wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ukom gizi okt 2023 - 1

Total questions: 70

Worksheet time: 59mins

Name
Class
Date
1.

Senyawa apa yang dapat menimbulkan keluhan persendian kaku dan nyeri setelah mengkonsumsi sea food dan bayam?

a)

Protein

b)

Purin

c)

Pirimidin

d)

Sitokin

e)

Amonia

2.

Bagaimana peran zat gizi pada kasus hubungan DHA sebagai komponen membrane sel?

a)

DHA merupakan asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan regiditas membrane sel

b)

DHA merupakan asam lemak jenis omega 6 yang dapat meningkatkan fluiditas membrane sel

c)

DHA merupakan asam lemak jenis omega 3 yang dapat meningkatkan rigiditas membrane sel

d)

DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat mengurangi kadar asam lemak trans

e)

DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan fluiditas membrane sel

3.

Jenis pati yang menyusun beras padi dan beras ketan?

a)

Beras ketan memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi

b)

Beras padi memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi

c)

Kandungan amilosa dan amilopektin dalam beras ketan seimbang

d)

Beras ketan memiliki kandungan amilosa yang lebih tinggi

e)

Beras padi memiliki kandungan amilosa yang lebih tinggi

4.

Mengapa fungsi Fe lebih baik pada bahan makanan hewani?

a)

Besi heme yang lebih mudah proses penyerapannya ada pada bahan makan hewani

b)

Besi heme yang proses penyerapannya membutuhkan vitamin C ada pada bahan makan hewani.

c)

Besi non heme yang lebih mudah proses penyerapannya ada pada bahan makan nabati

d)

Besi heme yang proses penyerapannya membutuhkan vitamin C ada pada bahan makan nabati

e)

Besi non heme yang lebih mudah proses penyerapannya ada pada bahan makan hewani

5.

Bagaimanakah prinsip karbohidrat loading?

a)

Mengkonsumsi karbohidrat sebanyak-banyak sebelum pertandingan.

b)

Pengurasan simpanan glikogen hingga sel menjadi lapar dan mampu menyerap glukosa lebih banyak, kemudian asupan karbohidrat ditingkatkan.

c)

Pengurasan simpanan lemak, kemudian mengganti dengan asupan karbohidrat yang tinggi sehingga cadangan glikogen lebih banyak.

d)

Melakukan olahraga intensitas tinggi dengan keadaan puasa, kemudian menambah asupan karbohidrat secara bertahap.

e)

Melakukan olahraga dalam keadaan puasa dan menambah asupan lemak dan karbohidrat sebanyak-banyaknya.

6.

Syarat food ingredient yang dapat diklasifikasikan sebagai jenis zat gizi diatas adalah...

a)

Tidak mampu diserap oleh saluran cerna bagian atas.

b)

Berbentuk substrat yang mengandung protein dan asam lemak.

c)

Menghambat pertumbuhan bakteri Bifidobacterium.

d)

Bersifat pathogen terhadap kesehatan inangnya.

e)

Diisolasi dari spesies yang sama dengan lingkungan tubuh.

7.

Apa peran Bromelin pada buah nanas?

a)

Mampu memecah struktur molekul lemak menjadi asam-asam lemak sederhana, sehingga mampu dimetabolisme tubuh.

b)

Mampu mengurangi radang sendi dan infeksi saluran pernafasan.

c)

Mampu memecah struktur molekul protein menjadi asam amino, sehingga mampu melunakkan daging.

d)

Mampu meredam reaksi radikal bebas dalam tubuh sehingga menekan terjadinya penyakit kanker.

e)

Menekan resiko infeksi dan penyakit degenerative.

8.

Apa istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mata kering, kusam, dan tidak bersinar pada bayi yang kekurangan vitamin A?

a)

Xerosis Konjungtiva

b)

Bercak Bitot

c)

Xerosis Kornea

d)

Keratomalasia

e)

Ulserasi Kornea

9.

Apa pengaturan makan yang sesuai untuk ibu hamil yang sering mengalami rasa panas pada ulu hati?

a)

Makan makanan berprotein rendah dan tinggi lemak dalam porsi kecil

b)

Minum bersamaan dengan makan

c)

Hindari makan dengan bumbu tajam, pedas, makanan yang menimbulkan gas

d)

Makanan dengan tinggi serat dan banyak cairan

e)

Pilih makanan dalam bentuk kering (biscuit, roti)

10.

Sumber pangan protein yang dapat mengatasi masalah asam amino pembatas valin pada pasien yang kekurangan protein kronis adalah...

a)

Ayam

b)

Daging

c)

Ikan

d)

Kacang-kacangan

e)

Serealia

11.

Asupan gizi apakah yang dapat diberikan kepada anak dalam tahap stabilisasi?

a)

ASI dan makanan pendamping ASI

b)

Cukup ASI saja karena mudah dicerna

c)

Formula WHO dan rehidrasi malnutrisi

d)

Asupan protein tinggi untuk memperbaiki jaringan tubuh anak

e)

Makanan lengkap (makanan pokok, sayur, lauk pauk, dan buah)

12.

