wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FARMASETIKA

Total questions: 246

Worksheet time: 2hrs 3mins

Name
Class
Date
1.
1.    Gaya yang mempengaruhi kemampuan sediaan semisolid untuk melekat pada kulit
a)

a.       pH

b)

b.      tegangan antar permukaan

c)

c.       adhesi

d)

d.      kohesi

e)

e.       rheologi

2.
2.    tahapan produksi emulsi yang kritis adalah tahap
a)
a.       homogenisasi dan pencampuran
b)
b.      pengadukan
c)
c.       homogenisasi dan pendinginan
d)
d.      homogenisasi dan pengadukan
e)
e.       pencampuran dan pengadukan
3.
3.    zat aktif yang bersifat hidrofob sehingga sulit di basahi disebabkan rendahnya daya adhesi karena lapisan udara atau material berminyak atau pengotor lain yang menutupi permukaan partikel agar dapat dibuat sediaan suspensi maka diperlukan zat tambahan berupa
a)
a.       surfaktan polimer hidrofilik
b)
b.      zat pembawa
c)
c.       zat pendeflokulasi
d)
d.      zat solubilisasi
e)
e.       zat pengawet
4.
4.    sediaan cair yang mengandung pertikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdispersi kedalam fase cair
a)
a.       emulsi
b)
b.      suspensi
c)
c.       krim
d)
d.      gel
e)
e.       sirop
5.
5.    persamaan untuk menghitung volume sedimentasi yaitu
a)
a.       f=Vu/Vo
b)
b.      Vo=F/Vu
c)
c.       f=Vu/F
d)
d.      Vo=Vu/F
e)
e.       F=Vo/Vu
6.
6.    Salep yang digunakan untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek local, tidak diadsorpsi, bersifat astrigen termasuk golongan
a)
a.       Salep endodermis
b)
b.      Mesodermis
c)
c.       Salep epidermis
d)
d.      Salep diadermis
e)
e.       Salep eksodermis
7.
7.    Suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui terjadinya pertumbuhan ukuran partikel pada suspensi, yaitu
a)
a.       Sifat dan muatan partikel
b)
b.      pH partikel
c)
c.       viskositas
d)
d.      ukuran partikiel
e)
e.       jumlah partikel
8.
8.    bagian terluar dari kulit adalah
a)
a.       stratum retikular
b)
b.      stratum korneum
c)
c.       stratum papilare
d)
d.      lapisan basal
e)
e.       melanosit
9.
9.    salah satu basis gel yang bersifat hidrogel adalah
a)
a.       sabun
b)
b.      lipogel
c)
c.       metilselulosa
d)
d.      sabun dan gelsilica
e)
e.       gel silica
10.
10.    kecepatan molekul obat melintasi lapisan kulit bergantung pada
a)
a.       suhu adsorpsi
b)
b.      suhu absorpsi
c)
c.       kelarutan obat dalam air
d)
d.      tetapan dielektrik kulit
e)
e.       pH kulit
11.
12.    Terlepasnya stratum korneum dari permukaan kulit disebut
a)
a.       Deskuamasi
b)
b.      Lemak permuakaan kulit
c)
c.       NMF
d)
d.      Korneosit
e)
e.       Kelenjar keringat
12.
13.    Pengujian difusi sediaan semi solid dapat digunakan dengan metode
a)
a.       VDC
b)
b.      Adsorpsi
c)
c.       FDC
d)
d.      Osmosis
e)
e.       Absorpsi
13.
14.    Polisorbat merupakan jenis sentetis yang termasuk golongan emulgator
a)
a.       Non ionik
b)
b.      Amfoter
c)
c.       Ionik
d)
d.      Surfaktan
e)
e.       Kationik
14.
7.      Berikut ini faktor yang tidak mempengaruhi stabilitas suatu suspensi
a)
a.       Ukuran partikel
b)
b.      Viskositas
c)
c.       Sifat dan muatan partikel
d)
d.      Jumlah partikel
e)
e.       pH partikel
15.
10.  Pada pembuatan sediaan gel yang biasanya ditambahkan humektan untuk mencegah kehilangan air, contoh humektan adalah
a)
a.       EDTA
b)
b.      TEA
c)
c.       Gliserin
d)
d.      Na meta bisulfit
e)
e.       NaOH
16.
11.  Perubahan bentuk cream dari M/A menjadi A/M pada cold cream adalah proses
a)
a.       Enzimatis
b)
b.      Tiksotripik
c)
c.       Inversi
d)
d.      Flokulasi
e)
e.       Fluoresensi
17.
12.  Sediaan gel/magma jika dibiarkan (dalam suhu ruangan) akan berbentuk semi padat dan akan mencair jika dikocok, maka sebelum digunakan harus dikocok dahulu. Yang disebut
a)
a.       Tiksotropik
b)
b.      Crreaming
c)
c.       Inversi
d)
d.      Coelensence
e)
e.       Koagulasi
18.
13.  Dasar salep yang dapat memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit adalah
a)
a.       Vaselin putih
b)
b.      PEG 4000
c)
c.       PEG 6000
d)
d.      Adepslanae
e)
e.       Lanolin
19.
14.  Karena krim mengandung minyak, kemungkinan akan terjadi ketengikan. Untuk mencegah ketengikan maka ditambahkan zat yang bersifat
a)
a.       Oksidator
b)
b.      Antioksidan
c)
c.       Antibakteri
d)
d.      Humektan
e)
e.       Opsi 5
20.
15.  Dasar salep yang paling baik untuk zat aktif yang sangat mudah terhidrolisis adalah
a)
a.       Vaselin
b)
b.      Oleum cacao
c)
c.       PEG 400
d)
d.      Campuran PEG 400 dan PEG 4000
21.
1.      Metode Pembuatan tablet dengan cara memberikan tekanan tinggi pada serbuk dan granul menggunakan cetakan baja yaitu :
a)
a.       Metode granulasi
b)
b.      Metode Tekanan Basah
c)
c.       Metode Kempa
d)
d.      Metode Cetak
e)
e.       Metode tuang
22.
2.      Metode pembuatan tablet yang mempunyai variabel formula yang paling sedikit yaitu :
a)
a.       Granulasi basah
b)
b.      Granulasi kering
c)
c.       Kempa langsung
d)
d.      Granulasi terpisah
e)
e.       Granulasi bertahap
23.
3.      Pada pemeriksaan organoleptik, deskripsi baku penting dalam hal :
a)
a.       Mencegah kekeliruan
b)
b.      Untuk kelengkapan bath rekord
c)
c.       Memenuhi keinginan pasar
d)
d.      Penyesuaian
e)
e.       Mendapatkan harga yang paling murah
24.
4.      Untuk zat aktif yang mempunyai rasa yang pahit maka dipilih zat aktif dengan bentuk :
a)
a.       Anhidrat
b)
b.      Hidrat
c)
c.       Higroskopis
d)
d.      Mudah larut
e)
e.       Sukar larut
25.
5.      Jika massa siap kempa memiliki nilai indeks carr 10%, artinya memiliki sifat alir :
a)
a.       Baik
b)
b.      Cukup
c)
c.       Agak buruk
d)
d.      Buruk
e)
e.       Sangat buruk
26.
6.      Tablet yang digunakan biasanya untuk pemberian pada hewan dan mempunyai ukuran besar adalah :
a)
a.       Tablet veteriner
b)
b.      Tablet bukal
c)
c.       Tablet bolus
d)
d.      Tablet blok
e)
e.       Tablet oral
27.
7.      Zat tambahan yang berfungsi memfasilitasi sediaan tablet untuk hancur dalam saluran pencernaan yaitu :
a)
a.       Dilluent
b)
b.      Binder
c)
c.       Lubrikan
d)
d.      Glidan
e)
e.       Desintegran
28.
8.      Tablet yang dibuat lebih dari satu siklus kempa tunggal :
a)
a.       Tablet multikempa
b)
b.      Tablet salut kempa
c)
c.       Tablet kempa standar
d)
d.      Tablet berlapis
e)
e.       Tablet salut enterik
29.
9.      Syarat waktu disintegrasi untuk tablet tidak bersalut adalah :
a)
a.       Lebih dari 15 menit
b)
b.      < 15 menit
c)
c.       15 menit
d)
d.      > 60 menit
e)
e.       < 60 menit
30.
10.  Metode penghalusan yang menggunakan prinsip gesekan untuk pengurangan ukuran partikel :
a)
a.       Metode pemotong
b)
b.      Metode kompresi
c)
c.       Metode benturan
d)
d.      Metode erosi
e)
e.       Metode gabungan
31.
11.  Untuk penyimpanan tablet dengan bobot 500 mg tidak lebih dari :
a)
a.       Kolom A 15% kolom B 30%
b)
b.      Kolom A 10% kolom B 20%
c)
c.       Kolom A 12,5% kolom B 25%
d)
d.      Kolom A 7,5% kolom B 15%
e)
e.       Kolom A 5% kolom B 10%
32.
12.  Kemampuan bahan serbuk yang dikempa menjadi suatu tablet dengan kekuatan regang tertentu :
a)
a.       Ketermampatan
b)
b.      Kompaktibilitas
c)
c.       Keruahan
d)
d.      Aliran
e)
e.       Daya regang
33.
13.  Zat yang dalam keadaan padat dan kering stabil terhadap cahaya, suhu, dan kelembapan disebut :
a)
a.       Stabilitas
b)
b.      Stabilitas konstan
c)
c.       Stabilitas dinamis
d)
d.      Stabilitas nyata
e)
e.       Stabilitas padat
34.
14.  Sterilisasi secara mekanik menggunakan :
a)
a.       Saringan kuman
b)
b.      Pemanasan bertingkat (autoklaf)
c)
c.       Boiling
d)
d.      Radiasi
e)
e.       Penyinaran
35.
15.  Proses ketika rentang berada dalam variasi spesifikasi komponen dan sifat fisik mutu produk tablet adalah :
a)
a.       Validasi formulasi sediaan tablet
b)
b.      Evaluasi sediaan tablet
c)
c.       In proses kontrol
d)
d.      Evaluasi formula
e)
e.       Evaluasi massa siap cetak
36.
16.  Sediaan padat kompak dengan cara kempa atau cetak berisi satu jenis atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan adalah..
a)
a.       Kapsul
b)
b.      Tablet
c)
c.       Pulvis
d)
d.      Pil
e)
e.       Granul
37.
17.  Tablet kepadatan diproduksi dengan metode cetak diproduksi oleh ..
a)
a.       Ikatan kristal
b)
b.      Tekanan
c)
c.       Tebal tablet
d)
d.      Bobot tablet
e)
e.       Bentuk granul
38.
18.  Berikut ini adalah tahapan proses pembuatan tablet yaitu ..
a)
a.       Penghalusan-penimbangan-pencampuran-granulasi-pengayakan-pengempaan.
b)
b.      Penghalusan-pencampuran-penimbangan-granulasi-pengayakan-pengempaan
c)
c.       Penimbangan-pencampuran-penimbangan-granulasi-pengayakan-pengempaan
d)
d.      Penimbangan-pencampuran-penghalusan-pengayakan-granulasi-pengempaab
e)
e.       Pengayakan-penimbangan-pencampuran-granulasi-penghalusan-pengempaan.
39.
19.  Dalam formula sediaan tablet biasanya diperlukan zat tambahan, dan zat tambahan tersebut yag digunakan untuk memperbaiki latu alir adalah ..
a)
a.       Diluent
b)
b.      Binder
c)
c.       Lubrikan
d)
d.      Glidan
e)
e.       Disentegrant
40.
21.  Syarat ukuran tablet ..
a)
a.       Tidak boleh menyimpang ..
b)
b.      Tidak boleh menyimpang ..
c)
c.       Diameter kurang dari 1 1/3 kali tebal
d)
d.      Bobot harus seragam
e)
e.       Tebal harus seragam
41.
22.  Syarat waktu disentegrasi untuk tablet bersalut ..
a)
a.       30 menit
b)
b.      Kurang dari 15 menit
c)
c.       (lebih dari 15 menit)
d)
d.      160 menit
e)
e.       90 menit
42.
23.  Cairan yang digunakan untuk mengimplementasikan waktu disentegrasi tablet salut enterik yaitu ..
a)
a.       Dapat fosfat pH 7 ( menurut jurnal pH 6,8) dan ada yang pake HCL 0,1N
b)
b.      Dapat fosfat pH 7,8
c)
c.       Aquadest
d)
d.      Larutan NaCl 0,1 N
e)
e.       Larutan HCl 0,06 N
43.
26.  Tujuan skrinning eksipien dalam suatu tablet formulasi yaitu ..
a)
a.       Memilih eksipien dengan grade yang paling baik.
b)
b.      Memilih eksipien yang dapat menekan proses.
c)
c.       Memilih kombinasi eksipien untuk mencapai karakteristik tablet yang sesuai.
d)
d.      Memilih eksipien untuk mengurangi biaya produk.
e)
e.       Memilih eksipien yang cocok digunakan untuk semua metode pembuatan tablet.
44.
27.  Evalusi / pengujian friability adalah .
a)
a.       Uji ketahanan tablet terhadap gesekan antar permukaan alat.
b)
b.      Uji laju/waktu alur serbuk.
c)
c.       Uji waktu hancur tablet di dalam tubuh
d)
d.      Uji ketahan tablet terhadap gesekan antar tablet.
e)
e.       Uji ketahan tablet terhadap bantingan.
45.
28.  Suatu investigasi melalui pendekatan sifat-sifat fisik dan kimia zat aktif tunggal atau digabung dengan eksipien merupakan ..
a)
a.       Pemerian
b)
b.      Praformulasi
c)
c.       Formulasi
d)
d.      IPC
e)
e.       Pengendalian ...
46.
30.  Jika dilihat komponennya formula tablet merupakan suatu sistem ..
a)
a.       Multikomponen
b)
b.      Monokomponen
c)
c.       Ikatan
d)
d.      Tekanan
e)
e.       Cetakan
47.
20.  Jika massa siap kempa memiliki nilai indeks carr 10%, artinya memiliki sifat alir :
a)
f.        Baik
b)
g.      Cukup
c)
h.      Agak buruk
d)
i.        Buruk
e)
j.        Sangat buruk
48.
21.  Tablet yang digunakan biasanya untuk pemberian pada hewan dan mempunyai ukuran besar adalah :
a)
f.        Tablet veteriner
b)
g.      Tablet bukal
c)
h.      Tablet bolus
d)
i.        Tablet blok
e)
j.        Tablet oral
49.
23.  Tablet yang dibuat lebih dari satu siklus kempa tunggal :
a)
f.        Tablet multikempa
b)
g.      Tablet salut kempa
c)
h.      Tablet kempa standar
d)
i.        Tablet berlapis
e)
j.        Tablet salut enterik
50.
26.  Untuk penyimpanan tablet dengan bobot 500 mg tidak lebih dari :
a)
f.        Kolom A 15% kolom B 30%
b)
g.      Kolom A 10% kolom B 20%
c)
h.      Kolom A 12,5% kolom B 25%
d)
i.        Kolom A 7,5% kolom B 15%
e)
j.        Kolom A 5% kolom B 10%
51.
28.  Zat yang dalam keadaan padat dan kering stabil terhadap cahaya, suhu, dan kelembapan disebut :
a)
f.        Stabilitas
b)
g.      Stabilitas konstan
c)
h.      Stabilitas dinamis
d)
i.        Stabilitas nyata
e)
j.        Stabilitas padat
52.
29.  Sterilisasi secara mekanik menggunakan :
a)
f.        Saringan kuman
b)
g.      Pemanasan bertingkat (autoklaf)
c)
h.      Boiling
d)
i.        Radiasi
e)
j.        Penyinaran
53.
32.  Tablet kepadatan diproduksi dengan metode cetak diproduksi oleh ..
a)
f.        Ikatan kristal
b)
g.      Tekanan
c)
h.      Tebal tablet
d)
i.        Bobot tablet
e)
j.        Bentuk granul
54.
35.  Tablet tidak bersalut yang dibuat dengan siklus pengempaan tunggal disebut ..
a)
f.        Tablet multikempa
b)
g.      Tablet salut kempa
c)
h.      Tablet kempa standar
d)
i.        Tablet berlapis
e)
j.        Tablet salut enterik
55.
1.        Penjelasan mengenai pekerjaan kefarmasian dipaparkan dalam suatu aturan berupa..
a)
a.     PP 51 tahun 2009
b)
b.    Kepmenkes RI No 1027 tahun 2004
c)
c.     Kepmenkes RI No 1332 tahun 2001
d)
d.    Kepmenkes RI No 1332 tahun 2004
e)
e.     Kepmenkes RI No 1027 tahun 2002
56.
4.        Buku yang berisi tentang monografi zat aktif farmasi adalah…
a)
a.     Pharmaceutical Journal
b)
b.    Handbook of pharmaceutical excipient
c)
c.     Pharmacopeia
d)
d.    Eber Papyrus
e)
e.     Buku Galenika
57.
5.        Magna Carta Farmasi dibuat oleh…
a)

