WorksheetsModul 1 - Modul 6 PTK UT
Total questions: 120
Worksheet time: 3600secs
Guru apabila mengalami masalah dalam pembelajaran dan ingin memperbaikinya, maka yang dilakukan adalah melakukan
Penelitian tindakan kelas
Berkonsultasi dengan sejawat
Berkonsultasi dengan kepala sekolah
Mengikuti pelatihan
Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk
Mengungkapkan kebenaran
Menjawab masalah guru
Memperbaiki kinerja guru
Mengumpulkan informasi
Metode utama dalam penelitian tindakan kelas disebut dengan self-reflective inquiry, artinya metode yang digunakan
Bertumpu pada kemampuan guru melakukan refleksi
Longgar tetapi tetap mengikuti kaidah penelitian
Hanya observasi/kesan dari guru
Bervariasi asal sesuai dengan kaidah penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas, masalah yang diteliti berasal dari
Kerisauan guru akan kinerjanya
Kerisauan pendidik akan mutu pendidikan
Keinginan untuk membantu guru
Kepedulian peneliti akan kinerja guru
Penelitian tindakan kelas berbeda dengan penelitian kelas dalam hal
Pelaku penelitian
Tujuan penelitian
Tempat penelitian
Asal masalah yang diteliti
Penelitian tindakan kelas seyogianya dilakukan oleh guru karena alasan-alasan berikut, kecuali
PTK memang untuk guru
Guru paling akrab dengan suasana kelas
Masalah di kelas mungkin asing bagi para peneliti luar
Guru bertanggung jawab memperbaiki kinerjanya
Seorang dosen LPTK membantu Ibu Tini, guru kelas III SD untuk mencari jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya dalam memotivasi para siswa untuk mengerjakan PR yang diberikan. Ibu Tini menceritakan jenis PR yang diberikan, jumlah siswa yang mengumpulkan PR, serta kebiasaannya menyimpan PR tersebut di rumah tanpa mengembalikannya kepada siswa. Dosen LPTK mendengarkan cerita Ibu Tini, dan kemudian mereka berdua merancang cara untuk mengatasinya, dan akhirnya mereka sepakat bahwa Ibu Tini akan mencobakan cara tersebut dan memantau hasilnya. Sejak itu, hampir setiap minggu mereka bertemu kembali untuk mengkaji hasil perbaikan tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh dosen LPTK dan Bu Tini merupakan kegiatan penelitian tindakan kelas karena
Ibu Tini bekerja sama dengan dosen LPTK
Masalah penelitian muncul dari kerisauan guru
Terjadi pertemuan setiap minggu
Dosen LPTK membantu guru kelas III memecahkan masalahnya
Guru dianggap lebih sesuai melakukan penelitian tindakan kelas karena alasan berikut, kecuali
Dibandingkan dengan peneliti luar guru lebih memahami keadaan di kelas
Kelas merupakan wilayah guru
Hasil penelitian dapat dimanfaatkan langsung oleh guru
Temuan peneliti luar sulit diterapkan oleh guru
Dilihat dari segi tujuan penelitian, penelitian tindakan kelas menempatkan guru sebagai
Peneliti dari dalam
Praktisi yang membangun teori
Subjek penelitian
Pengajar dan peneliti
Sebagai pekerja profesional, guru dianggap paling layak melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) karena
PTK membantu guru berkembang secara profesional
Guru paling akrab dengan para siswa
Kelas memang merupakan wilayah guru
PTK merupakan bagian dari tugas profesional guru
Dikaitkan dengan tanggung jawab guru terhadap pembelajaran, PTK dapat membantu guru untuk
Mengatasi masalah siswa
Memperbaiki pembelajaran
Berkembang secara profesional
Berkolaborasi dengan guru lain
Ibu Siti Ibu Siti terbiasa menganalisis pekerjaan siswanya untuk menemukan kesulitan yang ditemukan siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia. Dari hasil analisis tersebut, Ibu Siti juga mencoba menemukan kekuatan dan kelemahannya dalam mengajar. Jika dia menemukan kelemahan, segera dia mencoba mencari jalan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan Ibu Siti tersebut dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam
Perkembangan profesional
Melakukan PTK
Memperbaiki pembelajaran
Menerapkan manfaat PTK
Berikut ini adalah manfaat PTK bagi guru, kecuali
Membantu guru memperbaiki pembelajaran
Memungkinkan guru berkembang secara profesional
Memungkinkan guru mengembangkan karir
Menambah rasa percaya diri
Sekolah yang maju membawa dampak bagi kemajuan para guru, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, jika di suatu sekolah para guru terlatih melakukan PTK, sekolah akan berpotensi untuk
Meraih popularitas
Menghasilkan siswa teladan
Menerbitkan karya-karya penelitian
Menghasilkan berbagai teknik pembelajaran
Ibu Ita, seorang guru IPS berpenampilan sangat energik. la sedang melakukan PTK dengan bantuan seorang dosen LPTK. Hampir setiap hari dia sibuk untuk menganalisis hasil pekerjaan siswanya dan mencoba memberi komentar yang dapat mendorong siswa untuk bekerja lebih giat. Para siswa ternyata sangat antusias terhadap usaha Ibu Ita. Karena para siswa merasa bahwa pekerjaannya diperiksa dengan cermat, siswa pun membuat pekerjaannya dengan cermat pula. Siswa merasa bahwa ia selalu harus bekerja cermat sebagaimana Ibu Ita memeriksa pekerjaannya dengan cermat pula. Ilustrasi di atas menggambarkan manfaat PTK bagi siswa, dalam hal
Perilaku guru yang melaksanakan PTK menjadi model bagi siswa
Guru mendorong siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya
Siswa termotivasi oleh cara guru mengajar
Siswa dapat memperbaiki proses dan hasil belajarnya
Guru yang terampil melaksanakan PTK akam merasa lebih percaya diri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut, kecuali
Munculnya perasaan lebih mampu dibandingkan teman sejawat yang lain
Berkembangnya kemampuan guru dalam pembelajaran
Tumbuhnya rasa puas terhadap pembelajaran yang dikelola
Munculnya perasaan mampu memecahkan masalah sendiri
Keterbatasan PTK terutama terletak pada
Metodologi
Validitas
Instrumen yang digunakan
Reliabilitas hasil yang dicapai
Hasil PTK tidak mempunyai daya generalisasi karena
Sampel terbatas pada kelas yang diajar
Masalah yang diteliti sangat spesifik
Metodologi sangat longgar
PTK dilakukan oleh guru, bukan oleh peneliti
Agar PTK dapat diterapkan secara melembaga diperlukan berbagai kondisi atau persyaratan. Kondisi tersebut antara lain sebagai berikut, kecuali
Adanya kebebasan bagi para guru untuk berinovasi
Birokrasi yang ketat
Dukungan dari semua personil sekolah
Ada rasa saling mempercayai antarpersonil sekolah termasuk siswa
Kemauan guru untuk melakukan PTK haruslah didukung oleh iklim sekolah yang memberi kebebasan kepada guru untuk
Berdiskusi, berkolaborasi, dan meminta bantuan
Melakukan perubahan jadwal pelajaran
Menciptakan masalah bagi kelasnya
Meminta siswa mengikuti perintahnya
Dalam pelaksanaan PTK perlu melalui empat langkah pokok dengan urutan yang paling benar adalah
Merencanakan, melaksanakan tindakan, refleksi, analisis data
Refleksi, analisis data, merencanakan, melaksanakan tindakan
Merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, refleksi