Bentuk makanan yang sebaiknya diberikan untuk pasien dengan nephrolithiasis (batu ginjal) yang sedang dalam perencanaan operasi?

a)

Makanan biasa

b)

Makanan lunak

c)

Makanan saring

d)

Makanan cair kental

e)

Makanan cair jernih

13.

Terapi diet apakah yang paling tepat dianjurkan kepada pasien laki-laki yang sulit merubah kebiasaan makannya dan memiliki gejala sering kencing dan haus?

a)

Batasi gula sederhana, rendah protein

b)

Batasi gula sederhana, cukup protein

c)

Rendah karbohidrat, rendah protein dan lemak

d)

Rendah karbohidrat, cukup energy, protein dan lemak

e)

Rendah karbohidrat tinggi protein

14.

Diagnosa gizi apa yang paling tepat disimpulkan dari kondisi pasien wanita yang memiliki gejala berak darah, ascites, sering merasa lelah dan letih?

a)

Penurunan kebutuhan energy dan penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan malnutrisi

b)

Peningkatan kebutuhan protein dan penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan kondisi fisiologis

c)

Penurunan kebutuhan natrium dan peningkatan kebutuhan lemak berkaitan dengan kondisi fisiologis

d)

Peningkatan kebutuhan lemak dan penurunan kebutuhan energy berkaitan dengan hiperlipidemia

e)

Pola makan yang salah berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi

15.

Media apakah yang tepat digunakan dalam rangka konseling gizi pada kasus pasien yang kekurangan protein kronis?

a)

Leaflet diabetes mellitus tipe 1

b)

Leaflet diabetes mellitus tipe 2

c)

Leaflet diabetes ketoasidosis

d)

Leaflet rendah gula dan rendah lemak

e)

Leaflet dislipidemia

16.

Apa yang perlu dilakukan ahli gizi untuk memulai konseling dengan seorang Ibu hamil yang KEK?

a)

Ahli gizi melakukan evaluasi diri mengenai kemampuan yang dimiliki

b)

Memperkenalkan diri dan menanyakan nama klien

c)

Menggali informasi dan memberikan terapi gizi

d)

Menyepakati langkah yang akan diambil

e)

Mengevaluasi pemahaman klien terhadap hasil

17.

Komunikasi nonverbal apa yang bias dilakukan ahli gizi kepada Ibu hamil KEK tersebut?

a)

Menganggukkan kepala untuk jawaban Ibu D

b)

Mengatakan kembali apa yang Ibu D katakan

c)

Memberi sentuhan secara wajar kepada Ibu D

d)

Menyepakati langkah yang akan diambil

e)

Menghindari kata-kata yang menghakimi

18.

Langkah konseling apa yang dilakukan ahli gizi kepada Ibu Hamil KEK?

a)

Membangun dasar-dasar konseling

b)

Menggali permasalahan

c)

Memilih solusi dengan menegakkan diagnosis

d)

Memilih rencana

e)

Memperoleh komitmen

19.

Bentuk perilaku apa yang dilakukan Ibu Y sesuai prinsip komunikasi bersifat irreversible?

a)

Ibu Y tidak makan daging sapi karena berasal dari suku Tengger

b)

Ibu Y tidak makan daging sapi karena beragama Hindu

c)

Ibu Y tidak makan daging ayam karena berasal dari suku Tengger

d)

Ibu Y tidak makan daging ikan karena trauma saat kecil

e)

Ibu Y tidak makan daging sapi karena trauma saat kecil

20.

Apa yang bisa disampaikan ahli gizi saat konseling untuk menyampaikan empati kepada Ibu Y?

a)

Saya mengerti, baiknya Ibu mencoba terlebih dahulu

b)

Saya paham, Ibu harus mencoba dulu ikan dan daging ayam agar sehat

c)

Saya mengerti, tidak nyaman bagi Ibu jika mengkonsumsi ikan

d)

Saya mengerti, tetapi Ibu tidak boleh pilih-pilih makanan kalau mau sehat

e)

Saya paham, saya pun tidak suka ikan

21.

Laki-laki berusia 55 tahun, pekerjaan wiraswasta, mempunyai IMT 27. Hasil pemeriksaan lab menunjukan TG 190 mg/dl, LDL 280 mg/dl, HDL 15 mg/dl, Kreatinin 0,8, Albumin4,2. Cepat lelah, pusing, tekanan darah 150/100 mmHg. Pola makan 3 x sehari dan 2 x selingan, sering mengonsumsi kopi setiap hari serta selalu menambahkan penyedap rasa dalam setiap masakannya karena dirasa tidak sedap jika tidak ditambahkan. Pasien dianjurkan untuk melakukan diet yang tepat.

