Font size
WorksheetsPGLOLA#$*&$
Total questions: 120
Worksheet time: 3600secs
upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air adalah
Pola Pengelolaan Sumber Daya Air
Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengelolaan Sumber Daya Air
Sumber Daya Air
Tujuan
Pengelolaan Sumber Daya Air
Model hidrometri digunakan untuk.....
Menghitung korelasi tinggi atau debit suatu stasiun pencatat
Pendekatan unit hidrograf
Routing hidrolika menggunakan gelombang dinamik, gelombang menyebar, gelombang kinematik atau model tampungan
Semua jawaban benar
Semua jawaban salah
TMA aktual biasanya disebut....
Evaporasi
Inflow
Intial condition
outflow
POWK
Kurva hubungan yang digunakan untuk mengetahui luas permukaan waduk untuk setiap perubahan TMA waduk adalah....
TMA dengan luas permukaan waduk
Tebal evaporasi dengan luas permukaan waduk
TMA aktual dengan volume
Semua jawaban benar
Semua jawaban salah
Kapan RTOW dibuat?
Setiap awal musim hujan
Setiap tahun menjelang RTOW diberlakukan
Setiap awal tahun
Ketiga jawaban benar
Ketiga jawaban salah
Apa yang saudara ketahui tentang operasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW)?
Rencana operasi waduk tahunan yang disiapkan setiap tahun sejak awal bendungan dioperasikan.
Rencana operasi tahunan waduk yang disiapkan oleh pembuat bendungan
Rencana operasi tahunan waduk yang dibuat setiap tahun berdasarkan perkiraan ketersediaan air dan kebutuhan air selama 1 tahun yang akan berjalan
Ketiga jawaban benar
Ketiga jawaban salah
Apa yang saudara ketahui tentang Pola Operasi Waduk (POW)?
Kerangka dasar operasi waduk untuk jangka panjang yang diwujudkan dalam “Rule Curve Zona Operasi”
Patokan operasi waduk jangka panjang yang harus dipedomani ketika menyusun Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW)
Pedoman operasi waduk yang dibuat ketika bendungan selesai dibangun
Ketiga jawaban benar
Ketiga jawaban salah
Mengapa operasi waduk harus diatur?
Supaya bermanfaat sesuai rencana
Tidak terjadi konflik antar kepentingan
Terjadi keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan
Ketiganya jawaban benar
Ketiganya jawaban salah
Apakah fungsi bendungan/ waduk pada umumnya?
Untuk pembangkit listrik
Pengendalian banjir pada musim hujan
Menampung air pada saat berlebihan dan melepasnya pada saat air kurang
Ketiganya jawaban benar
Ketiganya jawaban salah
Dalam menetapkan garis sempadan saluran irigasi harus mempertimbangkan
ketinggian tanggul, kedalaman saluran, dan/atau penggunaan tanggul
ketinggian tanggul, dan/atau penggunaan tanggul
kedalaman saluran, dan/atau penggunaan tanggul
ketinggian tanggul, dan/atau kedalaman saluran,
semuanya salah
Garis sempadan jaringan irigasi meliputi garis sempadan saluran irigasi yang terdiri atas
saluran suplesi/penghubung, saluran primer, saluran sekunder, garis sempadan saluran pembuang
saluran primer, saluran sekunder, garis sempadan saluran pembuang dan/atau garis sempadan bangunan irigasi.
Saluran suplesi/penghubung, saluran primer, saluran sekunder, garis sempadan saluran pembuang dan/atau garis sempadan bangunan irigasi.
saluran suplesi/penghubung, saluran primer, saluran sekunder, dan/atau garis sempadan bangunan irigasi.
semuanya salah
arus laut dalam >200 m dimana gaya penggerak utamanya bukanlah angin melainkan fungsi kerapatan atau densitas, lebih umum dikenal dengan nama thermohaline
Surface Currents
Deep Currents
Currents
thermohaline
Piers Chapman
jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembangkitannya dan dibatasi oleh bentuk daratan yang mengelilingi laut. Semakin panjang jaraknya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar
Spits
Barrier
Fetch
gaya gelombang
defenisi gelombang
gundukan pasir (atau spit) yang membentuk pulau sempit yang memanjang sejajar dengan daratan
Barrier Island
Tombolo
Spits
Lagoon
Inlet
Yang merupakan bentuk deposisi pasir di belakang pulau atau obyek yang berada di hadapan pantai (offshore)
Barrier Island
Tombolo
Spits
Lagoon
Inlet
Suatu daerah di mana gelombang yang datang dari laut (lepas pantai) mencapai ketidak-stabilan dan akhirnya pecah
Backshore
Breaker zone
Surf zone
Swash zone
nearshore zone