Refleksi, merencanakan, melaksanakan tindakan, analisis data
Untuk mengidentifikasi masalah, guru perlu melakukan kajian terhadap pembelajaran yang dikelolanya. Kajian tersebut dapat dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang tepat untuk maksud tersebut adalah sebagai berikut, kecuali
Apa yang terjadi di kelas saya
Berapa orang siswa yang prestasinya selalu rendah
Dengan siapa saya harus mendiskusikan masalah ini
Apa dampaknya jika siswa yang berprestasi rendah saya biarkan saja
Masalah yang teridentifikasi kadang-kadang terlampau banyak, sehingga guru harus menentukan pilihan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih masalah yang perlu ditangani adalah sebagai berikut, kecuali
Tingkat keseriusan masalah
Kemampuan guru untuk menangani
Ada tidaknya mitra kolaborasi
Kompleks tidaknya masalah tersebut
Setelah menetapkan dan menjabarkan masalah, guru perlu mengembangkan cara melakukan perbaikan atau mengatasi masalah. Untuk mengembangkan cara mengatasi masalah, guru dapat melakukan hal-hal berikut, kecuali
Mengkaji teori yang relevan dengan masalah
Menyusun langkah-langkah pemecahan masalah
Berdiskusi dengan teman sejawat
Mengingat kembali pengalaman yang terkait dengan masalah tersebut
Cara pemecahan yang dipilih haruslah sesuai dengan
Kondisi lingkungan sekolah
Jumlah siswa dalam kelas
Waktu yang tersedia dalam jadwal pelajaran
Sarana dan fasilitas yang tersedia
Sebelum melaksanakan tindakan, guru harus menyiapkan hal-hal berikut, kecuali
Daftar hadir
Skenario tindakan
Sarana dan fasilitas pendukung
Cara menganalisis data
Ibu Ida, seorang guru SMU sedang asyik berdiskusi dengan teman sejawatnya tentang susahnya menyampaikan materi Biologi yang penuh dengan istilah Latin kepada siswa. Dia merasa bahwa siswa sangat sukar menghapal istilah asing tersebut. Ia meminta pendapat teman-temannya, bagaimana cara mengajarkan materi tersebut agar mudah dipahami oleh siswa. Dilihat dari langkah-langkah PTK, ibu Ida sedang berada pada tahap
Identifikasi masalah
Analisis masalah
Merumuskan masalah
Merencanakan perbaikan
Dalam melaksanakan tindakan, guru harus memperhatikan beberapa kriteria, di antaranya
Guru seyogianya memfokuskan diri sebagai pengajar
Penelitian jangan sampai mengganggu komitmen guru sebagai pengajar
Guru harus memperhatikan kemampuan siswa
Perhatian guru harus terfokus pada masalah yang ingin dipecahkan
Bapak Sutardi mengajar di kelas 2 SLTP Banyuasih. la sedang bermitra dengan seorang guru, teman sejawatnya dalam memperbaiki cara merespons terhadap jawaban siswa di kelas. Ia sudah merancang berbagai jenis penguatan untuk jawaban siswa yang baik serta beberapa respons untuk jawaban siswa yang tidak atau kurang tepat. Ia meminta rekan sejawatnya untuk duduk di kelasnya serta merekam reaksi siswa ketika guru merespons jawabannya. Jenis reaksi yang perlu direkam serta cara merekamnya sudah disepakati terlebih dahulu. Ditinjau dari kriteria pelaksanaan tindakan, kriteria mana yang sedang diterapkan oleh Bapak Sutardi?
Guru harus memperhatikan etika yang terkait dengan tugasnya
Metode penelitian yang diterapkan harus reliabel
Pengumpulan data jangan sampai menyita waktu guru terlampau banyak
Masalah yang ditangani harus sesuai dengan komitmen guru
Tahap obervasi - interpretasi berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Dalam kaitan ini, observasi - interpretasi mutlak diperlukan agar guru dapat
memantau jalannya pembelajaran
melakukan berbagai penyesuaian
mengetahui kualitas respons siswa
memantau pendapat pengamat
Jika sebelum melakukan tindakan guru tidak menentukan cara mengumpulkan data, dalam pelaksanaan tindakan kemungkinan besar akan terjadi hal-hal berikut, kecuali
Data yang dikumpulkan akan mubadzir
Data yang diperlukan tidak terjaring
Guru akan bingung menafsirkan data
Guru tidak memerlukan data
Idealnya, dalam PTK guru dapat mengamati atau mengumpulkan data sendiri dari kelasnya, sehingga yang mengamati dan melakukan interpretasi adalah guru sendiri. Namun, kadang-kadang guru terlampau repot untuk melakukan itu semua. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat
meminta salah seorang siswa menjadi pengamat
meminta kepala sekolah untuk mengamati pelajarannya
menggunakan alat bantu rekaman
mewawancarai siswa setelah pelajaran selesai
Prinsip dasar observasi yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil observasi adalah prinsip yang berkaitan dengan
fokus observasi
perencanaan awal
keterampilan mengobservasi
balikan (feedback)
Ketika melakukan observasi di kelas Ibu Rina, Bapak Sukoco berusaha bersikap bersahabat, baik kepada siswa maupun kepada Ibu Rina. Ia masuk kelas dengan mengucapkan salam dan meminta izin kepada siswa untuk ikut duduk di kelas. Ketika terjadi diskusi antarsiswa, Bapak Sukoco tidak segera merekam diskusi tersebut, tetapi menunggu sampai diskusi selesai, kemudian berpikir sejenak untuk menemukan makna peristiwa yang baru saja diamati. Perilaku pengamat seperti itu merupakan penerapan dari prinsip observasi yang berkaitan dengan
perencanaan awal
fokus observasi
membangun kriteria
keterampilan observasi
Jika seorang guru ingin mengetahui jumlah siswa yang berhasil dilibatkannya secara aktif dalam memberi respons terhadap pertanyaan guru, jenis observasi yang paling tepat digunakan adalah observasi
terbuka
terfokus
terstruktur
sistematik
Pada pertemuan pendahuluan atau pertemuan perencanaan, guru dan pengamat dapat menyepakati hal-hal berikut, kecuali
jumlah siswa yang akan ikut dalam pembelajaran
fokus pengamatan
konteks pembelajaran yang dikelola guru
kriteria yang digunakan dalam interpretasi
Selain melalui observasi, data pembelajaran dapat dikumpulkan melalui cara- cara/hal-hal berikut, kecuali
wawancara dengan orang tua
catatan/laporan guru
berbagai dokumen hasil belajar siswa
wawancara dengan siswa
Analisis data dilakukan dengan menempuh berbagai langkah, yang pada akhirnya
bertujuan untuk
menyeleksi dan mengelompokkan data
menyeleksi dan menafsirkan data
memperoleh informasi tentang proses dan dampak perbaikan
mendapat informasi tentang perilaku mengajar guru
Melihat hasil latihan siswa, Ibu Sutari menjadi kaget karena hanya 10 dari 30 orang siswa yang mengerjakan latihan matematika dengan benar. Ibu Sutari mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi ketika ia menjelaskan penggunaan rumus matematika dalam memecahkan soal. la ingat, ia mencontohkan penggunaan rumus dengan mengerjakannya sendiri di papan tulis. Ia kemudian merenung kembali, mengapa ia tidak meminta siswa mengerjakannya ke depan? la ingat pula, siswa yang duduk di deretan belakang ada yang bermain ketika ia mencontohkan penggunaan rumus di papan tulis. Dari segi langkah-langkah PTK, langkah mana yang sedang dihayati oleh Ibu Sutari?
