wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pertemuan 2 DDM 2024 Gasal

Total questions: 9

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

Berikut yang tidak merupakan ciri-ciri sebuah organisasi yaitu....

a)

Tujuan khas dan istimewa

b)

Memiliki Anggota

c)

Struktur yang dipikirkan dengan matang

d)

Tujuan yang berbeda

2.

Menurut anda, manakah bangunan sejarah yang membuktikan manajemen sudah ada sejak zaman dahulu?

a)

Candi Borobudur

b)

Taman Safari

c)

Patung Garuda Wisnu Kencana

d)

Masjid Raya Sheik Zayed Solo

3-7.

Studi manajemen pertama ini, yang sering disebut pendekatan klasik, menekankan rasionalitas dan membuat organisasi dan pekerja seefisien mungkin. Dua teori utama menyusun pendekatan klasik: manajemen ilmiah dan teori administrasi umum. Dua kontributor terpenting bagi teori manajemen ilmiah adalah Frederick W. Taylor dan tim suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Dua kontributor terpenting bagi teori administrasi umum adalah Henri Fayol dan Max Weber.

Jika Anda harus menentukan kapan teori manajemen modern lahir, tahun 1911 mungkin merupakan pilihan yang tepat. Saat itulah Prinsip Manajemen Ilmiah karya Frederick Winslow Taylor diterbitkan. Isinya diterima secara luas oleh para manajer di seluruh dunia. Buku Taylor menggambarkan teori manajemen ilmiah: penggunaan metode ilmiah untuk menentukan "satu cara terbaik" agar suatu pekerjaan dapat diselesaikan. Taylor bekerja di Perusahaan Baja Midvale dan Bethlehem di Pennsylvania. Sebagai seorang insinyur mekanik dengan latar belakang Quaker dan Puritan, ia terus-menerus dikejutkan oleh ketidakefisienan para pekerja. Para karyawan menggunakan teknik yang sangat berbeda untuk melakukan pekerjaan yang sama.

Mereka sering kali "bersikap santai" dalam pekerjaan, dan Taylor percaya bahwa hasil kerja pekerja hanya sekitar sepertiga dari yang mungkin. Hampir tidak ada standar kerja, dan para pekerja ditempatkan pada pekerjaan dengan sedikit atau tanpa perhatian untuk mencocokkan kemampuan dan bakat mereka dengan tugas yang harus mereka lakukan. Taylor berupaya mengatasinya dengan menerapkan metode ilmiah pada pekerjaan di lantai pabrik. Ia menghabiskan lebih dari dua dekade dengan penuh semangat mengejar "satu cara terbaik" untuk menyelesaikan pekerjaan semacam itu.

Pengalaman Taylor di Midvale menuntunnya untuk menetapkan pedoman yang jelas untuk meningkatkan efisiensi produksi. Ia berpendapat bahwa keempat prinsip manajemen ini akan menghasilkan kemakmuran bagi pekerja dan manajer. Upaya manajemen ilmiah Taylor adalah eksperimen besi kasar. Pekerja memuat "besi kasar" (masing-masing seberat 92 pon) ke gerbong kereta. Rata-rata hasil harian mereka adalah 12,5 ton. Namun, Taylor yakin bahwa dengan menganalisis pekerjaan secara ilmiah untuk menentukan "satu cara terbaik" untuk memuat besi kasar, hasil dapat ditingkatkan menjadi 47 atau 48 ton per hari.

Setelah secara ilmiah menerapkan berbagai kombinasi prosedur, teknik, dan alat, Taylor berhasil mencapai tingkat produktivitas tersebut. Bagaimana? Dengan menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan dengan peralatan dan perlengkapan yang tepat, meminta pekerja mengikuti instruksinya dengan tepat, dan memotivasi pekerja dengan insentif ekonomi berupa upah harian yang jauh lebih tinggi. Dengan menggunakan pendekatan serupa untuk pekerjaan lain, Taylor mampu mendefinisikan "satu cara terbaik" untuk melakukan setiap pekerjaan. Secara keseluruhan, Taylor mencapai peningkatan produktivitas yang konsisten dalam kisaran 200 persen atau lebih.

Berdasarkan studi inovatifnya tentang pekerjaan manual menggunakan prinsip-prinsip ilmiah, Taylor dikenal sebagai "bapak" manajemen ilmiah. Ide-idenya menyebar di Amerika Serikat dan negara-negara lain dan mengilhami orang lain untuk mempelajari dan mengembangkan metode manajemen ilmiah. Pengikutnya yang paling menonjol adalah Frank dan Lillian Gilbreth.

