NEW
Font size
WorksheetsPre Test kimia Klinik I Poltekes 2022
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan Protein Urin dengan menggunakan reagen . Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap reagen yang akan dipakai, ATLM memeriksa reagen untuk melihat kelayakan pakai dari reagen tersebut. Bagaimanakah ATLM tahu bahwa reagen tersebut layak pakai ?
a. Reagen yang digunakan merupakan reagen mahal
b.Dilihat dari ada kerusakan fisik dan kejernihan reagen
c. Dapat dilihat dari melewati tanggal kadaluwarsa dan jernihnya reagen
d. Reagen Jernih, belum kadaluarsa dan Tidak ada kerusakan
e. Reagen sedikit keruh , tidak ada kerusakan dan belum kadaluarsa
Pada pemeriksaan glukosa urin di laboratorium. Adanya glukosa dalam urin akan mereduksi ion kupri menjadi kupro dalam larutan benedict, dalam suasana alkali pada reagensia dengan pendidihan, sehingga akan mengalami perubahan warna yang merupakan indikator adanya glukosa urin. Warna apakah yang terbentuk bila didapat reduksi +4?
a. Merah bata
b. Biru
c. Jingga sampai kecoklatan
d. Hijau kekuningan
e. Kuning
Di laboratorium X ada permintaan pemeriksaan glukosa urin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan metode Benedict. Apa tahapan yang dilakukan ATLM untuk memeriksakan sampel urin tersebut . Larutan Benedict sebanyak 5 ml ditambah
a. 8 tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit
b. 4 tetes urin dan dipanaskan langsung selama 3 menit
c. 10 tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit
d. 4 tetes urin dan dipanaskan langsung selama 1 menit
e. 4 tetes urin dan dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit
Seorang pasien wanita usia 45 tahun di minta melakukan pemeriksaan urin lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapatkan data urine berwarna kuning pekat, agak keruh, pH 7.4, BJ 1.020. sampel urine memiliki buih yang banyak, lama hilang dan buih berwarna coklat. Jenis pemeriksaan urine apa dari ciri-ciri sampel urine tersebut, yang kemungkinan hasilnya positif?
a. Keton urin
b. Klorida urin
c. Glukosa urin
d. Protein urin
e. Bilirubin urin
Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun akan memeriksakan urine di lab. Urin diperiksa secara makroskopis dengan hasil warna kuning jernih, tidak ada kekeruhan, dan bau khas. Pemeriksaan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kimia urine dengan menggunakan reagen natrium nitropusid dan amoniak. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cincin ungu yang terbentuk. Apakah metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di atas ?
a. Erlich
b. Harison
c. Lange
d. Asam sulfosalisilat
e. Rothera
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin di dalam urine. Hasil pemeriksaan yang didapatkan setelah ditambah reagen yaitu adanya warna hijau pada kertas saring yang telah dipresipitatkan dengan BaCl2 10%. Reagen apa yang dimaksud pada pemeriksaan tersebut?
a. Schlesinger
b. Sulkowith
c. Benedict
d. Fouchet
e. Erlich
Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaaan mikroskopis urin, ditemukan bentuk kristal seperti amplop dan berbintang. Kristal apa yang dimaksud dengan ciri-ciri tersebut
a. Triple posphat
b. Amorf urat
c. Sistein
d. Asam urat
e. Kalsium oksalat
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan dengan menggunakan reagen Schlesinger dan lugol pada sampel urin. Setelah dilakukan penyaringan terlihat adanya fluoresensi warna hijau pada urin tersebut. Pemeriksaan parameter apakah yang dikerjakan tersebut?
a. Urobilinogen
b. Bilirubin
c. Urobilin
d. Sterkobilin
e. Biliverdin
Pada pemeriksaan protein urine dengan metode asam sulfosalycil 20 % terjadi kekeruhan sebelum dipanaskan, akan tapi setelah dipanaskan kekeruhan itu hilang dan muncul lagi kekeruhan setelah sampel itu dingin. Karena adanya apa penyebab hal itu terjadi?
