wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre Test kimia Klinik I Poltekes 2022

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan Protein Urin  dengan menggunakan reagen . Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap reagen yang akan dipakai, ATLM memeriksa reagen untuk melihat kelayakan pakai dari reagen tersebut. Bagaimanakah ATLM tahu bahwa reagen tersebut layak pakai ?

a)

a. Reagen yang digunakan merupakan reagen mahal

b)

b.Dilihat dari ada kerusakan fisik dan kejernihan reagen

c)

c. Dapat dilihat dari melewati tanggal kadaluwarsa dan jernihnya reagen 

d)

d. Reagen Jernih, belum kadaluarsa dan Tidak ada kerusakan

e)

e. Reagen sedikit keruh , tidak ada kerusakan dan belum kadaluarsa

2.

Pada pemeriksaan glukosa urin di laboratorium. Adanya glukosa dalam urin akan mereduksi ion kupri menjadi kupro dalam larutan benedict, dalam suasana alkali pada reagensia dengan pendidihan, sehingga akan mengalami perubahan warna yang merupakan indikator adanya glukosa urin. Warna apakah yang terbentuk bila didapat reduksi +4?

a)

a. Merah bata

b)

b. Biru

c)

c. Jingga  sampai kecoklatan

d)

d. Hijau kekuningan

e)

e.  Kuning

3.

Di laboratorium X ada permintaan pemeriksaan glukosa urin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan metode Benedict. Apa tahapan yang dilakukan ATLM untuk memeriksakan sampel urin tersebut . Larutan Benedict sebanyak 5 ml ditambah

a)

a. 8  tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit

b)

b. 4 tetes urin dan dipanaskan langsung selama 3 menit

c)

c.  10  tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit

d)

d. 4 tetes urin dan dipanaskan langsung selama 1 menit

e)

e.  4 tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit

4.

Seorang pasien wanita usia 45 tahun di minta melakukan pemeriksaan urin lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapatkan data urine berwarna kuning pekat, agak keruh, pH 7.4, BJ 1.020. sampel urine memiliki buih yang banyak, lama hilang dan buih berwarna coklat. Jenis pemeriksaan urine apa dari ciri-ciri sampel urine tersebut, yang kemungkinan hasilnya positif?

a)

a. Keton urin

b)

b. Klorida urin

c)

c. Glukosa urin

d)

d. Protein urin

e)

e. Bilirubin urin

5.

Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun akan memeriksakan urine di lab. Urin diperiksa secara makroskopis dengan hasil warna kuning jernih, tidak ada kekeruhan, dan bau khas. Pemeriksaan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kimia urine dengan menggunakan reagen natrium nitropusid dan amoniak. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cincin ungu yang terbentuk. Apakah metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di atas ?

a)

a. Erlich

b)

b. Harison

c)

c.  Lange

d)

d. Asam sulfosalisilat

e)

e.  Rothera

6.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin di dalam urine. Hasil pemeriksaan yang didapatkan setelah ditambah reagen yaitu adanya warna hijau pada kertas saring yang telah dipresipitatkan dengan BaCl2 10%. Reagen apa yang dimaksud pada pemeriksaan tersebut?

a)

a. Schlesinger

b)

b. Sulkowith

c)

c. Benedict

d)

d. Fouchet

e)

e.  Erlich

7.

Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaaan mikroskopis urin, ditemukan bentuk kristal seperti amplop dan berbintang. Kristal apa yang dimaksud dengan ciri-ciri tersebut

a)

a. Triple posphat

b)

b. Amorf  urat

c)

c. Sistein

d)

d. Asam urat

e)

e. Kalsium oksalat

8.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan dengan menggunakan reagen   Schlesinger  dan lugol pada sampel urin. Setelah dilakukan penyaringan terlihat adanya fluoresensi warna hijau pada urin tersebut. Pemeriksaan parameter apakah yang dikerjakan  tersebut?

a)

a. Urobilinogen

b)

b. Bilirubin

c)

c. Urobilin

d)

d. Sterkobilin

e)

e.  Biliverdin

9.

