Font size
WorksheetsTry Out Moderasi Beragama
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi , yaitu UUD 1945 dan regulasi di bawahnya merupakan indikator Moderasi Beragama, yaitu....
Komitmen kebangsaan
Toleransi
Anti kekerasan
Penerimaan terhadap tradisi
Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan baik fisik maupun verbal dalam mengusung perubahan yang diinginkan merupakan indikator moderasi beragama, yaitu....
Komitmen Kebangsaan
Toleransi
Anti Kekerasan
Penerimaan terhadap tradisi
Menjadikan nilai-nilai moral universal dan pokok-pokok ajaran agama sebagai pandangan hidup dengan tetap berpijak pada jati diri Indonesia merupakan muatan pesan keagamaan dalam Moderasi Beragama, yaitu (a)
Berikut ini merupakan 3 (tiga) Indikator Kinerja Penguatan Moderasi Beragama yaitu....
Indeks Kesalehan Umat Beragama meningkat dari 83,56 pada tahun 2019 menjadi 86,08 pada tahun 2024
Penerimaan umat beragama atas keragaman budaya sebesar 76,00 pada tahun 2024
Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 73,83 pada tahun 2019 menjadi 75,80 pada tahun 2024
Penguatan cara pandang, sikap dan praktik beragama yang moderat pada Aparatur Negara
Penguatan moderasi beragama perlu dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas dan kerja sama antar semua komponen ekosistem, yang meliputi unsur-unsur berikut, kecuali....
masyarakat dan media
pendidikan dan keagamaan
politik kekuasaan dan negara
pelaku terorisme dan radikalisme
The maps is not the territory (peta bukan wilayah). Konsep tersebut dalam sudut pandang moderasi beragama dapat dimaknai sebagai....
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, tentu tidak sama antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, tentu sama antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, hampir mirip antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya
cara pandang seseorang terhadap fenomena yang terjadi, antara apa yang diinterpretasikan dengan realitasnya terdapat hubungan
Berikut adalah hal-hal yang harus kita hindari dan hal-hal yang harus kita lakukan dalam menalar kebegaraman, yaitu.....
Close Mind, Close Heart, Close Will
Open Mind, Open Heart, Open Will
Reflective Loop
Reflective Learning
Kecenderungan alamiah untuk mengabaikan kompleksitas masalah dengan lebih memilih pandangan yang simplistik, bila kompleksitas tadi mengharuskan kita untuk mengubah pendapat disebut sebagai....
Egocentric Oversimplification
Egocentric Blindness
Egocentric Memory
Egocentric Myopia
Dalam melakukan REFRAMING dalam U-Process pada Iceberg Analysis adalah....
Mengamati paradigma, perspektif, dan keyakinan yang melatarbelakangi terjadinya fenomena sosial
Mengubah paradigma, perspektif dan keyakinan
Mendesain kebijakan, program, serta memberikan reward
Memastikan terwujudnya sikap, kebiasaan yang baru
Penguatan moderasi beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur. Karena itu, perlu dilakukan langkah: Menyelenggarakan pelayanan publik secara adil untuk memenuhi hak-hak sispil tanpa diskriminasi.
Langkah ini termasuk dalam penyelerasan relasi antara....
Agama dan politik
Agama dan hukum
Agama dan layanan publik
agama dan ekspresi publik
Harmonisasi umat beragama dapat tercapai jika memenuhi 2 hal berikut ini, yaitu....
masyarakat terlindungi hak sipil dan hak beragamanya
para tokoh dan lembaga kunci mampu memainkan peran menjaga situasi kondusif bagi terciptanya kerukunan dan solidaritas sosial
Aparat keamanan secara persuasif selalu melakukan pengamanan rumah ibadat
Selalu merayakan hari besar agama bersama-sama
Berikut ini merupakan 3 Tantangan Penguatan Moderasi Beragama, kecuali....
Berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan
Berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak
atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik
berpotensi memicu konflik
Berkembangnya semangat beragama
yang tidak selaras dengan kecintaan
berbangsa dalam bingkai NKRI
Berkembangnya keinginan memisahkan konsepsi keagamaan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara
Ruang lingkup moderasi beragama antara lain, ...
