wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN UP PPG 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru merancang tujuan pembelajaran dengan indikator:
"Peserta didik dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui sikap jujur, amanah, dan rendah hati."
Di bawah ini adalah beberapa rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap.

Evaluasilah, manakah yang paling sesuai dengan indikator tersebut?

a)

Siswa dapat menjelaskan makna jujur, amanah, dan rendah hati dalam kehidupan.

b)

Siswa menunjukkan sikap jujur, amanah, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

c)

Siswa mengetahui bentuk perilaku terpuji yang menunjukkan keimanan dan ketakwaan.

d)

Siswa mampu membedakan sikap baik dan buruk dalam kehidupan sosial.

e)

Siswa memahami pentingnya keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan beragama.

2.

Seorang guru membahas topik pernikahan dini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru tersebut ingin menyusun tujuan pembelajaran yang sesuai dengan indikator:
"Peserta didik mampu berpikir kritis terhadap fenomena pernikahan dini yang terjadi di masyarakat."
Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling tepat?

a)

Peserta didik dapat menjelaskan dampak pernikahan dini terhadap masa depan remaja.

b)

Peserta didik dapat mengidentifikasi penyebab utama pernikahan dini berdasarkan data kasus.

c)

Peserta didik dapat menganalisis keterkaitan antara pernikahan dini, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

d)

Peserta didik dapat membuat kampanye digital untuk mencegah pernikahan dini di kalangan pelajar.

e)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh kasus pernikahan dini di daerah tempat tinggalnya.

3.

Seorang guru merancang pembelajaran yang menekankan pentingnya kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengangkat hadis tentang keutamaan saling tolong-menolong dan memilih beberapa hadis shahih sebagai materi utama. Dalam pembelajaran, guru ingin peserta didik tidak hanya memahami isi hadis, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan semangat gotong royong.

Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai dengan pendekatan tersebut?

a)

Peserta didik dapat menyalin hadis-hadis tentang tolong-menolong dengan tulisan Arab dan latin secara benar.

b)

Peserta didik dapat menghafal satu hadis shahih tentang kerja sama dan menyebutkan sanadnya.

c)

Peserta didik dapat menyampaikan isi hadis tentang tolong-menolong kepada teman sekelas secara lisan.

d)

Peserta didik dapat melaksanakan proyek kelas berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah secara kelompok sebagai wujud pengalaman hadis.

e)

Peserta didik dapat menjelaskan isi hadis tentang pentingnya membantu sesama secara runut dan logis.

4.

Dalam sebuah pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru menyajikan kisah tentang seseorang yang menerima kenyataan hidupnya dengan lapang dada meskipun mengalami berbagai ujian berat. Kisah tersebut dihubungkan dengan pembahasan tentang takdir, termasuk tradisi lokal yang berkaitan dengan penerimaan terhadap kehendak Allah. Guru ingin menyusun rumusan tujuan pembelajaran yang menekankan ranah sikap, agar peserta didik memiliki penerimaan terhadap tradisi sebagai bentuk pemahaman terhadap takdir. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai?

a)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh tradisi yang berkaitan dengan keyakinan terhadap takdir Allah.

b)

Peserta didik dapat menghargai tradisi yang berkembang di masyarakat sebagai bentuk penerimaan terhadap takdir.n

c)

Peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara takdir dan tradisi masyarakat lokal.

d)

Peserta didik dapat membandingkan pandangan masyarakat terhadap takdir dan pengaruhnya terhadap tradisi.

e)

Peserta didik dapat menghafal dalil tentang takdir sebagai dasar menghormati tradisi yang ada.

5.

Dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis, guru menyajikan materi mengenai ayat Muhkamat dan Mutasyabihat. Ia mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami klasifikasi ayat-ayat tersebut, tetapi juga mampu mengembangkan cara pandang baru dalam menyikapi perbedaan penafsiran yang ada di masyarakat.

Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan manakah yang paling sesuai untuk mendorong kemampuan berpikir dinamis dan inovatif?

a)

Peserta didik dapat membedakan karakteristik ayat Muhkamat dan Mutasyabihat secara rinci.

b)

Peserta didik dapat menghafal contoh-contoh ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dari Al-Qur’an.

c)

Peserta didik dapat merancang pendekatan interpretatif baru terhadap ayat Mutasyabihat sesuai konteks kekinian.

d)

Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat Mutasyabihat.

e)

Peserta didik dapat mengklasifikasikan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan sifat Muhkamat dan Mutasyabihat.

6.

Seorang guru merancang tujuan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi ayat muhkamat dan mutasyabihat. Guru menyusun tujuan agar siswa mampu menganalisis materi tafsir berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik.

Tujuan pembelajaran manakah yang paling tepat?

a)

Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri ayat muhkamat dan mutasyabihat dari beberapa ayat pilihan Al-Qur’an.

b)

Siswa mampu menjelaskan perbedaan antara ayat muhkamat dan mutasyabihat berdasarkan pendapat ulama tafsir.

c)

Siswa mampu menganalisis fungsi dan makna ayat muhkamat dan mutasyabihat dalam menyelesaikan persoalan kehidupan sesuai tingkat perkembangan peserta didik.

d)

Siswa mampu membuat rangkuman isi kandungan ayat muhkamat dan mutasyabihat menggunakan bahasa sendiri.

e)

Siswa mampu menyebutkan contoh ayat muhkamat dan mutasyabihat yang terdapat dalam Al-Qur’an.

