wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Peraturan Perundang-undangan

Total questions: 79

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Tata urutan peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan gambar diatas adalah ...

a)

Peraturan daerah dibawah Peraturan Pemerintah

b)

setelah UUD 1945 seharusnya TAP MPR

c)

Peraturan Pemerintah diatas Undang-undang

d)

Peraturan Presiden diatas Peraturan Pemerintah

2.

Mengapa peraturan perundang-undangan harus dipublikasikan ...

a)

untuk diketahui oleh masyarakat kalangan elite

b)

untuk diketahui bahwa Indonesia bertindak tegas

c)

untuk diketahui bahwa masyarakat disiplin

d)

untuk diketahui oleh masyarakat umum

3.

Peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden disebut ...

a)

Perpres

b)

UU

c)

PP

d)

Perrpu

4.

Setelah RUU disetujui, maka tahapan selanjutnya yaitu pengesahan RUU. Siapakah yang berwenang untuk mengesahkan dan menandatangani RUU ...

a)

DPR

b)

Presiden

c)

Panitia Ad Hoc

d)

MPR

5.

Kedudukan UUD Negara RI Tahun 1945 dalam tata urutan peraturan perundang-undangan RI adalah...

a)

kaidah negara yang fundamental

b)

sumber hukum tertinggi

c)

sumber dari perundang-undangan

d)

norma dasar dan pertama

6.

Peraturan perundang-undangan yang keempat adalah...

a)

UU dan Perpu

b)

Peraturan Presiden

c)

Peraturan Daerah Provinsi

d)

Peraturan Pemerintah

7.

Kepala pemerintahan di daerah Provinsi adalah...

a)

Gubernur

b)

DPRD

c)

Walikota

d)

Bupati

8.

Tata urutan peraturan perundang undangan yang kedua adalah...

a)

UUD 1945

b)

Ketetapan MPR

c)

Undang Undang

d)

Peraturan pemerintah

9.

Lembaga yang berwenang membentuk undang-undang disebut...

a)

Legislatif

b)

Eksekutif

c)

Federatif

d)

Yudikatif

10.

Produk hukum MPR yang dapat mengikat ke dalam dan ke luar disebut dengan...

a)

Norma

b)

Ketetapan

c)

Keputusan

d)

Peraturan

11.

Pasal 1 ayat 3 Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa Negaa Indonesia adalah Negara yang berdasarkan atas ...

a)

Ketuhanan yang maha esa

b)

Kekuasaan belaka

c)

Hukum

d)

Kedaulatan rakyat

12.

Negara Indonesia adalah negara hukum, yaitu negara yang . . . .

a)

Berdasarkan kedaulatan rakyat

b)

Berdasarkan atas kekuasaan pemerintah

c)

Berdasarkan hukum yang ditetapkan pemerintah

d)

Berdasarkan perintah penguasa

13.

Tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang paling tinggi adalah . . . .

a)

undang-undang

b)

Perda

c)

Perpu

d)

UUD 1945

14.

Asas filosofis di dalam pembuatan peraturan perundang-undangan adalah ....

a)

Keputusan Presiden

b)

Pancasila

c)

Ketetapan MPR

d)

UUD 1945

15.

Sistem hukum di Indonesia dibuat secara Hirearkis, yang artinya... .

a)

berulang-ulang

b)

bertingkat

c)

sepadan

d)

sederajat

16.

Salah satu ciri dari hukum tertulis adalah, hukum dibuat oleh pihak yang berwenang. Di bawah ini yang merupakan pihak berwenang dalam membuat aturan undang-undang di Indonesia adalah... .

a)

lembaga legislatif, dan rakyat

b)

presiden, dan lembaga legislatif

c)

rakyat, dan presiden

d)

lembaga yudikatif, dan lembaga legislatif

17.

Landasan sosiologis dalam penyusunan aturan undang-undang di Indonesia artinya... .

a)

pembuatan hukum harus mengacu pada nilai-nilai dasar atau yaitu Pancasila

b)

pembuatan hukum harus memperhatikan aspek kebutuhan hidup masyarakat

18.

undang-undang di Indonesia artinya... .

a)

pembuatan hukum harus mengacu pada nilai-nilai dasar atau yaitu Pancasila

b)

pembuatan hukum harus memperhatikan aspek kebutuhan hidup masyarakat

c)

pembuatan hukum harus sesuai dengan tata cara hukum yang sudah ditentukan

d)

pembuatan hukum harus berlaku bagi semua orang (Equality Before The Law)

19.

