wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Review Knowledge Asesor Akreditasi LPK

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Pengakuan formal bahwa lembaga pelatihan kerja telah memenuhi standar internasional.

b)

Pengakuan formal bahwa lembaga pelatihan kerja telah memiliki ijin dan Gedung sendiri.

c)

Pengakuan formal bahwa lembaga pelatihan kerja telah memenuhi persyaratan melakukan pelatihan kerja

d)

Pengakuan formal bahwa lembaga pelatihan kerja telah memenuhi standar ISO.

2.

Apa tujuan utama dari akreditasi lembaga pelatihan kerja oleh LA-LPK?

a)

Meningkatkan jumlah peserta pelatihan.

b)

Memaksimalkan keuntungan Lembaga.

c)

Memperluas jaringan kerja Lembaga.

d)

Menjamin mutu dan kualitas pelatihan

3.

Apa tugas utama seorang asesor akreditasi?

a)

Melakukan Penilaian terhadap Lembaga yang diakreditasi.

b)

Memberikan bimbingan dan pelatihan Lembaga Pelatihan Kerja.

c)

Membantu Lembaga Pelatihan Kerja memperoleh Akreditasi.

d)

  Mencari Kesalahan LPK dalam memenuhi Standar

4.

Tanggung jawab utama seorang asesor akreditasi adalah:

 

a)

Melakukan visitasi dan bimbingan kepada Lembaga Pelatihan Kerja dan melaporkan hasil penilaian kepada KA-LPK

b)

Melakukan Desk Asesmen, Visitasi dan Laporan hasil penilaian kepada KA-LPK.

c)

Memberikan bimbingan teknis kepada Lembaga Pelatihan Kerja sampai mendapatkan predikat Akreditasi dan melaporkan hasil penilaian kepada KA-LPK.

d)

Melakukan Bimbingan, Desk Asesmen, dan Visitasi terhadap Lembaga Pelatihan Kerja.

5.

Salah satu kode etik yang harus dipatuhi oleh asesor akreditasi adalah:

a)

Menjaga kerahasiaan, membantu LPK agar terakreditasi.

b)

Memberikan rekomendasi akreditasi berdasarkan kedekatan pribadi.

c)

Menjaga kerahasiaan, bersikap objektif dan tidak memihak.

d)

Menggunakan informasi yang diperoleh untuk membantu LPK lain agar dipelajari.

6.

Apa yang harus dilakukan asesor akreditasi jika menghadapi konflik kepentingan misalnya ditugaskan ke LPK milik sendiri, LPK milik saudara, LPK milik sahabat/orang dekat atau LPK yang dibimbing secara mandiri oleh asesor selama proses akreditasi?

a)

Melaporkannya kepada KA-LPK dan menarik diri dari proses akreditasi terhadap LPK tersebut.

b)

Merupakan keuntungan dan melanjutkan proses evaluasi.

c)

Menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi.

d)

Menyelesaikan konflik secara internal dengan lembaga yang diakreditasi.

7.

Asesor akreditasi harus menjaga integritas selama proses akreditasi dengan cara:

a)

Menyusun laporan evaluasi berdasarkan asumsi pribadi

b)

Fleksibel pada standar penilaian untuk membantu lembaga mendapatkan akreditasi

c)

Menyampaikan kekurangan data dari LPK yang diakreditasi kepada LPK lain agar tidak diulangi

d)

Memberikan penilaian yang adil dan berdasarkan fakta

8.

Mengapa kemampuan mendengarkan aktif penting bagi seorang asesor akreditasi?

a)

Untuk menghemat waktu dalam proses akreditasi

b)

Untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan

c)

Untuk memastikan setiap detail dan informasi dipahami dengan benar

d)

Untuk mengurangi biaya akreditasi

9.

Bagaimana seorang asesor akreditasi menunjukkan performa yang baik saat melakukan evaluasi?

a)

Memberikan penilaian yang tidak memberatkan LPK.

b)

Bersikap profesional dan objektif sesuai standar selama proses evaluasi.

c)

Memberikan contoh jawaban dan dokumen dari LPK lain agar dipelajari.

d)

Dengan mempercepat proses evaluasi tanpa memeriksa detail

10.

Mengapa penampilan profesional penting bagi seorang asesor akreditasi LPK?

a)

Agar LPK hormat dan tidak meremehkan asesor.

b)

Untuk menunjukkan otoritas dan profesionalisme

c)

Untuk menyamarkan identitas.

d)

Untuk mengikuti tren mode terkini.

11.

