Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL SPK

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.
Regulasi yang mengatur tentang perlindungan anak adalah...
a)
A. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009
b)
B. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011
c)
C. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014
d)
D. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1997
2.
Salah satu alat yang dapat digunakan oleh TKS dalam memahami silsilah keluarga penerima manfaat adalah :
a)
A. Telegram
b)
B. Genogram
c)
C. Ecomap
d)
D. Time Lines
3.
Pengalihan penerima manfaat (klien) antar Tenaga Kesejahteraan Sosial/Pekerja Sosial dalam lembaga sosial yang sama disebut :
a)
A. Transformasi
b)
B. Transaksi
c)
C. Transisi
d)
D. Transfer
4.
Penanganan fakir miskin adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pemberdayaan, pendampingan, serta fasilitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara
a)
A. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2011
b)
B. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2010
c)
C. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2009
d)
D. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2008
5.
Untuk menjaga identitas dan hasil pengungkapan masalah penerima manfaat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, disebut …...
a)
A. Acceptance
b)
B. Individualization
c)
C. Self Determination
d)
D. Confidentiality
6.
Kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial, ekonomi maupun politik adalah pengertian dari:
a)
A. Kelompok Adat Terpencil
b)
B. Masyarakat Ekonomi
c)
C. Komunitas Adat terpencil
d)
D. Suku Adat Terpencil
7.
Dalam mengevaluasi proses intervensi yang melibatkan berbagai profesi lain, termasuk pekerja sosial, menggunakan teknik :
a)
A. Diskusi kasus
b)
B. Konferensi kasus (Case Conference)
c)
C. Studi kasus
d)
D. Wawancara mendalam
8.
Dibawah ini adalah asas dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, kecuali…
a)
A. Kesetiakawanan
b)
B. Keadilan
c)
C. Partisipasi
d)
D. Sosial
9.
Seseorang yang bekerja, baik di lembaga pererintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan keperdulian dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial   yang diperoleh melalui pelatihan, dan/atau pengalaman praktek untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial, disebut :
a)
A. Tenaga Kesejahteraan Sosial
b)
B. Pekerja Sosial Profesional
c)
C. Pekerja Sosial
d)
D. Relawan Sosial
10.
Tenaga Kesejahteraan Sosial harus memahami dan mengetahui kebutuhan anak yang berkebutuhan khusus, tujuannya adalah :
a)
A. Agar mudah memberikan hukuman kepada mereka
b)
B. Agar mampu memahami dan memberikan pelayanan yang sesuai
c)
C. Agar mudah memberikan semua kebutuhan yang diperlukan mereka
d)
D. Agar lebih menyayangi dan mengasihi mereka
11.
Lembaga negara yang memiliki mandat mengawal dan mengawasi perlindungan anak adalah :
a)
a. YKAI
b)
b. KNPPA
c)
c. Komnas Anak
d)
d. KPAI
12.
Pendekatan pekerjaan sosial yang tujuannya untuk memberikan penguatan dan membantu penerima manfaat (klien) dan keluarganya secara individu untuk keluar dari masalah yang dihadapinya dan berfungsi sosial secara baik, dikenal dengan istilah ......
a)
A. Social Individualization
b)
B. Social Case Work
c)
C. Social Group Work
d)
D. Social empowerment
13.
Pemerintah melakukan program kepada rumah tangga sangat miskin untuk anak usia sekolah, anak balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas melalui…
a)
A. Program bantuan tunai bersyarat
b)
B. Program bantuan tunai
c)
C. Program bantuan berjenjang
d)
D. Program bantuan jaminan
14.
Berikut ini peran tenaga kesejahteraan sosial di dalam masyarakat yaitu…
a)
A. Penghubung, fasilitator, penyalur dan informasi
b)
B. Fasilitator, pembentuk opini, evaluator dan elaborator
c)
C. Menyediakan informasi di tingkat lokal, melakukan sosialisasi kepada masayarakat tentang PMKS, memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat
d)
D. Pencatat, pendamping, fasilitator dan konsultan
15.
Mencegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal adalah maksud dari…
a)
A. Pemberdayaan Sosial
b)
B. Rehabilitasi Sosial
c)
C. Perlindungan Sosial
d)
D. Pelayanan Sosial
16.
Kemiskinan, kejahatan, pelacuran, kecanduan, alkoholisme, perjudian dan tingkah laku yang berkaitan dengan semua peristiwa tadi, merupakan gejala dari:
a)
A. Penyakit sosial
b)
B. Masalah sosial
c)
C. Norma sosial
d)
D. Anti Sosial
17.
Tahap awal yang merupakan tahap yang sangat penting dilakukan dalam melakukan proses pertolongan terhadap penerima disebut :
a)
A. Tahap terminasi
b)
B. Tahap asesmen
c)
C. Tahap intervensi
d)
D. Tahap registrasi
18.
Sumber daya Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial meliputi :
a)
A. Sumber daya manusia
b)
B. Sumber daya manusia, sarana dan prasarana
c)
C. Sumber daya manusia dan sumber pendanaan
d)
D. Sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sumber pendanaan
19.
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditujukan kepada :
a)
A. Pemerintah dan swasta
b)
B. Keluarga, Lembaga Swadaya Masyarakat dan pemerintah
c)
C. Perorangan, keluarga, kelompok dan/ atau masyarakat
d)
D. Anak jalanan, anak yang berkebutuhan khusus, anak yang berhadapan dengan hukum
20.
Berikut ini adalah beberapa Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), kecuali…
a)
A. Anak Terlantar
b)
B. Anak Jalanan
c)
C. Anak dengan Kedisabilitasan
d)
D. Anak Putus Sekolah
21.
Berikut adalah prinsip-prinsip umum dalam membantu penerima manfaat kecuali :
a)
A. Prinsip penerimaan (the principle of acceptance)
b)
B. Prinsip tidak menilai (the principle of non-judgemental)
c)
C. Prinsip individualisasi (the principle of individualization)
d)
D. Prinsip relasi (the principle of relation)
22.
Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial jatuh pada tanggal…
a)
A. 1 Desember
b)
B. 20 Desember
c)
C. 23 Juli
d)
D. 29 Mei
23.
Evaluasi pelaksanaan intervensi berkaitan dengan kegiatan :
a)
A. Menilai kegagalan klien dalam memenuhi kebutuhannya
b)
B. Mencari siapa yang salah dalam pencapaian tujuan
c)
C. Mengolah hasil yang berbeda dalam pencapaian tujuan
d)
D. Membandingkan tujuan yang ditetapkan dengan hasil yang dicapai
24.
