NEW
Font size
WorksheetsDinamika Rotasi SMADA JAYA 23
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Sebuah silinder bermassa 5 kg dengan jari-jari 50 cm berada dalam celah lantai miring seperti ditunjukkan gambar. Sudut kemiringan salah satu sisi lantai adalah θ (tan θ = ¾). Jika silinder ditarik dengan gaya horizontal F = 90 N dan momen inersia relatif terhadap titik A adalah 2,0 kgm² , percepatan sudut sesaat silinder relatif terhadap titik A adalah....
3,0 rad/s²
3,5 rad/s²
4,0 rad/s²
4,5 rad/s²
5,0 rad/s²
Dua bola masing masing massanya m₁ = 2 kg dan m₂ = 3 kg di hubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar. Jika sistem bola diputar pada sumbu di titik a maka besar momen inersia sistem bola adalah….
0,24 kg.m²
0,27 kg.m²
0,30 kg.m²
0,31 kg.m²
0,35 kg.m²
Batang homogen bermassa m, dalam kondisi setimbang sepeti pada gambar. Dengan percepatan gravitasi g, besar torsi yang dialami tiang penumpu terhadap titik tancapnya, A adalah....
4 mgh
2 mgh
mgh
mgh/2
mgh/4
Gaya F₁ , F₂ , F₃ bekerja pada batang ABCD seperti pada gambar! Jika massa batang diabaikan, maka nilai momen gaya terhadap titik A adalah....
15 N.m
18 N.m
35 N.m
53 N.m
68 N.m
Sistem katrol sepeti pada gambar, katrol tanpa silinder pejal homogen yang dapat berotasi tanpa gesekan terhadap sumbunya yang tetap. Massa beban m1 = m, massa katrol M = 2m, massa beban m2 = 3 m dan diameter katrol d. Bila percepatan gravitasi g dan sistem bergerak tanpa pengaruh luar, percepatan sudut rotasi katrol sebesar....
2g/5d
3g/5d
4g/5d
6g/5d
g/d
Sebuah katrol dari sebuah pejal dengan tali yang dililitkan pada sisi luarnya ditampilkan seperti gambar. Gesekan katrol diabaikan. Jika momen inersia katrol I = β dan tali ditarik Dengan gaya tetap F maka nilai F setara dengan....
F = α. Β.R
F = α. Β².R
F = α. (Β.R)ˉ¹
F = α. Β.(R)ˉ¹
F = (α. Β)ˉ¹ .R
Balok m₁ = 3 kg dan balok m₂ = 4 kg dihubungkan dengan tali melalui sebuah katrol (momen inersia katrol I = MR² ) Seperti pada gambar. Massa katrol = 2 kg, jari – jari katrol R = 10 cm, dan percepatan gravitasi g = 10 m/s² . Kecepatan balok setelah bergerak sejauh 40 cm adalah....
1 m/s
√2 m/s
2 m/s
√6 m/s
4 m/s
Letak titik berat bangun bidang seperti pada gambar di samping dari sumbu X adalah....
4,5 cm
4,0 cm
3,5 cm
3,0 cm
2,0 cm
Benda bermassa M berbentuk silinder pejal/massif homogen dengan jari – jari R diliit dengan tali halus (massa tali diabaikan). Ujung tali dimatikan di titik tetap dan benda dibiarkan terjatuh berotasi seperti gambar. Dengan percepatan gravitasi g, besar tegangan tali pada sistem tersebut adalah....
Mg
2Mg/3
Mg/2
Mg/3
Mg/4
Sebuah katrol pejal bermassa (M) dan jari-jarinya (R) seperti pada gambar! Salah satu ujung tak bermassa dililitkan pada katrol,ujung tali yang tali di gantungi beban m kg percepatan sudut katrol (α), jika beban dilepas. Jika pada katrol ditempelkan plastisin A yang yang bermassa M, untuk menghasilkan percepatan sudut yang sama beban harus dijadikan….
