Worksheetsppg_retaker_03
Total questions: 120
Worksheet time: 3600secs
1. Siswa ingin mendapatkan layanan konseling dari guru BK, tetapi sekolah tidak memiliki fasilitas ruang konseling yang memadai. Upaya yang tepat untuk dilakukan konselor agar dapat memberikan layanan konseling adalah ……
a. Mengajukan permohonan ruang konseling kepada kepala sekolah
a. Menjelaskan situasi terbatasnya fasilitas kepada siswa
a. Memilih tempat yang paling nyaman bagi siswa di sekolah
a. Meminta siswa mencari tempat di luar sekolah
Perasaan malu atau takut akan dimarahi oleh orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, atau guru BK membuat siswa lebih memilih teman sebagai tempat mencurahkan hati. Menyikapi hal ini, yang dapat dilakukan guru BK adalah …
a. Membentuk komunitas konselor sebaya
b. Melakukan sosialisasi tentang layanan konseling di sekolah
b. Memberikan himbauan kepada siswa agar curhat kepada guru BK
b. Melibatkan orang tua untuk memberi pemahaman siswa tentang layanan BK
1. Asesmen kebutuhan merupakan langkah dasar untuk merancang dan melaksanakan layanan BK. Selain kebutuhan siswa, guru BK juga perlu melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan ……
a. Guru mata pelajaran
a. Wali kelas
Orang tua
a. Lingkungan
1. Guru BK sedang melakukan layanan konseling dan mendapati siswa yang menyampaikan bahwa tempat konselingnya kurang nyaman karena kursinya keras. Sebagai professional helper yang dapat dilakukan guru BK adalah ……
a. Menyusun proposal renovasi ruang konseling termasuk pengadaan sofa
a. Menyampaikan kepada kepala sekolah untuk meminta solusi
a. Memberikan pemahaman kepada siswa tentang keterbatasan fasilitas sekolah, dan meminta siswa untuk menerima kondisi apa adanya
a. Menjelaskan kepada siswa tentang kondisi dan keterbatasan fasilitas sekolah, dan menawarkan kepada siswa untuk memilih tempat lain yang lebih nyaman
1. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan diperoleh data beberapa siswa merasa pesimis dengan masa depan karena sulitnya mencari pekerjaan, maka strategi layanan yang tepat yaitu...
Layanan responsif melalui konseling individual
a. Layanan dasar melalui bimbingan kelompok
Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
Dukungan sistem melalui PTBK
1. Banyak siswa yang tidak percaya dengan guru BK karena tidak mampu menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan karena kemampuan komunikasi konseling guru BK kurang baik. Upaya yang seharusnya dilakukan guru BK adalah …...
a. Mengikuti pelatihan konseling dengan tema komunikasi konseling
a. Meminta bantuan dari pihak lain untuk membantu menyelesaikan masalah
a. Mengalihtangankan siswa yang bermasalah kepada pihak lain
a. Menanyakan kepada siswa layanan seperti apa yang diinginkan
1. Seorang siswa membutukan bantuan untuk memahami bakat dan kemampuannya sehingga dapat memilih jurusan yang sesuai. Dalam hal ini guru BK dapat menggunakan strategi layanan...
a. Layanan responsif melalui konseling individual
a. Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
a. Layanan dasar melalui bimbingan kelas
a. Dukungan sistem melalui home visit
1. Guru BK melakukan asesmen kebutuhan pada siswa baru. Hampir 80% siswa merasa sulit untuk beradaptasi sehingga mengganggu kegiatan belajar mereka. Layanan yang dapat diberikan kepada siswa adalah ……
Layanan dasar melalui bimbingan kelompok
a. Layanan dasar melalui bimbingan klasikal
Layanan responsif melalui konseling individu
Layanan responsif melalui konseling kelompok
1. Topik bimbingan klasikal diangkat berdasarkan pertimbangan dari?
a. Lembar kerja siswa (LKS) bimbingan dan konseling
a. Daftar Cek Masalah (DCM) dan Alat Ungkap Masalah (AUM)
a. Data kebutuhan siswa dan standar kompetensi kemandirian peserta didik
a. Data pelanggaran tata tertib dan keluhan siswa dalam selama belajar
1. Seorang siswa menemui konselor dan menyampaikan bahwa dia sedang ingin bercerita tentang masalah yang dialami temannya. Siswa mengajak konselor untuk berdiskusi tentang upaya yang dapat diberikan untuk membantu temannya. Proses layanan yang diberikan guru BK terhadap siswa tersebut disebut ……
a. Tutor sebaya
a. Referal
Konseling
a. Konsultasi
1. Perencanaan dan pengembangan layanan responsif perlu menyesuaikan dengan materi atau topik berdasarkan empat bidang layanan. Perilaku asertif, sikap empati, dan keterampilan sosial merupakan beberapa topik atau materi yang dapat dikembangkan dalam layanan responsif bidang ……
a. karir
belajar
a. sosial
pribadi
1. Sikap empati, latihan atribusi, kepercayaan diri, pengambilan keputusan karir secara berturut-turut adalah topik atau materi yang dapat dikembangkan dalam layanan responsif bidang ……
a. Sosial, pribadi, belajar, dan karir
Pribadi, sosial, belajar, dan karir
a. Sosial, belajar, pribadi, dan karir
Pribadi, belajar, sosial, dan karir
1. Guru BK memperoleh data bahwa terdapat empat siswa bingung untuk merencanakan masa depan mereka karena belum mengetahui dan memahami dirinya. Layanan yang tepat diberikan untuk membantu adalah ……
a. Konseling kelompok untuk membantu siswa melakukan self-assessment
a. Konseling individu untuk membantu siswa melakukan self-knowledge
a. Konseling kelompok untuk mengidentifikasi career goals
a. Konseling individu untuk mencapai career knowledge
Seorang siswa memiliki gangguan kecemasan akademik yang cukup serius. Setiap kali menjelang pekan ujian, dia jatuh sakit. Guru BK dapat membantu siswa dengan memberikan layanan ……
a. Dasar melalui bimbingan klasikal teknik relaksasi
a. Responsif melalui konseling kelompok topik mengatasi kecemasan
Dasar melalui bimbingan kelompok topik mengatasi kecemasan
a. Responsif melalui konseling individu teknik relaksasi