mengumpulkan data
menganalisis data
melakukan refleksi
merencanakan perbaikan
Perencanaan tindak lanjut, yang merupakan salah satu langkah dalam siklus PTK, dapat diwujudkan dalam bentuk
pedoman observasi
revisi rencana perbaikan
program PTK secara utuh
pedoman analisis data
Berikut adalah contoh-contoh masalah pembelajaran yang mungkin dihadapi oleh
guru, kecuali
pertanyaan guru sering tidak dijawab oleh siswa
perhatian siswa pada pelajaran kurang
banyak siswa yang belum membayar SPP
hasil ulangan siswa rendah
Agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam kelas, guru perlu
peka terhadap situasi kelas
bertanya kepada teman sejawat
mencatat hal-hal istimewa yang terjadi di kelas
bertanya kepada kepala sekolah
Tujuan utama menganalisis masalah pembelajaran adalah
mencari hakikat masalah
menemukan akar penyebab masalah
merinci masalah menjadi bagian-bagian kecil
menemukan cara pemecahan masalah
Analisis masalah dapat dilakukan dengan cara berikut, kecuali
mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri tentang berbagai aspek
pembelajaran
menanyakan pendapat siswa tentang berbagai aspek pembelajaran
menelaah berbagai dokumen yang berkaitan dengan hasil belajar siswa
membaca berbagai teori belajar
Rumusan masalah dalam PTK serupa dengan masalah penelitian. Dari rumusan berikut, yang mana yang paling tepat disebut sebagai rumusan masalah PTK?
apakah permainan peran dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas 3 SNIP
Wanabhakti ?
bagaimana cara mengajukan pertanyaan agar mampu membuat siswa aktif
dalam pelajaran Matematika di SD kelas V?
mengapa siswa SMA Negeri 1 Dukuhsari selalu menjadi juara dalam berbagai perlombaan nasional?
bagaimana cara menggunakan alat peraga yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah?
Tindakan perbaikan dapat dikembangkan dengan menempuh langkah-langkah berikut, kecuali
menelaah berbagai teori yang relevan dengan masalah pembelajaran yang
dihadapi
mengulangi apa yang pernah dilakukan ketika menghadapi masalah yang
sama
berdiskusi dengan para pakar
mengingat kembali pengalaman yang lalu dalam menghadapi masalah
yang sama
Ibu Ami, guru bahasa Inggris kelas III di SMA 5 Indraloka, mula-mula menjadi risau karena hanya 10 dari 40 orang siswa di kelasnya yang mau menjawab dengan bahasa Inggris jika guru mengajukan pertanyaan. Siswa lain selalu diam kalau ditanya atau berpura-pura tidak mendengar pertanyaan guru. Ibu Ami sering merasa kesal dan melanjutkan pelajaran tanpa menghiraukan anak-anak yang tidak mau menjawab tersebut. Jika tidak ada yang menjawab, Ibu Ami biasanya meneruskan pelajaran dengan meminta para siswa membaca wacana yang ada dalam buku pelajaran, kemudian menjawab pertanyaan yang ada di buku secara tertulis. Jawaban siswa diperiksa bersama-sama, sambil sekali-sekali memberi perhatian pada grammar, jika siswa salah menuliskan jawabannya. Dengan cara ini, Bu Ami pun melupakan kerisauannya. Keadaan ini berlangsung sepanjang semester tanpa ada upaya perbaikan. Hasil tes bahasa Inggris para siswa sedang-sedang saja karena tes yang diberikan berupa tes pemahaman bacaan dan grammar. Namun, ketika ada tamu asing yang kebetulan berkunjung ke SMA tersebut, tidak seorang pun dari siswa Bu Ami yang berani menjawab pertanyaan tamu tersebut, apalagi bertanya. Hal ini menyebabkan Bu Ami dipanggil oleh Kepala Sekolah, dan diminta untuk berupaya agar para siswa mampu berbahasa Inggris, meskipun yang paling sederhana. Kejadian ini membuat kerisauan yang dulu pernah muncul, dirasakan kembali oleh Bu Ami.
Masalah yang terjadi dalam kelas Bu Ami dalam kasus pembelajaran di atas dapat digolongkan sebagai masalah yang berkaitan dengan bidang-bidang berikut, kecuali
strategi pembelajaran
sumber dan media belajar
evaluasi hasil belajar
motivasi belajar
Akar penyebab masalah yang terjadi dalam kasus di atas antara lain sebagai
berikut, kecuali
latihan berbicara tidak mendapat tekanan
Bu Ami tidak memberi perhatian khusus pada siswa yang tidak mau menjawab
Bu Ami tidak menggunakan lab bahasa ketika mengajar
kemampuan berbicara siswa tidak dinilai
Jika Bu Ami ingin memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya melalui PTK, rumusan masalah PTK yang paling tepat untuk kegiatan PTK yang akan dilakukan oleh Bu Ami adalah
bagaimana cara memberi latihan berbicara dalam bahasa Inggris agar mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 3 SMA?
apakah kemampuan berbicara dapat dilatihkan secara intensif dengan memanfaatkan laboratorium bahasa?
bagaimana cara mengaktifkan siswa dalam berbicara?
apakah sumber belajar dapat mendorong siswa berlatih berbicara?
