wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

08 Prinsip K3 dalam ekstraksi

Total questions: 77

Worksheet time: 39mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis sedang mengekstrak DNA dari sampel darah pasien yang dicurigai terinfeksi virus. Sebelum memulai pekerjaannya, ia memastikan bahwa ruang kerjanya bersih dan mengenakan jas lab, sarung tangan, dan masker. Namun, ia tidak menggunakan pelindung mata. Apa perilaku tidak tepat dari analis ini?

a)

Tidak menggunakan pelindung mata

b)

Membersihkan ruang kerja

c)

Menggunakan masker

d)

Mengenakan sarung tangan

e)

Mengenakan jas lab

2.

Analisis menemukan bahwa biosafety cabinet (BSC) tidak berfungsi saat mengekstrak RNA dari virus. Langkah yang paling tepat adalah apa?

a)

Melanjutkan ekstraksi di meja terbuka

b)

Memakai masker N95 dan melanjutkan pekerjaan

c)

Menunda pekerjaan sampai BSC diperbaiki

d)

Menggunakan lemari es sebagai alternatif

e)

Menyemprot area kerja dengan alkohol 70% sebelum bekerja

3.

Di laboratorium biologi molekuler tingkat BSL-2, seorang mahasiswa lupa membawa mikropipet dan melakukan pipetting dengan mulut. Apa risiko utama dari tindakan ini?

a)

Kontaminasi silang alat

b)

Penurunan sensitivitas reagen

c)

Paparan langsung terhadap agen infeksius

d)

Kerusakan DNA target

e)

Penurunan volume sampel

4.

Setelah PCR, saat membersihkan area kerja, petugas hanya mengelap permukaan meja dengan air sabun. Apa hasil dari prosedur ini?

a)

Terjadi amplifikasi berlebih

b)

Kontaminasi silang DNA tetap tinggi

c)

Hasil PCR menjadi lebih sensitif

d)

RNA target terdegradasi

e)

Proses ekstraksi menjadi lebih cepat

5.

Di laboratorium biologi molekuler, area kerja dibagi menjadi tiga zona: pra-PCR, PCR, dan pasca-PCR. Apa tujuan dari pembagian ini?

a)

Meningkatkan jumlah sampel yang dapat diuji

b)

Mengurangi biaya operasional laboratorium

c)

Mencegah kontaminasi silang antara proses

d)

Menyederhanakan analisis hasil

e)

Memudahkan penyimpanan reagen

6.

Praktikan membawa makanan ke dalam ruangan PCR karena tidak ingin meninggalkan sampel terlalu lama. Tindakan ini dapat menyebabkan apa?

a)

Reaksi PCR menjadi lebih efisien

b)

Risiko kontaminasi sampel dan diri sendiri meningkat

c)

Peralatan terkontaminasi dengan etanol lebih cepat

d)

Pengelolaan limbah menjadi lebih mudah

e)

Sensitivitas deteksi meningkat

7.

Di ruang ekstraksi, petugas tidak melepas sarung tangan saat berpindah ke ruang pasca-PCR. Apa hasil yang paling mungkin terjadi?

a)

Penurunan hasil DNA

b)

Kontaminasi silang antar zona

c)

Kerusakan primer PCR

d)

Degradasi enzim polimerase

e)

Hasil elektroforesis tidak terlihat

8.

Setelah ekstraksi DNA, analis mencuci pipet dengan air tanpa disinfektan. Apa kelemahan dari prosedur ini?

a)

Pipet akan bertahan lebih lama

b)

Pipet tidak steril

c)

Pipet menjadi terlalu bersih

d)

Kalibrasi pipet akan hilang

e)

Pipet menjadi sulit untuk digunakan kembali

9.

Staf mencampurkan limbah infeksius dengan limbah kimia dan tidak memberi label. Apa risiko utama dari tindakan ini?

a)

Limbah menjadi tidak berbahaya

b)

Proses disinfeksi menjadi lebih efektif

c)

Reaksi berbahaya dapat terjadi dan risiko infeksi meningkat

d)

Limbah lebih mudah dibuang

e)

Limbah terurai lebih cepat

10.