Frank Gilbreth, seorang kontraktor konstruksi, meninggalkan kariernya untuk mempelajari manajemen ilmiah setelah terinspirasi oleh Taylor. Bersama istrinya Lillian, seorang psikolog, mereka mengembangkan teknik untuk menghilangkan gerakan tangan dan tubuh yang tidak efisien dalam pekerjaan. Mereka juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah dalam rumah tangga mereka yang memiliki 12 anak, yang kemudian diabadikan dalam buku Cheaper by the Dozen. Frank terkenal karena eksperimennya dalam pemasangan batu bata, di mana ia berhasil mengurangi gerakan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Keluarga Gilbreth juga menciptakan mikrokronometer untuk menganalisis gerakan pekerja, dan mengembangkan sistem klasifikasi untuk 17 gerakan tangan dasar yang disebut therblig.

(Stephen P.Robbins, 2009. Manajemen, Jilid 1. Edisi Kesepuluh. Penerbit Erlangga)

3.

Siapa yang dikenal sebagai 'bapak' manajemen ilmiah?

a)

Frederick W. Taylor

b)

Frank Gilbreth

c)

Henri Fayol

d)

Max Weber

4.

Apa yang ditekankan oleh pendekatan klasik dalam studi manajemen?

a)

Rasionalitas dan efisiensi

b)

Kreativitas dan inovasi

c)

Kepuasan karyawan

d)

Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial

5.

Bagaimana Taylor meningkatkan produktivitas pekerja dalam eksperimen besi kasar?

a)

Dengan menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan dengan peralatan yang tepat

b)

Dengan mengurangi jam kerja

c)

Dengan memberikan liburan lebih banyak

d)

Dengan mengurangi jumlah pekerja

6.

Apa kontribusi utama Frank dan Lillian Gilbreth dalam manajemen ilmiah?

a)

Mengembangkan teknik untuk menghilangkan gerakan tangan dan tubuh yang tidak efisien

b)

Menulis buku tentang manajemen ilmiah

c)

Menciptakan teori administrasi umum

d)

Mengembangkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah di perusahaan baja

7.

Kapan teori manajemen modern dianggap lahir?

a)

1911

b)

1920

c)

1930

d)

1945

8-12.

Banyak pedoman dan teknik yang dirancang Taylor dan Gilbreth untuk meningkatkan efisiensi produksi masih digunakan dalam organisasi saat ini. Ketika manajer menganalisis tugas-tugas pekerjaan dasar yang harus dilakukan, menggunakan studi waktu dan gerakan untuk menghilangkan gerakan yang sia-sia, mempekerjakan pekerja yang paling berkualifikasi untuk suatu pekerjaan, atau merancang sistem insentif berdasarkan hasil, mereka menggunakan prinsip-prinsip manajemen ilmiah. Saat ini, robotika adaptif dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerja. Dengan membebaskan pekerja dari tugas-tugas yang berulang, satu studi mengungkapkan bahwa pekerja dapat menyelesaikan tugas-tugas penting yang membutuhkan ketangkasan manual 25 persen lebih cepat. Di ABB, sebuah perusahaan energi dan otomasi Swiss, penggunaan robot adaptif mengurangi waktu menganggur pekerja hingga 85 persen.

(Stephen P.Robbins, 2009. Manajemen, Jilid 1. Edisi Kesepuluh. Penerbit Erlangga)

8.

Apa yang dirancang oleh Taylor dan Gilbreth untuk meningkatkan efisiensi produksi?

a)

Pedoman dan teknik

b)

Sistem insentif

c)

Robotika adaptif

d)

Studi waktu dan gerakan

9.

Bagaimana robotika adaptif membantu meningkatkan efisiensi pekerja?

a)

Dengan membebaskan pekerja dari tugas-tugas yang berulang

b)

Dengan mengurangi waktu menganggur pekerja hingga 85 persen

c)

Dengan mempekerjakan pekerja yang paling berkualifikasi

d)

Dengan merancang sistem insentif berdasarkan hasil

10.

Apa yang diungkapkan oleh satu studi tentang penggunaan robotika adaptif?

a)

Pekerja dapat menyelesaikan tugas-tugas penting yang membutuhkan ketangkasan manual 25 persen lebih cepat

b)

Penggunaan robot adaptif mengurangi waktu menganggur pekerja hingga 85 persen

c)

Robotika adaptif meningkatkan efisiensi produksi

d)

Robotika adaptif menghilangkan gerakan yang sia-sia

11.

