Font size
WorksheetsTryout Damkar B
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, mempunyai sasaran, pola dan langkah sebagai berikut :
a. Mengupayakan syarat-syarat pencegahan kecelakaan kerja secara menyeluruh dengan pola preventif dan refresif non yustifisial dan refresif yustical yang dilakukan oleh Pegawai Pengawas K3 dibantu Ahli K3.
b. Mengupayakan syarat pencegahan kecelakaan kerja dengan pola refresif yustisial melalui penegakan hukum oleh Pegawai Pengawas K3
c. Mengupayakan pencegahan kecelakaan kerja dengan pola refresif yustisial dan pengawasannya oleh Ahli K3.
d. a, b, dan c semuanya salah
Penyelenggaraan K3 yang diatur dalam ketentuan UU No.1 tahun 1970 menyebut adanya kebijakan dalam bentuk "Desentralisasi Sektoral", maksudnya :
a. Adanya pelimpahan wewenang kepada sektoral lain secara penuh.
b. Adanya pelimpahan wewenang kepada sektoral lain tanpa koordinasi
c. Adanya pelimpahan wewenang kepada sektoral lain dengan berpedoman pada peraturan Menaker RI.
d. a, b, dan c semuanya benar
Meningkatnya penerapan Iptek dalam berbagai sektor dan tantangan era globalisasi, maka kebijakan K3 diarahkan melalui:
a. Pemberlakuan ISO 14001
b. Pemberlakuan ISO 45001
c. Penetatapan Permenaker 26/th 2014
d. Penetapan PP No. 50 Tahun 2012
Penyelenggaraan K3 di Perusahaan / tempat kerja akan dapat berjalan baik dan berkembang bila ada dukungan komitmen Pimpinan Perusahaan / tempat kerja, Bentuk komitmen dimaksud berbentuk :
a. Pernyataan sikap yang tegas terhadap pelanggaran K3
b. Pernyataan tertulis dari manajemen yang disosialisasikan kepada segenap jajarannya dan dimonitor pelaksanaannya serta ditindak lanjuti program-program.
c. Persyaratan tertulis yang teruang dalam kontrak kerja yang memuat hak dan kewajiban pemenuhan K3.
d. a, b, dan c semuanya salah
Untuk mengukur kinerja K3 diperusahaan dilakukan melalui :
a. Audit SMK3 oleh Ahli K3 yang ditunjuk Menteri
b. Pemeriksaan dan pengujuan K3 secara menyeluruh oleh ahli K3 sesuai bidangnya
c. Audit SMK3 oleh Badan Audit Independen yang ditunjuk Menteri
d. a, b, dan c semuanya salah
Peraturan keselamatan kerja syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR
a. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1978
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.02/Men/1989
c. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.04/Men/1980
d. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.75/Men/2002
Peraturan keselamatan kerja Instalasi Alaram Kebakaran Otomatik adalah :
a. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1978
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.02/Men/1983
c. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.03/Men/1999
d. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.75/Men/2002
Peraturan keselamatan kerja instalasi penyalur petir adalah :
a. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1978
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.02/Men/1989
c. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.75/Men/2002
d. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.31/Men/2015
Pertimbangan filosopi dikeluarkannya UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, adalah dalam rangka untuk:
a. Mencegah kecelakaan kerja, meningkatkan daya saing tenaga kerja, melindungi asset perusahaan, dan pemenuhan standar internasional;
b. Melindungi tenaga kerja dan orang lain, agar sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien, meningkatkan produktifitas;
c. Mengupayakan syarat-syarat pencegahan kecelakaan kerja secara menyeluruh dan terus menerus dengan pola preventif dan represif;
d. Mejamin kepercayaan pengguna barang dan jasa melalui penerapan sistem manajemen K3 secara terintegrasi dengan manajemen perusahaan.