1. Salah satu topik pengembangan layanan konseling bidang sosial adalah perilaku asertif. Latihan asertif menjadi salah satu teknik yang dapat dilakukan guru BK untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan atau keterampilan asertif. Namun kerapkali siswa mengalami hambatan atau kesulitan berperilaku asertif karena ……
a. Kurangnya keterampilan berkomunikasi
a. Memiliki hambatan mental yang berasal dari pikiran irasional
Enggan untuk berubah dan merasa dirinya baik-baik saja
a. Kurang adanya motivasi atau dukungan dari lingkungan sekitar
Guru mata pelajaran menyampaikan keluhan pada guru BK tentang siswa yang prestasi akademiknya menurun. Setelah ditelusuri, siswa tidak memiliki cukup waktu untuk mengerjakan tugas dan sering mengantuk di kelas karena setiap pulang sekolah diajak temannya nongkrong di kafe sampai larut malam. Ssiwa tersebut mengaku tidak dapat menolak ajakan temannya, sehingga layanan yang tepat diberikan adalah
a. Layanan responsif bidang sosial topik perilaku asertif
a. Layanan responsif bidang sosial topik komunikasi efektif
a. Layanan responsif bidang pribadi topik keterbukaan diri
a. Layanan responsif bidang pribadi topik kontrol diri
1. Guru BK merancang dan mengembangkan media dengan mempertimbangkan karakteristik siswa SMP. Sebagaimana dasar pemilihan media yang pelu berdasar pada kondiri peserta didik, pertimbangan guru Bk masuk pada aspek …
a. Bakat
Tugas perkembangan
a. Usia
Tahap perkembangan
1. Pada zaman yang serba digital ini, seorang guru BK meminta seorang ahli IT untuk mengembangkan sebuah media. Ketika tiba saat harus memberikan layanan, guru BK tidak dapat melaksanakan dengan baik karena guru BK tidak dapat menggunakan media yang telah dikembangkan. Kejadian tersebut artinya telah melanggar prinsip pemilihan media, yaitu ……
a. Guru BK akrab dengan format dan jenis media
a. Guru BK harus mengembangkan media secara mandiri
a. Guru BK mampu mengoperasionalkan media yang dikembangkan
a. Media mendukung pelaksanaan langkah-langkah bimbingan dan konseling
1. Guru BK memberikan layanan menggunakan poster yang tidak pernah diperbarui dari waktu ke waktu. Poster yang sama juga digunakan untuk memberikan layanan dalam beberapa strategi, seperti bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, bahkan konseling kelompok. Akibatnya, layanan bimbingan dan konseling tidak memperoleh hasil yang optimal karena ……
a. Guru BK kurang mumpuni dalam mengembangkan media
a. Media yang dikembangan tidak sesuai dengan karakteristik siswa
Siswa hafal dengan media yang disampaikan sehinggga bosan
Tidak semua media cocok untuk semua tujuan layanan BK
1. Minat siswa secara umum perlu ditingkatkan dalam mengikuti layanan BK karena layanan yang diberikan guru BK selama ini bersifat monoton. Siswa tidak tertarik mengikuti layanan BK karena konsep yang disampaikan bersifat abstrak
dan perlu dikonkretkan. Media yang tepat digunakan dalam situasi tersebut adalah ……
Games
a. Visual
Multimedia
Hypermedia
1. Layanan bimbingan klasikal sebagai salah satu komponen layanan dasar perlu dirancang agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Guru BK perlu menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan memperhatikan komponen utama yang tidak boleh terlewatkan. Berikut ini yang bukan merupakan komponen utama perencanaan layanan klasikal adalah ……
a. Evaluasi
a. Metode
a. Jenis layanan
a. Pokok bahasan dan materi
1. Sebagai professional helper, guru BK perlu memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mengembangkan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK). Salah satu RPLBK yang perlu disusun dan dikembangkan oleh guru BK adalah layanan bimbingan klasikal. Berdasarkan pada beberapa manfaat membuat perencanaan bimbingan klasikal, berikut ini pernyataan yang kurang tepat adalah ……
a. Memenuhi persyaratan administrasi pelayanan bimbingan dan konseling
a. Menjadi percaya diri dengan bimbingan klasikal yang akan dilaksanakan
a. Menyusun strategi evaluasi yang tepat
a. Mencanangkan tindak lanjut bimbingan klasikal
1. Evaluasi perlu dilakukan karena guru BK merupakan reflective practitioner. Evaluasi guru BK dilaksanakan untuk keempat komponen layanan yang diberikan, tak terkecuali layanan bimbingan klasikal. Berikut ini yang bukan merupakan aspek yang dievaluasi dalam layanan bimbingan klasikal yaitu
……
Rencana kegiatan siswa setelah mengikuti bimbingan klasikal
Rencana layanan tindak lanjut setelah bimbingan klasikal
Kesesuaian prosedur pelaksanaan bimbingan klasikal dengan RPLBK
Pengetahuan yang diperoleh siswa setelah mengikuti bimbingan klasikal
1. Konseling sebagai salah satu srategi komponen layanan responsif memiliki berbagai pendekatan yang ditawarkan dalam memberi intervensi kepada siswa. Acuan yang digunakan guru BK untuk memilih pendekatan dan teknik konseling yang tepat adalah merujuk pada ……
Karakteristik siswa
a. Kebutuhan siswa
Pendekatan yang dikuasai guru BK
Falsafah pribadi guru BK
1. Seorang siswa mendatangi guru BK dan minta diberi layanan konseling individu. Selama proses konseling, arah komunikasi yang terjadi adalah mengidentifikasi perilaku siswa, kejadian yang mendahului perilaku, dan konsekuensi dari perilaku siswa. Berdasarkan pada proses konseling tersebut, maka guru BK cenderung menggunakan pendekatan ……
Psikodinamika
Behaviorisme
Humanisme
Postmodernisme
1. Guru BK meyakini bahwa semua siswa yang meminta layanan konseling pada dasarnya adalah pribadi yang positif. Mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya, karena hanya siswa yang menjadi ahli atas masalah yang mereka alami. Merujuk pada pandangan guru BK terhadap siswa dan hakikat masalahnya, maka falsafah pribadi guru BK relevan dengan pendekatan …...