a.     Frederick

b)

b.    Dioscorides

c)

c.     Galenius

d)

d.    Hipocrates

e)

e.     Paracelcus

58.
6.        Berikut ini adalah salah satu bagian tugas dari seorang tenaga teknis kefarmasian di fasilitas pelayanan kefarmasian…
a)
a.     Melakukan diagnosis terhadap kondisi pasien
b)
b.    Melakukan pencarian obat baru
c)
c.     Melakukan konseling dan pelayanan obat pada pasien
d)
d.    Melakukan observasi kepada pasien
e)
e.     Melakukan perhitungan dosis dan peracikan sediaan
59.
9.        Pharmacon memiliki arti…
a)
a.     Kosmetika
b)
b.    Penyembuhan
c)
c.     Obat
d)
d.    Racun
e)
e.     Pengobatan
60.
10.    Farmasi berasal dari kata farmakon yang merupakan bahasa…
a)
a.     India
b)
b.    Arab
c)
c.     Jepang
d)
d.    Inggris
e)
e.     Yunani
61.
11.    Tenaga teknis kefarmasian yang dimaksud dalam PP 51 tahun 2009 adalah…
a)
a.     Dokter, apoteker, dan tenaga teknis kefarmasian
b)
b.    Tenaga teknis kefarmasian
c)
c.     Dokter dan apoteker
d)
d.    Tenaga teknis kefarmasian dan dokter
e)
e.     Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian
62.
12.    Apoteker di Industri bagian produksi memiliki tanggung jawab, yakni…
a)
a.     Merencanakan jadwal pembuatan obat
b)
b.    Kontrol kualitas obat selama proses pembuatan
c)
c.     Membuat sediaan jadi obat
d)
d.    Mengembangkan penelitian obat baru
e)
e.     Dokumentasi setiap proses pembuatan obat
63.
14.    Berikut ini adalah pekerjaan kefarmasian seorang apoteker di bagian quality assurance sebuah industri…
a)
a.     Memeriksa hasil reformulasi yang telah dilakukan
b)
b.    Memeriksa semua aspek baik produksi maupun dokumentasi sediaan farmasi agar dapat dipasarkan
c)
c.     Memeriksa kualitas sediaan farmasi agar sesuai dengan kompendial
d)
d.    Memeriksa kualitas peralatan produksi agar sesuai dengan kualifikasi
e)
e.    Memeriksa supplier bahan baku agar sesuai dengan spesifikasi yang diminta industry
64.
2.        Buku De Materia Medika yang berisi botani farmasi sebagai obat merupakan karya ..
a)
a.       Hipocrates
b)
b.      Dioscorides
c)
c.       Paracelcus
d)
d.      Galenius
e)
e.       Frederick
65.
4.        Setiap obat baru harus diregistrasikan oleh perusahaan kepada ..
a)