Setiap orang/ keluarga memiliki keterbatasan akan potensi dan kemampuannya, sebagai pendamping harus dapat memperhatikan salah satu prinsip:
a)
A. Self determination
b)
B. Self actualization
c)
C. Non judgemental
d)
D. Individualization
25.
Pengalihan penanganan penerima manfaat (klien) dari lembaga sosial yang satu kepada lembaga sosial lain yang dibutuhkan disebut : 
a)
A. Represi
b)
B. Rekreasi
c)
C. Referal
d)
D. Remedial
26.
Undang - Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 53 ayat 2, menyebutkan bahwa Perusahaan Swasta, wajib mempekerjakan paling sedikit :
a)
A. 1% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja
b)
B. 2% (satu persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja
c)
C. 3% (satu persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja
d)
D. 4% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja
27.
Persetujuan dari orang tua/wali dalam memberikan tindakan pelayanan kepada seorang anak yang dibantu tidak diperlukan, karena alasan berikut ini :
a)
A. Belum diketahui orangtuanya sementara anak perlu segera dibantu
b)
B. Anak sudah usia remaja
c)
C. Menyangkut kerahasiaan anak
d)
D. Semuanya salah
28.
Dilihat dari sifatnya, kebijakan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Tunai Langsung, PNPM dll yang digulirkan untuk kepentingan kelompok tertentu tanpa menuntut adanya konstribusi masyarakat dalam pembiayaan dikategorikan sebagai
a)
A. Bantuan Sosial
b)
B. Perlindungan Sosial
c)
C. Jaminan Sosial
d)
D. Asuransi Sosial
29.
Memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar adalah maksud dari…
a)
A. Pemberdayaan Sosial
b)
B. Rehabilitasi Sosial
c)
C. Perlindungan Sosial
d)
D. Pelayanan Sosial
30.
Beberapa teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi ABK misalnya teknik observasi, wawancara dan tes sederhana. Selain itu ada cara lain yang dapat digunakan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial untuk mengidentifikasi ABK, yaitu memiliki kemampuan :
a)
A. Menguasai materi tentang ABK
b)
B. Telah lulus sertifikasi Tenaga Kesejahteraan Sosial
c)
C. Menguasai berbagai teknik dan metode Pekerjaan Sosial.
d)
D. Mempunyai wawasan yang memadai tentang ABK, memiliki kepekaan dan perhatian tentang perilaku anak
31.
Apabila terjadi kasus ketidak jelasan asal usul anak, lembaga Kesejahteraan Sosial Anak harus bekerja sama dengan instansi/Dinas Sosial untuk mencari keluarga pengganti yaitu melalui sistem:
a)
A. Orang tua asuh (fostering)
b)
B. Perwalian (guardianship)
c)
C. Pengankatan anak (adopsi)
d)
D. Jawaban a, b, c, benar
32.
Undang - Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, menyebutkan, menyebutkan ragam Penyandang Disabilitas, kecuali:
a)
A. Penyandang Disabilitas Fisik
b)
B. Penyandang Disabilitas Mental
c)
C. Penyandang Disabilitas Sensorik
d)
D. Penyandang Disabilitas Motorik
33.
Fungsi pengasuhan anak berbasis masyarakat diantaranya:
a)
A. Pemberian kasih sayang yang seharusnya didapat dari keluarga
b)
B. Penanaman nilai-nilai dan norma kehidupan
c)
C. Jawaban a dan b salah
d)
D. Jawaban a dan b benar
34.
Peraturan Menteri Sosial yang mengatur tentang Pedoman Pendataan Dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dan Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial adalah…
a)
A. Peraturan Menteri Sosial No. 08 Tahun 2012
b)
B. Peraturan Menteri Sosial No. 30 Tahun 2011
c)
C. Peraturan Menteri Sosial No. 184 Tahun 2011
d)
D. Peraturan Menteri Sosial No. 77 Tahun 2010
35.
Sikap Orang tua yang memberikan kontribusi kepada kepada pengembangan kepribadian yang sehat, yaitu :
a)
A. Over Discipline
b)
B. Acceptance
c)
C. Domination
d)
D. Permissiveness
36.
Tahap awal yang merupakan tahap yang sangat penting dilakukan dalam melakukan proses pertolongan terhadap klien disebut :
a)
A. Tahap pengumpulan data
b)
B. Tahap asesmen
c)
C. Tahap treatment
d)
D. Tahap Analisa Dini
37.
Seseorang yang bekerja, baik di lembaga pererintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan keperdulian dalam pekerjaan sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan/ pengalaman praktek pekerjaan sosial untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial, disebut:
a)
A. Tenaga Kesejahteraan Sosial
b)
B. Pekerja Sosial Profesional
c)
C. Pekerja Sosial
d)
D. Relawan Sosial
38.
Salah satu alat wawancara yang dapat digunakan oleh TKS dalam memahami silsilah keluarga penerima manfaat adalah:
a)
A. Genogram
b)
B. Biogram
c)
C. Ecomap
d)
D. Time Lines
39.
Undang - Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, menyebutkan, menyebutkan ragam Penyandang Disabilitas, kecuali:
a)
A. Penyandang Disabilitas fisik
b)
B. Penyandang Disabilitas mental
c)
C. Penyandang Disabilitas sensorik
d)
D. Penyandang Disabilitas Motorik
40.
Pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana dinamakan:
a)
A. Asimilasi
b)
B. Diversi
c)
C. Restorative
d)
D. Remisi
41.
Peran TKS yang menghubungkan sistem sumber anak asuh kepada tenaga ahli disebut...
a)
A. Enabler
b)
B. Edukator
c)
C. Broker
d)
D. Motivator
42.
Kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya, disebut:
a)
A. Keadilan sosial
b)
B. Kesejahteraan sosial
c)
C. Perlindungan sosial
d)
D. Kehidupan sosial
43.
Dibawah ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi atau pengukuran terhadap hasil dari perubahan individual dari anggota kelompok, kecuali:
a)
A. Behavioral Counts
b)
B. Goal Attainment Scaling
c)
C. Goal Attainment Scaling
d)
D. Self Assessment
44.
Teknik pengumpulan data yang biasa digunakan oleh TKS dalam proses pengungkapan masalah :
a)
A. Wawancara, observasi, studi dokumentasi
b)
B. Spekulasi, studi dokumentasi, studi banding
c)
C. Observasi, interogasi, wawancara
d)
D. Interogasi, studi dokumentasi, studi banding
45.
Keputusan dalam menempatkan anak di lembaga Kesejahteraan Sosial Anak harus didasarkan pada :
a)
A. Keluarga miskin
b)
B. Anak tersebut tidak ada bapak atau ibunya
c)
C. Hasil assesmen tentang masalah yang dialami anak dan keluarga
d)
D. Anak tersebut sering meninggalkan rumah
46.