Ketika menggunakan autoklaf, analis mengisi peralatan secara berlebihan untuk menghemat waktu. Apa dampak yang paling mungkin?

a)

Proses sterilisasi menjadi lebih efektif

b)

Reaksi PCR menjadi lebih spesifik

c)

Sterilisasi tidak optimal, dan limbah tetap infeksius

d)

Limbah mudah dipisahkan

e)

Peralatan menjadi lebih tahan lama

11.

Analisis mengenakan alat pelindung diri lengkap, tetapi melepas masker saat berbicara dengan rekan di ruang ekstraksi. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

Hasil PCR negatif

b)

Aerosol mencemari sampel

c)

Pipet tidak steril

d)

DNA menjadi lebih stabil

e)

Limba menjadi lebih aman

12.

Laboratorium biologi molekuler yang menerima sampel dari pasien dengan infeksi tinggi. Apa langkah terpenting sebelum ekstraksi?

a)

Menyimpan sampel pada suhu kamar

b)

Menentukan tingkat biosekuriti yang tepat

c)

Menambahkan primer PCR

d)

Melakukan elektroforesis awal

e)

Mengeringkan sampel

13.

Setelah ekstraksi DNA, apa tujuan membersihkan permukaan meja lab dengan etanol 70%?

a)

Menyimpan sampel DNA

b)

Menurunkan viskositas reagen

c)

Membunuh mikroba patogen

d)

Meningkatkan hasil PCR

e)

Meningkatkan sensitivitas deteksi

14.

Setelah proses PCR, area kerja dibersihkan dengan sinar UV selama 30 menit. Apa tujuan penggunaan sinar UV?

a)

Mengeringkan peralatan

b)

Menstabilkan DNA

c)

Inaktivasi kontaminan DNA

d)

Meningkatkan hasil amplifikasi

e)

Menurunkan suhu ruangan

15.

Seorang siswa secara tidak sengaja menumpahkan sampel darah di meja kerja. Apa langkah yang tepat untuk dilakukan pertama kali?

a)

Membersihkan dengan tisu kering

b)

Melanjutkan pekerjaan

c)

Menyemprotkan disinfektan sesuai SOP

d)

Memindahkan sampel ke tabung baru

e)

Menutupi area dengan plastik

16.

Limba infeksius dari proses ekstraksi harus disterilkan sebelum dibuang. Metode yang paling umum digunakan adalah apa?

a)

Pemanasan biasa

b)

Pencahayaan UV

c)

Autoklaf

d)

Filtrasi

e)

Pendinginan

17.

Seorang staf membuang sarung tangan yang telah digunakan ke dalam tempat sampah biasa. Apa risiko dari tindakan ini?

a)

Sarung tangan akan segera terurai

b)

Kemungkinan limbah infeksius menyebar ke lingkungan

c)

Hasil PCR menjadi tidak valid

d)

Reagen menjadi tidak aktif

e)

Peralatan menjadi rusak

18.

Ketika bekerja di laboratorium, seorang analis mengenakan perhiasan atau kuku panjang. Apa yang mungkin terjadi akibatnya?

a)

Peningkatan efisiensi kerja

b)

Penurunan risiko infeksi

c)

Kontaminan terakumulasi di bawah kuku atau perhiasan

d)

Peralatan menjadi lebih tahan lama

e)

Hasil PCR keluar lebih cepat

19.

Setelah diekstraksi, peralatan logam direndam dalam larutan natrium hipoklorit selama 30 menit. Apa tujuan dari langkah ini?

a)

Menghilangkan sisa DNA

b)

Menyimpan enzim

c)

Menurunkan suhu peralatan

d)

Mensterilkan peralatan dari patogen

e)

Menyimpan sampel

20.

Dalam prosedur decontaminasi, disinfektan apa yang seharusnya digunakan?

a)

Tidak berbau

b)

Tidak mengandung alkohol

c)

Sesuaikan dengan jenis mikroba yang menjadi target

d)

Hanya digunakan setelah PCR

e)

Dicampur dengan asam kuat

21.

Staf menggunakan sarung tangan secara berulang tanpa menggantinya di antara sampel. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

Kontaminasi silang antar sampel

b)

Percepatan hasil PCR

c)

Penurunan suhu ruangan

d)

Pengurangan volume sampel

e)

Perubahan pH reagen

22.