Dress code apa yang sebaiknya dikenakan oleh seorang asesor akreditasi LPK saat melakukan visitasi Akreditasi ?

a)

Pakaian kasual seperti jeans dan kaos.

b)

Pakaian formal atau semi-formal seperti kemeja dan celana bahan, batik.

c)

Pakaian Kemeja, jas dan berdasi.

d)

Pakaian tradisional.

12.

Apa yang tidak seharusnya dilakukan oleh asesor akreditasi LPK dalam hal penampilan?

a)

Mengenakan aksesoris mencolok dan berlebihan

b)

Mengenakan pakaian yang sopan dan profesional

c)

Menjaga kebersihan dan kerapihan diri

d)

Memastikan pakaian sesuai dengan budaya kerja setempat

13.

Apa prinsip dasar yang harus dipegang oleh asesor akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Objektivitas dan tidak memihak.

b)

Bentuk fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh LPK.

c)

Hubungan pribadi dan kedekatan dengan LPK.

d)

Karena se organisasi dengan LPK.

14.

Apa yang dimaksud dengan imparsialitas dalam konteks tugas seorang asesor akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Memberikan penilaian yang tidak memihak dan adil.

b)

Menjaga kerahasiaan informasi lembaga.

c)

Mempercepat proses evaluasi lembaga.

d)

Menjalin hubungan baik dengan peserta pelatihan.

15.

Mengapa imparsialitas penting bagi seorang asesor akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Untuk meningkatkan jumlah peserta pelatihan

b)

Untuk mempromosikan lembaga pelatihan kerja

c)

Untuk mengurangi biaya operasional

d)

Untuk menjaga integritas dan kepercayaan terhadap proses akreditasi

16.

18. Apa yang harus dilakukan seorang asesor akreditasi jika merasa tidak dapat bersikap imparsial selama proses akreditasi?

a)

Melanjutkan evaluasi seperti biasa.

b)

Melaporkan kepada pihak KA-LPK dan menarik diri dari proses akreditasi.

c)

Menyarakan kepada LPK untuk merahasiakan dan menjaga nama baik asesor.

d)

Menyelesaikan evaluasi dengan cepat tanpa memeriksa detail

17.

Bagaimana seorang asesor dapat memastikan bahwa evaluasinya tetap imparsial?

a)

Dengan menghindari semua interaksi dengan staf lembaga

b)

Dengan menyelesaikan evaluasi secepat mungkin

c)

Dengan memberikan penilaian hanya berdasarkan opini pribadi

d)

Dengan mematuhi etika dan kode etik asesor

18.

Apa yang dimaksud dengan standar dalam konteks akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Serangkaian pedoman yang harus diikuti Lembaga Pelatihan Kerja.

b)

Peraturan pemerintah mengenai ijin operasional Lembaga.

c)

Standar Gedung dan sarpras untuk mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja

d)

Standar internal Lembaga Pelatihan Kerja.

19.

Mengapa standar penting dalam proses akreditasi lembaga pelatihan kerja?

a)

Untuk menjamin bahwa lembaga menawarkan pelatihan berkualitas tinggi

b)

Untuk memastikan lembaga mematuhi peraturan keuangan

c)

Untuk mengurangi biaya operasional lembaga

d)

Untuk meningkatkan jumlah peserta pelatihan

20.

Bagaimana lembaga pelatihan kerja dapat memastikan bahwa mereka memenuhi standar akreditasi?

a)

Dengan menghindari evaluasi berkala

b)

Dengan melakukan audit internal dan ISO

c)

Dengan membuktikan diri mengajukan Akreditasi

d)

Dengan meningkatkan jumlah peserta tanpa memperhatikan kualitas

21.

Apa yang dimaksud Pelatihan berbasis Kompetensi?

a)

Pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

b)

Pendekatan pelatihan yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan spesifik yang diperlukan untuk melakukan tugas atau pekerjaan tertentu dengan kompeten yang tujuan utamanya untuk memastikan bahwa peserta pelatihan memperoleh dan dapat menunjukkan kompetensi yang diharapkan dalam konteks pekerjaan mereka.

c)

Pelatihan yang didasarkan pada standar kompetensi yang jelas dan spesifik yang menjelaskan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dalam suatu pekerjaan.

d)

Semua Jawaban benar.

22.

Salah satu karakteristik dari pelatihan berbasis kompetensi adalah:

a)

Semua peserta harus menyelesaikan pelatihan dalam waktu yang sama

b)

Pembelajaran yang lebih terfokus pada kebutuhan individu peserta

c)

Hanya dilakukan di ruang kelas

d)

Tidak ada penilaian selama pelatihan

23.