daerah yang dibatasi oleh garis batas tertinggi naiknya gelombang dan batas terendah turunya gelombang di pantai
Swash zone
nearshore zone
Surf zone
Foreshore
Inshore
daerah yang terbentang antara bagian dalam dari gelombang pecah dan batas naik-turunnya gelombang di pantai
Swash zone
Surf zone
Spit
Offshore
Longshore transport
Struktur pantai yang dibangun dalam arah sejajar pantai dengan tujuanuntuk melindungi pantai terhadap hempasan gelombang dan mengurangilimpasan genangan areal pantai yang berada di belakangnya
Perkuatan Lereng (Revetmen)
Pemecah Gelombang (Break Water)
Tembok Laut (Sea Wall)
Krib (Groin)
Tanggul Laut (sea dike)
Bangunan yang dibuat tegak lurus atau kira-kira tegak lurus pantai, berfungsi untuk mengendalikan erosi yang disebabkan oleh terganggunyakeseimbangan angkutan pasir sejajar pantai (longshore sand drift)
Krib (Groin)
Tembok Laut (Sea Wall)
Perkuatan Lereng (Revetmen)
Pemecah Gelombang (Break Water)
Tanggul Laut (sea dike)
Struktur di pantai yang dibangun menempel pada garis pantai atau bangunan yang ditempatkan pada permukaan suatu lereng guna melindungi suatu tebing aIur sungai (umumnya muara sungai) dengan tujuan untuk melindungi pantai yang ter-erosi
Tembok Laut
Revetmen
Groin
Jeti
Pemecah Gelombang
yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer
Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)
Akuifer Semi Tertekan (Semi Confined Aquifer)
Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
non akuifer
lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada aquifer ini disebut dengan water table (preatik level), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer
Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)
Akuifer Semi Tertekan (Semi Confined Aquifer)
Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
non akuifer
lapisan/formasi yang dapat menyimpan air tetapi tidak dapat mengalirkan air dalam jumlah besar, seperti lempung, tuff halus, silt
Aquifer
Aquiclude
Aquitard
Aquifuge
Aquisaja
Kebutuhan Air Rumah Tangga dan Perkotaan, untuk 0rang di Kota > 1 juta penduduk
120 I/orang/hari
150 I/orang/hari
100 I/orang/hari
60 I/orang/hari
80 I/orang/hari
Kebutuhan Air Rumah Tangga dan Perkotaan, untuk 0rang di Kota kecil
150 I/orang/hari
100 I/orang/hari
60 I/orang/hari
80 I/orang/hari
120 I/orang/hari
Kebutuhan Air Rumah Tangga dan Perkotaan, untuk 0rang di pedesaan
150 I/orang/hari
100 I/orang/hari
60 I/orang/hari
80 I/orang/hari
120 I/orang/hari
Kebutuhan Air untuk Ternak :
Ternak besar 40 l/ekor/hari
Ternak kecil 5 l/ekor/hari
Unggas 0,6 lekor/hari
Ternak besar 50 l/ekor/hari
Ternak kecil 5 l/ekor/hari
Unggas 0,6 lekor/hari
Ternak besar 40 l/ekor/hari
Ternak kecil 10 l/ekor/hari
Unggas 0,6 lekor/hari
Ternak besar 40 l/ekor/hari
Ternak kecil 5 l/ekor/hari
Unggas 6 lekor/hari
Ternak besar 60 l/ekor/hari
Ternak kecil 5 l/ekor/hari
Unggas 0,6 lekor/hari
Peta ikhtisar umum dibuat berdasarkan peta topografi yang dilengkapi dengan garisgaris kontur dengan skala
1:5.000
1:25.000
1:50.000
1:2.000
1:200
Peta ikhtisar detail yang biasa disebut peta petak, dipakai untuk perencanaan dibuat dengan skala
1:5.000
1:10.000
1:25.000
1:2.000
1:200
Peta ikhtisar detail yang biasa disebut peta petak, dipakai untuk perencanaan dan untuk petak tersier dibuat dengan skala
1:5.000
1:2.000
1:200
1:25.000
1:10.000
Dari perhitungan manual (konsep KP-01) kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar ..... sedangkan CROPWAT sebesar ....
1,5 m3/dt dan CROPWAT = 1,67 m3/dt
2,54 m3/dt dan CROPWAT = 1,67 m3/dt
2,54 m3/dt dan CROPWAT = 1,5 m3/dt
3,54 m3/dt dan CROPWAT = 0,67 m3/dt
2 m3/dt dan CROPWAT = 1 m3/dt
Dari perhitungan manual (konsep KP-01) kebutuhan air irigasi minimum didapat sebesar ..... sedangkan CROPWAT sebesar ....
0,17 m3/dt dan CROPWAT = 0,06 m3/dt
1,17 m3/dt dan CROPWAT = 1,06 m3/dt
7 m3/dt dan CROPWAT = 6 m3/dt
2,17 m3/dt dan CROPWAT = 1,06 m3/dt
0,017 m3/dt dan CROPWAT = 0,006 m3/dt
untuk memenuhi Kebutuhan Air Perikanan adalah
5 mm/hari/ha
6 mm/hari/ha
7 mm/hari/ha
8 mm/hari/ha
9 mm/hari/ha
Aliran Pemeliharaan Sungai: PP Nomor 38/2011 tentang Sungai. Dilakukan dengan mengendalikan ketersediaan debit andalan berapa %..?
80%
90%
95%
50%
99%.