Jika Anda yang menjadi Ibu Ami, tindakan perbaikan mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah dalam kasus pembelajaran di atas?
guru selalu menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar dan tidak mau
menerima jawaban dalam bahasa Indonesia
guru memberikan latihan berbicara dalam bahasa Inggris secara terpadu dengan mendengarkan, membaca, dan menulis
guru meminta siswa selalu menjawab dalam bahasa Inggris
guru memberikan latihan mengucapkan kata dengan benar
Rencana perbaikan dibuat dalam sebuah format yang disebut Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP). Yang membedakan RPP dari Rencana Pembelajaran (RP) biasa adalah sebagai berikut, kecuali
cakupan RPP lebih luas dari cakupan RP
RPP mempunyai tujuan perbaikan, sedangkan RPP tidak
RPP mencantumkan pertanyaan yang diajukan guru, sedangkan Rp
belum tentu
dalam RPP langkah pembelajaran lebih rinci daripada RP
Hal terpenting yang perlu dipersiapkan/dilakukan agar mendapatkan RPP yang
akurat dan dapat dilaksanakan adalah
sarana dan fasilitas pembelajaran
instrumen pengumpul data
skenario pembelajaran
teman sejawat
Di antara contoh berikut, yang mencerminkan skenario pembelajaran untuk tindakan perbaikan adalah
menjelaskan melalui ceramah selama 30 menit, meminta siswa bertanya,
memberikan tugas untuk dikerjakan dalam kelompok kecil
menjelaskan materi, tanya jawab, latihan
pendahuluan, kegiatan inti, penutup
memberi contoh dari konsep yang akan dijelaskan, meminta siswa mencari contoh lain, membimbing siswa menemukan konsep dari contoh tersebut
Simulasi pelaksanaan tindakan perbaikan dengan menggunakan RPP yang telah disusun, bertujuan untuk
mencobakan alat peraga yang akan digunakan
melihat tingkat keterlaksanaan RPP tersebut
mengukur waktu yang diperlukan
melihat reaksi siswa dalam perbaikan pembelajaran
Pengumpulan data dalam PTK dapat dilakukan melalui prosedur berikut, kecuali
observasi
wawancara
telaah dokumen
studi banding
Jika salah satu tujuan perbaikan yang Anda rancang dalam PTK adalah menggunakan penguatan untuk meningkatkan motivasi siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, maka pengumpulan data paling tepat dilakukan
melalui
Wawancara
Observasi
Telaah dokumen
Angket
Jika dalam pengumpulan data diperlukan teman sejawat yang akan membantu guru, maka perlu ada kesepakatan antara guru dan teman sejawat dalam hal-hal
berikut, kecuali
instrumen yang digunakan
cara mengolah data
jenis data yang perlu dikumpulkan
waktu pengumpulan data
Komponen pokok proposal PTK, antara lain sebagai berikut, kecuali
pendahuluan
kajian pustaka
rencana dan prosedur penelitian
personalia penelitian
Jika Anda ingin melakukan tindakan perbaikan dengan menerapkan Model Pemecahan Masalah sosial dalam pelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan siswa kelas III SMP terhadap masalah-masalah sosial di lingkungan sekitarnya, maka judul PTK yang paling tepat adalah
Model Pemecahan Masalah dalam pelajaran IPS Kelas III SMP
Model Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kepekaan Siswa Kelas III SMP
Meningkatkan Kepekaan Siswa SMP Kelas III terhadap Masalah Sosial di Lingkungan Sekitar dengan menggunakan Model Pemecahan Masalah Sosial dalam Pelajaran IPS
Menerapkan Model Pemecahan Masalah Sosial bagi Siswa SMP Kelas III agar Peka terhadap Berbagai Masalah Sosial yang Dihadapi oleh Lingkungan Sekitarnya
Jika Anda akan menyusun proposal PTK berkenaan dengan tindakan perbaikan yang terdapat pada soal nomor 9, maka satu tujuan penelitian Anda adalah sebagai berikut, kecuali
meningkatkan kepekaan siswa terhadap masalah-masalah sosial
mendeskripsikan pelaksanaan Model Pemecahan Masalah Sosial
mengidentifikasi masalah yang muncul dalam penerapan Model
Pemecahan Masalah Sosial
menganalisis dampak penerapan Model Pemecahan Masalah Sosial terhadap kepekaan siswa pada masalah sosial di lingkungannya
Dalam tahap perencanaan, guru pelaksana PTK harus melakukan hal-hal berikut, kecuali
menetapkan tujuan perbaikan
merumuskan pertanyaan yang akan diajukan di depan kelas
menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa
merinci langkah-langkah kegiatan
Perbedaan antara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disiapkan oleh guru dan oleh guru yang sedang melaksanakan PTK antara lain terletak pada
rumusan tujuan pembelajaran
rumusan tujuan perbaikan
jumlah komponen pokok
jenis tes akhir
Pada tahap perencanaan, satu hal yang tidak dilakukan oleh guru yang melakukan tugas mengajar rutin, namun perlu dilakukan oleh guru pelaksana PTK adalah
menyiapkan alat peraga
mengembangkan materi pelajaran
merancang kegiatan
membuat kesepakatan dengan teman sejawat
Ketika membuka pelajaran, Pak Kusno mengajukan lima pertanyaan yang sudah disiapkannya di dalam rencana pelajaran. Sambil mendengarkan jawaban siswa, Pak Kusno memberi tanda pada secarik kertas yang sudah disiapkannya.