Pada pemeriksaan protein urine  dengan metode asam sulfosalycil 20 % terjadi kekeruhan sebelum dipanaskan, akan tapi setelah dipanaskan kekeruhan itu hilang dan muncul lagi kekeruhan  setelah sampel itu dingin. Karena adanya apa penyebab hal itu terjadi?

a)

a. Globulin

b)

b. Protein bence jones

c)

c. Globulin dan albumin 

d)

d. Albumin

e)

e. Asam amino

10.

Pemeriksaan  sampel  urine seorang  perempuan  berumur 45 tahun dengan hasil pemeriksaan makroskopis : berwarna kuning agak keruh, pH 4, bj. 1.030, hasil kimianya : reduksi (-), protein (++), bilirubin (-), urobilinogen (normal), urobilin (-) Mikroskopis ditemukan kristal calsium oksalat, lekosit (++), eritrosit (-).Bagaimana hasil pengamatan pada pemeriksaan  protein tersebut

a)

a. Kekeruhan tampak berkeping-keping

b)

b. Kekeruhan ringan.

c)

c. Tidak terjadi kekeruhan.

d)

d. Tampak butir-butir halus pada kekeruhan

e)

e. Kekeruhan seperti menggumpal-gumpal

11.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan Protein Urin  dengan menggunakan reagen . Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap reagen yang akan dipakai, ATLM memeriksa reagen untuk melihat kelayakan pakai dari reagen tersebut. Bagaimanakah ATLM tahu bahwa reagen tersebut layak pakai ?

a)

a. Reagen yang digunakan merupakan reagen mahal

b)

b. Dilihat dari ada kerusakan fisik dan kejernihan reagen

c)

c. Dapat dilihat dari melewati tanggal kadaluwarsa dan jernihnya reagen 

d)

d. Reagen Jernih, belum kadaluarsa dan Tidak ada kerusakan

e)

e. Reagen sedikit keruh , tidak ada kerusakan dan belum kadaluarsa

12.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Setelah dicek, ternyata urin pasien yang dijadikan sampel adalah urin 24 jam. Menurut keterangan perawat, pasien tersebut sangat sulit untuk berkemih. Berapakah nilai rujukan untuk specific gravity SG pada sampel tersebut?

a)

1.015 – 1.025

b)

1.003 – 1.030

c)

1.000 – 1.009

d)

1.020 – 1.040

e)

1.025 – 1.050

13.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Setelah dicek ternyata urin pasien yang dijadikan sampel adalah urine 24 jam. Menurut keterangan perawat,pasien tersebut sangat sulit berkemih. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Menolak permintaan pemeriksaan

b)

Melaporkan kepada dokter pengirim

c)

Meminta sampel ulang kepada pasien

d)

Memberi catatan pada lembar hasil pemeriksaan

e)

Melanjutkan pemeriksaan dengan sampel yang ada

14.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urobilinogen dengan sampel urin segar. Cara kerjanya adalah dengan mereaksikan 5 mL urin dengan 0,5 mL reagen Erlich, kemudian dikocok dan dibiarkan selama 5 menit. Apa nama metode pemeriksaan tersebut?

a)

metode Lange

b)

metode Fauchet

c)

metode Rothera

d)

metode Iodium 1%

e)

metode Schlesinger.

15.

