wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kuis dbso uts

Total questions: 55

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Fungsi utama eksipien dalam sediaan farmasi adalah…

a)

Memberi warna

b)

Membantu kelarutan, kestabilan, dan bioavailabilitas obat

c)

Menambah rasa manis

d)

Mencegah interaksi antar bahan

2.

Contoh pengemulsi non-ionik adalah…

a)

Na lauril sulfat

b)

Lauril piridinium klorida

c)

PEG, alkohol, lemak

d)

Gom, tragakan

3.

Siklodekstrin berperan sebagai…

a)

Pengawet

b)

kompleks inklusi untukkelarutan dan stabilitas

c)

anti-foaming

d)

pewarna

4.

fungsi dari antioksidan dalam sediaan cair adalah…

a)

Menambah rasa

b)

menurunkan pH

c)

mencegah oksidasi

d)

menstabilkan suspensi

5.

Contoh zat pengkompleks yang digunakan dalam sediaan cair adalah…

a)

Polisorbat

b)

EDTA

c)

PEG

d)

Gliserin

6.

BHA dan BHT termasuk ke dalam…

a)

Pewarna

b)

antioksidan

c)

pemanis

d)

surfaktan

7.

Gliserin dan propilen glikol dalam sediaan cair berfungsi sebagai…

a)

pengental

b)

antibakteri

c)

pembasah dan humektan

d)

penstabil

8.

ungsi surfaktan dalam formula sediaan cair adalah…

a)

menurunkan viskositas

b)

meningkatkan rasa

c)

membentuk misel dan meningkatkan kelarutan

d)

sebagai pengawet

9.
  1. Yang termasuk bahan pengawet alami dalam sediaan farmasi adalah…

a)

sukrosa

b)

asam sitrat

c)

na klorida

d)

asam stearat

10.

Seorang formulator mengalami masalah dalam stabilitas sediaan sirup yang mengandung bahan aktif yang mudah teroksidasi. Ia ingin menambahkan eksipien untuk mencegah degradasi tersebut.
Eksipien yang paling tepat ditambahkan untuk mengatasi masalah di atas adalah…

a)

Gliserin

b)

BHA

c)

Tween 80

d)

Na lauril sulfat

11.

Faktor yang mempengaruhi kelarutan KECUALI…

a)

suhu

b)

polaritas

c)

warna zat

d)

co-solvency

12.

prinsip 'like dissolves like' merujuk pada

a)

Zat dengan warna sama saling larut

b)

Zat polar larut dalam pelarut polar

c)

Semua zat larut dalam air

d)

Zat larut lebih baik di suhu rendah

13.

Co-solvency adalah…

a)

Penurunan kelarutan

b)

Penambahan pelarut untuk meningkatkan kelarutan

c)

Peningkatan suhu

d)

Pengadukan cepat

14.

Larutan jenuh adalah…

a)

Larutan dengan sedikit zat terlarut

b)

Larutan dengan zat terlarut maksimum

c)

Larutan yang mudah mengendap

d)

Larutan jernih

15.

Salting out adalah fenomena…

a)

Meningkatnya kelarutan karena garam

b)

Penurunan kelarutan karena adanya zat lain

c)

Reaksi netralisasi

d)

Peningkatan pH

16.

Larutan lewat jenuh adalah…

a)

Larutan tidak stabil yang mengandung lebih banyak zat terlarut

b)

Larutan encer

c)

Larutan netral

d)

tidak larut sama sekali

17.

Larutan digunakan karena…

a)

murah

b)

mudah basi

c)

dosis homogen dan mudah dikontrol

d)

tidak praktis

18.

Sirup simplex termasuk jenis larutan yang mengandung…

a)

alkohol

b)

pewarna

c)

65% gula

d)

50% gula

19.

Larutan eliksir memiliki pelarut utama…

a)

air murni

b)

air dan etanol

c)

propilen glikol

d)

asam lemak

20.

Dalam pembuatan larutan obat, formulator mendapati bahwa zat aktif tidak larut dalam air. Namun, zat tersebut larut dalam campuran air dan gliserin. Fenomena ini termasuk dalam konsep…

a)

polaritas

b)

pembentukan kompleks

c)

co-solvency

d)

salting out

21.

Fungsi suspending agent adalah…

a)

Menambah rasa

b)

Mencegah timbulnya warna

c)

Menjaga partikel tetap terdispersi dan stabil

d)

Meningkatkan bau

22.

