Font size
WorksheetsMK DESIGN THINKING
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 5mins
Abada merupakan seorang siswa yang sering meraih prestasi kejuaraan renang. Namun, pada saat pembelajaran IPA dia suka mengantuk dan tidak memperhatikan gurunya. Guru IPA tersebut memulai mencari solusi dengan design thinking dengan melakukan In Depht Interview secara empat mata. Hal ini yang membedakan metode penyelesaian masalah design thinking dengan metode lainnya yakni....
User-centered (berpusat pada pengguna)
Memilih sampel yang mewakili kelas
Sumber data berdasarkan survey
Berpusat pada masalah
Indikator keberhasilan penyelesaian masalah adalah masalah selesai
Tahapan design thinking yang prosesnya mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan dikumpulkan selama tahap berempati disebut …..
Define
Prototyping
Empathize
Testing
Ideate
Bu Septi merupakan seorang guru yang melakukan tindakan penyelesaian masalah proses pembelajaran, dengan merekam video pembelajaran untuk melihat secara detail hasil tindakan yang diberikan. Bu Septi menyimak video dengan memperhatikan respon peserta didik, apakah pada proses pembelajaran sudah berpusat pada peserta didik, mengidentifikasi karakteristik peserta didik selama proses pembelajaran. Pernyataan berikut yang sesuai dengan sikap design thiking, kecuali...
Bu Septi mengembangkan empati kepada peserta didik dengan mengamati video.
Bu Septi melakukan fase evaluasi lebih detail melalui video tersebut.
Bu Septi memiliki sikap eksperimentalis dengan mencoba hal baru lalu diamati melalui video tersebut.
Bu Septi memperhatikan video bertujuan melihat hal yang benar/salah dalam proses pembelajaran.
Fase-fase design thinking antara lain emphatize, define, ideate, prototype, dan test dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berbasis proyek. Integrasi fase design thinking dapat memberi dampak antara lain…
Meningkatkan sikap sosial emosional siswa, meningkatkan keterampilan siswa, pembelajaran berpusat pada siswa
Meningkatkan sikap sosial emosional siswa, meningkatkan keterampilan siswa, pembelajaran berpusat pada guru.
Pembelajaran menjadi tidak bermakna.
Meningkatkan kemampaun berpikir kritis siswa dan pembelajaran berpusat pada guru.
Dalam menyelesaikan masalah pembelajaran menggunakan design thinking tidak harus dijalankan berurutan. Perancang dapat mulai dari fase manapun dan mengulang fase sebelumnya, jika dirasa perlu harus dijalankan berurutan. Perancang dapat mulai dari fase manapun dan mengulang fase sebelumnya jika dirasa perlu. Pendekatan yang luwes ini memungkinkan perancang beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan situasi atau informasi baru yang berkaitan dengan rancangannya. Hal ini sesuai dengan paradigma guru baru yakni...
Berpikir kritis
Adaptive
Memiliki kemampuan sosial
Memiliki empati
Design thinking merupakan pendekatan untuk memecahkan masalah yang berpusat pada pengguna. Kebutuhan pengguna menjadi prioritas utama untuk menciptakan solusi. Design thinking dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran untuk pemecahan masalah. Terdapat tahapan dalam fase design thinking yaitu empathize, define, ideate, prototype dan testing. Simak pernyataan berikut yang termasuk ke dalam fase empathize adalah …
Mengidentifikasi masalah yang dialami peserta didik kemudian menyusun rancangan tujuan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran.
Merasakan pikiran, perasaan, atau keadaan yang sama dengan orang lain. Dalam tahap ini cara yang bisa dilakukan yakni menelaah atau mempelajari, menyelidiki, mengkaji, memeriksa, melihat suatu keadaan. Hal tersebut adalah tahap proses design thinking dalam tahap.
Merancang desain pembelajaran seperti perangkat pembelajaran, LKPD, media ajar, instrument penilaian.
Melakukan proses pemberlajaran di kelas sesuai dengan alur pembelajaran dalam perangkat pembelajaran.
Define
Ideate
Empathize Prototype
Testing
Perhatikan pernyataan berikut!
1. Guru membuat media ajar yang menarik seperti peta konsep, terintegrasi dengan games seperti ular tangga, couple card, PPT, video pembelajaran.
2. Guru bertanya kepada guru lain terkait karakteristik peserta didik dalam suatu kelas.
3. Guru melakukan pendekatan kepada peserta didik dengan menanyakan kesulitan apa yang dialami dalam mata pelajaran.
4. Peserta didik membuat alat peraga sistem pernapasan pada materi biologi.
Berdasarkan aktivitas diatas yang termasuk dalam fase design thinking pada tahap empathize ditunjukkan oleh nomor …
1.3
1.2
3.4
2.3
Pilihlah beberapa pernyataan berikut yang termasuk ke dalam fase design thinking pada tahap empathize …
Mahasiswa PPG Prajabatan melakukan kegiatan observasi lingkungan sekolah untuk membuat laporan observasi.
