Font size
WorksheetsxzTxzKxzMxzRxzPIxz(1)
Total questions: 90
Worksheet time: 45mins
Parameter yang dapat digunakan untuk mengecek transparansi, diantaranya
informatif, mutakhir, dapat diandalkan, mudah diperoleh dan dimengerti
informatif, konsisten, sistematis dan komprehensif
adil, mudah diperoleh dan dimengerti, efektif dan efisien
akurat, memadai, tepat sasaran, baik dan dalam waktu yang tepat
dilihat dari akibat yang ditimbulkan, ada dua macam risiko yaitu
risiko rendah dan risiko tinggi
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko ekonomi dan risiko politik
risiko program dan risiko proyek
proses monitoring dan review dalam manajemen risiko dilakukan dengan cara memantau efektifitas berikut
lokasi, waktu, sebab dan proses terjadinya peristiwa yang dapat menghalangi, menurunkan atau menunda tercapainya sasaran
rencana penanganan risiko, strategi dan sistem manajemen risiko
proses tahapan manajemen risiko sehingga pihak-pihak terkait dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik
proses evaluasi dan strategi penanganan risiko
risiko yang harus mencerminkan strategi bisnis, ekspektasi pemangku kepentingan, sifat dan karakteristik risiko yang diambil dan kemungkinan pengaruh buruk dari situasi risiko tertentu lintas unit adalah
risk appetit
risk tolerance
residual risk
inherent risk
sudut pandang risiko yang mengklasifikasikan risiko ke dalam risiko eksternal dan risiko internal, yaitu
sudut pandang penyebab
sudut pandang sumber
sudut pandang penerima risiko
sudut pandang jenis risiko
prinsip good governance menurut UNDP yang menunjukkan terdapat jaminan kesamaan hak bagi individu dalam pengambilan keputusan (baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan), adalah
orientasi pada kesepakatan (consensus orientation)
transparansi (transparency)
partisipasi (participation)
kesetaraan (equity)
semua warga masyarat mempunyai kesempatan untuk memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka, prinsip ini menurut tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip
responsiveness
consensus orientation
accountabillity
equity
tipe pengendalian internal yang telah lazim ditemui dan dinilai oleh auditor adalah
soft control
hard control
full control
strong control
prinsip good governance menurut UNDP yang menuntut agar pemerintah meningkatkan fungsi kontrol terhadap manajemen pemerintah dan pembangunan dengan melibatkan organisasi non-pemerintah adalah
participation
accountabillity
consensus orientation
transparency
aspek governance yang memiliki pengertian proses-proses pembuatan keputusan untuk formulasi kebijakan adalah
social governance
economic governance
administrative governance
political governance
auditor internal selain berperan sebagai konsultan juga harus berperan sebagai
surveyor
curator
katalisator
advisor
salah satu tujuan monitoring dan review dalam manajemen risiko adalah
menentukan risiko mana yang ditindaklanjuti dengan penanganan dan risiko mana saja yang hanya perlu dipantau
memastikan langkah penanganan risiko benar-benar dilaksanakan sesuai dengan rencana
memberikan masukan data dan informasi untuk proses identifikasi dan analisis risiko
mengetahui risiko yang memiliki tingkat prioritas tertinggi hingga terendah
audit internal telah mengalami evolusi yang pesat hingga saat ini. audit internal semula berorientasi pada bidang akuntansi menjadi berorientasi pada bidang
komprehensif
keuangan
manajemen
operasional
lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan/stakeholders sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik yang mana
equity
responsiveness
participation
transparency
prinsip prinsip dasar manajemen risiko yang berarti manajemen risiko harus mengembangkan dan mengimplementasikan strategi untuk memperbaiki kematangan manajemen risiko mereka bersama aspek-aspek lain dalam organisasi yaitu
manajemen risiko dibuat sesuai kebutuhan (tailored)
manajemen risiko bersifat dinamis, iteratif, dan responsif terhadap perubahan (dynamic, iterative and responsive to change)
manajemen risiko menciptakan nilai tambah (create value)
manajemen risiko memfasilitasi perbaikan dan pengembangan berkelanjutan organisasi (facilitates continual improvement and enchancement of the organization)