Di laboratorium biologi molekuler, ventilasi ruangan yang baik sangat penting. Mengapa demikian?

a)

Menurunkan viskositas larutan

b)

Mempercepat reaksi PCR

c)

Mengurangi risiko aerosol berbahaya

d)

Meningkatkan konsentrasi DNA

e)

Mempercepat dekontaminasi enzim

23.

Peralatan yang terpapar sampel harus segera direndam dalam disinfektan sebelum dicuci. Apa tujuan dari langkah ini?

a)

Meningkatkan kualitas hasil PCR

b)

Mencegah kontaminasi silang dan inaktivasi patogen

c)

Menyimpan DNA

d)

Mengurangi volume sampel

e)

Mempercepat pengeringan

24.

Dalam laboratorium biologi molekuler, kapan sarung tangan lateks perlu segera diganti?

a)

Warna menjadi gelap

b)

Digunakan lebih dari 3 hari

c)

Ada robekan atau kontaminasi

d)

Menjadi tidak nyaman

e)

Digunakan di ruangan lain

25.

Setelah decontaminasi, permukaan meja perlu dibiarkan selama beberapa menit sebelum digunakan kembali. Apa tujuan dari langkah ini?

a)

Mempercepat proses PCR

b)

Memberikan waktu agar disinfektan berfungsi secara maksimal

c)

Mengeringkan DNA

d)

Menambah jumlah sampel

e)

Mengurangi volume reagen

26.

Analisis dilakukan tanpa menggunakan kabinet biosafety untuk mengekstrak DNA dari dahak pasien TB. Beberapa hari kemudian, ia mengalami gejala batuk dan demam. Apa kesalahan dalam prosedur yang dilakukan?

a)

Sample tidak disimpan pada suhu rendah

b)

Tidak menggunakan BSC saat menangani sampel infeksius

c)

Reagen tidak dicampur dengan benar

d)

Tidak melakukan elektroforesis setelah ekstraksi

e)

Tidak memberi label pada tabung

27.

Staf laboratorium secara tidak sengaja menusuk jarinya saat memindahkan sampel darah ke dalam tabung ekstraksi. Apa langkah pertama yang harus dilakukan?

a)

Segera menutup luka dengan plester

b)

Menyemprot luka dengan alkohol 70%

c)

Menunggu darah keluar lalu mencuci dengan air dan sabun

d)

Menutup luka dengan sarung tangan

e)

Menyimpan sampel untuk pemeriksaan ulang

28.

Selama proses disinfeksi, staf mencampurkan natrium hipoklorit dan alkohol. Mengapa tindakan ini berbahaya?

a)

Larutan menjadi tidak efektif

b)

Menghasilkan gas beracun

c)

Hasil PCR menjadi negatif palsu

d)

Menghambat pertumbuhan bakteri

e)

Mengurangi efektivitas enzim

29.

Analisis dilakukan oleh analis yang masih mengenakan lab coat yang digunakan di ruang PCR sebelumnya, saat bekerja di ruang pasca-PCR. Apa risiko utama yang mungkin terjadi?

a)

Kerusakan pada thermal cycler

b)

Kontaminasi amplicon dalam hasil PCR

c)

Perubahan pH larutan

d)

Replikasi DNA yang tidak lengkap

e)

Penurunan efisiensi enzim

30.

Bagaimana seharusnya limbah ekstraksi DNA yang mengandung bahan infeksius disimpan sebelum dibuang?

a)

Diletakkan di luar untuk cepat kering

b)

Dimasukkan ke dalam wadah berlabel biohazard yang tertutup

c)

Dicampur dengan reagen PCR

d)

Dimasukkan ke dalam freezer untuk penyimpanan jangka panjang

e)

Dibiarkan menguap secara alami

31.

Di laboratorium biologi molekuler, dalam situasi apa penggunaan sarung tangan ganda sangat dianjurkan?

a)

Ketika menangani sampel yang dipanaskan

b)

Ketika melakukan pipetting larutan buffer

c)

Ketika menangani bahan infeksius berisiko tinggi

d)

Ketika menyimpan hasil PCR

e)

Ketika membuat master mix

32.

Setelah ekstraksi DNA, petugas membersihkan area kerja dengan tisu basah biasa. Mengapa prosedur ini tidak tepat?

a)

Berpotensi merusak meja kerja

b)

Tidak efektif membunuh patogen

c)

Menurunkan jumlah DNA target

d)

Mengganggu reaksi PCR berikutnya

e)

Menurunkan suhu ruangan

33.