7.

Seorang guru PAI menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran klasifikasi hadis. Siswa diminta menelusuri berbagai kitab hadis, lalu menyusun proyek klasifikasi hadis ke dalam bentuk presentasi berbasis studi kasus, dengan menyesuaikan pada struktur keilmuan ilmu hadis dan profil belajar masing-masing kelompok.

Tujuan pembelajaran yang paling tepat untuk menggambarkan aktivitas ini adalah:

a)

Siswa mampu membedakan kategori hadis sahih, hasan, dan dhaif berdasarkan sanad dan matan, lalu menjelaskannya dalam bentuk narasi individual.

b)

Siswa mampu menyusun peta analisis sanad dan matan dari beberapa hadis pilihan, serta mengaitkannya dengan prinsip klasifikasi hadis sesuai kaidah ilmu musthalah al-hadis.

c)

Siswa mampu merancang infografis klasifikasi hadis berdasarkan sumber kitab hadis dengan menyisipkan ringkasan biografi perawi utama.

d)

Siswa mampu mengelompokkan hadis-hadis berdasarkan kualitas sanad menggunakan metode klasifikasi tradisional dan modern secara paralel.

e)

Siswa mampu mempresentasikan definisi dan contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif melalui video pendek hasil kerja kelompok.

8.

Seorang guru melakukan evaluasi pembelajaran pada materi rahasia takdir menggunakan pendekatan Discovery Based Learning (DBL). Evaluasi dirancang agar peserta didik memahami hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir sesuai karakteristik peserta didik.

Manakah pernyataan berikut yang paling sesuai sebagai indikator evaluasi tujuan pembelajaran?

a)

Siswa mampu menghafal pengertian takdir dan hari akhir berdasarkan buku paket.

b)

Siswa mampu menyebutkan contoh bentuk takdir dan kaitannya dengan hari akhir.

c)

Siswa mampu menguraikan hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir berdasarkan hasil penemuan mandiri.

d)

Siswa mampu menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an tentang takdir dan hari akhir secara lengkap.

e)

Siswa mampu mendiskusikan materi takdir dan hari akhir secara kelompok tanpa bimbingan guru

9.

Dalam perencanaan pembelajaran untuk pembentukan akhlak karimah sebagai bagian dari pengembangan karakter bangsa, seorang pendidik perlu menyusun alur materi ajar yang sesuai dengan pendekatan TPACK.

Manakah dari pendekatan berikut yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

Menyusun materi ajar yang sepenuhnya bergantung pada teknologi terkini, tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik atau nilai akhlak karimah.

b)

Fokus pada penggunaan metode pembelajaran tradisional tanpa melibatkan teknologi, untuk mengajarkan akhlak karimah sebagai bagian dari karakter bangsa.

c)

Mengintegrasikan teknologi secara efektif dengan pendekatan pedagogis yang sesuai, sehingga materi ajar dapat lebih mudah disesuaikan dengan karakteristik peserta

d)

Menyusun materi ajar berdasarkan teori pendidikan yang kaku tanpa menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi dan pengembangan karakter peserta didik.

e)

Menggunakan teknologi untuk memperkenalkan topik-topik baru, tetapi mengabaikan nilai-nilai akhlak karimah dalam alur materi ajar.

10.

Dalam perencanaan pelaksanaan materi ajar fiqih kontemporer dengan pendekatan Discovery Learning (DL), seorang pendidik harus dapat menyusun alur materi ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Manakah dari pendekatan berikut yang paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut?

a)

Menyusun materi ajar dengan mengutamakan ceramah sebagai metode utama, tanpa memberikan kesempatan untuk eksplorasi atau penemuan.

b)

Menggunakan metode tanya jawab secara berulang tanpa memberi ruang untuk peserta didik melakukan eksplorasi terhadap konsep fiqih kontemporer.

c)

Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menemukan dan memahami konsep fiqih kontemporer melalui eksplorasi, diskusi, dan pemecahan masalah dengan bimbingan

d)

Menggunakan materi ajar yang bersifat teori dan hanya menjelaskan konsep fiqih kontemporer tanpa memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif berpartisipasi.

e)

Menyusun materi ajar berdasarkan buku teks tanpa menggunakan metode pembelajaran yang memfasilitasi penemuan dan eksplorasi.

11.

Dalam pelaksanaan pembelajaran materi transformasi peradaban Islam, seorang guru menggunakan model pelayanan konseling untuk membantu peserta didik memahami perubahan sosial secara logis. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.

Pernyataan manakah yang paling sesuai dijadikan indikator tujuan pembelajaran?

a)

Siswa mampu menyebutkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah peradaban Islam.

b)

Siswa mampu menghafal periode perkembangan peradaban Islam secara kronologis.

c)

Siswa mampu menyusun alur materi ajar transformasi peradaban Islam sesuai isu-isu sosial yang relevan dengan kondisi peserta didik.

d)

Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor runtuhnya peradaban Islam di masa klasik.

e)

Siswa mampu menyalin catatan guru tentang perubahan peradaban Islam dari masa ke masa.

