wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS FT STERIL

Total questions: 25

Worksheet time: 57mins

Name
Class
Date
1.

Dalam larutan hipertonik, apa yang terjadi pada sel?

a)

Sel tetap stabil karena osmotic pressure seimbang.

b)

Sel membengkak karena air masuk ke dalam sel.

c)

Sel menyusut karena air keluar dari sel.

d)

Tidak ada perubahan pada sel.

2.

Larutan dengan freezing point lebih rendah dari -0.52°C kemungkinan besar adalah:

a)

Hipotonik

b)

Isotonik

c)

Hipertonik

d)

Tidak dapat dipastikan

3.

Jika suatu larutan memiliki 0.5 g boric acid dalam 100 mL air, apakah larutan tersebut isotonik dengan lacrimal fluid? (Diketahui: Freezing point boric acid 1.73% = -0.52°C)

a)

Ya, karena konsentrasi boric acid cukup untuk isotonik.

b)

Tidak, karena konsentrasi boric acid terlalu rendah.

c)

Ya, tetapi hanya untuk larutan dengan larutan elektrolit tambahan.

d)

Tidak dapat dipastikan tanpa parameter tambahan.

4.

Berapa gram NaCl yang diperlukan untuk membuat 500 mL larutan isotonic dengan NaCl? (Diketahui: Konsentrasi isotonic NaCl = 0.9% w/v)

a)

2.25 g

b)

4.5 g

c)

1.8 g

d)

3.0 g

5.

Larutan hipotonik sering digunakan untuk:

a)

Mengurangi edema otak.

b)

Meningkatkan hidrasi pada pasien dehidrasi.

c)

Mengurangi risiko seluler pada larutan intravena.

d)

Mencegah iritasi jaringan mata.

6.

Berapa gram sodium chloride yang perlu ditambahkan ke dalam 250 mL larutan yang mengandung 1% w/v pilocarpine nitrate agar larutan menjadi isotonik? (Diketahui: Sodium chloride equivalent pilocarpine nitrate = 0.22)

a)

0.78 g

b)

1.2 g

c)

0.69 g

d)

0.89 g

7.

Sebuah vial berisi bubuk liofilisasi sebanyak 1 g obat. Instruksi menyatakan untuk merekonstitusi dengan 10 mL air steril untuk mendapatkan konsentrasi 100 mg/mL. Berapa volume larutan yang dibutuhkan untuk memberikan dosis sebesar 250 mg?

a)

2,5 mL

b)

2 mL

c)

1,5 mL

d)

1 mL

8.

Sebuah kantong Ringer laktat 500 mL harus diinfuskan selama 5 jam menggunakan set tetesan dengan kecepatan 20 tetes per mL. Berapakah kecepatan tetesan yang diperlukan dalam tetes per menit?

a)

32 tetes/menit

b)

33 tetes/menit

c)

31 tetes/menit

d)

34 tetes/menit

9.

Anda memiliki 1 L larutan dekstrosa 5%, dan Anda perlu mengurangi konsentrasinya menjadi 2,5%. Berapa banyak air steril yang harus ditambahkan?

a)

500 mL

b)

250 mL

c)

1000 mL

d)

2000 mL

10.

Anda mencampur 50 mL larutan 2% b/v dengan 150 mL larutan 0,5% b/v. Berapakah konsentrasi akhir larutan campuran tersebut?

a)

0,80% b/v

b)

0,75% b/v

c)

0,875% b/v

d)

0,95% b/v

11.

Sebuah kantong infus 500 mL berisi lidokain 1% diberikan kepada pasien. Berapa total obat (dalam mg) yang diterima pasien?

a)

7000 mg

b)

6000 mg

c)

8000 mg

d)

5000 mg

12.

Faktor apa yang paling menentukan distribusi obat ke jaringan mata setelah pemberian topikal?

a)

Viskositas larutan obat

b)

Keberadaan penghalang darah-mata (blood-ocular barrier)

c)

Penggunaan zat pengawet dalam formulasi

d)

Ukuran droplet larutan obat

13.