Penggunaan cahaya UV di dalam kabinet biosafety dilakukan untuk tujuan apa sebelum dan sesudah bekerja?

a)

Untuk menyimpan reagen

b)

Untuk menghilangkan DNA sisa dan kontaminan

c)

Untuk menstabilkan suhu ruangan

d)

Untuk mempercepat kecepatan reaksi PCR

e)

Untuk mempercepat pengeringan sampel

34.

Mahasiswa menggunakan jas lab yang dibawa dari rumah di laboratorium biologi molekuler. Mengapa ini tidak diizinkan?

a)

Jas lab pribadi tidak nyaman untuk dipakai

b)

Risiko membawa kontaminan dari luar

c)

Jas lab pribadi sulit dicuci

d)

Tidak sesuai dengan warna standar lab

e)

Jas lab pribadi terlalu tebal

35.

Dalam prosedur disinfeksi peralatan laboratorium setelah ekstraksi, apa yang harus direndam pertama kali untuk peralatan kaca?

a)

Air suling

b)

Larutan natrium hipoklorit

c)

20% alkohol

d)

Buffer TE

e)

EDTA

36.

Analisis tidak memberikan label pada limbah infeksius. Apa dampak yang paling mungkin?

a)

Limbah menjadi tidak berbahaya

b)

Risiko kesalahan penanganan meningkat

c)

Proses autoklaf menjadi lebih cepat

d)

Hasil PCR menjadi lebih spesifik

e)

Reagen menjadi lebih stabil

37.

Risiko menggunakan sandal terbuka dalam eksperimen biologi molekuler adalah apa?

a)

Kontaminasi silang antara sampel

b)

Cedera akibat kebocoran bahan kimia atau biologis

c)

Gagal total PCR

d)

Reagen membeku

e)

Peralatan tidak steril

38.

Selama proses disinfeksi, bagaimana seharusnya alat yang terbuat dari plastik ditangani?

a)

Masukkan langsung ke autoklaf tanpa dibersihkan

b)

Rendam dalam disinfektan sebelum autoklaf

c)

Bersihkan hanya dengan air

d)

Panaskan dalam oven pada suhu tinggi

e)

Simpan tanpa dibersihkan

39.

Apa risiko jika analis membuang limbah cair ke saluran tanpa menonaktifkannya?

a)

Limbah akan lebih terencerkan

b)

Agen infeksi akan menyebar ke lingkungan

c)

Limbah akan lebih mudah terurai

d)

Limbah akan dinetralkan

e)

Limbah akan lebih mudah dibersihkan

40.

Apa alasan penting untuk melepas alat pelindung diri (APD) sebelum meninggalkan area kerja biologi molekuler?

a)

Untuk mencegah kerusakan pada APD

b)

Untuk mencegah bahan kontaminasi dibawa keluar dari laboratorium

c)

Untuk mempercepat hasil PCR

d)

Untuk mengurangi kelembapan di ruangan

e)

Untuk meningkatkan sensitivitas sampel

41.

Sebelum dan setelah pekerjaan, apa tujuan utama analis mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir?

a)

Untuk menjaga kesehatan kulit tangan

b)

Untuk menghilangkan zat pencemar potensial dari tangan

c)

Untuk menurunkan suhu tubuh

d)

Untuk meningkatkan konsentrasi DNA

e)

Untuk mempercepat proses pipetting

42.

Selama proses disinfeksi meja kerja, mengapa penggunaan etanol 70% lebih dianjurkan dibandingkan etanol absolut?

a)

Evaporasi cepat

b)

Secara efektif menghancurkan membran sel mikroba

c)

Mudah didapat

d)

Murah

e)

Tidak mempengaruhi hasil PCR

43.

Setelah menangani agen infeksius, bagaimana seharusnya lab coat diperlakukan?

a)

Mencucinya bersama pakaian biasa

b)

Menyimpannya di area kerja untuk digunakan kembali

c)

Mencucinya secara terpisah dengan menggunakan disinfektan

d)

Membuangnya sebagai barang sekali pakai

e)

Menggantungnya di luar lab

44.

