wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kekurangan surfaktan → meningkat tegangan permukaan alveoli

Total questions: 30

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Seorang bayi baru lahir prematur menunjukkan kesulitan bernapas segera setelah lahir; radiografi menunjukkan paru hipoinflasi dan tanda atelectasis. Manakah mekanisme fisiologis primer yang paling mungkin menyebabkan kondisi ini?

a)

Penurunan jumlah kapiler paru

b)

Kekurangan surfaktan → meningkat tegangan permukaan alveoli

c)

Obstruksi jalan napas atas oleh mekonium

d)

Kelebihan 2,3‑BPG intraseluler

e)

Hiperventilasi menyebabkan alkalosis respiratorik

2.

A 22‑year‑old scuba diver surfaces rapidly after a deep dive and complains of chest pain and dyspnea. Arterial blood gas shows PaO2 low, PaCO2 normal, and V/Q mismatch suspected. Which pulmonary unit alteration best explains increased physiologic dead space in this patient?

a)

Consolidated alveoli with preserved perfusion (shunt)

b)

Areas with ventilaton but lost perfusion due to embolus or vascular obstruction

c)

Uniform decrease in alveolar ventilation across lung fields

d)

Increased alveolar surface tension due to surfactant deficiency

e)

Global airway obstruction decreasing VT

3.

Seorang remaja asmatis 16 tahun datang sesak setelah terpapar alergen; pada pemeriksaan ditemukan wheezing dan penggunaan otot aksesori. Spirometri menunjukkan FEV1 turun signifikan. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai perubahan ventilasi dan resistensi?

a)

Resistensi jalan napas menurun sehingga FEV1 turun

b)

Resistensi jalan napas meningkat; ekspirasi menjadi lebih terhambat → penurunan FEV1

c)

Compliance paru meningkat sehingga FEV1 menurun

d)

Dead space anatomik meningkat sebagai penyebab utama FEV1 rendah

e)

Penurunan jumlah hemoglobin menyebabkan penurunan FEV1

4.

Which of the following best describes alveolar ventilation (VA) per minute?

a)

VA = Tidal Volume × Respiratory Rate

b)

VA = (Tidal Volume − Anatomical Dead Space) × Respiratory Rate

c)

VA = Minute Ventilation + Dead Space

d)

VA = Residual Volume × Respiratory Rate

e)

VA = Vital Capacity × Respiratory Rate

5.

Seorang pasien datang dengan gambaran ABG: PaO2 60 mmHg, PaCO2 55 mmHg, pH 7.30.

Dokter mencurigai hipoventilasi.

Jelaskan mekanisme bagaimana hipoventilasi menyebabkan kombinasi gas darah ini.

Pilih jawaban terbaik.

a)

Penurunan ventilasi alveolar → PCO2 meningkat → pembentukan H+ meningkat → pH turun; pertukaran O2 menurun → PaO2 turun

b)

Peningkatan ventilasi alveolar → PCO2 turun → pH naik; PaO2 turun karena hiperventilasi

c)

Perubahan hanya pada perfusi tanpa efek ventilasi

d)

Respons kompensasi ginjal akut menyebabkan pH turun sementara PaCO2 normal

e)

Hemoglobin abnormal menyebabkan penurunan PaO2 tanpa perubahan PCO2

6.

A 45‑year‑old with congestive heart failure develops pulmonary interstitial edema. Which statement best explains why hypoxemia occurs before hypercapnia in this condition?

a)

CO2 diffusion is more limited than O2 because CO2 is larger molecule

b)

O2 diffusion is more affected due to lower solubility and steeper effect from increased membrane thickness

c)

Both gases are equally affected; hypoxemia is due to V/Q mismatch only

d)

Hypercapnia occurs first because CO2 production increases with edema

e)

Edema increases alveolar dead space leading to early hypercapnia

7.

Tidal volume (VT) pada orang dewasa sehat kira‑kira:

a)

50 mL

b)

150 mL

c)

500 mL

d)

1500 mL

e)

3000 mL

8.

A patient with large pulmonary embolism develops sudden hypoxemia and normal or low PaCO2. Which mechanism best explains the low PaCO2 despite hypoxemia?

a)

Decreased ventilation due to respiratory muscle fatigue

b)

Hyperventilation reflexively triggered by hypoxia leading to lowered PaCO2

c)

CO2 diffusion blocked preferentially over O2

d)

Increased physiologic dead space causing CO2 retention

e)

Cardiac shunt causing right‑to‑left flow

9.