a.                   Departemen kesehatan

b)

b.                  Dinas kesehatan

c)

c.                   Ikatan apoteker

d)

d.                  BPOM kota/kabupaten

e)

e.                   BPOM provinsi

66.
5.        Apoteker di industri bagian Research and development memiliki tanggung jawab, yakni ..
a)
a.                   Membuat sediaan obat jadi
b)
b.                  Merencanakan jadwal pembuatan obat
c)
c.                   Mengembangkan penelitian obat
d)
d.                  Kontrol kualitas obat selama proses pembuatan
e)
e.                   Dokumentasi setiap proses pembuatan obat
67.
8.        Berikut ini adalah pekerjaan kefarmasian apoteker di bagian quality control sebuah industri adalah ..
a)
a.                   Memeriksa kualitas sediaan farmasi agar sesuai dengan kompendial
b)
b.                  Memeriksa kualitas peralatan produksi agar sesuai dengan kualifikasi
c)
c.                   Memeriksa kesesuaian distribusi sediaan farmasi agar sesuai dengan perencanaan
d)
d.                  Memeriksa supplier bahan baku agar sesuai dengan spesifikasi yang diminta industry
e)
e.                   Memeriksa hasil reformulasi yang telah dilakukan
68.
9.        Berikut ini adalah fasilitas pelayanan kefarmasian sesuai dengan PP 51 tahun 2009..
a)
a.                   Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, praktek bersama, klinik khitan.
b)
b.                  Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, industri.
c)
c.                   Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, klinik khitan, klinik, toko obat, praktek bersama.
d)
d.                  Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, praktek bersama.
e)
e.                   Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, klinik, toko obat, praktek bersama, rumah sakit jiwa.
69.
10.    Penyerahan dan pelayanan obat berdasarkan resep dokter di fasilitas pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh ..
a)
a.                   Sarjana farmasi
b)
b.                  Ahli madya farmasi
c)
c.                   Apoteker
d)
d.                  Magister farmasi
e)
e.                   Doktor farmasi
70.
11.    Berikut adalah fasilitas pelayanan kefarmasian yang menjadi tanggung jawab tenaga teknis kefarmasian adalah ..
a)
a.                   Apotek
b)
b.                  Intalasi farmasi rumah sakit
c)
c.                   Puskesmas
d)
d.                  Klinik
e)
e.                   Toko obat
71.
13.    Berikut ini adalah salah satu tugas apoteker di fasilitas pedagang besar farmasi, yaitu ..
a)
a.                   Memastikan kesesuaian pelayanan kefarmasian dengan PP 51 tahun 2009
b)
b.                  Memastikan kesesuaian pelayanan kefarmasian dengan Kepmenkes RI No.1027 tahun 2004
c)
c.                   Memastikan kesesuaian distribusi obat dengan pedoman cara pembuatan obat yang baik
d)
d.                  Memastikan kesesuaian distribusi obat dengan PP 51 tahun 2009
e)
e.                   Memastikan kesesuaian distribusi obat dengan pedoman cara distribusi obat yang baik
72.
15.    Berikut ini adalah salah satu bagian dari tugas dari apoteker di fasilitas pelayanan kefarmasian adalah ..
a)
a.                   Melakukan konseling dan pelayanan obat pada pasien
b)
b.                  Melakukan perhitungan dosis dan peracikan sediaan
c)
c.                   Melakukan observasi kepada pasien
d)
d.                  Melakukan diagnosis terhadap kondisi pasien
e)
e.                   Melakukan pencarian obat baru
73.
1.      Lepasnya Zat aktif dari bentuk sediaan farmasi merupakan bagian dari...
a)
a.       Fase biofarmasetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakokinetik
74.
2.      Persentase obat yang diabsorbpsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan dan tersedia untuk melakukan efek terapetiknya merupakan pengertian dar ...
a)
a.       Ketersediaan terapetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakodinamik
75.
3.      Bentuk sediaan obat Efek lokal obat dapat diperoleh dengan cara ...
a)
a.       Intranasal
b)
b.      Intramuskuler
c)
c.       Intravena
d)
d.      Subkutan
e)
e.       Inhalasi
76.
4.      Bentuk sediaan “patch” merupakan jenis obat dengan rute pemberian ...
a)
a.       Transdermal (pada/melalui kulit)
b)
b.      Oral
c)
c.       Rektal
d)
d.      Intranasal/pulmonal
e)
e.       Parenteral
77.
5.      Dalam study biofarmasetika prosedur yang menggunakan peralatan dan perlengkapan uji melibatkan binatang laboratorium atau manusia disebut dengan metode ...
a)
a.       Invivo dan Invitro
b)
b.      Intraseluler
c)
c.       Ekstraseluler
d)
d.      Invivo
e)
e.       Invitro
78.
6.      Proses biotransformasi dikenal juga sebagai proses ...
a)
a.       Absropsi
b)
b.      Distribusi
c)
c.       Metabolisme
d)
d.      Eksresi
e)
e.       Eliminasi
79.
7.      Dua tablet yang mengandung zat aktif sama dengan kadar obat yang sama tetapi dari pabrik yang berlainan tidak selalu menghasilkan efek terapi yang sama karena perbedaan ...
a)
a.       Kesetaraan terapetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakodinamik
80.
8.      Pecahnya tablet menjadi granul disebut ...
a)
a.       Disolusi
b)
b.      Deagregasi
c)
c.       Disintegrasi
d)
d.      Absorbsi
e)
e.       Tabletasi
81.
9.      Bila ukuran partikel obat diperkecil maka dapat ...
a)
a.       Mempercepat absorpsi
b)
b.      Memperlambat absorpsi
c)
c.       Menurunkan absorpsi
d)
d.      Meningkatkan dosis obat
e)
e.       Tidak berpengaruh
82.
10.  Obat yang bersifat asam lemah akan di absropsi di daerah ...
a)
a.       Mulut
b)
b.      Kerongkongan
c)
c.       Lambung
d)
d.      Usus 12 jari
e)
e.       Usus penyerapan
83.
11.  Apabila dua sediaan suatu obat tertentu yang diberikan, menghasilkan kadar obat dalam darah yang sama, akibatnya memberi efek yang sama dikenal dengan istilah ...
a)
a.       Kesetaraan terapetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakodinamik
84.
12.  Kurva AUC menggambarkan ...
a)
a.       Kesetaraan terapetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakodinamik
85.
13.  Kadar obat minimum dalam darah yang masih berefek, digambarkan dengan ...
a)
a.       Kurva MTC
b)
b.      Kurva MEC
c)
c.       Kurva bioavailabilitas
d)
d.      Kurva disolusi
e)
e.       Kurva bioekivalen
86.
14.  Tablet dari satu pabrik tetapi dari batch berlainan dapat menghasilkan efek yang berbeda, karena perbedaan ...
a)
a.       Kesetaraan terapetik
b)
b.      Ketersediaan farmasi
c)
c.       Fase farmakokinetik
d)
d.      Ketersediaan hayati
e)
e.       Fase farmakodinamik
87.
15.  Kondisi obat pada kedua sisi lapisan epitel dari dinding usus mendekati seimbang dalam waktu singkat, disebut dengan ...
a)
a.       Natural sink
b)
b.      Kondisi sink
c)
c.       Bioavailabilitas
d)
d.      Bioekivalensi
e)
e.       Biofarmasi
88.
16.  Pecahnya granul menjadi partikel disebut
a)
a.       Disolusi
b)
b.      Deagregasi
c)
c.       Disintegrasi
d)
d.      Absorpsi
e)
e.       Tabletasi
89.
18.  Zat yang paling lama lepas dari bentuk sediaannya adalah
a)
a.       Suspensi
b)
b.      Kapsul
c)
c.       Tablet
d)
d.      Tablet salut enterik
e)
e.       Tablet salut gula
90.
19.  Kemudahan obat berjalan melalui membrane dinyatakan sebagai
a)
a.       Koefisien partisi
b)
b.      Konstanta disosiasi
c)
c.       Hasil kali kelarutan
d)
d.      Konstanta permeabilitas
e)
e.       Koefisien distribusi
91.
20.  Untuk beberapa obat dengan tingkat kelarutan baik permeabilitas yang baik dalam penentuam BE-nya dapat dilakukan hanya melalui studi in vitro karena
a)
a.       Obat tersebut memiliki bioekivalen dengan inovator sebesar 100%
b)
b.      Obat tersebut telah memiliki data bioavailabilitas
c)
c.       Obat tersebut tersebut memiliki korelasi in vitro-in vivo (in vitro-invivo correlation/IVIVC) yang baik
d)
d.      Obat tersebut telah melalui uji klinik
e)
e.       Obat tersebut merupakan obat kelas 1 dalam sistem biopharmaceutical classification system
92.
21.  Suatu proses pergerakan obat dari tempat pemberian kedalam sirkulasi umum dalam tubuh merupakan proses
a)
a.       Disolusi obat
b)
b.      Disintegrasi obat
c)
c.       Ekresi obat
d)
d.      Adsorpsi obat
e)
e.       Absopsi obat
93.
23.  Dibawah ini merupakan hal yang berkaitan dengan bioavailabilitas absolute
a)
a.       Produk “me too” dan intravena yang dibandingkan mengandung zat aktif yang berbeda
b)
b.      Produk “me too” dan intravena yang dibandingkan mengandung zat aktif dalam satu turunan yang sama
c)
c.       Produk “me too” dan intravena yang dibandingkan mengandung zat aktif dalam sama
d)
d.      Produk “me too” dan intravena yang dibandingkan mengandung zat aktif yang sama
e)
e.       Produk “me too” dan intravena yang dibandingkan mengandung zat aktif dengan dosis yang sama
94.
25.  Bioekivalensi secara statistik dengan faktor similaritas berikut: f2 = 50 . log ((1+(1/n) sigma (Rt-Tt))-0,5 . 100), dikatakan dua produk similar bila
a)
a.       Nilai f2 sama dengan 100
b)
b.      Nilai f2 dibawah 100
c)
c.       Nilai f2 sama dengan 50
d)
d.      Nilai f2 diantara 50 dan 100
e)
e.       Nilai f2 diantara 0 dan 100
95.
26.  Obat bentuk padat yang ditanamkan dibawah kulit dapat diabsorpsi selama beberapa minggu dan beberapa bulan disebut sediaan
a)
a.       Subkutan
b)
b.      Intramuscular
c)
c.       Intravena
d)
d.      Sublingual
e)
e.       Oral
96.
27.  Obat yang merupakan calon obat yang justru diaktifkan oleh enzim biotransformasi disebut
a)
a.       Zat aktif
b)
b.      Zat pembawa
c)
c.       Prodrug
d)
d.      Metabolit
e)
e.       Racun
97.
29.  Absorpsi obat kedalam stratum korneum (lapisan tanduk) dan berlanjut obat menembus lapisan dibawah serta akhirnya obat masuk kedalam sirkulasi darah merupakan proses
a)
a.       Absorpsi perkutan
b)
b.      Distribusi perkutan
c)
c.       Adsorpsi perkutan
d)
d.      Eksresi perkutan
e)
e.       Metabolisme
98.
30.  Daya dorong yang menjadi penyebab terjadinya perpindahan massa pada proses absorpsi adalah
a)
a.       Perbedaan afinitas
b)
b.      Perbedaan pembawa
c)
c.       Perbedaan ketebalan membrane
d)
d.      Perbedaan konsentrasi
e)
e.       Perbedaan pH
99.
1.      Bahan pelekat pada kosmetik adalah..
a)
a.       Gliserol
b)
b.      Air
c)
c.       Mg stearat
d)
d.      Kalsium karbonat
e)
e.       Talk
100.
2.      Menurut sifat dan cara pembuatan, kosmetika dibagi menjadi...
a)
a.       Kosmetika modern dan tradisional
b)
b.      Kosmetika tradisional dan perawatan
c)
c.       Kosmetika modern dan perawatan
d)
d.      Kosmetika perawatan dan dekoratif
e)
e.       Kosmetika modern dan dekoratif
101.
3.      Gliserol dalam kosmetika pelembab berfungsi sebagai..
a)
a.       Antioksidan
b)
b.      Surfaktan
c)
c.       Emolien
d)
d.      Humektan
e)
e.       Oklusif
102.
4.      Kosmetika medik merupakan..
a)
a.       Sediaan atau paduan bahan yang dapat mempengaruhi struktur dan fisiologi kulit
b)
b.      Sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan dengan cara menyemprotkan
c)
c.       Sediaan atau paduan bahan yang salep digunakan untuk mempercantik
d)
d.      Sediaan atau paduan yang tidak mempengaruhi struktur dan fisiologi kulit
e)
e.       Sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan untuk mengubah penampilan
103.
5.      Pemilihan air sebagai bahan dasar pada preparat pembersih adalah..
a)
a.       Dapat melunakan stratum germinativum
b)
b.      Air dapat mengangkat kotoran pada kulit
c)
c.       Dapat melunakan stratum korneum
d)
d.      Dapat melunakan stratum lucidum
e)
e.       Dapat memperkecil pori-pori kulit
104.
6.      Fungsi dan melanin..
a)
a.       Bakteroistatik
b)
b.      Antioksidan
c)
c.       Bakterisid
d)
d.      Fotoproteksi
e)
e.       Antidotum
105.
7.      Reaksi negatif yang muncul setelah ditempeli kosmetik terkena sinar matahari..
a)
a.       Alergi
b)
b.      Fotosensitasi
c)
c.       Iritasi
d)
d.      Intoksiaksi
e)
e.       Sensitisasi
106.
8.      Lapisan permukaan film pada sel korneosit yang berfungsi menetralisir bahan kimia yang terlalu asam atau basa yang masuk ke kulit adalah..
a)
a.       Keratinisasi
b)
b.      Lemak permukaan kulit
c)
c.       Mantel asam
d)
d.      Deskuamasi
e)
e.       NMF
107.
9.      Bahan aktif yang bertindak sebagai tabir surya penyerap kimia adalah..
a)
a.       Titanium dioksida
b)
b.      Hidrogen peroksida
c)
c.       Petroleum boraks
d)
d.      Asam stearat
e)
e.       Metil sinamat
108.
10.  Senyawa............, biasanya digunakan untuk kosmetik yaitu sebagai penyembuh jerawat, obat anti jamur tertentu..
a)
a.       Surfaktan non anionik
b)
b.      Sulfur
c)
c.       Surfaktan kationik
d)
d.      Formaldehid
e)
e.       Asam benzoate
109.
11.  Lapisan epidermis yang paling berperan dalam penetrasi kosmetik adalah...
a)
a.       Stratum granuloum
b)
b.      Stratum korneum
c)
c.       Stratum spinosum
d)
d.      Stratum lucidum
e)
e.       Stratum germinativum
110.
12.  Kandungan kosmetika pelembab yang memberikan efek “kulit tergelincir” adalah..
a)
a.       Humektan
b)
b.      Surfaktan
c)
c.       Oklusif
d)
d.      Emolien
e)
e.       Antioksidan
111.
13.  Bagian kulit yang berperan sebagai kosmetika pelembab alami adalah..
a)
a.       NMF
b)
b.      Lemak permukaan kulit
c)
c.       Korneosit
d)
d.      Deskuamasi
e)
e.       Mantel asam
112.
14.  Sediaan kosmetika dibawah ini yang termasuk golongan dekoratif adalah...
a)
a.       Susu pembersih wajah
b)
b.      Masker antijerawat
c)
c.       Deodoran
d)
d.      Blush on
e)
e.       Peeling
113.
15.  Tabir surya kimia dapat mengabsorbsi hampir 95% radiasi sinar matahari..
a)
a.       Gamma
b)
b.      Infrared
c)
c.       UV A
d)
d.      UV B
e)
e.       UV C
114.
16.  Kosmedik merupakan ....
a)