Ketika staf laboratorium menangani aerosol DNA, apa alat pelindung diri yang lebih tepat jika menggunakan masker bedah biasa?

a)

Masker kain

b)

Masker N95

c)

Masker karbon aktif

d)

Pelindung wajah

e)

Goggles

45.

Jika menggunakan desinfektan secara berlebihan saat mendisinfeksi alat, apa yang mungkin terjadi?

a)

Hasil PCR akan meningkat

b)

Material alat akan rusak

c)

DNA akan lebih stabil

d)

Enzim akan lebih teraktivasi

e)

Limbah akan lebih aman

46.

Apa langkah pertama saat menangani kebocoran cairan infeksius di laboratorium?

a)

Menutupnya dengan tisu kering

b)

Menuangkan air mendidih

c)

Menyemprotkan disinfektan dari tepi kebocoran ke arah tengah

d)

Mengelapnya dengan kain basah

e)

Mengeringkannya dengan udara

47.

Apa tujuan memberi label pada limbah infeksius sebelum dibuang?

a)

Untuk mempercepat proses autoklaf

b)

Untuk mencegah kesalahan manajemen dan memudahkan identifikasi

c)

Untuk menurunkan konsentrasi DNA

d)

Untuk mempercepat reaksi PCR

e)

Untuk menurunkan suhu penyimpanan

48.

Setelah proses disinfeksi selesai, apa tujuan memeriksa area kerja secara visual?

a)

Untuk mengevaluasi efektivitas pembersihan dan memastikan tidak ada kontaminan yang tersisa

b)

Untuk mengeringkan permukaan meja

c)

Untuk menentukan waktu PCR berikutnya

d)

Untuk mengetahui suhu ruangan

e)

Untuk meningkatkan hasil amplifikasi

49.

Apa risiko utama jika analis tidak menggunakan pelindung mata saat memipet larutan fenol?

a)

Terjadi kerusakan DNA

b)

Iritasi mata atau kerusakan kimia

c)

Gagal PCR

d)

Terjadi kontaminasi silang

e)

Limba menjadi lebih berbahaya

50.

Jika staf laboratorium membawa alat disinfeksi keluar tanpa membersihkannya, apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

Alat akan lebih terdisinfeksi

b)

Kontaminan akan menyebar ke lingkungan eksternal

c)

Alat akan menjadi lebih kuat

d)

Hasil PCR akan meningkat

e)

Limbah akan dinetralkan

51.

Seorang analis melakukan dekontaminasi meja kerja setelah ekstraksi DNA dengan menyemprotkan etanol 70% secara langsung tanpa menyeka permukaan. Apa kelemahan dari prosedur ini?

a)

Etanol terlalu cepat menguap sehingga efektivitasnya menurun

b)

Etanol merusak DNA target

c)

Etanol meningkatkan risiko kontaminasi silang

d)

Etanol dapat menurunkan suhu ruangan

e)

Etanol meningkatkan efektivitas PCR

52.

Dalam proses kerja di laboratorium molekuler, penggunaan sarung tangan sekali pakai harus diganti segera jika:

a)

Sudah digunakan selama 1 jam

b)

Terjadi kontak dengan bahan infeksius atau robek

c)

Tidak lagi nyaman digunakan

d)

Sudah berpindah ruangan

e)

Tidak berwarna putih lagi

53.

Seorang mahasiswa membuang sisa sampel DNA ke tempat sampah biasa. Kesalahan prosedur ini dapat menyebabkan:

a)

Pengaruh terhadap hasil PCR

b)

Penyebaran agen infeksius ke lingkungan

c)

Penurunan pH sampel

d)

Penguapan sampel secara cepat

e)

Penurunan suhu ruang

54.

Dalam standar biosafety laboratorium molekuler, penggunaan biosafety cabinet (BSC) kelas II diperlukan ketika:

a)

Bekerja dengan bahan kimia berbahaya saja

b)

Menangani sampel yang berpotensi infeksius dan menghasilkan aerosol

c)

Melakukan elektroforesis DNA

d)

Menggunakan mikropipet otomatis

e)

Menyimpan sampel DNA dalam freezer

55.

