NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL UKPPPG
Total questions: 70
Worksheet time: 45mins
Pada suatu pertemuan, peserta didiknya Pak jamil sangat antusias ketika membandingkan hasil diskusi terkait budaya dengan topik yang sedang mereka pelajari. Namun, Pak jamil pun menyadari bahwa ia perlu mengambil peranan dalam diskusi tersebut agar pembelajaran tetap pada jalurnya. Dalam hal ini Pak jamil dapat berperan sebagai.....
motivator
fasilitator
pendamping
instruktur
pengambil kesimpulan
Syifa adalah seorang peserta didik asal Kalimantan. Dia mengikuti orang tuanya pindah rumah ke Bandung. Teman-teman di sekolahnya mayoritas bersuku Sunda. Syifa merasakan kesulitan untuk beradaptasi karena perbedaan budaya. Berikut ini hal yang dapat diprioritaskan guru untuk membantu Syifa, kecuali....
Menciptakan hubungan yang saling menghargai antar peserta didik apapun kondisi latar belakang mereka
Memberikan sikap yang ramah untuk membuat ia merasa nyaman
Memberikan sambutan yang baik dari sesama peserta didik maupun guru
Memberikan motivasi agar ia tidak merasa rendah diri dihadapan teman-temannya
Memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat meningkatkan kemampuan akademiknya
Pak Wawan sedang melakukan pembelajaran dengan pendekatan CRT di kelasnya. Peserta didiknya kebingungan mencari benang merah antara materi yang sedang dipelajarinya dengan budayanya. Hal yang dapat dilakukan Pak Wawan adalah....
Meminta peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari berbagai sumber
Meminta peserta didik untuk berusaha memecahkan permasalahan tersebut sebisanya
Meminta peserta didik untuk mencari jawaban pada buku teks
Meminta peserta didik untuk mencari jawaban pada warga sekolah melalui wawancara
Meminta peserta didik untuk berdiskusi dan bila masalah belum terpecahkan langsung diberikan solusinya
Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali....
Kebiasaan
Karakter
Pengalaman
Perspektif
Prestasi
Guru perlu memiliki kesadaran multikultural yang kritis untuk....
Menguji nilai budaya secara objektif
Menguji kepercayaan secara objektif
Memberikan kepekaan yang lebih besar terhadap sejarah
Mengembangkan keterampilan interpersonal yang baik
Semua benar
Salah satu tahapan pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah identitas peserta didik. Pada tahapan ini diharapkan....
Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengambil maknanya
Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengaitkannya dengan budayanya sendiri
Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan merefleksikan hal tersebut dengan karakter dirinya
Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
Peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan dengan budaya negaranya
Manfaat dari pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah, kecuali...
Meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Meningkatkan keterlibatan peserta didik
Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik
Meningkatkan kepuasan peserta didik dan guru
Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah
Pembelajaran dengan pendekatan CRT dirancang dengan mengacu pada...
Latar belakang pendidikan peserta didik
Latar belakang keluarga peserta didik
Latar belakang pertemanan belajar peserta didik
Latar belakang budaya peserta didik
Latar belakang sekolah peserta didik
Ibu Nita adalah guru Bahasa Inggris. Hari ini Ibu Nita ingin peserta didiknya bercerita tentang makanan tradisional dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh Bu Nita, kecuali....
Menghadirkan penjual makanan tradisional setempat sebagai salah satu inspirasi peserta didik dalam membuat cerita
Menghadirkan berbagai macam makanan tradisional kemudian meminta peserta didik memilih salah satunya untuk dijadikan sebagai bahan cerita
Mengajak peserta didik membuat makanan tradisional sebagai bahan untuk membuat cerita
Meminta peserta didik mencari informasi tentang makanan tradisional dari berbagai sumber dalam membuat cerita
Menayangkan video yang menceritakan jenis-jenis makanan tradisional sebagaireferensi peserta didik dalam membuat cerita
Komponen pembelajaran yang dapat melewatkan pertimbangan latar belakang budaya peserta didik adalah ...
Makna yang paling menggambarkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
Pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik
embelajaran sesuai dengan usia peserta didik
Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam
Pembelajaran sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik
Pembelajaran sesuai dengan kepribadian peserta didik
Sebagai seorang guru, pak Anas menyadari bahwa peserta didiknya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Namun pada pelaksanaannya, ia mengalami kesulitan karena begitu banyak pertanyaan yang muncul dari setiap kelompok. Hal yang perlu dilakukan pak Anas adalah....