Metode pembuatan suspensi deflokulasi cenderung menghasilkan…

a)

Suspensi stabil

b)

endapan keras

c)

larutan homogen

d)

campuran emulsi

23.

Ciri suspensi yang baik adalah…

a)

Terjadi endapan permanen

b)

Tidak dapat dikocok ulang

c)

Mudah tercampur kembali setelah dikocok

d)

Harus dipanaskan dahulu

24.

Zat pembasah dalam suspensi digunakan untuk…

a)

meningkatkan kekentalan

b)

memecah partikel

c)

menghilangkan bau

d)

membantu partikel terdispersi

25.

Salah satu kelebihan suspensi adalah…

a)

Dosis sulit diatur

b)

Stabilitas tinggi untuk zat yang tidak larut

c)

Tidak bisa diberikan ke anak-anak

d)

Mudah mengendap secara permanen

26.

Salah satu kekurangan suspensi adalah…

a)

Terlalu larut

b)
  • Tidak bisa digunakan untuk anak-anak

c)

Harus dikocok dahulu untuk homogenisasi

d)

Tidak bisa dikemas

27.

Ciri suspensi deflokulasi adalah…

a)

Mudah dikocok kembali

b)

Endapan cepat terbentuk

c)

Menghasilkan cake yang keras

d)

endapan mudah terangkat

28.

Suspensi optalmik harus…

a)

Berwarna kuning

b)

Mengandung partikel besar

c)

Mengandung bahan pengawet dan steril

d)
  • Tidak boleh digunakan untuk mata

29.

Metode presipitasi dalam suspensi berarti…

a)

Pencampuran langsung zat aktif

b)

Pelarutan dalam pelarut organik lalu diendapkan dalam air

c)

Digiling hingga halus

d)

Pengadukan manual

30.

Seorang pasien mengeluh karena sediaan suspensi yang diterimanya tidak dapat dikocok kembali setelah endapan terbentuk, bahkan setelah dikocok keras. Permasalahan pada suspensi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh…

a)

terlalu banyak pengawet

b)

Terlalu sedikit zat aktif

c)

Terjadi caking akibat sistem deflokulasi

d)

Larutan terlalu encer

31.

Emulsi memerlukan emulgator karena…

a)

Menambah rasa

b)

Membuat zat jadi larut

c)

Menstabilkan dua fase tak saling larut

d)

Mencegah warna

32.

Emulsi tidak stabil secara termodinamika, artinya…

a)

Mudah rusak tanpa emulgator

b)

Selalu stabil

c)

Tidak bisa digunakan

d)

Harus dipanaskan

33.

Emulgator anionik contohnya adalah…

a)

Benzalkonium klorida

b)

Sorbitan monolaurat

c)

Sabun alkali (Na Lauril Sulfat)

d)

Kolesterol

34.

Fungsi HLB dalam emulsi adalah untuk…

a)

menentukan viskositas

b)

menentukan konsistensi

c)

menentukan sifat hidrofilik dan lipofilik emulgator

d)

menentukan pH emulgator

35.

Nilai HLB untuk emulsi minyak dalam air (M/A) adalah…

a)

1-3

b)

3-6

c)

8-16

d)

>20

36.

Tween termasuk emulgator golongan…

a)

kationik

b)

non-ionik

c)

anionik

d)

amfoterik

37.

Dalam proses penyimpanan, emulsi antiradang topikal menjadi terpisah menjadi dua lapisan. Hal ini menyebabkan penurunan efektivitas dan estetika sediaan. Apa penyebab paling mungkin dari fenomena tersebut?

a)

Tidak cukup zat aktif

b)

Penggunaan emulgator yang tidak sesuai

c)

Warna terlalu pekat

d)
  • Viskositas terlalu tinggi

38.
  • Viskositas terlalu tinggi

a)
  • Sebagai pelembut rambut

b)

Membantu penetrasi zat aktif melalui kulit

c)

Sebagai pengharum

d)

Mengurangi rasa pahit

39.

Polietilen glikol (PEG) inkompatibel dengan…

a)

Asam borat

b)

Tannin

c)

Asam salisilat

d)

Sulfur

40.