Tahapan awal dalam proses pemodelan alokasi air adalah
menyusun skematisasi sistem tata air
menyusun laporan
menyusun dokumen neraca air
dokumen tata air laksana
semua salah
Tahapan awal dalam proses pemodelan alokasi air adalah menyusun skematisasi sistem tata air antara lain:
Data Debit Harian (Publikasi) dan pengumpulan dan penyaringan data debit aliran sungai bulanan
perhitungan debit rata-rata dan debit andalan 080% pada
Wilayah Sungai
perhitungan debit rata-rata dan debit andalan 080% pada pos
duga air
perhitungan debit rata-rata dan debit andalan Q80% pada
Daerah Aliran Sungai
Semua Jawaban Benar
Bentuk Pengunaan Sumber Daya Air antara lain:
Penggunaan Sumber Daya Air dan Prasarananya Sebagai Media dan Penggunaan Air dan Daya Air Sebagai Materi
Penggunaan Sumber Air Sebagal Media
Penggunaan Air, Sumber Air, dan/Atau Daya Air Sebagai Media dan
Materi
Penggunaan Sumber Daya Air dalam Keadaan Memaksa dan
Kepentingan Mendesak
semua jawaban benar
Neraca Air Berdasarkan Surat Edaran DIRJEN SDA 2012, Form A01 Rincian Penggunaan Air antara lain...
Inventarisasi semua penggunaan air dan Dengan dan tanpa SIPA
Ketersediaan air (debit andalan!)
Kebutuhan air
Neraca Air
Ketersediaan dan Kebutuhan air
Neraca Air Berdasarkan Surat Edaran DIRJEN SDA 2012, Form A02 Rencana Neraca Air antara lain...
Ketersediaan air (debit andalan) dan Neraca Air = Ketersediaan dan Kebutuhan
Ketersediaan air (debit andalan), Kebutuhan air (RKI, Irigasi, Perikanan, Pemeliharaan Sungai), dan Neraca Air = Ketersediaan dan Kebutuhan
Ketersediaan air (debit andalan) dan Kebutuhan air (RKI, Irigasi, Perikanan, Pemeliharaan Sungai)
Kebutuhan air (RKI, Irigasi, Perikanan, Pemeliharaan Sungai), dan Neraca Air = Ketersediaan dan Kebutuhan
Kebutuhan air (Rumah tangga, kota dan industri, Irigasi, Perikanan, Pemeliharaan Sungai)
indeks Pemakaian Air (IPA) adalah ....
Qkebutuhan / Qketersediaan
Qkebutuhan - Qketersediaan
Qketersediaan - Qkebutuhan
Qketersediaan / Qkebutuhan
Qkebutuhan . Qketersediaan
Software yang digunakan dalam penyusunan Pola SDA
Hecrass
DSS-Ribasim
QGIS
Cropwatt
WRMM
Berapa % debit pada tahun normal, adalah tahun pada saat debit rata-rata hasil pengamatan ...
85% sampai 95%
85% sampai 100%
80% sampai 90%
85% sampai 115%
80% sampai 115%
Jenis Pemeliharaan terencana antara lain:
Preventive Maintenance
Corrective Maintenance
Predictive Maintenance
Semua Benar
Semua Salah
Jenis Pemeliharaan tidak terencana antara lain:
Pemeliharaan darurat (emergency) dan Preventive Maintenance
Pemeliharaan darurat (emergency) dan Unschedule Maintenance
Pemeliharaan darurat (emergency) dan Corrective Maintenance
Pemeliharaan darurat (emergency) dan Predictive Maintenance
Pemeliharaan Predictive Maintenance dan Unschedule Maintenance
Konsep Jenis Pemeliharaan anatara lain:
rutin, berkala, korektif, minor remedial, penggantian
rutin, berkala dan Penggantian
Pemeliharaan rutin dan berkala
Pemeliharaan korektif dan minor remedial
Operasi dan Pemeliharaan Infrastruktur SDA
pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu yang ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang diuraikan, dan dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan bagian-bagian lain tidak memenuhi kondisi yang diterima adalah
Pemeliharaan darurat (emergency maintenance)
Pemeliharaan terencana (planned maintenance)
Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)
Pemeliharaan jalan (running maintenance)
pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti untuk memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima adalah
Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)
Pemeliharaan darurat (emergency maintenance)
Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
Perbaikan menyeluruh (overhaul)
Predictive Maintenance
Tujuan pemeliharaan yang utama dapat didefinisikan dengan jelas sebagai berikut;
Untuk memperpanjang usia kegunaan asset (yaitu setiap bagian dari suatu tempat kerja, bangunan dan isinya). Hal ini terutama penting di negara berkembang karena kurangnya sumber daya modal untuk penggantian. Di negara-negara maju kadangkadang lebih menguntungkan untuk ‘mengganti’ daripada ‘memelihara’
Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi (atau jasa) dan mendapatkan laba investasi (return of investment) maksimum yang mungkin.
Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu, misalnya unit cadangan, unit pemadam kebakaran dan penyelamatan, dan sebagainnya.
Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut.
semuanya benar
• Pekerjaan pemeliharaan rutin dilaksanakan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan/hasil inspeksi rutin juru.
• Pelaksanaan oleh dinas/pengelola infrastruktur atau oleh pihak yang terlibat dan terkait secara gotong royong dengan bimbingan teknis dari dinas/pengelola infrastruktur.