Media konseling apa yang sebaiknya dipakai dalam memberikan konseling pada klien tersebut

?

a)

Leaflet Diet Rendah Garam dan Tinggi Protein

b)

Leaflet Diet Rendah Lemak dan Seimbang

c)

Leaflet Diet Rendah Garam dan Rendah Protein

d)

Leaflet Diet Rendah Garam dan Rendah Lemak

22.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan dan status gizi anak usia sekolah dasar. Dipilh 2 sekolah dasar di Kota Pare-pare Propinsi Sulawesi Selatan, yaitu muridSDN 63 yang berjumlah 135 orang, dan murid SD Muhammadiyah 3 yang berjumlah 140 orang. Data diperoleh dengan observasi langsung yaitu pola makan siswa diukur berdasarkan beda jenis konsumsi (BJK) dan status gizi berdasarkan antropometri yaitu ukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umumkualitas pola makan murid SDN 63 Pare-pare dikategorikan sedang (BJK 5-7), sedangkan di SD Muhammadiyah 3 dikategorikan baik (BJK < 11), lalu secara umum status gizipada kedua SD tersebut dalam kategori baik(lebih dari 55%). Namun demikian, masih ada murid yang berstatus gizi sedang (sekitar40%), bahkan ada yang berstatus gizi kurang (lebih dari 1%).

Apa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tersebut?

a)

Pola makan yang beragam dapat dilihat dari beda jenis konsumsi dan hasil antropometri

b)

Status gizi baik atau buruk dapat dilihat dari hasil IMT setelahpengukuran antropometri

c)

Masih ada murid yang memiliki status gizi kurang di kedua sekolah yang diteliti

d)

Secara umum pola makan di SDN 63 Pare-pare lebih baik jika dibandingkan dengan SDMuhammadiyah 3