Seorang ahli teknologi laboratorium medic (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari pasien rawat jalan. Setelah sampel urin diambil kemudian diperiksa, diperoleh hasil pemeriksaan makroskopis, yaitu: warna (kuning muda), kejernihan (jernih) dan hasil carik celup untuk eritrosit (-), Leukosit (-), glukosa (-), protein (-), Urobilinogen (-), SG (1,010), Bilirubin (-), Keton (+++), pH (6,0), Nitrit (-). Kemudian petugas melakukan uji konfirmasi untuk benda keton Apa nama larutan indikator yang digunakan untuk  uji konfirmasi tersebut?

a)

Asam sulfat

b)

Natrium asetat

c)

Natrium karbonat

d)

Natrium nitroprussid

e)

Natrium permanganat

16.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap secara kimiawi dari perawat pasien rawat inap. ketika hendak melakukan tes bilirubin urin, petugas laboratorium (ATLM) lupa menyimpan reagen kedua untuk pemeriksaan tersebut. Karena tidak bisa dilakukan penundaan kemudian petugas tersebut membeli reagen kedua di toko kimia di sebelah laboratorium. Apakah reagen yang dimaksud?

a)

Natrium nitroprussid

b)

Ammonium sulfat

c)

Natrium carbonat

d)

Natrium asetat

e)

Ferri Klorida

17.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) sedang melakukan pemeriksaan urin rutin 1 parameter yaitu glukosa. Saat hendak memeriksa sampel nomor urut 50, strip urin tepat habis sehingga petugas laboratorium tersebut merujuk sampel ke laboratorium lain. Manakah antikoagulan yang bisa digunakan agar kandungan molekulnya tidak mengalami banyak berubah?

a)

EDTA

b)

Na-Sitrat

c)

Asam Borat

d)

Na-carbonat

e)

Lithium Heparin

18.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil glukosa +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Benedict dengan mereaksikan antara urin dengan larutan pereaksi Benedict. Berapa mL pereaksi yang ditambahkan?

a)

0,5 mL

b)

1,0 mL

c)

2,0 mL

d)

4,0 ml

e)

5,0 ml

19.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) menerima reagen Benedict baru untuk pemeriksaan glukosa urin. Selanjutnya petugas akan melakukan tahap uji kualitas reagen. Pertama, siapkan peralatan yang sehari-hari digunakan sesuai parameter tersebut. Apakah tindakan yang harus dilakukan kemudian?

a)

Mempersiapkan reagen kerja

b)

Memanaskan alat selama ± 30 menit

c)

Melakukan uji reagen terhadap larutan standar atau kalibrator

d)

Mereaksikan reagen dengan sampel pasien

e)

Menerjemahkan petunjuk penggunaan reagen

20.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin urin dengan memasukkan 5 mL urin, kemudian ditambahkan 2,5 mL larutan BaCl2 10 % dan 2 tetes larutan NaHPO4 jenuh, kemudian dikocok sampai homogen dan disaring menggunakan kertas saring. Apa langkah selanjutnya pada pemeriksaan tersebut?

a)

Menetesi endapan dengan iodium

b)

Menetesi filtrat saringan dengan iodium 1 %

c)

Menetesi filtrat saringan dengan reagen Fouchet

d)

Menetesi endapan yang agak kering dengan reagen Fouchet.

e)

menetesi endapan yang masih basah dengan reagen Fouchet.

21.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Sampel urin yang dikirim merupakan urin sewaktu. Saat akan melakukan pemeriksaan dengan strip urin (metode carik celup), reagen tepat habis. Kemudian petugas laboratorium melakukan pemeriksaan secara kimiawi. Namun saat melakukan pemeriksaan, label pada botol reagen terlepas sehingga petugas tidak tahu reagen apa yang digunakan. tetapi Hasil reaksinya memberikan fluoresensi hijau. Manakah senyawa yang memberikan hasil tersebut?

a)

Urobilinogen

b)

Urobilin

c)

Bilirubin

d)

Glukosa

e)

Protein

22.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan benda-benda keton di dalam urin. Dia mencampurkan 10 mL urin di dalam tabung reaksi dengan 0,5 mL asam asetat glasial dan 5 tetes larutan Natrium Nitroprusid kemudian dikocok sampai homogen, selanjutnya melalui dinding bagian dalam tabung ditambahkan 3 mL suatu larutan. Apa nama larutan yang dimasukkan ke dalam tabung tersebut?

a)

Ammonia 10%

b)

Asam Sulfat pekat

c)

Ferr ichlorida 10 %

d)

Ammonium Sulfat pekat.

e)

Ammonium klorida pekat.