a. Globulin
b. Protein bence jones
c. Globulin dan albumin
d. Albumin
e. Asam amino
Pemeriksaan sampel urine seorang perempuan berumur 45 tahun dengan hasil pemeriksaan makroskopis : berwarna kuning agak keruh, pH 4, bj. 1.030, hasil kimianya : reduksi (-), protein (++), bilirubin (-), urobilinogen (normal), urobilin (-) Mikroskopis ditemukan kristal calsium oksalat, lekosit (++), eritrosit (-).Bagaimana hasil pengamatan pada pemeriksaan protein tersebut
a. Kekeruhan tampak berkeping-keping
b. Kekeruhan ringan.
c. Tidak terjadi kekeruhan.
d. Tampak butir-butir halus pada kekeruhan
e. Kekeruhan seperti menggumpal-gumpal
Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan Protein Urin dengan menggunakan reagen . Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap reagen yang akan dipakai, ATLM memeriksa reagen untuk melihat kelayakan pakai dari reagen tersebut. Bagaimanakah ATLM tahu bahwa reagen tersebut layak pakai ?
a. Reagen yang digunakan merupakan reagen mahal
b. Dilihat dari ada kerusakan fisik dan kejernihan reagen
c. Dapat dilihat dari melewati tanggal kadaluwarsa dan jernihnya reagen
d. Reagen Jernih, belum kadaluarsa dan Tidak ada kerusakan
e. Reagen sedikit keruh , tidak ada kerusakan dan belum kadaluarsa
Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Setelah dicek, ternyata urin pasien yang dijadikan sampel adalah urin 24 jam. Menurut keterangan perawat, pasien tersebut sangat sulit untuk berkemih. Berapakah nilai rujukan untuk specific gravity SG pada sampel tersebut?
1.015 – 1.025
1.003 – 1.030
1.000 – 1.009
1.020 – 1.040
1.025 – 1.050
Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Setelah dicek ternyata urin pasien yang dijadikan sampel adalah urine 24 jam. Menurut keterangan perawat,pasien tersebut sangat sulit berkemih. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?
Menolak permintaan pemeriksaan
Melaporkan kepada dokter pengirim
Meminta sampel ulang kepada pasien
Memberi catatan pada lembar hasil pemeriksaan
Melanjutkan pemeriksaan dengan sampel yang ada
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urobilinogen dengan sampel urin segar. Cara kerjanya adalah dengan mereaksikan 5 mL urin dengan 0,5 mL reagen Erlich, kemudian dikocok dan dibiarkan selama 5 menit. Apa nama metode pemeriksaan tersebut?
metode Lange
metode Fauchet
metode Rothera
metode Iodium 1%
metode Schlesinger.
Seorang ahli teknologi laboratorium medic (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari pasien rawat jalan. Setelah sampel urin diambil kemudian diperiksa, diperoleh hasil pemeriksaan makroskopis, yaitu: warna (kuning muda), kejernihan (jernih) dan hasil carik celup untuk eritrosit (-), Leukosit (-), glukosa (-), protein (-), Urobilinogen (-), SG (1,010), Bilirubin (-), Keton (+++), pH (6,0), Nitrit (-). Kemudian petugas melakukan uji konfirmasi untuk benda keton Apa nama larutan indikator yang digunakan untuk uji konfirmasi tersebut?
Asam sulfat
Natrium asetat
Natrium karbonat
Natrium nitroprussid
Natrium permanganat
Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap secara kimiawi dari perawat pasien rawat inap. ketika hendak melakukan tes bilirubin urin, petugas laboratorium (ATLM) lupa menyimpan reagen kedua untuk pemeriksaan tersebut. Karena tidak bisa dilakukan penundaan kemudian petugas tersebut membeli reagen kedua di toko kimia di sebelah laboratorium. Apakah reagen yang dimaksud?
Natrium nitroprussid
Ammonium sulfat
Natrium carbonat
Natrium asetat
Ferri Klorida
Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) sedang melakukan pemeriksaan urin rutin 1 parameter yaitu glukosa. Saat hendak memeriksa sampel nomor urut 50, strip urin tepat habis sehingga petugas laboratorium tersebut merujuk sampel ke laboratorium lain. Manakah antikoagulan yang bisa digunakan agar kandungan molekulnya tidak mengalami banyak berubah?
EDTA
Na-Sitrat
Asam Borat
Na-carbonat
Lithium Heparin
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil glukosa +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Benedict dengan mereaksikan antara urin dengan larutan pereaksi Benedict. Berapa mL pereaksi yang ditambahkan?