Kebijakan pemerintah RI Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat
a. Wajib bagi setiap perusahaan
b. Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi export
c. Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi
d. Wajib bagi perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang karyawan
Ruang lingkup obyek pengawasan keselamatan kerja menurut undang-undang keselamatan kerja ialah :
a. Perusahaan swasta
b. Tempat kerja
c. Perusahaan negara
d. Tempat usaha
Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah setiap insiden yang berakibat:
a. Adanya korban yang cidera luka-luka atau meninggal dunia
b. Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi koban manusia
c. Terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun kerusakan peralatan.
d. Jawaban a, b dan c benar
Lembaga P2K3 yang dibentuk di suatu perusahaan terdiri dari unsur :
a. Bipartite
b. Tripartite
c. Organisasi pekerja
d. Organisasi independent
Safety audit bertujuan untuk:
a. menilai kelaikan semua peralatan dan mesin-mesin yang berbahaya
b. menganalisis potensi bahaya proses pekerjaan dan cara kerja karyawan
c. mengukur kinerja penerapan SMK3
d. meneliti kejadian kecelakaan kerja
Job Safety Analisis bertujuan untuk :
a. Menganalisis potensi bahaya proses pekerjaan
b. Menganalisis potensi bahaya cara kerja karyawan
c. Menganalisis kinerja pelaksanaan K3
d. Menganalisis penerapan SMK3
Job Safety Observation bertujuan untuk:
a. Menganalisis potensi bahaya proses pekerjaan;
b. Menganalisis potensi bahaya cara kerja karyawan
c. Menganalisis kinerja pelaksanaan K3
d. Menganalisis penerapan SMK3
Flash point adalah :
a. Suhu terendah yang dibutuh untuk menghasilkan sejumlah uap yang cukup untuk terbakar
b. Suhu terendah yang dibutuhkan untuk terjadinya penyalaan awal pembakaran
c. Suhu terendah untuk terbakar sendiri
d. Suhu terendah yang dibutuh untuk menghasilkan sejumlah uap yang cukup dan dapat terbakar sekejap bila diberi api
Flash over adalah :
a. Fase mula kebakaran
b. Fase terjadinya penyalaan serentak yang melibatkan semua material disekitar sumber mula kebakaran
c. Kondisi kebakaran penuh pada puncak temperatur tertinggi
d. Kondisi penyalaan api berkembang dan tumbuh
Kewenangan ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran sama dengan kewenangan Pegawas pengawas ketenagakerjaan spesialis penanggulangan kebakaran, kecuali dalam hal :
a. Melakukan pemeriksaan dan pengujian system proteksi kebakaran
b. Melakukan pemeriksaan kasus kebakaran, menganalisa dan membuat laporan hasil investigasi
c. Menghentikan operasi suatu peralatan/pesawat sebagian atau secara menyeluruh atas nama undang-undang
d. Membuat kajian penyempurnaan peratuan ataupun standar K3
Metoda untuk meminimalkan bahaya ledakan:
a. Membatasi jumlah karyawan;
b. Membuat benteng atau tembok pengaman yang kuat;
c. Membuat bunker pempat bersembunyi;
d. Membuat prosedur tanggap daruat;
Untuk Pengamanan peralatan listrik / electronic akibat bahaya sambaran petir, prinsip proteksi sambaran petir dengan metoda:
a. Menggunakan system elektro statik
b. Memasang system pembumian pengaman
c. Mengamankan dengan prinsip menyamakan potensi
d. Menggunakan kabel tahan api
Untuk mencegah kerusakan atau gangguan pada peralatan elektronik akibat fluktuasi tegangan yang disebabkan adanya arus sambaran petir, maka sistem pembumian instalasi penyalur petir dan pembumian instalasi listrik:
a. Harus digabung menjadi satu
b. Tidak digabung
c. Dapat digabung dengan dengan syarat konsisten semua bagian konduktif dibonding dan diproteksi menggunakan arrester pada setiap line.
d. a, b dan c salah semua
Pengamanan Instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran seperti dibawah ini kecuali :
a. Pembumian instalasi listrik pada setiap panel listrik
b. Pemasangan pembatas arus pada setiap sirkit pembebanan listrik
c. Penentuan peralatan dan perlengkapan listrik sesuai klasifikasi ruangan
d. Pemasangan isolasi lantai kerja ditempat terdapat gas yang mudah terbakar dan memasang heat detector
Media pemadam api Serbuk kimia cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran :
a. Klas A, B dan C
b. Klas B dan C
c. Spesial Klas C
c. Spesial Klas D
Regu penanggulangan kebakaran sesuai ketentuan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep 186/Men/1999 bertugas :
a. Bertugas khusus dalam keadaan darurat kebakaran
b. Menjalankan tugas-tugas preventif pencegahan dan siaga menghadapi situasi darurat.