Memberikan bantuan pada setiap peserta didik secara bergiliran dan meminta peserta didik untuk saling menunggu giliran
Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan mengkonfirmasi pemahamannya pada guru
Meminta peserta didik untuk bekerja sebisanya terlebih dahulu baru nanti dijelaskan secara umum
Semua benar
Semua salah
Berikut ini merupakan hal yang perlu dilakukan guru pada persiapan pelaksanaan rencana asesmen awal. Kecuali...
Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik
Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik
Merencanakan bentuk asesmen yang diberikan
Merencanakan jadwal, lokasi, dan waktu asesmen
Merancang instrumen asesmen penilaian sesuai capaian pembelajaran
Hasil asesmen awal dapat digunakan guru untuk hal-hal berikut ini, kecuali....
Merumuskan tujuan pembelajaran
Menentukan pengelompokkan peserta didik
Menentukan aktivitas pembelajaran
Menentukan media pembelajaran
Menentukan sumber belajar
Pak Iqbal melaksanakan pembelajaran pada topik perkalian. Ia mendapati bahwa sebagian peserta didik kesulitan mengikuti pembelajaran karena kurang menguasai materi prasyaratnya. Sebaliknya, sebagian peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan Pak Iqbal pada pembelajaran berikutnya untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali....
Mengembangkan diferensiasi konten
Mendesain diferensiasi kegiatan pembelajaran
Menerapkan asesmen awal
Merumuskan diferensiasi asesmen formatif
Merumuskan diferensiasi produk/proyek
Tujuan dilakukannya asesmen awal pada pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
Mendapatkan data kepribadian peserta didik
Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik
Mendapatkan data keluarga peserta didik
Mendapatkan data minat dan bakat peserta didik
Mendapatkan data prestasi peserta didik
Diberikan langkah-langkah berikut ini:
1) Merumuskan tujuan pembelajaran
2) Melakukan asesmen awal
3) Melakukan asesmen sumatif
4) Merancang kegiatan pembelajaran
5) Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran
Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran berbasis TaRL adalah....
1-2-4
1-3-5
4-3-2
1-2-3
3-4-5
Hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika merancang aktivitas pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan kurang
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan sedang
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan cepat
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang beragam
Aktivitas dapat dirancang tanpa mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Pak Dayat akan mengajarkan sebuah topik baru kepada peserta didiknya, namun ia belum mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi prasyaratnya. Hal yang perlu dilakukan oleh Pak Dayat adalah....
Melakukan wawancara pada beberapa peserta didik terkait pengalaman belajar terkait topik prasyarat ini
Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuanawal peserta didik
Meminta data pada pihak sekolah terkait minat dan bakat peserta didik
Mempersiapkan kegiatan pembelajaran sambil mengira-ngira kebutuhan peserta didik
Langsung mengajar dan melakukan improvisasi di tempat ketika menemukanadanya perbedaan kemampuan peserta didik
Ketika merancang pembelajaran, guru dapat melakukan diferensiasi pada proses, konten, dan produk. Diferensiasi yang dipilih pada penerapan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah....
Diferensiasi proses saja, diferensiasi konten dan diferensiasi produk tidakmungkin digunakan
Diferensiasi konten saja, diferensiasi proses dan diferensiasi produk tidak mungkin digunakan
Diferensiasi produk saja, diferensiasi proses dan diferensiasi konten tidak mungkin digunakan
Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan tapi tidak dapat digunakan semua dalam satu pembelajaran
Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapipemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan
Dari pernyataan berikut ini, manakah yang tidak merefleksikan hubungan antara keterampilan sosial dan emosional peserta didik dan proses pembelajaran?
Keterampilan sosial dan emosional peserta didik membanty mendukung kesejahteraan emosional guru.
Keterampilan sosial-emosional dapat memperkuat hubungan sosial, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterlibatan positif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik meningkatan kinerja akademis karena mereka dapat lebih fokus dalam belajar sehingga cenderung mencapai hasil yang lebih baik di sekolah.
Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik mengelola stres, meningkatkan daya tahan, dan merespon tekanan belajar dengan lebih efektif
Mengapa penting bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional peserta didik?
Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada meningkatnya citra sekolah.
Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada berkurangnya kasus bunuh diri.
Karena keterampilan sosial emosional berdampak bagi turunnya tingkat stres dan kesejahteraan guru.
Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada tingginya kepuasan peserta didik terhadap pendidik
Karena keterampilan sosial emosional berdampak pada keberhasilan akademis.