3/4 m kg
3/2 m kg
2 m kg
3 m kg
4 m kg
Papan loncat serbamasa sepanjang 4 m bermasa 50 kg ditahan dua tempat A dan B seperti pada gambar. Jarak A dan jarak B adalah 0,5 m dan jarak B ke C adalah 3 m. Seorang peloncat indah meloncat dan ujung papan loncat di titik C dengan menjejakan kakinya 1.000 N (papan diangap tegar). Gaya yang diberikan penahan di titik A pada saat peloncat indah tersebut menjejakan kakinya ke papan loncat adalah....
8,0 kN
7,5 kN
7,0 kN
6,5 kN
6,0 kN
Pada sistem kesetimbangan benda tegar seperti pada gambar tersebut, batang A homogen dengan panjang 80 cm beratnya 18N pada ujung B digantung beban yang beratnya 30 N. Batang ditahan oleh tali BC jika jarak AC = 60 cm , tegangan pada tali adalah….
36 N
48 N
50 N
65 N
80 N
Sumbu kedua roda muka dan sumbu kedua roda belakang sebuah truk yang bermasa 1.500 kg berjarak 2m. Pusat massa truk 1,5 m di belakang roda muka. Diandaikan bahwa percepatan gravitasi bumi 10 m/s² beban yang dipikul oleh kedua roda muka truk itu sama dengan……
1.250N
2.500N
3.500N
3.750N
6.250N
Sebuah benda berbentuk silinder berongga (I = mR² ) bergerak menggelinding tanpa tergelincir mendaki bidang miring kasar dengan kecepatan awal 10 m.sˉ¹ , bidang miring itu mempunyai sudut elevasi α dengan tan α = 0,75. Jika gravitasi g = 10 m.sˉ² dan kecepatan benda itu berkurang menjadi 5 m.sˉ¹ maka jarak pada bidang miring yang ditempuh benda tersebut adalah….
12,5 m
10 m
7,5 m
5,0 m
2,5 m
Batang tak bermasa yang panjangnya 2R dapat berputar di sekitar sumbu vertikal melewati pusatnya seperti yang di tunjukan oleh gambar. Sistem berputar dengan kecepatan sudut ω ketika kedua masa m berjarak sejauh R dari sumbu. Masa secara simultan ditarik sejauh R/2 mendekati sumbu oleh gaya yang arah nya sepanjang batang. Kecepatan sudut baru sistem sebesar....
ω/4
ω/2
ω
2ω
4ω
Sebuah tangga homogen dengan panjang L diam bersandar pada tembok yang licin di atas lantai yang kasar dengan koefisien gesekan statis antara lantai dan tangga adalah μ. Jika tangga membentuk sudut θ tepat saat akan tergelincir, besar sudut θ adalah….
θ=Lμ
tan θ = 2μ
tan θ=2μ1
sin θ=μ1
cos θ = μ
Sebuah batang yang diabaikan massanya dipengaruhi tiga buah gaya (seperti gambar). FA = FC = 10 N, dan FB = 20 N. Jika jarak AB = BC = 20 cm maka besar momen gaya bidang terhadap titik A adalah….
2 N.m
4 N.m
6 N.m
8 N.m
10 N.m
Tiga gaya F1 , F2 , dan F3 bekerja pada batang seperti pada gambar berikut. Jika massa batang diabaikan dan panjang batang 4 m, maka nilai momen gaya terhadap sumbu putar di titik C adalah….
12 N.m
8 N.m
6 N.m
2 N.m
Nol
Letak koordinat titik berat benda homogen terhadap titik 0 pada gambar berikut adalah….
(4 53; 3 53)
(4 31 ; 3 53)
(4 31 ; 3)
(3 31 ; 4 31)
(3 ; 3 32)
Gambar berikut adalah susunan benda pejal homogen terdiri dari silinder pejal dan kerucut pejal. Koordinat titik berat susunan benda terhadap titik O adalah….