a. Psikodinamika
a. Behaviorisme
a. Humanisme
a. Postmodernisme
1. Rileksasi merupakan salah satu teknik dalam pendekatan behaviorisme yang salah satu tujuannya adalah mengurangi kecemasan Sebagaimana pengembangan layanan responsif yang lain, pengaplikasian teknik rileksasi melalui beberapa prosedur sistematis. Berikut ini adalah prosedur rileksasi yang benar ……
a. Prarileksasi, rileksasi mental, rileksasi otot
Rileksasi otot, rileksasi mental, pascarileksasi
Rileksasi mental, rileksasi otot, pascarileksasi
a. Prarileksasi, rileksasi otot, rileksasi mental
Layanan responsif bersifat insidental, namun bukan berarti tidak dapat dikembangkan oleh guru BK. Pengembangan layanan responsif mengacu pada empat bidang layanan, yaitu: pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pengembangan layanan responsif bidang karir artinya guru BK mampu merumuskan topik/materi layanan terkait dengan karir siswa, seperti ……
1. Pilihan karir, perencanaan karir, pengambilan keputusan karir
b. Pilihan karir, pengenalan dunia kerja, alternatif keputusan karir
b. Perencanaan karir, eksplorasi karir, pilihan karir
b. Perencanaan karir, pengembangan karir, pengambilan keputusan karir
1. Berbeda dengan layanan dasar yang dapat dirancang pelaksanaannya, layanan responsif kerapkali bersifat insidental. Layanan responsif merupakan layanan yang mendesak dan perlu segera diberikan. Berikut ini adalah alasan yang paling tepat mengapa layanan responsif perlu segera diberikan ……
a. Berkaitan dengan kredibilatas konselor sebagai professional helper
a. Apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah lain
a. Orang tua sering menyalahkan guru BK jika anaknya bermasalah
a. Reputasi dan nama baik sekolah bisa tercoreng apabila siswanya bermasalah
1. Seorang guru BK memandang bahwa siswa yang dilayani dalam proses konseling adalah pribadi yang tidak bisa mengorganisir struktur kepribadiannya dengan baik dan tidak bisa menyelaraskan antara id, ego, dan superegonya. Konseling yang dilakukan bertujuan untuk membantu siswa membentuk kembali struktur kepribadian mereka, sehingga antara id, ego, dan superego dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pada kasus tersebut, cara pandang guru BK erat kaitannya dengan falsafah ……
a. Psikodinamika
a. Behaviorisme
a. Humanisme
a. Postmodernisme
1. Tujuan memiliki peran yang strategis dalam perencanaan bimbingan klasikal karena …
1. Tujuan memiliki peran yang strategis dalam perencanaan bimbingan klasikal karena …
a. Mendasari pemilihan metode bimbingan klasikal
a. Mendasari penyusunan media bimbingan klasikal
a. Memandu arah perubahan siswa yang hendak dicapai dari bimbingan klasikal
1. Tujuan khusus di bawah ini tepat untuk topik bimbingan klasikal ”Meningkatkan kepercayaan diri”, kecuali ….
a. Siswa dapat menjelaskan definisi kepercayaan diri
a. Siswa dapat mengidentifikasi individu dengan kepercayaan diri yang tinggi dan rendah
a. Siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri
a. Siswa dapat mengaplikasikan strategi peningkatan kepercayaan diri
1. Perhatian urutan atau sekuens pokok bahasan dari topik “Peningkatan efikasi diri dalam belajar” di bawah ini!
[1] Manfaat efikasi diri
[2] Strategi peningkatan efikasi diri
[3] Definisi efikasi diri
[4] Ciri-ciri individu dengan efikasi diri rendah dan tinggi
[5] Pentingnya peningkatan efikasi diri dalam belajar
Sekuens rangkaian dari belakang untuk materi bimbingan klasikal di atas adalah ….
. [1]-[2]-[3]-[4]-[5]
. [2]-[4]-[1]-[1]-[5]
[4]-[3]-[1]-[5]-[2]
. [5]-[3]-[1]-[4]-[2]
1. Kapan evaluasi bimbingan klasikal dapat dikatakan sebagai suatu proses asesmen?
a. Saat evaluasi bimbingan klasikal menggunakan berbagai metode pengukuran yang variatif
Saat evaluasi bimbingan klasikal digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian tujuan bimbingan klasikal
a. Saat evaluasi bimbingan klasikal dimaksudkan untuk mengindentifikasi faktor keberhasilan/kegagalan
a. Saat evaluasi bimbingan klasikal digunakan untuk mempertanggungjawabkan proses dan hasil kegiatan
1. Dalam bimbingan klasikal, evaluasi dimaksudkan untuk ….
Mengukur perubahan siswa setelah mengukuti bimbingan klasikal
a. Menilai tingkat ketercapaian tujuan bimbingan klasikal
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan bimbingan klasikal
Membandingkan antara tingkat pemahaman siswa terhadap topik bimbingan klasikal dengan norma tertentu
1. Pokok bahasan “Strategi peningkatan efikasi diri dalam belajar” termasuk jenis pengetahuan metakognitif ketika fokus bahasannya tentang ….
a. Kondisi atau persyaratan strategi peningkatan efikasi diri digunakan
Panduan praktis strategi peningkatan efikasi diri
a. Cara-cara peningkatan efikasi diri dalam belajar
Kaitan antara teori tentang strategi peningkatan efikasi diri dengan pedoman praktis
1. Hal yang memungkinkan dilakukan dalam penerapan metode Jigsaw ketika membahas tentang peningkatan efikasi diri adalah …
a. Meminta kelompok ahli untuk mendalami sub topik tertentu
a. Menyampaikan pokok bahasan strategi peningkatan efikasi diri secara sistematis dengan diikuti latihan praktik
a. Meminta anggota kelompok ahli untuk mengajarkan semua topik yang kepada kelompok asal
Mempersiapkan kelompok kecil untuk melakukan investigasi tentang pentingnya efikasi diri dalam belajar
1. Sub pokok bahasan yang dapat dipelajari siswa dari penggunaan pembelajaran berbasis masalah dalam bimbingan klasikal dengan tema “Peningkatan efikasi diri dalam belajar” adalah berikut ini, kecuali …
a. Strategi peningkatan efikasi diri dalam belajar
a. Ciri-ciri siswa dengan efikasi diri yang tinggi dalam belajar
Latar belakang atau pentingnya efikasi diri dalam belajar
a. Definisi efikasi diri dalam belajar
1. Berikut ini kelebihan bimbingan klasikal tentang “Peningkatkan efikasi diri dalam belajar” dengan metode diskusi kelompok, kecuali …
a. Pemahaman tentang efikasi diri dapat disintesis dari sudut pandang para anggota kelompok yang bervariasi
a. Strategi peningkatan efikasi diri dapat diperdebatkan dalam kelompok
a. Pengetahuan yang terstruktur tentang efikasi diri dapat diperoleh melalui diskusi kelompok
a. Strategi peningkatan peningkatan efikasi diri dapat dipraktikkan dalam kelompok
1. Supaya diskusi kelompok tentang “Peningkatan Efikasi Diri” tidak salah arah, maka hal yang perlu dilakukan konselor adalah sebagai berikut, kecuali …
a. Menyampaikan dan mengingatkan batasan isu yang dibahas dalam diskusi
a. Meminta anggota kelompok menyampaikan pendapat apapun agar diskusi ramai
a. Memberikan penjelasan yang detail tentang efikasi diri sebelum diskusi
a. Membiarkan anggota kelompok tertentu agak menguasai pembicaraan daripada diskusi sepi