Bagaimana kaitan antara pembelajaran sosial dan emosional dengan penguatan profil pelajar pancasila?
Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan pengembangan karakter profil pelajar Pancasila.
Pembelajaran sosial emosional membantu menguatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.
Pembelajaran sosial emosional membantu — menguatkan keterampilan pendidik dalam mengajarkan profil pelajar Pancasila.
Pembelajaran sosial emosional membantu mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang harus dipelajari oleh peserta didik.
Pembelajaran sosial emosional membantu peserta didik untuk mempelajari apa yang dimaksud dengan profil pelajar Pancasila.
Bagaimana keterampilan sosial emosional dapat membantu seseorang menjadi lebih resilien atau berdaya lenting tinggi?
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan keterampilan
komunikasi peserta didik sehingga mereka dapat mencari bantuan jika memerlukan.
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk memahami kelemahan dirinya.
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan taraf kesehatan peserta didik sehingga mereka tidak mudah sakit.
Keterampilan sosial emosional membantu guru mengenali dengan segera jika ada peserta didiknya yang mengalami stress.
Keterampilan sosial emosional membantu meningkatkan kemampuan peserta didik untuk pulih dari kesulitan dan stres karena mereka mampu mengelola emosi mereka dengan baik
Jika ditarik ke dalam lingkup yang lebih luas dan lebih besar, pengembangan keterampilan sosial emosional membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Mana dari pernyataan di bawah ini yang menurut Bapak/Ibu tidak mencerminkan hal tersebut?
Pembelajaran sosial emosional membantu meningkatkan tingkat kesehatan fisik masyarakat sehingga individu di masyarakat lebih sehat.
Pembelajaran sosial emosional membantu individu dalam mengelola emosi dan konflik dengan cara
yang konstruktif. Dengan demikian, dapat berkontribusi pada penurunan tingkat kekerasan dan konflik dalam masyarakat.
Pembelajaran sosial emosional membantu Individu membentuk hubungan interpersonal yang lebih positif dan sehat. Hal ini dapat mengurangi konflik antar individu dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih harmonis.
Pembelajaran sosial emosional membantu membantu individu dalam mengelola stres, kecemasan, dan depresi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan mental individu meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara keseluruhan
Pembelajaran sosial emosional membantu mengembangkan keterampilan berempati, sehingga meningkatkan pemahaman terhadap keanekaragaman masyarakat, dan mendorong penerimaan terhadap perbedaan. Ini dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah.
Dari contoh-contoh di bawah ini, menurut Bapak/Ibu, mana yang bukan merupakan alasan tepat bagi pentingnya meningkatkan keterampilan sosial dan emosional orang dewasa di sekolah?
Keterampilan sosial dan emosional membantu pendidik memodelkan karakter positif untuk peserta didiknya sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Keterampilan sosial dan emosional membantu meningkatkan keterampilan pendidik dalam menangani konflik, kegagalan, dan frustasi yang dihadapi dirinya, sehingga dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental.
Keterampilan sosial dan emosional membantu peserta didik untuk memahami dan berinteraksi dengan pendidik secara efektif.
Keterampilan sosial dan emosional membantu pendidik meningkatkan kemampuan untuk bekerja dan berkolaborasi dalam tim.
Keterampilan sosial emosional membantu pendidik dan tenaga kependidikan mengelola stres dan tekanan sehari-hari.
Dalam konteks sekolah, siapa yang perlu mempelajari keterampilan sosial emosional?
Pendidik dan tenaga kependidikan
Peserta didik dan orang tua
Peserta didik dan semua orang dewasa yang ada di sekolah (pendidik, dan tenaga kependidikan)
Orang tua dan tenaga kependidikan
Pendidik dan orang tua
Apa tujuan dari pembelajaran sosial emosional di sekolah?
Untuk membantu meningkatkan keterampilan literasi peserta didik
Untuk membangun keterampilan sosial dan emosional peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
Untuk membangun keterampilan sosial dan emosional pendidik
Untuk membangun keterampilan berhubungan sosial peserta didik
Untuk membangun keterampilan memecahkan masalah peserta didik.
Mengapa guru dan orang dewasa lainnya di sekolah harus mempelajari keterampilan sosial emosional ?
Agar mereka dapat mengawasi peserta didik lebih ketat.
Agar meningkatkan hubungan antar guru.
