NEW
Font size
WorksheetsPre Test KML
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Dalam Perindukan Siaga dikenal dengan jenjang peringkatan sebagaimana dalam SKU Siaga, yaitu:
Bantu, Mula, Tata.
Mula, Tata, Bantu.
Tata, Mula, Bantu.
Mula, Bantu, Tata.
Dalam tingkatan Pasukan Penggalang ada tiga jenjang SKU, yaitu:
Ramu, Terap, Rakit.
Ramu, Rakit, Terap.
Rakit, Ramu, Terap.
Rakit, Terap, Ramu.
Sistem administrasi satuan Gugus Depan meliputi:
Daftar anggota, program kerja catur wulan, buku anggota, buku log, catatan pribadi.
Iuran anggota, daftar hadir latihan, Petunjuk Pelaksanaan (PP), AD & ART, dsb.
Rencana latihan mingguan, tabungan, tongkat, tambang, lapangan, dsb.
Buku latihan peserta didik, program kerja catur wulan, sekretaris, pimpinan, dsb.
SK Kwartir Nasional tentang Petunjuk Pelaksanaan Kursus Pembina Mahir, adalah:
Nomor 058 tahun 1980
Nomor 90 tahun 2001
Nomor 200 tahun 2011
Nomor 005 tahun 1984
Menetapkan urutan dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan merupakan kegiatan:
Pembiayaan
Perencanaan
Program kegiatan
Jadwal kegiatan
Musyawarah Nasional diadakan
5 Tahun sekali
4 Tahun sekali
3 Tahun sekali
2 Tahun sekali
Musyawarah Gugusdepan diadakan
4 Tahun sekali
3 Tahun sekali
2 Tahun sekali
1 Tahun sekali
Sarana-sarana Manajemen adalah
Planning, Organizing, Actuating dan Controling
Man, Money, material, Machine, Methode, dan market
Organisasi, sistem dan control
pemimpin, organisasi, sistem dan control
Menetapkan urutan dari kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan merupakan kegiatan:
Perencanaan
Pembiayaan
Program kegiatan
Jadwal kegiatan
Sasaran Pengawasan adalah
Menjamin hasil pelaksanaan sesuai dengan rencana
Mengetahui penyimpangan
Mengetahui dan meneliti penyimpangan
Mengetahui, meneliti dan memperbaiki penyimpangan
Inti dari kegiatan manajemen adalah
Perencanaan
Kepemimpinan
Penggerakkan
Pengawasan
Inti dari tindakan kepemimpinan adalah
Memajukan organisasi
Mencapai tujuan
Efesiensi dan produktivitas
Pengambilan keputusan
Landasan idiil dari Gerakan Pramuka adalah:
Pancasila & UUD 1945.
Konstitusional dan struktural.
Pancasila dan Kepres RI No. 238/1961, jo Kepres RI No. 12/1971
Pancasila dan Undang-undang lainnya.
Yang menjadi landasan moral, mental dan spiritual Gerakan Pramuka adalah:
Sopan santun.
Pendidikan keagamaan.
Pendidikan keluarga.
Satya dan darma pramuka.
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar diselenggarakan selama:
80 JP
100 JP
90 JP
70 JP
Team Bulding memiliki sequence (urutan):
Norming, forming, performing, assimilating, storming.
Forming, storming, norming, permorming, assimilating.
Performing, forming, norming, assimilating, storming.
Forming, assimilating, storming, norming, performing.
Seorang anggota pramuka dituntut untuk peduli terhadap dirinya sendiri, serta peduli terhadap bangsa dan tanah air sesama hidup dan alam. Ini merupakan sesuatu yang harus dipahami sebagai:
Metodik Kepramukaan.
Prinsip Dasar.
Kode Kehormatan.
Kiasan Dasar.
Satuan Penggalang, merupakan kiasan dasar dari pejuangan bangsa Indonesia pada tahun:
1908.
1928.
1945.
1966.
Memahami peserta didik, merupakan sikap pembina, pelatih pembina pramuka dan pemimpin kwartir yang harus dimiliki dan dilakukan karena:
Merupakan syarat menjadi pelatih dan pembina.