Dari segi pelaksana PTK, tindakan Pak Kusno memberi tanda pada secarik kertas ketika mendengarkan jawaban siswa dapat ditafsirkan sebagai kegiatan
melakukan refleksi
mengumpulkan data
menganalisis pertanyaan
mencatat jawaban siswa
Sesuai dengan kegiatan yang tercantum di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, setelah mendiskusikan bahaya banjir yang terdapat dalam gambargambar yang dipajang di depan kelas, Ibu Sari membagi kelas menjadi lima kelompok. Setiap kelompok mendapat satu panduan kelompok untuk mencari minimal lima upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, Ibu Sari mengamati secara cermat peran serta setiap anggota kelompok. Sambil mengamati, Ibu Sari
membuat catatan-catatan. Seandainya dalam kasus di atas, Ibu Sari sedang
melakukan PTK, kira-kira apa tujuan perbaikan dari tindakan yang sedang dilakukannya
meningkatkan hasil belajar siswa
dapat mengelola kegiatan kelompok
dapat memotivasi siswa
meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran
Segera setelah pembelajaran selesai, guru pelaksana PTK harus melakukan hal-
hal berikut, kecuali
Menghimpun data
Berdialog dengan siswa
Melakukan refleksi diri
Mengolah data
Hal terpenting yang harus dihasilkan guru pelaksana PTK pasca pelaksanaan
tindakan adalah
Nilai siswa pada akhir pelajaran
Hasil analisis data
Kesimpulan tentang hasil tindakan perbaikan
Kesepakatan dengan teman sejawat
Data yang dapat dikumpulkan guru setelah pembelajaran berakhir antara lain
skor yang dicapai siswa dalam latihan
waktu yang digunakan guru untuk membuka pelajaran
jumlah siswa yang menjawab pertanyaan guru
jenis penguatan yang digunakan oleh guru
Guru pelaksana PTK perlu melakukan kolaborasi dengan teman sejawat, pakar, atau dosen LPTK karena
guru tidak mampu melakukan PTK sendiri
PTK perlu melibatkan teman sejawat
PTK mempersyaratkan kolaborasi
kolaborasi memungkinkan PTK lebih berhasil
Pak Tisna sedang merencanakan PTK untuk meningkatkan motivasi siswa di dalam kelasnya. Ketika mencermati masalah kurangnya motivasi siswa, Pak Tisna menjadi bingung, dari mana harus mulai. Setelah berpikir-pikir, ia akhirnya meminta bantuan seorang teman sejawatnya untuk mengamati kelasnya ketika ia sedang mengajar. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa siswa kelihatan mengantuk, tidak ada perhatian, sementara guru terus saja menjelaskan. Suara guru hampir tidak terdengar, dan alat peraga berupa gambar yang digunakan guru sudah usang dan tidak menarik. Setelah pengamatan, Pak Tisna berdiskusi dengan teman sejawatnya tentang hasil pengamatan tersebut. Berdasarkan kasus Pak Tisna di atas, langkah mana yang dikerjakan oleh Pak Tisna secara kolaboratif dengan teman sejawat?
Menemukan penyebab masalah
menganalisis masalah
merumuskan masalah
merancang tindakan perbaikan
Ibu Darminah, guru IPS di kelas III (kelas 9) SMP Bhakti sedang melakukan tindakan perbaikan di kelasnya. Berbagai alat peraga tampak terpajang di depan kelas, sedangkan di meja siswa terlihat guntingan koran yang dibawa oleh anak- anak. Pada pelajaran yang lalu, para siswa sudah ditugaskan membawa gambar lartikel dari guntingan koran yang berkaitan dengan pembakaran hutan. Di deretan belakang, duduk Ibu Suci, guru IPS kelas II (kelas 8) di SMP tersebut. Ibu Darminah telah meminta Ibu Suci untuk membantu mengamati pembelajaran tersebut.
Setelah mengucapkan salam, Ibu Darminah langsung menunjukkan gambar suatu kota yang dipenuhi dengan asap tebal dan penduduk yang lalu lalang di jalan menggunakan masker, sambil meminta siswa memberikan komentar terhadap gambar tersebut. Tanya jawab tentang gambar terjadi, dan akhirnya para siswa diminta bekerja dalam kelompok dengan tugas: (1) membaca/memperhatikan artikel/gambar-gambar guntingan koran yang dibawa oleh kelompok (2) mendeskripsikan kejadian dalam gambar, dan (3) mendiskusikan apa penyebab dari kejadian tersebut, serta (4) memperkirakan dampak dari kejadian tersebut bagi masyarakat sekitar. Kelompok diberi waktu 30 menit untuk berdiskusi. Pada awalnya kelas menjadi ramai karena kelompok berebut mencari tempat bekerja, sehingga lebih dari lima menit waktu terbuang untuk mencari tempat. Namun akhirnya kelompok mulai bekerja dan Bu Darminah mulai berkeliling mengamati setiap kelompok. Setelah 30 menit, temyata hanya satu kelompok yang menyelesaikan tugasnya. Bu Darminah menyuruh kelompok berhenti bekerja dan mengumpulkan hasilnya ke meja guru. Para siswa tampak masih belum puas dan masih banyak yang ingin memperbaiki hasil kelompoknya. Namun mereka patuh, hasil kelompok yang belum lengkap dikumpulkan di meja guru.
Dalam ilustrasi di atas, dapat diperkirakan bahwa salah satu tujuan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Darminah adalah agar Bu Darminah mampu
Menggunakan alat peraga
Memberikan penguatan
Mengelola kegiatan kelompok
Mengaktifkan siswa
Persiapan akhir yang seyogianya dilakukan oleh Bu Darminah sebelumn
melaksanakan tindakan perbaikan adalah sebagai berikut, kecuali
memeriksa susunan kelompok
mencobakan alat peraga
memeriksa gambar yang akan ditayangkan
menanyakan kesiapan pengamat
Hal-hal yang perlu direkam/dicatat oleh pengamat dalam pembelajaran di atas
adalah sebagai berikut, kecuali
perhatian/respons siswa ketika menyaksikan gambar yang ditayangkan
guru
kondisi kelas ketika pembentukan kelompok
jenis tugas yang diberikan oleh guru
kondisi kelompok ketika guru menyatakan bahwa waktu kerja kelompok
sudah berakhir
Dari ilustrasi di atas, peristiwa pembelajaran yang paling perlu dicatat oleh Bu
Darminah adalah
kelas menjadi ramai ketika kelompok mencari tempat bekerja
kelompok mulai bekerja dengan tenang
kelompok menyerahkan hasil kelompok
siswa menggunakan gambar yang dibawanya
Ketika melakukan refleksi, peristiwa penting yang perlu diingat/dikaji oleh Bu Darminah antara lain
bagaimana respons siswa ketika guru menayangkan gambar?
mengapa perlu waktu sampai lebih dari lima menit untuk memilih tempat kerja kelompok?
mengapa banyak kelompok yang tidak dapat menyelesaikan tugastya ketika waktu kerja kelompok berakhir?
bagaimana setiap kelompok menyerahkan hasil kelompoknya?
Setelah pembelajaran selesai, Bu Darminah mencoba mencermati data yang dikumpulkannya, baik data yang diberikan oleh Bu Suci yang membantu mengamati pembelajaran, maupun catatan yang sempat dibuatnya ketika mengajar. Hasil kerja kelompok anak-anak juga ditelaah secara cermat. Dengan mempertimbangkan data-data tersebut dan berdiskusi dengan Bu Suci, Bu Darminah menyimpulkan bahwa ia belum berhasil mengelola kerja kelompok dengan baik. Hanya satu kelompok yang mampu menyelesaikan tugas kelompok sesuai dengan waktu yang disediakan.