12.

Di sebuah sekolah, guru-guru PAI diminta untuk mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P5) ke dalam pembelajaran. Seorang guru menyusun RPP dan menemukan bahwa beberapa materi kurang relevan dengan kondisi sosial siswa. Guru lalu membandingkan antara materi ajar yang direncanakan dan profil serta kebutuhan siswa di kelas. Tindakan guru tersebut menunjukkan kemampuan...

a)

Menyusun ulang daftar nilai P5 berdasarkan urutan prioritas.

b)

Memilih dimensi P5 yang paling sering muncul dalam silabus nasional.

c)

Menghafal dimensi dan elemen nilai P5 dari modul yang disediakan Kemendikbud.

d)

Menganalisis keterkaitan antara materi ajar yang ada dengan konteks kehidupan peserta didik.

e)

Menyampaikan materi P5 secara kreatif dengan memanfaatkan teknologi.

13.

13 Seorang guru PAI telah melaksanakan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PPRA) melalui aktivitas kerja kelompok, studi kasus, dan refleksi keberagaman. Namun, setelah kegiatan berlangsung, guru melihat masih ada siswa yang menunjukkan sikap eksklusif dan kurang toleran.

Dalam menanggapi kondisi ini, keputusan mana yang paling tepat diambil guru?

a)

Menambahkan materi ajar tentang kerukunan umat beragama di pertemuan berikutnya.

b)

Mengganti metode kerja kelompok dengan tugas individu agar tidak terjadi gesekan.

c)

Melanjutkan pembelajaran sesuai rencana karena sebagian besar siswa sudah aktif.

d)

Menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan memperhatikan dinamika sosial siswa selama proses belajar.

e)

Memberikan penugasan tentang pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

14.

Seorang guru PAI mengangkat fenomena sosial dari masyarakat sekitar sekolah, seperti perbedaan pandangan dalam praktik keagamaan dan meningkatnya intoleransi di media sosial. Guru lalu merancang materi ajar yang menekankan pentingnya keseimbangan dalam beragama, toleransi, dan menghargai perbedaan. Dalam proses evaluasi pembelajaran, guru menyadari bahwa sebagian siswa justru menunjukkan kecenderungan menilai kelompok lain secara sempit.

Langkah yang paling tepat dilakukan guru adalah...

a)

Menugaskan siswa untuk membuat poster tentang pentingnya Islam sebagai agama yang damai.

b)

Menambahkan kutipan ayat-ayat Al-Qur'an tentang toleransi dalam materi ajar berikutnya.

c)

Melanjutkan pembelajaran sesuai modul karena mayoritas siswa sudah memahami isinya.

d)

Meninjau kembali pendekatan dan isi materi yang telah digunakan agar lebih sesuai dengan pengalaman nyata siswa.

e)

Mengajak siswa berdiskusi tentang definisi moderasi dari sudut pandang para ulama.

15.

Dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama, pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah sangat penting. Berdasarkan pernyataan berikut, manakah alasan yang paling tepat untuk mengembangkan materi ajar tersebut di dalam konteks pendidikan agama Islam?

a)

Karena Islam mengajarkan untuk menegakkan hukum dengan tegas tanpa kompromi terhadap perbedaan.

b)

Karena nilai-nilai Islam dapat diterima secara universal, tanpa mengesampingkan ajaran-ajaran dasar yang telah ada.

c)

Karena moderasi beragama mengarah pada penguatan perbedaan tanpa usaha menyatukan pandangan yang bertentangan

d)

Karena Islam sebagai agama moderat memberikan ruang bagi perbedaan pendapat dalam batas-batas yang jelas, sambil mengedepankan sikap saling menghormati.

e)

Karena Islam mengajarkan untuk mengikuti pemahaman satu golongan tanpa mempertimbangkan pandangan golongan lain.

16.

Dalam pembelajaran tafsir, guru ingin merancang kegiatan yang menuntut peserta didik menganalisis ayat muhkamad dan mutasyabihat secara kontekstual dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Manakah rancangan pembelajaran berikut yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

Menggunakan tafsir klasik untuk menjelaskan perbedaan muhkamad dan mutasyabihat, lalu diskusi masalah sosial.

b)

Memberikan kasus nyata yang relevan, lalu peserta didik diminta menyusun tafsir sendiri berdasarkan perbandingan berbagai pandangan ulama.

c)

Ceramah panjang lalu tugas esai tentang penerapan tafsir.

d)

Presentasi teori tafsir, lalu peserta didik memilih teori yang cocok tanpa bahas konteks sosial.

e)

Kelompok menganalisis ayat lalu debat hasil tafsirnya.

17.

Seorang dosen akan mengajarkan materi klasifikasi hadis (sahih, hasan, daif) kepada mahasiswa dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dosen ingin menyusun rancangan pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pemahaman materi berdasarkan struktur keilmuan hadis, tetapi juga mengasah keterampilan pedagogik mahasiswa sebagai calon guru.