Apa yang dilakukan manajer saat menggunakan prinsip-prinsip manajemen ilmiah?

a)

Menganalisis tugas-tugas pekerjaan dasar

b)

Menggunakan studi waktu dan gerakan

c)

Mempekerjakan pekerja yang paling berkualifikasi

d)

Semua jawaban benar

12.

Apa yang dilakukan ABB dengan menggunakan robot adaptif?

a)

Mengurangi waktu menganggur pekerja hingga 85 persen

b)

Meningkatkan efisiensi produksi

c)

Membebaskan pekerja dari tugas-tugas yang berulang

d)

Merancang sistem insentif berdasarkan hasil

13-16.

Studi manajemen pertama ini, yang sering disebut pendekatan klasik, menekankan rasionalitas dan membuat organisasi dan pekerja seefisien mungkin. Dua teori utama menyusun pendekatan klasik: manajemen ilmiah dan teori administrasi umum. Teori administrasi umum lebih berfokus pada apa yang dilakukan manajer dan apa yang merupakan praktik manajemen yang baik. Kami memperkenalkan Henri Fayol karena ia pertama kali mengidentifikasi lima fungsi yang dilakukan manajer: perencanaan, pengorganisasian, komando, koordinasi, dan pengendalian.

Fayol menulis selama periode waktu yang sama dengan Taylor. Sementara Taylor memperhatikan manajer lini pertama dan metode ilmiah, perhatian Fayol diarahkan pada aktivitas semua manajer. Ia menulis dari pengalaman pribadinya sebagai direktur pelaksana sebuah perusahaan pertambangan batu bara besar di Prancis. Fayol menggambarkan praktik manajemen sebagai sesuatu yang berbeda dari akuntansi, keuangan, produksi, distribusi, dan fungsi bisnis umum lainnya. Keyakinannya bahwa manajemen adalah aktivitas yang umum untuk semua usaha bisnis, pemerintahan, dan bahkan rumah membuatnya mengembangkan 14 prinsip manajemen—aturan dasar manajemen yang dapat diterapkan pada semua situasi organisasi dan diajarkan di sekolah.

Max Weber adalah seorang sosiolog Jerman yang mempelajari organisasi. Menulis pada awal tahun 1900-an, ia mengembangkan teori tentang struktur dan hubungan otoritas berdasarkan tipe organisasi ideal yang disebutnya birokrasi—suatu bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang ditetapkan dengan jelas, aturan dan regulasi yang terperinci, dan hubungan impersonal. Weber menyadari bahwa "birokrasi ideal" ini tidak ada dalam kenyataan. Sebaliknya, ia bermaksud menjadikannya sebagai dasar untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar.

Teorinya menjadi desain struktural bagi banyak organisasi besar saat ini. Birokrasi, seperti yang dijelaskan oleh Weber, sangat mirip dengan manajemen ilmiah dalam ideologinya. Keduanya menekankan rasionalitas, prediktabilitas, impersonalitas, kompetensi teknis, dan otoritarianisme. Meskipun gagasan Weber kurang praktis dibandingkan gagasan Taylor, fakta bahwa "tipe ideal"-nya masih menggambarkan banyak organisasi kontemporer membuktikan pentingnya hal tersebut. Birokrasi Weber merupakan upaya untuk merumuskan prototipe ideal bagi organisasi. Meskipun banyak karakteristik birokrasi Weber masih terlihat jelas dalam organisasi besar, modelnya tidak sepopuler saat ini seperti pada abad kedua puluh. Banyak manajer merasa bahwa struktur birokrasi menghambat kreativitas karyawan individu dan membatasi kemampuan organisasi untuk merespons dengan cepat terhadap lingkungan yang semakin dinamis. Namun, bahkan dalam organisasi yang fleksibel dengan para profesional kreatif—seperti Google, Samsung, General Electric, atau Cisco Systems—mekanisme birokrasi diperlukan untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efisien dan efektif. Di beberapa organisasi, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, birokrasi telah menjadi pedang bermata dua.

(Stephen P.Robbins, 2009. Manajemen, Jilid 1. Edisi Kesepuluh. Penerbit Erlangga)

13.