Pemeliharaan Berkala
Penanggulangan
Pemeliharaan Rutin
Pelaksanaan Pemeliharaan
Perencanaan
Lahan Rawa di Indonesia memiliki Sekitar 34 juta ha berapakah luas rawa lebak dan rawa pasut?
rawa lebak 20 juta ha dan rawa pasang surut Sekitar 13.4 juta ha
rawa lebak 20 juta ha dan rawa pasang surut Sekitar 14 juta ha
rawa lebak 17 juta ha dan rawa pasang surut Sekitar 17 juta ha
rawa lebak 13.4 juta ha dan rawa pasang surut Sekitar 20 juta ha
rawa lebak 24 juta ha dan rawa pasang surut Sekitar 10 juta ha
suatu akuifer jenuh air, dengan bagian atas dibatasi oleh lapisan setengah kedap air (nilai kelulusannya terletak antara akuifer dan akuitar) dan pada bagian bawah dibatasi oleh lapisan kedap air
Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)
Akuifer setengah Tertekan (Semi Confined Aquifer)
Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
Non Akuifer
Fungsinya sebagai salah satu prasarana yang mengatur pengeluaran air dari waduk ke bagian hilirnya…
Pintu Darurat (Emergency Release)
Hollow Jet Valve (HJV)
Pintu Pengambilan Untuk Irigasi
Operasi Pintu dan Katup
Pintu Pengambilan Untuk PLTA dan atau Air Baku
PEMELIHARAAN LINGKUNGAN WADUK, KONSERVASI DAN PERLINDUNGAN DTA WADUK.
antaralain
Pemeliharaan lahan sabuk hijau / green belt area.
Pembinaan / penyuluhan masyarakat di kawasan lahan sabuk hijau dan DTA
waduk (catchment area.
Pembinaan peran serta masyarakat
Peningkatan rasa kepedulian waduk
Semuanya benar
Rawa ditetapkan sebagai rawa lebak apabila
memenuhi kriteria:
terletak jauh dari pantai
kesatuan hidrologi yang merupakan daerah aliran sungai, dan sungai yang bersifat non pasang surut dengan variasi muka air musiman
tergenangi air akibat luapan air sungai
dan/atau air hujan yang menggenang secara
periodik atau menerus
dasar drainase yang merupakan sungai non pasang surut dengan muka air tertinggi pada
musim hujan
Semuanya benar
rawa yang terletak jauh dari pantai dan tergenangi air akibat luapan air sungai dan/atau air hujan yang menggenang secara periodik atau menerus
Rawa
Rawa Pasang Surut
Rawa Lebak
Irigasi Rawa
Irigasi Pasang Surut
Berdasarkan lama dan tingginya genangan daerah rawa lebak dengan sekitar 40-60% adalah
lebak dangkal
lebak tengahan
lebak dalam
lebak sangat dalam
Semua benar
Berdasarkan lama dan tingginya genangan daerah rawa lebak dengan sekitar 30-50% dan 10-30% adalah
lebak dangkal dan lebak tengahan
lebak dalam dan lebak sangat dalam
lebak tengahan dan lebak dalam
Wlebak dangkal dan lebak dalam
lebak tengahan dan lebak sangat dalam
Rawa Pasang Surut Air Payau / Salin
Fisiografi Utama : Gambut Dan Marin
Pengaruh pasang surut harian air payau/asin adalah zona/reach….?
Zona 1
Zona 2
Zona 3
Zona 4
Zona 5
Rawa Pasang Surut Air Tawar
Fisiografi Utama: Aluvial / Fluviatil, Gambut Dan Marin
Pengaruh pasang surut harian air tawar
Zona 1
Zona 2
Zona 3
Zona 4
Zona 5
Rawa Lebak atau Rawa Non-Pasang Surut
Fisiografi Utama : Aluvial / Fluviatil Dan Gambut
Zona 1
Zona 2
Zona 3
Zona 4
Zona 5
kesatuan pengelolaan Irigasi Rawa yang terdiri atas prasarana jaringan Irigasi Rawa, air pada jaringan Irigasi Rawa, manajemen Irigasi Rawa, kelembagaan pengelolaan Irigasi Rawa, dan sumber daya manusia.
Irigasi Rawa
Sistem Rawa
Daerah Rawa
Sistem Irigasi Rawa
Jaringan Irigasi Rawa
akuifer yang massa airtanahnya terpisah dari airtanah induk. Dipisahkan oleh suatu lapisan yang relatif kedap air yang begitu luas dan terletak diatas daerah jenuh air. Biasanya akuifer ini terletak di atas suatu lapisan formasi geologi yang kedap air, disebut lapisan akuifer?
Akuifer bebas (unconfined aquifer)
Akuifer tertekan (confined aquifer)
Akuifer setengah tertekan (semi-confined aquifer)
Akuifer Menggantung (Perched Aquifer)
Akuifug
Batas Hidrologi Reach II untuk pengembangan Rawa
- Tides dominate
- Minor Seasonal diflerences
- Saline water intrusion
- Good drainage
- Tides dominate
- Seasonal diflerences more pronounced
- Salinity only in dry season
- Drainage becomes restricted in wet season
- River flow dominant
- No salinity
- Flooding in wet season
- Drainage limited
- Upland River
- Rawa Lebak
Semuanya benar
PLTA dengan kapasitas listrik outputnya sebesar Daya diatas 100 kW, tetapi dibawah 1 MW, disebut?
Large hidro
Medium Hydro
Small Hydro
Mini hydro
Pico Hydro
Kekentalan zat cair menyebabkan terbentuknya gaya-gaya geser antara 2 (dua) elemen.