23.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil Protein +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Bang dengan mereaksikan antara urin dengan pereaksi Bang. Berapa mL urin yang ditambahkan?

a)

0,5 mL

b)

1,0 mL

c)

2,0 mL

d)

4,0 mL

e)

5,0 mL

24.

Seorang ibu hamil datang dengan keluhan pembengkatan yang terjadi dikaki dan tekanan darah yang sangat tinggi. Diketahui bahwa ibu tersebut mengalami pre eklamsia (gestosis). Apakah jenis pemeriksaan urin yang akan terganggu?

a)

Glukosa urin

b)

Keton urin

c)

Protein urin

d)

Bilirubin urin

e)

Test darah samar

25.

"Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaan urinalisis dari seorang pasien Gagal Ginjal yang akan diperiksa kadar protein kuantitatif metode Esbach.Urin tersebut sebaiknya didapat dari cara penampungan urin yang tepat agar hasil pemeriksaan akurat.

Jenis spesimen urin yang tepat untuk pemeriksaan tersebut?"

a)

pagi

b)

puasa

c)

24 jam

d)

2 porsi

e)

2 jam post prandial

26.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil protein +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Bang dengan mereaksikan urin dengan pereaksi Bang dengan memanaskan pada penangas air mendidih didapat cairan keruh tanpa butiran. Bagaimana interpretasi dan kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Negatif

b)

Positif 1

c)

Positif 2

d)

Positif 3

e)

Positif 4

27.

Seorang ahli teknologi laboratorium medik sedang melakukan pemeriksaan urin rutin 3 parameter yaitu glukosa, protein dan pH. Hasil pada strip urin tersebut glukosa (-), protein (-) dan pH (7,0). Petugas laboratorium kemudian melakukan uji konfirmasi karena glukosa darah pasien 256 mg/dL. Hasil uji konfirmasi glukosa urin dengan metode Benedict positif (++). Apakah alasan yang paling tepat dalam menjelaskan kondisi tersebut?

a)

Bakteri sudah banyak berkembang biak

b)

Ada gangguan dari sedimen-sedimen urin

c)

Pembacaan strip urin masih kondisi basah

d)

Urin tercampur dengan air saat menampung

e)

Strip urin sudah teroksidasi oleh udara bebas

28.

Pada persiapan pemeriksaan urobilinogen, sampel urin harus disimpan dengan benar untuk menghindari hasil palsu. Hal tersebut dapat dihindari dengan menyimpan sampel urin pada kondisi yang benar, sehingga akan didapat hasil yang tepat. Bagaimana penyimpanan yang benar?

a)

Penampungan sampel pada container bersih

b)

Pengambilan specimen urin yang benar

c)

Penyimpanan sampel pada suhu kamar

d)

Dihindarkan dari paparan sinar lampu

e)

Dipertahankan agar pH netral

29.

Seorang ahli teknologi laboratorium medic (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari pasien rawat jalan. Setelah sampel urin diambil kemudian diperiksa, diperoleh hasil pemeriksaan makroskopis : warna (kuning muda), kejernihan (keruh) dan hasil carik celup untuk eritrosit (+++), Leukosit (+), glukosa (-), protein (-), Urobilinogen (+), SG (1,010), Bilirubin (-), Keton (-), pH (7,5), Nitrit (-). Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?

a)

Mengeluarkan hasil pemeriksaan

b)

Melaporkan kepada petugas senior

c)

Mengambil sampel ulang urin pasien

d)

Uji konfirmasi pada sedimen eitrosit

e)

Melakukan uji kimiawi urin untuk glukosa

30.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urobilin urin, dengan mencampurkan 5 mL urin dengan beberapa tetes ammonia 10% sampai bereaksi basa. Setelah itu ditambahkan 5 mL larutan Seng Asetat jenuh, kemudian dikocok sampai homogen. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Di saring kemudian filtrat ditetesi dengan Yodium 1 %

b)