Dari pilihan berikut, rancangan pembelajaran mana yang paling tepat diterapkan?

a)

Mahasiswa diminta membaca kitab ulumul hadis, lalu membuat rangkuman klasifikasi hadis.

b)

Dosen menyampaikan ceramah, lalu memberikan soal pilihan ganda sebagai evaluasi akhir.

c)

Mahasiswa diminta menganalisis kasus penyebaran hadis daif di media sosial, lalu merancang skenario pembelajaran berbasis masalah yang sesuai untuk siswa MA.

d)

Mahasiswa membandingkan pendapat para ulama tentang hadis maudhu’, lalu menyusun makalah akademik.

e)

Mahasiswa menyusun soal latihan klasifikasi hadis secara individual tanpa diskusi kelompok.

18.

Dalam pembelajaran PAI, guru ingin membahas hubungan takdir dan iman kepada hari akhir dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) yang mengintegrasikan teknologi. Manakah rancangan pembelajaran yang paling sesuai

a)

Menonton video ceramah lalu mengerjakan soal pilihan ganda secara daring.

b)

Membuat infografis tentang jenis takdir menggunakan aplikasi desain.

c)

Menelusuri kasus viral yang menyimpang dari pemahaman takdir, lalu merancang pembelajaran digital interaktif secara kelompok.

d)

Merangkum kitab Aqidah tentang takdir dan hari akhir dalam format digital.

e)

Menonton film religi lalu menulis refleksi di platform pembelajaran.

19.

Seorang guru PAI akan mengajarkan topik tentang mu’jizat, karamah, dan sihir kepada peserta didik yang sangat beragam dalam gaya belajar dan latar belakang pemahaman agama. Guru ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu agar setiap peserta didik dapat memahami materi sesuai dengan kemampuannya. Manakah rancangan pembelajaran berikut yang paling sesuai?

a)

Siswa membaca buku lalu menjawab soal essay secara individu.

b)

Guru menjelaskan, lalu semua siswa membuat rangkuman.

c)

Kelompok siswa mengekspresikan pemahamannya lewat media berbeda sesuai minat.

d)

Semua siswa menonton video lalu diskusi kelas.

e)

Guru memberikan kuis pilihan ganda untuk seluruh siswa.

20.

Guru PAI akan menyampaikan materi pembentukan akhlak karimah kepada siswa yang beragam dalam karakter dan cara belajar. Ia ingin merancang pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan berbasis perbedaan individu dan prinsip pedagogik. Manakah strategi pembelajaran yang paling tepat?

a)

Semua siswa membuat mind map setelah menonton video akhlak.

b)

Guru memberi tugas esai yang sama kepada seluruh siswa.

c)

Diskusi kelas dengan tanya jawab terbuka yang dipimpin guru.

d)

Siswa memilih satu dari tiga kegiatan: membuat poster, menulis refleksi, atau merekam video pesan moral.

e)

Semua siswa dikelompokkan dan membuat presentasi PowerPoint tentang akhlak mulia.

21.

Dalam mengajarkan materi fiqih kontemporer, seorang guru menghadapi siswa dengan kemampuan digital yang bervariasi. Ia ingin menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu, serta memanfaatkan teknologi secara tepat agar setiap siswa bisa belajar optimal. Strategi mana yang paling sesuai?

a)

Memberikan video penjelasan materi dan tugas refleksi dalam bentuk tulisan.

b)

Menyuruh semua siswa membuat makalah tentang isu fiqih modern menggunakan referensi daring.

c)

Memberikan kuis daring setelah ceramah materi sebagai penilaian akhir.

d)

Menyuruh siswa menyalin ringkasan materi fiqih dari e-book dan mengumpulkan melalui platform pembelajaran.

e)

Menawarkan beberapa bentuk tugas digital seperti infografis, podcast, atau video pendek sesuai preferensi siswa.

22.

Dalam pembelajaran PAI dengan topik hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam. Ia merancang kegiatan agar siswa tidak hanya memahami teks normatif, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kondisi masyarakat saat ini, serta membangun argumentasi berdasarkan nilai-nilai keislaman. Strategi manakah yang paling tepat untuk tujuan tersebut?

a)

Siswa diminta menyusun makalah ilmiah berdasarkan kajian kitab tafsir klasik dan kontemporer lalu dipresentasikan.

b)

Siswa berdiskusi kelompok membahas dalil-dalil terkait hak rakyat kemudian menghafalnya.

c)

Guru memberi tugas membuat peta konsep dari isi materi buku ajar.

d)

Siswa diminta menonton film dokumenter sosial lalu menyusun opini kritis berdasarkan nilai-nilai Islam.

e)

Siswa menjawab soal-soal HOTS berbasis narasi sejarah Islam di masa khulafaur rasyidin.

23.

Seorang guru hendak mengajarkan perkembangan kepemimpinan Islam kepada siswa SMA. Ia ingin menerapkan pembelajaran mendalam dengan memfokuskan proses belajar pada konstruksi pengetahuan, refleksi nilai-nilai kepemimpinan, dan keterkaitannya dengan kehidupan siswa. Berdasarkan prinsip pedagogis, strategi manakah yang paling mendukung pembelajaran tersebut?

a)

Guru meminta siswa membuat laporan hasil studi pustaka dari berbagai sumber tentang tokoh kepemimpinan Islam.

b)

Guru menyusun lembar kerja berisi pertanyaan tentang fakta sejarah dan meminta siswa menjawabnya dalam kelompok.

c)

Siswa menyusun portofolio digital berisi refleksi pribadi, studi kasus, dan analisis nilai kepemimpinan Islam yang relevan dengan situasi saat ini.

d)

Siswa diminta membaca satu buku biografi pemimpin Islam dan membuat ringkasan tiap babnya.

e)

Guru memberikan lembar ringkasan materi dan meminta siswa menjawab soal evaluasi akhir bab.