c. Tugas tambahan bagi anggota Security
d. a, b dan c semuanya benar
Analisa kecelakaan bertujuan untuk:
a. Menemukan sumber penyebab kecelakaan;
b. Menentukan rekomendasi syarat K3;
c. Mengolah data kecelakaan untuk menentukan kebikakan K3
d. Jawaban a, b dan c semuanya benar
Prinsip teknik pencegahan kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar dilakukan dengan cara antara lain :
a. penyediaan alat pemadam api secara lengkap
b. pengendalian akumulasi uap flammable diudara
c. latihan pemadaman kebakaran
d. jawaban a, b dan c semuanya salah
Tanki tempat penimbunan bahan mudah terbakar dalam jumlah yang melampaui Nilai ambang kuantiatas potensi bahaya besar salah satu pertimbangan pertama adalah:
a. Konstruksi memenuhi syarat menahan tekanan
b. Penyediaan sistem proteksi kebakaran yang handal
c. Lokasi geografis dan lingkungan masyarakat disekitarnya
d. Tersedianya jalan penghubung
Penanggung jawab umum dalam keadaan darurat bahaya kebakaran adalah :
a. pejabat kepala personalia
b. pejabat kepala keamanan
c. pejabat kepala bagian safety
d. pejabat manajer pabrik/gedung
Bila terjadi kebocoran pada pipa saluran cairan atau gas yang mudah terbakar, dimana harus dilakukan pengelasan, prosedur pada saat dilakukan pengelasan adalah :
a. menutup valve agar tidak ada aliran
b. mengosongkan cairan dan gas dengan divakum
c. aliran cairan atau gas tetap mengalir dengan tekanan rendah sedikit diatas tekanan atmosfir
d. jawaban a, b dan c semuanya salah
Bahaya yang mungkin terjadi pada ruangan komputer yang diproteksi instalasi pemadam "Halon Total Flooding System" adalah :
a. Bahaya sentuhan listrik
b. Kerusakan pada peralatan elektronik
c. Bahaya gas beracun
d. a, b dan c semuanya salah
Pompa hydrant atau pompa springkler yang harus start dan stop otomatik adalah:
a. Pompa jockey,
b. Pompa utama
c. Pompa cadangan.
d. Pompa Sambungan
Untuk memberikan jaminan keamanan pada jalur/shaft tangga darurat dari gas dan asap diperlukan perlengkapan
a. Sistem penyedot asap
b. Sistem tekanan udara
c. a dan b benar
d. a dan b salah
Interconeksi system fire alarm dengan pompa hydrant/sprinkler adalah bertujuan:
a. Mendeteksi status motor pompa jalan;
b. Mendeteksi status suplai daya listrik motor pompa terputus;
c. Mendeteksi status pompa jalan tidak ada aliran air;
d. Mendeteksi batas muka air terendah pada reservoar
Dokumen pengawasan K3 terhadap sistem proteksi kebakaran berupa :
a. Surat ijin penggunaan sistem proteksi kebakaran;
b. Berkas pemeriksaan dan pengujian oleh instalatir
c. Berita Acara pemeriksaan dan pengujian oleh pegawai pengawas K3
d. Berkas Pengesahan pemakaian sistem proteksi kebakaran
Pengujian hydro static Tabung Alat Pemadam Api Ringan tipe stored pressure tekanan kerja 14 kg/cm2, :
a. Tekanan uji 20 kg/Cm2 ditahan makimal selama 30 detik
b. Tekanan uji 4,13 x 14 kg/Cm2 ditahan makimal selama 30 detik
c. Tekanan uji 1,5 x 14 kg/Cm2 ditahan makimal selama 30 detik
d. Tekanan uji 25 kg/Cm2 ditahan makimal selama 30 detik
Pengertian unit lebar exit adalah
a. Jumlah pintu darurat yang harus disediakan sesuai jumlah penghuni
b. Satuan lebar yang diperhitungkan untuk dilalui satu baris orang
c. Standar ukuran pintu darurat
d. a, b, c tidak ada yang benar
Panjang jarak tempuh yang diperhitungkan dalam perencanaan sarana evakuasi kebakarann adalah :
a. Jarak antara pintu masuk utama dan darurat .