Agar mereka dapat memberikan contoh positif dan mendukung pembelajaran peserta didik secara optimal dan holistik.
Agar mereka dapat memenuhi persyaratan pekerjaan mereka.
Agar mereka dapat menjalankan tugas mengajarnya.
Bagaimana pengembangan kecerdasan emosional melalui pembelajaran sosial dan emosional berkontribusi terhadap kemampuan seseorang dalam menavigasi situasi sosial yang kompleks ?
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesehatan fisik seseorang sehingga ia tidak mudah sakit.
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan keterampilan seseorang untuk memahami dan mengelola emosi.
Kecerdasan emosional sangat berguna dalam mengatasi situasi yang sulit dalam keluarga
Kecerdasan emosional membantu menurunkan keterampilan interpersonal dan meningkatkan keterampilan interpersonal seseorang.
Kecerdasan emosional membantu meningkatkan kesabaran seseorang.
Setelah memahami substansi CP, guru diharapkan mulai mendapatkan ide-ide tentang apa yang harus dipelajari oleh peserta didik dalam suatu fase untuk dirumuskan menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih operasional dankankret. Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), guru dapat memilih beberapa alternatif teknik berikut, kecuali....
Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP.
Merumuskan TP dengan cara menganalisis 'kompetensi' dan "lingkup materi' pada CP.
Merumuskan TP secara lintas elemen.
Merumuskan TP dengan memperhatikan karakteristik peserta didik
Merumuskan TP berdasarkan intuisi pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan peserta didik
Pada setiap mata pelajaran, terdapat sejumlah Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase. Rumusan CP tersebut memberikan gambaran tentang tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut dalam enam etape yang disebut fase. Pemanfaatan fase-fase CP dalam perencanaan pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut, kecuali....
Memungkinkan kolaborasi guru pada fase yang sama untuk merancang pembelajaran yang efektif bagi peserta didik
Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses pembelajaran antar kelas.
Memberi kesempatan pada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.
Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran secara fleksibel.
Memastikan peserta didik mencapai kompetensi pembelajaran.
Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang benar adalah....
Hasil KKTP dapat digunakan untuk merefleksi proses pembelajaran dan menganalisis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik
KKTP merupakan standar yang ditetapkan untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran (TP)
KKTP dapat disusun melalui pendekatan rubrik
KKTP dapat disusun melalui deskripsi kriteria dan interval nilai
Semua benar
Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Terkait hal tersebut, guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang hendak dicapai agar keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi yang dimaksud. Kaitan antara pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali....
Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal.
Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir pembelajaran jika diperlukan.
Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.
Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.
Proses pembelajaran sebaiknya dilakukan tanpa memperhatikan hasil asesmen. karena hal itu dapat menghambat kreativitas peserta didik.
Pernyataan terkait asesmen awal berikut ini yang kurang tepat adalah..
Asesmen awal berfungsi untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian pembelajaran yang ditetapkan
Hasil asesmen awal dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut perbaikan berupa intervensi yang tepat.
Hasil asesmen awal berfungsi untuk mengetahui tingkat kompetensi, kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran
Asesmen awal dapat diterapkan untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik yang beragam
Hasil asesmen awal digunakan untuk memetakan minat, kemampuan dankesiapan belajar peserta didik.
"Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa pembelajaran telah mencapai hasil belajar yang diinginkan?" Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru ketika akan melakukan tahap....
Merencanakan model pembelajaran
Merumuskan tujuan pembelajaran
Merancang asesmen
Merancang kegiatan pembelajaran
Merencanakan pendekatan pembelajaran
Fase-fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran berbasis prinsip (UbD) adalah....
Merancang asesmen, merancang kegiatan, dan merumuskan tujuan pembelajaran
Merancang asesmen, merumuskan tujuan, dan merancang kegiatan pembelajaran
Merancang kegiatan, merumuskan tujuan, dan merancang asesmen pembelajaran
Merumuskan tujuan, merancang kegiatan, dan asesmen pembelajaran
Merumuskan tujuan, merancang asesmen, dan kegiatan pembelajaran
"Bagaimana saya mendesain kegiatan pembelajaran agar peserta didik yang beragam dapat mencapai tujuan pembelajaran?" Merupakan pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan pada tahap....
Merencanakan model pembelajaran
Merumuskan tujuan pembelajaran
Merancang asesmen
Merancang kegiatan pembelajaran
Merencanakan strategi pembelajaran
"Apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh peserta didik di akhir pengajaran?". Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru apabila akan melakukan tahap....