Bu Darminah merenung. la mencoba mengingat-ingat mengapa ia belum berhasil mengelola kerja kelompok. Bu Darminah ingat benar, ia sudah menyiapkan tugas kelompok dan membentuk kelompok yang tetap. Tetapi mengapa masih perlu waktu lebih dari lima menit untuk memilih tempat kerja kelompok? Apakah ada faktor lain yang menyebabkannya? Apakah ada yang berebut tempat, atau tempatnya tidak cukup? Bagaimana dengan tugas kelompok? Mengapa hanya satu kelompok yang mampu menyelesaikannya? Bu Darminah memeriksa kembali tugas kelompok yang diberikannya
Dari tahap-tahap dalam daur PTK, Ilustrasi 2 di atas menggambarkan tahap
perencanaan
pelaksanaan
observasi
refleksi
Ibu Darminah mengingat-ingat mengapa diperlukan waktu lebih dari lima menit untuk memilih tempat kerja kelompok. Peristiwa yang semestinya diingat oleh Bu Darminah untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah
setiap kelompok dibebaskan memilih tempat bekerja
tempat bekerja masing-masing kelompok telah ditetapkan
setiap kelompok sudah mempunyai ketua kelompok
setiap kelompok sudah mempunyai tempat bekerja
Dari Ilustrasi 2 di atas, hal yang mungkin dipertimbangkan oleh Bu Darminah sebagai masukan untuk perencanaan perbaikan berikutnya adalah
setiap kelompok harus mempunyai ketua kelompok
waktu bekerja kelompok diumumkan kepada siswa
tempat bekerja setiap kelompok ditentukan terlebih dahulu
hasil kerja kelompok dilaporkan di depan kelas
Berdasarkan hasil perbaikan yang telah dilakukannya, Bu Darminah membuat rencana perbaikan Daur 2. Topik kali ini adalah banjir. Bu Darminah masih tetap merencanakan kerja kelompok, namun waktu bekerja kelompok ditambah menjadi 40 menit, panduan kelompok akan dijelaskan lebih dahulu, serta tempat bekerja setiap kelompok sudah ditetapkan sebelum kelompok mulai bekerja. Alat peraga yang digunakan berupa gambar-gambar daerah yang terendam banjir yang dibawa oleh setiap kelompok, di samping yang disediakan oleh guru yang dipajang di papan tulis.
Ketika pelaksanaan tindakan perbaikan, Bu Suci tetap membantu sebagai pengamat. Tampaknya kegiatan menjadi lebih lancar. Respons siswa ketika gambar-gambar banjir ditayangkan cukup beragam dan kelas tampak hidup. Ketika mulai kerja kelompok, kelompok langsung menuju tempat yang ditentukan dan mulai bekerja, berdasarkan panduan kelompok yang sudah dibagikan dan dijelaskan sebelum kerja kelompok dimulai. Ketika waktu kerja kelompok berakhir, semua kelompok sudah dapat menyelesaikan tugasnya.
Dari Ilustrasi 1, 2, dan 3 di atas dapat dicermati bahwa perbaikan yang dilakukan oleh Bu Darminah dalam Perencanaan Perbaikan Daur 2 adalah sebagai berikut,
Kecuali
penggunaan alat peraga
penentuan tempat kerja kelompok
penambahan waktu kerja kelompok
penjelasan panduan kelompok
Dampak perbaikan yang dilakukan dapat ditandai antara lain pada
semua kelompok mengerjakan tugas dengan benar
kelas menjadi tertib
kelas tampak hidup
semua kelompok menyelesaikan tugasnya
Pada dasarnya, data yang dikumpulkan dalam penelitian tindakan kelas, adalah
data yang bersifat
kuantitatif
kualitatif
ordinal
interval
Analisis data penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru sebagai
peneliti
pengajar
ilmuwan
pekerja profesional
Langkah-langkah dalam melakukan analisis data kualitatif adalah
memberi kode, memilih, memilah
memilih, memberi kode, mengelompokkan
memilih, memilah, merangkum
memilah, mengecek, merangkum
Hasil analisis data dapat disajikan dalam bentuk
tabel, ceritra, grafik, gambar-gambar
rangkuman, tabel, grafik, ringkasan
ceritra, gambar, tabel, grafik
bagan alur, narasi singkat, tabel, grafik
Tujuan utama melakukan analisis, penyajian, dan interpretasi data adalah agar
data dapat dibaca dengan mudah
pertanyaan penelitian dapat dijawab
data dapat diinterpretasikan
benang merah antar data dapat ditemukan
Pak Sugiri, guru Bahasa Indonesia di SMA Tirtawangi sedang melakukan perbaikan pembelajaran dengan tujuan mampu mengelola kerja kelompok. Secara khusus Pak Sugiri menginginkan agar ketika terjadi diskusi kelompok, setiap anggota kelompok berpartisipasi secara aktif. Pak Sugiri sudah merancang kelas akan dibagi menjadi enam kelompok, yang masing-masing terdiri dari 5-6 siswa. Tugas kelompok pun sudah disiapkan. Pak Sugiri juga meminta bantuan Ibu Suriani, guru Bahasa Indonesia untuk membantu mengamati perbaikan pembelajaran yang di kelolanya. Berikut ini adalah hasil observasi Bu Suryani
Orientasi berlangsung 10 menit, diisi dengan penjelasan tugas kelompok dan tanya jawab: langsung diikuti oleh kerja kelompok. Masih ada kelompok yang kelihatan bingung (kel.3). Kelompok mulai bekerja, guru masih asyik di mejanya. Kelompok I dan 5 tampaknya sepi-sepi saja, namun semua anggota kelompok sangat serius memberi tanggapan; sedangkan kelompok lainnya kelihatan seru, Kelompok 6 hanya ketua kelompok dan penulis yang bekerja, sedangkan anggota lainnya asyik ngobrol. Ketika guru mendekati kelompok ini, mereka diam, namun guru tidak bertanya apa- apa. Setelah guru berlalu, kegiatan ngobrol mulai lagi, sedangkan ketua dan sekretaris kelompok masih asyik bekerja. Guru hanya melihat-lihat, tidak bertanya atau memeriksa kegiatan kelompok. Kelompok 2 dan 4 kelihatan serius, tidak ada yang bermain. Ketua kelompok memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengemukakan pendapat. Sebelum waktu berakhir, kedua kelompok ini sudah menyelesaikan tugasnya. Ketika guru meminta kelompok berhenti bekerja, Kelompok 3 masih belum menyelesaikan tugasnya, sehingga belum siap mengumpulkan hasilnya.