24.

Seorang guru PAI hendak mengajarkan materi nilai-nilai karakter Islami dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Ia juga ingin mengintegrasikan teknologi untuk memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan dapat menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata. Rancangan pembelajaran manakah yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

Siswa diminta membuat jurnal digital tentang nilai-nilai karakter yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, serta dampaknya terhadap masyarakat, yang kemudian dipresentasikan dalam kelas online.

b)

Guru memberikan kuis berbasis aplikasi yang berisi soal-soal terkait nilai karakter, lalu siswa diminta menjawabnya dengan waktu terbatas.

c)

Guru membagikan materi berupa artikel tentang tokoh Islam dan pengaruh nilai karakter dalam kehidupan mereka, lalu siswa mendiskusikan artikel tersebut di kelas

d)

Siswa diminta membuat blog pribadi yang berisi refleksi tentang bagaimana mereka mengaplikasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan feedback dari teman-temannya.

e)

Guru memberikan tugas kelompok di mana setiap kelompok meneliti contoh penerapan nilai karakter dalam konteks global dan menyajikan hasilnya dalam bentuk video interaktif.

25.

Seorang guru mengajarkan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat dengan menggunakan pendekatan berbasis TPACK. Ia berencana memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengajaran yang sesuai dengan karakteristik materi tersebut, serta mendalami dimensi pedagogis dan konten yang relevan. Manakah strategi pembelajaran berikut yang paling efektif dalam konteks ini?

a)

Siswa diminta membuat video presentasi tentang berbagai pandangan dalam Islam yang menunjukkan moderasi dan mengunggahnya di platform pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dari teman-teman.

b)

Guru menyajikan materi tentang Islam moderat menggunakan slide presentasi interaktif, lalu siswa diminta membaca artikel terkait dan membuat ringkasan di forum diskusi online.

c)

Siswa diberikan tugas untuk mencari dan membandingkan artikel tentang berbagai pemahaman tentang moderasi Islam, lalu menyajikan hasilnya dalam bentuk presentasi kelompok.

d)

Guru mengajak siswa menonton video dokumenter tentang sejarah moderasi Islam dan kemudian mendiskusikan pertanyaan terkait dalam kelas tatap muka.

e)

Guru memberikan kuis berbasis aplikasi yang mengukur pemahaman siswa terhadap materi moderasi Islam dan memberikan umpan balik instan.

26.

Seorang dosen menyadari bahwa materi kajian tafsir yang digunakan belum relevan dengan isu-isu kekinian. Ia ingin menciptakan suasana belajar yang aktif dan aman, serta menghasilkan lulusan berkarakter unggul. Pendekatan PBL dipilih. Langkah awal yang paling tepat dilakukan dosen tersebut adalah…

a)

Menyampaikan seluruh materi secara sistematis agar tidak terjadi kesalahan pemahaman.

b)

Menyuruh mahasiswa menghafalkan tafsir dari kitab-kitab utama.

c)

Memberikan ceramah panjang untuk menjelaskan maksud dari ayat-ayat.

d)

Menyediakan masalah nyata yang relevan untuk dianalisis bersama mahasiswa.

e)

Membagikan materi dalam bentuk e-book agar bisa dipelajari mandiri.

27.

Dalam suatu perkuliahan, dosen menyadari bahwa materi klasifikasi hadis yang disampaikan kurang relevan dengan konteks masa kini. Untuk memperbaikinya, ia menerapkan pendekatan PjBL agar suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menumbuhkan karakter unggul. Strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai?

a)

Mahasiswa diminta membaca kitab hadis dan menuliskan ringkasan dalam makalah.

b)

Mahasiswa mengembangkan proyek digital untuk menjelaskan klasifikasi hadis dalam konteks kekinian.

c)

Dosen menjelaskan klasifikasi hadis lalu mengadakan kuis online untuk menilai pemahaman.

d)

Mahasiswa berdiskusi kelompok untuk membandingkan hadis shahih dan dhaif.

e)

Mahasiswa menonton video pembelajaran dan membuat laporan individu.

28.

Seorang guru menyadari bahwa materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir terasa kaku dan kurang relevan dengan perkembangan zaman. Untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, guru tersebut memilih strategi pembelajaran yang memberi ruang variasi gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar. Strategi pembelajaran yang paling tepat digunakan adalah….

a)

Problem Based Learning

b)

Project Based Learning

c)

Discovery Based Learning

d)

Differentiation Based Learning

e)

Inquiry Based Learning

29.