tahap awal dalam pembangunan infrastruktur pengendalian adalah
kegiatan pengendalian
penilaian risiko
informasi dan komunikasi
lingkungan pengendalian
sudut pandang risiko yang mengklasifikasikan risiko ke dalam risiko rendah menengah dan tinggi, yaitu
sudut pandang akibat
sudut pandang tingkat kemungkinan (level status risiko)
sudut pandang hierarki risiko
sudut pandang kemampuan mengendalikan
audit internal telah mengalami evolusi pesat hingga saat ini audit internal semula berorientasi pada bidang akuntansi, sekarang menjadi berorientasi pada bidang
manajemen
operasional
komprehensif
keuangan
manajemen risiko dalam organisasi perlu dievaluasi secara periodik menggunakan
aktivitas pengendalian
lingkungan pengendalian
penilaian risiko
informasi dan komunikasi
salah satu three legs (tiga kaki) yang merupakan aspek governance yang memiliki pengaruh atau implikasi terhadap equity, poverty, dan quality of life adalah
political governance
administrative governance
social governance
economic governance
Dari ketiga metode CSA (Control Self Assessment), yang paling populer dan direkomendasikan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA) adalah metode ...
Questionnaires
Survey
Analis manajemen
Workshop
Aspek governance yang merupakan sistem implementasi proses kebijakan yang melaksanakan sektor publik secara efisien, tidak memihak, akuntabel dan terbuka adalah
Social Governance
Political Governance
Administrative Governance
Economic Governance
Yang tidak termasuk unsur risiko adalah
Kerugian
Kejadian atau Peristiwa
Kemungkinan / Probabilitas
Dampak atau Konsekuensi
Terdapat tiga aspek yang terkandung dalam pengertian governance menurut UNDP yang disebut dengan three legs (tiga kaki), yaitu...
Social, Political, dan Administrative
Social, Economic, dan Administrative
Social, Economic, dan Political
Economic, Political, dan Administrative
Auditor internal selain berperan sebagai konsultan juga harus mampu berperan sebagai
Katalisator
Curator
Advisor
Surveiyor
Pengendalian yang didesain untuk menemukan kejadian yang tidak diinginkan namun telah terjadi adalah pengendalian
detektif
direktif
korektif
preventif
Prinsip Good Governance menurut UNDP yang menunjukkan terdapat jaminan kesamaan hak bagi individu dalam pengambilan keputusan (baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan) adalah
Kesetaraan (equity)
Orientasi pada kesepakatan (consensus orientation)
Partisipasi (participation)
Transparansi (transparency)
Output dari kegiatan evaluasi risiko adalah
Peta risiko
Matrik risiko
Profil risiko kunci
Tabel risiko
Pengertian prinsip kesetaraan (equity) dalam Good Governance adalah
Terdapat jaminan kesamaan hak bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan (baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan)
Adanya kebebasan dan kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai bagi mereka yang memerlukan
Terdapat jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan kesempatan yang sama dalam menjalankan kehidupannya
Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia
Audit internal telah mengalami evolusi yang pesat hingga saat ini. Audit internal semula berorientasi pada bidang akuntansi, sekarang menjadi berorientasi pada bidang
Keuangan
Operasional
Komprenhensif
Manajemen
Aspek governance yang memiliki pengertian proses-proses pembuatan keputusan untuk formulasi kebijakan adalah
Political Governance
Social Governance
Economic Governance
Administrative Governance
Elemen dalam manajemen risiko menuruf AS/NZS yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis organisasi sebagai lingkungan tempat manajemen risiko akan diterapkan adalah
Komunikasi dan konsultasi
Penetapan konteks
Analisis risiko
Identifikasi risiko
Kegagalan dalam sistem pengendalian internal yang dikarenakan oleh pegawai intern dan pihak luar organisasi, disebut kegagalan karena
pertimbangan yang kurang matang
gagal menerjemahkan suatu perintah
pengabaian manajemen
kolusi
Salah satu dari three legs (tiga kaki) yang merupakan aspek governance yang memiliki pengaruh atau implikasi terhadap equity, poverty, dan quality of life adalah ....