Perencanaan strategi pembelajaran
Merumuskan tujuan pembelajaran
Merancang asesmen
Perencanaan kegiatan pembelajaran
Perencanaan model pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar konstruktivisme dan kurikulum dengan pendekatan Understanding by Design (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini, "memahami" merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Terkait hal tersebut, pernyataan yang benar dalam kurikulum Merdeka adalah....
Hirarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan pembelajaran turunan dari CP
Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik
Memberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut teori yang disukai
Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang komplek tidak sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah
Menganggap bahwa “memahami” dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan pengalaman belajar yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk menjelaskan, menginterpretasi, dan mengaplikasikan informasi dengan berbagai perspektif.
Diberikan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Peserta didik menentukan tujuan yang akan dicapai dan hal apa yang ingin diketahui
2) Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuannya
3) Guru memberikan gambaran rubrik sebagai harapan kompetensi dari capaian peserta didik
4) Guru menginformasikan tujuan belajar yang akan dicapai bersama
Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk merumuskan tujuan belajar adalah....
1-2-3-4
1-3-2-4
4-3-2-1
4-2-3-1
3-2-1-4
Sebelum melaksanakan pembelajaran, pak Arifin mengadakan asesmen awal untuk mengetahui profil belajar peserta didiknya. Dari hasil asesmen awal tersebut diketahui bahwa 45% peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, 15% kinestetik, dan 40% auditori. Pak Arifin juga memperoleh informasi bahwa secara umum peserta didiknya memiliki kecenderungan minat yang relevan dengan gaya belajar masing-masing.
Berdasarkan data tersebut, pak Arifin merencanakan pembelajaran berdiferensiasi pada elemen proses sebagai berikut, kecuali....
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sumber belajar dalam bentuk modul digital interaktif
Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil observasi. seperti laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lainsesuai dengan bakat dan minat
Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh pengetahuan baru
Guru memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik bermain peran agar mereka lebih memahanu penjelasan guru
Guru membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat tempat berbeda untuk memberikan kesempatan peserta didik bergerak saat mengakses informasi
Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan peserta didik yang beragam
2. Kondisi kelas
3. Kebutuhan guru dan kepala sekolah
4. Lingkungan sekolah
Elemen yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika melakukan modifikasi pembelajaran adalah....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
1 dan 3
1 dan 4
Implementasi Kurikulum Merdeka mengedepankan paradigma baru dalam pembelajaran, bukan dalam arti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya untuk memastikan terciptanya praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Penerapan paradigma baru dalam pembelajaran dimaksud tergambar pada beberapa kegiatan berikut, kecuali....
Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya.
Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam mengatasi permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain.
Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk membantu peserta didik mengembangkan kompetensinya.
Guru perlu mengevaluasi hasil penilaian formatif, memperhatikan perilaku peserta didik, dan mendengarkan keluhan mereka untuk mengetahui kebutuhan belajarnya
Salah satu prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun karakter peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan prinsip tersebut. beberapa pernyataan berikut merupakan kegiatan yang dapat dilakukan guru, kecuali....
Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian tugas untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari
Guru mendorong peserta didik melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan potensi yang perlu dikembangkan
Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan
Guru memberikan proyek yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan
Guru memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan tugas untuk mengakomodasi peserta didik dengan berbagai tingkat kesiapan belajar
Seorang guru mengadopsi elemen-elemen diferensiasi dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti menggunakan bahan bacaan yang berbeda untuk peserta didik dengan kemampuan membaca yang beragam. Namun, beberapa peserta didik masih kesulitan mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah....
Meminta peserta didik yang kesulitan untuk belajar lebih keras
Mengurangi tingkat kompleksitas tugas
Meminta peserta didik untuk bekerja sendiri
Melanjutkan dengan kurikulum yang telah direncanakan
Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran
Ibu Evy menemukan beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga mereka memerlukan kegiatan remedial. Langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah....
Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk peserta didik yang memerlukan remedial
Memberikan PR yang banyak agar peserta didik belajar sendiri di rumah
Menghubungi orang tua peserta didik dan melaporkan bahwa peserta didik tidak mengikuti proses belajar dengan baik
Meminta setiap peserta didik untuk mengumpulkan tugas setiap akhir pembelajaran
Meminta setiap peserta didik untuk membuat review materi pembelajaran
Bu Yuli menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Dengan demikian, ia membagi peserta didik dalam beberapa kelompok belajar. Ternyata Bu Yuli masih mengalami kesulitan karena semua peserta didik masih bertanya kepadanya. Sehingga proses belajar masih berpusat pada guru. Hal yang dapat Ibu Yuli lakukan adalah....