Guru merasa bahwa penyajian materi mu'jizat, karamah, atau sihir kurang sesuai dengan konteks kekinian yang dihadapi siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif dan membangun pemahaman mendalam yang terhubung dengan nilai-nilai keislaman serta kehidupan modern, guru merancang pembelajaran yang mendorong siswa menganalisis secara kritis, merefleksi, dan mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata. Model pembelajaran yang paling sesuai adalah:

a)

Problem Based Learning

b)

Project Based Learning

c)

Inquiry Based Learning

d)

Differentiation Based Learning

e)

Deep Learning

30.

Dalam perkuliahan Pendidikan Agama Islam, dosen menyampaikan materi pembentukan akhlak karimah secara konvensional. Padahal, mahasiswa mengeluh kurang tertarik karena metode yang digunakan tidak sesuai dengan kebiasaan generasi digital. Manakah strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi hal ini dengan mengacu pada pendekatan TPACK?

a)

Mahasiswa diminta menghafal nilai-nilai akhlak dan mempresentasikannya secara lisan.

b)

Dosen memberikan ceramah panjang disertai tanya jawab tentang pentingnya akhlak karimah.

c)

Mahasiswa diminta menyusun video kreatif tentang akhlak karimah dengan memanfaatkan aplikasi digital.

d)

Mahasiswa menyalin materi akhlak dari buku referensi dan mendiskusikannya dalam kelompok.

e)

Dosen memberi tugas membuat makalah dan menyajikannya dalam presentasi kelas.

31.

Pada perkuliahan fikih kontemporer, sejumlah mahasiswa merasa materi yang disampaikan tidak menyentuh masalah aktual yang mereka hadapi, bahkan membuat mereka kurang termotivasi untuk berdiskusi. Untuk menjawab tantangan ini, model pembelajaran apa yang paling tepat digunakan agar proses belajar menjadi progresif dan adaptif terhadap kondisi mahasiswa?

a)

Memberikan kuis interaktif tentang materi fikih dan mendiskusikan jawabannya bersama dosen.

b)

Mengadakan sesi refleksi dan konseling terstruktur untuk memahami hambatan belajar mahasiswa lalu menyusun solusi bersama.

c)

Menugaskan mahasiswa untuk membandingkan fatwa kontemporer dengan hukum klasik dalam bentuk presentasi kelompok.

d)

Menyediakan materi dalam bentuk video, infografis, dan artikel lalu memberi soal evaluasi individu.

e)

Mengarahkan mahasiswa membuat karya tulis ilmiah tentang isu-isu fikih kontemporer yang relevan.

32.

Dalam kelas PAI, terdapat mahasiswa dengan kebutuhan khusus yang kesulitan mengikuti pembelajaran materi hak-hak rakyat dalam Islam. Pendekatan apa yang tepat agar semua mahasiswa dapat mengakses dan memahami materi secara optimal?

a)

Mahasiswa dengan kebutuhan khusus ditempatkan di kelompok belajar tersendiri.

b)

Dosen menyediakan modul alternatif yang dapat diakses semua mahasiswa sesuai kebutuhan belajarnya.

c)

Mahasiswa diberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas.

d)

Mahasiswa diberi materi dalam bentuk cetak untuk memudahkan akses.

e)

Dosen memberikan materi yang sama kepada semua mahasiswa tanpa penyesuaian.

33.

Materi tentang perkembangan kepemimpinan Islam dianggap mahasiswa terlalu bersifat sejarah masa lalu dan kurang menyentuh konteks saat ini. Strategi mana yang paling tepat untuk membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan adaptif?

a)

Mahasiswa membuat analisis perkembangan kepemimpinan Islam dan membandingkannya dengan kepemimpinan masa kini.

b)

Dosen menjelaskan panjang lebar tentang tokoh-tokoh kepemimpinan masa lampau.

c)

Mahasiswa diminta menulis biografi singkat tokoh Islam.

d)

Mahasiswa diminta membuat mindmap perkembangan khalifah.

e)

Mahasiswa mendengarkan podcast tentang sejarah Islam.

34.

Mahasiswa merasa materi karakter terlalu normatif dan kurang kontekstual. Bagaimana strategi pembelajaran yang tepat agar mahasiswa dapat memahami nilai karakter dalam realitas sosial?

a)

Dosen memberikan tes formatif tentang nilai-nilai karakter.

b)

Mahasiswa menyalin kutipan nilai karakter dari buku ajar.

c)

Mahasiswa diminta membuat slogan karakter positif.

d)

Mahasiswa menyusun poster nilai karakter untuk ditempel di kelas.

e)

Mahasiswa mengamati perilaku sosial di sekitar, lalu menyusun laporan tentang nilai karakter yang ditemukan.

35.

Materi Islam sebagai agama yang moderat disampaikan dengan cara satu arah dan kurang melibatkan mahasiswa. Padahal, mahasiswa ingin menyampaikan sudut pandangnya dalam konteks sosial terkini. Strategi mana yang paling tepat digunakan?

a)

Mahasiswa membuat makalah tentang sejarah moderasi dalam Islam.

b)

Dosen menyajikan ceramah dan menutup sesi dengan tanya jawab.

c)

Mahasiswa membuat vlog kampanye toleransi antarumat beragama berdasarkan nilai Islam.

d)

Mahasiswa diberikan kuis terkait makna moderasi dalam Islam.

e)

Mahasiswa mendengarkan ceramah dari tokoh agama tentang toleransi.