Administrative Governance
Economic Governance
Political Governance
Social Governance
Sudut pandang risiko yang mengklasifikasikan risiko ke dalam risiko eksternal dan risiko internal, yaitu .....
Sudut pandang penerima risiko
Sudut pandang sumber
Sudut pandang penyebab
Sudut pandang jenis risiko
Parameter yang dapat digunakan untuk mengecek transparansi, diantaranya ...
Informatif, konsisten, sistematis dan komprehensif
Informatif, mutakhir, dapat diandalkan, mudah diperoleh dan dimengerti
Adil, mudah diperoleh dan dimengerti, efektif dan efisien
Akurat, memadai, tepat sasaran, baik, dan dalam waktu yang tepat
Tahap untuk mengenali seluruh aktivitas entitas, baik sedang maupun yang baru berjalan adalah
Pengendalian risiko
Analisis risiko
Identifikasi risiko
Kegiatan pengendalian
Kegiatan penilaian risiko dalam proses manajemen risiko terdiri dari :
Komunikasi dan konsultasi, penetapan konteks, dan monitoring dan review
Identifikasi risiko, analis risiko, dan evaluasi risiko
Penetapan konteks, penanganan risiko, dan monitoring dan review
Penetapan konteks, identifikasi risiko, dan analisis risiko
Tujuan dilakukan evaluasi risiko adalah untuk mengetahui risiko yang
dapat diperhatikan dan diabaikan
besar-besar dan merugikan
memiliki tingkat prioritas tertinggi hingga terendah
kecil-kecil dan tidak merugikan
Salah satu tujuan monitoring dan review dalam manajemen risiko adalah
memberikan masukan data dan informasi untuk proses identifikasi dan analisis risiko
menentukan risiko mana yang ditindaklanjuti dengan penanganan dan risiko mana saja yang hanya perlu dipantau
engetahui risiko yang memiliki tingkat prioritas tertinggi hingga terendah
memastikan langkah penanganan risiko benar-benar dilaksnakan sesuai dengan rencana
Penyebab terjadinya krisis multidimensi yang kita pernah dialami di Indonesia adalah buruknya atau salah kelola dalam penyelengaraan tata kepemerintahan (poor governance), yang antara lain diindikasikan oleh beberapa masalah di bawah ini, kecuali :
terjadinya tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
lemahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional
rendahnya kinerja aparatur termasuk dalam pelayanan kepada publik atau masyarakat di berbagai bidang
dominasi kekuasaan oleh satu pihak terhadap pihak‐pihak lainnya, sehingga pengawasan menjadi sulit dilakukan
Menurut C. Hood (1991) terdapat 7 karakteristik New Public Management yaitu sebagai berikut, kecuali :
Hands‐on professional management (Pelaksanaan tugas manajemen pemerintahaan diserahkan kepada manajer profesional)
Explicit standards and measures of performance (Adanya standar dan ukuran kinerja yang jelas).
A stress on public sectore styles of management practice (Lebih menekankan diterapkannya gaya manajemen sektor publik)
Greater emphasis on output controls (Lebih ditekankan pada pengendalian hasil/keluaran)
Menurut C. Hood (1991) terdapat 7 karakteristik New Public Management yaitu sebagai berikut, kecuali :
Greater emphasis on outcome controls (Lebih ditekankan pada pengendalian tujuan)
A stress on greater discipline and parsimony in resource use (Lebih menekankan pada kedisiplinan yang tinggi dan tidak boros dalam menggunakan berbagai sumber)
A stress on private sectore styles of management practice (Lebih menekankan diterapkannya gaya manajemen sektor privat)
A shift to desegregations of units in the public sector (Pembagian tugas ke dalam unit‐unit yang di bawah)
Pengertian governance yang dijelaskan oleh UNDP (1995) mengandung tiga aspek yaitu :
ekonomi, administratif dan kesejahteraan umum
politik, ekonomi dan administratif
politik, ekonomi dan kesejahteraan umum
politik, administratif dan kesejahteraan umum
Administrative governance adalah sistem implementasi proses kebijakan yang melaksanakan sektor publik secara, kecuali :
efisien
ekonomis
akuntabel
terbuka
Tiga Pilar Good Governance berkaitan dengan manajemen proses pembangunan antara lain ialah, kecuali :
Pemerintah
Masyarakat
Dunia Usaha
Legislatif
Menurut IIA, tata kelola adalah ....
rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu organisasi
kombinasi dari proses dan struktur yang dilaksanakan oleh dewan direksi untuk menginformasikan, mengarahkan, mengelola dan memantau kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya
suatu sistem atau cara maupun proses yang mengatur dan mengendalikan hubungan antara pihak manajemen (pengelola) dengan seluruh pihak yang berkepentingan (slake/wider) terhadap organisasi
mekanisme yang digunakan dalam mengelola bisnis suatu perusahaan yang bertujuan menciptakan sistem pengendalian
ada tiga pilar good governance yang penting menurut Prasetijo (2009), kecuali :
Kesejahteraan rakyat
Proses pengambilan keputusan
Pengendalian kebijakan
Tata laksana pelaksanaan kebijakan
Prinsip-prinsip good governance yang dikemukakan oleh UNDP adalah sebagai berikut, kecuali :
Partisipasi
Penegakan Hukum
Transparansi
Ekonomis
Daya Tanggap yang dimaksud dalam prinsip-prinsip good governance yang dikemukakan oleh UNDP ialah :
tanggap terhadap kemauan masyarakat
tanggap terhadap pencapaian visi dan misi organisasi
tanggap terhadap perintah dari pemerintah pusat
tanggap terhadap implementasi kesepakatan
Audit internal telah mengalami evolusi yang pesat hingga saat ini. Audit internal semula berorientasi pada bidang akuntansi menjadi berorientasi pada bidang ...
komprehensif
keuangan
manajemen
operasional
Kegiatan penilaian risiko dalam proses manajemen risiko terdiri dari ...
penetapan konteks, identifikasi risiko dan analisis risiko
penetapan konteks, penanganan risiko dan monitoring dan reviu
komunikasi dan konsultasi, penetapan konteks dan monitoring dan reviu
identifikasi risiko, analisis risiko dan evaluasi risiko
Kegiatan menyiapkan alat pemadam kebakaran untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran, merupakan contoh kegiatan pengendalian risiko berupa ...
pengendalian aplikasi
prevention
pengendalian umum
mitigation
Output dari kegiatan evaluasi risiko adalah ...
tabel risiko
peta risiko
matrik risiko
profil risiko kunci
Dari ketiga metode CSA, yang paling populer dan direkomendasikan oleh IIA adalah ...
survey
analisis manajemen
workshop
questionnaires
Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan ...
responsiveness
transparency
participation
equity
Audit internal harus memberikan value bagi stakeholder. tiga elemen penting dari value yang diberikan audit intern bagi organisasi adalah ...
catalyst, analysis and assessment
integrity, accountability and independence
governance, risk and control
assurance, insight and objectivity
Kegiatan pengendalian risiko yang ditujukan untuk mengurangi probabilitasnya, disebut ...
mitigation
prevention
asuransi
aplikasi
Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan untuk memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka, prinsip ini menurut tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip ...
accountability
responsiveness
equity
consensus orientation
Klasifikasi risiko dilihat dari sudut pandang penyebab, adalah ...
risiko keuangan dan risiko operasional
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko eksternal dan risiko internal
risiko sdm dan risiko teknologi
Tahap awal dalam pembangunan infrastruktur pengendalian adalah ...
informasi dan komunikasi
penilaian risiko
kegiatan pengendalian
lingkungan pengendalian
Prinsip good governance menurut UNDP yang menunjukan terdapat jaminan kesamaan hak bagi individu dalam pengambilan keputusan (baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan), adalah ...