a.       Sediaan atau paduan bahan aktif tertentu seperti antibakteri, antijerawat, anti gatal anti produksi keringat

b)

b.      Seddian atau paduan bahan yang

c)

c.       Seddian atau paduan bahan yang

d)

d.      Seddian atau paduan bahan yang

e)

e.       Seddian atau paduan bahan yang

115.
18.  Menurut kegunaan bagi kulit, kosmetika dibagi menjadi
a)
a.       Kosmetika modern dan perawatan
b)
b.      Kosmetika tradisional dan perawatan
c)
c.       Kosmetika modern dan tradisional
d)
d.      Kosmetika perawatan kulit dan kosmetik riasan (dekoratif make-up)
e)
e.       Kosmetika modern dan
116.
19.  Target utama dalam pemakaian kosmetik adalah lapisan
a)
a.       Epidermis
b)
b.      Opsi 2
c)
c.       dermis
d)
d.      Endodermis
e)
e.       Kutis
117.
20.  Terlepasnya stratum korneum dari permukaan kulit yang terjadi berkala 24 hari, disebut
a)
a.       Korneosit
b)
b.      Lemak permukaan kulit
c)
c.       Mantel asam
d)
d.      NMF
e)
e.       Deskuamasi
118.
21.  Reaksi kemerahan yang langsung timbul pada pemakaian pertama kosmetik merupakan ciri reaksi
a)
a.       Iritasi
b)
b.      Alergi
c)
c.       Fotosensitifitas
d)
d.      Intoksiaksi
e)
e.       Sensitisasi
119.
22.  Yang paling membutuhkan kosmetika pelembab adalah orang yang bertipe kulit
a)
a.       Normal
b)
b.      Berminyak
c)
c.       Kering
d)
d.      Sensitif
e)
e.       Kombinasi
120.
26.  Nama lain dari vitamin E adalah
a)
a.       Thiamin
b)
b.      Tokoferol
c)
c.       Riboflavin
d)
d.      Asam pantotenat
e)
e.       Niasin
121.
28.  Konsentrasi aktif hidrokuinon yang diperoleh dalam sediaan adalah
a)

a.       1-2%

b)

b.      jawabannya antara 1-2% sama1,5-2%

c)

c.       0-1%

d)

d.      4-5,5%

e)

e.       2,5-5%

122.
29.  Mekanisme kerja antiperspisan adalah
a)
a.       Menghambat
b)
b.      Meningkat
c)
c.       Memperbe
d)
d.      Menghilan
e)
e.       menyegarkan
123.
30.  kolagen disintesis dibagian kulit
a)

a.       stratum corneum

b)

b.      epidermis

c)

c.       stratum spinosum

d)

d.      jawabannya antara dermis dan hipodermis

e)

