NEW
Font size
WorksheetsUji Pemahaman UK.2 dan UK.3
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Sebaiknya komunikasi dilaksanakan secara
Sekali saja saat penyusunan RKAP
Berkelanjutan dan berulang
Saat pelaporan Manajemen Risiko Triwulanan
Pada saat proses audit keuangan
Proses yang dilakukan oleh Perusahaan kepada Pemangku Kepentingan dalam menentukan sikap atau arah kebijakan sebelum mengambil keputusan disebut:
Konsultasi
Konsulatsi
Kontingensi
Kontinuitas
Sebaiknya risiko dikomunikasikan kepada
Atasan langsung
Mitra kerja strategis
Seluruh pihak yang relevan
Pembina Manajemen Risiko
Dalam Pemodelan Tiga Lini, siapakah yang bertanggung jawab mengkomunikasikan jaminan secara independen kepada Pemilik Risiko:
Kepala Unit Kerja
Divisi Manajemen Risiko
Satuan Pengawasan Intern
Biro Hukum dan Kepatuhan
Sebutkan pemangku kepentingan yang berhak untuk menerima informasi terkait pengelolaan risiko!
Pemangku kepentingan internal
Pemangku kepentingan eksternal
Pemangku kepentingan internal dan eksternal
Pemangku jabatan internal dan eksternal
Berikut ini adalah standar yang digunakan untuk memudahkan proses komunikasi:
ISO/IEC Guide 73:2016 Risk Management – Vocabulary
ISO/IEC Guide 73:2017 Risk Management – Vocabulary
ISO/IEC Guide 74:2018 Risk Management – Vocabulary
ISO/IEC Guide 71:2016 Risk Management – Vocabulary
Salah satu Unit Kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap PJ. RTU adalah
Melakukan komunikasi dan komunikasi Manajemen Risiko
Melakukan Kontingensi dan Konsultasi Manajemen Risiko
Melakukan Komunikasi dan Konsulatsi Manajemen Risiko
Melakukan Komunikasi dan Konsultasi Manajemen Risiko
Jalur komunikasi di dalam Perusahaan yang menjamin kerahasiaan penyampai informasi adalah
Media Sosial
Email Perusahaan
Whistle Blowing System
SIAP JR
Alur yang digunakan dalam proses komunikasi di Perusahaan adalah
Bottom to Up dan Top Down
Bottom to Up
Top Down
Top to Up dan Bottom Down
Bagaimana hubungan proses komunikasi dan konsultasi dengan asesmen risiko?
Komunikasi dan Konsultasi dilaksanakan setelah asesmen risiko.
Komunikasi dan Konsultasi dilaksanakan sebelum asesmen risiko.
Komunikasi dan Konsultasi dilaksanakan secara paralel saat asesmen risiko.
Komunikasi dan Konsultasi tidak perlu dilaksanakan saat asesmen risiko.
Pelaksanaan komunikasi dapat mempertimbangkan hal berikut, kecuali:
Relevansi informasi
Pihak terlibat dalam komunikasi
Tidak ada jawaban yang tepat
Kerahasiaan informasi
Berikut ini adalah unsur yang diidentifikasi dalam penyampaian informasi, kecuali:
Apa
Kapan
Bagaimana
Ternyata
Sebutkan tujuan utama dalam pelaksanaan konsultasi
Mencari informasi yang melibatkan pertukaran informasi dua arah
Mengetahui siapa yang terlibat dalam pertukaran informasi dua arah
Mencari informasi yang melibatkan pertukaran informasi tiga arah
Mencari informasi yang melibatkan pertukaran informasi dua arah angin
Salah satu peran Divisi Manajemen Risiko dalam membantu proses konsultasi adalah melalui:
Pembina Manajemen Risiko
Pemeran Manajemen Risiko
Perantara Manajemen Risiko
Pelaksana Manajemen Risiko
Perbedaan informasi yang diterima dengan informasi yang berasal dari sumber informasi disebut dengan
Dikotomi informasi
Disorientasi informasi
Distorsi informasi
Disfungsi informasi
Kekeliruan interpretasi dapat terjadi karena hal-hal berikut ini, kecuali:
Bias informasi
Keterbatasan wawasan
Rasa keingintahuan yang tinggi
Over confidence
Dalam tahapannya, konsultasi merupakan:
Masukan
Proses
Keluaran
Tanggapan
Dalam penggunaan matriks RACI, huruf "C" berarti:
Consulted
Communicated
Coordinated
Constructed
Salah satu alasan pentingnya dilakukan konsultasi adalah
Konsultasi dapat mengurangi ketepatan identifikasi risiko.
Konsultasi dapat membantu dalam menambah tanggung jawab Risk Officer.
Konsultasi menambah penyelesaian waktu pelaporan.
Pertimbangan adanya sudut pandang yang lain.
[Soal Bonus] Sepanjang karirnya di Grand Prix, berapa kalikah Valentino Rossi mencetak kemenangan?
116
114
115
113