Bagaimana pelatihan berbasis kompetensi memastikan relevansi dengan konteks kerja nyata?

a)

Dengan menggunakan buku teks akademis sebagai materi utama

b)

Dengan melibatkan instruktur dari akademisi

c)

Menyusun program dan materi pelatihan melibatkan industri

d)

Dengan mengikuti tren pelatihan terbaru.

24.

Apa tujuan utama dari Training Need Analysis (TNA)?

a)

Menentukan anggaran pelatihan

b)

Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi peserta pelatihan dan kebutuhan industri.

c)

Menyusun jadwal pelatihan

d)

Menilai kinerja pelatih

25.

Langkah pertama dalam melakukan Training Need Analysis adalah:

a)

Mengembangkan materi pelatihan

b)

Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.

c)

Menilai efektivitas pelatihan

d)

Menentukan metode pelatihan

26.

Peraturan tentang pelatihan Berbasis Kompetensi adalah :

a)

PP No. 31 tahun 2006

b)

Perpres No. 8 tahun 2012

c)

Permenaker No. 5 Tahun 2022

d)

Permenaker No. 8 Tahun 2014

27.

Sistem Pelatihan Kerja Nasional  atau Sislatkernas terdapat pada :

a)

   PP No. 31 tahun 2006

b)

Perpres No. 8 tahun 2012

c)

Permenaker No. 5 Tahun 2022

d)

Permenaker No. 8 Tahun 2014

28.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau disingkat KKNI terdapat pada : 

a)

PP No. 31 tahun 2006

b)

Perpres No. 8 tahun 2012

c)

Permenaker No. 5 Tahun 2022

d)

Permenaker No. 8 Tahun 2014

29.

Apa yang dimaksud dengan KKNI.

a)

Peraturan yang mengatur tentang standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

b)

Peraturan yang mengatur Pelatihan Berbasis Kompetensi

c)

Kerangka penjenjangan kompetensi yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja.

d)

Rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

30.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI adalah :

a)

Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

b)

Peraturan yang mengatur Pelatihan Berbasis Kompetensi

c)

Kerangka penjenjangan kompetensi yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja.

d)

Rumusan kemampuan  kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan  dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan  pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang  berlaku.

31.

Kep.Dirjen Binalavotas No. 771  tahun 2023 adalah tentang :

a)

Perubahan Pedoman Pelatihan Berbasis Kompetensi

b)

Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja

c)

Pedoman Penyusunan Program dan Materi Pelatihan Berbasis Kompetens

d)

Pedoman Kompetensi Instruktur Pelatihan Berbasis Kompetensi

32.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia tentang  Standardisasi, Pelatihan Kerja dan Sertifikasi di atur dalm SKKNI No.

a)

SKKNI No. 333 Tahun 2022

b)

SKKNI No. 333 Tahun 2020

c)

SKKNI No. 333 Tahun 2023

d)

SKKNI No. 333 Tahun 2018

33.

Peraturan Tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja terbaru adalah :

a)

UU No. 5 Tahun 2022

b)

PP No. 5 Tahun 2022

c)

Perpres No. 5 Tahun 2022

d)

Permenaker No. 5 Tahun 2022

34.

Apa yang dimaksud dengan KMPI?

a)

Kerangka Manajemen Pelatihan Industri

b)

Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia

c)

Kerangka Modul Pelatihan Internasional

d)

Kerangka Metode Pelatihan Inklusif

35.

Salah satu tujuan utama KMPI adalah:

a)

Menjamin pelatihan mengikuti kebutuhan kekinian

b)

Menjamin bahwa program pelatihan memenuhi standar kualitas tertentu

c)

Meningkatkan kualitas instruktur pelatihan

d)

Menstandarkan kurikulum

36.

Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di atur dalam :

a)

UU No. 68 Tahun 2022

b)

PP No. 68 Tahun 2022

c)

Perpres No. 68 Tahun 2022

d)

Kepres No. 68 Tahun 2022

37.

Apa yang dimaksud dengan kode etik bagi seorang asesor LPK?

a)

Panduan teknis pelaksanaan pelatihan kerja

b)

Standar penilaian akreditasi LPK

c)

Prinsip dan Norma yang harus diikuti oleh asesor dalam menjalankan tugasnya

d)

Prosedur operasional standar dalam pengelolaan LPK

38.