Mahasiswa PPG Prajabatan membuat media ajar berupa PPT materi pembelajaran.
Mahasiswa PPG Prajabatan berdiskusi dengan guru kelas terkait perangkat pembelajaran yang akan dibuat dalam proses pembelajaran di kelas.
Guru memberikan refleksi pembelajaran di pada akhir kegiatan pembelajaran.
Perhatikan peryataan berikut!
1. Perasaan duka dan belas kasihan atas kemalangan orang lain.
2. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami situasi dan perasaan orang lain.
3. Membangkitkan perasaan seperti pemahaman, penerimaan dan perhatian
4. Membangkitkan perasaan seperti kasih sayang, kesedihan.
Berdasarkan pernyataan di atas yang termasuk dalam tahap empathize ditunjukkan oleh nomor …
1.2
2.3
3.4
1.4
Ada beberapa tahap dalam design thinking. Tahap yang dianggap paling penting karena bertujuan untuk memberikan penjelasan potongan berbagai informasi, agar menjadi sebuah gagasan yang utuh dalam bentuk problem statement. Tahap ini juga sering disebut tahap sintesis yang merupakan fase….
Fase Emphatize
Fase Define
Fase Ideate
Fase Prototype
Fase Test
Untuk merumuskan tujuan dalam fase design thinking, maka hal yang perlu diperhatikan ialah sebagai berikut, Kecuali……
Memperjelas fokus atau arah dari rancangan.
Memperhatikan sasaran atau peserta didik.
Memancing jawaban atau ide yang kreatif.
Cukup sempat sehingga dapat dikelola dan memiliki batasan yang jelas.
Memberikan gambaran solusi yang tepat.
Menurut (Dam dan Siang, 2020) cara merumusakan design yang tepat ialah dengan menggunakan teknik menggabungkan pemahaman mengenai pengguna, kebutuhannya, dan insight temuan pada fase emphatize, teknik ini disebut…….
Point of View
Define
Specific insight
Berpusat pada pengguna
Perspektif pengamat
Memilah-milah informasi menjadi beberapa pion temuan.
Memunculkan ide pada fase ideate.
Menentukan design challenge pada fase define.
Melakukan tahap divergen dan konvergen.
Merancang projek inovasi.
Fase definie merupakan langkah kedua setelah fase emphtize dalam design thinking, fase ini bertujuan untuk…….
Membangun empati dengan pengguna.
Mengumpulkan ide-ide alternatif solusi.
Menentukan dan mencari solusi dari masalah.
Mendefinisikan ulang masalah dari informasi yang terkumpul.
Mengidentifikasi solusi dalam bentuk prototipe.
Pernyataan yang benar mengenai tahapan design thinking fase ideate yakni:
Mengumpulkan informasi yang telah kita buat dan kumpulkan selama tahap empathise.
Proses untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang dicoba untuk diselesaikan.
Bagaimana kita mengeksplorasi berbagai alternatif yang dapat menjadi solusi dari sebuah masalah/kebutuhan.
Menguji rancangan serta memperbaikinya dalam waktu singkat.
Berikut yang merupakan pencerminan dari tahapan fase Ideate ialah..
Melakukan depth interview pada peserta didik terkait keinginan untuk proses pembelajaran.
Menuliskan ide alternatif mengenai rancangan media pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Mengujikan rancangan kasar produk yang telah disusun pada peserta didik.
Mengumpulkan informasi yang didapatkan dari proses depth interview.
Pak Simon menemukan permasalahan yang dialami oleh peserta didiknya yakni Kelas 3, bahwa mereka mengeluhkan sulitnya menghafal dan cara menghitung perkalian dengan benar. Oleh karena itu, Pak Simon berinisiatif untuk membuat sebuah media pembelajaran yang dapat membantu permasalahan peserta didiknya. Ide yang memungkinkan, sesuai dengan keadaan atau kebutuhan peserta didiknya ialah...
Merancang media pembelajaran berbasis permainan sederhana dengan menggunakan benda konkret berupa stik berwarna.
Membuat powerpoint berupa Latihan soal.
Merancang media berupa garis bilangan yang kreatif.
Membuat media pembelajaran tangram
Disebuah kelas terdapat permasalahan, yakni peserta didik yang merasa pasif saat mengikuti pembelajaran dengan tercermin ketidak antusiasan dan malasnya bertanya pada guru. Berikut beberapa ide yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut:
1) Menerapkan aturan yaitu keharusan dalam bertanya.