Di bawah ini yang tidak termasuk ke dalam Lembaga Legislatif negara adalah :

a)

Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

b)

Majelis Perwakilan Rakyat (MPR)

c)

Presiden dan Wakil Presiden

d)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

20.

Undang-Undang dibuat oleh... .

a)

Presiden dan Wakil Presiden

b)

Majelis Permusyawaratan Rakyat

c)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama dengan Presiden

d)

Pemerintah Daerah

21.

PERPU (Peraturan Pengganti Undang-Undang) hanya dikeluarkan oleh Presiden apabila... .

a)

diperlukan untuk menggantikan sementara

b)

Presiden ingin membuat aturan baru

c)

dalam keadaan baik

d)

negara dalam keadaan genting

22.

Siapa yang memiliki wewenang untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang di Indonesia?

a)

Pengadilan

b)

Rakyat

c)

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

d)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

23.

Proses pengesahan Rancangan Undang-Undang di Indonesia memerlukan persetujuan dari... .

a)

Presiden

b)

Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

c)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

d)

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

24.

Tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang paling tinggi adalah . . . .

a)

Perpu

b)

undang-undang

c)

UUD 1945

d)

Perda

25.

Peraturan Perundang-Undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah dinamakan . . . .

a)

Perpres

b)

UU

c)

Perpu

d)

Perda

26.

Pembahasan RUU dilakukan oleh DPR bersama Presiden atau bersama dengan . . . .

a)

Anggota DPR

b)

Menteri yang ditugasi mewakili Presiden

c)

Anggota KPK yang ditugasi Presiden

d)

Mahkamah Konstitusi

27.

Sebuah Peraturan Daerah (Perda) berlaku di . . . .

a)

Seluruh negara

b)

daerah tertentu saja

c)

semua kabupaten

d)

semua provinsi

28.

Hirarki peraturan perundang-undangan tercantum dalam Undang-undang no ....

a)

No. 10 tahun 2011

b)

No. 12 tahun 2011

c)

No. 13 tahun 2011

d)

No, 11 tahun 2011

29.

Dalam hirarki peraturan perundang-undangan, TAP MPR menempati posisi setelah....

a)

Undang-undang

b)

UUD 1945

c)

Peraturan Pemerintah

d)

Pancasila

30.

Peraturan Pemerintah (PP) disahkan oleh . . . .

a)

Presiden

b)

Menteri

c)

DPR

d)

MPR

31.

Apabila perpu yang dibuat oleh Presiden tidak mendapat persetujuan DPR, maka perpu tersebut ....

a)

harus dicabut

b)

akan diundangkan

c)

segera disahkan

d)

harus direvisi

32.

Apabila Perpu tidak disetujui dalam sidang untuk dijadikan UU, maka tindakan selanjutnya adalah ....

a)

diabaikan saja

b)

dipertahankan

c)

tidak berlaku lagi

d)

tetap berlaku

33.

Hukum pada hakikatnya adalah kumpulan peraturan yang memuat ...

a)

perintah dan larangan

b)

perintah untuk melaksanakan

c)

pasal-pasal dan ayat-ayat

d)

instruksi dasar tertulis

34.

Tata urutan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan peraturan berikut!

4 lines
35.

Tata urutan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 ditunjukkan oleh angka....

a)

2), 1), 5), 7), 3), 6), dan 4)

b)

7), 2), 5), 3), 1), 4), dan 6)

c)

5), 2), 3), 1), 7), 6), dan 4)

d)

2), 5), 1), 3), 7), 6), dan 4)

e)

1), 2), 5), 3), 6), 4), dan 7)

36.

Tata urutan peraturan perundangan undangan mengandung makna bahwa peraturan perundang undangan memiliki hierarki/ tingkatan, yang dimaksud Hierarki adalah ...

a)

Peraturan dibawah mengikat peraturan diatasnya

b)

Peraturan dibawah harus sejalan dan tidak boleh melanggar peraturan diatasnya

c)

Peraturan dibawah mendasari peraturan diatasnya

d)

Peraturan dibawah hanya mematuhi peraturan menguntungkan

37.

Norma yang paling tinggi di dalam piramida hukum disebut ....

a)

grundnorm

b)

grundgezets

c)

grondwet

d)

grondrecht

38.