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ditujukan kepada :
a)
A. Pemerintah dan swasta
b)
B. Pemerintah dan swasta
c)
C. Perorangan, keluarga, kelompok dan/ atau masyarakat
d)
D. Anak jalanan, anak yang berkebutuhan khusus, anak yang berhadapan dengan hukum
47.
Yang termasuk dalam komponen Kesejahteraan Sosial dalam penentuan peserta PKH yaitu:
a)
A. Disabilitas berat dan anak jalanan
b)
B. Disabilitas berat dan pengemis
c)
C. Disabilitas berat dan lanjut usia 70 tahun ke atas
d)
D. Disabilitas berat dan korban NAPZA
48.
Tujuan utama penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah membuat individu, kelompok atau masyarakat menjadi ......
a)
A. Berfungsi Sosial
b)
B. Sehat
c)
C. Berdaya
d)
D. Cerdas
49.
Semua jenis pelayanan pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangan dari pelayanan pendidikan terintegrasi terhadap ABK adalah:
a)
A. Mendapat perlakuan/perhatian yang lebih intensif karena para guru disiapkan khusus untuk melayani mereka
b)
B. Menghayati dunia yang sama dengan anak normal, demikian juga anak normal akan mendapat kesempatan untuk menghayati keanekaragaman dalam hidup
c)
C. Keinginan untuk bersaing mungkin lebih tinggi karena para ABK merasa mempunyai kemampuan setara sehingga kesempatan untuk unggul akan semakin terbuka
d)
D. Setiap anak diakui sebagai bagian dari anak-anak lain yang ada dalam satu sekolah
50.
Kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya, disebut :
a)
A. Keadilan sosial
b)
B. Kesejahteraan sosial
c)
C. Perlindungan sosial
d)
D. Kehidupan sosial
51.
Kampung Pedongkelan merupakan salah satu kantong anak jalanan terbesar di Jakarta Timur yang sebagian anaknya bekerja di jalan. Untuk merubah agar anak tidak mengamen dan rajin bersekolah, Johan (Sakti Peksos) menggunakan metode bimbingan sosial kelompok (group work). Johan melibatkan Hasan sebagai role model, yaitu anak yang tidak pernah mengamen dan selalu mendapatkan rangking di kelasnya. Secara berkala Johan melakukan evaluasi untuk menilai perubahan yang dicapai. Tehnik yang digunakan oleh Johan dengan melibatkan Hasan disebut:
a)
a. Tehnik Konfrontasi
b)
b. Tehnik Interpretasi
c)
c. Tehnik Positive deviance
d)
d. Tehnik Atribusi
52.
Kompetensi umum dari profil analis kebijakan sosial adalah melakukan penelitian dan analisis kebijakan sosial, melalui sub-sub kompetensi sebagai berikut:
a)
a. Memahami aspek hukum dan proses legal yang terkait dengan perlindungannya
b)
b. Menginformasikan berbagai masalah sosial aktual kepada public dan menyampaikan berbagai alternatif pemecahannya
c)
c. Mengidentifikasi factor-faktor resiko (fisik, sosial interna) akibat kesalahan pelayanan (maltreatment)
d)
d. Semua benar
53.
Ibu SRT berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Pekerjaannya sebagai pengamen dan suaminya berasal dari Sudagaran, Yogyakarta, bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu STR sekeluarga tinggal di Jlagran kurang lebih 7 tahun dengan mengontrak satu kamar dengan harga Rp 5000/hari. Pasangan suami-istri ini dikaruniai 4 anak. Yang bernama NA duduk di sekolah dasar, TA belum sekolah, PD belum sekolah dan RN yang baru berusia 2 tahun. Ibu STR mengamen setiap hari mulai dari jam 4 sore sampai jam 6 sore. Pekerjaan ini dilakukan atas kehendak ibu STR sendiri, meskipun suaminya juga mengijinkan karena penghasilan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak. Pada awalnya, ibu STR mengamen sendirian, lama-kelamaan mengajak anak sulungnya yang bernama NA untuk ikut serta. Menurut pengakuan NA, jika ia tidak mengamen langsung dimarahi oleh ibunya kemudian NA juga di hajar dengan dicubit, dipukuli pada pundak kanan-kiri dan sebagainya. Semua uang hasil mengamen NA disimpan oleh ibunya karena khawatir kalau disimpan bapaknya bias digunakan untuk mabuk.Dari kasus di atas pola asuh orang tua termasuk….
a)
a. Permisif
b)
b. Otoriter
c)
c. Appeasers
d)
d. Temporizer
54.
Ibu SRT berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Pekerjaannya sebagai pengamen dan suaminya berasal dari Sudagaran, Yogyakarta, bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu STR sekeluarga tinggal di Jlagran kurang lebih 7 tahun dengan mengontrak satu kamar dengan harga Rp 5000/hari. Pasangan suami-istri ini dikaruniai 4 anak. Yang bernama NA duduk di sekolah dasar, TA belum sekolah, PD belum sekolah dan RN yang baru berusia 2 tahun. Ibu STR mengamen setiap hari mulai dari jam 4 sore sampai jam 6 sore. Pekerjaan ini dilakukan atas kehendak ibu STR sendiri, meskipun suaminya juga mengijinkan karena penghasilan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak. Pada awalnya, ibu STR mengamen sendirian, lama-kelamaan mengajak anak sulungnya yang bernama NA untuk ikut serta. Menurut pengakuan NA, jika ia tidak mengamen langsung dimarahi oleh ibunya kemudian NA juga di hajar dengan dicubit, dipukuli pada pundak kanan-kiri dan sebagainya. Semua uang hasil mengamen NA disimpan oleh ibunya karena khawatir kalau disimpan bapaknya bias digunakan untuk mabuk. Sebagai tenaga kesejahteraan sosial langkah apa yang Anda lakukan untuk menolong anak…
a)
a. Mengembangkan jaringan dan koordinasi
b)
b. Melakukan monitoring dan evaluasi
c)
c. Melakukan komunikasi dan informasi
d)
d. Melakukan bimbingan dan penyuluhan social
55.