(0 ; 20) cm
(0 ; 20,5) cm
(0 ; 25) cm
(0 ; 35) cm
(0 ; 50) cm
Sebuah cakram yang memiliki jari-jari 20 cm berputar pada sebuah poros mendatar. Pada cakram sekelilingnya dililitkan seutas tali yang ujung talinya ditarik dengan gaya tetap sebesar 10 N. Maka besar momen gaya pada cakram adalah....
0,5 Nm
2 Nm
4 Nm
0,3 Nm
5 Nm
Perhatikan gambar berikut ini!
Diketahui tiga buah partikel dengan massa 2m, 3m, dan 4m dipasang pada ujung kerangka yang massanya diabaikan. Sistem terletak pada bidang xy. Jika sistem diputar terhadap sumbu y, maka momen inersia sistem adalah....
1,5ma³
4a
3m
6ma²
-5ma
Sebuah batang PQ memiliki massa 3 kg diputar melalui titik P memiliki momen inersianya 10 kg.m² . Jika diputar melalui titik pusat O (PO = OQ), maka momen inersianya menjadi....
2,5 kgm²
2 kgm²
5 kgm²
3,2 kgm²
3 kgm²
Suatu sistem bekerja pada batang PQRS dengan gaya F1 , F2 , F3 , dan F4 . Perhatikan gambar berikut: Jika massa batang diabaikan, maka nilai momen gaya terhadap titik P adalah....
100 Nm
28 Nm
87 Nm
60 Nm
52 Nm
Sebuah gaya dengan lengan momen terhadap satu titik poros. Besar momen yang dilakukan gaya F terhadap titik poros 30 Nm. Vektor i dan j berturut-turut adalah vektor satuan yang searah sumbu x dan sumbu y pada koordinat kartesian, maka nilai a adalah....
1,5
-7,5
7
5,3
-5
Sebuah benda berotasi dengan momen inersia 2 x 10ˉ³ kg m² dan kecepatan sudut awal 6 rad/s. Untuk membuat benda tersebut berhenti dalam selang waktu 1,5 sekon, maka besar momen gaya yang harus dikerjakan adalah....
7 x 10ˉ³ Nm
6 x 10ˉ² Nm
8,5 x 10ˉ³ Nm
8 x 10ˉ³ Nm
10ˉ⁵ Nm
Sebuah partikel memiliki massa 0,5 gram bergerak melingkar dengan kecepatan sudut tetap 8 rad/s dan jari-jari lintasan partikel 2 cm, maka momentum sudut partikel itu adalah....
1,6 x 10ˉ⁸ kg m²/s
1,6 x 10ˉ⁶ kg m²/s
1,6 x 10ˉ¹⁰ kg m²/s
1,6 x 10ˉ¹² kg m²/s
1,6 x 10ˉ⁴ kg m²/s
Terdapat sebuah cakram yang momen inersianya I₁ = 18 kgm² berputar dengan kecepatan sudut ω₁ = 30 rad/s. Kemudian cakram kedua mula-mula diam dengan momen inersia I₂ = 2 kgm² digabungkan pada sumbu yang sama dengan cakram pertama. Maka kecepatan sudut cakram kedua (ω₂ ) sekarang adalah....
27 rad/s
25 rad/s
30 rad/s
32 rad/s
55 rad/s
Di atas panggung yang licin seorang penari berputar dengan tangan terentang. Kecepatan sudut penari adalah 2,5 putaran persekon dan momen inersianya 4 kgm². Kemudian kedua tangannya dilipat menyilang di dadanya. Pasangan dari kecepatan sudut dan momen inersia yang mungkin pada kondisi tersebut adalah....