Lembaga yang berhak menguji Undang-undang apakah bertentangan dengan UUD NRI 1945 atau tidak bertentangan adalah ... .

a)

Mahkamah Agung

b)

Pengadilan Tinggi Negeri

c)

Pengadilan Agama

d)

Pengadilan Negeri

e)

Mahkamah Konstitusi

39.

Peraturan yang dibentuk untuk menjalankan UUD adalah..

a)

Peraturan Presiden

b)

Peraturan pemerintah

c)

Peraturan menteri

d)

Undang-undang

40.

Tata urutan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang ada di tingkat ke 5 adalah..

a)

Peraturan Presiden

b)

Peraturan pemerintah

c)

UUD 1945

d)

Undang-undang/PERPU

e)

TAP MPR

41.

Menurut tata urutan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia, peraturan pemerintah pengganti undang-undang berada di bawah...

a)

Peraturan daerah

b)

Keputusan presiden

c)

Undang-undang

d)

Peraturan pemerintah

42.

Putusan yang dibuat, ditetapkan, dan dikeluarkan oleh lembaga dan atau pejabat negara yang mempunyai atau menjalankan fungsi legislatif sesuai dengan tata cara yang berlaku disebut ...

a)

Peraturan Pemerintah

b)

pembukaan UUD 1945

c)

Kepres

d)

perundang-undangan

43.

Ciri dan sifat peraturan perundang-undangan ditunjukan oleh angka ...

a)

1, 2, 3

b)

2, 3, 4

c)

3, 4, 5

d)

1, 3, 5

44.

Asas filosofis di dalam pembuatan peraturan perundang-undangan adalah ....

a)

Pancasila

b)

Ketetapan MPR

c)

UUD 1945

d)

Keputusan Presiden

45.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 mengalami amandemen sebanyak...

a)

enam kali

b)

tiga kali

c)

empat kali

d)

lima kali

46.

K E T E T A P A N M P R ditetapkan oleh

a)

DPRD

b)

Gubernur

c)

MPR

d)

Presiden

47.

P E R A T U R A N P E M E R I N T A H P E N G G A N T I U N D A N G - U N D A N G dibuat oleh pemerintah dengan persetujuan

a)

MPR

b)

Presiden

c)

Gubernur

d)

DPRD

48.

Peraturan perundang-undangan bersifat sosiologis, mengandung pengertian bahwa peraturan tersebut memiliki...

a)

Landasan yang sesuai dengan keyakinan umum dan kesadaran masyarakat

b)

adanya landasan hukum

c)

peraturan dapat dikaji ulang

d)

bersifat mengikat

49.

Fungsi perundang-undangan adalah ...

a)

sebagai tatanan hukum paling dasar

b)

sebagai pengganti UUD 1945

c)

sebagai sumber segala sumber hukum

d)

menyelenggarakan pengaturan lebih lanjut ketentuan dalam UUD 1945

50.

Penyusunan peraturan perundang-undangan harus berdasarkan pada landasan ...

a)

yuridis, konstituan, historis

b)

sosiologis dan humanis

c)

filosofis, fundamental

d)

yuridis, sosiologis, filosofis

51.

UU Nomor 12 Tahun 2011 mengatur tentang ....

a)

wilayah NKRI

b)

tata urutan perundang-undangan

c)

pembagian kekuasaan pemerintahan

d)

pengangkatan anggota majelis hakim

52.

Alur pembuatan Undang-Undang mencakup tahapan ....

a)

penyusunan, pembahasan, pengesahan, penetapan, dan pengundangan

b)

perencanaan, penyusunan, pengesahan, dan pengundangan

c)

perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan dan pengundangan

d)

perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan dan penetapan

53.

Menurut Pasal 10 UU Nomor 12 Tahun 2011, Materi muatan yang harus diatur dengan Undang-Undang berisi hal-hal berikut, kecuali ....

a)

pengesahan perjanjian internasional tertentu

b)

perintah dari Presiden

c)

pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

d)

pemenuhan kebutuhan hukum dalam masyarakat

54.

Waktu pembahasan suatu Rancangan Undang-Undang adalah ....

a)

40 hari

b)

100 hari

c)

60 hari

d)

80 hari

55.