Ibu SRT berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Pekerjaannya sebagai pengamen dan suaminya berasal dari Sudagaran, Yogyakarta, bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu STR sekeluarga tinggal di Jlagran kurang lebih 7 tahun dengan mengontrak satu kamar dengan harga Rp 5000/hari. Pasangan suami-istri ini dikaruniai 4 anak. Yang bernama NA duduk di sekolah dasar, TA belum sekolah, PD belum sekolah dan RN yang baru berusia 2 tahun. Ibu STR mengamen setiap hari mulai dari jam 4 sore sampai jam 6 sore. Pekerjaan ini dilakukan atas kehendak ibu STR sendiri, meskipun suaminya juga mengijinkan karena penghasilan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak. Pada awalnya, ibu STR mengamen sendirian, lama-kelamaan mengajak anak sulungnya yang bernama NA untuk ikut serta. Menurut pengakuan NA, jika ia tidak mengamen langsung dimarahi oleh ibunya kemudian NA juga di hajar dengan dicubit, dipukuli pada pundak kanan-kiri dan sebagainya. Semua uang hasil mengamen NA disimpan oleh ibunya karena khawatir kalau disimpan bapaknya bias digunakan untuk mabuk.Dari kasus di atas program bantuan pemerintah yang tepat untuk menolong adalah…
a)
a. PKSA
b)
b. IPWL
c)
c. PKK
d)
d. PKH
56.
A usianya baru genap 10 tahun, tapi ia sudah harus bekerja menghidupi 3 orang adik dan ibunya. Ia mau tak mau rela menghentikan impiannya untuk mengenyam pendidikan yang layak. Siang itu, ia sedang menatap anak lain sebayanya yang ramai-ramai pulang sekolah, sedangkan dirinya hanya terpaku sambil menjajakan tisu di depan sekolah.Dari kasus di atas hak anak yang tidak terpenuhi adalah….
a)
a. Hak atas persamaan dan hak atas pendidikan
b)
b. Hak atas bermain dan hak atas rekreasi
c)
c. Hak untuk memiliki nama dan hak atas makanan
d)
d. Hak atas kesehatan dan hak atas perlindungan
57.
Dalam kasus di atas tugas pertama yang dilakukan tenaga kesejahteraan sosial adalah…
a)
a. Melaksanakan dan/atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial
b)
b. Melakukan pemetaan sosial berupa data PMKS dan PSKS dan/atau data dan informasi
c)
c. Melakukan kegiatan penyuluhan dan bimbingan sosial
d)
d. Mengembangkan partisipasi sosial masyarakat dan jejaring kerja
58.
Y anak umur 14 tahun hanya bisa berdiam diri. Warga blok Pareman, RT 01/RW 04, kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, kota Bandung ini, sesekali hanya menggerakan tubuhnya mengikuti alunan musik dangdut di televisi. Sering mengamuk menjadikan alasan A dan R sebagai orang tua Y terpaksa harus mengurung anak pertamanya. Y di vonis mengalami gangguan kejiwaan sejak dirinya menginjak umur 3 tahun. Mesti tak tega, kedua orang tuanya terpaksa harus “memenjarakan” Y, karena Y kerap mengamuk. Bahkan mereka kerap mendapat laporan dari teman-teman sebayanya jika Y, kerap memukul, menggigit hingga menarik rambut temannya.R sebagai ibu, tidak mengetahui penyebab pasti anaknya mengalami gangguan jiwa. Namun dirinya mengungkapkan pada usia 2,5 tahun, Y mengalami kejang-kejang dan sempat mengalami koma 1,5 bulan saat di bawa ke rumah sakit. Setelah berobat muncul keanehan Y jadi pribadi yang agresif dan sering memukuli teman-temanya.Sedangka A sebagai ayah membuatkan kamar berukuran 2x2 meter untuk Y beristirahat. Kamar yang terbuat dari teralis besi menjadi arena bermain Y sehari-hari.Dari kasus di atas pola asuh orang tua termasuk….
a)
a. Permisif
b)
b. Otoriter
c)
c. Appeasers
d)
d. Temporizer
59.
Y anak umur 14 tahun hanya bisa berdiam diri. Warga blok Pareman, RT 01/RW 04, kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, kota Bandung ini, sesekali hanya menggerakan tubuhnya mengikuti alunan musik dangdut di televisi. Sering mengamuk menjadikan alasan A dan R sebagai orang tua Y terpaksa harus mengurung anak pertamanya. Y di vonis mengalami gangguan kejiwaan sejak dirinya menginjak umur 3 tahun. Mesti tak tega, kedua orang tuanya terpaksa harus “memenjarakan” Y, karena Y kerap mengamuk. Bahkan mereka kerap mendapat laporan dari teman-teman sebayanya jika Y, kerap memukul, menggigit hingga menarik rambut temannya.R sebagai ibu, tidak mengetahui penyebab pasti anaknya mengalami gangguan jiwa. Namun dirinya mengungkapkan pada usia 2,5 tahun, Y mengalami kejang-kejang dan sempat mengalami koma 1,5 bulan saat di bawa ke rumah sakit. Setelah berobat muncul keanehan Y jadi pribadi yang agresif dan sering memukuli teman-temanya.Sedangka A sebagai ayah membuatkan kamar berukuran 2x2 meter untuk Y beristirahat. Kamar yang terbuat dari teralis besi menjadi arena bermain Y sehari-hari. Dari kasus di atas hak anak yang tidak terpenuhi adalah….
a)
a. Hak atas persamaan dan hak atas pendidikan
b)
b. Hak atas bermain dan hak atas rekreasi
c)
c. Hak untuk memiliki nama dan hak atas makanan
d)
d. Hak atas kesehatan dan hak atas perlindungan
60.
Sebagai tenaga kesejahteraan sosial langkah-langkah dalam memberikan bantuan terhadap kasus di atas….
a)
a. Identifikasi-asesmen-komunikasi-jejaring dengan sistem sumber lain-melakukan bimbingan dan menyuluhan-monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan
b)
b. Komunikasi-jejaring dengan sistem sumber lain-melakukan bimbingan dan menyuluhan-monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan
c)
c. Evaluasi dan laporan pelaksanaan, jejaring dengan sistem sumber lain-melakukan bimbingan dan menyuluhan-monitoring
d)
d. Jejaring dengan sistem sumber lain-melakukan bimbingan dan menyuluhan-monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan
61.
Tipe-tipe kepribadian pada anak asuh yang kurang bergaul dan lamban mengerjakan sesuatu disebut...
a)
a. Melankolis
b)
b. Sanguinis
c)
c. Flekmatis
d)
d. Koleris
62.
Peran Tenaga Kesejahteraan Sosial antara lain sebagai pembimbing Masyarakat, penggerak masyarakat dan pendamping masyarakat. Tugas sebagai pembimbing masyarakat kecuali:
a)
a. Bersama masyarakat mengidentifikasi masalah yang di hadapi
b)
b. Bersama masyarakat mengidentifikasi potensi yang dimiliki
c)
c. Bersama masyarakat memecahkan masalah yang dihadapinya
d)
d. Menjadi juru bicara yang mewakili kepentingan masyarakat
63.
Penanganan kasus individu & keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat dan pemerintah/Negara merupakan kompetensi umum dari profil pekerja sosial sebagai:
a)
a. Social Policy Analyst
b)
b. Empower and change agent
c)
c. Problem solver
d)
d. Jawaban a, b, c benar
64.