Seorang analis menyimpan limbah biologis selama lebih dari dua minggu tanpa sterilisasi. Dampak dari tindakan ini adalah:

a)

Limbah menjadi netral

b)

Meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme patogen

c)

Mengurangi risiko kontaminasi

d)

Memperpanjang masa pakai limbah

e)

Membuat limbah tidak berbahaya

56.

Tujuan utama penggunaan jas laboratorium saat bekerja dalam ruang PCR adalah:

a)

Meningkatkan hasil amplifikasi

b)

Melindungi tubuh dari paparan bahan kimia atau biologis

c)

Mempercepat proses pipetasi

d)

Menurunkan suhu tubuh

e)

Meningkatkan sensitivitas deteksi

57.

Seorang analis menggunakan disinfektan yang sudah kadaluwarsa untuk membersihkan meja kerja. Risiko utama yang dapat terjadi adalah:

a)

DNA menjadi lebih stabil

b)

Mikroorganisme tidak terinaktivasi secara optimal

c)

Reaksi PCR menjadi lebih cepat

d)

Peralatan menjadi lebih bersih

e)

Konsentrasi primer meningkat

58.

Saat menangani bahan infeksius, penggunaan face shield diperlukan terutama ketika:

a)

Melakukan pipetasi larutan buffer

b)

Ada kemungkinan percikan cairan ke wajah

c)

Melakukan penyimpanan reagen

d)

Menyusun master mix

e)

Melakukan elektroforesis

59.

Petugas mencuci peralatan laboratorium menggunakan air biasa tanpa sabun atau disinfektan. Konsekuensi yang paling mungkin adalah:

a)

Peralatan tetap steril

b)

Patogen tidak sepenuhnya terinaktivasi

c)

Reaksi PCR lebih efisien

d)

DNA lebih stabil

e)

Hasil PCR lebih spesifik

60.

Sebelum bekerja dengan bahan infeksius, analis harus memeriksa kondisi APD. Hal ini dilakukan untuk:

a)

Meningkatkan efisiensi kerja

b)

Memastikan APD dalam kondisi baik dan berfungsi optimal

c)

Mempercepat proses PCR

d)

Mengurangi jumlah sampel

e)

Meningkatkan hasil amplifikasi

61.

Setelah selesai bekerja di laboratorium molekuler, sepatu khusus laboratorium harus ditinggalkan di ruang kerja. Tujuan utamanya adalah:

a)

Menghindari kerusakan pada sepatu

b)

Mencegah penyebaran kontaminan ke luar laboratorium

c)

Mempercepat reaksi PCR

d)

Menurunkan kelembapan ruang

e)

Menstabilkan suhu laboratorium

62.

Petugas laboratorium menyimpan limbah infeksius tanpa label biohazard. Hal ini dapat menyebabkan:

a)

Limbah lebih cepat terurai

b)

Kesalahan penanganan dan paparan tidak disengaja

c)

Sterilisasi lebih efektif

d)

Limbah menjadi lebih netral

e)

Penguraian lebih cepat

63.

Penggunaan disinfektan memerlukan perhatian terhadap waktu kontak dengan permukaan. Jika waktu kontak terlalu singkat, apa hasilnya?

a)

Peralatan akan lebih terdisinfeksi

b)

Mikroorganisme tidak dinonaktifkan secara efektif

c)

DNA menjadi lebih stabil

d)

Reaksi PCR menjadi lebih cepat

e)

Limba menjadi lebih aman

64.

Analisis tidak membersihkan pipet setelah digunakan. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

Penurunan suhu kerja

b)

Kontaminasi silang ke sampel berikutnya

c)

Hasil PCR menjadi lebih spesifik

d)

Enzim menjadi lebih teraktivasi

e)

Konsentrasi DNA meningkat

65.

Dalam proses ekstraksi DNA, mengapa penting untuk menggunakan area kerja yang terpisah untuk pre-PCR dan post-PCR?

a)

Menurunkan suhu ruangan

b)

Mencegah kontaminasi amplicon ke sampel awal

c)

Mempercepat proses amplifikasi

d)

Menurunkan pH reagen

e)

Menstabilkan enzim

66.

Setelah dekontaminasi, alat harus dikeringkan sebelum digunakan kembali. Apa yang perlu dicegah dengan cara ini?

a)

Perubahan pH larutan

b)

Pengenceran reagen atau kontaminasi silang

c)

Perubahan suhu ruangan

d)

Peningkatan tekanan

e)

Penurunan sensitivitas PCR

67.