ꞷ = 1 putaran/s
I = 10 (kg.m²)
ꞷ = 2 putaran/s
I = 5,0 (kg.m²)
ꞷ = 3 putaran/s
I = 3,3 (kg.m²)
ꞷ = 4 putaran/s
I = 2,5 (kg.m²)
ꞷ = 5 putaran/s
I = 20 (kg.m²)
Diketahui sebuah silinder pejal dengan massa a dan berjari-jari p bergerak menggelinding dengan kelajuan s. Maka energi kinetik totalnya adalah .… joule.
41as2
32as2
45as2
21as2
43as2
Sebuah silinder pejal (I = ½ mr² ) dilepaskan tanpa kecepatan awal dari puncak suatu bidang miring yang kasar tanpa slip dengan kemiringan membuat sudut α terhadap bidang horizontal. Jika percepatan gravitasi g maka silinder tersebut akan....
Menggelinding dengan percepatan g sin α
Menggelinding dengan percepatan ½ g sin α
Menggelinding dengan percepatan ³/₂ g sin α
Meluncur dengan percepatan ½ g sin α
Meluncur dengan percepatan g sin α
Sebuah piringan berbentuk silinder pejal homogen mula-mula berputar pada porosnya dengan kecepatan sudut 12 rad/s. Bidang piringan sejajar bidang horizontal. Massa dan jari-jari piringan 0,8 kg dan 0,4 m. Di atas piringan diletakkan cincin yang mempunyai massa 0,8 kg dan jari-jari 0,2 m. Pusat cincin tepat di atas pusat piringan, maka piringan dan cincin akan bersama-sama berputar dengan kecepatan sudut....
0,5 rad/s
2 rad/s
4 rad/s
6 rad/s
8 rad/s
Bola pejal digelindingkan tanpa slip pada bidang miring yang memiliki sudut kemiringan a dengan percepatan gravitasi g. Maka percepatan linear bola tersebut adalah....
73gsinα
75gsinα
35gsinα
71gsinα
51gsinα
Perhatikan gambar berikut ini!
Berdasarkan gambar di atas balok PQ = 6 m, QX = 2 m, berat balok 90 N, dan X adalah titik berat balok. Maka berat beban R adalah....
100 N
80 N
60 N
95 N
75 N
Sebuah batang PQ homogen memiliki panjang 10 m, berat 120 N bersandar pada dinding vertikal licin di Q dan bertumpu pada lantai horizontal di P yang kasar. Batang membentuk sudut 300 di P. Jika batang tepat akan menggeser, maka besar koefisien gesekan di P adalah....
213
313
212
233
312
Benda tegar adalah benda yang tidak mengalami perubahan akibat pengaruh gaya, yaitu tidak berubah dalam hal....
Warna dan wujud
Bentuk dan warna
Bentuk dan volume
Kecepatan dan volume
Percepatan dan bentuk
Pasangan dua gaya sejajar yang sama besar dan berlawanan arah disebut....
Momen gaya
Kopel
Inersia
Vektor
Vektor gaya
Sebuah partikel memiliki massa 500 gram berada 40 cm dari pusat rotasi. Maka momen inersia partikel tersebut adalah....
0,08 kg.m²
0,06 kg.m²
0,1 kg.m²
0,12 kg.m²
1,06 kg.m²
Sebuah silinder pejal dengan massa 0,8 kg, panjang 0,4 m, dan berputar melalui sumbunya. Maka momen inersia silinder pejal tersebut adalah....
0,05 kg.m²
0,02 kg.m²
1,1 kg.m²
0,01 kg.m²
1,02 kg.m²
Momen inersia seorang penari balet ketika kedua lengannya terlentang adalah 6 kg.m² dan berputar dengan kelajuan 4 putaran/s. Pada saat kedua tangan merapat ke tubuh momen inersianya 3 kg.m² . Kelajuan putaran penari balet pada saat kedua lengan merapat adalah....
4 putaran/s
6 putaran/s
8 putaran/s
10 putaran/s
12 putaran/s