Bu Yuli dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya pengawasan dari guru. Porsi tanggung jawab guru lebih besar dari peserta didik.
Bu Yuli dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri dengan hasil karya yang sudah ditentukan dan tidak boleh diubah. Peserta didik tidak perlu bekerja sama untuk dapat memahami konsep.
Bu Yuli dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep. Guru mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding peserta didik.
Bu Yuli dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka mempunyai porsi tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab bersama selama proses pembelajaran.
Semua salah
Seorang guru melaksanakan pembelajaran pada topik tertentu. Ia mendapati bahwa peserta didik belum pernah mempelajari topik tersebut. Hal yang perlu dilakukan guru pada kegiatan awal pembelajaran adalah...
Menyampaikan bahwa materi ini susah maka perlu belajar yang konsisten
Menjelaskan bahwa materi ini membutuhkan praktik yang banyak, sehingga peserta didik perlu untuk menguasai semua perangkat dalam laboratorium sebelum kelas dimulai
Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan peserta didik terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Langsung menjelaskan materi tersebut sehingga peserta didik terbiasa
Memberi soal pretest terkait materi tersebut sehingga dapat memicu motivasi peserta didik
Peran Guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi adalah....
Guru adalah sumber belajar utama dan peserta didik mengikuti apa yang telah ditetapkan.
Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber.
Guru menjadi mediator antar peserta didik agar terjadi transfer pengetahuan dalam proses belajar.
Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses belajar.Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses belajar.
Guru menjadi motor penggerak utama proses pembelajaran
Mengapa praktik pendidikan yang mendukung keterampilan sosial dan emosional dianggap dapat berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik?
Membantu peserta didik untuk dapat memahami bahwa tujuan hidup mereka adalah mencapai kebahagiaan yang setingginya baik sebagai individu — maupun sebagai anggota masyarakat
Membantu peserta didik untuk dapat memahami dan mengelola emosi mereka, schingga mereka cenderung lebih mampu menciptakan hubungan yang positif, memiliki motivasi yang tinggi, dan mengalami kebahagiaan dalam proses pembelajaran.
Peserta didik untuk dapat memahami bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis akan dapat dicapai jika mereka mengalami kebahagiaan dalam proses pembelajaran.
Peserta didik untuk dapat memahami bahwa hubungan yang positif dengan orang lain berpengaruh terhadap kebahagiaan mereka.
Peserta didik untuk dapat memahami bahwa keadaan sosial emosional yang tidak baik akan menghalangi mercka mencapai kebahagiaan.
Salah satu contoh tindakan yang dapat dilakukan pendidik untuk menjadi teladan bagi peserta didik dalam upaya meningkatkan kompetensi sosial emosional adalah:
Dengan menerapkan dan kemudian mengartikulasikan strategi yang digunakan kepada peserta didik ketika pendidik berupaya mengelola emosi saat menghadapi situasi yang sulit.
Dengan mengevaluasi praktik disiplin dan kebijakan sekolah terkait penerapan keterampilan sosial dan emosional.
Dengan mempelajari berbagai teknik yang dapat digunakan untuk mengelola emosinya.
Dengan membaca sumber-sumber bacaan yang membahas tentang tahapan perkembangan anak, sehingga pendidik dapat memahami perilaku apa yang sesuai dengan tahapan usia tertentu.
Dengan bekerja sama dengan para pendidik lain untuk mengintegrasikan praktikpraktik membangun koneksi ke dalam pertemuan rutin sepanjang tahun ajaran.
“Keadaan emosi berkelanjutan yang ditandai dengan suasana hati dan sikap positif, hubungan positif dengan peserta didik dan guru lain, ketahanan, optimalisasi diri, dan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengalaman belajar mereka di sekolah.” Definisi yang disampaikan di atas merupakan definisi dari :
Kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing)
Pembelajaran sosial dan emosional
Kesadaran diri
Kesadaran sosial
Pengelolaan diri
Meningkatkan kesejahteraan psikologis warga sekolah dapat diwujudkan melalui komitmen kita sebagai seorang pendidik untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional diri kita sendiri sebagai orang dewasa. CASEL menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional oleh orang dewasa di sekolah dapat dilakukan melalui 3 upaya yaitu:
Menjadi teladan, refleksi berkelanjutan, dan berbagi
Belajar, berkolaborasi, dan berbagi
Berkolaborasi, belajar, dan menjadi teladan
Menjadi teladan, belajar, dan refleksi
Refleksi, berkolaborasi dan berdiskusi
Dari pernyataan berikut ini, manakah yang menurut Bapak/Ibu merupakan dampak dari upaya yang dilakukan guru untuk meneladankan kompetensi sosial emosional dalam kehidupan sehari-hari di sekolah ?