Seorang asesor LPK harus menghindari konflik kepentingan dengan cara:

a)

Menyimpan informasi tentang LPK yang diaudit

b)

Menerima hadiah dari LPK yang diaudit

c)

Menolak penugasan jika memiliki hubungan pribadi dengan pihak LPK yang diaudit

d)

Mengikuti semua arahan dari LPK yang diaudit

39.

. Tindakan apa yang seharusnya diambil oleh seorang asesor jika menemukan pelanggaran serius di LPK yang diaudit?

a)

Mengabaikan pelanggaran tersebut

b)

Melaporkan pelanggaran tersebut kepada KA-LPK.

c)

Mendiskusikan dengan pihak LPK secara pribadi

d)

Menyelesaikan masalah secara informal

40.

Prinsip objektivitas dalam kode etik asesor LPK mengharuskan asesor untuk:

a)

Menggunakan standar penilaian yang sama untuk semua LPK

b)

Mempertimbangkan hubungan personal dalam penilaian

c)

Memberikan hasil penilaian yang menguntungkan bagi LPK

d)

Mempercepat proses akreditasi tanpa verifikasi

41.

Apa yang harus dilakukan asesor LPK jika ada tekanan dari pihak luar untuk memanipulasi hasil akreditasi?

a)

Mengikuti tekanan untuk menjaga hubungan baik

b)

Melaporkan tekanan tersebut kepada KA-LPK

c)

Mengabaikan tekanan dan tetap melakukan akreditasi seperti biasa

d)

Membicarakan tekanan tersebut dengan pihak LPK

42.

Asesor LPK harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama proses akreditasi dengan cara:  

a)

Membagikan informasi hanya dengan teman dekat

b)

Menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi

c)

Tidak mengungkapkan informasi kepada pihak yang tidak berwenang

d)

Mengunggah informasi ke media sosial untuk transparansi

43.

Apa yang menjadi dasar seorang asesor untuk memberikan rekomendasi perbaikan kepada LPK?

a)

Intuisi pribadi

b)

Permintaan dari LPK

c)

Temuan berdasarkan standar akreditasi yang telah ditetapkan

d)

Saran dari pihak ketiga

44.

Kode etik asesor LPK menuntut asesor untuk:

a)

Bertindak berdasarkan kepentingan pribadi

b)

Melibatkan diri dalam aktivitas politik LPK

c)

Menjaga profesionalisme dan etika kerja tinggi

d)

Menentukan standar akreditasi secara fleksibel

45.

Apa yang seharusnya dikenakan oleh seorang asesor akreditasi LPK saat melakukan kunjungan lapangan?

a)

Pakaian kasual seperti kaos dan celana jeans

b)

Pakaian formal atau semi-formal yang rapi dan sopan

c)

Pakaian formal, jas dan berdasi

d)

Pakaian santai dan bebas

46.

Asesor harus menghindari penggunaan ponsel selama proses akreditasi kecuali untuk:     

a)

Bermain game saat jeda waktu

b)

Mengecek media sosial

c)

Mengirim pesan pribadi

d)

Keperluan penting dan mendesak terkait tugas akreditasi

47.

Apa yang dimaksud dengan bukti dalam akreditasi LPK?

a)

Dokumen yang disiapkan untuk promosi LPK

b)

Publikasi media tentang LPK

c)

Catatan keuangan LPK untuk keperluan internal

d)

Data dan informasi yang menunjukkan kepatuhan LPK terhadap standar akreditasi

48.

Apa tujuan utama dari pengumpulan bukti dalam akreditasi LPK?

a)

Mengurangi biaya operasional

b)

Menarik perhatian sponsor

c)

Memastikan bahwa LPK memenuhi standar kualitas yang ditetapkan

d)

Meningkatkan jumlah siswa

49.

Apa yang dimaksud dengan bukti tidak langsung dalam konteks akreditasi LPK?

a)

Informasi yang mendukung penilaian tetapi tidak secara langsung terkait dengan kegiatan pelatihan, seperti testimoni dari perusahaan yang mempekerjakan lulusan

b)

Bukti yang didapatkan dari laporan keuangan

c)

Sertifikat penghargaan

d)

Data absensi peserta

50.

Bukti yang valid dalam proses akreditasi harus memenuhi kriteria:

a)

Relevan, dapat dipercaya, sesuai kondisi di lapangan

b)

Menarik dan inovatif

c)

Mahal dan eksklusif

d)

Populer di media sosial

51.