b. Jarak terjauh yang harus dilalui dari dalam ruangan untuk mencapai pintu keluar darurat
c. Jarak yang harus ditempuh dari daerah bahaya sampai ketempat aman untuk berkumpul setelah evakuasi
d. a, b, c tidak ada yang benar
Pengertian phase out penggunaan media pemadam kebakaran jenis halon adalah :
a. Surat ijin penggunaan sistem proteksi kebakaran tidak berlaku ;
b. Batas akhir penggunaan media jenis halon
c. Batas produksi dan pemasangan instalasi pemadam kebakaran jenis halon
d. Penerapan mekanisme pemantauan keberadaan halon yang harus dilaksanakan penuh oleh negara yang meratifikasi konvensi penghapusan halon
Penilaian keamanan dan kehandalan teknik dalam penggunaan instalasi peralatan dan mesin-mesin diperusahaan dilakukan melalui :
a. Audit SMK3 oleh Ahli K3 yang ditunjuk Menteri
b. Pemeriksaan dan pengujuan K3 secara menyeluruh oleh ahli K3 sesuai bidangnya
c. Audit SMK3 oleh Badan Audit Independen yang ditunjuk Menteri
d. Tersebut a, b, dan c diatas, semuanya salah
Strategi memadamkan kebakaran pasca flashover :
a. Menggunakan pancaran jet dari jarak jauh
b. Melokalisir kebakaran
c. Menggunakan pancaran spray dari jarak dekat
d. Merobohkan bangunan sekitarnya
Alat pemadam api ringan, memiliki data 10 B, ini berarti :
a. Memiliki kemampuan daya efektif untuk memadamkan api cairan 10 liter
b. Memiliki kemampuan daya efektif untuk memadamkan api cairan 10 kg;
c. Memiliki kemampuan daya efektif untuk memadamkan api cairan dalam waktu 10 detik
d. Alternatif pilihan a, b c semua salah
Setiap instalasi atau pesawat yang digunakan di tempat kerja harus memiliki izin K3, hal tersebut bertujuan :
a. mewujudkan tertib administasi
b. pengendalian potensi bahaya
c. memenuhi peraturan perundangan
d. meningkatkan kinerja yang produktif
Pengertian bahan mudah terbakar menurut Peraturan K3 yang berlaku adalah :
a. Setiap bahan cair yang memiliki suhu penguapan kurang dari 55 derajat .
b. Semua jenis gas
c. Semua jenis bahan yang mudah terbakar pada umumnya, cairan dan gas yang mempunyai flash point sama dengan atau kurang dari 55 derajat C.
d. produk minyak bumi dan turunan kimianya yang mempunyai titik nyala kurang dari 55 derajat C.
Boiling Liquid Expanding Vapour Explosion dapat terjadi :
a. Pada gudang amunisi militer
b. Pada timbunan serbuk batu bara
c. Tangki penimbunan gas cair flammable
d. Jawaban a, b dan c semuanya benar
Proses akumulasi listrik statis dapat terjadi karena :
a. Sambaran petir
b. Penimbunan bahan yang tersekap
c. Pengaruh mekanis terhadap bahan non konduktor
d. semua jawaban a, b dan c salah
Masalah listrik yang memungkinkan menjadi penyebab kebakaran adalah :
a. Pemakaian kotak kontak kombinasi seluruhnya dibebani,
b. Pemakaian penghantar listrik dari bahan aluminium;
c. Pemakaian beban melebihi KHA
d. Pemasangan kabel listrik melintasi daerah basah/lembab
Setiap tangki penimbunan bahan mudah terbakar dilengkapi sistem pengaman yang disebut sistem “bonding”adalah:
a. memasang elektroda pembumian yang dihubungkan pada badan tangki
b. menghubungkan antara tangki ke tangki dengan bahan konduktor
c. memasang instalasi proteksi petir dengan pembumian yang baik
d. jawaban a, b dan c semuanya salah
Langkah terpenting yang harus dilakukan , bila terjadi kebakaran pada level II
a. Aktifkan tombol general alarm.
b. Mengatur evakuasi
c. Menghubungi dinas kebakaran setempat.
d. Mengatur keamanan
Dasar hukum yang mengatur syarat penerapan sistem proteksi kebakaran di tempat kerja
diwilayah kekuasaan hukum R.I. adalah :
a. Peraturan Bangunan Indonesia.
b. Undang-undang No. 1 Th 1970
c. Undang-undang Jasa Konstruksi
d. KEP-186/MEN/1999