Disaring kemudian filtrat ditetesi dengan reagen Fouchet

c)

Disaring kemudian endapan ditetesi dengan Yodium 1%

d)

Disaring kemudian endapan ditetesi dengan reagen Fouchet

e)

Disaring kemudian filtrat + endapan ditetesi dengan Yodium 1%

31.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil glukosa +2, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Benedict dengan mereaksikan urin dengan pereaksi Benedict dengan mereaksikan dengan pemanasan pada penangas air mendidih tepat 5 menit didapat cairan berwarna biru. Bagaimana hasil pemeriksaan berdasarkan pengamatan tersebut?

a)

Negatif

b)

positif 1

c)

positif 2

d)

positif 3

e)

positif 4

32.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin di dalam urine. Hasil pemeriksaan yang didapatkan setelah ditambah reagen yaitu adanya warna hijau pada kertas saring yang telah dipresipitatkan dengan BaCl2 10%. Pertanyaan soal: Reagen apa yang dimaksud pada pemeriksaan tersebut?

a)

Schlesinger

b)

Sulkowith

c)

Benedict

d)

Fouchet

e)

Erlich

33.

Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa rujukan pemeriksaan dari dokter. Berdasarkan gejala klinis diduga mengalami infark miokardium akut dan kerusakan hati. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suatu enzim tertentu yang dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Pertanyaan soal: Jenis pemeriksaan apa yang tepat untuk membantu diagnosis dokter pada kasus tersebut?

a)

Glukosa

b)

Kolesterol

c)

Asam Urat

d)

SGOT dan SGPT

e)

Ureum dan Kreatinin

34.

Seorang dokter ingin mengetahui hasil pemeriksaan keton urine dari pasien yang menderita diabetes mellitus. Metode rothera digunakan oleh ATLM untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium dengan penambahan larutan amoniak pekat. Hasil pemeriksaan yang didapatkan yaitu positif. Pertanyaan soal: Bagaimana bentuk dari hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Terdapat cincin ungu

b)

Larutan menjadi keruh 

c)

Terdapat endapan putih

d)

Larutan menjadi merah bata 

e)

Larutan berwarna hijau flourescens

35.

Seorang pasien datang ke laboratorium membawa sampel urine untuk dilakukan pemeriksaan urin rutin. Kemudian analis melakukan pemeriksaan makroskopik dan didapatkan hasil urin berwarna kuning tua yang merupakan warna normal urin. Pertanyaan soal: Zat apa yang menyebabkan urin normal berwarna kuning ?

a)

Urobilin dan urochrom

b)

Urobilin dan bilirubin

c)

Hemoglobin dan urochrom

d)

Bilirubin dan hematin

e)

Porfirin dan porfobilin

36.

Seorang teknisi laboratorium menerima spesimen urin dari pasien rawat jalan yang didiagnosis menderita hepatitis. Setelah spesimen didapat, teknisi menyimpan wadah urin diatas meja kerja pemeriksaan urin. Hal apakah yang harus dihindari ?

a)

Penundaan waktu pemeriksaan

b)

 Pemberian pengawet berlebih

c)

 Penyimpanan suhu beku

d)

 Sinar matahari langsung

e)

E. Panas yang berlebih

37.

Seorang teknisi laboratorium medik menerima spesimen urin 24 jam untuk pemeriksaan kreatinin klirens . Segera  teknisi laboratorium medik tersebut menentukan kadar kreatinin dalam dan urin. Setelah diperoleh masing-masing kadarnya, kreatinin klirens tidak bisa dihitung. Data apakah yang tidak diperoleh pada kasus tersebut ?

a)

Volume urin

b)

 Kultur bakteri

c)

 Kadar ureum urin

d)

 Koreksi glukosa urin

e)

 Penambahan pengawet

38.

