Font size
WorksheetsUAS Teknologi dan Industri Hilir Sawit
Total questions: 75
Worksheet time: 3hrs 30mins
Jenis asam lemak dominan yang terdapat pada minyak inti sawit (PKO) adalah
C18:0
C16:0
C14:0
C12:0
C10:0
Asam lemak penyusun trigliserida POS adalah
C16:0/C18:1/C18:0
C16:0/C18:0/C18:1
C16:0/C18:0/C18:0
C16:0/C16:1/C18:0
C16:0/C16:1/C18:1
Proses fraksinasi bertingkat pada minyak sawit dapat menghasilkan turunan minyak sawit di bawah ini, kecuali
palm mid fraction
super olein
hard stearin
bleached palm oil
soft stearin
Bagian mesin fraksinasi yang digunakan untuk memisahkan fraksi cair dan padat minyak sawit adalah
crystallizer
heat exchanger
filter press
cooling coil
static mixer
Pengukuran Solid Fat Content pada minyak/lemak dilakukan dengan menggunakan alat
NMR (nuclear magnetic resonance)
gas chromatopraphy
spectrophotometer
refractometer
soxhlet apparatus
Proses hidrogenasi berpengaruh terhadap asam lemak .............. pada minyak sawit
miristat
palmitat
stearat
linoleat
arachidat
Katalis yang digunakan pada proses hidrogenasi adalah
natrium methylate
sodium methylate
nikel
cuprum
silicone
Proses fraksinasi stearin sawit dilakukan untuk memperoleh fraksi-fraksi
stearin dan olein
soft stearin dan hard stearin
stearin dan palm mid fraction
soft stearin dan palm mid fraction
hard stearin dan palm mid fraction
Titik akhir (end point) proses hidrogenasi minyak sawit ditentukan oleh parameter
kadar asam lemak bebas
bilangan penyabunan
solid fat content
kadar logam
bilangan iodium
Metode di bawah ini dapat membantu proses homogenisasi pencampuran katalis pada minyak sawit
heating coil
cooling coil
vacuum pressure
nitrogen sparging
centrifugation
Yang merupakan premium cocoa butter substitute adalah
fully hydrogenated palm kernel oil
fully hydrogenated palm kernel olein
fully hydrogenated palm kernel stearin
fully hydrogenated palm stearin
fully hydrogenated palm olein
Proses modifikasi minyak sawit yang mengakibatkan polusi lingkungan yang tinggi adalah
fraksinasi
blending
interesterifikasi
transesterifikasi
hidrogenasi
Katalis yang digunakan pada proses interesterifikasi adalah
natrium acetate
sodium methylate
nikel
cuprum
silicone
Jenis asam lemak dominan yang terdapat pada olein sawit (RBD-POL) adalah
C14:1
C16:1
C18:1
C20:1
C22:1
Kelemahan CBS premium dibandingkan CBE adalah
tidak butuh proses tempering
beresiko memberi soapy flavor
mengandung trans fat
kompatibel dengan lemak coklat
aroma khas minyak sawit
Inaktivasi katalis pada proses interesterifikasi adalah dengan menggunakan :
penambahan citric acid
penambahan bleaching earth
penambahan air
penambahan nikel
penambahan natrium hidroksida
Dosis penggunaan katalis pada proses interesterifikasi adalah
0,1%
0,5%
1,0%
1,5%
0,7%
Parameter mutu yang tepat untuk proses refining minyak sawit ada di bawah ini, kecuali....
kadar asam lemak bebas
kadar air
bilangan peroksida
warna Lovibond
bilangan iodium
Proses di bawah ini bertujuan memodifikasi sifat lemak/minyak, kecuali
fraksinasi
interesterifikasi
fully hydrogenated
texturizing
partially hydrogenated
Bahan tambahan pangan yang dapat ditambahkan pada frying shortening berbasis minyak sawit adalah
bahan pengemulsi
antioksidan
colorant
anti kempal
anti mikroba
Salah satu sifat yang dibutuhkan untuk filling cream fat pada produk bakery adalah memiliki profil SFC yang relatif curam. Untuk itu melting point (titik cair) dari filling cream fat dari minyak sawit sebaiknya memiliki kisaran
25 - 28 degC
35 - 38 degC
30 - 32 degC
40 - 43 degC
27 - 30 degC
Bahan-bahan yang dilarutkan dalam fase minyak/lemak dalam pembuatan margarin adalah pilihan di bawah ini kecuali
garam
vitamin A, D, dan E
oil soluble flavor
colorant beta carotene
bahan pengemulsi
Shortening dalam bentuk chips, flakes, ataupun beads harus menggunakan jenis minyak/lemak dengan titik leleh
28oC
32oC
35oC
38oC
48oC
Margarine yang beredar di Indonesia sebagian besar terbuat dari minyak sawit. Menurut SNI, kandungan minyak/lemak pada margarine minimum adalah
65%
70%
75%
80%
85%
Jenis margarin dengan kandungan lemak rendah (mis. 60-70%) di Indonesia disebut dengan
margarin meja
melorin
mentega
margarin stik
margarin krim
Proses hidrogenasi minyak sawit akan menyebabkan