Seorang pasien dengan fibrosis paru restriktif kronik memiliki kapasitas total paru (TLC) menurun dan compliance paru berkurang. Seorang mahasiswa mengusulkan dua strategi ventilasi mekanik:

(1) meningkatkan tidal volume,

(2) meningkatkan frekuensi napas.

Manakah strategi yang lebih aman untuk mempertahankan ventilasi menit tanpa meningkatkan risiko barotrauma pada paru ber‑compliance rendah?

a)

Strategi (1) lebih aman karena meningkatkan VT mereduksi dead space relatif

b)

Strategi (2) lebih aman karena VT kecil mengurangi tekanan platau dan risiko barotrauma

c)

Keduanya sama‑sama aman pada paru restriktif

d)

Jangan ventilasi; hanya terapi oksigen non‑invasif

e)

Gunakan VT besar dan frekuensi tinggi bersamaan

10.

According to Boyle’s law, if thoracic cavity volume increases during inspiration at constant temperature, what happens to intrapulmonary pressure?

a)

It increases proportionally to volume

b)

It decreases (inverse relationship)

c)

It remains unchanged

d)

It becomes equal to atmospheric pressure always

e)

It becomes zero

11.

Seorang pasien mengalami kerusakan berat pada sel tipe II alveoli (penghasil surfaktan). Selain peningkatan risiko atelectasis, bagaimana perubahan ini akan memengaruhi compliance paru dan kerja napas pada jangka pendek?

a)

Compliance meningkat; kerja napas menurun

b)

Compliance menurun; kerja napas meningkat

c)

Tidak ada perubahan compliance; hanya V/Q berubah

d)

Compliance menurun; kerja napas menurun karena sistem kompensasi

e)

Hanya perubahan pada perfusi tanpa efek mekanik

12.

A 30‑year‑old male at high altitude develops acute mountain sickness. At altitude, barometric pressure is lower, so inspired PO2 is lower. Which sequence best describes the primary ventilatory and blood‑gas responses in the first hours at altitude?

a)

Hypoventilation → ↑ PaCO2 → respiratory acidosis → kidney retains HCO3−

b)

Hyperventilation → ↓ PaCO2 → respiratory alkalosis → eventual renal compensation with loss of HCO3−

c)

No change in ventilation → hypoxemia without acid‑base disturbance

d)

Immediate increase in hemoglobin concentration increases PaO2

e)

Ventilation decreases because lower atmospheric pressure impairs respiratory muscles

13.

Anatomic dead space pada orang dewasa kira‑kira:

a)

10 mL

b)

150 mL

c)

500 mL

d)

1200 mL

e)

3000 mL

14.

A patient has chronic CO2 retention due to COPD. Which homeostatic change commonly occurs to partially compensate for chronic respiratory acidosis?

a)

Renal retention of bicarbonate (HCO3−) increasing plasma HCO3−

b)

Immediate increases in ventilation returning PaCO2 to normal

c)

Decreased hemoglobin synthesis

d)

Increased metabolic production of CO2

e)

Shift of O2–Hb curve to left due to acute alkalosis

15.

Seorang laki‑laki 55 tahun datang dengan keluhan sesak progresif. Riwayat merokok 40 pack‑years. Pemeriksaan: suara napas berkurang, wheeze tersebar, dan pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 60% (↓), FEV1 55% prediksi. ABG stabil: PaO2 68 mmHg, PaCO2 46 mmHg, pH 7.36. Dokter mempertimbangkan pemberian oksigen suplementer. Pertimbangkan risiko perdorongan ventilasi (CO2 narcosis) pada pasien ini: mana pernyataan berikut paling tepat?

a)

Pemberian oksigen tinggi akan selalu menurunkan drive pernapasan sehingga pasien akan berhenti bernapas

b)

Pada pasien chronically hypercapnic, drive respirasi bergeser sehingga hipoksia menjadi stimulus penting; pemberian oksigen berlebihan dapat menurunkan drive dan meningkatkan PaCO2 tetapi efeknya biasanya moderat dan multifaktorial

c)

Pemberian oksigen tidak akan mempengaruhi PaCO2 sama sekali

d)

Oksigen menyebabkan vasokonstriksi pulmonal luas dan menurunkan perfusi sehingga menurunkan CO2

e)

Shift of O2–Hb curve to left due to acute alkalosisSelalu berikan oksigen 100% pada pasien COPD dengan hipoksemia tanpa mempertimbangkan monitoring

16.