Merupakan implementasi PD dan MK.
Tuntutan revitalisasi Gerakan Pramuka.
Dapat menarik minat mereka, sehingga kegiatan kepramukaan yang disajikan menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
Belajar keterampilan fisik, membentuk sikap hidup sehat (mengenai dirinya sendiri), belajar bergaul dengan teman-teman sebaya, membentuk keterampilan dasar : membaca, menulis dan berhitung, adalah merupakan tugas perkembangan anak seusia :
Pramuka Siaga
Pramuka Penggalang.
Pramuka Penegak.
Pramuka Pandega.
Berfikir kritis, mudah terjadi identifikasi yang sangat emosional, Minat dan aktivitas mulai mencerminkan jenis-jenis secara lebih, dorongan kuat untuk ekspansi diri bertualang, pengaruh kelompok sebaya sangat besar, adalah merupakan tugas perkembangan anak seusia :
Pramuka Siaga
Pramuka Penggalang.
Pramuka Penegak.
Pramuka Pandega.
Pembina Pramuka harus berusaha menyajikan kegiatan yang dapat menarik minat peserta didik/pemuda yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan mereka. Untuk keperluan ini para Pembina Pramuka perlu:
Memperhatikan apa yang diinginkan atau diminta oleh peserta didik.
Mempelajari perkembangan teknologi modern.
Mengenal lingkungan keluarga dan sosialnya.
Memperhatikan psikologis peserta didik.
Pada tahun 1916 terbit buku berjudul "Hand Book For Cubs" yang ditulis oleh Baden Powell, serta buku "The Jungle Book" oleh Rudyar D. Kipling. Buku tersebut dijadikan dasar cerita bagi kegiatan Pramuka tingkat:
Siaga
Penggalang
Penegak
Pandega
Tahun 1918 berdirilah ROVER SCOUT untuk menampung remaja yang masih ingin terus berlatih. Golongan ini kita kenal sebagai:
Siaga
Penggalang
Penegak
Pandega
Scout Leader Training (SLT) oleh WOSM setara dengan :
KMD
KML
KPD
KPL
Saat ini Sistem Pendidikan dan Pelatihan (Sisdiklat) bagi anggota Dewasa Gerakan Pramuka diatur dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka .....
Nomor 018 Tahun 2002
Nomor 92 Tahun 2002
Nomor 178 Tahun 1979
Nomor 048 Tahun 2018
The end is CHARACTER -- character with a purpose. And that purpose, that the next generation be same in an insane world, and develop the higher realization of service, the active service of love and Duty to God and neibghbour (BP's Outlook; Boy Scouts of Canada, 1979; p.173). Statement ini menunjukkan bahwa tujuan akhir pendidikan kepramukaan adalah pembinaan:
Ketrampilan.
Watak.
Mental.
Moral.
Peran Pembina Pramuka terhadap Satuan Pramuka:
Tidak peduli dengan kegiatan peserta didik.
Mengatur semua kegiatan peserta didik mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan.
Menyerahkan sepenuhnya semua aktivitas peserta didiknya untuk melaksanakan kegiatan yang dikehendaki (dari anggota, oleh anggota, untuk anggota).
Memberikan dukungan dan fasilitas peserta didik/kaum muda dalam menyusun perencanaan kegiatan satuan serta pelaksanaannya.
Seorang pembina harus mampu merangsang para peserta didik pramuka untuk menambah pengetahuan dan ketrampilannya. Fungsi ini disebut:
Fasilitator.
Dinamisator.
Stimulator.
Inovator.
Di dalam metodik kepramukaan, salah satunya adalah penerapan sistem beregu/berkelompok, dengan alasan:
Pendidikan kepramukaan dilakukan di alam terbuka - penting dibentuk dalam satuan-satuan kecil.
Untuk memudahkan koordinasi antar anggota.
Meringankan beban tugas pembina.
Melatih peserta didik bersosialisasi.
Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh, artinya belajar tidak hanya menggunakan otak (kiri dan kanan) saja, tetapi perlu melibatkan emosi, indra dan syaraf. Ini merupakan argumen proses:
Prinsip pembelajaran komprehensif.
Prinsip pembelajaran sesosif.
Prinsip belajar siswa aktif.
Prinsip percepatan belajar (accelerated learning).
Menciptakan suasana belajar yg menggembirakan, terwujudnya berkerjasama yang kompak, dan mengoptimalkan waktu yang tersedia untuk belajar, merupakan tugas:
Anggota kelompok.
Pemimpin kelompok.
Pembina.
Pelatih.
Yang dimaksud dengan SPPP adalah:
Suatu rangkaian cara menyusun rencana kerja dalam usaha mencapai tujuan.
Suatu cara penyusunan program kerja yang didalamnya telah memuat besarnya anggaran atau biaya untuk melaksanakan program tersebut.
A dan b benar.
A dan b salah.
Perilaku pemimpin kelompok yang diharapkan adalah:
Apatis.
Otoritatis.
Demokratis.
Borjuis.
Menurut ilmu retorika, ketika seseorang berpidato pada acara prosesi pemakaman jenazah, sebaiknya menggunakan gaya:
Paedagogic
Agitasi
Melancoli
Saintific
Gaya agitasi dipergunakan ketika seseorang melakukan orasi pada saat:
Kuliah.
Kampanye.
Renungan.
Diskusi.
Jenis tulisan yang memaparkan suatu pendapat/gagasan/informasi penulisan tentang suatu permasalahan dengan harapan dapat merupakan masukan bagi pembacanya, disebut:
Argumentasi.
Eksposisi.
Persuasi.
Deskripsi.
Dalam Sistem Perencanaan, Pemrograman dan Penganggaran, sangat diperlukan langkah-langkah analisis:
RRA.
RPA.
ZOPP
SWOT.
Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya, termasuk dalam ranah kecerdasan:
Inteligentia
Emotional
Social
Fisikal
Latihan Baris Berbaris sangat bermanfaat untuk melatih kecerdasan:
Integentia.
Emotional.
Social.
Kinestetis.
Penerapan sistem beregu/ berkelompok dalam Metodik Kepramukaan dimaksudkan untuk mempertajam kecerdasan:
Integentia.
Emotional.
Social.
Kinestetis.
Suatu pertanyaan dilontarkan untuk didiskusikan melalui kelompok 2, 4, 8, 16 dst. disebut metode:
Everyone as teacher.
Class question.
Snowball.
Meta plan.
Metode pembelajaran dengan sistem "bertamu" untuk mendiskusikan suatu masalah disebut:
Everyone as teacher.
Class question.
Snowball.
Meta plan.
Akhir-akhir ini sangat dirasakan animo generasi muda mengikuti kegiatan kepramukaan sangat menurun. Hal ini disebabkan karena :
Kurangnya motivasi.
Ketiadaan anggaran.
Tidak ada perintah kepala sekolah.
Dilarang orang tua.
Salah satu bentuk teknik membangkitkan motivasi adalah:
memberikan punishment.
Memberikan reward bagi yang berprestasi.
Menyerahkan sepenuhnya pada anggota.
Membiarkan semua tindakan anggota.
Salah satu upaya mencegah global warming adalah:
mengkonsumsi daging.
Menggunakan hairspray
Mengkonsumsi sayuran (vegetarian)
Menggunakan kendaraan bermotor.
Stress yang berdampak buruk pada orang yang mengalaminya, disebut:
Distress.
Eustress.
Stressor.
Depressi.
Seseorang yang memiliki pekerjaan padat dan menumpuk akan cenderung mengakibatkan stress. Kondisi seperti ini disebut:
deprivasi.
Overload.
Frustasi.
Adaptasi.
Kegiatan Kepramukaan merupakan salah satu sarana yang efektif untuk melampiaskan stress. Hal seperti ini disebut:
relaksasi.
Deprivasi.
Catharsis.
Facial feedback hyphothesis.
Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah merupakan dampak psikologik dari stress, yang disebut:
Over-stressed
Eustress.
Catharsis.
depersonalisasi.