Keberadaan kekentalan ini menyebabkan terjadinya kehilangan energy selama pengaliran atau
diperlukan energy untuk menjaminnya adanya pengaliran
Aliran Laminer dan turbulen
Hukum Newton tentang viskositas
Kehilangan energy (head lose)
Aliran melalui Pipa
Hukum Bernoulli
kenaikan kecepatan aliran fluida akan menyebabkan penurunan tekanan fluida secara
bersamaan atau penurunan energi potensial fluida tersebut. Intinya adalah tekanan akan
menurun jika kecepatan aliran fluida meningkat. Disebut hukum?
Manning
Froude
Mometum
Bernouli
Kontinuitas
Kendala Reklamasi Rawa Antara lain….
Dari segi alamnya lahan ini tdk cocok / bagus utk pertanian dibandingkan dataran tinggi sehingga perlu investasi besar
Sebagian besar lahan rawa belum direklamasi karena sulitnya akses & faktor lingkungan yang kurang menguntungkan
Perlindungan alami pantai terhadap gelombang laut berkurang
Perubahan kondisi lingkungan/ekologi dataran rawa & hutan bakau dan
Timbulnya problem tanah (gambut, pirit)
Semuanya benar
Menggunakan data apa saja untuk Kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan Pedoman Perencanaan Irigasi KP01 (Ditjen Pengairan,1985)
Data luas lahan irigasi, jadwal tanam, evapotranspirasi acuan, jenis tanah, dan efisiensi saluran irigasi
Data luas lahan irigasi, evapotranspirasi acuan, curah hujan efektif, jenis tanah, dan efisiensi saluran irigasi
Data luas lahan irigasi, jadwal tanam, evapotranspirasi acuan, curah hujan efektif, jenis tanah, dan efisiensi saluran irigasi
Data luas lahan irigasi, jadwal tanam, evapotranspirasi acuan, curah hujan efektif
Data luas lahan irigasi, jadwal tanam, evapotranspirasi acuan, curah hujan efektif dan efisiensi saluran irigasi
Indeks Penggunaan Air (IPA)
Klasifikasi Kritis sedang….
25% dan 50%
25%
30% dan 70%
50% dan 100%
> 100%
Metoda perhitungan banjir Pertama kali adalah
Melchior
Weduwen
Fj.Mock
Thorwetrn
Mcdowell
Sebutkan 5 (lima) Sasaran Strategis Kementerian PUPR
Meningkatnya ketersediaan air melalui infrastruktur Sumber Daya Air
Meningkatnya konektivitas jaringan jalan nasional
Meningkatnya Penyediaan Akses Perumahan dan Infrastruktur Permukiman Yang Layak, Aman dan Terjangkau
Meningkatnya pemenuhan kebutuhan SDM Vokasional bidang konstruksi yang kompeten dan profesional
Meningkatnya Kualitas Tata Kelola
Kementerian PUPR dan Tugas Teknis Lainnya
Dan / Atau Semua Jawaban Benar
Menahan dan mencegah longsor tanah pantai di belakangnya adalah tujuan bangunan
Tanggul Laut
(seadike)
Dinding Penahan
(bulkhead)
Revetment
Groin
Pemecah
Gelombang Lepas
Pantai
Tipe Pasang Surut Berdasarkan Bilangan Formzhal pada asang harian ganda (semidiurnal) dan Pasang harian tunggal (diurnal) adalah
F < 0.25 dan F < 3.0
0.25 < F < 1.5 Campuran, condong ke semi diurnal
1.5<F<3.0 Campuran, condong ke diurnal
F < 0.25 dan 0.25 < F < 1.5
1.5<F<3.0 dan F < 3.0
Di dalam perencanaan bangunan pengamanan pantai dari konstruksi batu,
perlu ditentukan berat butiran batu pelindung yang dapat dihitung dengan
menggunakan rumus?:
metode
Least Square.
Formzhal
Hudson
Formzhal dan Hudson
Metode Sea Level
Beberapa metode perhitungan banjir rencana, diantaranya:
Hubungan empiris curah hujan-limpasan, Dengan menggunakan hidrograf satuan untuk menghitung hidrograf banjir dan Dengan pengamatan langsung di lapangan
Dengan menggunakan hidrograf satuan untuk menghitung hidrograf banjir dan Dengan pengamatan langsung di lapangan
ubungan empiris curah hujan-limpasan dan Dengan menggunakan hidrograf satuan untuk menghitung hidrograf banjir
Dengan menggunakan hidrograf satuan untuk menghitung hidrograf banjir
Dengan pengamatan langsung di lapangan
metode apa saja perhitungan banjir rencana dengan menggunakan Hubungan empiris curah hujan-limpasan?
Log Person I
Log Person II
Rasional, Weduwen, Melchior
Frekuensi
steady gradually varied flow
Fitur HEC-RAS terdiri dari empat komponen hitungan hidraulika satu dimensi,kecuali...
Hitungan profil muka air aliran permanen
Simulasi aliran tak permanen
Simulasi proses hujan-aliran/limpasan (rainfall-runoff)
Hitungan transpor sedimen (mobile bed, moveable boundary)
Analisis kualitas air
Beberapa metode perhitungan banjir rencana yang merupakan hubungan
empiris curah hujan – limpasan adalah, kecuali...