Which form accounts for the largest fraction of CO2 transport in blood?

a)

Dissolved CO2 in plasma (~10%)

b)

Carbaminohemoglobin (~30%)

c)

Bicarbonate ion HCO3− (~60%)

d)

Bound to myoglobin (~50%)

e)

Stored in platelets

17.

Seorang anak 8 tahun menelan benda kecil yang terjebak di trakea menyebabkan batuk kuat dan inspirasi yang terdengar. Manakah refleks pernapasan yang paling mungkin sedang terjadi dan mekanismenya?

a)

Bersin; kontraksi otot ekshalasi memaksa udara keluar lewat hidung dan mulut

b)

Batuk; inspirasi panjang, penutupan glottis, diikuti ekshalasi kuat saat glottis tiba‑tiba membuka

c)

Cegukan; kontraksi diafragma berulang tanpa penutupan glottis

d)

Mendengkur; kolaps faring selama tidur

e)

Menahan napas volunter tanpa refleks

18.

A 60‑year‑old smoker with emphysema has loss of alveolar walls and capillary beds. How does emphysema affect pulmonary compliance, airway resistance, and gas exchange? Choose the best combination.

a)

Compliance ↓; airway resistance ↑; diffusion surface area ↑

b)

Compliance ↑; airway resistance ↓; diffusion surface area ↓

c)

Compliance ↑; airway resistance ↑ (esp small‑airway collapse); diffusion surface area ↓

d)

Compliance ↓; airway resistance ↓; diffusion surface area ↓

e)

Compliance ↑; airway resistance ↓; diffusion surface area ↑

19.

Manakah pernyataan benar mengenai fungsi surfaktan paru?

a)

Meningkatkan tegangan permukaan alveoli

b)

Menurunkan tegangan permukaan alveoli dan meningkatkan compliance

c)

Mengikat CO2 untuk memudahkan pengeluaran

d)

Meningkatkan viskositas sekret bronkus

e)

Mengurangi permeabilitas kapiler paru

20.

A patient presents with lobar pneumonia causing alveolar consolidation in the right lower lobe. Which V/Q change and physiologic consequence is most likely in the consolidated area?

a)

High V/Q (increased dead space) → increased PaO2

b)

Low V/Q (approaching 0; shunt) → profound hypoxemia not corrected by increased FiO2 easily

c)

Normal V/Q → no gas exchange problem

d)

High V/Q → decreased PaCO2 systemically

e)

V/Q = 1 everywhere causing ideal gas exchange

21.

Seorang pasien trauma mengalami pneumothorax tegang unilateral sehingga tekanan intrapleural pada sisi tersebut menjadi sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer.

Jelaskan efeknya terhadap mekanika napas dan pergeseran mediastinum.

Pilih jawaban paling tepat.

a)

Alveoli sisi tersebut tetap terinflasi karena tekanan intrapleural meningkat

b)

Paru sisi tersebut kolaps; tekanan intrapleural meningkat; mediastinum bergeser ke sisi kontralateral → mengurangi venous return

c)

Tidak ada pengaruh pada ventilasi atau hemodinamik jika hanya satu sisi

d)

Meningkatkan compliance paru pada sisi yang terkena sehingga ventilasi meningkat

e)

Menurunkan tekanan intrapleural bilaterally menyebabkan pulmoner edema

22.

What is the main determinant of how much oxygen binds to hemoglobin at the lungs?

a)

PaCO2 only

b)

PO2 (partial pressure of oxygen) in blood/plasma

c)

Number of leukocytes

D. pH only

E. Body temperature only

d)

Number of leukocytes

e)

pH only

E. Body temperature only

23.

Seorang pasien masuk dengan sindrom emboli paru kecil berulang. Bagaimana emboli paru kronik mempengaruhi ventilasi‑perfusi dan kapasitas pertukaran gas secara umum?

a)

Menurunkan dead space sehingga hipoksemia ringan

b)

Meningkatkan area perfusi tanpa ventilasi (shunt)

c)

Meningkatkan physiologic dead space → ventilasi efektif menurun → hipoksemia; bercampur dengan kompensasi ventilasi yang menurunkan PaCO2

d)

Tidak mempengaruhi V/Q ratio

e)

Menurunkan produksi surfaktan secara primer

24.

A subject breathes at 14 breaths/min with tidal volume 450 mL and anatomical dead space 150 mL. Calculate alveolar ventilation (mL/min) and state which change would most increase alveolar ventilation: increase RR to 20 with same VT, or increase VT to 600 mL with same RR?

a)

VA = 4200 mL/min; increasing RR to 20 increases VA more

b)

VA = 4200 mL/min; increasing VT to 600 mL increases VA more

c)

VA = 6300 mL/min; increasing RR to 20 increases VA more

d)

VA = 4200 mL/min; neither change affects VA

e)

VA = 3000 mL/min; increasing VT to 600 mL decreases VA

25.