Apa yang dimaksud dengan bukti “must have" dalam akreditasi LPK?

a)

Bukti yang diinginkan tetapi tidak wajib

b)

Bukti yang tidak relevan dengan proses akreditasi

c)

Bukti yang wajib ada dan sangat penting untuk memenuhi standar akreditasi

d)

Bukti tambahan yang bisa meningkatkan nilai akreditasi

52.

Apa yang dimaksud dengan bukti "should have" dalam akreditasi LPK?

a)

Bukti yang tidak diperlukan sama sekali

b)

Bukti yang wajib ada dan sangat penting

c)

Bukti yang diharapkan (sebaiknya) ada untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, namun tidak wajib

d)

Bukti tambahan yang tidak terlalu penting

53.

Apa yang dimaksud dengan bukti "nice to have" dalam akreditasi LPK?

a)

Bukti yang wajib dan sangat penting

b)

Bukti yang tidak relevan dengan akreditasi

c)

Bukti yang tidak diterima dalam proses akreditasi

d)

Bukti tambahan (akan lebih baik jika ada) yang dapat memperkuat penilaian namun tidak esensial

54.

Mengapa penting untuk membedakan antara bukti "must have", "should have", dan "nice to have" dalam akreditasi LPK?

a)

Untuk memudahkan pengumpulan bukti

b)

Untuk memastikan semua bukti tersedia dalam urutan yang benar

c)

Untuk membantu fokus pada bukti yang paling penting dan relevan

d)

Untuk membuat laporan akreditasi lebih menarik

55.

Bukti "must have" biasanya digunakan untuk:

a)

Menghias laporan akreditasi

b)

Memenuhi persyaratan dasar akreditasi

c)

Menarik perhatian media

d)

Meningkatkan moral karyawan

56.

Bukti "should have" dapat membantu dalam:

a)

Memenuhi persyaratan dasar yang tidak wajib

b)

Menghilangkan kebutuhan untuk bukti "must have"

c)

Menyediakan informasi tambahan yang mendukung akreditasi

d)

Mengurangi beban administrasi

57.

Bukti "nice to have" paling efektif digunakan untuk:

a)

Menambah kedalaman dan konteks pada penilaian akreditasi

b)

Memenuhi persyaratan utama akreditasi

c)

Menggantikan bukti utama yang tidak tersedia

d)

Meningkatkan biaya proses akreditasi

58.

Untuk menunjukkan bahwa program pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri, lembaga pelatihan harus menyediakan:

a)

Jadwal pelatihan

b)

Hasil survei dan analisis kebutuhan pelatihan

c)

Foto-foto kegiatan pelatihan

d)

Profil instruktur pelatihan

59.

Apa yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa program pelatihan disusun sesuai dengan standar kompetensi kerja?

a)

Program pelatihan telah disusun dengan model kekinian

b)

Program pelatihan telah disusun berdasarkan Analisa pasar.

c)

 Program pelatihan disusun sesuai standar luar negeri

d)

Program pelatihan disusun berdasarkan identifikasi kebutuhan pelatihan dan mengacu pada standar.

60.

Untuk membuktikan bahwa program pelatihan sesuai dengan standar kompetensi kerja, lembaga pelatihan harus memiliki:

a)

Daftar peralatan dan fasilitas pelatihan

b)

Laporan hasil uji kompetensi peserta

c)

Sertifikat keikutsertaan dalam pameran pendidikan

d)

Rencana pelaksanaan pelatihan yang merujuk pada standar kompetensi kerja

61.

Apa yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa elemen dan unjuk kerja telah dipetakan dalam kurikulum dan silabus?

a)

Modul pelatihan yang mencantumkan elemen dan unjuk kerja

b)

Brosur promosi pelatihan

c)

Daftar absensi peserta pelatihan

d)

Laporan tahunan lembaga pelatihan

62.

Bukti apa yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa kurikulum dan silabus dipetakan sesuai standar kompetensi kerja yang menggambarkan unit kompetensi?

a)

Evaluasi dari peserta pelatihan sebelumnya

b)

Notulen rapat internal lembaga pelatihan

c)

Dokumen pemetaan kompetensi terhadap kurikulum dan silabus

d)

Iklan pelatihan di media sosial

63.

Bukti apa yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa waktu pelatihan disesuaikan dengan standar kompetensi kerja?

a)

Notulen rapat evaluasi internal

b)

Dokumen pemetaan waktu pelatihan

c)

Brosur promosi pelatihan

d)

Surat pernyataan keberhasilan

64.