Fungsi utama vaselin dalam salep adalah…

a)

penstabil rasa

b)

emulgator

c)

basis oklusif

d)

pemberi warna

41.
  • Asam salisilat dalam salep bisa menyebabkan inkompatibilitas karena…

a)

tidak larut air

b)

bersifat netral

c)

sifat asam dan salisilatnya

d)

mudah menguap

42.

Inkompatibilitas urea dalam salep biasanya terjadi bila dicampur dengan…

a)

alkohol

b)

menthol

c)

chloral hydrate

d)

tween 80

43.

Bahan salep yang dapat menyebabkan campuran eutektik dengan menthol adalah…

a)

asam benzoat

b)

phenol

c)

NaCl

d)

sorbitol

44.

Seorang apoteker mencampur PEG dengan resorsinol dalam pembuatan salep. Setelah penyimpanan, salep menjadi berubah warna dan menunjukkan sifat kimia yang berbeda. Fenomena ini terjadi karena…

a)

PEG menyebabkan peningkatan pH

b)

resorcinol menguap

c)

inkompatibilitas antara PEG dan resorcinol

d)

PEG terlalu encer

45.

Seorang pasien dengan kulit sangat kering diresepkan obat dalam bentuk salep. Namun, apoteker meracik sediaan menggunakan basis yang mudah larut dalam air agar mudah dibersihkan.
Apa akibat penggunaan basis tersebut terhadap efektivitas terapi?

a)

Obat akan bekerja lebih baik karena mudah larut

b)

Basis terlalu oklusif sehingga menyebabkan iritasi

c)

Basis tidak cocok karena kurang melembapkan kulit kering

d)

Basis air membuat salep lebih stabil terhadap panas

46.

Seorang apoteker mencampurkan salep yang mengandung asap salisilat dan bacitracin. Setelah beberapa hari, pasien mengeluh efek obat tidak terasa dan warna salep sedikit berubah.
Kemungkinan besar permasalahan ini disebabkan oleh…

a)
  • Bacitracin tidak bekerja dalam basis salep

b)

Asam salisilat meningkatkan potensi bacitracin

c)

Inaktivasi bacitracin oleh asam salisilat

d)

Basis salep mengandung alkohol

47.

Basis krim dapat mengandung humektan, contoh

a)

PEG

b)

Tween 80

c)

glukosa

d)

NaCl

48.

Fase minyak krim biasanya mengandung…

a)

Sukrosa

b)

Beeswax dan parafin

c)

Air murni

d)

Alkohol 96%

49.

Bahan emulgator non-ionik untuk krim contohnya…

a)

Setrimid

b)

tween 80

c)

na lauril sulfat

d)

asam salisilat

50.

Gliserin dalam krim berfungsi sebagai…

a)

pewarna

b)

pengawet

c)

humektan

d)

emulgator

51.

Salah satu kelebihan krim dibanding salep adalah…

a)

lebih lengket

b)

sulit diusap

c)

mudah dicuci air

d)

tidak menyebar

52.

Parafin cair dalam krim tergolong…

a)

alkohol

b)

fase air

c)

fase minyak

d)

pengawet

53.

Seorang pasien menerima krim pelembap yang terasa menyengat saat dioleskan pada kulit dengan luka kecil. Krim tersebut mengandung PEG dan digunakan pada membran mukosa.
Sensasi menyengat tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh…

a)

PEG yang menyebabkan iritasi lokal

b)
  • Gliserin yang terlalu kental

c)

Kurangnya zat aktif

d)

Terlalu banyak air dalam krim

54.

Seorang pasien menggunakan krim antijamur yang mengandung PEG (Polietilen glikol) sebagai bagian dari fase air. Setelah beberapa kali pemakaian, pasien mengalami gatal dan kemerahan di area yang dioleskan.
Apa penyebab paling mungkin dari reaksi tersebut?

a)

PEG menyebabkan peningkatan pH

b)

PEG dapat menyebabkan hipersensitivitas kulit

c)

Krim tidak cukup mengandung air

d)

Krim tidak melembapkan kulit

55.

Krim pelembap yang diformulasikan dengan minyak zaitun, gliserin, dan Tween 80 mengalami pemisahan fase setelah disimpan 2 minggu pada suhu kamar.
Langkah apa yang paling tepat untuk memperbaiki kestabilan sediaan?

a)

Menambahkan lebih banyak air

b)

Mengganti gliserin dengan alkoh

c)

Menyesuaikan emulgator dengan HLB yang sesuai

d)

Meningkatkan konsentrasi zat aktif