Pemeriksaan sampel urine seorang perempuan berumur 30 tahun dengan hasil pemeriksaan makroskopis : berwarna kuning agak keruh, bau khas, pH 4, bj. 1.031, hasil kimianya : reduksi (-), protein (+++), bilirubin (-), urobilinogen (+), urobilin (-) Mikroskopis ditemukan kristal calsium oksalat, lekosit (++), eritrosit (-). Prinsip pemeriksaan protein apa yang digunakan :

a)

Sulfosalisilat

b)

 Benedict

c)

Rothera

d)

 Wallace diamond

e)

 Asam asetat

39.

Seorang ATLM  melakukan pemeriksaan glukosa urine 2 jam setelah makan, diperoleh urine hasil reduksi +2. Sebelumnya hasil gula puasa 80, Gula 2 jam setelah makan 110 . Apakah yang menyebabkan hasil seperti ini...

a)

Adanya resistensi ginjal

b)

 Pasien kemungkinan mengkonsumsi obat terntentu yang mempengaruhi hasil reduksi urine

c)

opsi. C Reagen untuk pemeriksaan reduksi urine sudah rusak 

d)

 Terjadi kesalahan pada pemeriksaan

e)

 Glukosa pasien ditemukan diurine karena kadar tinggi di darah.

40.

Seorang pasien berumur 40 tahun mempunyai keluhan mudah lemas, banyak buang air kecil, banyak minum dan terjadi penurunan berat badan secara perlahan lahan. Dokter memberikan pengantar ke laboratorium dengan pemeriksaan tes urine keton identifikasi benda keton dalam urine dilakukan dengan prinsip

a)

Keton bersama dengan amonia membentuk warna ungu lembayung 

b)

 Urine bereaksi dengan natrium sulfat dengan suasana alkalis membentuk warna ungu

c)

 Urine bereaksi dengan natrium sulfat dengan suasana alkalis membentuk warna ungu

d)

 Keton bereaksi dengan natrium nitrorusida dalam membentuk warna ungu

e)

 Keton dioksidasi oleh natrium nitroprusida membentuk warna ungu

41.

Seorang wanita 30 tahun mempunyai keluhan, demam beberapa hari, sering merasa dingin, tidak enak badan, mual-mual. Dokter memberikannya surat pengantar untuk pamariksaan tes protein urin. Pengujian protein dengan asam sulfosalisilat dilakukan dengan cara urin?

a)

Dipanaskan dan ditambah asam sulfosalisilat

b)

 Dihomogenkan lalu ditambah asam sulfosalisilat

c)

 Disaring, dipanaskan dan ditambah asam sulfosalisilat

d)

 Disentrifuge, dipanaskan dan ditetesi asam sulfosalisilat

e)

 Ditambah asam sulfosalisilat lalu dibandingkan dengan urin asli

42.

Spesimen urine diperiksa secara makroskopis dengan hasil warna kuning jernih, tidak ada kekeruhan, dan bau khas. Pemeriksaan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kimia urine dengan menggunakan reagen natrium nitropusid dan amoniak. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cincin ungu yang terbentuk. Apakah metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di atas ?

a)

Lange

b)

Asam sulfosalisilat

c)

Erlich

d)

Harison

e)

  Rothera

43.

 Seorang ATLM melakukan pemeriksaan dengan menggunakan reagen   Schlesinger  dan lugol pada sampel urin. Setelah dilakukan penyaringan terlihat adanya fluoresensi warna hijau pada urin tersebut. Pemeriksaan parameter apakah yang dikerjakan  tersebut

a)

Urobilin

b)

 Asam sulfosalisilat

c)

bilirubin

d)

urobilinogen

e)

sterkobilin

44.