0,5 mL
1,0 mL
2,0 mL
4,0 ml
5,0 ml
Seorang ahli teknologi laboratorium medik (ATLM) menerima reagen Benedict baru untuk pemeriksaan glukosa urin. Selanjutnya petugas akan melakukan tahap uji kualitas reagen. Pertama, siapkan peralatan yang sehari-hari digunakan sesuai parameter tersebut. Apakah tindakan yang harus dilakukan kemudian?
Mempersiapkan reagen kerja
Memanaskan alat selama ± 30 menit
Melakukan uji reagen terhadap larutan standar atau kalibrator
Mereaksikan reagen dengan sampel pasien
Menerjemahkan petunjuk penggunaan reagen
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin urin dengan memasukkan 5 mL urin, kemudian ditambahkan 2,5 mL larutan BaCl2 10 % dan 2 tetes larutan NaHPO4 jenuh, kemudian dikocok sampai homogen dan disaring menggunakan kertas saring. Apa langkah selanjutnya pada pemeriksaan tersebut?
Menetesi endapan dengan iodium
Menetesi filtrat saringan dengan iodium 1 %
Menetesi filtrat saringan dengan reagen Fouchet
Menetesi endapan yang agak kering dengan reagen Fouchet.
menetesi endapan yang masih basah dengan reagen Fouchet.
Seorang ahli teknologi laboratorium medik menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari perawat pasien rawat inap. Sampel urin yang dikirim merupakan urin sewaktu. Saat akan melakukan pemeriksaan dengan strip urin (metode carik celup), reagen tepat habis. Kemudian petugas laboratorium melakukan pemeriksaan secara kimiawi. Namun saat melakukan pemeriksaan, label pada botol reagen terlepas sehingga petugas tidak tahu reagen apa yang digunakan. tetapi Hasil reaksinya memberikan fluoresensi hijau. Manakah senyawa yang memberikan hasil tersebut?
Urobilinogen
Urobilin
Bilirubin
Glukosa
Protein
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan benda-benda keton di dalam urin. Dia mencampurkan 10 mL urin di dalam tabung reaksi dengan 0,5 mL asam asetat glasial dan 5 tetes larutan Natrium Nitroprusid kemudian dikocok sampai homogen, selanjutnya melalui dinding bagian dalam tabung ditambahkan 3 mL suatu larutan. Apa nama larutan yang dimasukkan ke dalam tabung tersebut?
Ammonia 10%
Asam Sulfat pekat
Ferr ichlorida 10 %
Ammonium Sulfat pekat.
Ammonium klorida pekat.
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil Protein +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Bang dengan mereaksikan antara urin dengan pereaksi Bang. Berapa mL urin yang ditambahkan?
0,5 mL
1,0 mL
2,0 mL
4,0 mL
5,0 mL
Seorang ibu hamil datang dengan keluhan pembengkatan yang terjadi dikaki dan tekanan darah yang sangat tinggi. Diketahui bahwa ibu tersebut mengalami pre eklamsia (gestosis). Apakah jenis pemeriksaan urin yang akan terganggu?
Glukosa urin
Keton urin
Protein urin
Bilirubin urin
Test darah samar
"Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaan urinalisis dari seorang pasien Gagal Ginjal yang akan diperiksa kadar protein kuantitatif metode Esbach.Urin tersebut sebaiknya didapat dari cara penampungan urin yang tepat agar hasil pemeriksaan akurat.
Jenis spesimen urin yang tepat untuk pemeriksaan tersebut?"
pagi
puasa
24 jam
2 porsi
2 jam post prandial
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil protein +1, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Bang dengan mereaksikan urin dengan pereaksi Bang dengan memanaskan pada penangas air mendidih didapat cairan keruh tanpa butiran. Bagaimana interpretasi dan kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut?
Negatif
Positif 1
Positif 2
Positif 3
Positif 4
Seorang ahli teknologi laboratorium medik sedang melakukan pemeriksaan urin rutin 3 parameter yaitu glukosa, protein dan pH. Hasil pada strip urin tersebut glukosa (-), protein (-) dan pH (7,0). Petugas laboratorium kemudian melakukan uji konfirmasi karena glukosa darah pasien 256 mg/dL. Hasil uji konfirmasi glukosa urin dengan metode Benedict positif (++). Apakah alasan yang paling tepat dalam menjelaskan kondisi tersebut?