Masyarakat perlu memberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang bagi setiap orang agar mereka dapat merealisasikan semua potensinya
a)
a. Human dignity and self determination
b)
b. Social Responsibility
c)
c. Equal opportunity
d)
d. Social assistance
65.
Obed adalah seorang TKS di kecamatan X yang menangani kasus remaja M yang sedang di rehabilitasi akibat penggunaan narkoba. Pendampingan awal pada minggu pertama M terlihat begitu bahagia. Dua bulan berjalan M menjadi jatuh hati kepada petugas TKS tersebut, begitupula yang dirasakan oleh Obed.Dari kasus diatas prinsip apa yang dilanggar oleh TKS?
a)
a. Individualisasi
b)
b. Self determination
c)
c. Self awareness
d)
d. Self actualization
66.
Obed adalah seorang TKS di kecamatan X yang menangani kasus remaja M yang sedang di rehabilitasi akibat penggunaan narkoba. Pendampingan awal pada minggu pertama M terlihat begitu bahagia. Dua bulan berjalan M menjadi jatuh hati kepada petugas TKS tersebut, begitupula yang dirasakan oleh Obed. Dari kasus diatas yang harus dilakukan seorang TKS, kecuali…
a)
a. Reveral kasus
b)
b. Stop hubungan
c)
c. Pindah tempat bekerja
d)
d. Komunikasi aktif dengan klien
67.
Obed adalah seorang TKS di kecamatan X yang menangani kasus remaja M yang sedang di rehabilitasi akibat penggunaan narkoba. Pendampingan awal pada minggu pertama M terlihat begitu bahagia. Dua bulan berjalan M menjadi jatuh hati kepada petugas TKS tersebut, begitupula yang dirasakan oleh Obed. Sikap yang diabaikan oleh Obed adalah
a)
a. External
b)
b. Professional
c)
c. Personal
d)
d. Internal
68.
Klien A adalah seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan berusia 30 tahun di desa X. Klien A mengalami gangguan kejiwaan di karenakan faktor ekonomi dan pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Klien A dirawat oleh keluarganya dan di pasung di belakang rumah, karena mengganggu dan bahkan melukai tetangganya. Tetangga klien A mengecap (label) kepada klien A dengan sebutan “orang gila”. Sekarang kondisi klien A semakin memburuk, kondisi bahan halusinasi emosinya tidak stabil. Ketua RT kemudian menghubungi dan mendiskusikan masalah ini kepada petugas TKSK tentang apa yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan kepada klien A.Upaya apa yang dilakukan pertama kali oleh seorang TKSK dalam memberikan pertolongan kepada klien A?
a)
a. Asesmen Sosial
b)
b. Rencana Intervensi
c)
c. Intervensi terapi
d)
d. Reveral
69.
Klien A adalah seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan berusia 30 tahun di desa X. Klien A mengalami gangguan kejiwaan di karenakan faktor ekonomi dan pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Klien A dirawat oleh keluarganya dan di pasung di belakang rumah, karena mengganggu dan bahkan melukai tetangganya. Tetangga klien A mengecap (label) kepada klien A dengan sebutan “orang gila”. Sekarang kondisi klien A semakin memburuk, kondisi bahan halusinasi emosinya tidak stabil. Ketua RT kemudian menghubungi dan mendiskusikan masalah ini kepada petugas TKSK tentang apa yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan kepada klien A. Prinsip yang digunakan dan poin utama oleh seorang petugas TKSK terhadap permasalahan sosial dilingkungan klien A adalah…….
a)
a. Self Determination
b)
b. Confidentiality
c)
c. Non Judgedment
d)
d. Participation
70.
Soal 70Gejala orang yang mengalami gangguan jiwa dengan adanya hadir keyakinan pada kondisi tersebut sehingga orang tersebut menjadi berperan sesungguhnya diluar prilaku orang normal pada sesungguhnya disebut…..
a)
a. Delusi
b)
b. Waham
c)
c. Intuisi
d)
d. Halusinasi
71.
Id, ego, super ego merupakan teori dari
a)
a. Sigmund Freud
b)
b. Erik Erikson
c)
c. Max Siporin
d)
d. Kubler Ross
72.
Organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial adalah pengertian dari…
a)
a. Organisasi Sosial (OrSos)
b)
b. Karang Taruna
c)
c. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)
d)
d. Panti Sosial
73.
Pengembangan kompetensi professional pekerja sosial meliputi sub-sub kompetensi sebagai berikut, kecuali:
a)
a. Mampu melaksanakan interpretasi dan evaluasi kritis terhadap praktik pribadi
b)
b. Mampu mendayagunakan konsutasi dengan efektif
c)
c. Mampu merancang dan melaksanakan program-program baru
d)
d. Mampu memanfaatkan dan menyebarluaskan pengetahuan professional
74.
Komunikasi yang dibangun oleh TKS kepada tenaga ahli dalam penanganan kepada anak asuh disebut...
a)
a. Komunikasi multidisipliner
b)
b. Komunikasi interdisipliner
c)
c. Komunikasi internal
d)
d. Komunikasi eksternal
75.
Aliran socialist collectivis dalam pekerjaan sosial menganggap bahwa pekerjaan sosial:
a)
a. Pekerjaan sosial merupakan profesi yang berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan diri klien
b)
b. Pekerjaan sosial merupakan profesi yang berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat
c)
c. Pekerjaan sosial merupakan profesi yang berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan diri klien dan masyarakat
d)
d. Tidak ada yang benar
76.
Praktik pekerjaan sosial secara tidak langsung (indirect services) merupakan praktik yang berupaya untuk:
a)
a. Mengubah dan meningkatkan kemampuan orang serta kondisi kemasyarakatan yang berkaitan dengan keberfungsian sosial
b)
b. Memperbaiki kemampuan orang dan membangun kondisi kemasyarakatan yang berkaitan dengan keberfungsian social
c)
c. Jawaban a dan b benar
d)
d. Jawaban a dan b salah
77.