1. Dalam pembahasan “Strategi peningkatan efikasi diri dalam belajar” penggunaan media memberi kontribusi yang paling sigifikan dalam …
a. Menjadikan prosedur strategi peningkatan efikasi diri lebih operasional
a. Membuat konsep efikasi diri lebih mudah dipahami
a. Menjadikan konsep efikasi diri lebih ringkas untuk diingat
a. Menjadikan aktivitas bimbingan klasikal berfokus pada kelemahan/kekuatan strategi peningkatan efikasi diri
1. Berikut ini alasan tujuan penggunaan media yang harus selaras dengan tujuan bimbingan klasikal, kecuali …
a. Tujuan bimbingan klasikal dapat diselaraskan dengan tujuan penggunaan media
a. Media merupakan salah satu komponen yang diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan bimbingan klasikal
a. Tujuan bimbingan klasikal mendasari semua komponen perencanaan RPL
a. Media mendukung upaya pencapaian tujuan bimbingan klasikal
1. Pemberian balikan yang efektif kepada siswa yang biasanya ramai menjadi diam saat bimbingan klasikal berlangsung adalah …
a. Menyatakan bahwa perhatian yang diberikan siswa tersebut saat ini lebih baik daripada perhatian dari siswa yang lainnya dalam mengikuti bimbingan klasikal
Menyampaikan penghargaan konselor atas meningkatnya perhatian yang diberikan siswa selama mengikuti bimbingan klasikal
a. Menunjukkan apresiasi terhadap perhatian siswa dalam bimbingan kelompok sambil menyampaikan kemungkinan hasil positif dari perubahan itu
a. Menyatakan apresiasi terhadap perhatian siswa dalam bimbingan klasikal dan akan terus memantau perilakunya agar perhatiannya tetap terpelihara
1. Saat konselor melaksanakan diskusi kelas, konselor akan mendapatkan manfaat yang optimal ketika menggunakan penataan tempat duduk dengan gaya …
a. Gaya auditorium agar semua perhatian siswa di dalam kelas terfokus pada kelompok yang presentasi
a. Gaya seminar agar siswa dapat memperhatikan kelompok yang presentasi dan sekaligus berinteraksi dengan teman sekelas
a. Gaya kluster agar siswa dapat diskusi dengan kelompok kecilnya sebelum menyampaikan pendapat
a. Gaya tatap muka agar siswa dapat berinteraksi dengan teman sekelas secara lebih leluasa
1. Dalam bimbingan klasikal, seorang siswa enggan untuk mengerjakan tugas kelas. Pertimbangan yang tepat bagi konselor untuk memberikan instruksi ulang kepada siswa tersebut adalah …
Siswa tidak sempat memperhatikan instruksi karena tempat duduk di belakang
Siswa kurang memahami instruksi tugas yang diberikan
Siswa mengerti instruksi tetapi merasa tugas tidak penting bagi dia
Siswa kelelahan untuk mengerjakan tugas kelas
1. Agar siswa tidak bicara dengan teman sebangku tugas kelas dalam bimbingan kelompok diberikan, maka perilaku yang diharapkan dalam kontrak perilaku adalah …
a. Mengurangi perilaku bicara dengan teman sebangku
a. Langsung mengerjakan tugas setelah instruksi diberikan
a. Diam
a. Mengumpulkan tugas kelas tepat waktu
1. Agar time-out memberikan efek perubahan perilaku yang efektif, maka hal berikut dapat dilakukan, kecuali…
a. Siswa diminta untuk berdiri di belakang kelas
a. Time out dilaksanakan selama bimbingan klasikal berlangsung
a. Siswa diminta untuk berada di keluar kelas tanpa melakukan aktivitas apapun
a. Siswa berada di tempat duduknya tetapi tidak mendapatkan penguatan apapun
1. Berikut ini adalah komponen penunjang RPL Bimbingan Klasikal, kecuali …
a. Sasaran
Waktu
a. Materi/isi
Fungsi
1. Materi pada sub-pokok bahasan “Mengembangkan rencana kegiatan belajar” termasuk jenis pengetahuan ….
a. Faktual
a. Konseptual
Prosedural
a. Metakognitif
1. Tingkat proses berpikir yang tepat untuk sub-pokok bahasan “Mengembangkan rencana kegiatan belajar” adalah …
a. Komprehensi atau pemahaman
Penerapan atau aplikasi
a. Analisis
Kreasi
1. Hasil sebuah assesment di sebuah SMP menunjukkan bahwa semua siswa kelas VII membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara belajar di SMP yang mereka sadari berbeda dengan di SD. Program BK yang bisa disusun antara lain...
a. Layanan responsif melalui konseling kelompok
a. Perencanaan individual melalui carier day
a. Layanan dasar melalui bimbingan kelas
a. Dukungan sistem melalui home visit
1. Tujuan diadakan evaluasi dalam bimbingan dan konseling diantaranya sebagai berikut, kecuali...
a. Mengetahui jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana
a. Mengetahui efektifivitas metode layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan
a. Mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa dalam menunjang keberhasilan layanan bimbingan dan konseling
a. Memberikan masukan dalam kurikulum sekolah yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan dan masalah peserta didik
1. Secara garis besar evaluasi proses dapat dikelompokan dalam empat bagian yaitu...
a. Layanan bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
a. Rekruitmen personil bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
a. Layanan bimbingan dan konseling, kegiatan tambahan guru BK, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
a. Layanan bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan keuangan dan administrasi sekolah
1. Formatif-Sumatif Evaluation Model, adalah salah satu model penilaian yang dapat digunakan/diterapkan dalam penilaian BK. Model ini dikembangkan oleh Michel Srieven dan merupakan jenis penilaian yang berorientasi pada...
a. Proses dan hasil
Kegunaan dan hasil
a. Tujuan dan hasil
Program dan hasil
1. Kegiatan berikut yang bukan merupakan esensi kegiatan evaluasi program BK…
a. Menemukan hambatan program
a. Menentukan nilai keberhasilan program
Membandingkan keterlaksanaan dengan kriteria
a. Menyatakan derajat keberhasilan
1. Kegiatan evaluasi BK yang memfokuskan pada upaya menemukan bukti seberapa besar siswa terbantu dan terfasilitasi perkembangannya merupakan evaluasi...
a. Proses
a. Sarana dan prasarana
Instrument
a. Produk (hasil)
1. Evaluasi program yang terkait dengan siswa yang sudah merasa puas dan lega atas pelayanan konseling oleh guru BK. Siswa diminta untuk mengungkapkan perasaannya. Metode evaluasi program didasarkan pada...
a. Expert assesmen (penilaian ahli )
a. Goal attainment (pencapaian tujuan )
a. Student outcomes (siswa keluar datang )
a. Customer satisfaction (kepuasan pelanggan )
1. Guru BK merasa bahwa selama ini pelaksanaan konseling tidak memuaskan, untuk mengatasi kondisi tersebut kegiatan yang dilakukan adalah...
a. Evaluasi program
a. Evaluasi proses
a. Evaluasi hasil kegiatan
a. Supervisi kegiatan
1. Guru BK telah melaksanakan BK kelompok selama 1 semester tetapi melihat perkembangan siswa banyak yang tidak mengikuti, malas mengikuti kegiatan, dan tidak ada proses umpan balik. Untuk menilai pelaksanaan BK kelompok digunakan penilaian apa...