Bakteri sudah banyak berkembang biak
Ada gangguan dari sedimen-sedimen urin
Pembacaan strip urin masih kondisi basah
Urin tercampur dengan air saat menampung
Strip urin sudah teroksidasi oleh udara bebas
Pada persiapan pemeriksaan urobilinogen, sampel urin harus disimpan dengan benar untuk menghindari hasil palsu. Hal tersebut dapat dihindari dengan menyimpan sampel urin pada kondisi yang benar, sehingga akan didapat hasil yang tepat. Bagaimana penyimpanan yang benar?
Penampungan sampel pada container bersih
Pengambilan specimen urin yang benar
Penyimpanan sampel pada suhu kamar
Dihindarkan dari paparan sinar lampu
Dipertahankan agar pH netral
Seorang ahli teknologi laboratorium medic (ATLM) menerima formulir permintaan pemeriksaan urin lengkap dari pasien rawat jalan. Setelah sampel urin diambil kemudian diperiksa, diperoleh hasil pemeriksaan makroskopis : warna (kuning muda), kejernihan (keruh) dan hasil carik celup untuk eritrosit (+++), Leukosit (+), glukosa (-), protein (-), Urobilinogen (+), SG (1,010), Bilirubin (-), Keton (-), pH (7,5), Nitrit (-). Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan?
Mengeluarkan hasil pemeriksaan
Melaporkan kepada petugas senior
Mengambil sampel ulang urin pasien
Uji konfirmasi pada sedimen eitrosit
Melakukan uji kimiawi urin untuk glukosa
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urobilin urin, dengan mencampurkan 5 mL urin dengan beberapa tetes ammonia 10% sampai bereaksi basa. Setelah itu ditambahkan 5 mL larutan Seng Asetat jenuh, kemudian dikocok sampai homogen. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?
Di saring kemudian filtrat ditetesi dengan Yodium 1 %
Disaring kemudian filtrat ditetesi dengan reagen Fouchet
Disaring kemudian endapan ditetesi dengan Yodium 1%
Disaring kemudian endapan ditetesi dengan reagen Fouchet
Disaring kemudian filtrat + endapan ditetesi dengan Yodium 1%
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dengan carik celup didapatkan hasil glukosa +2, kemudian dilakukan tes konfirmasi dengan metoda Benedict dengan mereaksikan urin dengan pereaksi Benedict dengan mereaksikan dengan pemanasan pada penangas air mendidih tepat 5 menit didapat cairan berwarna biru. Bagaimana hasil pemeriksaan berdasarkan pengamatan tersebut?
Negatif
positif 1
positif 2
positif 3
positif 4
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bilirubin di dalam urine. Hasil pemeriksaan yang didapatkan setelah ditambah reagen yaitu adanya warna hijau pada kertas saring yang telah dipresipitatkan dengan BaCl2 10%. Pertanyaan soal: Reagen apa yang dimaksud pada pemeriksaan tersebut?
Schlesinger
Sulkowith
Benedict
Fouchet
Erlich
Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa rujukan pemeriksaan dari dokter. Berdasarkan gejala klinis diduga mengalami infark miokardium akut dan kerusakan hati. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suatu enzim tertentu yang dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Pertanyaan soal: Jenis pemeriksaan apa yang tepat untuk membantu diagnosis dokter pada kasus tersebut?
Glukosa
Kolesterol
Asam Urat
SGOT dan SGPT
Ureum dan Kreatinin
Seorang dokter ingin mengetahui hasil pemeriksaan keton urine dari pasien yang menderita diabetes mellitus. Metode rothera digunakan oleh ATLM untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium dengan penambahan larutan amoniak pekat. Hasil pemeriksaan yang didapatkan yaitu positif. Pertanyaan soal: Bagaimana bentuk dari hasil pemeriksaan tersebut?