Rasional
Weduwen
Melchior
Hidrograf Banjir
Flood routing
Berikut ini merupakan kegunaan dari bilangan Froude ….
Memahami perubahan yang terjadi di sungai
Mengikuti tampang melintang tegak lurus aliran
Menghubungkan titik terendah palung sungai
Menentukan jenis aliran
Menentukan suatu aliran laminar atau turbulen
Berikut ini merupakan beberapa parameter fisik sungai, kecuali …..
Lebar puncak
Perimeter basah P
Aliran banjir
Luas tampang basah
Tampang melintang (cross-section)
Parameter kualitas air untuk air minum yang tidak disyaratkan pada Kriteria Mutu Air pada kelas I sesuai PP 82 tahun 2001 antaralain:
parameter natrium, florida, nitrat, nitrit, magnesium dan kesadahan
parameter natrium, kalium, kalsium, magnesium dan kesadahan
parameter kalsium, nitrat, nitrit, dan kekeruhan
parameter natrium, nitrat, magnesium dan florida
parameter natrium, kalium, kalsium, magnesium dan florida
Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO), parameter penting yang berpengaruh terhadap kualitas air irigasi yaitu:
parameter natrium, kalium, kalsium, magnesium dan kesadahan
Daya hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), magnesium dan kesadahan
Daya hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), Sodium Absorption Ratio (SAR), klorida dan boron
Daya hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), magnesium dan natrium
Daya hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), magnesium dan boron
berdasarkan PP 82/2001 Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas : , air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; adalah kelas
Kelas I
Kelas II
Kelas III
Kelas IV
Kelas V
Metode pengambilan contoh air sungai dan air tanah mengacu pada standar nasional Indonesia, masing-masing sesuai SNI adalah
SNI 6989.57:2008 dan SNI 6989.58:2008
SNI 6989.57:2006 dan SNI 6989.58:2006
SNI 6989.57:2010 dan SNI 6989.58:2010
SNI 6989.57:2007 dan SNI 6989.58:2007
SNI 6989.57:2009 dan SNI 6989.58:2009
Pemilihan lokasi pengambilan contoh air, perlu diketahui fasilitas bangunan yang telah ada pada sumber air tersebut, yang dapat dimanfaatkan untuk sarana pengambilan contoh air, antara lain
jembatan dan Pos Jaga
Pos Jaga dan Pos duga air
jembatan dan station pengukur debit air
hulu, tengah dan hilir
semuanya benar
Minimum Waktu yang tepat untuk pengambilan sample air pada kegiatan kualitas air adalah
selama satu tahun yang mencakup musim hujan dan kemarau
selama satu tahun per triwulan
selama satu tahun setiap pelaksanaan pengukuran debit sungai
sekali dalam satu tahun
selama satu tahun setiap bulan
Parameter apa saja Pemeriksaan kualitas air di lapangan....
alkaliniti, oksigen terlarut (DO), color, asiditi dan pH
alkaliniti, oksigen terlarut (DO), alkaliniti, asiditi dan pH
alkaliniti, BOD, alkaliniti, asiditi dan pH
BOD, COD, alkaliniti, asiditi dan pH
BOD, COD, oksigen terlarut (DO), asiditi dan pH
Kegiatan Pengawaten sampel air yakni Pemeriksaan kualitas air sebaiknya segera dilakukan stelah pengambilan sampel air. Hal ini disebabkan karena
terjadinya reaksi secara biologi akibat aktivitas dari mikroorganisme
reaksi secara kimia yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi
reaksi secara fisika yang dapat menyebabkan penyerapan koloid, zat-zat terlarut atau tersuspensi oleh permukaan tempat penampung contoh air
semuanya benar
semua salah
Penampung yang dapat dipakai untuk menyimpan contoh air dapat terbuat dari bahan gelas atau alkaliniti. Persyaratan dari bahan penampung tersebut adalah:
tidak terjadi penyerapan zat-zat kimia dari bahan penampung oleh contoh air
tidak terjadi penyerapan zat-zat kimia dari contoh air oleh penampung
semua salah
semua benar
Pengujian parameter fisika di laboratorium antara lain
klorida, sulfat, nitrat, nitrit, deterjen, fenol, nilai permanganat dan logam
fenol, nilai permanganat dan logam
residu terlarut, nilai permanganat dan logam
residu terlarut, residu tersuspensi, warna
semuanya benar
Pengujian parameter fisika di laboratorium antara lain
klorida, sulfat, nitrat, nitrit, deterjen, fenol, nilai permanganat dan logam
fenol, nilai permanganat dan logam