Hasil analisis data tentang kerja kelompok yang dilaksanakan oleh Pak Sugiri
menunjukkan bahwa
sebelum kerja kelompok guru menjelaskan tugas setiap kelompok
semua kelompok sudah paham apa yang harus dikerjakannya
semua anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok
selama kerja kelompok guru membantu setiap kelompok
Partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok, secara menyeluruh ditunjukkan oleh
kelompok
1 dan 2
2,3,4
1,2,4,5
1,2,3,4
Selama kegiatan kelompok, apa yang dilakukan oleh guru?
duduk tenang di depan kelas
berkeliling melihat-lihat kelompok bekerja
membantu kelompok memecahkan masalah
meminta kelompok berhenti bekerja menjelang waktu berakhir
Untuk menjawab soal nomor 8 dan 9, coba perhatikan grafik skor siswa pria dan wanita dalam pelajaran Matematika selama tiga daur perbaikan yang dilakukan oleh Pak Jumadi dengan tujuan agar siswa pria dan wanita mampu menguasai konsep matematika minimal 60%
Grafik Skor Rata-rata Siswa Pria dan Wanita dalam Tiga Daur Perbaikan
Skor rata-rata siswa pria mengungguli skor rata-rata siswa wanita pada daur
perbaikan ke
1
1 dan 2
3
3 dan 4
Dari grafik di atas dapat ditafsirkan bahwa perbaikan yang dilaksanakan oleh Pak
Jumadi
belum mencapai tujuan
sudah mencapai tujuan
sebagian tujuan sudah tercapai
belum ada tujuan yang dicapai
Yang dimaksud dengan kesimpulan adalah
pendapat akhir
ringkasan yang diambil dari satu uraian
pendapat akhir yang berasal dari uraian
ikhtisar dari satu wacana
Dalam kaitan dengan hasil PTK, kesimpulan harus memenuhi kriteria berikut, kecuali
singkat, padat, jelas
Berasal dari temuan
Ditujukan kepada guru
sesuai dengan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan
Di antara kesimpulan berikut, yang mana yang paling sesuai dengan tujuan perbaikan dan deskripsi temuan berikut? Tujuan Perbaikan: Guru dapat menggunakan globe dan lampu senter untuk
meragakan terjadinya siang dan malam. Deskripsi Temuan: "Ketika memutar globe, guru berkeringat, globe tidak bisa diputar, sedangkan anak-anak terus mengamati dengan tekun. Dengan bantuan seorang anak, akhirnya guru berhasil memutar globe dan meminta satu anak menyorotkan lampu senter ke arah globe".
siswa sangat tertarik dengan peragaan guru
selama peragaan banyak siswa yang bermain
guru gagal melakukan percobaan menggunakan globe dan lampu senter
untuk menunjukkan terjadinya siang dan malam.
guru belum terampil menggunakan globe dan lampu senter untuk meragakan terjadinya siang dan malam
Dari tiga daur perbaikan pembelajaran yang dilakukan, Ibu Dina menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga yang dapat dimanipulasi oleh siswa mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam Matematika. Saran tindak lanjut manakah yang paling sesuai dengan kesimpulan Ibu Dina tersebut?
dalam setiap pelajaran guru harus menggunakan alat peraga
alat peraga dapat mengkongkretkan konsep abstrak
dalam menanamkan konsep abstrak, penggunaan alat peraga yang dapat dimanipulasi sebaiknya dipertimbangkan oleh guru
alat peraga yang dapat dimanipulasi harus digunakan oleh guru dalam
setiap pelajaran
Dari saran berikut, yang mana yang merupakan saran yang berkaitan dengan prosedur penelitian dan substansi?
guru sebaiknya mencobakan teknik inkuiri dalam pelajaran lain
guru hendaknya selalu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran
sekolah hendaknya mewajibkan guru menggunakan metode inkuiri
metode inkuiri dapat digunakan dalam semua bidang studi
Perbaikan Pembelajaran yang dilakukan Bu Dina ingin membuktikan apakah
penggunaan alat peraga gambar dan benda sebenarnya mampu....
membuat siswa belajar
meningkatkan keaktifan siswa
meningkatkan prestasi siswa
membuat siswa termotivasi
Dari pernyataan berikut, yang manakah yang merupakan kesimpulan yang paling
sesuai dengan deskripsi temuan Ibu Dina?
alat peraga dapat meningkatkan kemampuan siswa
alat peraga berupa benda sebenarnya, lebih efektif daripada alat peraga gambar dalam meningkatkan keefektifan dan hasil belajar siswa
alat peraga berupa gambar lebih efektif daripada alat peraga berupa benda sebenarnya dalam meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa
alat peraga dapat meningkatkan keaktifan siswa
Dari pernyataan berikut, yang manakah yang paling tepat sebagai saran tindak
lanjut dari hasil PTK yang dilakukan Ibu Dina?
jika memungkinkan, guru hendaknya memilih benda sebenarnya sebagai
alat peraga
guru hendaknya selalu menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Fisika
guru dapat menggunakan gambar-gambar sebagai alat peraga
tanpa alat peraga, pelajaran tidak akan berhasil
Dengan mencermati deskripsi temuan di atas, dapat diperkirakan bahwa tujuan perbaikan yang dilakukan oleh Pak Suganda adalah sebagai berikut, kecuali
meningkatkan keaktifan siswa
meningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi
meningkatkan prestasi siswa dalam IPS
meningkatkan motivasi siswa dalam pelajaran IPS
Di antara pernyataan berikut, yang mana yang merupakan kesimpulan dari
deskripsi temuan Pak Suganda?