Terdapat cincin ungu
Larutan menjadi keruh
Terdapat endapan putih
Larutan menjadi merah bata
Larutan berwarna hijau flourescens
Seorang pasien datang ke laboratorium membawa sampel urine untuk dilakukan pemeriksaan urin rutin. Kemudian analis melakukan pemeriksaan makroskopik dan didapatkan hasil urin berwarna kuning tua yang merupakan warna normal urin. Pertanyaan soal: Zat apa yang menyebabkan urin normal berwarna kuning ?
Urobilin dan urochrom
Urobilin dan bilirubin
Hemoglobin dan urochrom
Bilirubin dan hematin
Porfirin dan porfobilin
Seorang teknisi laboratorium menerima spesimen urin dari pasien rawat jalan yang didiagnosis menderita hepatitis. Setelah spesimen didapat, teknisi menyimpan wadah urin diatas meja kerja pemeriksaan urin. Hal apakah yang harus dihindari ?
Penundaan waktu pemeriksaan
Pemberian pengawet berlebih
Penyimpanan suhu beku
Sinar matahari langsung
E. Panas yang berlebih
Seorang teknisi laboratorium medik menerima spesimen urin 24 jam untuk pemeriksaan kreatinin klirens . Segera teknisi laboratorium medik tersebut menentukan kadar kreatinin dalam dan urin. Setelah diperoleh masing-masing kadarnya, kreatinin klirens tidak bisa dihitung. Data apakah yang tidak diperoleh pada kasus tersebut ?
Volume urin
Kultur bakteri
Kadar ureum urin
Koreksi glukosa urin
Penambahan pengawet
Pemeriksaan sampel urine seorang perempuan berumur 30 tahun dengan hasil pemeriksaan makroskopis : berwarna kuning agak keruh, bau khas, pH 4, bj. 1.031, hasil kimianya : reduksi (-), protein (+++), bilirubin (-), urobilinogen (+), urobilin (-) Mikroskopis ditemukan kristal calsium oksalat, lekosit (++), eritrosit (-). Prinsip pemeriksaan protein apa yang digunakan :
Sulfosalisilat
Benedict
Rothera
Wallace diamond
Asam asetat
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan glukosa urine 2 jam setelah makan, diperoleh urine hasil reduksi +2. Sebelumnya hasil gula puasa 80, Gula 2 jam setelah makan 110 . Apakah yang menyebabkan hasil seperti ini...
Adanya resistensi ginjal
Pasien kemungkinan mengkonsumsi obat terntentu yang mempengaruhi hasil reduksi urine
opsi. C Reagen untuk pemeriksaan reduksi urine sudah rusak
Terjadi kesalahan pada pemeriksaan
Glukosa pasien ditemukan diurine karena kadar tinggi di darah.
Seorang pasien berumur 40 tahun mempunyai keluhan mudah lemas, banyak buang air kecil, banyak minum dan terjadi penurunan berat badan secara perlahan lahan. Dokter memberikan pengantar ke laboratorium dengan pemeriksaan tes urine keton identifikasi benda keton dalam urine dilakukan dengan prinsip
Keton bersama dengan amonia membentuk warna ungu lembayung
Urine bereaksi dengan natrium sulfat dengan suasana alkalis membentuk warna ungu
Urine bereaksi dengan natrium sulfat dengan suasana alkalis membentuk warna ungu
Keton bereaksi dengan natrium nitrorusida dalam membentuk warna ungu
Keton dioksidasi oleh natrium nitroprusida membentuk warna ungu
Seorang wanita 30 tahun mempunyai keluhan, demam beberapa hari, sering merasa dingin, tidak enak badan, mual-mual. Dokter memberikannya surat pengantar untuk pamariksaan tes protein urin. Pengujian protein dengan asam sulfosalisilat dilakukan dengan cara urin?
Dipanaskan dan ditambah asam sulfosalisilat
Dihomogenkan lalu ditambah asam sulfosalisilat
Disaring, dipanaskan dan ditambah asam sulfosalisilat
Disentrifuge, dipanaskan dan ditetesi asam sulfosalisilat
Ditambah asam sulfosalisilat lalu dibandingkan dengan urin asli
Spesimen urine diperiksa secara makroskopis dengan hasil warna kuning jernih, tidak ada kekeruhan, dan bau khas. Pemeriksaan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kimia urine dengan menggunakan reagen natrium nitropusid dan amoniak. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cincin ungu yang terbentuk. Apakah metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di atas ?