23.
Seorang ibu hamil trimester ke-2, umur 25 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan pusing, lemas, dan nafsu makan menurun. Hasil pemerik saan: penambahan BB 3,5 kg dan Hb 9 mg/dL. Riwayat gizi: makan nasi 3 kali sehari, lauk tempe/tahu goreng, jarang mengonsumsi lauk hewani, sayur dan buah karena sehabis makan merasa mual. Nutrisionis menganjurkan zat gizi yang penting untuk dikonsumsi ibu hamil tersebut. Apa zat gizi yang sebaiknya dikonsumsi pada kasus tersebut?
a)
magnesium
b)
asam folat
c)
natrium
d)
kalium
e)
zink
24.
Seorang remaja putri menjadi responden penelitian survei konsumsi pangan yang dilakukan oleh nutrisionis puskesmas setempat. Nutrisionis mengukur dan mencatat semua makanan yang akan dikonsumsi sebelum dimakan dan sisa makanan setelah dimakan responden. Apakah metode survei konsumsi pangan yang digunakan nutrisionis pada kasus tersebut?
a)
Food balance sheet
b)
Food recall 24 hours
c)
Food weighing
d)
Food history
e)
Food record
25.
Seorang nutrisionis melakukan pengkajian data prevalensi risiko KEK pada tahun 2018 di setiap provinsi. Sebanyak 13 provinsi memiliki prevalensi resiko KEK di atas nasional. Untuk menggambarkan adanya resiko KEK dalam kaitanya dengan kesehatan reproduksi pada wanita hamil dan WUS digunakan ambang batas nilai LILA. Berapa cm nilai ambang batas pada kasus tersebut?
a)
<18,5 cm
b)
<21,5 cm
c)
<23,5 cm
d)
<25,5 cm
e)
<27,5 cm
26.
Seorang nutrisionis di sebuah puskesmas mengumpulkan data antropometri balita di wilayah kerjanya. Dari hasil pengumpulan data diketahui bahwa ada 1 balita mengalami gizi buruk, 344 gizi normal, dan 13 balita mengalami gizi lebih. Apakah yang terjadi di wilayah kerja puskesmas pada kasus tersebut?
a)
Kasus
b)
Wabah
c)
Pandemi
d)
Kejadian luar biasa
e)
Penyakit tidak menular
27.
Seorang nutrisionis puskesmas akan mengukur status gizi balita untuk mengetahui masalah gizi akut yang ada di wilayah puskesmas tersebut. Data status gizi tersebut akan segera dikirim ke Dinas Kesehatan Dati II dalam rangka penyusunan program gizi. Indeks apakah yang digunakan untuk menentukan status gizi pada kasus tersebut?
a)
Lingkar lengan atas
b)
Lingkar kepala
c)
TB/U
d)
BB/U
e)
IMT
28.
Seorang perempuan sedang hamil 5 bulan, umur 21 tahun, TB 157 cm, BB 54 kg, datang ke puskesmas dengan keluhan cepat lelah, nafas pendek-pendek, dan terlihat pucat. Hasil tes laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,3 mg/dl. Apakah resiko penyakit yang dialami klien pada kasus tersebut?
a)
Asma
b)
Ekslamsia
c)
Anoreksia
d)
Pre-eklamsia
e)
Anemia
29.
Seorang laki-laki berkonsultasi dengan nutrisionis di sebuah klinik. Sebelumnya klien telah makan siang di rumah makan padang. Makanan yang ada di dalam piring adalah nasi, daging sapi, tahu goreng, sayur daun singkong, semur kentang, sambal, dan jus jambu. Nutrisionis mengkaji asupan zat gizi dalam satu hari diketahui bahwa 1365 kkal dari karbohidrat, 147 kkal dari protein, dan 588 kkal dari lemak. Kesimpulan apakah yang paling tepat dari konsumsi klien pada kasus tersebut?
a)
Bergizi
b)
Beragam
c)
Berimbang
d)
Tidak bergizi
e)
Tidak berimbang
30.
Seorang nutrisionis puskesmas ditugaskan untuk menanggulangi masalah gizi buruk pada balita di sebuah kecamatan dengan program PMT. Agar tujuan program PMT tepat pada sasaran, maka perlu pembentukan tim lintas sektor. Apakah langkah pertama yang dilakukan nutrisionis pada kasus tersebut?
a)
Melakukan pemeriksaan balita
b)
Melakukan penyuluhan pada ibu balita
c)
Menjalin kerja sama dengan kader
d)
Melakukan pengukuran status gizi balita
e)
Belanja bahan makanan
31.
Seorang nutrisionis ditugaskan menjadi tim tanggap darurat bencana dari dinas kesehatan. Ia menemukan bayi berusia 10 bulan di daerah bencana. Bayi tersebut tidak memiliki nafsu makan, memiliki lingkar lengan atas sebesar 10 cm, dan terdapat anemia serta tanda dehidrasi. Apakah tujuan penanganan gizi yang tepat untuk bayi sesaat setelah dirujuk pada kasus tersebut?
a)
Menangani anemia
b)
Menangani dehidrasi
c)
Meningkatkan lingkar lengan atas
d)
Meningkatkan status gizi
e)
Meningkatkan nafsu makan
32.
Seorang nutrisionis ditugaskan menjadi tim tanggap darurat bencana. Sebelum melakukan intervensi, nutrisionis akan melakukan skrining malnutrisi balita yang perlu dilakukan terapi. Indikator penilaian antropometri apakah yang tepat digunakan pada kasus tersebut?
a)
BB/U
b)
TB/U
c)
Lingkar perut
d)
Lingkar lengan atas
e)
Lingkar kepala
33.
Seorang nutrisionis ditugaskan menjadi tim tanggap darurat bencana. Tim tersebut melakukan skrining malnutrisi tingkat berat kepada balita di pengungsian dengan menggunakan pengukuran lingkar lengan atas. Berapa centimeter (cm) ambang batas yang tepat dalam penentuan kondisi pada kasus tersebut?
a)
<11,5 cm