Apa bukti yang menunjukkan bahwa kurikulum dan silabus dipantau secara berkala di LPK?

a)

Laporan keuangan tahunan

b)

Dokumen evaluasi kurikulum dan silabus yang dilakukan secara berkala

c)

Daftar kehadiran siswa

d)

Sertifikat penghargaan lembaga

65.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa tinjauan kurikulum dan silabus melibatkan masukan dari industri terkait?

a)

Kontrak kerjasama dengan pihak ketiga

b)

Foto bersama dengan industri.

c)

Umpan balik atau masukan dari industri dan pemangku kepentingan terhadap materi dan kutikulum pelatihan.

d)

Daftar siswa yang lulus

66.

Bagaimana LPK dapat membuktikan bahwa perubahan dalam kurikulum dan silabus telah diterapkan?

a)

Foto-foto kegiatan pelatihan

b)

Catatan revisi kurikulum dan silabus yang disetujui

c)

Daftar hadiah dan penghargaan yang diterima lembaga

d)

Daftar peserta pelatihan

67.

Apa indikator yang menunjukkan efektivitas pemantauan dan peninjauan kurikulum dan silabus di LPK?

a)

Tingkat kepuasan siswa terhadap pelatihan.

b)

Umpan balik dari peserta pelatihan dan instruktur

c)

  Umpan balik dari industri dan instruktur

d)

Umpan balik dari Instruktur dan pimpinan LPK

68.

Bukti apa yang harus disiapkan oleh LPK untuk menunjukkan bahwa pemantauan dan peninjauan kurikulum dilakukan secara berkala?

a)

Jadwal dan SOP Tinjau ulang kurikulum serta laporan pelaksanaan tinjau ulang.

b)

LPK memiliki daftar hadir penyusunan kurikulum.

c)

LPK memiliki Notulen dan daftar hadir penyusunan kurikulum.

d)

LPK memiliki Notulen dan daftar hadir serta keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum.

69.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa kurikulum dan silabus LPK disusun dengan melibatkan pemangku kepentingan?

a)

Jadwal pelatihan tahunan

b)

Notulen rapat atau pertemuan dengan pemangku kepentingan

c)

Daftar kehadiran siswa

d)

Sertifikat penghargaan lembaga

70.

Bagaimana LPK dapat menunjukkan bahwa mereka menerima masukan dari industri terkait dalam menyusun kurikulum dan silabus?

a)

Laporan keuangan lembaga

b)

Daftar siswa yang lulus

c)

Surat atau dokumen umpan balik dari perusahaan mitra

d)

Foto-foto kegiatan pelatihan

71.

Bagaimana LPK dapat menunjukkan keterlibatan pemangku kepentingan dalam peninjauan berkala kurikulum dan silabus?

a)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

b)

Tingkat kepuasan siswa terhadap pelatihan

c)

Laporan pelatihan internal

d)

Notulen rapat tinjauan kurikulum yang mencantumkan nama-nama pemangku kepentingan yang hadir

72.

Bukti apa yang harus ada untuk menunjukkan bahwa masukan dari pemangku kepentingan telah diintegrasikan ke dalam kurikulum dan silabus?

a)

Adanya daftar hadir dan notulen rapat penyusunan kurikulum

b)

Adanya keterlibatan atau masukan dari stakeholder dalam penyusunan kurikulum

c)

Laporan hasil evaluasi pelatihan yang mencantumkan perubahan.

d)

LPK memiliki SOP dan jadwal evaluasi kurikulum.

73.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa materi pelatihan disusun sesuai dengan kurikulum di LPK?

a)

Foto-foto kegiatan pelatihan

b)

Dokumen kurikulum dan materi pelatihan yang saling berkaitan

c)

Daftar kehadiran siswa

d)

Laporan keuangan tahunan

74.

Bagaimana LPK dapat menunjukkan bahwa semua materi pelatihan telah diadaptasi dari kurikulum yang telah disetujui?

a)

Notulen rapat internal

b)

Daftar siswa yang terdaftar setiap tahun

c)

Dokumen materi pelatihan dengan referensi ke kurikulum yang relevan

d)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

75.