Pada pasien dengan penyakit paru restriktif primer, apa yang terjadi pada kapasitas vital (VC) dan residual volume (RV)?

a)

VC meningkat; RV meningkat

b)

VC menurun; RV normal atau menurun

c)

VC tidak berubah; RV meningkat drastis

d)

VC meningkat; RV menurun

e)

VC menurun; RV meningkat drastis

26.

A patient with acute anxiety begins hyperventilating (rapid, deep breaths) while at rest. Which blood gas and symptom combination is most likely in early stages?

a)

↑ PaCO2, respiratory acidosis, cyanosis

b)

↓ PaCO2, respiratory alkalosis, perioral numbness and paresthesia

c)

↓ PaO2, cyanosis, bradycardia

d)

↑ PaCO2, ↑ HCO3−, headache

e)

No changes in blood gases

27.

Seorang peneliti mengukur difusi gas pada membran respirasi. Ia menemukan bahwa ketika tebal membran ganda akibat edema interstitial, laju difusi O2 berkurang tetapi laju difusi CO2 relatif tidak banyak berubah. Berikan penjelasan fisikokimia mengapa CO2 kurang terpengaruh.

a)

CO2 lebih besar sehingga difusi lebih lambat sehingga terpengaruh bila membran menebal

b)

CO2 memiliki koefisien kelarutan (solubility) jauh lebih tinggi daripada O2 sehingga efek peningkatan ketebalan lebih kecil untuk CO2

c)

O2 berikatan dengan Hb sehingga tidak bergantung pada difusi sederhana

d)

CO2 dipompa aktif melintasi membran oleh enzim karboanhidrase

e)

CO2 diangkut hanya sebagai HCO3− sehingga difusi tidak relevan

28.

A 70‑year‑old with right heart failure has chronic hypoxemia and polycythemia.

How does chronic hypoxemia drive increases in hemoglobin concentration, and what is the main physiological benefit and risk of this adaptation?

a)

Hypoxemia suppresses EPO → ↓ Hb; benefit: less viscous blood; risk: anemia

b)

Hypoxemia stimulates renal EPO production → ↑ RBC mass; benefit: improved O2 content; risk: increased blood viscosity and thrombosis risk

c)

Hypoxemia increases 2,3‑BPG only; no change in Hb mass

d)

Hypoxemia causes hemolysis reducing Hb; benefit: decreased viscosity

e)

Hypoxemia leads to increased plasma volume diluting Hb

29.

Seorang pasien dewasa dengan pneumonia lobaris mendapat oksigen suplementer via nasal cannula 2 L/min; saturasi meningkat dari 88% menjadi 94%. Namun PaO2 tetap di bawah normal.

Jelaskan mengapa SpO2 bisa tampak membaik sementara PaO2 masih rendah.

Pilih jawaban paling tepat.

a)

Pulse oximeter mengukur saturasi hemoglobin (%), bukan tekanan parsial O2; peningkatan FiO2 meningkatkan Hb saturation signifikan meski PaO2 masih diantara nilai rendah sehingga SpO2 naik.

b)

Pulse oximeter mengukur PaO2 langsung sehingga nilai SpO2 selalu menurun jika PaO2 rendah

c)

Peningkatan saturasi menunjukkan tidak ada masalah pertukaran gas lagi sehingga PaO2 pasti normal

d)

Nasal cannula selalu menciptakan PaO2 normal pada 2 L/min

e)

SpO2 bergantung sepenuhnya pada kadar CO2

30.

A 35‑year‑old male with acute severe asthma exacerbation has increased work of breathing, accessory muscle use, and rising PaCO2 on serial ABGs despite bronchodilator therapy. What does rising PaCO2 indicate in the context of severe asthma, and what immediate step is most appropriate?

a)

Rising PaCO2 indicates improvement; continue current therapy only

b)

Rising PaCO2 indicates respiratory muscle fatigue and impending respiratory failure; prepare for ventilatory support (intubation)

c)

PaCO2 rises because bronchodilators increase dead space; switch to different bronchodilator class only

d)

Rising PaCO2 is due to metabolic acidosis; give bicarbonate

e)

Rising PaCO2 suggests hyperventilation; encourage patient to breathe slower