a. Evaluasi Proses
a. Evaluasi program
a. Evaluasi hasil
a. Evaluasi kegiatan
1. Seorang guru BK tidak pernah melakukan evaluasi program, apakah yang harus dilakukan...
Memanggil guru BK dari sekolah lain untuk melakukan evaluasi bersama
Meminta kepada koordinator guru BK untuk mengevaluasi
Meminta kepala sekolah untuk melakukan pelatihan evaluasi
Mendiskusikan dengan teman-teman MGBK
1. Pak Budi adalah seorang konselor yang berkerja di sebuah sekolah dengan hanya 2 guru BK. Kesulitan yang paling sering dirasakan adalah jumlah siswa asuh yang melebihi batas kemampuan dari beliau, sehingga kadang pelayanan tidak bisa menyentuk semua siswa. Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh pak Budi untuk menyelesaikan persoalannya adalah...
a. Berkerjasama dengan guru mapel untuk memasukkan materi pelayanan bimbingan dan konseling dalam mata pelajaran dalam bentuk inklusi
a. Bekerjasama dengan guru mapel dengan meminta jam pelajaran
a. Bekerjasama dengan pihak luar (psikolog atau profesional lain dibidangnya) untuk memberikan layanan sesuai dengan identifikasi kebutuhan
a. Meminta kepala sekolah untuk menambah tenaga guru BK
1. Bentuk kolaborasi atau peranan orang tua dalam berkontribusi memastikan efektifitas dan efisiensi layanan dengan tepat diantaranya...
a. Memberikan bantuan material yang mendukung ketercapaian layanan
a. Memberikan role model yang baik kepada siswa saat di rumah/luas sekolah
a. Membantu memberikan layanan berupa komunitas pembelajaran
a. Membantu dalam merumuskan program layanan bimbingan dan konseling
1. Saat menggunakan metode curah gagasan tanpa disadari kadangkala terjadi kondisi yang tidak diinginkan akan tetapi ada aktifitas yang perlu seorang konselor hindari yaitu...…
a. Melarang anggota kelompok memberi komentar negatif atas pendapat orang lain
a. Memberi dorongan kepada semua anggota kelompok untuk mengembangkan ide-ide positif
a. Fokus pada kesediaan mengemukakan pendapat
a. Segera analisis pendapat anggota kelompok sehingga diketahui pendapat siapa yang lebih efektif
1. Siswa-siswa di sekolah mulai asyik dengan dunia maya seperti social media, youtube, game online dan lain-lain. Hal ini menjadi peluang begitu juga masalah dalam waktu bersamaan. Seorang konselor akan mensingkapi hal ini dengan cara yang benar salah satunya...
a. Melakukan sosialisasi kepada siswa tentang bahaya dunia maya
a. Bersama tim IT sekolah membuat sarana medsos edukatif untuk pengembangan media dan optimalisasi layanan
a. Berkerjasama dengan orang tua untuk membatasi penggunaan gadget
a. Memanfaatkan media sosial sebagai sarana memberikan layanan
1. Adakalanya seorang guru bimbingan dan konseling dalam memilih metode untuk layanan klasikal dilakukan dengan alasan yang salah walaupun di maksudkan dengan semangat positif yaitu …
a. Cara siswa belajar
a. Jenis pengetahuan yang disampaikan dalam bimbingan klasikal
a. Tujuan bimbingan klasikal
a. Kepraktisan langkah pelaksanaannya
1. kegagalan penerapan metode jigsaw dalam layanan klasikal disebabkan karena kesalahan guru bimbingan dan konseling dalam menerapkan prosedur atau
langkah dalam penerapanya bentuk kesalah yang sering dilakukan guru bimbingan dan konseling diantaranya adalah...
a. Membentuk kelompok kecil sebagai kelompok asal
a. Menyuruh siswa membantuk kelompok ahli
a. Meminta siswa mengajarkan materi yang dipelajarinya di kelompok ahli kepada temannya sekelompok
a. Meminta kelompok ahli mempelajari semua pokok bahasan di hari itu
1. Saat seorang siswa mengalami persoalan berkenaan dengan studi lanjut dimana siswa merasa malu akan ekonomi yang dimiliki padahal baik secara akademik dirinya tidak memiliki persoalan atau bahkan bisa dibilang memiliki potensi yang cukup beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam hal dukungan sistem adalah..
a. Melakukan kolaborasi dengan universitas tertentu untuk mendapatkan peluang dalam mengakomodasi siswa tersebut
a. Memberikan pemahaman yang positif bagi siswa terhadap potensi dan
kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mendapatkan pendidikan lanjut
a. Mendaftarkan siswa dalam program bidikmisi
a. Memberikan pemahaman positif dan kesempatan pulang kerja lain melalui lembaga DIPNAKER sebagai solusi lain atas ketidakmampuan terhadap studi lanjut.
1. Berikut adalah semangat yang kurang tepat dalam mendasari dilaksanakannya layanan kolaborasi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah...
a. Apabila terjadi persoalan yang membutuhkan tenaga dari pihak ahli lain, konselor dengan mudah dapat melakukan penanganan
a. Mampu memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan konseli melalui ahli-ahli lain
a. Pembagian tugas sesuai dengan job diskripsi yang jelas akan membantu terlaksananya layanan bimbingan dan konseling
a. Menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik dengan berkerja bersama dengan pihak yang ahli pada bidangnya
1. Sering kali guru bimbingan dan konseling di sekolah menerapkan pemahaman yang salah dalam menerapkan menajeman kelas walaupun mungkin dengan maksud pengkondisian kelas atau pencapaian tujuan yang optimal, bentuk pemahaman yang salah adalah sebagai berikut …
Meningkatkan jumlah waktu siswa yang dihabiskan untuk fokus dan memperhatikan bimbingan klasikal
a. Menurunkan perilaku off-task siswa dalam mengikuti bimbingan klasikal
a. Mengarahkan perilaku siswa supaya diam dalam mengikuti bimbingan klasikal
a. Mencegah terjadinya permasalahan emosional yang diakibatkan dari kegiatan bimbingan klasikal
1. Banyak sekali guru dilapangan yang salah dalam mengaplikasikan metode STAD dan Jigsaw. Hal ini dikarenakan guru tidak dapat membedakan antara metode satu dengan yang lain sebagaimana dibawah ini…
a. Metode STAD lebih kompleks prosedurnya daripada metode Jigsaw
a. Mendorong kelompok ahli melakukan investigas tentang manfaat efikasi diri dalam belajar
a. Pencapaian kinerja siswa dalam memberkan modul atau bahan latih dibandingkan
a. Setiap siswa dalam kelompok diminta mempelajari semua materi yang terdapat dalam bimbingan klasikal
1. Perhatikan pernyataan berikut:
a. Pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya
b. Peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya
c. Merencanakan pendidikan, pekerjaan dan karir masa depan
d. Memfasilitasi peserta didik/konselimampu mengambil keputusan yang tepat
Sebagai dasar perencanaan individual yaitu bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-aktivitas sistemik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan ditunjukkan oleh huruf
a. A dan B
a. A dan B
a. C dan D
a. A dan C
1. Guru bimbingan dan konseling memberi masukan, saran, berbagi akses bagi peserta didik yang berperan sebagai peer konselor, orang tua, guru mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah atau pihak lain yang berkepentingan untuk membangun pemahaman dan kepedulian, kesamaan persepsi dan memberikan dukungan terhadap penyelesaian masalah peserta didik/koseli, berperan sebagai ....
a. Penasehat akademik
K onsulti
a. Konsultan
Mediator
1. Guru bimbingan dan konseling menyampaikan kebutuhan dukungan dalam memperlancar pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, kepala sekolah, personal ahli/profesi lain yang memiliki kapasitas memberi masukan dalam membantu pengembangan potensi atau pengentasan masalah peserta didik/konseli, berperan sebagai ....