b)
<15,5 cm
c)
<22,5 cm
d)
<23,5 cm
e)
<30,5 cm
34.
Seorang nutrisionis di puskesmas dalam menyelenggarakan pelatihan anemia gizi ibu hamil melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Satu diantara koordinasi yang dilakukan adalah dengan kepala puskesmas, bidan, perawat, promkes, dan kesemuanya pegawai puskesmas dan terlibat dalam pelatihan. Jenis koordinasi apakah yang dimaksud pada kasus tersebut?
a)
Eksternal
b)
Diagonal
c)
Horizontal
d)
Internal
e)
Vertikal
35.
Seorang nutrisionis bekerja di satu puskesmas. Setiap bulan Februari dan Agustus membantu memberikan kapsul vitamin A untuk bayi. Kegiatan yang dilakukan nutrisionis ini merupakan bagian dari unsur bidang uji portofolio tenaga gizi. Bidang program gizi apakah yang dimaksud pada kasus tersebut?
a)
Sasaran khusus
b)
Masyarakat
c)
Rawat jalan
d)
Institusi
e)
Klinik
36.
Seorang nutrisionis puskesmas diminta untuk mengkaji data berdasarkan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Informasi yang diperoleh adalah presentase penduduk usia 18 tahun ke atas yang menderita hipertensi 41%, obesitas 23%, diabetes melitus 16%, aktivitas fisik kurang 52%, konsumsi buah dan sayur kurang 96%, merokok 9,1%. Nutrisionis di puskesmas tersebut menyusun diagnosis gizi berdasarkan hasil pengkajian data. Masalah gizi domain perilaku manakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
a)
Merokok
b)
Aktivitas fisik yang kurang
c)
Perubahan gaya hidup
d)
Pengetahuan gizi kurang
e)
Konsumsi buah/sayur kurang
37.
Seorang nutrisionis puskesmas diminta untuk mengkaji data berdasarkan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Informasi yang diperoleh adalah presentase penduduk usia 18 tahun ke atas yang menderita hipertensi 41%, obesitas 23%, diabetes melitus 16%, aktivitas fisik kurang 52%, konsumsi buah dan sayur kurang 96%, merokok 9,1%. Nutrisionis di puskesmas tersebut menyusun diagnosis gizi berdasarkan hasil pengkajian data. Manakah yang termasuk domain klinis pada kasus tersebut?
a)
Obesitas
b)
Hipertensi
c)
Diabetes mellitus
d)
Aktivitas fisik kurang
e)
Konsumsi buah/sayur kurang
38.
Seorang nutrisionis di puskesmas diminta menyusun diagnosis gizi berdasarkan hasil pengkajian data. Berdasarkan kajian data ePPGBM suatu puskesmas diperoleh informasi prevalensi balita wasting (kurus dan sangat kurus) 13%, balita gizi kurang 9%, balita stunting 18%, dan balita kegemukan 8%. Tren N/D turun 20% dalam 3 bulan berturut-turut dan D/S 96%. Apakah masalah gizi yang tepat pada kasus tersebut?
a)
Balita wasting
b)
Balita stunting
c)
Tren N/D turun
d)
Balita gizi kurang
e)
Balita kegemukan
39.
Seorang nutrisionis di puskesmas diminta menyusun diagnosis gizi berdasarkan hasil pengkajian data. Berdasarkan kajian data ePPGBM suatu puskesmas diperoleh informasi prevalensi balita wasting (kurus dan sangat kurus) 13%, balita gizi kurang 9%, balita stunting 18%, dan balita kegemukan 8%. Tren N/D turun 20% dalam 3 bulan berturut-turut dan D/S 96%. Apakah intervensi gizi yang paling diutamakan pada kasus tersebut?
a)
PMT pemulihan
b)
Merujuk ke TFC
c)
Penyuluhan PMBA
d)
Koordinasi lintas sektor
e)
Koordinasi lintas program
40.
Seorang nutrisionis sedang memberikan konseling menyusui kepada seorang ibu bayi berumur 7 bulan. Ketika ibu bayi mengucapkan salam, oleh nutrisionis dijawab salamnya dan disilahkan masuk serta duduk. Nutrisionis duduk menempatkan diri di sebelah bangku/sofa yang ada di ruangan. Sambil memandang dan memperhatikan ibu, nutrisionis menyimak dan mendengarkan pembicaraan ibu secara seksama. Keterampilan manakah yang ditujukan nutrisionis pada kasus tersebut?
a)
Keterampilan mengajukan pertanyaan terbuka
b)
Keterampilan menggunakan komunikasi non verbal
c)
Keterampilan berempati, menunjukkan memahami perasaan ibu
d)
Keterampilan mengatakan kembali (parafrase) apa yang dikatakan ibu
e)
Keterampilan menggunakan respons dan gerakan tubuh yang menunjukkan perhatian
41.
Seorang nutrisionis puskesmas akan melaksanakan penyuluhan gizi pada kelompok ibu hamil dengan topik gizi seimbang ibu hamil. Sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak desa tempat kegiatan meliputi waktu, tempat, sasaran, dan peralatan yang diperlukan. Apakah langkah berikutnya yang harus dilakukan nutrisionis pada kasus tersebut?
a)
Menyusun materi
b)
memesan konsumsi untuk peserta
c)
Menyusun instrumen untuk evaluasi
d)
Menyusun satuan acara penyuluhan
e)
Merancang media yang akan digunakan
42.
Seorang nutrisionis sesuai kewenangannya diminta oleh atasannya untuk mengembangkan pesan advokasi gizi berdasarkan pada isu strategis masalah gizi yang akan ditanggulangi. Nutrisionis harus memperhatikan prinsip, kaidah, kriteria yang sudah ditetapkan. Manakah contoh pesan yang paling efektif sesuai kasus tersebut?