Siapa yang pertama kali mengidentifikasi lima fungsi manajer?

a)

Henri Fayol

b)

Max Weber

c)

Frederick Taylor

d)

Stephen P. Robbins

14.

Apa yang menjadi fokus utama teori administrasi umum menurut Fayol?

a)

Aktivitas semua manajer

b)

Metode ilmiah dalam manajemen

c)

Hubungan otoritas dalam organisasi

d)

Penggunaan teknologi dalam manajemen

15.

Apa yang dimaksud dengan 'birokrasi ideal' menurut Max Weber?

a)

Suatu bentuk organisasi dengan pembagian kerja, hierarki yang jelas, aturan dan regulasi yang terperinci, dan hubungan impersonal

b)

Suatu bentuk organisasi yang menekankan kreativitas dan fleksibilitas

c)

Suatu bentuk organisasi yang berfokus pada hubungan personal dan emosional

d)

Suatu bentuk organisasi yang menggunakan teknologi canggih

16.

Mengapa banyak manajer merasa bahwa struktur birokrasi menghambat kreativitas karyawan?

a)

Karena membatasi kemampuan organisasi untuk merespons dengan cepat terhadap lingkungan yang dinamis

b)

Karena meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya

c)

Karena menekankan kompetensi teknis dan otoritarianisme

d)

Karena mengurangi prediktabilitas dalam organisasi

17-21.

Mempelajari tentang tindakan orang-orang di tempat kerja— motivating, leading, building trust, working with a team, managing conflict. Peneliti mulai mengembangkan manajemen dengan melihat orang-orang di dalam organisasi. Tokoh awal dalam pendekatan ini adalah: Robert Owen, Hugo Munsterberg, Mary Parker Follet, dan Chester Barnard. Mereka semua meyakinini bahwa: Manusia merupakan kekayaan (aset) terpenting yang dimiliki oleh sebuah organisasi sehingga harus dikelola secara baik dan benar.

Kajian-kajian Hawthorne (1920-an sampai 1930-an), merupakan serangkaian studi yang dilakukan di perusahaan Western Electric Company Works di Kota Cicero, Illinois, Amerika Serikat. Dimulai pada tahun 1924 yang pada awalnya dirancang sebagai sebuah eksperimen manajemen ilmiah yang kemudian membuka cakrawala baru mengenai perilaku kerja individu maupun kelompok. Mayo menyimpulkan bahwa: • Perilaku dan sikap seseorang terkait erat dengan orang-orang disekitarnya, • Bahwa faktor kelompok sangat mempengaruhi perilaku individu, • Uang merupakan faktor yang tidak terlalu berperan dalam menentukan output pekerja dibandingkan aturan kelompok, sikap kelompok, dan rasa aman di dalam kelompok.

17.

Siapakah tokoh awal dalam pendekatan manajemen yang melihat orang-orang di dalam organisasi?

a)

Robert Owen, Hugo Munsterberg, Mary Parker Follet, dan Chester Barnard

b)

Elton Mayo, Frederick Taylor, Henri Fayol, dan Max Weber

c)

Abraham Maslow, Douglas McGregor, Chris Argyris, dan Rensis Likert

d)

Peter Drucker, Michael Porter, Henry Mintzberg, dan Tom Peters

18.

Apa yang disimpulkan oleh Mayo tentang perilaku dan sikap seseorang?

a)

Perilaku dan sikap seseorang terkait erat dengan orang-orang disekitarnya

b)

Perilaku dan sikap seseorang tidak dipengaruhi oleh orang lain

c)

Uang merupakan faktor utama dalam menentukan output pekerja

d)

Perilaku individu lebih penting daripada perilaku kelompok

19.

Apa yang dimaksud dengan kajian-kajian Hawthorne?

a)

Serangkaian studi yang dilakukan di perusahaan Western Electric Company Works

b)

Eksperimen manajemen ilmiah yang dilakukan di Harvard University

c)

Penelitian tentang teori motivasi oleh Abraham Maslow

d)

Studi tentang kepemimpinan oleh Peter Drucker

20.

Mengapa manusia dianggap sebagai aset terpenting dalam sebuah organisasi?

a)

Karena manusia harus dikelola secara baik dan benar

b)

Karena manusia adalah sumber daya yang paling mahal

c)

Karena manusia tidak bisa digantikan oleh teknologi

d)

Karena manusia adalah satu-satunya faktor produksi

21.