Apa alasan utama penggunaan injeksi periokular dibandingkan pemberian topikal untuk beberapa obat oftalmik?

a)

Untuk mencapai konsentrasi obat yang lebih tinggi di mata posterior

b)

Untuk menghindari efek samping sistemik

c)

Untuk meningkatkan waktu paruh obat

d)

Untuk mengurangi risiko toksisitas lokal

14.

Faktor mana yang memengaruhi penetrasi obat sistemik ke jaringan mata?

a)

Kelarutan lipid obat: penetrasi lebih tinggi dengan kelarutan lipid yang rendah

b)

Pengikatan protein : efek lebih besar dengan pengikatan protein yang rendah

c)

Peradangan mata: penetrasi lebih rendah saat terjadi peradangan mata

d)

kelarutan air tinggi: penetrasi lebih tinggi

15.

Manakah yang termasuk contoh obat antibakteri untuk penggunaan topikal mata?

a)

Ciprofloxacin

b)

Ketoconazole

c)

Acyclovir

d)

Latanoprost

16.

Apa risiko utama penggunaan obat tetes mata dengan pH yang terlalu berbeda dari pH air mata normal (7,2–7,4)?

a)

Meningkatkan efek terapeutik

b)

Menyebabkan robekan refleks

c)

Memperpanjang waktu kontak dengan kornea

d)

Mengurangi absorpsi sistemik

17.

Apa peran zat pengawet dalam sediaan obat tetes mata?

a)

Meningkatkan viskositas

b)

Menghilangkan partikel asing

c)

Mencegah kontaminasi mikroba

d)

Menyesuaikan tonisitas

18.

Apa langkah pertama dalam teknik aseptik yang harus dilakukan untuk memastikan sterilisasi persiapan steril?

a)

Sterilisasi semua peralatan

b)

Pencucian tangan dengan sabun antimikroba

c)

Transfer aseptik ke wadah steril

d)

Pengendalian lingkungan

19.

Mengapa preparasi steril small-volume harus memenuhi persyaratan sterilisasi yang ketat?

a)

Untuk mengurangi biaya produksi

b)

Untuk memastikan larutan tetap stabil selama pengangkutan

c)

Karena diberikan langsung ke aliran darah

d)

Untuk meningkatkan daya tahan produk di rak

20.

Apa metode sterilisasi yang paling sesuai untuk produk sensitif terhadap panas?

a)

Autoclaving

b)

Sterilisasi panas kering

c)

Filtrasi steril

d)

Iradiasi gamma

21.

Apa tujuan utama dari pemantauan lingkungan di cleanroom?

a)

Mengidentifikasi sumber partikel udara

b)

Mengurangi kebutuhan pelatihan personel

c)

Memastikan tekanan udara tetap konstan

d)

Mendeteksi dan mengurangi potensi sumber kontaminasi

22.

Apa langkah yang paling penting dalam menangani preparasi sitotoksik untuk melindungi pekerja kesehatan?

a)

Menggunakan ventilasi negatif

b)

Menggunakan peralatan proteksi diri yang lengkap

c)

Mengikuti prosedur transfer sistem tertutup

d)

Melakukan pelatihan ulang setiap bulan

23.

Manakah metode sterilisasi yang sering digunakan untuk Large Volume Parenterals (LVPs)?

a)

Filtrasi steril

b)

Iradiasi gamma

c)

Autoclaving

d)

Sterilisasi panas kering

24.

Apa yang dilakukan dalam Limulus Amebocyte Lysate (LAL) test untuk mendeteksi pirogen?

a)

Memanaskan larutan hingga 121°C

b)

Mengukur perubahan suhu pada kelinci

c)

Mengamati perubahan warna atau pembentukan gel

d)

Menggunakan mikroskop untuk mencari partikel

25.

Manakah yang termasuk tantangan utama dalam produksi LVPs?

a)

Menjaga kompatibilitas wadah dan larutan

b)

Mengurangi bioavailabilitas sistemik

c)

Memastikan isotonicity dalam produk final

d)

Menghindari kontaminasi mikroba atau partikel