titik leleh minyak sawit meningkat
titik leleh minyak sawit menurun
minyak sawit menjadi lebih lunak
warna minyak sawit menjadi lebih gelap
warna minyak sawit menjadi lebih jernih
Air yang digunakan dalam pembuatan margarin harus dipasteurisasi untuk menghilangkan kontaminan
bau
logam berat
mikroba
lendir
garam
CBR (cocoa butter replacer) umumnya diproduksi menggunakan minyak nabati dengan Bilangan Iodium tinggi yang dihidrogenasi. Kelemahan dari CBR ini adalah
mengandung saturated fat tinggi
mengandung trans fat tinggi
mengandung lauric fat tinggi
mengandung unsaturated fat tinggi
mengandung unsaturated fat rendah
Produk coklat yang tidak menggunakan lemak coklat (cocoa butter) disebut dengan
compound chocolate
dark chocolate
milk chocolate
real chocolate
double chocolate
Lemak trans terbentuk pada proses modifikasi minyak sawit
hidrogenasi penuh
hidrogenasi parsial
interesterifikasi
blending
refining
Exotic fat seperti illipe butter dan shea butter dicampurkan dengan fraksi minyak sawit untuk menghasilkan
cocoa butter equivalent
cocoa butter substitute
cocoa butter replacer
cocoa butter alternatives
cocoa butter imitation
Jenis trigliserida SUS pada minyak sawit yang dipisahkan khusus dengan proses fraksinasi ganda adalah
POS
POP
SOS
OPP
OSS
Profil SFC dari CBA (pengganti lemak coklat) harus yang curam untuk mendukung sifat-sifat fungsional di bawah ini kecuali
pelepasan aroma/flavor yang baik
cooling sensation pada saat dimakan
keras dan getas pada suhu ruang
kekerasan yang cocok dalam pembuatan coklat
shrinkage untuk pelepasan dari cetakan
Minyak sawit dan minyak inti sawit digunakan sebagai bahan baku cocoa butter alternatives karena alasan-alasan di bawah ini, kecuali
kelebihan cocoa powder pada industri biji coklat
ketidak-cukupan cocoa butter
harga yang lebih murah
perkembangan teknologi
kemudahan proses pembuatan produk coklat
Kemudahan untuk dioleskan merupakan salah satu indikator mutu pada margarin, yang disebut dengan
tekstur
softness
spreadability
shininess
smoothness
Keunggulan minyak sawit digunakan pada produk turunan susu dibandingkan minyak non tropis adalah seperti disebutkan di bawah ini, kecuali
lebih enak rasanya
lebih ekonomis
tidak perlu dihidrogenasi
umur simpan yang lebih lama
lebih ekonomis
Non Dairy Creamer (NDC) dikering-bubukkan dengan proses
vacuum drying
drum drying
oven drying
spray drying
rotary drying
Cheese analog menggunakan minyak sawit untuk menggantikan
lemak susu
lemak susu atau minyak kedelai
minyak kedelai
natrium kaseinat
kalsium kaseinat
Bilangan iodium dari fraksi palm kernel olein umumnya adalah
5 - 7
10 - 13
17 - 19
23 - 25
>25
Minyak/lemak merupakan bahan yang penting dalam pembuatan keju analog, yang berperan dalam
memberi tekstur dan rasa yang sesuai
mengatur viskositas
sebagai agen pendispersi
sebagai pengstabil
pembawa flavor
Silikon dioksida pada produk NDC (non dairy creamer) berfungsi sebagai
anti kempal
pengemulsi
stabiliser
antioksidan
pembawa flavor
Proses pemurnian (refining) minyak sawit dan minyak inti sawit akan mempengaruhi parameter-parameter di bawah ini, kecuali
warna
kadar kotoran
kadar air
kadar asam lemak bebas
slip melting point
Hydrogenated palm kernel oil (HPKO) dan hydrogenated palm kernel olein (HPKOL) merupakan bahan yang sangat baik untuk aplikasi di bawah ini, kecuali
CBS Premium
NDC Fat
Filling Fat
Coating Fat
Cream Fat
Proses splitting pada minyak sawit dan minyak inti sawit akan menghasilkan
trigliserida + air
trigliserida + gliserin
asam lemak + gliserin
asam lemak + air
asam lemak
Saponifikasi adalah proses penyabunan yang mereaksikan minyak/lemak dengan basa
Ba(OH)2
Ca(OH)2
Li(OH)
CaCO3
NaOH atau KOH
Pada proses pembuatan sabun, penggunaan minyak sawit adalah untuk menggantikan
minyak kedelai
minyak kelapa
lemak sapi
minyak biji bunga matahari
minyak canola
Asam laurat (C12:0) pada produk sabun lebih berfungsi untuk
pembersih
penentu viskositas
pelarut warna
pembusaan
pembawa parfum
Jumlah penggunaan minyak inti sawit yang optimal pada produk sabun berkisar
65 - 70%
75 - 80%
30 - 35%
20 - 25%
35 - 40%
Isopropil miristat (IPM) dan isopropil palmitat (IPP) merupakan turunan minyak sawit yang digunakan sebagai bahan
bahan pengental
pelembab kulit
surfaktan