Apa yang lebih mempengaruhi output pekerja dibandingkan uang menurut Mayo?

a)

Aturan kelompok, sikap kelompok, dan rasa aman di dalam kelompok

b)

Jumlah jam kerja dan upah yang diterima

c)

Kondisi fisik tempat kerja dan fasilitas yang disediakan

d)

Tingkat pendidikan dan keterampilan pekerja

22-24.

Pendekatan ini dikenal dengan sebutan sains manajemen (management science), yaitu menerapkan teknik-teknik kuantitatif untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan. Pendekatan ini melibatkan penggunaan statistika, model optimasi, model informasi, simulasi komputes, dan berbagai teknik kuantitatif lainnya dalam aktivitas manajemen. Pelopor gagasan ini adalah Edward Demings dan Joseph M. Juran pada era 1950-an. Total Quality Management (TQM), adalah sebuah falsafah manajemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya perbaikan berkesinambungan dan kemampuan merespon kebutuhan/harapan pelanggan.

22.

Apa fokus utama dari Total Quality Management (TQM)?

a)

Upaya perbaikan berkesinambungan dan kemampuan merespon kebutuhan/harapan pelanggan

b)

Penggunaan teknik-teknik kuantitatif dalam manajemen

c)

Pengembangan model optimasi dan simulasi komputer

d)

Penerapan statistika dalam aktivitas manajemen

23.

Teknik apa yang digunakan dalam pendekatan sains manajemen?

a)

Statistika, model optimasi, model informasi, simulasi komputer, dan teknik kuantitatif lainnya

b)

Analisis SWOT, model bisnis kanvas, dan teknik kualitatif lainnya

c)

Pengembangan sumber daya manusia, pelatihan, dan pengembangan organisasi

d)

Manajemen waktu, manajemen stres, dan manajemen konflik

24.

Bagaimana pendekatan sains manajemen membantu dalam pengambilan keputusan?

a)

Dengan menerapkan teknik-teknik kuantitatif

b)

Dengan mengandalkan intuisi dan pengalaman

c)

Dengan menggunakan metode kualitatif

d)

Dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia

25-27.

Teori sistem adalah salah satu teori Fisika yang mana pada tahun 1938 Chester Barnard di dalam buku The Function of an Executive menyebutkan bahwa sebuah organisasi berfungsi sebagai sebiah sistem kerja bersama. Organisasi adalah sebuah sistem “yang terbuka” dan berinteraksi dengan lingkungannya.

25.

Siapa yang menyebutkan bahwa sebuah organisasi berfungsi sebagai sebuah sistem kerja bersama?

a)

Albert Einstein

b)

Isaac Newton

c)

Chester Barnard

d)

Nikola Tesla

26.

Apa yang dimaksud dengan organisasi menurut Chester Barnard?

a)

Sebuah sistem tertutup

b)

Sebuah sistem terbuka

c)

Sebuah sistem independen

d)

Sebuah sistem statis

27.

Bagaimana organisasi berinteraksi dengan lingkungannya menurut teori sistem?

a)

Dengan cara tertutup

b)

Dengan cara terbuka

c)

Dengan cara independen

d)

Dengan cara statis

28-30.

Pendekatan kontinjensi sering disebut sebagai pendekatan situasional, yang menyatakan setiap organisasi bersifat unik, menghadapi situasi-situasi yang berlainan (contingencies), dan membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda-beda.

28.

Mengapa pendekatan kontinjensi disebut juga sebagai pendekatan situasional?

a)

Karena setiap organisasi menghadapi situasi-situasi yang berlainan.

b)

Karena setiap organisasi memiliki tujuan yang sama.

c)

Karena setiap organisasi memiliki struktur yang sama.

d)

Karena setiap organisasi tidak menghadapi situasi yang berbeda.

29.

Bagaimana pendekatan kontinjensi memandang setiap organisasi?

a)

Sebagai entitas yang unik dengan situasi yang berbeda-beda.

b)

Sebagai entitas yang sama dengan situasi yang sama.

c)

Sebagai entitas yang tidak memerlukan pengelolaan.

d)

Sebagai entitas yang harus mengikuti standar yang sama.

30.

Apa yang menjadi dasar dari pendekatan kontinjensi?

a)

Situasi-situasi yang berlainan yang dihadapi oleh setiap organisasi.

b)

Tujuan yang sama dari setiap organisasi.

c)

Struktur yang sama dari setiap organisasi.

d)

Tidak adanya situasi yang berbeda.