a)
Merokok membunuhmu, awas kanker
b)
Setiap 2 jam ibu bersalin meninggal, gara-gara anemia
c)
Tiap 5 menit seorang bayi meninggal, karena hipertensi
d)
5 dari 10 bayi bayi yang dilahirkan pendek, mengancam kecerdasan anak bangsa
e)
40% murid kelas VI SD di kabupaten lulus ujian, akibat cakupan konsumsi yodium RT tidak mencapai 90%
43.
Seorang nutrisionis diminta atasannya untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan yang akan diberikan kepada kader. Nutrisionis akan melakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan kader sebagai peserta telah meningkat setelah mengikuti pelatihan pemantauan pertumbuhan anak yang sedang dilaksanakan. Cara apakah yang digunakan untuk memperoleh maksud pada kasus tersebut?
a)
Pre-test dan post-test
b)
Secara penuh kesadaran mengubah perilakunya
c)
Memanfaatkan hasil pelatihan di tempat kerja/organisasi
d)
Mempelajari bahasa tubuh peserta, minta umpan balik verbal
e)
Mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang baru kepada orang lain
44.
Seorang petugas bagian gudang sering menemukan buah dan sayur, seperti melon, wortel, dan pepaya yang disimpan cepat mengalami pembusukan. Padahal saat diterima dari supplier bahan makanan tersebut dalam kondisi segar. Seorang nutrisionis memperkirakan penyebab kejadian tersebut adalah karena bahan makanan buah dan sayur disimpan di suhu ruang. Pada suhu berapa derajat Celcius bahan makanan seharusnya disimpan pada kasus tersebut?
a)
-5
b)
0
c)
10
d)
25
e)
60
45.
Seorang nutrisionis rumah sakit diminta mengidentifikasi penyebab sering rusaknya makanan yang cepat mengalami pembusukan pada saat disimpan di gudang. Nutrisionis menemukan kesalahan pengaturan jarak lemari Simpan dengan lantai yang tidak memenuhi syarat sebagai penyebab kerusakan bahan pangan yang disimpan. Berapa centimeter (cm) seharusnya jarak minimal yang diatur pada kasus tersebut?
a)
5
b)
10
c)
15
d)
20
e)
25
46.
Seorang ahli gizi rumah sakit akan menghitung kebutuhan tahu karena perubahan menu. Frekuensi penggunaan tahu dalam sehari sebanyak satu kali, dengan standar porsi tahu 100 gram. Jumlah pasien yang dilayani rata-rata 100 orang, dan siklus menu selama 7 hari. Berapa Kilo gram kebutuhan tahu dalam sebulan pada kasus tersebut?
a)
70
b)
280
c)
350
d)
420
e)
560
47.
Seorang nutrisionis rumah sakit diminta mengkaji penyebab sisa makanan pasien anak-anak yang masih besar yaitu 65% per menu. Berdasarkan standar yang dibuat rumah sakit, pasien anak diberikan makanan dengan jumlah 2500 kalori per hari. Namun hasil analisis penilaian organoleptik terhadap menu tersebut dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna baik. Apakah penyebab sisa makanan pada kasus tersebut?
a)
jenis menu
b)
standar porsi
c)
kualitas menu
d)
standar bumbu
e)
standar resep
48.
Seorang nutrisionis Rumah Sakit diminta atasannya untuk mengembangkan menu untuk pasien yang membutuhkan serat tinggi yang semakin meningkat jumlahnya. Nutrisionis melakukan inovasi produk menu tahu yang mengandung serat pangan dan yodium tinggi. Caranya dengan menambahkan bahan makanan pada saat pembuatan tahu. Jumlah yang ditambahkan bervariasi proporsinya. Bahan makanan apakah yang paling tepat digunakan pada kasus tersebut?
a)
susu
b)
telur
c)
bayam
d)
kacang merah
e)
rumput laut
49.
Seorang nutrisionis mencatat menu mie basah di sebuah restoran kurang diminati konsumen. Selanjutnya nutrisionis melakukan pengembangan resep mie basah rumput laut. Untuk mengetahui apakah formula makanan diterima atau tidak oleh konsumen, dilakukan pengamatan secara visual terhadap sisa makanan pada mie yang bisa dijadikan. Apakah metode yang paling tepat pada kasus tersebut?
a)
penimbangan
b)
recall 24 jam
c)
food record
d)
food frequency
e)
taksiran comstock
50.
Seorang nutrisionis Rumah Sakit melakukan inovasi pengembangan produk brownies berbahan dasar bagi penderita diabetes melitus dengan jumlah kasus yang banyak di rumah sakit tersebut. Caranya dengan mencampurkan tepung ganyong pada bahan baku tepung terigu. Jumlah tepung ganyo yang dicampurkan bervariasi proporsinya. Apakah alasan variasi pencampuran bahan pada produk tersebut?
a)
Menurunkan rasa kenyang
b)
Menurunkan daya cerna
c)
Menurunkan daya serap
d)
Menurunkan indeks glikemik
e)
Menurunkan sifat fisiologis
51.
Pada sebuah asrama yang dihuni oleh siswa sekolah dasar telah dilakukan penelitian oleh seorang ahli gizi yang berupa kerja di asrama tersebut. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 60% siswa berstatus gizi kurang dilihat dari asupan zat gizinya ternyata rata-rata asupan energinya hanya 83%. Dilihat dari daya terima siswa tersebut mana yang disajikan pada umumnya siswa menghabiskan semua makanan ( tidak ada sisa). Hasil penelitian tersebut akan digunakan untuk memperbaiki keadaan status gizi siswa tersebut. Saran perbaikan pada bagian apakah yang paling tepat diberikan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?