bahan pengstabil
penghalus kulit
Vitamin E (tokoferol dan tokotrienol) dari minyak sawit dapat digunakan sebagai
antioksidan
emulsifier
emolien
bahan pengstabil
pewarna
Beta Karoten dari minyak sawit dapat digunakan sebagai
antioksidan
emulsifier
emolien
bahan pengstabil
pewarna
Stearin sawit dapat digunakan sebagai bahan eksipien dalam pembuatan obat untuk menggantikan bahan di bawah ini, kecuali
vaselin
minyak mineral
petrolatum
minyak silikon
humectant
Minyak sawit dan minyak inti sawit dapat digunakan sebagai bahan suppositories pada produk obat di bawah ini
obat batuk
obat flu
obat pencahar
obat luka
antibiotika
Medium chain triglyceride (MCT) merupakan bahan kosmetika dan farmastikal yang diturunkan dari
minyak sawit
olein sawit
stearin sawit
minyak inti sawit
stearin inti sawit
Penggunaan minyak inti sawit sebagai bahan suppositories produk farmastikal karena karakter
kadar asam laurat tinggi
kisaran titik leleh yang sempit
bilangan iodium yang rendah
tidak mudah teroksidasi
titik leleh yang relatif rendah
Minyak sawit (RBD-PO) digunakan sebagai pengganti lemak susu (milk fat replacer) pada produk di bawah ini, kecuali
susu segar pasteurisasi
whipping cream
susu bubuk
es krim
susu kental manis
Bahan baku pembuatan soap noodle adalah sebagai berikut, kecuali
minyak sawit
minyak inti sawit
NaOH
EDTA
parfum dan pewarna
Suhu proses hidrogenasi minyak sawit dan minyak inti sawit adalah
100 - 120 degC
120 - 140 degC
150 - 170 degC
180 - 200 degC
< 100 degC
Penggunaan proses interesterifikasi dalam memodifikasi minyak sawit dan minyak inti sawit menggantikan proses hidrogenasi bertujuan memperoleh
produk yang lebih murah
produk low trans fat
produk yang lebih aman
produk yang lebih sehat
Lemak sawit dengan titik leleh 40oC dapat diperoleh dari campuran
palm oil dan palm stearin
palm oil dan palm olein
palm oil dan palm kernel oil
palm olein dan palm kernel oil
palm stearin dan hard stearin
Penurunan kandungan beta karoten pada CPO di PKS paling tinggi terjadi di bagian
filter press
digester
sterilizer
sterilizer
storage tank
Jenis fitonutrien pada minyak sawit adalah sebagai berikut, kecuali
beta karoten
vitamin E
skualen
fitosterol
ascorbic acid
Spray dryer merupakan mesin pengering yang digunakan untuk memproduksi
non dairy creamer
palm stearin in flakes
cocoa butter replacer
keju analog
filling fat
Kontaminan kimia pada minyak sawit yang sedang menjadi perhatian dunia adalah
polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH)
Benzo-a-pyrene (BaP)
3-MCPD
dioksin
peroksida
Komposisi asam lemak dan trigliserida minyak sawit relatif tidak berubah pada proses
hidrogenasi
refining
interesterifikasi
fraksinasi
transesterifikasi
Pewarna atau colorant yang umum digunakan pada produk margarin berbasis minyak sawit adalah
likopen
antosianin
skualen
tokoferol
beta karoten
Shortening dengan titik leleh tinggi diperlukan untuk pembuatan produk bakeri
cake
roti
donut
biskuit
puff pastry
Proses tempering pada produk shortening ataupun margarin setelah proses texturizing diperlukan untuk
melembutkan tekstur
meningkatkan kekerasan
stabilisasi tekstur
menguapkan air
mencegah pemisahan air
Parameter mutu untuk penentuan karakteristik minyak adalah yang disebutkan berikut ini, kecuali
bilangan iodium
titik leleh
solid fat content
bilangan penyabunan
bilangan peroksida
Jumlah gas hidrogen yang dialirkan pada reaktor hidrogenasi minyak sawit ditentukan oleh perbedaan
bilangan iodium
titik leleh
solid fat content
bilangan penyabunan
bilangan peroksida
Filtrasi atau penyaringan pada proses hidrogenasi minyak sawit adalah untuk menghilangkan
bleaching earth
katalis nikel
katalis Na-metilat
residu gas H2
toksikan
Olein sawit yang mengalami 2 kali penyaringan akan memiliki
titik leleh yang lebih tinggi
lemak jenuh yang lebih tinggi
bilangan iodium yang lebih tinggi
lemak trans yang lebih rendah
ALB yang lebih rendah
Pemisahan olein dan stearin sawit pada proses fraksinasi terjadi pada bagian
kristaliser
filter press
cooling coil
heating coil
buffer tank
CBA premium memiliki SFC < 5% pada suhu
20oC
25oC
30oC
35oC
40oC
Fraksi stearin dan hard stearin sawit banyak digunakan untuk pembuatan lilin sebagai pengganti
parafin
gliserin
mineral oil
silicone oil
tallow