residu terlarut, nilai permanganat dan logam
residu terlarut, residu tersuspensi, warna
semuanya benar
Pengecekan data hasil analisis kualitas air, dapat dilakukan apabila parameter yang dianalisis lengkap. Parameter-parameter tersebut meliputi :
pH, Daya Hantar Listrik (DHL), total residu terlarut (TDS), kation dan BOD
pH, Daya Hantar Listrik (DHL), total residu terlarut (TDS), kation dan anion mayor
pH, Daya Hantar Listrik (DHL), total residu terlarut (TDS), COD dan BOD
pH, Daya Hantar Listrik (DHL), Klorida, COD dan BOD
pH, Daya Hantar Listrik (DHL), nitrat, nitrit, COD dan BOD
Kriteria mutu air berdasarkan kelas I pada parameter Fisika sesuai PP 82/2001 adalah
Residu Terlarut 1000 mg/L dan Residu Tersuspensi 50 mg/L
Residu Terlarut 50 mg/L dan Residu Tersuspensi 500 mg/L
Residu Terlarut 5000 mg/L dan Residu Tersuspensi 10 mg/L
Residu Terlarut 1000 mg/L dan Residu Tersuspensi 500 mg/L
Residu Terlarut 100 mg/L dan Residu Tersuspensi 50 mg/L
Kriteria mutu air berdasarkan kelas I pada parameter MIKROBIOLOGI sesuai PP 82/2001 adalah
Fecal coliform 10 Jml/ml dan Total coliform 100 Jml/ml
Fecal coliform 100 Jml/ml dan Total coliform 100 Jml/ml
Fecal coliform 100 Jml/ml dan Total coliform 1000 Jml/ml
Fecal coliform 100 Jml/ml dan Total coliform 10 Jml/ml
Fecal coliform 1000 Jml/ml dan Total coliform 100 Jml/ml
Kriteria mutu air berdasarkan kelas I pada parameter KIMIA ORGANIK yang tepat sesuai PP 82/2001 adalah
pH 6 - 9
BOD5 2 mg/L
COD 10 mg/L
DO 6 mg/L
pH 6 - 7
BOD5 5 mg/L
COD 10 mg/L
DO 10 mg/L
pH 6 - 8
BOD5 2 mg/L
COD 6 mg/L
DO 6 mg/L
pH 5-6
BOD5 2 mg/L
COD 10 mg/L
DO 6 mg/L
pH 6 - 9
BOD5 2 mg/L
COD 6 mg/L
DO 10 mg/L
Kriteria mutu air berdasarkan kelas I pada parameter KIMIA ANORGANIK yang tepat sesuai PP 82/2001 adalah
Khlorida - mg/L
Sianida 5 mg/L
Flourida 1 mg/L
Sulfat 40 mg/L
Khlorida - mg/L
Sianida 0.2 mg/L
Flourida 0.5 mg/L
Sulfat 4 mg/L
Khlorida - mg/L
Sianida 0.02 mg/L
Flourida 0.5 mg/L
Sulfat 400 mg/L
Khlorida 1 - mg/L
Sianida 0.2 mg/L
Flourida 0.5 mg/L
Sulfat 4 mg/L
Khlorida 10 mg/L
Sianida 0.2 mg/L
Flourida 0.5 mg/L
Sulfat 400 mg/L
Apabila Q adalah debit tersedia (It/detik) dan DR dalah kebutuhan air normal di bangunan sadap (It/dt/ha), berapakah luas areal A yang dapat diairi jika koefisien akibat sistem golongan adalah 0,87
A = (Q/ DR)°0,8
A= 0,8 DR * Q
A = (Q/ DR) * (1/0,8)
A = DR * 0,8 /Q
A = 0,8 * DR/Q
Faktor konversi nilai kuat tekan beton dari kuat tekan karakteristik K menjadi " fc' "
8.3
0.83
1/8.3
0,083
semua salah
Balok konstruksi Jepit-Jepit dengan panjang bentang L dan beban terbagi merata Q maka tegangan geser terkecil akan terjadi pada:
¼ L dari tepi
½ L
1/5 L dari tepi
kedua tumpuan
kedua jepit
Stabilitas konstruksi dinding penahan tanah harus diperhitungkan terhadap gaya-gaya:
a. geser dan guling
b. tekanan tanah dan rembesan
c. Uplift dan Rapid drawdown
d. semua jawaban salah
e. semua jawaban benar
Pemanfaatan ruang pantai yang menjadikan prioritas utama dan memberikan bobot tertinggi adalah:
Perumahan
Kawasan industry
Kawasan pariwisata
Cagar budaya konservasi dunia
Kawasan pertahanan dan pengamanan
Gelombang swell adalah:
Gelombang yang terjadi di daerah pembentukan (pembangkitan)
Bentuk Gelombang yang menjalar dari area pembangkitannya
Gelombang yang menjalar ke arah tertentu ke bangunan pantai
Gelombang yang terbentuk jauh di tengah laut
Semua jawaban benar
Syarat keamanan struktur embung adalah:
Stabilitas struktur, stabilitas hidraulik, dan kekedapan
Aman terhadap keruntuhan tebing
Aman terhadap kegagalan fungsional
Aman terhadap kegagalan struktur, rembesan, dan kegagalan
Semua jawaban benar
Satuan dari Mutu beton K dan FC adalah
K = satuan kg/cm2 dan FC = satuan MPa
K = satuan kg/cm3 dan FC = satuan MPa
K = satuan g/cm3 dan FC = satuan MP
K = satuan kg/m2 dan FC = satuan MP
K = satuan g/cm2 dan FC = satuan MP
Perbedaan antara pembuatan sampel, mutu beton
K dan mutu beton FC adalah
K = kubus ukuran 15 cm x 15cm × 15 cm,
sedangkan benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm
K = kubus ukuran 20 cm x 20 cm × 15 cm,
sedangkan benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm2