a)
siklus menu
b)
standar resep
c)
kuallitas menu
d)
standar bumbu
e)
standar makanan
52.
Seorang nutrisionis diminta untuk mengevaluasi menu dari sebuah restoran yang telah menerima laporan bahwa sebagian besar konsumen menyatakan tidak menghabiskan hidangan karena terjadi pengulangan penggunaan bahan makanan pada menu yang disajikan. Hidangan makanan siang yang disajikan berupa nasi putih, ayam bakar, nugget ayam, chicken soup, dan semangka. Jenis makanan manakah yang perlu ditinjau kembali pada kasus tersebut?
a)
makanan selingan
b)
lauk hewani
c)
bahan pokok
d)
lauk nabati
e)
sayur
53.
Seorang nutrisionis rumah sakit menerima komplain dari pasien, bahwa nasi yang disajikan dalam keadaan dingin sehingga keras teksturnya. Nutrisionis mengusulkan cara menyajikan nasi agar suhu nasi tetap hangat sampai ke pasien. Manakah cara yang paling tepat ditetapkan pada kasus tersebut?
a)
waktu tunggu nasi maksimal 4 jam
b)
nasi dibungkus kertas
c)
menggunakan alat saji tertutup
d)
piring nasi di wrapping
e)
nasi dibiarkan terbuka
54.
Seorang nutrisionis di sebuah catering melayani permintaan makanan 3 sekolah dasar. Catering tersebut memberikan makanan pada hari Senin hingga Jumat untuk menu makan siang. Rata-rata jumlah siswa setiap sekolah adalah 1.000. Menu tempe goreng disajikan 5 kali dalam seminggu dengan standar porsi 30 gram. Berapa kg kebutuhan tempe yang diperlukan 1 minggu?
a)
350
b)
400
c)
450
d)
500
e)
550
55.
Catatan kebiasaan merokok pada bapak-bapak di kelurahan X yang dilakukan pada tahun 2010 digunakan untuk melihat hubungannya dengan penyakit Kanker paru-paru pada tahun 2020. Desain penelitian apakah yang digunakan pada studi tersebut….
a)
Case control
b)
Eksperimental
c)
Cross sectional
d)
Concurent cohort
e)
Retrospective cohort
56.
Sebuah penelitian melibatkan 486 subjek laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan toleransi glukosa. Aktivitas fisik dan asupan makan pada subjek diukur dan diikuti selama 4 tahun untuk melihat risiko kejadian diabetes melitus. Desain apakah yang digunakan pada penelitian tersebut
a)
Cohort
b)
Case control
c)
Eksperimental
d)
RCT
e)
Random sampling
57.
Sebuah penelitia di institusi untuk menganalisis hubungan antara variabel biokimia dan kenaikan IMT. Subjek adalah laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 20 tahun. Diakhir penelitian, uji kolmogorov smirnov menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar glukosa dan kolesterol darah laki-laki dan perempuan tidak berdistribusi normal. Uji statistik bivariat apa yang tepat untuk melihat perbedaan kadar glukosa dan kolesterol darah antara laki-laki dan perempuan
a)
Chi square
b)
Fisher exact
c)
Man whitney
d)
Wilcoxon
e)
Korelasi
58.
Seorang nutritionis mendapat laporan kejadian keracunan pangan pada penduduk wilyah kerjanya. Keluhan yang dirasakan penduduk adalah pahit di mulut, mual, muntah dan pusing. Hasil pemeriksaan dan visum diketahui bahwa penduduk tersebut mengkonsumsi getuk lindri dan papain singkong. Nutritionis kemudian memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang keracunan pangan dan cara mengatasinya. Apa senyawa penyebab keracunan pada kasus tersebut?
a)
Tanin
b)
Solanin
c)
Sianida
d)
Linamarin
e)
Asam fitat
59.
Dari hasil survey diketahui prevalensi anemia pada siswa disebuah SMP sebesar 37%. Hasil kajian nutritionis, banyak siswa setiap pagi setelah sarapan meminum teh manis dan siang hari meminum teh kemasan. Nutritionis kemudian memberikan edukasi pola makan yang tepat untuk mencegah anemia dan mengenal zat penghambat dan pendorong penyerapan zat gizi besi yang ada pada makanan dan minuman. Senyawa apa yang terkandung dalam bahan pangan pada kasus tersebut?
a)
Phytochemical
b)
Teobromin
c)
Alkaloid
d)
Kafein
e)
Tanin
60.
Seorang pasien laki-laki berumur 25 tahun, berobat di puskesmas dengan keluhan perut kembung dan diare. Ia merujuk ke ntritionis untuk mendapatkan anjuran makanan dan gizi untuk mengatasi keluhannya. Kajian riwayat gizi; pasien sduah dua minggu minum susu UHT setiap pagi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, akan tetapi sudah minum 2-3 jam mengalami perut kembung dan diare. Apakah penyebab masalah pasien pada kasus tersebut?
a)
Gangguan pencernaan
b)
Asupan serat kurang
c)
Lactose intolerace
d)
Defisiensi cairan
e)
Steatore
61.
Seorang laki-laki, umur 20 tahun, sedang mengikutites kesehatan. Hasil anamnesis; pola makan 3 kali sehari, menyukai fast food, minuman manis dan gorengan. Hasil recall 1x24 jam, asupan energi 2750 kkal. Hasil pemeriksaan: TB 165 cm dan BB 65 kg. Berdasarkan tabel angka kecukupan gizi (AKG) tahun 2019; BB standar untuk laki-laki usia 19-29 tahun adalah 60kg dan AKG untuk energi 2650 kkal. Berapa persentase kecukupan energi pada kasusu tersebut?