transparansi (transparency)
partisipasi (participation)
kesetaraan (equity)
orientasi pada kesepakatan (consensus orientation)
Pengendalian yang didesain untuk menemukan kejadian yang tidak diinginkan namun telah terjadi adalah pengendalian ...
direktif
detektif
preventif
korektif
Kegiatan pengendalian harus mencapai keseimbangan yang tepat antara kegiatan pengendalian yang bersifat ...
preventif dan korektif
detektif dan direktif
detektif dan preventif
detektif dan korektif
Pengertian prinsip kesetaraan (equity) dalam good governance, adalah ...
adanya kebebasan dan kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai bagi mereka yang memerlukan
kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia
terdapat jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan kesempatan yang sama dalam menjalankan kehidupannya
terdapat jaminan kesamaan hak bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan (baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan)
Risk appetite harus mencerminkan beberapa hal berikut ini ...
ketentuan yang informatif tentang seberapa besar risiko dapat diterima (acceptable) sebagai bagian dari praktik manajemen organisasi yang wajar
strategi bisnis, ekspektasi dari stakeholder, sifat dan karakteristik risiko yang diambil, dan kemungkinan contagion dari situasi risiko tertentu lintas organisasi
kemungkinan kejadian, dampak atau konsekuensi serta adanya probabilitas
pemahaman tentang jenis risiko, cara menyikapi risiko dan metode pengambilan risiko
Dilihat dari akibat yang ditimbulkan, dua macam risiko yaitu ...
risiko rendah dan risiko tinggi
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko ekonomi dan risiko politik
risiko program dan risiko proyek
Orientasi privatisasi yang terdapat pada new public management mengandung pengertian ...
pemerintah sudah tidak bertanggung jawab terhadap perancangan dan pelaksanaan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan transformasi ekonomi, pengurangan kemiskinan, peningkatan kinerja sektor pertanian, ketenagakerjaan, fasilitas sosial dan umum serta pengelolaan lingkungan hidup
peran pemerintah mungkin akan berkurang dalam hal pengaturan (regulation) terhadap keterlibatan sektor swasta dan tidak mengelola respon yang efektif terhadap tuntutan sosial dan ekonomi masyarakat
peran pemerintah menjadi tidak penting/ dominan dalam manajemen pembangunan
peran pemerintah mungkin akan berkurang dalam memberikan arahan dan petunjuk dari pusat pemerintahan
Dari ketiga CSA, yang paling direkomendasikan IIA adalah metode ...
kuesioner
survei
analisis manajemen
workshop
Risiko yang disebabkan oleh faktor non keuangan misalnya manusia, teknologi, alam, sistem dan prosedur disebut risiko ...
keuangan
spekulatif
murni
operasional
dilihat dari sebab terjadinya, ada dua macam risiko yaitu ...
risiko ekonomi dan risiko politik
risiko keuangan dan risiko operasional
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko rendah dan risiko tinggi
risiko dari sudut pandang sumbernya, meliputi ...
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko keuangan dan risiko operasional
risiko eksternal dan risiko internal
risiko rendah dan risiko tinggi
risiko dari sudut pandang tingkat kemungkinannya, kecuali ...
risiko rendah
risiko besar
risiko sedang
risiko tingga
risiko dari sudut pandang kemampuan mengendalikan, kecuali ...
highly controllable risk
low controllable risk
uncontrollable risk
controllable risk
risiko dari sudut pandang hierarki risiko, kecuali ...
risiko keuangan
risiko strategik
risiko program
risiko proyek
yang bukan merupakan risiko dari sudut pandang penetapan tujuan organisasi adalah ...
risiko strategik
risiko murni
risiko operasional
risiko pelaporan
tata pemerintahan yang berwawasan ke depan pada good governance adalah ...
visionary
participation
transparan
akuntabel
tata pemerintahan yang bersifat terbuka pada good governance adalah ...
