NEW
Font size
WorksheetsSAS GANJIL 2025/2026 - SEJARAH KELAS XI
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Sumpah Pemuda diikrarkan pada tanggal
28 Oktober 1928
10 November 1945
20 Mei 1908
1 Juni 1945
17 Agustus 1945
Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda diselenggarakan di kota
Jakarta
Bandung
Yogyakarta
Surabaya
Batavia (Jakarta)
Isi pertama dari Sumpah Pemuda adalah: "Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia" yang menunjukkan semangat
Nasionalisme
Demokrasi
Sosialisme
Liberalism
Imperialisme
Salah satu tokoh yang dikenal sebagai penggagas Sumpah Pemuda adalah
Soekarno
Hatta
Suwardi Suryaningrat
Muhammad Yamin
Sutan Sjahrir
Sumpah Pemuda diikrarkan di Aula Kongres Pemuda II pada tahun 1928, yang menunjukkan bahwa saat itu Indonesia masih dalam keadaan
Merdeka
Dijajah oleh Belanda
Dijajah oleh Jepang
Dikuasai oleh Inggris
Tidak memiliki pemerintahan yang jelas
Tujuan dari pernyataan "Kami menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia" dalam Sumpah Pemuda adalah untuk
Menciptakan bahasa baru
Menyatukan seluruh bangsa Indonesia dengan satu bahasa
Menghilangkan penggunaan bahasa daerah
Menggunakan bahasa asing sebagai bahasa resmi
Memperkenalkan bahasa Melayu
Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda dihadiri oleh perwakilan pemuda dari berbagai daerah, terutama dari organisasi
Budi Utomo
Sarekat Islam
Jong Java
Jong Sumatranen Bond
Perhimpunan Indonesia
Salah satu hasil utama dari Sumpah Pemuda adalah
Memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia
Menggerakkan perjuangan kemerdekaan Indonesia
Menyatukan budaya asing dengan budaya lokal
Meningkatkan ketergantungan Indonesia pada luar negeri
Mengurangi pengaruh Jepang di Indonesia
Salah satu tokoh yang berperan penting dalam perjuangan pemuda dan ikut mengikrarkan Sumpah Pemuda adalah
Soekarno
Hatta
Ir. Djuanda
Ki Hajar Dewantara
Muhammad Yamin
Isi dari Sumpah Pemuda yang berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia" mencerminkan nilai
Kerja sama antar bangsa
Persatuan nasional
Pluralisme agama
Keadilan sosial
Kebebasan individu
"Kami menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia" dalam Sumpah Pemuda menggambarkan
Pentingnya pendidikan agama
Peran bahasa dalam menyatukan bangsa
Keinginan untuk melestarikan bahasa daerah
Pemaksaan penggunaan bahasa asing
Ketergantungan pada bahasa penjajah
Salah satu alasan pemuda Indonesia pada waktu itu mengikrarkan Sumpah Pemuda adalah untuk
Menghindari ancaman dari negara penjajah
Menghormati pemerintah Belanda yang ada saat itu
Menyatukan berbagai kelompok etnis dan budaya di Indonesia
Menyampaikan aspirasi politik kepada penjajah
Menyerah pada kolonialisme Belanda
Jati diri keindonesiaan dapat digambarkan dengan
Identitas budaya dan nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia
Pandangan hidup masyarakat Indonesia terhadap dunia luar
Pengaruh budaya asing terhadap bangsa Indonesia
Pemahaman terhadap sistem pemerintahan negara Indonesia
Pengakuan terhadap penjajahan oleh bangsa Indonesia
Salah satu nilai dalam Sumpah Pemuda yang harus dijaga dan dipertahankan hingga sekarang adalah
Menjaga keharmonisan antar suku, agama, ras, dan golongan
Mengutamakan kepentingan bangsa asing
Mengutamakan bahasa asing dalam pendidikan
Menghormati budaya penjajah
Menerima penjajahan sebagai bagian dari sejarah
Dampak utama dari Sumpah Pemuda terhadap generasi muda Indonesia adalah
Memperkenalkan mereka pada budaya asing
Menghilangkan rasa kebanggaan terhadap tanah air
Menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan
Membuat mereka lebih tertarik dengan ideologi luar
Mengabaikan pentingnya sejarah bangsa
Tujuan utama dari ikrar Sumpah Pemuda adalah untuk
Meningkatkan peran pemuda dalam pemerintahan
Memperkenalkan Indonesia di dunia internasional
Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
Mengajak bangsa Indonesia untuk menyerah pada penjajahan
Menumbuhkan nasionalisme semata-mata untuk perang
Isi Sumpah Pemuda yang berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia" mengandung semangat
Persatuan dan kesatuan bangsa
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Kebebasan beragama
Perdamaian dunia
Kemandirian ekonomi
Dampak Perkembangan Kolonialisme dan imperialisme di Indonesia dimulai pada abad ke-
Ke-14
Ke-15
Ke-16
Ke-17
Ke-18
Salah satu dampak sosial yang ditimbulkan oleh kolonialisme di Indonesia adalah
Meningkatkan mobilitas sosial
Membentuk sistem kelas sosial yang terpisah
Mengurangi ketergantungan pada pekerjaan tani
Menghilangkan sistem adat
Meningkatkan hak-hak politik bagi pribumi
Salah satu kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia pada abad ke-19 adalah
Kebijakan impor bebas
Sistem tanam paksa
Penurunan pajak
Kebijakan proteksionisme
Pemberian subsidi untuk pertanian
Sistem tanam paksa yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia pada abad ke-19 bertujuan untuk
Mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia
Meningkatkan pendapatan petani Indonesia
Meningkatkan pendapatan pemerintah Belanda
Mengurangi jumlah penduduk Indonesia
Meningkatkan jumlah tanaman pangan