36.

Dalam pembelajaran tafsir menggunakan pendekatan PBL, peserta didik diminta mengkaji makna ayat secara mendalam, bekerja dalam kelompok, dan mempresentasikan hasil diskusi. Berdasarkan aktivitas tersebut, teknik asesmen manakah yang paling tepat digunakan?

a)

Tes pilihan ganda untuk mengevaluasi pemahaman isi ayat.

b)

Jurnal reflektif untuk menilai proses berpikir peserta didik.

c)

Rubrik penilaian presentasi untuk menilai aspek sikap dan keterampilan kolaborasi.

d)

Portofolio hasil terjemahan ayat untuk menilai penguasaan kosakata.

e)

Lembar observasi keterlibatan siswa saat ceramah guru.

37.

Dalam mata kuliah klasifikasi hadis, mahasiswa diminta bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan media edukatif tentang perbedaan hadis shahih, hasan, dan dhaif, lalu memaparkan hasilnya dalam forum diskusi kelas. Dosen ingin menilai keterampilan kolaboratif, pemahaman isi, dan cara penyampaian. Instrumen asesmen manakah yang paling tepat digunakan?

a)

Lembar pengamatan saat diskusi berlangsung.

b)

Soal esai tentang ciri-ciri masing-masing jenis hadis.

c)

Kuis individu berbasis daring setelah presentasi.

d)

Rubrik penilaian terstruktur dengan aspek proses dan presentasi.

e)

Catatan refleksi pribadi dari masing-masing mahasiswa.

38.

Dalam proses pembelajaran materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, guru menerapkan pendekatan Deep Learning untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan reflektif. Lingkungan belajar disusun agar siswa dapat berdiskusi secara mendalam, mengaitkan materi dengan kehidupan, serta membangun kesadaran diri. Teknik asesmen apa yang paling sesuai digunakan dalam konteks tersebut?

a)

Tes pilihan ganda

b)

Observasi sikap

c)

Portofolio

d)

Angket penilaian diri

e)

Unjuk kerja

39.

Dalam pembelajaran materi mu'jizat, karamah, dan sihir, dosen menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan aktif. Mahasiswa berdiskusi kelompok, mempresentasikan hasil analisis dari sumber-sumber tafsir klasik dan kontemporer, serta menanggapi pendapat teman secara terbuka. Instrumen asesmen mana yang paling tepat digunakan untuk mengevaluasi proses pembelajaran tersebut?

a)

Kuesioner evaluasi diri berbasis Likert.

b)

Rubrik penilaian hasil karya infografis.

c)

Lembar observasi keterlibatan diskusi.

d)

Tes pilihan ganda berbasis narasi.

e)

Jurnal refleksi pembelajaran individu

40.

Dalam pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah, dosen mengajak peserta didik menonton film bertema keteladanan, berdiskusi, dan membuat refleksi nilai-nilai akhlak. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman konsep, kesadaran moral, dan kemampuan menerapkan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Teknik asesmen apa yang paling sesuai untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran secara utuh?

a)

Tes objektif tentang nilai-nilai akhlak dalam Islam.

b)

Penugasan membuat esai reflektif tentang pengalaman moral pribadi.

c)

Lembar observasi perilaku selama kegiatan diskusi.

d)

Wawancara langsung dengan peserta didik mengenai pemahaman akhlak.

e)

Pemberian jurnal belajar harian tentang penerapan nilai akhlak.

41.

Dalam pembelajaran fiqih kontemporer, mahasiswa diajak berdiskusi, menganalisis kasus nyata terkait hukum zakat digital, dan membuat simulasi presentasi hasil analisis. Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat dengan adab, dan memahami konsep hukum Islam masa kini. Instrumen asesmen apa yang paling tepat untuk menilai ketercapaian tujuan tersebut?

a)

Lembar observasi keterlibatan diskusi dan sikap saat menyampaikan pendapat

b)

Kuesioner persepsi terhadap hukum zakat digital

c)

Tes objektif tentang hukum zakat dan fiqih kontemporer

d)

Rubrik penilaian presentasi dan argumentasi hukum Islam

e)

Tes lisan tentang pemahaman fiqih zakat

42.

Dalam pembelajaran materi hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru telah melakukan asesmen awal untuk mengetahui pemahaman dasar siswa. Selanjutnya, guru ingin melanjutkan pembelajaran dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya guna mengetahui perkembangan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa.
Teknik asesmen manakah yang paling tepat digunakan?

a)

Penilaian formatif

b)

Penilaian sumatif

c)

Penilaian awal

d)

Penilaian acak

e)

Penilaian selektif

43.

Dalam pembelajaran materi perkembangan kepemimpinan Islam, guru telah mengumpulkan data hasil asesmen sebelumnya yang menunjukkan variasi kemampuan siswa. Untuk melanjutkan proses pembelajaran dan mengevaluasi perkembangan siswa pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, instrumen asesmen apa yang paling tepat digunakan?

a)

Lembar observasi

b)

Soal pilihan ganda

c)

Kuesioner

d)

Lembar penilaian diri

e)

Rubrik penilaian

44.