e.       hipodermis

124.
1.      Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah menyebabkan zat cair …
a)
a.       Sulit mengalir
b)
b.      Volume tidak tetap
c)
c.       Bentuk tetap
d)
d.      Bentuk tidak tetap
e)
e.       Dapat mengalir
125.
2.      Titik beku darah dan air mata sama-sama pada temperature -0,52oC, temperature ini sama dengan temperature larutan NaCl pada konsentrasi …
a)
a.       0,99% NaCl
b)
b.      0,9% NaCl
c)
c.       0,79% NaCl
d)
d.      0,69% NaCl
e)
e.       0,89% NaCl
126.
3.      Reaksi pemecahan ikatan rangkap menjadi ikanatan tunggal sehingga ada atom yang bertambah didalam senyawa yang berbentuk …
a)
a.       Polimerisasi alami
b)
b.      Reaksi polimer
c)
c.       Polimerisasi kodensasi
d)
d.      Polimerisasi sintesis
e)
e.       Polimerisasi adisi
127.
4.      Rentang pengayakan (sieve range) berada dalam rentang ukuran :
a)
a.       45-50 m
b)
b.      < 1 m
c)
c.       > 45 m
d)
d.      1-50 m
e)
e.       > 50m
128.
5.      Ciri dari larutan ideal adalah …
a)
a.       Larutan mempunyai pH netral
b)
b.      Larutan tidak berwarna
c)
c.       Tidak ada perubahan sifat komponen
d)
d.      Terdispersi sempurna
e)
e.       Ada perubahan komponen
129.
6.      Campuran senyawa yang dapat meniadakan perubahan pH terhadap penambahan sedikit asam atau basa …
a)
a.       Pengisotonis
b)
b.      Katalis
c)
c.       Dapar
d)
d.      Oksidator
e)
e.       Reduktor
130.
7.      Suatu zat pada jumlah 1 g diketahui larut dalan 0,8 mL pelarut, zat tersebut berdasarkan kelarutan digolongkan sebagai zat …
a)
a.       Agak sukar larut
b)
b.      Sangat mudah larut
c)
c.       Mudah larut
d)
d.      Sukar larut
e)
e.       Larut
131.
8.      Ketahanan suatu cairan untuk mengalir …
a)
a.       Tegangan permukaan
b)
b.      Afinitas
c)
c.       Tegangan antarmuka
d)
d.      Viskositas
e)
e.       Fluiditas
132.
9.      Perubahan polimorfik yang berlangsung bolak-balik
a)
a.       Polimorfik
b)
b.      Pseudoplastis
c)
c.       Palstis
d)
d.      Monotropik
e)
e.       Enansiotropik
133.
10.  Suhu pada saat tekanan uap cair sama dengan tekanan atmosfer …
a)
a.       Titik beku
b)
b.      Titik kritis
c)
c.       Titik leleh
d)
d.      Titik ekivalen
e)
e.       Titik didih
134.
11.  Molekul raksasa atau makromolekul yang terbentuk dari molekul kecil pembentuknya …
a)
a.       Polimer
b)
b.      Rantai molekul
c)
c.       Polimerisasi
d)
d.      Matriks
e)
e.       Biomolekul
135.
12.  Posisi partikel yang tetap menyebabkan zat cair ...
a)
a.       Memiliki bentuk dan volume yang tetap
b)
b.      Mudah menguap
c)
c.       Memiliki bentuk yang tetap
d)
d.      Memiliki volume yang tetap
e)
e.       Memiliki volume yang berubah-ubah
136.
13.  Jika seberkas sinar kuat dipancarkan melewati sol koloid akan tampak kerucut sebagai akibat penghamburan sinar oleh partikel koloid merupakan …
a)
a.       Gerakan Brown
b)
b.      Kemantapan system koloid
c)
c.       Sifat listrik koloid
d)
d.      Efek Tyndall-Faraday
e)
e.       Kesetimbangan membran Donnan
137.
14.  Proses transfer masssa molekul zat, berkaitan dengan perbedaan konsentrasi …
a)
a.       Ultrafiltrasi
b)
b.      Absorpsi
c)
c.       Difusi
d)
d.      Dialisis
e)
e.       Osmosis
138.
15.  Pembentukan nano struktur dari material berukuran besar melalui suatu proses tertentu …
a)
a.       Bottom-up
b)
b.      Grinding
c)
c.       Lithography
d)
d.      Assembly-up
e)
e.       Top down
139.
1.      Kapasitas suatu zat untuk mengkristal lebih dari satu bentuk kristal disebut .
a)
a.       Amorf
b)
b.      Kristalisasi
c)
c.       Polimorfisme
d)
d.      Enansiotrofik
e)
e.       Thiksitropk
140.
2.      Jika suspendi setelah dikocok kemudian menjadi lebih kental, maka suspensi tersebut memilki sifat aliran ..
a)
a.       Plastis
b)
b.      Pseudoplastis
c)
c.       Dilatan
d)
d.      Rheopeksi
e)
e.       Newton
141.
3.      Perubahan polimorfik terjadi hanya satu arah disebut .
a)
a.       Monotropik
b)
b.      Enansiotropik
c)
c.       Polimorfik
d)
d.      Pseudoplastis
e)
e.       Plastis
142.
4.      Tonisitas darah dan air nominal dengan ..
a)
a.       0,9% NaCl
b)
b.      0,8% NaCl
c)
c.       0,7% NaCl
d)
d.      0,9% Glukosa
e)
e.       0,6% NaCl
143.
5.      Waktu yang diperlukan oleh suatu zat untuk terurai menjadi setengan konsentrasi adalah ..
a)
a.       Waktu paruh
b)
b.      Tetapan gas
c)
c.       Suhu mutlak
d)
d.      Reduksi
e)
e.       Energi aktifasi
144.
6.      Pengaruh kenaikan suhu yang menyebabkan naiknya kelarutan itu disebut ..
a)
a.       Endodermik
b)
b.      Eksotermik
c)
c.       Isotermik
d)
d.      Termolabil
e)
e.       Termostabil
145.
8.      Suatu zat pada jumlah 100 mg yang dapat larut dalam 0,9 mL pelarut, zat tersebut berdasarkan kelarutan digolongkan sebagai zat ..
a)
a.       Sangat mudah larut
b)
b.      Larut
c)
c.       Agak sukar larut
d)
d.      Mudah larut
e)
e.       Sukar larut
146.
9.      Darah merupakan sisstem dapar dalam tubuh manusia, dapar primer pada darah ada dalam ..
a)
a.       Eritrosit
b)
b.      Leukosit
c)
c.       Trombosit
d)
d.      Plasma
e)
e.       Serum
147.
10.  Kemampuan untuk meningkatkan kelarutan zat yang normal tidak larut atau hanya sedikit larut dalam medium dispersi yang digunakan disebut ..
a)
a.       Wetting
b)
b.      Kosolvensi
c)
c.       Kosolven
d)
d.      Solubilisasi
e)
e.       Difusi
148.
11.  Bila gel didiamkan untuk beberapa lama secara alami gel ini mengkerut dan isi cairannta tertekan keluar disebut..
a)
a.       Bleeding
b)
b.      Sweeling
c)
c.       Inhibisi
d)
d.      Sineresis
e)
e.       Pengembangan
149.
13.  Polimer yang monomernya sejenis adalah ..
a)
a.       Polimer alam
b)
b.      Polimer sintetis
c)
c.       Polimer adisi
d)
d.      Homopolimer
e)
e.       Heteropilimer
150.
14.  Polimer yang mengeluarkan dipanaskan akan meleleh (melunak) dan dapat dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang)
a)
a.       Polimer termostating
b)
b.      Polimer sintetis
c)
c.       Polimer termoplas
d)
d.      Homopolimer
e)
e.       Heteropolimer
151.
15.  Pembuatan nano strukttur yang disusun dari atom atau molekul ..
a)
a.       Assembly-up
b)
b.      Litoghraphy
c)
c.       Top down
d)
d.      Bottom-up
e)
e.       Grinding
152.
1.      Yang dimaksud dengan serbuk terbagi adalah …
a)
a.       Pulvis
b)
b.      Bolus
c)
c.       Pulveres
d)
d.      bulk powder
e)
e.       granul
153.
2.      Berapa nilai HLB campuran dari 25 g vaselin album (HLB=8) ditambah 20 g cetil alcohol (HLB= 15)
a)
a.       15
b)
b.      14
c)
c.       13
d)
d.      11
e)
e.       12
154.
3.      Permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, dokter hewan yang diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek (APA) untuk menyiapkan dan membuat, meracik serta menyerahlkan obat kepada pasien disebut…
a)
a.       Copy resep
b)
b.      Resep
c)
c.       Blanko permintaan obat
d)
d.      Surat dokter
e)
e.       Papyrus ebers
155.
4.      Peristiwa adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan besar dibanding zat utama, akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya endapan karena ada reaksi kimia disebut peristiwa ….
a)
a.       Salting out
b)
b.      Salting in
c)
c.       Endoterm
d)
d.      Eksoterm
e)
e.
156.
5.      Untuk memberikan stabilitas maksimum pada emulsi, syarat emulgator yang dipakai pada teori interfacial film adalah …
a)
a.       Terjadinya ionisasi dari molekul pada permukaan partikel
b)
b.      Terjadinya gesekan partikel dengan cairan disekitarnya
c)
c.       Jumlahnya cukup untuk menutup semua permukaan partikel fase dispers
d)
d.      Terjadinya absorbsi ion oleh partikel dari cairan disekitarnya
e)
e.       Emulgator dibagi menjadi hidrofilik dan lipofilik
157.
6.      Preparasi suatu sipositoria yang mengandung 100 mg fenobarbital (f=0,81) menggunakan oleum cacao sebagai basis supositoria. Berat oleum cacao murni adalah 2 g. Berapa berat setiap supositoria berbahan aktif…..
a)
a.       Jadi, bobot supositoria fenobarbital adalah 2,019 g
b)
b.      Jadi, bobot supositoria fenobarbital adalah 4,019 g
c)
c.       Jadi, bobot supositoria fenobarbital adalah 1,019 g
d)
d.      Jadi, bobot supositoria fenobarbital adalah 3,019 g
e)
e.       Jadi, bobot supositoria fenobarbital adalah 5,019 g
158.
7.      Sediaan krim minyak dalam air memiliki pengertian …
a)
a.       Persentasi emulgator lebih besar dibandingkan fase air
b)
b.      Persentasi emulgator lebih kecil dibandingkan fase air
c)
c.       Persentasi air lebih kecil dibandingkan fase minyak
d)
d.      Persentasi air lebih besar dibandingkan fase minyak
e)
e.       Persentasi air sama dengan dibandingkan fase minyak
159.
8.      Keuntungan dari sediaan suspense adalah …
a)
a.       Tidak menyumbat pori sehingga pernapasan pori tidak terganggu
b)
b.      Penampilan sediaan elegan
c)
c.       Mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air
d)
d.      Efek pendinginan pada kulit saat digunakan
e)
e.       Pada pemakaian setelah kering meninggalkan film tembus pandang
160.
9.      Penambahan emulgator akan menurunkan dan menghilangkan tegangan permukaan yang terjadi pada bidang batas sehingga antara kedua zat cair tersebut akan mudah bercampur. Hal tersebut merupakan teori pembentukan emulsi berdasarkan teori …
a)
a.       Teori film plastic (interfacial film)
b)
b.      Teori lapisan listrik rangkap (electric double layer)
c)
c.       Teori orientasi bentuk baji
d)
d.      Teori tegangan permukaan
e)
e.       Teori film
161.
10.  Preparasi 10 supositoria yang masing-masing mengandung 200 mg obat dengan bobot jenis 3. BJ basis adalah 0,9 dan berat supositoria teoritis adalah 2 g. berapakah berat zat aktif dan beerat basis yang digunakan untuk preparasi supositoria ini …
a)
a.       Jadi, basis supositoria yang dibutuhkan sebanyak 17,4 g dan jumlah zat aktif yang ditimbang sebanyak 2 g
b)
b.      Jadi, basis supositoria yang dibutuhkan sebanyak 19,4 g dan jumlah zat aktif yang ditimbang sebanyak 4 g
c)
c.       Jadi, basis supositoria yang dibutuhkan sebanyak 20,4 g dan jumlah zat aktif yang ditimbang sebanyak 2 g
d)
d.      Jadi, basis supositoria yang dibutuhkan sebanyak 17,4 g dan jumlah zat aktif yang ditimbang sebanyak 4 g
e)
e.       Jadi, basis supositoria yang dibutuhkan sebanyak 19,4 g dan jumlah zat aktif yang ditimbang sebanyak 2 g
162.
11.  Yang termasuk emulgator hewani adalah ..
a)
a.       Pectin
b)
b.      Adeps lanae
c)
c.       Tragakan
d)
d.      Agar-agar
e)
e.       Bentonit
163.
12.  Dosis lazim parasetamol untuk dewasa adalah 500 mg untuk 1 kali pakai. Berapa dosis obat ini untuk anak berbobot 40 kg…
a)
a.       Rumus Clark (AS) : 253,33 mg
b)
b.      Rumus Clark (AS) : 293,33 mg
c)
c.       Rumus Clark (AS) : 263,33 mg
d)
d.      Rumus Clark (AS) : 283,33 mg
e)
e.       Rumus Clark (AS) : 273,33 mg
164.
13.  Salep dengan karakteristik tidak suka air, dasar salep berlemak, dan tidak dapat dicuci dengan air merupakan ciri-ciri dari dasar salep …
a)
a.       Salep hidrofobik
b)
b.      Basis salep absorpsi
c)
c.       Salep hidrofilik
d)
d.      Basis tercucikan air
e)
e.       Basis salep berlemak
165.
14.  Suatu sediaan berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan yang digunakan untuk obat dalam dan bobotnya lebih dari 300 mg disebut….
a)
a.       Boli
b)
b.      Parvule
c)
c.       Granula
d)
d.      Pil
e)
e.       Powder
166.
15.  Larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia disebut …
a)