Apa bukti yang menunjukkan bahwa materi pelatihan telah ditinjau dan disesuaikan untuk mencerminkan kurikulum yang diperbarui?

a)

Sertifikat penghargaan lembaga

b)

Laporan hasil evaluasi dan revisi materi pelatihan

c)

Daftar hadiah dan penghargaan yang diterima lembaga

d)

Daftar peserta pelatihan

76.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa instruktur menggunakan materi pelatihan yang sesuai dengan kurikulum selama sesi pelatihan?

a)

Daftar siswa yang lulus

b)

Catatan pengajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan dan session plan/RPP) yang mengacu pada kurikulum

c)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

d)

Laporan pelatihan internal

77.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa pengembangan materi pelatihan dilakukan pemantauan di LPK?

a)

Foto-foto kegiatan pelatihan

b)

Daftar kehadiran siswa

c)

Laporan keuangan tahunan

d)

Laporan hasil pemantauan dan peninjauan materi pelatihan secara berkala

78.

Bagaimana LPK dapat menunjukkan bahwa penggunaan materi pelatihan telah dievaluasi secara berkala?

a)

Sertifikat penghargaan lembaga

b)

Daftar siswa yang terdaftar setiap tahun

c)

Dokumen evaluasi dan revisi materi pelatihan berdasarkan umpan balik

d)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

79.

Apa bukti yang menunjukkan bahwa materi pelatihan telah ditinjau untuk memastikan relevansi dan keefektifannya

a)

Notulen rapat tinjauan materi pelatihan yang mencantumkan hasil peninjauan

b)

Jadwal pelatihan tahunan

c)

Daftar hadiah dan penghargaan yang diterima lembaga

d)

Daftar peserta pelatihan

80.

Bagaimana LPK dapat membuktikan bahwa pemantauan dan peninjauan materi pelatihan dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait?

a)

Foto-foto kegiatan pelatihan

b)

Daftar kehadiran rapat evaluasi yang mencantumkan pihak-pihak terkait

c)

Tingkat kepuasan siswa terhadap pelatihan

d)

Laporan keuangan tahunan

81.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa ada mekanisme formal untuk pemantauan dan peninjauan materi pelatihan di LPK?

a)

Laporan hasil evaluasi dan prosedur pemantauan yang terdokumentasi

b)

Daftar siswa yang lulus

c)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

d)

Laporan pelatihan internal

82.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa perangkat dan instrumen asesmen yang dimiliki oleh LPK valid dan dapat diandalkan?

a)

Sertifikat penghargaan lembaga

b)

Daftar kehadiran siswa

c)

Dokumentasi uji validitas dan reliabilitas instrumen asesmen

d)

Laporan keuangan tahunan

83.

Apa yang dimaksud dengan "mekanisme penjaminan atas biaya yang telah dibayarkan oleh peserta Pelatihan Kerja"?

a)

Pemberian bantuan keuangan kepada peserta pelatihan

b)

Pengembalian uang pendaftaran jika peserta tidak hadir

c)

Penjaminan keberhasilan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan

d)

Jaminan bahwa biaya pelatihan akan dikelola dengan baik

84.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa asesmen yang dilakukan oleh LPK dapat diandalkan dan hasilnya konsisten?

a)

Instrumen asesmen yang digunakan mudah dipahami.

b)

Instrumen asesmen yang digunakan mengacu pada standar luar negeri.

c)

Instrumen asesmen yang digunakan harus sesulit mungkin agar hasilnya berkualitas.

d)

Instrumen asesmen yang digunakan telah melalui proses validasi untuk memastikan bahwa perangkat asesmen mengukur kompetensi sesuai standar.

85.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa LPK memiliki sistem untuk melakukan asesmen?

a)

LPK memiliki Manual prosedur untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan asesmen yang terdokumentasi.

b)

  LPK memiliki bank soal yang komplit

c)

LPK memiliki form banding

d)

LPK memiliki berita acara hasil asesmen

86.

Apa yang dimaksud dengan Moderasi hasil pelatihan?

a)

Dokumentasi hasil asesmen yang telah disampaikan kepada peserta pelatihan

b)

Proses menangani Banding hasil Asesmen

c)

Proses Menjelaskan tata tertib, aturan dan penjelasan perangkat asesmen.

d)

Rapat Pleno untuk menentukan hasil Asesmen.

87.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa LPK memiliki sistem yang adil dan transparan dalam pelaporan hasil asesmen?

a)

Laporan hasil asesmen yang ditandatangani oleh pengawas independen

b)

Daftar siswa yang terdaftar setiap tahun

c)

Dokumentasi prosedur keberatan dan banding terkait hasil asesmen

d)

Daftar instruktur yang dipekerjakan

88.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa instruktur di LPK memiliki kompetensi teknis yang memadai?

a)

Instruktur memiliki Sertifikat Asesor Kompetensi dari BNSP

b)

Instruktur memiliki Sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang yang diampu dari BNSP.

c)

Instruktur memiliki Sertifikat Metodologi Pelatihan dari BNSP

d)

Sertifikat TOT dari BNSP

89.