Tugas dan fungsi dari Kementerian sosial adalah menyelenggarakan kesejahteraan sosial, untuk mewujudkan terselenggaranya kesejahteraan sosial memiliki pendukung SDM antara lain Tenaga Kesejahteran Sosial adalah:
a)
a. Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan SMK, Diploma I, Diploma II atau Diploma III Pekerjaan Sosial serta memiliki kualifikasi melaksanakan tugas-tugas tertentudengan menggunakan metode, teknik, aturan dan proses dalam praktik pekerjaan sosial dibawah bimbingan, pengawasan dan tanggungjawab pekerja sosial.
b)
b. Seseorang yang memiliki latar belakang DIV/S1 Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan Sosial serta memiliki kualifikasi dalam melakukan intervensi baik dilevel mikro, meso, dan makro untuk membantu dalam memecahkan masalah sosial yang bersifat umum, memberdayakan dan mendorong perubahan serta menganalisis kebijakan.
c)
c. Seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan profesi pekerjaan sosial, dan kepedulian dalam praktik pekerjaan sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan/atau pengalaman praktek pekerjaan sosial untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial.
d)
d. Seseorang yang dididik dan dilatih secara profesional untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial dan/atau seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang ruang lingkup kegiatannya di bidang kesejahteraan sosial.
78.
Sesuai dengan UndangUndang Kesejahteraan nomor: 11 tahun 2009 dalam menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial berdasarkan azas yaitu, kecuali....
a)
a. Pengetahuan, kesetiakawanan, keadilan, keterpaduan
b)
b. Kemanfaatan, kemitraan, keterbukaaan, akuntabilitas
c)
c. Kerahasiaan, partisipasi, profesionalitas, dan keberlanjutan
d)
d. Semua jawaban benar
79.
Menghubungkan orang dengan system sumber dan jaringan sosial yang memungkinkan mereka jangkau atau memperoleh berbagai sumber, pelayanan dan kesempatan merupakan:
a)
a. Strategi pekerjaan sosial dalam meningkatkan keberfungsian sosial
b)
b. Fokus pekerjaan sosial dalam meningkatkan keberfungsian sosial
c)
c. Prinsip pekerjaan sosial dalam meningkatkan keberfungsian sosial
d)
d. Metoda pekerjaan sosial dalam meningkatkan keberfungsian sosial
80.
Dalam prinsip pekerjaan sosial umum yang juga menjadi prinsip Tenaga Kesejahteraan Sosial dalam setting makro, Tenaga Kesejhateraan Sosial bertugas menghubungkan, membentuk aliansi, berkolaborasi dan bekerja dengan individu, kelompok, lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga bisnis untuk mencapai koneksi dalam masyarakat lokal merupakan prinsip pekerja sosial makro yaitu:
a)
a. Access and Equity
b)
b. Empowerment
c)
c. Networking
d)
d. Community Self Determination
81.
Fitri adalah seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) yang bekerja dalam salah satu program dari Kementerian Sosial yang bertugas di wilayah Kota Cimahi. Suatu saat, Fitri ditugaskan untuk melaksanakan aktivitas/ kegiatan pengumpulan informasi yang berupa angka tentang karakteristik atau ciri-ciri khusus masyarakat di satu Kelurahan. Pulang dari kegiatannya, di tengah perjalanan ada warga miskin yang meminta tolong untuk menangani anaknya yang suka “Ngelem” dan tindakan pertama yang dilakukan Fitri yaitu wawancara dan observasi terhadap anak serta keluarganya. Data awal yang dibawa Fitri berisi biodata klien dan identifikasi masalah serta dokumentasi foto untuk mendukung laporannya sebagai bahan pertimbangan untuk penanganan masalah serta mengakses sistem sumber sesuai kebutuhannya. Setelah di olah hasil laporan mengenai klien anak tersebut yang sebelumnya telah dilakukan Case Conference dibawah supervisi Pekerja Sosial, maka rencana intervensinya diputuskan untuk merehabilitasi klien anak tersebut ke Balai Rehabilitasi Napza.Aktivitas/ kegiatan pertama yang ditugaskan kepada Fitri adalah…
a)
a. Penelitian
b)
b. Pelayanan
c)
c. Penjangkauan
d)
d. Pendataan
82.
Fitri adalah seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) yang bekerja dalam salah satu program dari Kementerian Sosial yang bertugas di wilayah Kota Cimahi. Suatu saat, Fitri ditugaskan untuk melaksanakan aktivitas/ kegiatan pengumpulan informasi yang berupa angka tentang karakteristik atau ciri-ciri khusus masyarakat di satu Kelurahan. Pulang dari kegiatannya, di tengah perjalanan ada warga miskin yang meminta tolong untuk menangani anaknya yang suka “Ngelem” dan tindakan pertama yang dilakukan Fitri yaitu wawancara dan observasi terhadap anak serta keluarganya. Data awal yang dibawa Fitri berisi biodata klien dan identifikasi masalah serta dokumentasi foto untuk mendukung laporannya sebagai bahan pertimbangan untuk penanganan masalah serta mengakses sistem sumber sesuai kebutuhannya. Setelah di olah hasil laporan mengenai klien anak tersebut yang sebelumnya telah dilakukan Case Conference dibawah supervisi Pekerja Sosial, maka rencana intervensinya diputuskan untuk merehabilitasi klien anak tersebut ke Balai Rehabilitasi Napza. Tindakan yang dilakukan Fitri dengan mewawancarai dan mengobservasi anak (Klien) serta keluarganya yang menghasilkan data awal mengenai biodata klien dan identifikasi masalah serta dokumentasi foto dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial disebut dengan istilah…
a)
a. Angket
b)
b. Asesmen
c)
c. Instrumen
d)
d. Dokumen
83.
Kegiatan intervensi yang dilakukan dengan mengirim klien anak ke Balai Rehabilitasi Napza disebut dengan…
a)
a. Rujukan
b)
b. Kiriman
c)
c. Pemberdayaan
d)
d. Perlindungan
84.
Pengetahuan yang harus dimiliki Fitri ketika menangani kasus diatas adalah…
a)
a. Pengetahuan tentang program
b)
b. Pengetahuan tentang Napza
c)
c. Pengetahuan tentang pemberdayaan
d)
d. Pengetahuan tentang terapi
85.
AB, berusia 13 tahun adalah penerima manfaat pada sebuah Panti Sosial Asuhan Anak. AB merupakan anak putus sekolah tingkat SD akibat masalah ekonomi. Sehari-hari sebelum berada di Panti, AB beraktifitas mengamen di jalanan dan terkadang sebagai penyemir sepatu. AB terkena penertiban oleh Dinas Sosial dan dibawa ke Panti. AB masih memiliki orang tua, namun karena kondisi keluarganya yang hanya sebagai buruh cuci sehingga terpaksa AB mencari penghasilan di jalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari orang tua dan dirinya. AB masih ingin sekolah lagi seperti teman-teman yang lainnya. Pada Kasus diatas yang pertama kali yang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial adalah…
a)
a. Melakukan penerimaan awal dan kontak awal.
b)
b. Melakukan Identifikasi Awal.
c)
c. Menghubungi kedua orang tuanya.
d)
d. Melakukan pendalaman masalah (asesmen)
86.