a.       Spirit

b)

b.      Sirup

c)

c.       Eliksir

d)

d.      Losio

e)

e.       Effervescent

167.
3.      Teknik pembuatan serbuk dengan bahan pencampur obat dalam mortar disebut..
a)
a.       Triturition
b)
b.      Spatulation
c)
c.       Sifting
d)
d.      Tumbling
e)
e.       Milling
168.
7.      Diketahui DM luminal (1 kali: 20 mg) (1 hari: 80 mg) dosis untuk anak 4 tahun adalah ..
a)
a.       DM 1 Kali; 5 mg, 1 hari; 20 mg
b)
b.      DM 1 kali; 6 mg, 1 hari; 20 mg
c)
c.       DM 1 kali; 7 mg, 1 hari; 20 mg
d)
d.      DM 1 kali; 5 mg, 1 hari; 10 mg
e)
e.       DM 1 kali; 6 mg, 1 hari; 10 mg
169.
8.      Pada pembuatan 150 mL emulsi MA diperlukan emulgator dengan HLB 12. Sebagai emulgator dipakai SPAN 20 (HLB 8,6) dan TWEEN 20 (HLB 16,7) sebanyak 7,5 gram. Berapa besar bobot antara rentang span 20 dan tween 20 tersebut..
a)
a.       S:T = 4,352 : 3,148
b)
b.      S:T = 5,352 : 3,148
c)
c.       S:T = 6,352 : 3,148
d)
d.      S:T = 7,352 : 3,148
e)
e.       S:T = 8,352 : 3,148
170.
12.  HLB 8-10 adalah surfaktan yang baik digunakan untuk..
a)
a.       Emulsi tipe O/W
b)
b.      Tipe W/O
c)
c.       Anti foaming agent
d)
d.      Detergent
e)
e.       Wetting agent
171.
13.  Contoh bahan dasar suppositoria yang larut dalam air adalah
a)
a.       Gliserin laurat 15%
b)
b.      Oleum cacao
c)
c.       Polietilen glikol
d)
d.      Tween 61
e)
e.       Gelatin
172.
14.  Dibawah ini adalah teknik pembuatan serbuk dengan ekstrak kental adalah ..
a)
a.       Etstrak kental bahan obat ditambahkan langsung kedalam zat tambahan.
b)
b.      Keringkan langsung dengan zat tambahan
c)
c.       Ekstrak kental bahan obat dalam mortir hangat dilarutkan dengan pelarut yang sesuai, kemudian ditambahkan pengering inert.
d)
d.      Ekstrak kental ditambahkan sedikit demi sedikit kedalam zat tambahan.
e)
e.       Tidak dapat dibuat ser ..
173.
15.  Serbuk yang mengandung lemak perlu diangkut terlebih dahulu dengan pengayak no ..
a)
a.       16
b)
b.      20
c)
c.       44
d)
d.      60
e)
e.       100
174.
1.      Persyaratan tonisitas sediaan injeksi volume kecil (SVP) :
a)
a.       Hipertonis
b)
b.      Isotonis/ hipertonis
c)
c.       Isotonis
d)
d.      Hipotonis
e)
e.       Isotonis/hipotonis
175.
2.      Bahan kimia yang dapat membunuh bakteri sifat irreversible adalah:
a)
a.       Desinfeksi
b)
b.      Bakterisidal
c)
c.       Antiseptik
d)
d.      Desinfektan
e)
e.       Bakteriostatik
176.
3.      Persyaratan kelas ruangan untuk pengisian larutan obat suntik dengan zat aktif sangat mudah teroksidasi dilakukan dengan teknik aseptic, dilakukan di:
a)
a.       Ruang kelas D
b)
b.      Ruang kelas B
c)
c.       Ruang kelas E
d)
d.      Ruang kelas A
e)
e.       Ruang kelas C
177.
4.      Zat tambahan yang biasa ditambahkan untuk menghindari pengaruh ion logam berat pada sediaan injeksi yang mengandung zat aktif mudah teroksidasi :
a)
a.       Antioksidan
b)
b.      Pendapar
c)
c.       Pengawet
d)
d.      Pengkelat
e)
e.       Pengikat
178.
5.      Darah memiliki tekanan osmotik yang sama dengan tekanan osmotic larutan:
a)
a.       Natrium hidroksida 0,3%
b)
b.      Natrium klorida 0,6%
c)
c.       Natrium hidroksida 0,9%
d)
d.      Natrium hidroksida 0,6%
e)
e.       Natrium klorida 0,9%
179.
6.      Pembawa bukan air yang biasa digunakan pada sediaan parenteral:
a)
a.       Alcohol
b)
b.      Air bebas mineral
c)
c.       Gliserin
d)
d.      Propilen glikol
e)
e.       Minyak
180.
7.      Zat tambahan yang biasa ditambahkan pada sediaan injeksi dan berfungsi untuk mencegah oksidasi komponen obat adalah:
a)
a.       Antioksidan
b)
b.      Pengkelat
c)
c.       Pengawet
d)
d.      Pengikat
e)
e.       Pendapar
181.
8.      Sterilisasi secara mekanik menggunakan :
a)
a.       Pemanasan bertingkat (autoklaf)
b)
b.      Radiasi
c)
c.       Boiling
d)
d.      Penyinaran
e)
e.       Saringan kuman
182.
9.      Bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri sifat reversible:
a)
a.       Bakterisidal
b)
b.      Bakteriostatik
c)
c.       Desinfeksi
d)
d.      Antiseptic
e)
e.       Desinfektan
183.
10.  Sediaan injeksi volume besar (LVP) yang bersifat hipotonis bila disuntikkan dapat menyebabkan :
a)
a.       Asidosis
b)
b.      Plasmolysis
c)
c.       Alkalosis
d)
d.      Hemolysis
e)
e.       Lisis
184.
11.  pH cairan injeksi samadengan cairan tubuh dikenal dengan istilah:
a)
a.       Isohidris
b)
b.      Hipotonis
c)
c.       Isoosmotik
d)
d.      Isotonis
e)
e.       Hipertonis
185.
12.  Sediaan injeksi yang bersifat sangat hipertonis bila disuntikkan dapat menyebabkan:
a)
a.       Lisis
b)
b.      Hemolysis
c)
c.       Plasmolysis
d)
d.      Asidosis
e)
e.       Alkalosis
186.
13.  Pembuatan obat suntik dengan pelarut air yang dilakukan dengan sterilisasi akhir, dapat menggunakan cara sterilisasi dengan:
a)
a.       Sterilisasi dengan autoklaf
b)
b.      Sterilisasi gas
c)
c.       Sterilisasi uap
d)
d.      Sterilisasi kering (dengan oven)
e)
e.       Sterilisasi radiasi
187.
14.  Benzalkonium klorida merupakan zat tambahan yang berfungsi sebagai:
a)
a.       Pendapar
b)
b.      Antioksidan
c)
c.       Pengkelat
d)
d.      Pengikat
e)
e.       Pengawet
188.
15.  Rute pemberian injeksi dengan onset of action paling cepat adalah yang diberikan secara:
a)
a.       Subcutan
b)
b.      Intra peritoneal
c)
c.       Intraocular
d)
d.      Intravena
e)
e.       Intramuscular
189.
16.  Ruangan kecil atau besar, dengan atau tanpa fasilitas, yang berfungsi sebagai pemisah dari dua ruangan dengan kualitas kebersihan yang berbeda disebut
a)
a.       Clean room
b)
b.      Buffer room
c)
c.       Black area
d)
d.      Grey area
e)
e.       White area
190.
17.  Suatu sediaan obat suntik dikatakan steril jika sudah
a)
a.       Dilakukan proses sterilisasi dengan
b)
b.      Dilakukan penyaringan dengan
c)
c.       Lolos uji sterilisasi
d)
d.      Ditambahkan
e)
e.       Dilakukan sterilisasi over kill
191.
20.  Larutan injeksi dalam jumlah besar bila disuntikkan dapat menyebabkan haemolisis, yaitu untuk larutan injeksi yang mempunyai
a)
a.       Tekanan osmosanya = tekanan os. cairan tubuh
b)
b.      Tekanan osmosanya < tekanan os. cairan tubuh
c)
c.       Tekanan osmosanya > tekanan os. cairan tubuh
d)
d.      Tekanan osmosanyaa </> tekanan os. cairan tubuh
e)
e.       pH nya > dari pH cairan tubuh
192.
21.  Zat yang berfungsi untuk mencegah multiplikasi mikroorganisme pada system yang hidup dan bersifat bakteriostatik disebut
a)
a.       bakterisid
b)
b.      bakteriostatik
c)
c.       disinfektan
d)
d.      antiseptik
e)
e.       fungisida
193.
22.  Faktor-faktor yang harus diperhatikan pada sterilisasi menggunakan gas adalah (waktu, suhu, kadar gas, kelembapan)
a)
a.       konsentrasi kadar gas
b)
b.      konsentrasi kelembapan
c)
c.       suhu
d)
d.      gabungan konsentrasi kelembapan
e)
e.       tekanan gas
194.
24.  Suatu zat yang dapat menghentikan pertumbuhan dan replikasi bakteri tanpa membunuhnya disebut
a)
a.       Bakterisid
b)
b.      Bakteriostatik
c)
c.       Disinfektan
d)
d.      Antiseotik
e)
e.       Fungisida
195.
25.  Industri farmasi membuat obat suntik dengan berbagai macam rute penggunaan. Obat suntik yang disuntikan kedalam sumsum tulang belakang, disebut rute pemberian melalui
a)
a.       Intraderma
b)
b.      Intra muscular
c)
c.       Intra tekal
d)
d.      Intra cor
e)
e.       Intra sistema
196.
28.  Cara sterilisasi menggunakan panas kering (oven). Cara sterilisasi ini tidak cocok untuk mensterilkan
a)