K = kubus ukuran 20 cm x 20 cm × 20 cm,
sedangkan benda uji silinder berukuran diameter 25 cm dan tinggi 30 cm2
K = kubus ukuran 15 cm x 15 cm × 20 cm,
sedangkan benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm2
K = kubus ukuran 15 cm x 15 cm × 20 cm,
sedangkan benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm
KONVERSI MUTU BETON K KE FC' MPA Jika Mutu Beton K100, K150, K175 dan K200
K100 = fc 8,3 mpa
K150 = fc12.35 mpa
K175 = fc 14.53 mpa
K200 = fc 16.60 mpa
K100 = fc 8,8 mpa
K150 = fc15.35 mpa
K175 = fc 14.53 mpa
K200 = fc 16.60 mpa
K100 = fc 8,3 mpa
K150 = fc12.35 mpa
K175 = fc 15 mpa
K200 = fc 18.80 mpa
K100 = fc 8,3 mpa
K150 = fc13.35 mpa
K175 = fc 15.53 mpa
K200 = fc 16.60 mpa
K100 = fc 8,8 mpa
K150 = fc12.35 mpa
K175 = fc 14.53 mpa
K200 = fc 18.80 mpa
KONVERSI MUTU BETON K KE FC' MPA Jika Mutu Beton K225, K275, dan K350
K225 = fc 18.68 mpa
K275 = fc 25.83 mpa
K350 = fc 29.05 mDa
K225 = fc 18.68 mpa
K275 = fc 22.83 mpa
K350 = fc 29.05 mDa
K225 = fc 20 mpa
K275 = fc 22.83 mpa
K350 = fc 29.05 mDa
K225 = fc 18.68 mpa
K275 = fc 25.83 mpa
K350 = fc 39.05 mDa
K225 = fc 10.68 mpa
K275 = fc 20.83 mpa
K350 = fc 29.05 mDa
semacam tembok miring baik buatan maupun alami, dipergunakan untuk mengatur muka air
Tanggul Laut (Sea Dike)
Tembok Laut (Sea Wall)
Perkuatan Lereng (Revetment)
Pemecah Gelombang(Break Water)
Krib (Groin)
Mengatur arah arus laut; Memperbesar jari-jari belokan alur laut yang terlalu tajam supaya alignment laut menjadi lebih baik; Mengurangi kecepatan arus laut sepanjang tebing laut; Mengendalikan erosi tebing laut dengan mengurangi kecepatan aliran yang menyerang tebing laut; Dsb, adalah fungsi dari
Tanggul Laut (Sea Dike)
Tembok Laut (Sea Wall)
Perkuatan Lereng (Revetment)
Pemecah Gelombang(Break Water)
Krib (Groin)
bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai
Tanggul Laut (Sea Dike)
Tembok Laut (Sea Wall)
Perkuatan Lereng (Revetment)
Pemecah Gelombang (Break Water)
Krib (Groin)
bangunan utama sepanjang sisi kiri-kanan sungai. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi kehidupan dan harta benda dari genangan akibat banjir, badai (gelombang pasang)
Tanggul sungai
Perkuatan Lereng
Konsolidasi Pondasi
Krib (Groyne)
Ambang (Groundsill)
Bangunan diletakkan pada permukaan suatu tebing/lereng untuk melindungi suatu tebing sungai dan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan tebing atau tubuh tanggul.
Tanggul
Perkuatan Lereng
Konsolidasi Pondasi
Krib (Groyne)
Ambang (Groundsill)
bangunan melintang badan sungai untuk menghindari perbedaan elevasi dasar sungai yang berlebihan.
Tanggul sungai
Perkuatan Lereng
Konsolidasi Pondasi
Krib (Groyne)
Ambang (Groundsill)
konstruksi yang dibangun pada tebing sungai hingga arah tengah yang berfungsi mengatur arus sungai, bertujuan Mengendalikan kecepatan agar supaya suangai tidak bermeander; dan Mengatur arah arus sungai
Tanggul sungai
Perkuatan Lereng
Konsolidasi Pondasi
Krib (Groyne)
Ambang (Groundsill)
suatu bangunan yang ditempatkan di depan atas pondasi atau yang berupa pelindung kaki perkuatan lereng. Tujuannya adalah mengurangi kecepatan arus, mencegah gerusan dasar sungai dan melindungi dasar sungai secara keseluruha
Tanggul sungai
Perkuatan Lereng
Konsolidasi Pondasi
Krib (Groyne)
Ambang (Groundsill)
konstruksi peredam energi di hilir bendung dan berfungsi pula sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi bendung.
Bronjong
Rip-rap
Groin
Ambang Dasar
Revetmen
salah satu konstruksi bangunan air yang dikenal dengan bangunan ukur yang berfungsi untuk membagi air sesuai debit yang direncanakan dengan cara mengatur tinggi muka air
Intake
Inlate
Pintu Air (Gate/ Sluice)
Pintu sorong
Pintu buterfly
berdasar SNI 03-2847-2002 Sengkang (begel) dapat dibuat dengan dua jenis kait yaitu
90o dan 145o
90o dan 125o
90o dan 135o
90o dan 105o
90o dan 115o
Kombinasi pemakaian kait untuk sengkang tertutup diijinkan selama masing-masing kait memenuhi kaidah tekukan dan Lt minimum. berapa ukuran standar Kait pada gambar diatas
Kait 90o dan 135o
Kait 90o dan 125o
Kait 135o dan 135o
Kait 135o dan 145o
Kait 125o dan 135o