Apabila dalam satu masa sidang DPR dan Presiden menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai materi yang sama, maka ....

a)

Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh Presiden dibahas dan Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh DPR digunakan sebagai bahan untuk dipersandingkan

b)

Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh Presiden dan Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh DPR dibahas bersama-sama

c)

Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh DPR dibahas dan Rancangan Undang-Undang yang disampaikan Presiden digunakan sebagai bahan untuk dipersandingkan

d)

Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh Presiden dan Rancangan Undang-Undang yang disampaikan oleh DPR langsung disahkan

56.

Pengambilan keputusan tentang suatu Rancangan Undang-Undang dilakukan ....

a)

Dalam pembicaraan tingkat II berupa rapat paripurna

b)

Dalam pembicaraan tingkat I berupa rapat paripurna

c)

Dalam pembicaraan tingkat I berupa rapat komisi, rapat gabungan komisi, rapat Badan Legislasi, rapat Badan Anggaran, atau rapat Panitia Khusus

d)

Dalam pembicaraan tingkat II berupa rapat komisi, rapat gabungan komisi, rapat Badan Legislasi, rapat Badan Anggaran, atau rapat Panitia Khusus

57.

Perencanaan penyusunan Undang-Undang dilakukan dalam ....

a)

Program Legislasi Nasional

b)

Program DPR

c)

Program Presiden

d)

Program Pembangunan Nasional

58.

Langkah pertama dalam proses pembuatan undang-undang di Indonesia adalah:

a)

C. Penetapan oleh Mahkamah Konstitusi

b)

A. Pengesahan oleh Presiden

c)

D. Pengajuan RUU oleh Presiden atau DPR

d)

B. Pembahasan di DPR

59.

Undang di Indonesia adalah:

a)

C. Penetapan oleh Mahkamah Konstitusi

b)

A. Pengesahan oleh Presiden

c)

D. Pengajuan RUU oleh Presiden atau DPR

d)

B. Pembahasan di DPR

60.

Setelah rancangan undang-undang disetujui oleh DPR dan Presiden, tahap selanjutnya adalah:

a)

C. Pengesahan oleh Presiden

b)

B. Penetapan oleh Mahkamah Agung

c)

D. Penyusunan oleh kementerian terkait

d)

A. Uji publik

61.

Rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPD harus berkaitan dengan:

a)

D. Pendidikan nasional

b)

C. Otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya alam

c)

A. Perdagangan internasional

d)

B. Hubungan luar negeri

62.

Apabila Presiden tidak menandatangani rancangan undang-undang dalam jangka waktu 30 hari, maka:

a)

RUU tersebut dianggap batal

b)

RUU tersebut diserahkan ke Mahkamah Konstitusi

c)

RUU tersebut otomatis menjadi undang-undang

d)

RUU tersebut harus dibahas ulang

63.

Jika terjadi perbedaan pandangan antara DPR dan Presiden mengenai RUU, langkah selanjutnya adalah:

a)

C. Pembentukan Panitia Kerja (Panja) untuk menyelesaikan perbedaan

b)

D. Pengajuan ke Mahkamah Konstitusi

c)

A. Pengajuan ke Mahkamah Agung

d)

B. Pengembalian RUU kepada DPR

64.

Sebutkan tahapan pertama dalam pembuatan undang-undang!

a)

Pembahasan RUU di DPR

b)

Penyusunan Naskah Akademik

c)

Pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU)

d)

Pengundangan Undang-Undang

65.

Apa itu RUU dan bagaimana prosesnya?

a)

RUU adalah usulan peraturan yang diajukan untuk dibahas dan disahkan menjadi undang-undang.

b)

RUU adalah undang-undang yang sudah disahkan.

c)

RUU hanya berlaku di tingkat daerah.

d)

RUU adalah dokumen yang tidak perlu dibahas.

66.

Sebutkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan RUU!

a)

Hanya DPR saja

b)

Pemerintah, DPR, masyarakat, dan ahli.

c)

DPR dan media

d)

Pemerintah dan swasta

67.

Apa yang dimaksud dengan pengesahan undang-undang?

a)

Proses untuk menghapus undang-undang yang sudah ada.

b)

Proses formal untuk menyetujui dan mengesahkan rancangan undang-undang menjadi undang-undang yang sah.

c)

Kegiatan untuk merancang undang-undang baru tanpa persetujuan.

d)

Sebuah acara publik untuk membahas undang-undang yang tidak resmi.

68.