2) Menerapkan model pembelajaran yang variatif seperti PBL, Discovery Learning serta PjBL.
3) Membuat media pembelajaran PowerPoint.
4) Merancang sebuah media pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Berdasarkan pernyataan di atas yang merupakan sebuah hasil dari fase Ideate ditunjukkan pada nomor …
1 dan 3
1 dan 2
2 dan 4
2 dan 3
Berlian pertama tahap konvergen
Berlian pertama tahap divergen
Berlian kedua tahap divergen
Berlian kedua tahap konvergen
Perhatikan pernyataan berikut!
1. Rendahnya realisme produk
2. Membutuhkan waktu lebih lama untuk diproduksi
3. Pengguna lebih fokus pada karakteristik dangkal dibandingkan konten
4. Menghilangkan kendali pengguna
Yang termasuk kelemahan prototipe akurasi tinggi adalah...
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 4
Perhatikan pernyataan berikut!
1. Rendahnya realisme produk
2. Membutuhkan waktu lebih lama untuk diproduksi
3. Pengguna lebih fokus pada karakteristik dangkal dibandingkan konten
4. Menghilangkan kendali pengguna
Yang termasuk kelemahan prototipe akurasi rendah adalah...
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 4
Perhatikan pernyataan berikut!
1. Belajar dengan melakukan
2. Menciptakan peluang yang kreatif
3. Memiliki preferensi terhadap
Pilihan tindakan Ketiga point tersebut merupakan...
Strategi fase ideate
Strategi peningkatan keterlibatan siswa dalam membuat prototipe
Prinsip panduan membuat prototipe
Tahapan pengembangan prototipe
Implikasi karakteristik design thinking dalam praktik di sekolah, salah satunya dilihat pada buku paket tematik yang memuat kata “Ayo renungkan”. Hal tersebut menunjukkan implikasi karakteristik design thinking pada aspek…
Responsif
Reflektif
Demokratis proses
Pemodelan
Pendekatan mix method
Tantangan penerapan design thinking pada pendidikan daerah khusus adalah…
Guru harus memahami budaya daerah khusus
Belum semua peserta didik mampu memfilter konten
Kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum
Kesulitan dalam memotivasi siswa
Kemampuan peserta didik belum tergambar jelas
Tantangan penerapan design thinking dengan prototype e-modul pada pembelajaran daring, kecuali..
Kesulitan dalam mengevaluasi kemajuan siswa
Belum semua peserta didik mampu menggunakan teknologi
Kesulitan dalam memotivasi siswa
Aksesibilitas keberbagai sumber daya pembelajaran
Menimbulkan kelelahan dalam pembelajaran
Tahapan design for change dimana peserta didik bersama-sama menerapkan solusi-solusi yang mereka ciptakan, juga bekerja bersama berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar adalah...
Feel
Imagine
Do
Share
Selama proses pembelajaran menggunakan Design for Change, peserta didik berkembang creative confidence yaitu….
Percaya diri atas ide mereka
Percaya diri memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk menciptakaan perubahan
Percaya diri ide mereka sangat inovatif
Percaya diri karena ide yang dihasilkan dapat diuji
Peserta didik melakukan kegiatan membuat pupuk kompos dari sisa sampah bahan – bahan organik. Kegiatan tersebut merupakan design for change pada tahap…
Feel
Imagine
Do
Share
Bu Giselle ingin menerapkan design thinking pada proses pembelajaran. Untuk efektivitas pembelajaran, terdapat penyerderhanaan metodologi design thinking yaitu Design For change yang terdiri dari 4 tahapan, yakni :
Feel, Imagine, Do, Share.
Ideate, emphatize, do, share.
Ideate, emphatize, do, share.
Feel, Imagine, do, test.
Bu Yuyun merupakan guru di sebuah SD di kelas 4. Di kelasnya bu Yuyun menjumpai peserta didik yang kerap tidak mengerjakan PR. Penerapan design thinking dalam hal ini yang dilakukan oleh Bu Yuyun sebagai langkah awal adalah ….
Mencari gagasan alternatif untuk dapat memotivasi peserta didik
Menguji rancangan media pembelajaran untuk dapat membantu pemahaman peserta didik
Menanyakan mengapa peserta didik melakukan hal tersebut dan apa yang ia rasakan
Mengumpulkan informasi permasalahan peserta didik
Sebagai seorang guru, berikut adalah pratik pembelajaran berkeadilan yang dapat kita terapkan dilingkungan kelas, kecuali...
Pembedaan perlakuan guru terhadap peserta didik
Guru mempromosikan sikap untuk saling menghargai
Guru mempelajari dan memahami karakteristik peserta didiknya
Penerapan pembelajaran tanggap budaya dan berbagai strategi pembelajaran
