NEW
Font size
WorksheetsHikayat
Total questions: 55
Worksheet time: 1hrs 15mins
Yang termasuk unsur intrinsik Hikayat adalah...
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Latar
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Agama
Tema, Tokoh, Tradisi dan Latar
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Adat
Salah satu karakteristik hikayat adalah bersifat anonim. Anonim bermakna...
menggunakan latar belakang istana
kata yang asing dan sukar
nama penulis, pengarang tidak diketahui dengan pasti
menceritakan hal-hal mustahil
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
antonomasia
simile
alegori
personifikasi
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
a. 1,3,5
b. 2,4,5
c. 1,2,3
d. 1,4,5
Urutan struktur teks hikayat yang benar adalah …
Abstraksi - Resolusi - Orientasi - Evaluasi - Komplikasi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Evaluasi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Evaluasi - Resolusi - Koda
Abstraksi - Resolusi - Komplikasi - Evaluasi - Koda - Komplikasi
Abstraksi - Orientasi - Evaliasi - Komplikasi - Resolusi - Koda
Bahasa, istana sentris, pralogis, statis, kesaktian, anonim, dan arkais, merupakan…..
Karakteristik hikayat
Unsur-unsur hikayat
Pengertian hikayat
Fungsi hikayat
Jenis-jenis hikayat
Kata-kata yang jarang digunakan disebut…..
Arkais
Bahasa
Pralogis
Statis
Istana sentris
Dalam teks hikayat pada setiap awal kalimat terdapat kata seperti, maka, ketika, laksana, bak, dan bagaikan disebut…..
Penggunaan konjungsi
Penggunaan arkais
Penggunaan majas
Penggunaan anonim
Penggunaan pralogis
Kata beroleh, titah, buluh, mahligai, inang, upeti, bejana merupakan contoh dari penggunaan…..
Konjungsi
Kata arkais
Majas
Kata kausal
Kata baku
Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
a. berupa cerita rekaan
b. bertujuan menghibur
c. merupakan cerita pelipur lara
d. diceritakan dari mulut ke mulut
e. hanya berkembang dilingkungan istana
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
a. kemustahilan
b. kesaktian
c. anonim
d. bahasa
e. istanasentris
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
a. narasi
b. laporan
c. prosedur
d. eksposisi
e. deskripsi
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahui.
Kata arkais yang digaris bawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ...
diusir
diminta
disuruh
diperintah
diharapkan
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .
Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura
Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan
Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura
Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung
Persahabatan antara burang dan kura-kura
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .
Cembul
selat
Comel
Cumel
selit
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Kata hatta dalam bahasa Melayu memiliki arti
harta
marga
hak
maka
latar tempat hikayat Indera Bangsawan adalah
istana, hutan, gua
gua, istana, pantai
tebing, gua, istana
gua, desa, kerajaan
hal yang menunjukan ciri khas hikayat adalah
Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau mengalahkan Buraksa.
Indera Bangsawan dan Syah Peri adalah anak Raja yang berpetualang di tengah hutan
Tuan putri terkesan dengan kecakapan Indera Bangsawan dan memberinya hadiah
Syah Peri berpisah dengan saudaranya dan mecarinya kemana-mana
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ....
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Contoh Hikayat berunsur Islam adalah ….
Hikayat Mahabharata
Hikayat Jaya Lengkara
Hikayat 1001 Malam
Hikayat Sri Rama
Berikut yang bukan merupakan unsur ekstrinsik adalah ….
Latar belakang budaya
Sudut pandang
Biografi tokoh
Latar belakang pembuatan karya tulis
Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut, yaitu ….
Nilai moral
Nilai agama
Nilai budaya
Nilai pendidikan
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorangpun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Watak tokoh Hang Jebat dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….
Gunung Indrakila
Hutan rimba
Padang rumput
Marga satwa
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Moral
Nilai Agama
Nilai Pendidikan
Nilai Budaya
Nilai Sosial
1. Istanasentris
2. Magis
3. Logis
4. Anonim
5. Dinamis
Yang merupakan karakteristik hikayat terdapat dalam nomor...
1,2,3
1,3,5
1,2,4
2,3,4
2,4,5
Tersebutlah perkataan
seorang raja yang bernama
Indera Bungsu dari Negeri
Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut
dan sedekah kepada fakir
dan miskin.
Penggalan hikayat di atas mengandung ciri ... .
Anonim
Berkembang secara lisan
Istanacentris
Kesaktian
Kemustahilan
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Bacalah kutipan hikayat berikut! Kemudian, panglima peringgi berjalan di atas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina. Ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi. Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah. Ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya, lalu berkipas sendiri. ”Jangan lupa tugas masing-masing,” hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu. ”Kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?” “mengerti,tuanku,” mereka menyahut dengan suara gemetar. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......
Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain
Berkatalah jujur kepada pimpin
Jangan melakukan sesuatu seorang diri
Berlakulah adil kepada bawahan
Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …
Banun menobatkan diri sebagai orang kikir
Predikat Banun Kikir didasari kedengkian
Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu
Banun tidaklah kikir tetapi hemat
Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun
kata arkais "masygul" artinya apa?
sedih
senang
marah
kecewa
kata arkais "syahdan" artinya apa?
suatu hari
ketika itu
selanjutnya
tiba-tiba
Yang bukan arti dari kata arkais "uzur" adalah
halangan
lemah badan
mengandung
sudah lama
Yang bukan arti kata arkais dari "mualim" adalah ....
ahli agama
penunjuk jalan
perwira kapal
orang yang pindah agama
Yang bukan arti dari kata arkais "berazam" adalah ....
berputus asa
bermaksud
bertujuan
berniat
"Membantu orang yang kesulitan" merupakan konsep nilai apa dari sebuah hikayat?
budaya
moral
sosial
edukasi
"Tidak mau bekerja keras" merupakan contoh konsep nilai apa dari sebuah hikayat?
budaya
moral
sosial
edukasi
"Raja ditunjuk berdasarkan keturunan" merupakan konsep dari nilai hikayat apa?
budaya
moral
estetika
sosial
"Memperdaya orang yang tidak berusaha" merupakan konsep dari nilai apa?
sosial
budaya
religi
moral
Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya, tetapi juga dapat menyekat istri tuannya daripada menjadi istri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Nilai yang terkandung dalam cuplikan tersebut …
Nilai religius
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai pendidikan
Nilai budaya
Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia keindraan menjadi raja tiada ia mau beranak.
Kutipan teks tersebut menggunakan sudut pandang orang …
Pertama
Kedua
Ketiga
Pertama dan kedua
Pertama dan Ketiga
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Nilai yang terkandung dalam cuplikan tersebut …
Nilai religius
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai pendidikan
Nilai budaya
Maka setelah keesokan harinya maka jarring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelana segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga dating tergelincir matahari, seekor berburuan tidak dapat diperoleh.
Kutipan teks tersebut mengandung latar …
Tempat
Tempat dan suasana
Suasana
Suasana dan waktu
Waktu dan tempat
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung pada penggalan teks hikayat di atas yaitu...
Nilai moral
Nilai religius
Nilai pendidikan
Nilai sosial