AB, berusia 13 tahun adalah penerima manfaat pada sebuah Panti Sosial Asuhan Anak. AB merupakan anak putus sekolah tingkat SD akibat masalah ekonomi. Sehari-hari sebelum berada di Panti, AB beraktifitas mengamen di jalanan dan terkadang sebagai penyemir sepatu. AB terkena penertiban oleh Dinas Sosial dan dibawa ke Panti. AB masih memiliki orang tua, namun karena kondisi keluarganya yang hanya sebagai buruh cuci sehingga terpaksa AB mencari penghasilan di jalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari orang tua dan dirinya. AB masih ingin sekolah lagi seperti teman-teman yang lainnya. Pada Kasus AB, masalah utamanya adalah…
a)
a. AB beraktifitas di jalanan yang menganggu ketertiban umum dan sosial
b)
b. AB putus sekolah dan ingin bersekolah lagi
c)
c. AB terkena penertiban dan keluarganya belum mengetahui
d)
d. AB beraktifitas mengamen dan sebagai penyemir sepatu untuk biaya sehari-hari
87.
AB, berusia 13 tahun adalah penerima manfaat pada sebuah Panti Sosial Asuhan Anak. AB merupakan anak putus sekolah tingkat SD akibat masalah ekonomi. Sehari-hari sebelum berada di Panti, AB beraktifitas mengamen di jalanan dan terkadang sebagai penyemir sepatu. AB terkena penertiban oleh Dinas Sosial dan dibawa ke Panti. AB masih memiliki orang tua, namun karena kondisi keluarganya yang hanya sebagai buruh cuci sehingga terpaksa AB mencari penghasilan di jalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari orang tua dan dirinya. AB masih ingin sekolah lagi seperti teman-teman yang lainnya. Pada Kasus AB, sebagai seorang TKS harus mempunyai prinsip pekerjaan sosial yaitu di bawah ini, kecuali...
a)
a. Menerima AB apa adanya
b)
b. Tidak menghakimi AB karena beraktivitas mengamen
c)
c. Menjaga kerahasiaan AB
d)
d. Berperilaku sewenang-wenang kepada AB
88.
Di sebuah keluarga, tinggal seorang ibu (FM) yang sedang hamil 7 bulan yang ditinggal oleh suaminya yang merantau ke Jakarta yang tidak pernak kembali. Ibu ini mempunyai 2 (dua) anak yang berusia Sekolah Dasar, yaitu 7 tahun dan 9 tahun. Anak-anak tersebut ingin bersekolah, namun tidak ada yang biaya serta akses pendidikan yang agak jauh dari rumahnya. Di dekat rumah Ibu tersebut ada Panti PSAA dan memiliki program Paket A.Sebagai TKS di Panti PSAA tersebut apa yang dapat dilakukan pertama kali…
a)
a. Melakukan home visit / berkunjung ke rumah Ibu didampingi Pekerja Sosial untuk mencari tahu permasalahannya
b)
b. Menghubungi Instansi terkait yaitu RT/ RW agar dapat dicari bantuan terkait kehamilan Ibunya yang sudah 7 bulan
c)
c. Berkonsultasi dengan Dinas Sosial setempat serta Pendamping PKH wilayah terkait
d)
d. Mendorong anak-anaknya masuk Panti PSAA tempat TKS berada jika diijinkan
89.
Di sebuah keluarga, tinggal seorang ibu (FM) yang sedang hamil 7 bulan yang ditinggal oleh suaminya yang merantau ke Jakarta yang tidak pernak kembali. Ibu ini mempunyai 2 (dua) anak yang berusia Sekolah Dasar, yaitu 7 tahun dan 9 tahun. Anak-anak tersebut ingin bersekolah, namun tidak ada yang biaya serta akses pendidikan yang agak jauh dari rumahnya. Di dekat rumah Ibu tersebut ada Panti PSAA dan memiliki program Paket A Peran yang dapat dilakukan oleh TKS pada kasus Ibu FM adalah dibawah ini, kecuali:
a)
a. Sebagai Mediator untuk menghubungi Dinsos Sosial/Kemensos setempat untuk memasukkannya dalam program PKH.
b)
b. Sebagai Fasilitator ke Instansi terkait baik Panti PSAA atau Sekolah terdekat.
c)
c. Sebagai Motivator agar Anak-anak Ibu FM bersekolah di sekolah terdekat atau di Panti jika Ibunya mengijinkan
d)
d. Memaksa Ibu FM dan anak-anaknya agar bisa tinggal di Panti semuanya.
90.
Di sebuah keluarga, tinggal seorang ibu (FM) yang sedang hamil 7 bulan yang ditinggal oleh suaminya yang merantau ke Jakarta yang tidak pernak kembali. Ibu ini mempunyai 2 (dua) anak yang berusia Sekolah Dasar, yaitu 7 tahun dan 9 tahun. Anak-anak tersebut ingin bersekolah, namun tidak ada yang biaya serta akses pendidikan yang agak jauh dari rumahnya. Di dekat rumah Ibu tersebut ada Panti PSAA dan memiliki program Paket A Instansi yang dapat dihubungi oleh TKS dalam kasus Ibu FM adalah, kecuali…
a)
a. Puskesmas setempat atau Bidan terdekat untuk pemeriksaan kehamilan secara rutin menjelang persalinan
b)
b. PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan/ kota wilayah Ibu MF tinggal
c)
c. Menghubungi Dinas Sosial dan Panti Sosial terkait anak-anaknya agar anak-anaknya bisa masuk panti semua
d)
d. Menghubungi Sekolah terdekat dan mencari fasilitas sarana penunjangnya agar anaknya dapat bersekolah dan tidak jauh dari Ibunya/ tetap tinggal bersama Ibunya
91.
Desa X memiliki anggota masyarakat yang dominan menjadi PMKS seperti anak jalanan, gelandangan/pengemis dan disabilitas. TKS di desa tersebut melakukan komunikasi sosial, pelatihan (modal sosial) dengan peksos dan perusahaan berbasis CSR untuk melakukan pemetaan kebutuhan PMKS agar permasalahannya teratasi. Pemecahan masalah kepada PMKS dengan cara pemberian keterampilan wirausaha, dan pendampingan konsultasi keluarga oleh peksos maupun psikolog. Intervensi sosial yang dilakukan secara kolaborasi antara Perusahaan, Peksos, TKS dan Psikolog dilakukan monitoring dan evaluasi selama 3 bulan. Berikut ini yang bukan bagian dari unsur-unsur modal sosial yaitu
a)
a. Saling percaya
b)
b. Norma sosial
c)
c. Manajemen kasus
d)
d. Tindakan yang proaktif
92.