a)
90
b)
92.3
c)
95.8
d)
110
e)
112.4
62.
Seorang ibu hamil, umur 28 tahun, dirujuk ke poli gizi puskesmas untuk konsultasi gizi, dengan keluhan lemas dan cepat lelah. Hasil kajian; hamil minggu ke 28, penambhan BB 7 kg, HB 7 gr/dl, tekanan darah 120/80 mmHg. Riwayat gizi: pola makan 3 kali/hari, lauk tempe/ tahu dan telur setiap makan utama. Sayur dan buah 5 porsi sehari. Pasien terbiasa minum teh hangat atau es teh setiap kali makan. Pasien mendapat tablet tambah darah. Perilaku apa yang prioritas untuk diperbaiki pada kasus tersebut?
a)
Perbanyak konsumsi sayur
b)
Hindari minum teh saat makan
c)
Pilih lauk hewani yang bervariasi
d)
Patuhi konsumsi tablet tambah darah
e)
Hindari makanan yang mengandung serat
63.
Seorang perempuan, umur 19 tahun, datang ke puskesmas untuk menjalani tes kesehatan. Hasil pemeriksaan; BB 45 kg, TB 155 cm, kegiatan sehari-hari selain kuliah suka berolahraga ringan dan membantu urusan rumah tangga. Nutritionis menganjurkan klien untuk meningkatkan asupan makannya berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan energi dengan rumus Filipinos. Berapa kilokalori (kkal) kebutuhan enenrgi basal pada kasus tersebut?
a)
900
b)
1100
c)
1300
d)
1500
e)
1700
64.
Seorang perempuan 14 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan; lemah, pusing dan cepat capek, serta wajahnya pucat. Hasil anamnesis: sering minum es teh 3-4 kali/hari dan tidak menyukai sayur dan buah. Hasil pemeriksaan: BB 54 kg, TB 164 cm dan HB 10 mm/dl. Nutritionis memberikan anjuran pada remaja tersebut tentang makanan/ minuman yang sebaiknya dihindari karena akan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuhnya. Apakah zat yang dimaksud pada kasus tersebut?
a)
Fitat
b)
Oksalat
c)
Tanin
d)
Kafein
e)
Sianida
65.
Seorang perempuan dirawat dengan diagnosis ADS st IV. HAsil pengukuran IMT 18,5. Pasien mengeluh sulit makan karena adanya kandidiasis di mulut yang cukup luas. Pemeriksaan klinik; suhu 39C dan TD 110/60 mmHg. Bentuk makanan apakah yang sebaiknya diberikan untuk pasien pada kasus tersebut?
a)
Cair
b)
Saring
c)
Lumat
d)
Lunak
e)
Biasa
66.
Seorang balitaumur 4 tahun, dirawat di RS sudah 1 bulan dengan diagnosa kurang energi protein dan saat ini berada pada fase rahabilitasi. Berat badan sudah mengalami kenaikan, saat ini berat badan 11,2 kg. Pasien diintervensi F100 dan makanan tambahan bentuk lunak. Berapa mililiter (mL) per kilogram BB kebutuhan cairan pasien pada kasus tersebut?
a)
100
b)
110
c)
120
d)
130
e)
150
67.
Seorang balita umur 4 tahun, dirawat di RS selama 2 minggu dengan diagnosis KEP, saat ini berada pada fase transiis. Hasil monitoring ada kenaikan BB 0,7 kg. BB saat ini adalah 9,2kg dan nafsu makan anak sudah mulai membaik. berapa kebutuhan energi pasien pada kasus tersebut?
a)
680
b)
850
c)
920
d)
1000
e)
1275
68.
Seorang perempuan, umur 45 tahun, sudah dirawat selama 2 hati di RS. Hasil pemeriksaan antropometri BB 55 kg, TB 157 cm, hasil pemeriksaan; keadaan umum lemah, muntah, diare, sakit kepala, neyri otot dan suhu tubuh 38 c. Diagnosa doketer pasien menderita malaria dan ini merupakanpertama kali dialami oelh pasien. Berapa gram kebutuhan protein pada kasus tersebut?
a)
25
b)
40
c)
55
d)
75
e)
110
69.
Seorang anak perempuan, umur 10 tahun, dirawat di RS dengan diagnosa dokter DBD. Hasil anamnesis: Tiak mau makan selama 2 hari, mimisan dan gusi ebrdaarh. HAsil pemeriksaan: Terlihat lebam dan bintik-bintik merah pada kulit, pucat, BB 21 kg, TB 124 cm, suhu 39C, hb rnedah, trombosut rendah, hamtokrit meningkat >20% dan asupan makan 30% dari total kebutuhan. Apakah diet yang tepat untuk pasien pada kasus tersebut?
a)
Rendah kalori seimbang
b)
Cukup energi cukup protein
c)
Rendah kalori rendah lemak
d)
Tinggi protein, Rendah KH, Tinggi Fe
e)
TETP, Cukup Fe
70.
Seorang perempuan umur 55 tahun, datang ke klinik penyakit dalam RS dengan keluhan badan terasa demam, rasa sakit sekali di sendi jempol dan sakit saat jalan. Hasil pemeriksaan antropometri BB63 kg, TB 160 cm, Haisl pemeriksaan lemas, wajah terlihat pucat, serta hasil laboratorium diketahui asam urat 10,2 mg/dl. kebiasaan makan nasi 3x sehari, tempe tahu 1-2 kali sehari, ikan 2x/minggu, sayur 3x sehari, buah 3 seminggu, aluk khewani jeroan terutama ampela hati 1x sehari dan sate usus 1x sehari, bebek goreng 1x sehari. APakah simtom menurut domain behavior pada kasus tersebut?
a)
Ketidak mampuan pasien melakukan diet
b)
Ketidak siapan melakukan perubahn diet
c)
Kondisi umum pasien yang sangat lemah
d)
Kurangnya pengetahuan mengenai makanan
e)
Kebiasaan makan yang kurang baik