a.       Serbuk thermosta

b)

b.      Beaker glass

c)

c.       Spatel logam.

d)

d.      Volume pipet

e)

e.       Spatel porselein

197.
29.  Dalam pembuatan sediaan steril, dilakukan proses sterilisasi. Mekanisme pembunuhan bakteri karena proses sterilisasi dengan udara panas adalah terjadinya
a)
a.       Oksidasi terhadap sel bakteri
b)
b.      Penggump
c)
c.       Merusak DNA bakteri
d)
d.      Oksidasi asam amino bakteri
e)
e.       Adsorpsi
198.
30.  Pyrogen dapat dihilangkan dengan sterilisasi menggunakan
a)
a.       Otoklaf 121 derajat celcius
b)
b.      Bakteri filter
c)
c.       Radiasi denga Co 60
d)
d.      Pemanasan kering dengan suhu 150
e)
e.       Pemanasan kering dengan suhu
199.
1. Ular yang melilit pada mangkuk simbol hygieia menggambarkan..
a)
a. kebijakan
b)
b. kebersihan
c)
c. pengobatan
d)
d. kebijaksan…
e)
e. obat
200.
5. Jika apoteker di apotek berhalangan hadir di apotek dalam jangka waktu 3 tahun maka dapat digantikan oleh...
a)
a. Apoteker penanggungjawab apotek
b)
b. Apoteker pendamping
c)
c. Apoteker pengganti
d)
d. Tenaga teknis kefarmasian
e)
e. Apoteker yang memiliki STTRTTK
201.
9. Tenaga teknis kefarmasian yang dimaksud dalam PP 51 tahun 2009 adalah ...
a)
a. Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian
b)
b. Tenaga teknis kefarmasia…
c)
c. Dokter dan apoteker
d)
d. Dokter, apoteker, dan tenaga tek…
e)
e. Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.
202.
5.       Apoteker di industri bagian penelitian dan pengembangan memiliki tanggung jawab, yaitu ..
a)
a.       Membuat sediaan obat jadi
b)
b.       Merencanakan ..
c)
c.       Mengembangkan obat
d)
d.       Kontrol kualitas obat selama pembuatan
e)
e.       Dokumentasi
203.
6.       Suatu tempat tertentu untuk melakukan pekerjaan kefarmasian merupakan pengertian apotek menurut ...
a)
a.       Kepmenkes RI No 1332 tahun 2004
b)
b.       Kepmenkes RI No 1027 tahun 2004
c)
c.       Kepmenkes RI No 1027 tahun 2007
d)
d.       Kepmenkes RI No 1332 tahun ..
e)
e.       PP 51 tahun 2009
204.
8.       Berikut ini adalah pekerjaan kefarmasian apoteker di bagian kontrol kualitas sebuah industri adalah ..
a)
a.       Memeriksa kualitas sediaan farmasi agar sesuai dengan K
b)
b.       Memeriksa kualitas peralatan produksi
c)
c.       Memeriksa kesesuaian distribusi
d)
d.       Memeriksa kesesuaian supplier
e)
e.       Memeriksa hasil reformulasi
205.
11.   Berikut adalah fasilitas pelayanan kefarmasian yang menjadi tanggung jawab tenaga teknis kefarmasian adalah ..
a)
a.       Apotek
b)
b.       Intalasi farmasi rumah sakit
c)
c.       Puskesmas
d)
d.       Klinik
e)
e.       Toko obat
206.
12.   Berikut ini adalah fasilitas pelayanan yang cocok untuk apoteker yang memiliki kompetensi dalam teknologi formulasi sediaan herbal .
a)
a.       Industri farmasi
b)
b.      Industri obat tradisional
c)
c.       Toko obat herbal
d)
d.       Apotek
e)
e.       Puskesmas
207.
13.   Berikut ini adalh salah satu tugas apoteker di fasilitas perdagangan besar farmasi, yaitu ..
a)
a.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
b)
b.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
c)
c.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
d)
d.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
e)
e.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
208.
16.   Tujuan serbuk harus memiliki derajat kehalusan tertentu adalah ..
a)
a.       Sediaan lebih heterogen, disolusi makin cepat, permukaan serbuk jadi luas sehingga daya absorosi jadi besar.
b)
b.       Sediaan lebih homogen, disolusi makin lambat, permukaan serbuk jadi luas sehingga daya absorpsi jadi besar.
c)
c.       Sediaan lebih heterogen, disolusi makin lambat, permukaan serbuk jadi luas sehingga daya abropsi jadi besar.
d)
d.       Sediaan lebih homegen, absorpsi lambat
e)
e.       Sediaan lebih homogen, disolusi makin cepat,
209.
21.   Fase dimana terjadi interaksi obat dengan reseptor sehingga menimbulkan efek reaksi kerja obat disebut fase ..
a)
a.       Farmasetika
b)
b.       Farmakokinetika
c)
c.       Farmakodinamika
d)
d.       Administrasi
e)
e.       Metabolism
210.
23.   Pada pembuatan 150 mL emulsi MA diperlukan emulgator dengan HLB 12. Sebagai emulgator dipakai SPAN 20 (HLB 8,6) dan TWEEN 20 (HLB 16,7) sebanyak 7,5 gram. Berapa besar bobot antara rentang span 20 dan tween 20 tersebut..
a)
a.       S:T = 4,352 : 3,148
b)
b.       S:T = 5,352 : 3,148
c)
c.       S:T = 6,352 : 3,148
d)
d.       S:T = 7,352 : 3,148
e)
e.       S:T = 8,352 : 3,148
211.
24.   Pasta terdiri dari sediaan yang mengandung lebih dari 50% zat padat yang disediaakan ..
a)
a.       Agar lebih lama kontak dengan kulit
b)
b.       Agar teradsorpsi oleh kulit
c)
c.       Agar Mudah dicuci air
d)
d.       Agar tidak mengiritasi
e)
e.       Agar lebih nyaman dipakai
212.
25.   Terpisahnya emulsi menjadi 2 lapisan, dimana yang berisi fase menyebar lebih banyak dari pada lapisan yang disebut ..
a)
a.       Inversi
b)
b.       Flokulasi
c)
c.       Deflokulasi
d)
d.      Creaming
e)
e.       Cracking
213.
26.   Sediaan cair diekstraksi dengan suhu 90-1000C Selama 15 menit ..
a)

a.       Ekstrak

b)

b.       Tinktur

c)

c.       Infusa

d)

d.       Aqua aromatik

e)