Penasehat akademik
Konsulti
c. Konsultan
c. Mediator
1. Perhatikan pernyatan berikut:
1) mencermati rekomendasi peminatan yang disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolahnya
2) menggunakan rekomendasi peminatan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih peminatan pada sekolah lanjutan
3) mengembangkan kekuatan setelah diterima di SMA/MA/SMK/MAK. Peran orang tua pada peminatan anaknya, urutannya adalah ...
3,2,1
2,1,3
1,3,2
1,2,3
1. Perhatikan data berikut:
a. rata-rata nilai raport semester 1 sampai semeseter 6
b. hasil tes IQ, bakat dan minat
c. prestasi akademik dan non akademik
d. dukungan orang tua
Sebagai guru bimbingan dan konseling, Saudara diminta membuat bobot untuk menentukan peminatan peserta didik, urutan bobot yang sebaiknya adalah ....
1,2,3,4
2,3,4,1
3,4,1,2
2,1,3,4
1. Perhatikan aspek-aspek pada kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok di bawah ini:
1. tujuan
2. karakteristik anggota
3. jumlah anggota
4. peran anggota
5. suasana dan interaksi
6. sifat dan isi pembicaraan
Perbedaan aspek-aspek kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok, ditunjukkan nomor-nomor ....
1,2,3
4,5,6
1,3,6
2,4,6
1. Guru Bimbingan dan Konseling sebagai pemimpin kelompok bukan hanya berperan sebagai sorang terapis melainkan juga live model bagi anggota kelompok. Live model yang dimaksud dalam hal ....
a. cara berpakian
a. cara berbicara
bagaimana cara berhubungan dengan orang lain
a. bagaimana menghadapi sebuah masalah
1. Penyajian peran dilakukan dengan cara mengenalkan peran sederhana yang merupakan representasi dari kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh konseli. Selain itu hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan secara simbolik akan aspek-aspek pribadi (intrapersonal) atau interpersonal secara dramatisir untuk dapat melihat dari sudut pandang berbeda. Psikodram dengan penjelasan seperti di atas menggunakan teknik ....
a. role reversal
a. amplifying
a. role presentation
a. modelling
1. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini:
1. Mendorong tiap anggota untuk mengungkapkan topik yang perlu dibahas
2. Menetapkan topik yang akan dibahas sesuai dengan kesepakatan bersama
3. Mendorong tiap anggota untuk terlibat aktif saling membantu
4. Melakukan kegiatan selingan berupa permainan kelompok
5. Mereview tujuan dan kesepakatan bersama
6. Memotivasi anggota untuk terlibat aktif dan mengambil manfaat dalam tahap inti
Langkah-langkah tahap inti pada pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ditunjukkan nomor ....
1,2,3
4,5,6
1,3,5
4,5,6
1. Tujuan bimbingan kelompok untuk: 1) Menghilangkan perasaan kurang percaya diri dan rendah diri yang tidak sesuai dengan keadaan diri. Dan 2) Membiasakan diri untuk sanggup menerima dan menghargai orang lain. Apabila tujuan bimbingan kelompok seperti yang disebutkan di atas, maka teknik bimbinga kelompok yang digunakan ....
Psikodrama
a. Sosiodrama
Diskusi kelompok
Hoomrome
1. Seorang Guru BK saat melaksanakan layanan bimbingan kelompok dihadapkan dengan anggota yang cukup tertutup dan tidak terlalu senang untuk berkomunikasi dengan anggota lain. Siswa merasa canggung dan sedikit cemas saat dihadapkan pada situasi yang mengharuskan dia berbicara di depan orang banyak. Langkah teknik yang bisa digunakan konselor dalam persoalan ini adalah
a. Sosiodrama (role play)
a. Karya wisata
a. Bibliotherapy (biblio-edukasi)
a. Home rome
1. Seorang siswa yang sangat senang dengan guru BK di sekolah membuat dirinya tergugah untuk aktif dalam layanan yang diberikan. Suatu ketika saat dalam layanan BKP dirinya hampir mendominasi setiap kesempatan dalam berpendapat yang diberikan. Hal yang perlu dilakukan guru BK adalah...
a. Menegur siswa dengan halus agar memberikan kesempatan untuk yang lain
a. Menyampaikan kembali tujuan kegiatan agar siswa memahami fungsi layanan
a. Menekankan peran dan tanggungjawab setiap anggota
a. Memberikan waktu lebih bagi anggota lain untuk meyampaikan pendapatnya
1. Dalam proses layanan BKP kadang kala kita menemui sebuah situasi seorang siswa yang menjadi resisten (menutup diri) pada tengah sesi layanan. Tindakan yang dapat diberikan pada siswa terebut..
a. Meminta dengan sopan agar siswa tersebut lebih ikut berkontribusi dalam diskusi
a. Menanyakan kenapa siswa tersebut menjadi lebih sering diam
a. Memotivasi siswa agar lebih semangat
a. Melakukan tindak lanjut di luar sesi untuk mengetahui lebih jauh perubahan tersebut.
1. Layanan klasikal sering sekali menghadi persoalan terkait dengan jam pelajaran yang disediakan. Terdapat beberapa sekolah dengan jam pelajaran ada pula yang tidak diberikan kesempatan masuk kelas. Langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam mengatasi situasi ini adalah...
a. Berkerjasama dengan guru mapel untuk memasukkan materi pelayanan bimbingan dan konseling dalam mata pelajaran dalam bentuk inklusi
a. Bekerjasama dengan guru mapel dengan meminta jam pelajaran
a. Bekerjasama dengan pihak luar (psikolog atau profesional lain dibidangnya) untuk memberikan layanan sesuai dengan identifikasi kebutuhan
a. Meminta kepala sekolah untuk menambah tenaga guru BK
1. Saat menjalankan kegiatan bimbingan klasikal salain teknik media menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan layanan. Sayangnya kadang kala media yang digunakan tidak mendukung teknik yang ada. Salah satu media yang tepat dalam mendukung penggunakan teknik think pair and share adalah..
a. Video Pembelajaran
a. Media Sederhana
a. Buku/cerita pendek
a. Skenario drama
1. Siswa kelas A merupakan siswa yang cukup aktif dalam kegiatan diskusi, oleh karenanya guru BK memilih teknik think pair and share sebagai metode penyampaian materi dalam layanan klasikal. Persoalan yang ada adalah durasi waktu yang dibutuhkan mengingat langkah ke 3 yang membutuhkan waktu cukup lama. Solusi yang dapat diberikan adalah...