Bagaimana LPK dapat membuktikan bahwa instruktur memiliki kompetensi metodologis yang sesuai?

a)

Sertifikat Asesor Kompetensi dari BNSP

b)

Sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang yang diampu dari BNSP.

c)

Sertifikat TOT atau Metodologi Pelatihan dari BNSP

d)

SK pengangkatan sebagai Instruktur.

90.

Apa bukti yang menunjukkan bahwa instruktur diberikan tugas dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Kerja?

a)

SK dan Surat tugas dan deskripsi pekerjaan instruktur

b)

Nama Instruktur terpampang dalam struktur organisasi

c)

Instruktur telah memiliki sertifikat kompetensi teknis dan metodologi.

d)

Tingkat kepuasan siswa terhadap pelatihan

91.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa LPK memiliki sarana yang merupakan fasilitas utama untuk pelatihan kerja?

a)

Foto gedung dan kelas

b)

Inventarisasi fasilitas dan peralatan pelatihan yang sesuai dengan program pelatihan

c)

Foto-foto kegiatan pelatihan

d)

Laporan tahunan

92.

Bukti apa yang menunjukkan bahwa fasilitas utama pelatihan kerja mencakup semua kebutuhan program pelatihan?

a)

Daftar Inventaris Sarpras.

b)

Jadwal Perawatan Rutin.

c)

Dokumen evaluasi kebutuhan fasilitas berdasarkan program dan kurikulum pelatihan

d)

Dokumentasi hasil evaluasi fasilitas oleh peserta pelatihan

93.

Bagaimana LPK dapat memastikan bahwa prasarana pendukung selalu dalam kondisi yang baik dan siap digunakan?

a)

Laporan pemeliharaan rutin dan perbaikan prasarana pendukung

b)

Daftar Inventaris Sarpras

c)

Adanya gedung yang megah.

d)

Adanya peralatan di ruang kelas

94.

Apa bukti utama yang menunjukkan bahwa LPK memiliki sistem tata kelola yang mendukung penyelenggaraan pelatihan kerja yang bermutu?

a)

Program dan modul pelatihan yang lengkap

b)

Daftar investaris sarpras yang lengkap

c)

Foto-foto kegiatan pelatihan

d)

Struktur organisasi yang jelas dan dokumen kebijakan tata kelola

95.

Bagaimana LPK dapat membuktikan bahwa sistem tata kelola berjalan sesiai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan kerja yang bermutu?

a)

Dokumentasi rapat penyusunan manajemen dan evaluasi berkala

b)

Audit Internal LPK

c)

Adanya Struktur Organisasi

d)

Adanya Job Deskripsi

96.

Apa bukti yang menunjukkan bahwa sistem tata kelola Pelatihan di LPK sesuai dengan standar KMPI ?

a)

Laporan kepuasan peserta pelatihan

b)

Laporan Audit Internal

c)

Sertifikat ISO

d)

Sertifikat akreditasi oleh badan akreditasi

97.

Apa yang dimaksud dengan "sistem pemantauan dan peninjauan" dalam konteks LPK?

a)

Memonitor kehadiran peserta pelatihan

b)

Mengikuti tren pasar tenaga kerja

c)

Evaluasi berkala terhadap program pelatihan

d)

Menyediakan ruang kelas yang sesuai

98.

Apa yang dimaksud dengan "sumber pendanaan" dalam konteks LPK?

a)

Biaya pendaftaran peserta pelatihan

b)

Sumbangan masyarakat

c)

Dana bantuan dari pemerintah (APBD/APBN)

d)

Semua jawaban di atas

99.

Manakah di bawah ini yang merupakan aspek dari kemampuan mengelola dana penyelenggaraan Pelatihan Kerja?

a)

Penyusunan laporan keuangan tahunan

b)

Pemantauan dan peninjauan program pelatihan

c)

Rencana Anggaran Biaya Pelatihan Perprogram/Bulanan/Tahunan

d)

Membuat rencana anggaran tahunan

100.

Apa yang dimaksud dengan mekanisme penjaminan atas biaya yang telah dibayarkan oleh peserta Pelatihan Kerja?

a)

Jaminan Pengembalian uang pendaftaran jika peserta tidak hadir

b)

Jaminan Pengembalian uang jika LPK tidak menuntaskan proses pelatihan

c)

Jaminan keberhasilan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan

d)

Jaminan bahwa biaya pelatihan akan dikelola dengan baik