Keadilan, keseimbangan dan toleransi
Keadilan, persatuan dan humanisme
Ketuhanan, persatuan dan kerakyatan
man, taqwa dan syari’at
Iman, jamaah dan pedoman
Yang akan menggambarkan bahwa seseorang itu moderat dalam beragama mencakup empat indikator berikut ini, kecuali ...
Komitmen kebangsaan
Humanisme
Toleransi
Anti- kekerasan
Akomodatif
Dalam moderasi beragama, maka kita harus berhati-hati dengan paham radikalisme. Karena pemahaman yang tidak menyeluruh tentang Islam dalam konteks radix atau akar tadi, menimbulkan pemahaman yang keliru tentang islam Yang dimaksud dari radikalisme yaitu ...
Gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi
Keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)
Kemampuan untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan mata hati (conscience) dan determinasi
Sebuah sikap menerima atau menghormati pandangan atau tindakan orang lain, sekalipun pandangan atau tindakan itu belum tentu disetujuinya.
Sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama
Penangkalan dengan mengajarkan pencerahan kepada masyarakat tentang paham radikal, sehingga tidak terjadi pembiaran berkembangnya paham radikal, hal ini merupakan pengertian dari salah satu pencegahan radikalisme yang disebut dengan ...
Rehabilitasi
Reedukasi
Resosialisasi
Pembinaan wawasan kebangsaan
Pembinaan keagamaan
"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". Bunyi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal berapa?
Pasal 32 Ayat 1
Pasal 23 Ayat 1
Pasal 30 Ayat 3
Pasal 29 Ayat 2
Moderasi Beragama dicanangkan pertama kali oleh Menteri Agama ...
Fachrul Razi
Yaqut Cholil Qoumas
Suryadharma Ali
Lukman Hakim Saifuddin
"Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu"
UUD Negara RI 1945
UU 1/PNPS/1965
UU 39/99 HAM
UU 7/17 PEMILU
Mengapa moderasi beragama penting diperkuat:
Moderasi beragama menjadi gerakan global
Maraknya Wacana keagamaan yang membenturkan paham keagamaan dan kebangsaan
Maraknya pergaulan bebas di kalangan para remaja
Kekerasan pada kelompok-kelompok minoritas-rentan salah satunya disebutkan oleh ketidaktegasan aparat keamanan dalam menindak tokoh-tokoh berpengaruh yang melakukan ujaran kebencian. Dalam analisis gunung es, ini merupakan....
peristiwa
trend
struktur
mental model
Pandangan keagamaan eksklusif-legal-formalistisk....
Merupakan perintah agama
Perlu diperkuat untuk mengokohkan akidah
Menyebabkan segregasi dan permusuhan sosial karena sentimen keagamaan
pendangan kegamaan yang memperkuat ketahanan dan keamanan negara
Dibeberapa tempat terdapat bangunan sarana ibadah dalam bentuk Masjid, Gereja, dan Pura berada dalam satu lokasi. Apakah makna yang dapat diambil…
Menjadikan sarana ibadah dalam satu tempat
Mewujudkan suasana wilayah yang agamis
Untuk mempermudah pengendalian keamanan
Merupakan simbol toleransi beragama
Dalam moderasi beragama, maka kita harus berhati-hati dengan paham radikalisme. Karena pemahaman yang tidak menyeluruh tentang Islam dalam konteks radix atau akar tadi, menimbulkan pemahaman yang keliru tentang islam Yang dimaksud dari radikalisme yaitu ...
Gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi.
keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya)
kemampuan untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan mata hati (conscience) dan determinasi
Sebuah sikap menerima atau menghormati pandangan atau tindakan orang lain, sekalipun pandangan atau tindakan itu belum tentu disetujuinya.
sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama
Inklusivisme dalam beragama adalah
Mencampuradukkan paham atau keyakinan antar satu agama dengan agama lain
Membangun persaudaraan kemanusiaan tanpa sekat-sekat agama
Membahayakan akidah
