasi mengetahui kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi atas manajemen risiko dalam organisasinya …......
a)
Maturity
b)
Maturity Level
c)
Risk Maturity Model
d)
Risk Maturity Level
e)
Risk Maturity Management
49.
Risk Maturity Model disusun berdasarkan suatu rentang atribut manajemen risiko yaitu
a)
Basic - Matured - Advanced
b)
Initial - Defined - advanced
c)
Intial - Matured - Optimised
d)
Basic - Defined - Optimised
e)
Basic - Matured - Optimised
50.
Pertimbangan dalam mengevaluasi Risk Maturity Model yang ditetapkan oleh situasi organisasi adalah sebagai berikut, kecuali
a)
Pendekatan Maturity Model
b)
Prinsip Maturity Model
c)
Komponen Maturity Model
d)
Evaluasi Maturity Model
e)
Pengkuran Maturity Model
51.
Pada suatu rentang atribut apa manjemen risiko menjadi suatu alat strategis untuk meningkatkan kinerja dan merupakan suatu nilai utama dari organisasi?
a)
Basic
b)
Intial
c)
Defined
d)
Matured
e)
Advanced
52.
Menurut ISO 31000:2009 kiteria untuk maturity diagnostic, Maturity Levels terdiri dari …......
a)
Initial - Repeatable - Defined - Managed - Optimised
b)
Basic - Repeatable - Defined - Matured - Optimised
c)
Non existent - Basic - Matured - Defined - Managed - Advanced
d)
Non existent - Initial - Repeatable - Defined - Managed - Optimised - Not Applicable
e)
Non existent - Basic - Repeatable - Defined - Managed - Advanced - Not Applicable
53.
Kerangka penilaian efektivitas bangunan manajemen risiko adalah sebagai berikut, kecuali …....
a)
Menetapkan Area Reviu
b)
Mendesain Teknik Reviu
c)
Melakukan Reviu
d)
Membuat simpulan reviu
e)
Laporan Hasil Reviu
54.
Overall MR, Per Elemen MR, Organisasi dan Unit Kerja adalah kegiatan penilaian efektivitas bangunan majemen risiko yang berada pada tahap …...
a)
Menetapkan Area Reviu
b)
Mendesain Teknik Reviu
c)
Melakukan Reviu
d)
Membuat simpulan reviu
e)
Laporan Hasil Reviu