Lange
Asam sulfosalisilat
Erlich
Harison
Rothera
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan dengan menggunakan reagen Schlesinger dan lugol pada sampel urin. Setelah dilakukan penyaringan terlihat adanya fluoresensi warna hijau pada urin tersebut. Pemeriksaan parameter apakah yang dikerjakan tersebut
Urobilin
Asam sulfosalisilat
bilirubin
urobilinogen
sterkobilin
Seorang pasien atas rujukan dokter diminta diperiksa urine lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin, didapatkan data urine berwarna kuning pekat, agak keruh, pH 7.3, BJ 1.021. sampel urine memiliki buih yang banyak, lama hilang dan buih berwarna coklat. Jenis pemeriksaan urine apa dari ciri-ciri sampel urine tersebut?
Kalsium urin
Klorida urin
Bilirubin urin
Glukosa urin
Protein urin
Petugas laboratorium menerima sampel urin dari pasien rawat jalan berusia 25 tahun yang memiliki diagnosis keadaan batu ginjal. Sampel urin yang diterima berbau sulfur dan memiliki kekeruhan yang jelas. Saat melakukan pemeriksaan sedimentasi urin, dimenemukan benda kristal berbentuk heksagonal dan tidak bewarna. Komponen urin apakah yang dimaksud dalam kasus tersebut?
Epitel skuamosa
Kristal sistin
Kristal kalsium karbonat
Kristal bilirubin
Silinder lilin
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan kimia urin dengan metode carik celup. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan bilirubin adalah +++. Tes konfirmasi menggunakan metode Harrison dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terpercaya. Bahan apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan tes konfirmasi tersebut?
BaCl2 10% dan larutan asam asetat
BaCl2 10% dan larutan fouchet
FeCl3 10% dan larutan asam sulfosalisilat
Larutan Erlich dan akuades
Larutan Erlich dan FeCl3 10%
Seorang pasien membawa sampel urin untuk pemeriksaan urin rutin ke sebuah laboratorium. Namun karena jumlah petugas laboratorium yang minim dan jumlah pemeriksaan yang terlalu banyak, maka sampel urin tersebut tidak dapat segera diperiksa. Apa yang sebaiknya dilakukan seorang ATLM ?
Mengembalikan sampel urin ke pasien
Meminta bantuan perawat untuk mengerjakan pemeriksaan urin
Menyimpan sampel urin di lemari pendingin suhu 2°C sampai 8°C
Menolak sampel urin dan meminta pasien berkemih dalam waktu beberapa jam lagi
Menolak sampel urin dan meminta pasien berkemih dalam waktu beberapa jam lagi
Seorang pria 37 tahun mengalami nyeri di punggung bagian bawah dan mengeluhkan urin yang bercampur darah ketika berkemih. Dokter menyarankan salah satu pemeriksaan di laboratorium, yaitu pemeriksaan kreatinin klirens. Informasi manakah yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil pemeriksaan tersebut?
Kadar kreatinin darah, tinggi badan dan berat badan
Kadar kreatinin darah, kadar cytatin C dan luas permukaan tubuh
Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, volume urin dan berat badan
Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, kadar elektrolit dan volume urin
Kadar kreatinin urin, kadar kreatinin darah, volume urin dan luas permukaan tubuh
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan kimia urin dengan metode carik celup di hari senin. Botol strip reagen yang akan digunakan ditemukan telah terbuka selama 2 hari dikarenakan laboratorium tutup setiap hari sabtu dan minggu. Strip reagen tersebut mengalami perubahan warna. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan?
Melihat stok strip yang baru
Tetap melakukan pemeriksaan
Memilih strip yang masih bagus
Mengganti strip reagen yang baru
Melakukan pemeriksaan 2x dengan strip lama dan baru
Pemeriksaan protein urin, menggunakan sampel urin yang jernih. Protein urin diuji dengan menggunakan asam sulfosalicyl. Untuk menguji adanya kekeruhan, tabung diperiksa dengan cahaya berpantul dan latar belakang yang hitam. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekeruhan yang jelas dan berkeping-keping. Bagaimana interpretasi hasil pada pemeriksaan protein urin tersebut ?
Negative
Positive
Positive +
Positive ++
Positive +++