e.       Dekok

214.
27.   HLB 8-10 adalah surfaktan yang baik digunakan untuk..
a)
a.       Emulsi tipe O/W
b)
b.       Tipe W/O
c)
c.       Anti foaming agent
d)
d.       Detergent
e)
e.       Wetting agent
215.
34.   Tonisitas darah dan air nominal dengan ..
a)
a.       0,9% NaCl
b)
b.       0,8% NaCl
c)
c.       0,7% NaCl
d)
d.       0,9% Glukosa
e)
e.       0,6% NaCl
216.
37.   Suatu proses dimana pelarut berpindah dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat melalui membran semipermeabel disebut..
a)
a.       Osmotic
b)
b.       Tonisitas
c)
c.       Kosolvent
d)
d.       Endodermik
e)
e.       Isotermik
217.
42.   Untuk mengetahui proses absorpsi obat dalam saluran cerna, dapat ditentukan dengan ..
a)
a.       Hukum Fick I
b)
b.       Hukum Fick II
c)
c.       Persamaan tegangan permukaan
d)
d.       Kondisi sink
e)
e.       Persamaan henderson-hasselbalch
218.
43.   Polimer yang monomernya sejenis adalah ..
a)
a.       Polimer alam
b)
b.       Polimer sintetis
c)
c.       Polimer adisi
d)
d.      Homopolimer
e)
e.       Heteropilimer
219.
44.   Polimer yang mengeluarkan dipanaskan akan meleleh (melunak) dan dapat dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang)
a)
a.       Polimer termostating
b)
b.       Polimer sintetis
c)
c.       Polimer termoplas
d)
d.       Homopolimer
e)
e.       Heteropolimer
220.
54.   Kemampuan serbuk mengurangi volume dibawah ini disebut..
a)

a.       Ketermampatan

b)

b.      Kompaktibilitas

c)

c.       Keruahan

d)

d.       Aliran

e)

e.       Daya regang

221.
63.   terbentuk dari proses keratinisasi yang dimulai dari stratum basalis yaitu
a)
a.       korneosit
b)
b.       lemak permukaan kulit
c)
c.       NMF
d)
d.       Deskuamasi
e)
e.       Kelenjar keringat
222.
73.   Dasar salep yang dapat memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit adalah
a)
a.       Vaselin
b)
b.       PEG 4000
c)
c.       PEG 6000
d)
d.      Adepslanae
e)
e.       Lanolin
223.
78.   Menurut FI ed. IV yang dimaksud dengan SVP adalah obat suntik yang volume penggunaan satu kalinya
a)
a.       >20 mL
b)
b.       10-100 mL
c)
c.       1-10 mL
d)
d.       < 200 mL
e)
e.       < 500 mL
224.
79.   Salah satu persyaratan untuk zat tambahan
a)
a.       Tidak inert
b)
b.       Tidak menggang
c)
c.       Berinteraksi dengan zat aktif
d)
d.       Merangsang
e)
e.       Efektif pada kadar yang besar
225.
83.   diindustri bangunan yang digunakan untuk pembuatan sediaan injeksi, untuk area dalam laminar air flow, persyaratan kandungan bakteri yang direkomendasikan (menggunakan metode settleplate) adalah
a)
a.       1 cfu/ 4 jam
b)
b.       > 1 cfu cfu/ 4 jam
c)
c.       < 1 cfu/ 4 jam
d)
d.       5 cfu/ 4 jam
e)
e.       10 cfu/ 4 jam
226.
86.   Tujuan pengolahan air di industri farmasi adalah untuk menghilangkan cemaran sesuai dengan standar kualitas air yang ditetapkan. Untuk pembuatan sediaan steril air yang digunakan adalah
a)
a.       Potable water
b)
b.      Purified water
c)
c.       WFI
d)
d.       Raw water
e)
e.       Aquadest
227.
87.   Jika sel darah merah dicampurkan dengan larutan NaCl 2,5% maka cairan plasma drah akan melewati dinding semipermeabel (berdifusi) dan masuk ke dalam larutan NaCl dan terjadi plasmolisis. Hal ini terjadi karena larutan NaCl bersifat
a)
a.       Isotonis
b)
b.       Isohidri
c)
c.       Hipotonis
d)
d.      Hipertonis
e)
e.       Isoosmosis
228.
89.   Dalam pembuatan sediaan steril, dilakukan proses sterilisasi. Mekanisme pembunuhan bakteri karena proses sterilisasi dengan udara panas adalah terjadinya
a)
a.       Oksidasi terhadap sel bakteri
b)
b.      Penggumpulan/ denaturasi protein
c)
c.       Merusak DNA bakteri
d)
d.       Oksidasi asam amino bakteri
e)
e.       Adsorpsi
229.
92.   Obat yang bersifat basa lemah akan di absorpsi di daera
a)
a.       Mulut
b)
b.       Kerongkongan
c)
c.       Lambung
d)
d.       Usus 12 jari
e)
e.       Usus penyerapan
230.
94.   Kemudahan obat berjalan melalui membrane dinyatakan sebagai
a)
a.       Koefisien partisi
b)
b.       Konstanta disosiasi
c)
c.       Hasil kali kelarutan
d)
d.       Konstanta permeabilitas
e)
e.       Koefisien distribusi
231.
97.   Obat-obat yang larut dalam lipida hanya dapat terabsorpsi dengan mekanisme
a)
a.       Transport aktif
b)
b.       Difusi aktif
c)
c.       Difusi pasif
d)
d.       Pinositosis
e)
e.       Filtrasi
232.
99.   Fase hancurnya bentuk sediaan obat dan melarutnya bahan obat yang ditentukan olef sifat-sifat obat merupakan cakupan reaksi kerja obat fase
a)
a.       Fase farmasetika
b)
b.       Fase farmakokinetika
c)
c.       Fase farmakodinamika
d)
d.       Fase administrasi
e)
e.       Fase metabolisme
233.
102.           Parameter farmakokinetik yang digunakan untuk evaluasi status bioekivalen suatu produk adalah luas area dibawah kurva hubungan konsentrasi dan waktu luas area diatas kurva hubungan
a)
a.       Konsentrasi dan waktu
b)
b.       Luas area dibawah dan atas kurva
c)
c.       Hubungan konsentrasi dan waktu
d)
d.       Konsetrasi minimum
e)
e.       Waktu minimum
234.
112.           Lanolin dan turunannya dalam kosmetika pelembab berfungsi sebagai
a)
a.       Humektan
b)
b.       Oklusif
c)
c.       Antioksidan
d)
d.      Emolien
e)
e.       Surfaktan
235.
113.           Bagian kulit yang berperan sebagai kosmetika humektan alami adalah
a)
a.       Korneosit
b)
b.       Lemak permukaan kulit
c)
c.       Mantel asam
d)
d.       NMF
e)
e.       Deskuamasi
236.
114.           Bahan aktif yang bertindak sebagai tabir surya pemblok fisik adalah
a)
a.       Titanium dioksida
b)
b.       Asam stearat
c)
c.       Metil sinamat
d)
d.       Petroleum boraks
e)
e.       Hidrogen peroksida
237.
1.       Istilah farmakon berasal dari bahasa ..
a)
a.       Latin
b)
b.       Romawi
c)
c.       Yunani
d)
d.       Eropa
e)
e.       Persia
238.
9.       Berikut ini adalah fasilitas pelayanan yang sesuai dengan PP 51 tahun 2009
a)
a.       Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, praktek bersama, klinik khiyan.
b)
b.       Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, industri.
c)
c.       Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, klinik khitan, klinik, toko obat, praktek bersama.
d)
d.       Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, praktek bersama.
e)
e.       Apotek, intalasi farmasi rumah sakit, klinik, toko obat, praktek bersama, rumah sakit jiwa.
239.
11.   Berikut adalah fasilitas pelayanan kefarmasian yang menjadi tanggung jawab tenaga teknis kefarmasian adalah ..
a)
a.       Apotek
b)
b.       Intalasi farmasi rumah sakit
c)
c.       Puskesmas
d)
d.       Klinik
e)
e.       Toko obat
240.
13.   Berikut ini adalh salah satu tugas apoteker di fasilitas perdagangan besar farmasi, yaitu ..
a)
a.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
b)
b.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
c)
c.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
d)
d.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
e)
e.       Memastikan kesesuaian distribusi ...
241.
3. Setiap kosmetika baru harus diregistrasikan oleh perusahaan kepada …
a)
a. Departemen kesehatan
b)
b. Dinas kesehatan
c)
c. Ikatan apoteker
d)
d. BPOM kote/kabupaten
e)
e. Bpom provinsi
242.
7. Berikut ini adalah fasilitas pelayanan kefarmasian yang cocok untuk apoteker yang memiliki kompetensi dalam teknologi formulasi kosmetika...
a)
a. Industri kosmetika
b)
b. Industri obat tradisional
c)
c. Toko kosmetika
d)
d. Apotek
e)
e. Klinik
243.
8. Berikut ini adalah salah satu bagian tugas dari seorang tenaga teknis kefarmasian di fasilitas pelayanan kefarmasian..
a)

a. Melakukan konseling dan pelayanan kefarmasian

b)

b. Melakukan perhitungan dosis dan ..

c)

c. Melakukan observasi kepada pasien

d)

d. Melakukan diagnosi

e)

e. Melakukan pencarian ..

244.
12. Pelayanan dan konseling obat berdasarkan resep dokter di fasilitas pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh...
a)
a. Sarjana Farmasi
b)
b. Ahli madya farmasi
c)
c. Apoteker
d)
d. Magister farmasi
e)
e. Doktor farmasi
245.

Fungsi Vitamin C topikal adalah

a)

kontrol imun

b)

mencegah UV

c)

sebagai kolagen

d)

sebagai moizturizer

e)

anti aging

246.

larutan yang mengandung etanol dan hidroalkohol yang dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia disebut

a)

sirup

b)

eliksir

c)

lotio

d)

tinktur

e)

effervescen