Font size
WorksheetsPost Test Surveilans
Total questions: 10
Worksheet time: 6mins
Kasus suspek Difteri dengan hasil laboratorium negatif, atau tidak diambil spesimen, atau tidak dilakukan tes toksigenisitas, dan tidak mempunyai hub. epid dgn kasus konfirmasi laboratorium
Kasus konfirmasi laboratorium
Kasus Discarded
Kasus kompatibel klinis
Kasus konfirmasi hubungan epidemiologi
Kontak Erat Difteri adalah orang yang pernah kontak sejak (a) sebelum sakit/nyeri menelan sampai (b) setelah pengobatan
KLB Difteri ditetapkan bila
A. Bila ditemukan satu kasus Difteri Konfirmasi Laboratorium
B. Jika ditemukan suspek Difteri yang mempunyai hub. epidemiologi dgn kasus Difteri Konfirmasi Laboratorium
Tidak ada yang benar
Point A dan B BENAR
Kontak Erat (KE) Difteri akan diberikan profilaksis sesuai dosis selama
10 hari
7 hari
3 hari
5 hari
Respon yang SALAH ketika ditemukan Kasus Observasi DIFTERI
Melapor ke Dinkes Kab/kota dan Dinkes Provinsi
Mengisi form konsul Difteri
Tonsil dan leher pasien difoto/video (memastikan pseudomembran)
Melacak Kontak Erat (KE)
Memulangkan pasien untuk menunggu langkah selanjutnya
Definisi Suspek Campak yang dilaporkan adalah
Demam dan ruam vesikel
Demam, kelemahan otot dan ruam makulopapular
Demam dan ruam makulopapular
Demam dan ruam khas di mulut, kaki dan tangan
Selain serum darah, spesimen suspek campak adalah
Feses
Darah utuh
Usap tenggorok
Usap luka
Form investigasi kasus Suspek Campak adalah
Dif-1
MR-01
FP-1
MR-02
Saat ditetapkan KLB Suspek Campak/ KLB Campak spesimen yang harus dikirimkan
10 Spesimen serum & 5 spesimen urin/usap tenggorok
20 Spesimen serum & 5 spesimen urin/usap tenggorok
5 Spesimen serum & 5 spesimen urin/usap tenggorok
1 spesimen serum & 5 spesimen urin/usap tenggorok
Pasien demam, ruam bintik-bintik merah dan memiliki kelemahan dapat dilapor sebagai............., KECUALI
Kasus Observasi Difteri
Kasus Suspek Campak
Kasus AFP
Kasus Suspek Chikungunya