Dalam proses pembelajaran pendidikan nilai atau karakter, guru telah melakukan asesmen awal terhadap sikap dan pemahaman siswa. Untuk melanjutkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa, teknik asesmen apa yang paling tepat digunakan untuk memantau perubahan pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan?

a)

Observasi berkelanjutan

b)

Ujian pilihan ganda

c)

Angket tertutup

d)

Tes uraian

e)

Penilaian sejawat

45.

Seorang guru akan mengajarkan materi Islam sebagai agama yang moderat di kelas XI. Sebelum memulai, guru telah melaksanakan asesmen awal. Untuk memantau perkembangan siswa berdasarkan data awal tersebut, instrumen asesmen apa yang sebaiknya digunakan agar pencapaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dapat terukur secara objektif dan menyeluruh?

a)

Angket tertutup

b)

Rubrik penilaian

c)

Tes pilihan ganda

d)

Daftar hadir

e)

Jurnal harian siswa

46.

Dalam proses pembelajaran fiqih kontemporer, seorang guru menggunakan presentasi multimedia untuk menjelaskan isu-isu aktual, namun siswa terlihat kurang aktif berdiskusi dan hanya fokus pada tayangan visual. Guru menyadari bahwa meskipun teknologi dimanfaatkan, tujuan pembelajaran belum tercapai secara optimal. Dari narasi tersebut, praktik baik apa yang seharusnya dilakukan guru dalam merencanakan pembelajaran secara berkelanjutan?

a)

Menambahkan lebih banyak tayangan video yang menarik perhatian siswa

b)

Memberikan lembar kerja siswa setelah pemutaran video

c)

Menyusun RPP dengan menyeimbangkan unsur konten, pedagogi, dan teknologi

d)

Mengurangi penggunaan teknologi agar siswa tidak pasif

e)

Meminta siswa membuat resume dari materi yang ditayangkan

47.

Saat mengajar perkembangan kepemimpinan Islam, guru menggunakan media presentasi interaktif dan memberikan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi. Namun, hanya sebagian siswa yang terlibat aktif, sedangkan lainnya cenderung diam dan tidak berpartisipasi. Guru merasa bahwa strategi yang digunakan belum optimal dalam mengakomodasi seluruh peserta didik. Berdasarkan kasus tersebut,

praktik baik apa yang dapat diterapkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran?

a)

Mengganti metode diskusi dengan ceramah agar materi tersampaikan merata

b)

Menambahkan kuis berbasis aplikasi setelah sesi diskusi selesai

c)

Mengurangi pertanyaan terbuka dan memperbanyak latihan soal

d)

Melakukan refleksi pembelajaran dan memberikan umpan balik personal

e)

E. Mengatur ulang tempat duduk agar siswa saling berhadapan

48.

Seorang guru PAI mengajar materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan video pembelajaran dan diskusi kelompok. Namun, saat melakukan evaluasi, guru hanya memberikan tes pilihan ganda tanpa mencerminkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan nyata. Evaluasi ini dianggap kurang menggambarkan hasil belajar secara komprehensif. Apa praktik baik yang seharusnya dilakukan guru dalam evaluasi pembelajaran?

a)

Memberikan tugas membuat rangkuman materi setiap pertemuan

b)

Mengganti video pembelajaran dengan ceramah langsung

c)

Menambahkan penilaian observasi sikap dan portofolio perilaku siswa

d)

Menugaskan siswa membaca ulang materi dari buku paket

e)

Mengadakan ulangan harian tiap akhir pekan

49.

Dalam proses pembelajaran, seorang guru PAI memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan materi dan melakukan asesmen. Ia juga aktif mengikuti pelatihan, berdiskusi dalam komunitas profesional daring, serta melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa untuk perbaikan metode mengajar. Berdasarkan ilustrasi tersebut, bagaimana penilaian terhadap kemampuan guru tersebut dalam kaitannya dengan pengembangan diri secara berkelanjutan?

a)

Guru mengintegrasikan teknologi untuk memperkuat interaksi belajar namun belum terlihat refleksi terhadap prosesnya.

b)

Guru menunjukkan pemanfaatan teknologi dan keterlibatan komunitas sebagai bentuk aktualisasi profesionalnya.

c)

Guru fokus pada penggunaan platform digital sebagai alat bantu penyampaian materi dan asesmen.

d)

Guru menyeimbangkan antara penguasaan materi, pemanfaatan teknologi, dan evaluasi praktik pembelajaran.

e)

Guru mengikuti tren digitalisasi pembelajaran sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman.

50.

Seorang guru menggunakan teknologi AI untuk menyajikan materi dengan video interaktif. Namun, sebagian siswa terlihat kurang fokus dan hanya tertarik pada aspek visual tanpa memahami isi materi. Sebagai calon guru profesional, tindakan ilmiah apa yang sebaiknya dilakukan?

a)

Mengganti video dengan bacaan teks agar siswa lebih serius belajar.

b)

Menyisipkan pertanyaan reflektif di sela video untuk meningkatkan keterlibatan kognitif.

c)

Mengulang materi melalui ceramah agar siswa fokus pada isi.

d)

Mengalihkan penggunaan AI ke pelajaran lain yang lebih sesuai.

e)

Mengurangi penggunaan media visual dalam pembelajaran.