a. Menunjuk satu pasangan untuk menyampaikan hasil diskusi sebagai perwakilan sedangkan pasangan lain mengkritisi
a. Membagi kelompok kecil terdiri dari beberapa pasangan
a. Meminta perwakilan dari siswa secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi
Tetap memaksimalkan setiap pasangan menyampaikan hasil diskusi dengan membagi waktu yang ada sibisa mungkin secara merata walau sebentar
1. Kegiatan kolaborasi dapat dilakukan dengan masyarakat setempat. Salah satunya adalah saat moment siswa akan menghadapi ujian nasional. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah...
a. Memberikan motivasi siswa dengan bekerjasama dengan motivator luar
a. Mengadakan kegiatan pembekalan atau pengayaan materi berkerjasama dengan guru dan bimbil setempat
a. Bersama dengan masyarakat sekolah melaksanakan edu camp atau upgrading kepada siswa agar lebih siap menghadapi UN
a. Berkerjasama dengan tokoh agama untuk mengadakan doa dan motovasi dengan pendekatan spiritual agar siswa lebih siap dan tenang dalam mengahadapi UN
1. Berbicara terkait dengan studi lanjut adakalanya saat siswa dihadapkan dengan kasus diterima di 2 universitas yang berbeda. Menolak/melepas salah satu dari universitas kadangkala menimbulkan kekhawatiran sekolah akan reputasi nama sekolah yang jelek di mata universitas yang ditinggalkan. Dalam situasi ini tidakan yang dapat diambil seorang konselor...
a. Menyaranksan siswa mengambil sesuai bakat dan minat tanpa peduli resiko yang ada
a. Menyarankan siswa mengambil universitas yang keluar pengumuman terlebih dahulu
Meminta sekolah mengeluarkan surat permohonan maaf secara resmi kepada universitas yang akan ditinggalkan
Meminta orang tua siswa untuk membuat surat pernyataan dan permohonan maaf kepada pihak universitas
1. Indonesia sebagai negara rawan bencana menjadikan situasi tersendiri bagi guru BK/konselor sekolah untuk mensikapi dalam aktifitas layanan disekolah. Salah satu upaya strategi dukungan sistem yang dapat dilakukan guru BK akan hal tersebut dan masih dalam ruang lingkup kerjanya adalah....
a. Mengadakan kerjasama pelatihan tanggap bencana dengan BNPB
a. Bekerjasama dengan BNPB melakukan sosialisasi tanggap bencana secara periodik
a. Menyarankan kepada struktural untuk memenuhi sarana tanggab bencana
a. Bekerjasama dengan PMI untuk penanganan tanggap bencana
1. Dalam upaya perencanaan karir siswa dalam layanan perencanaan individu kadangkala guru memberikan layanan terkait dengan pengenalan macam- macam pekerjaan. Sayangnya banyak kejadian menunjukkan bahwa saat siswa akan lulus pekerjaan tersebut sudah tidak ada lagi/hilang karena perubahan zaman. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan dalam pemberian layanan adalah...
a. Perubahan pekerjaan karena percepatan perubahan
a. Menanamkan orientasi karir kedepan daripada pekerjaan
Menekankan untuk menciptakan kreativitas agar tidak tergerus perubahan
a. Menyiapkan plan A dan plan B terhadap sikap perubahan yang ada
1. Beni dimarahi oleh guru karena membolos, pada saat masuk ke kelas dia membanting kursi karena merasa kesal. Bentuk mekanisme pertahanan diri yang dilakukan berupa…
a. Represi
a. Displacement
a. Proyeksi
a. Fiksasi
1. Di hari pertama masuk sekolah SD, Tora menagis ketika diantar orang tuanya. Dia merasa takut ketika ditinggal orang tuanya. Dia tidak terbiasa jauh dari orangtuanya.
Kondisi tersebut contoh mekanisme pertahanan diri…
Sublimasi
a. Proyeksi
Fiksasi
Rasionalisasi
1. Pola asuh orang tua mempengaruhi pembentukan kepribadian individu. Dalam pendekatan person centered, pola asuh orang tua merupakan bagian dari…
a. Organisme
a. Self
a. Medan fenomenal
a. Lingkungan
1. Seorang siswi terobsesi bersikap seolah-olah anak orang kaya di hadapan teman- temannya padahal sebenarnya dari keluarga sederhana. Hal ini merupakan contoh inkongruensi....
a. Real Self Vs Self Concept
a. Ideal Self Vs Self Concept
a. Ideal Self Vs Real Self
a. Ideal Self Vs Self awareness
1. Ketika Roni menentukan jurusan studi lanjut, dia mengikuti pilihan orang tuanya. Dalam pendekatan gestalt, kondisi ini merupakan contoh dari mekanisme…
a. Introjeksi
a. Projeksi
a. Konfluensi
a. Holisme
1. Koko mengalami konflik dengan ayahnya. Dia lalu meminta konseling. Konselor mengaplikasikan teknik konseling gestalt dengan cara meminta Koko berdialog secara berkesinambungan dengan memainkan dua peran (dirinya sendiri dan ayahnya). Teknik yang digunakan konselor merupakan teknik.…
a. Bermain Proyeksi
a. Pembalikan
a. Empty chair
a. Bahasa “Saya”
1. Seorang ibu yang tidak pernah menginginkan anaknya, tetapi merasa bersalah sehingga menjadi terlalu cemas terhadap anak-anaknya, merupakan contoh level kesadaran...
a. Disimbolisasikan secara akurat
a. Terdistorsi
Disimbolisasikan dengan makna berbeda
a. Diabaikan
1. “Lulus kuliah tepat waktu itu sangat penting, dan kalau saya tidak bisa lulus kuliah tepat waktu maka saya gagal”. Kondisi tersebut mencerminkan jika pribadi tersebut bermasalah karena....
a. Adanya conditions of worth
a. Mengalami inkongruensi
a. Melakukan sikap defensif
a. Mengalami disorganisasi
1. Belajar dapat dilakukan dengan mengamati apa yang dilakukan oleh orang lain atau lingkungan sekitar. Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep dari teori…
a. Classical conditioning
a. Vicarious learning
a. Konstruktivisme sosial
a. Modeling
1. Megi seringkali terganggu dengan keyakinan untuk selalu sempurna dalam mengerjakan tugas. Konselor lalu memberi kesempatan Megi untuk mengerjakan tugas seadanya guna melawan pikiran irasionalnya. Teknik Konseling Rational Emotive Behavior yang diterapkan adalah…
a. Rational Role Reversal
a. Behavioral Disputation
a. Role Playing
a. Exposure
1. Saat anak menangis menjerit-jerit diabaikan, setelah anak diam menangisnya selama 10 detik-20 detik-1 menit lalu diberi penguatan positif. Teknik konseling perilaku yang digunakan tersebut merupakan....
a. Reinforcement
a. Punishment
a. Time Out
a. Extinction
1. ”Apakah yang kamu lakukan akhir-akhir ini dapat membantumu memenuhi keinginanmu?” Respon konselor tersebut dilakukan pada tahap...
a. Eksplorasi kebuthan dan keinginan
a. Eksplorasi kebuthan dan keinginan
a. Evaluasi diri
Pembuatan rencana
1. Strategi untuk mengubah sudut pandang konseli dari sisi negatif dari suatu peristiwa menjadi sudut pandang dari sisi positif merupakan teknik....