Kolonialisme Belanda di Indonesia sangat bergantung pada komoditas pertanian seperti kopi, teh, dan karet, yang berdampak pada
Peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia
Pengalihan sebagian besar hasil pertanian untuk kepentingan negara penjajah
Terjadinya industrialisasi di Indonesia
Kemandirian dalam pengelolaan hasil pertanian
Peningkatan jumlah petani yang merdeka
Kebijakan "politik etis" yang diterapkan oleh Belanda bertujuan untuk
Meningkatkan perlawanan terhadap penjajahan
Menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara kolonial lainnya
Meningkatkan kesejahteraan rakyat pribumi
Memperkenalkan sistem pendidikan modern bagi pribumi
Memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia
Salah satu dampak buruk dari kebijakan "politik divid et impera" yang diterapkan oleh Belanda adalah
Terbentuknya persatuan antar kelompok etnis di Indonesia
Menguatnya solidaritas di antara bangsa Indonesia
Meningkatnya rasa nasionalisme rakyat Indonesia
Munculnya perpecahan dan ketegangan antar kelompok etnis di Indonesia
Mengurangi ketidaksetaraan antar etnis
Kebijakan kolonial yang paling merugikan rakyat Indonesia pada masa penjajahan Belanda adalah
Sistem pendidikan yang egaliter
Sistem tanam paksa
Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi
Pembukaan lahan pertanian baru
Pemberian hak pilih bagi pribumi
Kolonialisme Inggris di Indonesia lebih menekankan pada
Pembangunan infrastruktur
Pengembangan industri manufaktur
Penanaman modal asing
Pembangunan sistem pendidikan tinggi
Pembukaan wilayah-wilayah baru untuk perdagangan
Bentuk imperialisme yang dilakukan oleh Jepang selama Perang Dunia II di Indonesia adalah
Penanaman modal dalam sektor pertanian
Penjajahan langsung tanpa memperhatikan kekayaan alam
Penyerapan sumber daya alam untuk kepentingan perang Jepang
Pengembangan teknologi industri di Indonesia
Memperkenalkan sistem pendidikan modern
Apa yang menjadi tujuan utama dari kolonialisme dan imperialisme di Indonesia
Menyebarkan budaya lokal Indonesia
Meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia
Menguasai sumber daya alam untuk kepentingan negara penjajah
Menciptakan hubungan perdagangan yang setara
Menghormati kedaulatan bangsa Indonesia
Perlawanan terhadap penjajahan Belanda yang terjadi pada abad ke-19 di Indonesia umumnya dipimpin oleh
Tokoh agama dan ulama
Kaum buruh dan petani Kaum buruh dan petani
Para bangsawan dan pemimpin lokal
Tokoh-tokoh perempuan
Kaum intelektual dan pelajar
Sistem pemerintahan kolonial yang diterapkan oleh Belanda di Indonesia disebut dengan
Pemerintahan pusat
Pemerintahan daerah
Pemerintahan induk
Pemerintahan kolonial
Pemerintahan monarki
Salah satu contoh perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap Belanda pada masa kolonial adalah
Perang Padri
Perang Dunia I
Revolusi Prancis
Perang Salib
Perang Kemerdekaan
Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, organisasi yang mendukung gerakan perlawanan terhadap imperialisme Jepang adalah
Tentara Nasional Indonesia
PETA (Pembela Tanah Air)
Budi Utomo
Golongan Tua
Angkatan Laut
Perubahan sosial yang terjadi akibat kolonialisme di Indonesia adalah
Perubahan dalam struktur politik dan pemerintahan
Pembatasan hak atas tanah oleh pribumi
Penghapusan struktur sosial
Peningkatan jumlah penduduk secara drastis
Pembangunan ekonomi yang merata
Perubahan terbesar yang diakibatkan oleh kolonialisme dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah
Pengenalan sistem sekolah modern
Pemberian kesempatan belajar bagi semua golongan
Pemerataan pendidikan bagi pribumi
Penyebaran ajaran agama secara terbuka
Pendidikan hanya untuk golongan elit
Imperialisme Jepang di Indonesia dimulai pada tahun
1939
1941
1942
1943
1945
Selama masa penjajahan Jepang, ekonomi Indonesia lebih difokuskan untuk
Pembangunan infrastruktur
Pemenuhan kebutuhan Jepang dalam perang
Pertanian dan perkebunan
Perdagangan bebas dengan negara-negara Asia
Menumbuhkan industri kecil pribumi
Salah satu dampak positif dari kebijakan politik etis yang diterapkan oleh Belanda adalah
Peningkatan taraf hidup rakyat Indonesia secara menyeluruh
Penyebaran budaya Eropa yang luas di Indonesia
Pembangunan sarana pendidikan bagi rakyat Indonesia
Peningkatan jumlah koloni Belanda
Pembukaan banyak lapangan pekerjaan baru
Tujuan utama dari perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah adalah
Menghancurkan ekonomi penjajah
Mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan dari penjajahan
Memperbaiki sistem pemerintahan lokal
Membentuk negara independen di luar Belanda
Menjadi bagian dari negara besar lainnya
Perjanjian yang menandai berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia adalah
Perjanjian Renville
Perjanjian Linggarjati
Perjanjian Merdeka
Perjanjian Hegarman
Perjanjian Deandels
Salah satu nilai dalam Sumpah Pemuda yang harus dijaga dan dipertahankan hingga sekarang adalah
Menjaga keharmonisan antar suku, agama, ras, dan golongan
Mengutamakan kepentingan bangsa asing
Mengutamakan bahasa asing dalam pendidikan
Menghormati budaya penjajah
Menerima penjajahan sebagai bagian dari sejarah