Dalam praktek pekerjaan sosial dikenal empat sistem dasar yaitu sistem pelaksana perubahan, sistem kegiatan, sistem klien, dan sistem....
a)
a. Tujuan
b)
b. Sasaran
c)
c. Sumber
d)
d. Rencana
93.
Pelatihan peningkatan ketrampilan usaha produktif bagi PMKS di atas disebut fungsi...
a)
a. Rehabilitatif
b)
b. Preventif
c)
c. Developmental
d)
d. Represif
94.
Di wilayah Cireundeu Kota Cimahi masyarakatnya mengolah Ubi Kayu (Sampeu) yang dijadikan makanan pokok pengganti beras (Nasi). Oleh karena itu, disana banyak warga yang menanam Ubi Kayu untuk dimakan sendiri maupun dijual. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang baik, masyarakat Cireundeu pada periode 10 tahun kebelakang termasuk wilayah yang masyarakatnya dalam kategori tidak mampu. Pemerintah Daerah Kota Cimahi bersama LKS Swara Peduli Cimahi mulai mendampingi masyarakat disana dan dalam pelaksanaannya menugaskan Pekerja Sosial (PekSos) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) untuk dapat mengidentifikasi masalah dan mengembangkan potensi masyarakat disana. Intervensi yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan pelatihan Pengolahan Makanan dan Kewirausahaan Keluarga yang dilaksanakan oleh PekSos dan TKS dengan dihadirkan narasumber yang ahli di bidangnya untuk meningkatkan keahlian dan penghasilan masyarakat. Awalnya masyarakat disana tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, namun setelah dilakukan pendekatan serta memotivasi langsung kepada sasaran yang akhirnya bersedia berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah dilakukan pelatihan, masyarakat Cireundeu diberikan bantuan Modal Usaha dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai tindak lanjut rangkaian intervensi dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Semua anggota masyarakat penerima manfaat tersebut diperlakukan dan diberi kesempatan yang sama meskipun ada keluarga TKS yang menjadi sasaran intervensi.Peran yang dilakukan oleh PekSos dan TKS dalam melaksanakan intervensi kegiatan pelatihan diatas adalah sebagai…
a)
a. Motivator
b)
b. Negosiator
c)
c. Fasilitator
d)
d. Edukator
95.
Di wilayah Cireundeu Kota Cimahi masyarakatnya mengolah Ubi Kayu (Sampeu) yang dijadikan makanan pokok pengganti beras (Nasi). Oleh karena itu, disana banyak warga yang menanam Ubi Kayu untuk dimakan sendiri maupun dijual. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang baik, masyarakat Cireundeu pada periode 10 tahun kebelakang termasuk wilayah yang masyarakatnya dalam kategori tidak mampu. Pemerintah Daerah Kota Cimahi bersama LKS Swara Peduli Cimahi mulai mendampingi masyarakat disana dan dalam pelaksanaannya menugaskan Pekerja Sosial (PekSos) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) untuk dapat mengidentifikasi masalah dan mengembangkan potensi masyarakat disana. Intervensi yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan pelatihan Pengolahan Makanan dan Kewirausahaan Keluarga yang dilaksanakan oleh PekSos dan TKS dengan dihadirkan narasumber yang ahli di bidangnya untuk meningkatkan keahlian dan penghasilan masyarakat. Awalnya masyarakat disana tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, namun setelah dilakukan pendekatan serta memotivasi langsung kepada sasaran yang akhirnya bersedia berpartisipasi dalam kegiatan. Setelah dilakukan pelatihan, masyarakat Cireundeu diberikan bantuan Modal Usaha dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai tindak lanjut rangkaian intervensi dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Semua anggota masyarakat penerima manfaat tersebut diperlakukan dan diberi kesempatan yang sama meskipun ada keluarga TKS yang menjadi sasaran intervensi. Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial yang dilakukan dalam cerita diatas adalah…
a)
a. Pemberdayaan Sosial
b)
b. Rehabilitasi Sosial
c)
c. Perlindungan Sosial
d)
d. Bantuan Sosial
96.
Nilai yang diterapkan oleh TKS pada penerima manfaat adalah…
a)
a. Pelayanan
b)
b. Relasi
c)
c. Keadilan sosial
d)
d. Kerahasiaan
97.
Keterampilan yang dimiliki oleh TKS dalam melakukan pendekatan dan memotivasi penerima manfaat pada cerita diatas adalah…
a)
a. Asesmen
b)
b. Negosiasi
c)
c. Mediasi
d)
d. Komunikasi
98.
Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Bandung cukup miris karena pelakunya (klien A) seorang anak perempuan yang berusia 6 tahun dan masih duduk di TK. Korbannya pun klien K juga anak perempuan usia 6 tahun merupakan teman sekelasnya.Kejadian bermula saat klien K buang air kecil dan ibunya melihat noda darah pada alat kelamin klien K, bermaksud untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter tetapi ternyata klien K harus menjalani visum sehingga kejadian tersebut terlaporkan di Mapolda Jabar.Ibu Korban A berupaya untuk mencabut perkara karena takut privasi kehidupan anaknya menjadi terganggu dan pemberitan di media maupun issue –issue di lingkungan rumahnya.Prinsip apa yang dilanggar apabila media massa maupun tetangga dari klien K memberitahukan dan mempublikasikan biodata anak dan kasus tersebut:
a)
a. Kerahasiaan
b)
b. Kewaspadaan
c)
c. Over Empathy
d)
d. Individualisasi
99.
Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Bandung cukup miris karena pelakunya (klien A) seorang anak perempuan yang berusia 6 tahun dan masih duduk di TK. Korbannya pun klien K juga anak perempuan usia 6 tahun merupakan teman sekelasnya.Kejadian bermula saat klien K buang air kecil dan ibunya melihat noda darah pada alat kelamin klien K, bermaksud untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter tetapi ternyata klien K harus menjalani visum sehingga kejadian tersebut terlaporkan di Mapolda Jabar.Ibu Korban A berupaya untuk mencabut perkara karena takut privasi kehidupan anaknya menjadi terganggu dan pemberitan di media maupun issue –issue di lingkungan rumahnya. Faktor Apa yang menyebabkan terjadinya kasus pelecehan oleh anak TK usia 6 tahun tersebut, kecuali:
a)
a. Pola pengasuhan orang tua yang longgar dan permissive
b)
b. Kurangnya pengawasan orang tua karena kesibukan
c)
c. Anak merupakan peniru dari hal yang dilihatnya
d)
d. Anak mempunyai inspirasi yang baik.
100.
Beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk penanganan pada kasus korban pelecehan seksual anak TK tersebut adalah, kecuali:
a)
a. Visum
b)
b. Mengakses psikolog
c)
c. Pendampingan kasus
d)
d. Managemen kasus