visionary
transparan
akuntabel
partisipation
masyarakat yang berkepentingan ikut serta dalam proses perumusan dan/atau pengambilan keputusan atas kebijakan publik yang diperuntukan bagi masyarakat adalah salah satu good governance, yaitu ...
transparansi
visionary
akuntabel
partisipation
keputusan-keputusan yang diambil oleh lembaga eksekutif dan legislatif harus didasarkan pada konsensus agar setiap kebijakan publik benar-benar merupakan keputusan bersama, adalah pengertian pada good governance, yaitu ...
transparancy
democracy
participation
responsive
Dalam unsur pemantauan pengendalian intern terdapat kegiatan penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar pengukuran yang ada atau yang telah disepakati. hal ini merupakan definisi dari ...
Pemantauan berkelanjutan (on-going monitoring)
Self assesment
Evaluasi terpisah (separate evaluations)
Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan review lainnya
Prinsip Good Governance menurut UNDP yang menuntut agar pemerintah meningkatkan fungsi kontrol terhadap manajemen pemerintah dan pembangunan dengan melibatkan organisasi non-pemerintah, adalah ...
Partisipasi (participation)
Akuntabilitas (accountability)
Orientasi pada kesepakatan (consensus orientation)
Transparansi (transparency)
Kegiatan pengendalian instansi pemerintah yang kurang tepat, misalnya prosedur yang berbelit-belit akan mengganggu kelancaran kegiatan pelayanan publik. Oleh karena itu kegiatan pengendalian harus mencapai keseimbangan yang tepat antara kegiatan pengendalian yang bersifat
preventif dan korektif
detektif dan preventif
detektif dan korektif
detektif dan direktif
Risiko yang disebabkan oleh faktor-faktor non keuangan misalnya manusia, teknologi, alam, sistem dan prosedur disebut risiko
operasional
spekulatif
murni
keuangan
Risk appetite harus mencerminkan beberapa hal berikut ini ...
Pemahaman tentang jenis risiko, cara menyikapi risiko, dan metode pengambilan risiko
Ketentuan yang informatif tentang seberapa besar risiko dapat diterima (acceptable) sebagai bagian dari praktik manajemen organisasi yang wajar
Kemungkinan kejadian, dampak atau konsekuensi serta adanya probabilitas
Strategi bisnis, ekspektasi dari stakeholders, sifat dan karakteristik risiko yang diambil, dan kemungkinan contagion dari situasi risiko tertentu lintas organisasi
Tahap awal dalam pembangunan infrastruktur pengendalian adalah
lingkungan pengendalian
penilaian risiko
informasi dan komunikasi
kegiatan pengendalian
Orientasi "privatisasi" yang terdapat pada new public management mengandung pengertian ...?
Peran pemerintah mungkin akan berkurang dalam memberikan arahan dan petunjuk dari pusat pemerintahan
Pemerintah sudah tidak bertanggung jawab terhadap perancangan dan pelaksanaan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan transformasi ekonomi, pengurangan kemiskinan, peningkatan kinerja sektor pertanian, ketenagakerjaan, fasilitas sosial dan umum, serta pengelolaan lingkungan hidup
Peran pemerintah mungkin akan berkurang dalam hal pengaturan (regulations) terhadap keterlibatan sektor swasta dan tidak mengelola respon yang efektif terhadap tuntutan sosial dan ekonomi masyarakat
Peran pemerintah menjadi tidak penting/dominan dalam manajemen pembangunan
Suatu tingkatan dari sekelompok risiko dimana organisasi akan menerima dan dapat mengelola dalam suatu periode tertentu adalah
inherent risk
residual risk
risk appetite
risk tolerance
Tahap awal dalam pembangunan infrastruktur pengendalian adalah
penilaian risiko
kegiatan pengendalian
lingkungan pengendalian
informasi dan komunikasi
Dilihat dari akibat yang ditimbulkan, ada dua macam risiko yaitu
risiko program dan risiko proyek
risiko ekonomi dan risiko politik
risiko murni dan risiko spekulatif
risiko rendah dan risiko tinggi