Peserta didik dan warga sekolah dapat melihat langsung bagaimana tekanan yang dihadapi guru dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik dan warga sekolah dapat berkontribusi dalam terciptanya budaya sekolah yang penuh rasa hormat dan saling peduli antar warga sekolah.
Peserta didik dan warga sekolah dapat membedakan mana guru yang sedang stres dan yang tidak.
Peserta didik dan warga sekolah dapat mempromosikan perkembangan sosial serta psikologis mereka.
Peserta didik dan warga sekolah dapat melihat langsung bagaimana keterampilan sosial dan emosional digunakan dan membantu mengelola tantangan sosial dan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Sekelompok guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama melakukan pertemuan untuk mendiskusikan data hasil survei lingkungan belajar. Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa hubungan antara guru dan peserta didik di sebuah jenjang kelas kurang berjalan dengan baik. Pengungkapan ini mengarahkan semua guruguru yang mengajar di jenjang kelas tersebut untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut, baik dengan sesama guru dan juga dengan semua peserta didik di jenjang kelas itu untuk mencari solusi dalam upaya memperbaiki keterampilan berelasi mereka.
Berdasarkan deskripsi situasi di atas, apa sebenarnya yang dilakukan oleh guru di atas?
Berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosionalnya.
Memodelkan keterampilan sosial dan emosionalnya kepada guru-guru lain.
Melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
Memodelkan keterampilan sosial dan emosionalnya kepada peserta didik.
Mengajarkan teknik mengelola emosi kepada warga sekolah.
Guru dapat melakukan upaya belajar untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya sendiri. Salah satu upaya belajar yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya adalah :
Dengan melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
Dengan berupaya mengembangkan kapasitas orang lain untuk memiliki dan menerapkan kompetensi sosial emosional.
Dengan berkolaborasi dengan Sesama Pendidik.
Dengan meneladankan Keterampilan Sosial dan Emosional di Antara Teman Sejawat
Dengan terkoneksi dengan Peserta Didik.
Guru dapat melakukan upaya berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional dirinya sendiri. Berikut ini, mana yang bukan termasuk contoh upaya berkolaborasi tersebut :
Membangun komunikasi dua arah dengan keluarga.
Mencoba mengenal peserta didik dengan lebih baik sebagai individu, berupaya tanggap terhadap kebutuhan mereka, belajar dari mereka untuk kepentingan sekolah, dan membangun kepercayaan relasional.
Memecahkan permasalahan secara kolaboratif dalam rapat pendidik.
Melakukan refleksi terhadap keterampilan sosial dan emosional pribadi/dirinya sendiri.
Memperkuat koneksi dan komunikasi dengan mempraktikkan 3 praktik baik PSE (pembukaan yang hangat, proses yang melibatkan, penutupan yang optimistik) dalam berbagai kesempatan interaksi antar pendidik.
Mempelajari kompetensi budaya adalah salah satu hal yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kapasitas diri dalam menerapkan kompetensi sosial emosional. Selain memperluas pengetahuannya tentang budaya orang lain, apa lagi yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik untuk mengembangkan kompetensi budaya bagi dirinya?
Mempelajari aspek-aspek budaya orang lain dan mencoba mengikutinya
Mengajarkan orang lain tentang budaya kita.
Menyelenggarakan kegiatan kebudayaan untuk mempromosikan budaya negara kita.
Mengikuti kegiatan pertukaran pendidik untuk mempelajari budaya orang lain.
Membangun kesadaran akan identitas budaya pribadi.
Mengapa kolaborasi di antara warga sekolah, seperti peserta didik, guru, dan staf, dianggap memiliki manfaat signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis?
Kolaborasi menciptakan persaingan sehat dan dorongan untuk unggul, karena melalui interaksi positif antara peserta didik, guru, dan staf, muncul semangat kompetisi yang sehat di lingkungan belajar.