masalah dapat menantang siswa untuk berpikir kreatif
masalah yang dikenal oleh siswa sangat menarik untuk dibahas
jenis masalah yang diberikan menentukan tingkat keaktifan dan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan
penyajian masalah yang dikenal dengan baik oleh siswa dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa
Laporan PTK perlu ditulis oleh guru peneliti karena alasan berikut, kecuali
sebagai dokumentasi sekolah
untuk mendokumentasikan apa yang pernah diteliti oleh guru
agar dapat diketahui oleh guru lain yang mempunyai masalah yang sama
untuk disebarluaskan kepada kelompok kerja guru
Pada dasarnya, sistematika Laporan PTK sama dengan laporan penelitian formal lainnya. Komponen kunci yang ada pada setiap PTK adalah
pendahuluan, metodologi, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan
saran
pendahuluan, kajian pustaka, metodologi, hasil penelitian dan
pembahasan, serta kesimpulan
pendahuluan, kajian pustaka, metodologi, analisis data, hasil penelitian, pembahasan, serta kesimpulan dan saran
pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran
Ibu Dini, guru IPS kelas II di SMA Negeri 5, merasa risau karena para siswanya tidak peduli terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungannya, seperti sampah yang menumpuk, dinding yang penuh coretan yang tidak senonoh, atau banyaknya anak-anak jalanan yang meminta-minta di depan sekolah. Untuk itu, Ibu Dini mencoba melakukan PTK dengan menerapkan pendekatan "problem based learning". Jika Bu Dini akan menulis laporan PTK yang dilaksanakannya, judul laporan
yang paling tepat adalah
Pendekatan Problem based learning dalam Pembelajaran IPS di Kelas II
SMA Negeri 5
Penerapan "Problem based learning" dalam Pelajaran IPS untuk Meningkatkan Kepekaan Siswa Kelas II SMA terhadap Lingkungan
Pendekatan Problem based learning untuk Meningkatkan Kepekaan Siswa
terhadap Lingkungan Sekitar
Meningkatkan Kepekaan Siswa melalui Penerapan Pendekatan Problem based learning
Abstrak penelitian yang ditulis dengan cermat akan membuat pembaca mengetahui
komponen penelitian secara keseluruhan
sosok utuh dari penelitian yang dilaporkan
implikasi dari penelitian yang dilaporkan
proses dan hasil penelitian secara utuh
Pada Laporan PTK, munculnya masalah yang menyebabkan guru melaksanakan PTK dapat ditemui pada bagian
pendahuluan
latar belakang
metodologi
analisis data
Dalam sebuah Laporan PTK, kajian pustaka biasanya mencantumkan teori atau hasil penelitian yang berkaitan dengan
masalah pembelajaran
motivasi berprestasi
pengelolaan kelas
masalah drop-out
Pada Laporan PTK, karakteristik tentang subjek penelitian dicantumkan pada
pendahuluan
kajian pustaka
pelaksanaan penelitian
pembahasan
Tabel dan grafik dalam sebuah laporan PTK berfungsi untuk
menarik perhatian pembaca
menyajikan hasil analisis data
menggantikan narasi yang panjang
menyajikan data secara keseluruhan
Pembahasan hasil penelitian bertujuan untuk mempertanggungjawabkan mengapa hasil penelitian seperti itu. Pembahasan ini dibuat dengan mengacu
kepada hal-hal berikut, kecuali
teori yang relevan
situasi ketika penelitian dilaksanakan
pengalaman peneliti sebagai guru
manfaat penelitian
Kesimpulan dan saran dibuat dengan mengacu kepada hal-hal berikut, kecuali
metodologi penelitian
tujuan penelitian
masalah penelitian
hasil penelitian
Dalam menulis laporan PTK, guru harus memperhatikan berbagai ketentuan.
Ketentuan tersebut adalah
etika penulisan, sistematika laporan, penggunaan bahasa tulis
etika penulisan, kejujuran, ketentuan teknis
ketentuan teknis, sistem penomoran, etika penulisan
etika penulisan, penggunaan bahasa tulis, ketentuan teknis
Etika penulisan mencakup
kejujuran, objektivitas, pengutipan
kejujuran, sistem penomoran, ejaan
objektivitas, cara mengutip, struktur kalimat
pengutipan, daftar pustaka, kejujuran
Ketika menulis laporan PTK, Pak Tarno memeriksa dengan cermat apakah kata/istilah yang dia gunakan dalam laporan sudah tepat serta merupakan istilah baku dan diketahui oleh umum. Tindakan Pak Tarno ini berkaitan dengan
ketentuan tentang
etika penulisan
sistematika laporan
penggunaan bahasa tulis
ketentuan teknis
Karena merasa malu dengan nilai siswa yang belum menunjukkan peningkatan meskipun perbaikan yang dilakukan sudah mencapai Daur 3, Pak Slamet akhirnya memutuskan untuk menaikkan nilai beberapa siswa yang dianggap masih rendah. Daftar nilai yang telah "disempurnakan tersebut kemudian dicantumkannya sebagai nilai siswa pada akhir Daur 3. Ketentuan mana yang
telah dilanggar oleh Pak Slamet?
Kejujuran dan objektivitas
Kejujuran dan pengutipan
Pengutipan dan ketentuan teknis.
Objektivitas dan cara mengutip
Setelah selesai menulis laporan PTK, Pak Rinto meminta bantuan supervisornya untuk membaca laporan tersebut. Ketika membaca laporan itu, Ibu Suriani, supervisor Pak Rinto, menjadi kaget. Laporan tersebut agak susah dipahami karena banyak kalimat yang rancu, sehingga maknanya menjadi kabur. Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan yang dihadapi Pak Rinto
berkaitan dengan ketentuan
cara mengutip
struktur kalimat
objektivitas
penyusunan paragraf
Dalam menulis laporan PTK, guru seyogianya memperhatikan berbagai
ketentuan teknis,
yang
pilihan kata
dalam hal ini meliputi hal-hal berikut, kecuali
pilihan kata
sistematika penomoran
cara mengutip
huruf, margin, dan spasi
Ketika membahas sebuah teori tentang belajar aktif, Ibu Rini menjadi bingung karena buku asli yang menjadi rujukan teori belajar aktif tidak dijumpainya. Setelah membuka-buka modul Belajar dan Pembelajaran, yang diterbitkan pada tahun 2000, ia menemukan teori itu dikutip oleh penulis modul, la memutuskan untuk mencantumkan nama penulis modul (misalnya Achmad) yang telah mengutip teori dari pakar belajar aktif, misalnya Ashert. Cara mana yang paling tepat untuk mencantumkan sumber kutipan ini?
Achmad, 2000, mengutip dari Ashert.
(Ashert, dalam Achmad, 2000).
Ashert, 2000, oleh Achmad.
Achmad, (dalam Ashert, 2000)
Laporan PTK perlu didiseminasikan agar
nama penulis dikenal oleh orang banyak
guru lain terdorong melakukan PTK
penulis mendapat kredit dari laporan tersebut
hasil PTK diketahui oleh guru-guru lain
Jika guru ingin memasukkan Laporan PTK ke dalam sebuah jurnal ilmiah, hal
terpenting yang harus dikerjakan oleh guru adalah
mengirimkan laporan itu kepada redaksi
mengubah laporan PTK menjadi artikel
menanyakan alamat jurnal
memeriksa persyaratan untuk memasukkan tulisan
Laporan PTK dapat didiseminasikan melalui berbagai cara berikut, kecuali
Memajang laporan di dinding sekolah
Pertemuan guru-guru mata pelajaran
Seminar
Majalah pendidikan