Metafora
a. Reframing
c. Renegosiasi
c. Paradoxical prescription
1. Ketika seseorang makan masih mempertimbangkan “rumah makan/restoran ber-merk” kondisi tersebut menunjukkan pemenuhan kebutuhan......
a. Power
a. Survive
a. Love and belonging
a. Fun
1. Tingkah laku belajar terjadi karena adanya asosiasi antara tingkah laku dengan lingkungannya. Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep dari teori...
a. Classical conditioning
a. Social learning
a. Operant conditioning
a. Reinforcement
1. Kegiatan utama konseling REB adalah membebaskan konseli dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran yang irasional dan belajar mensubtitusikan ide-ide yang rasional dalam dirinya. Salah satu peran konselor dalam konseling REB adalah menantang self-defeating konseli, maka peran konselor dalam hal ini adalah sebagai...
a. Counter-propagandist
a. Ahli bahasa
a. Penasihat
a. Model
1. Teknik berbasis pertanyaan spesifik dalam proses konseling SFBC yang bertujuan untuk melihat kemajuan pada diri konseli terkait pemecahan masalah yang ia susun adalah…
a. Pertanyaan coping
a. Pertanyaan terbuka
Pertanyaan refleksi
a. Pertanyaan berskala
1. Pak Dani menggunakan pendekatan SFBC tidak memandang Ais sebagai konseli yang memiliki masalah psikologis yang perlu didiagnosis secara mendalam agar diketahui penyebab masalah secara pasti dan dapat diberikan pemecahan masalah secara akurat. Menurut pendekatan SFBC apa yang dilakukan oleh Pak Dani sebenarnya merupakan asumsi bahwa…
a. Konselor tidak bisa memahami secara pasti tentang penyebab masalah individu
a. Cara pandang individu terhadap masalah berbeda dan dapat berubah sewaktu-waktu
a. Konseli sebenarnya sudah memiliki alternatif penyelesaian masalahnya sendiri.
a. Masalah adalah bagian yang tidak perpisahkan dari kehidupan manusia
1. Dalam sebuah sesi konseling, Nani mengungkap penyebab nilainya rendah dalam pelajaran IPA karena tidak dapat mengelola waktu belajarnya. Selanjutnya konselor menyegerakan untuk fokus pada hal-hal sukses pada diri Nani ketika mendapatkan nilai yang bagus dalam IPA. Dalam pendekatan SFBC, maka yang konselor lakukan sedang menitik-beratkan pada....
a. Perilaku konseli
a. Pemecahan masalah konseli
a. Hubungan kolaboratif antara konselor dan konseli
a. Pola kognitif konseli
1. Pada proses konseling naratif, konselor memiliki tugas untuk...
a. Menganalisis setiap pengalaman menyakitkan yang terjadi dalam kehidupan konseli
Mengajukan pertanyaan kepada konseli tentang sumber penyebab masalah
a. Membantu konseli untuk membangun alur cerita yang disukai
Membantu konseli memprediksi dampak dari masalah yang dialami
1. Dalam proses konseling kreatif, konseli diajak untuk mendiskusikan permasalahannya menggunakan berbagai teknik kreatif tertentu hingga memiliki insight baru yang membantunya merupakan tahap...
a. Focus
a. Rapport
a. Contract
a. Funnel
1. Dengan jumlah konselor dan konseli selalu tidak seimbang, sementara waktu yang diberikan kepada konselor sangat terbatas dalam memberikan bimbingan kepada seluruh konseli, maka konselor dapat memberikan layanan……….
a. Layanan konseling individu
Layanan Advokasi
a. Layanan Konsultasi
Layanan Referal
1. Konselor dapat menggunakan konsultasi untuk membantu guru dalam memahami perilaku-perilaku bermasalah dari siswa-siswa tertentu, merencanakan dan mengimplementasikan strategi-strategi kelas untuk mengatasi perilaku-perilaku ini dan membantu perkembangan siswa. Hal ini didapatkan ketika konselor berkonsultasi dengan……
a. Guru mata pelajaran
Kepala sekolah
a. Staff sekolah
Kepala Dinas
1. Jika dalam tahapan referral, konseli dengan tegas mengatakan "tidak" maka konselor harus…
a. Menghormati keputusan konseli
a. Tetap membantu konseli
a. Menutup sesi konseling
a. Memaksakan kepada konseli
1. Perbedaan penting antara prosedur referal dan terminasi dalam konseling adalah bahwa referal berarti bahwa konseling perlu dilanjutkan meskipun dilakukan dengan konselor atau profesional lain, sedangkan terminasi…
a. Pemutusan sepihak proses konseling
a. Pemberian jeda dalam proses konseling
Pemeberian waktu sementara untuk konseli
Selesainya proses konseling
1. Kelompok yang layak menerima layanan advokasi adalah populasi yang mengalami masalah dalam keadilan sosial, contohnya…….
a. Gay/LGBT
a. Disabilitas
Anak Jalanan
a. Semuanya benar
1. Konselor sekolah profesional memiliki pengetahuan tentang berbagai sumber daya yang dapat digunakan dalam proses advokasi baik sumber daya yang berasal dari dalam maupun luar sekolah, contohnya……
a. Professional, Lembaga, kelompok masyarakat
a. Professional, masyarakat, keluarga
a. Organisasi pemerintah, keluarga
a. Lembaga, Organisasi pemerintah, rekan sejawat
1. Seorang konselor sekolah profesional harus dapat memulihkan diri kembali atau
coping diri untuk menghindari kejenuhan, yang disebut……
a. Keterampilan organisasi
a. Keterampilan Pemecahan Masalah
a. Keterampilan Self-care
a. Keterampilan Asessment diri
1. Dalam proses advokasi, konselor harus mampu mengumpulkan informasi- informasi tambahan dalam melengkapi hasil dari identifikasi masalah, mengumpulkan informasi ini dapat dilakukan melalui……….
a. Percakapan Informal
a. Survey lapangan
Manajemen informasi siswa
a. Semua benar
1. Konseli tampak memiliki masalah dengan kecanduan alkohol atau obat-obatan tetapi pada penyelidikan lebih lanjut terungkap bahwa masalah mendasarnya adalah masalah pelecehan seksual pada masa kanak-kanak. Dalam hal ini layanan yang harus konselor berikan adalah……….
a. Layanan advokasi
a. Layanan konsultasi
Layanan referral
a. Layanan mediasi