Analisis menunjukkan bahwa analis menggunakan sarung tangan berbahan bubuk saat bekerja. Bubuk ini dapat meningkatkan risiko. Apa itu?

a)

Kontaminasi DNA dan gangguan reaksi PCR

b)

Penyimpanan sampel

c)

Penurunan pH

d)

Pengeringan yang lebih cepat

e)

Disinfeksi yang lebih baik

68.

Di laboratorium biologi molekuler, alat yang digunakan untuk menangani sampel infeksius, untuk apa saja yang tidak boleh digunakan?

a)

Reaksi PCR

b)

Penanganan reagen steril

c)

Penyimpanan primer

d)

Persiapan master mix

e)

Pengolahan panas

69.

Mahasiswa membersihkan meja kerja dengan tisu kering tanpa disinfektan setelah ekstraksi. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

Hasil PCR akan lebih sensitif

b)

Mikroba akan bertahan hidup di permukaan

c)

Reagen akan lebih teraktivasi

d)

DNA akan lebih stabil

e)

Limba akan lebih aman

70.

Staf membawa sampel keluar dari laboratorium tanpa wadah kedua. Apa yang mungkin terjadi akibatnya?

a)

Hasil PCR meningkat

b)

Risiko penyebaran kontaminan ke area lain

c)

Sampel menjadi lebih stabil

d)

Volume sampel meningkat

e)

DNA lebih mudah dipisahkan

71.

Apa salah satu alasan penting untuk menggunakan pelindung wajah saat pipetting bahan kimia korosif?

a)

Mengurangi viskositas bahan

b)

Melindungi wajah dari percikan berbahaya

c)

Meningkatkan efisiensi pipetting

d)

Mengurangi volume sampel

e)

Meningkatkan hasil amplifikasi

72.

Dalam prosedur dekontaminasi, larutan natrium hipoklorit harus digunakan di tempat yang berventilasi baik. Mengapa ini perlu?

a)

Natrium hipoklorit dapat menghasilkan gas beracun

b)

Natrium hipoklorit memiliki volatilitas tinggi

c)

Natrium hipoklorit menurunkan suhu

d)

Natrium hipoklorit meningkatkan konsentrasi DNA

e)

Natrium hipoklorit mempercepat PCR

73.

Setelah dekontaminasi ruangan, staf perlu mencatat waktu dan metode yang digunakan. Apa tujuan dokumen ini?

a)

Untuk memenuhi standar biosafety dan audit laboratorium

b)

Untuk menentukan suhu ruangan

c)

Untuk menentukan volume sampel

d)

Untuk mengetahui hasil PCR

e)

Untuk mengukur konsentrasi DNA

74.

Di laboratorium biologi molekuler, mengapa penggunaan filter tip disarankan?

a)

Meningkatkan kecepatan pipetting

b)

Mengurangi risiko kontaminasi aerosol

c)

Meningkatkan volume sampel

d)

Menurunkan suhu reaksi

e)

Mempercepat hasil PCR

75.

Dalam laboratorium biologi molekuler, mengapa penting untuk menggunakan pipet yang terkalibrasi dengan baik saat melakukan eksperimen?

a)

Untuk mengurangi biaya reagen

b)

Untuk menghindari kontaminasi silang

c)

Untuk memastikan akurasi dan konsistensi volume

d)

Untuk meningkatkan stabilitas sampel

e)

Untuk mempercepat proses PCR

76.

Ketika melakukan analisis DNA, mengapa penting untuk menggunakan tabung reaksi yang steril?

a)

Untuk meningkatkan hasil amplifikasi

b)

Untuk mempercepat proses pengeringan

c)

Untuk menurunkan biaya reagen

d)

Untuk mengurangi waktu analisis

e)

Untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan

77.

Setelah menyelesaikan eksperimen, mengapa semua peralatan harus dibersihkan dengan disinfektan sebelum disimpan?

a)

Untuk meningkatkan umur peralatan

b)

Untuk menjaga kebersihan ruangan

c)

Untuk mempercepat proses pembersihan

d)

Untuk menurunkan biaya operasional

e)

Untuk mengurangi risiko kontaminasi di eksperimen berikutnya