Kepercayaan dan saling pengertian yang ditingkatkan melalui kolaborasi membentuk fondasi yang kokoh dan berkelanjutan untuk kesejahteraan psikologis individu dan kolektif
Menyulitkan komunikasi di antara anggota sekolah, terkadang dapat memperkuat koneksi emosional yang lebih mendalam dan bersifat otentik.
Memperkuat hirarki di antara guru dan peserta didik, dalam beberapa kasus mendorong kestabilan hierarki yang seimbang dalam lingkungan belajar.
Kolaborasi antar warga sekolah akan membuat warga sekolah bersikap individual dan lebih mementingkan pekerjaan masing-masing
Bagaimana Bapak/Ibu guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang mendukung keberagaman peserta didik?
Mengorientasikan peserta didik untuk memiliki minat yang sama
Menyadari bahwa peserta didik memiliki perbedaan masing-masing
Menumbuhkan kepekaan dan empati peserta didik terhadap semua
Menilai hasil belajar peserta didik dari capaian akademik
Menyediakan berbagai metode pengajaran serta kegiatan yang mendukung minat dan kebutuhan peserta didik
Bagaimana peran teknologi dalam menciptakan fleksibilitas dalam pembelajaran dapat mendukung peserta didik dengan kebutuhan khusus ?
Dengan menyediakan perangkat dan aplikasi yang mendukung akses dan partisipasi peserta didik berkebutuhan khusus
Dengan menyadari bahwa peserta didik berkebutuhan khusus sulit mengakses teknologi
Fokus pada penjadwalan akses terhadap teknologi
Mengurangi kesulitan dalam akses penggunaan teknologi asistif
Mengharuskan adanya perangkat asistif teknologi
Bagaimana guru dapat memberikan akomodasi yang layak bagi peserta didik dengan gaya belajar yang berbeda?
Mengabaikan gaya belajar peserta didik
Memberikan satu metode pengajaran untuk semua peserta didik
Menyediakan variasi materi dan metode pengajaran
Menghilangkan tugas rumah
Memberikan tugas yang sama untuk semua peserta didik
Bagaimana guru dapat mengidentifikasi keberagaman peserta didik?
Dengan mengabaikan perbedaan peserta didik
Melalui survei sekolah
Dengan memahami latar belakang peserta didik
Dengan mengabaikan gaya belajar peserta didik
Melalui warna pakaian peserta didik
Mengapa pemahaman terhadap keberagaman peserta didik penting dalam pembelajaran ?
Tidak memiliki dampak pada kinerja peserta didik
Meningkatkan inklusivitas dan partisipasi peserta didik
Hanya relevan untuk peserta didik berkebutuhan khusus
Membatasi pengalaman belajar peserta didik
Hanya perlu dipahami oleh kepala sekolah
Apa yang dimaksud dengan keberagaman peserta didik di kelas ?
Keragaman peserta didik
Perbedaan karakteristik peserta didik
Jumlah total peserta didik
Lokasi sekolah
Jam belajar
Bagaimana guru dapat memberikan dukungan khusus bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus?
Mengurangi tingkat kesulitan materi bagi peserta didik berkebutuhan khusus
Meminimalisir keterlibatan peserta didik dari kegiatan sekolah
Memberikan tambahan tugas untuk peserta didik berkebutuhan khusus
Menyediakan program pendukung dan bantuan sesuai kondisi peserta didik
Memberikan alternatif atau modifikasi pada soal latihan
Mengapa ruang belajar harus dapat diakses oleh semua peserta didik, sesuai dengan prinsip fleksibilitas ?
Agar peserta didik memiliki kesempatan untuk merubah desain ruang belajar
Untuk membatasi akses peserta didik dengan kebutuhan khusus
Untuk mengutamakan akses peserta didik berkebutuhan khusus
Demi mendukung keberagaman peserta didik
Agar peserta didik terbiasa dengan keterbatasan akses
Bagaimana guru dapat menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dengan keberagaman budaya?
Membatasi interaksi antar peserta didik dari berbagai latar belakang
Menyediakan bahan ajar yang mencerminkan satu budaya
Menggunakan bahan ajar yang mencerminkan berbagai budaya
Menghindari topik budaya dalam pengajaran
Mengabaikan keberagaman budaya peserta didik
Apa yang dimaksud dengan akomodasi dalam konteks pembelajaran?
Keseragaman metode pengajaran
Penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan peserta didik
Jumlah tugas peserta didik
Penggunaan buku teks standar
Pola ujian yang sulit