Sebutkan langkah-langkah setelah undang-undang disahkan!

a)

Pengundian suara

b)

Penyusunan rancangan undang-undang

c)

1. Pengundangan, 2. Penyampaian publik, 3. Implementasi, 4. Sosialisasi, 5. Pengawasan.

d)

Pengesahan oleh presiden

69.

Apa pentingnya sosialisasi undang-undang kepada masyarakat?

a)

Untuk mengurangi jumlah undang-undang yang ada.

b)

Supaya masyarakat bisa mengabaikan peraturan yang ada.

c)

Penting untuk meningkatkan pemahaman hukum dan kepatuhan masyarakat.

d)

Agar masyarakat tidak perlu mematuhi hukum.

70.

Apa perbedaan antara undang-undang dan peraturan pemerintah?

a)

Perbedaannya terletak pada bahasa yang digunakan

b)

Perbedaannya terletak pada pembuatannya dan kekuatan hukumnya.

c)

Perbedaannya terletak pada warna yang digunakan

d)

Perbedaannya terletak pada panjangnya

71.

Apa yang dimaksud dengan peraturan pemerintah?

a)

Peraturan pemerintah adalah peraturan yang dikeluarkan oleh swasta untuk mengatur pelaksanaan undang-undang

b)

Peraturan pemerintah adalah peraturan yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk mengatur kebijakan pemerintah

c)

Peraturan pemerintah adalah peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang

72.

Bagaimana proses pembuatan undang-undang di Indonesia?

a)

Melalui proses pemilihan umum yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia.

b)

Melalui proses legislasi yang melibatkan DPR dan disetujui oleh Presiden.

c)

Melalui proses negosiasi antara partai politik di DPR.

d)

Melalui proses pengesahan oleh Mahkamah Konstitusi.

73.

Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada dewan perwakilan rakyat. Hal ini sesuai dengan bunyi ...

a)

Bab 1 pasal 2 ayat 2

b)

Bab 3 pasal 5 ayat 1

c)

Pasal 28 A - 28 J

d)

Bab 2 pasal 3 ayat 1

74.

Landasan Yuridis dalam penyusunan aturan undang-undang merupakan landasan dari sisi.. .

a)

sosiologi

b)

filosofi

c)

hukum

d)

peraturan

75.

Landasan sosiologis dalam penyusunan aturan undang-undang di Indonesia artinya... .

a)

pembuatan hukum harus berlaku bagi semua orang (Equality Before The Law)

b)

pembuatan hukum harus memperhatikan aspek kebutuhan hidup masyarakat

c)

pembuatan hukum harus mengacu pada nilai-nilai dasar atau yaitu Pancasila

d)

pembuatan hukum harus sesuai dengan tata cara hukum yang sudah ditentukan

76.

Di bawah ini yang termasuk ke landasan-landasan dalam penyusunan undang-undang di Indonesia adalah... .

a)

landasan UUDKM 2015

b)

landasan kesatuan

c)

landasan filosofis

d)

landasan negara

77.

Apa perbedaan antara peraturan daerah dan peraturan nasional?

a)

Peraturan daerah mengatur urusan lokal, sedangkan peraturan nasional mengatur seluruh wilayah negara.

b)

Peraturan daerah berlaku di seluruh negara, sedangkan peraturan nasional hanya untuk daerah tertentu.

c)

Peraturan daerah dan peraturan nasional memiliki kekuatan hukum yang sama.

d)

Peraturan daerah hanya mengatur masalah ekonomi, sedangkan peraturan nasional mengatur semua aspek kehidupan.

78.

Sebutkan contoh peraturan daerah yang ada di Indonesia!

a)

Perda tentang Pembangunan Infrastruktur

b)

Perda tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam

c)

Contoh peraturan daerah: Perda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, Perda tentang Pengelolaan Sampah, Perda tentang Penanggulangan Bencana.

d)

Perda tentang Pendidikan Dasar

79.

Apa peran serta masyarakat dalam pembuatan peraturan daerah?

a)

Masyarakat berperan aktif dalam memberikan masukan dan aspirasi dalam pembuatan peraturan daerah.

b)

Peraturan daerah dibuat tanpa melibatkan masyarakat.

c)

Masyarakat tidak memiliki hak untuk memberikan masukan.

d)

Masyarakat hanya dapat mengajukan protes setelah peraturan dibuat.