Seorang pasien atas rujukan dokter diminta diperiksa urine lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin, didapatkan data urine berwarna kuning pekat, agak keruh, pH 7.3, BJ 1.021. sampel urine memiliki buih yang banyak, lama hilang dan buih berwarna coklat. Jenis pemeriksaan urine apa dari ciri-ciri sampel urine tersebut?

a)

Kalsium urin

b)

Klorida urin

c)

 Bilirubin urin

d)

 Glukosa urin

e)

Protein urin

45.

Petugas laboratorium menerima sampel urin dari pasien rawat jalan berusia 25 tahun yang memiliki diagnosis keadaan batu ginjal. Sampel urin yang diterima berbau sulfur dan memiliki kekeruhan yang jelas. Saat melakukan pemeriksaan sedimentasi urin, dimenemukan benda kristal  berbentuk heksagonal dan tidak bewarna. Komponen urin apakah yang dimaksud dalam kasus tersebut?

a)

Epitel skuamosa

b)

Kristal sistin

c)

Kristal kalsium karbonat

d)

Kristal bilirubin

e)

 Silinder lilin

46.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan kimia urin dengan metode carik celup. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan bilirubin adalah +++. Tes konfirmasi menggunakan metode Harrison dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terpercaya. Bahan apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan tes konfirmasi tersebut?

a)

 BaCl2 10% dan larutan asam asetat

b)

BaCl2 10% dan larutan fouchet

c)

FeCl3 10% dan larutan asam sulfosalisilat

d)

Larutan Erlich dan akuades

e)

 Larutan Erlich dan FeCl3 10%

47.

 Seorang pasien membawa sampel urin untuk pemeriksaan urin rutin ke sebuah laboratorium. Namun karena jumlah petugas laboratorium yang minim dan jumlah pemeriksaan yang terlalu banyak, maka sampel urin tersebut tidak dapat segera diperiksa. Apa yang sebaiknya dilakukan seorang ATLM ?

a)

Mengembalikan sampel urin ke pasien

b)

Meminta bantuan perawat untuk mengerjakan pemeriksaan urin

c)

Menyimpan sampel urin di lemari pendingin suhu 2°C sampai 8°C

d)

 Menolak sampel urin dan meminta pasien berkemih dalam waktu beberapa jam lagi

e)

Menolak sampel urin dan meminta pasien berkemih dalam waktu beberapa jam lagi

48.

Seorang pria 37 tahun mengalami nyeri di punggung bagian bawah dan mengeluhkan urin yang bercampur darah ketika berkemih. Dokter menyarankan salah satu pemeriksaan di laboratorium, yaitu pemeriksaan kreatinin klirens. Informasi manakah yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Kadar kreatinin darah, tinggi badan dan berat badan

b)

 Kadar kreatinin darah, kadar cytatin C dan luas permukaan tubuh

c)

 Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, volume urin dan berat badan

d)

Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, kadar elektrolit dan volume urin

e)

Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, volume urin dan luas permukaan tubuh

49.

 Seorang ATLM melakukan pemeriksaan kimia urin dengan metode carik celup di hari senin. Botol strip reagen yang akan digunakan ditemukan telah terbuka selama 2 hari dikarenakan laboratorium tutup setiap hari sabtu dan minggu. Strip reagen tersebut mengalami perubahan warna. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan?

a)

 Melihat stok strip yang baru

b)

 Tetap melakukan pemeriksaan

c)

 Memilih strip yang masih bagus

d)

 Mengganti strip reagen yang baru

e)

Melakukan pemeriksaan 2x dengan strip lama dan baru

50.

 Pemeriksaan protein urin, menggunakan sampel urin yang jernih. Protein urin diuji dengan menggunakan asam sulfosalicyl. Untuk menguji adanya kekeruhan, tabung diperiksa dengan cahaya berpantul dan latar belakang yang hitam. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekeruhan yang jelas dan berkeping-keping. Bagaimana interpretasi hasil pada pemeriksaan protein urin tersebut ?

a)

Negative 

b)

 Positive 

c)

  Positive +

d)

  Positive ++

e)

  Positive +++