wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ak menengah p5

Total questions: 62

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Persediaan menurut PSAK 14 adalah:

a)

Aktiva tetap perusahaan

b)

Aset keuangan jangka pendek

c)

Aset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal

d)

Investasi jangka panjang

2.

Yang bukan merupakan contoh persediaan adalah:

a)

Barang dagangan

b)

Kendaraan operasional perusahaan

c)

Bahan baku

d)

Barang dalam proses

3.

Fungsi utama persediaan dalam perusahaan dagang adalah:

a)

Alat investasi

b)

Pendukung promosi

c)

Dijual kembali untuk memperoleh laba

d)

Sebagai alat jaminan

4.

Persediaan dinilai sebagai aset lancar karena:

a)

Diperoleh dengan utang jangka panjang

b)

Akan dikonsumsi atau dijual dalam siklus operasi normal

c)

Tidak dapat diuangkan

d)

Berumur panjang

5.

Barang dalam proses terutama dijumpai pada:

a)

Perusahaan jasa

b)

Perusahaan dagang

c)

Perusahaan manufaktur

d)

Perusahaan distribusi

6.

Biaya perolehan persediaan mencakup:

a)

Hanya harga beli

b)

Harga jual ditambah laba

c)

Harga beli, biaya pengangkutan, dan biaya penanganan

d)

Biaya promosi

7.

Biaya impor dan pajak yang tidak dapat dikreditkan termasuk dalam:

a)

Beban administrasi

b)

Beban penjualan

c)

Biaya perolehan persediaan

d)

Pendapatan lain-lain

8.

Jika perusahaan membeli persediaan secara kredit, maka biaya perolehan:

a)

Tidak termasuk diskon

b)

Dikurangi dengan diskon pembelian

c)

Harus dijumlahkan dengan diskon

d)

Tidak dihitung

9.

Biaya penyimpanan masuk ke dalam biaya perolehan jika:

a)

Barang telah dijual

b)

Biaya tersebut tidak terhindarkan dalam proses produksi

c)

Biaya tersebut dibayar di muka

d)

Bersifat tetap

10.

Biaya overhead pabrik masuk dalam biaya persediaan jika:

a)

Hanya pada perusahaan dagang

b)

Dialokasikan secara sistematis dan rasional dalam produksi

c)

Tidak dapat dihindari

d)

Tidak signifikan

11.

Metode penilaian persediaan menurut PSAK 14:

a)

Metode persentase

b)

FIFO dan rata-rata tertimbang

c)

Metode tunai dan akrual

d)

LIFO

12.

Dalam metode FIFO, persediaan akhir terdiri dari:

a)

Barang yang dibeli pertama

b)

Barang yang dibeli terakhir

c)

Barang dengan harga tertinggi

d)

Barang campuran

13.

Jika harga naik, maka metode FIFO menghasilkan:

a)

Laba kotor lebih tinggi

b)

Laba kotor lebih rendah

c)

Tidak ada pengaruh

d)

Rugi bersih

14.

Dalam metode rata-rata tertimbang, nilai barang dijual dihitung berdasarkan:

a)

Harga beli terakhir

b)

Harga beli pertama

c)

Harga rata-rata semua pembelian

d)

Nilai pasar

15.

PSAK 14 tidak memperkenankan metode:

a)

FIFO

b)

Rata-rata

c)

LIFO

d)

Biaya standar

16.

Dua metode pencatatan persediaan adalah:

a)

FIFO dan LIFO

b)

LIFO dan Rata-rata

c)

Metode periodik dan metode perpetual

d)

Metode tunai dan akrual

17.

Dalam metode periodik, nilai persediaan akhir ditentukan dengan:

a)

Mencatat setiap transaksi

b)

Melakukan perhitungan fisik pada akhir periode

c)

Menggunakan kartu stok

d)

Buku kas

18.

Metode perpetual mencatat:

a)

Setiap perubahan persediaan secara langsung

b)

Hanya pembelian

c)

Hanya penjualan

d)

Saldo awal saja

19.

Metode pencatatan yang tidak memerlukan jurnal penyesuaian persediaan akhir:

a)

Periodik

b)

Perpetual

c)

Campuran

d)

Manual

20.

Dalam metode periodik, akun persediaan hanya diperbarui:

a)

Saat penjualan

b)

Di akhir periode

c)

Saat pembelian

d)

Tiap hari

21.

Berdasarkan PSAK 14, persediaan disajikan dalam laporan keuangan sebesar:

a)

Harga jualnya

b)

Nilai ter

22.

Saat penjualan, kapan persediaan diperbarui?

a)

Saat penjualan

b)

Di akhir periode

c)

Saat pembelian

d)

Tiap hari

23.

Berdasarkan PSAK 14, persediaan disajikan dalam laporan keuangan sebesar:

a)

Harga jualnya

b)

Nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (NRV)

c)

Harga pasar

d)

Harga historis tertinggi

24.

Nilai realisasi neto (NRV) adalah:

a)

Biaya pembelian

b)

Harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan

c)

Harga beli ditambah laba

d)

Biaya tetap

25.

Jika NRV lebih rendah dari biaya perolehan:

a)

Persediaan harus diturunkan nilainya ke NRV

b)

Persediaan tetap dicatat pada biaya perolehan

c)

Diakui sebagai aset tetap

d)

Diabaikan

26.

Penurunan nilai persediaan dibebankan ke:

a)

Kas

b)

Laba rugi

c)

Modal

d)

Cadangan umum

27.

Jika nilai persediaan yang sebelumnya diturunkan nilainya kembali naik:

a)

Harus diabaikan

b)

Dapat dibalik tapi hanya sampai batas sebelumnya

c)

Dicatat sebagai keuntungan luar biasa

d)

Tidak perlu disesuaikan

28.

Dalam metode periodik, pembelian dicatat ke akun:

a)

Persediaan

b)

Pembelian

c)

Penjualan

d)

Beban pokok penjualan

29.

Dalam metode perpetual, pembelian persediaan dicatat ke:

a)

Persediaan (debit)

b)

Beban pokok penjualan

c)

Utang usaha

d)

Pembelian

30.

Dalam metode periodik, BPP dihitung dengan rumus:

a)

Persediaan awal + penjualan – persediaan akhir

b)

Penjualan – laba

c)

Persediaan awal + pembelian – persediaan akhir

d)

Penjualan + persediaan akhir

31.

Dalam metode perpetual, akun yang digunakan untuk mencatat HPP saat penjualan adalah:

a)

Persediaan saja

b)

Beban Pokok Penjualan (debit), Persediaan (kredit)

c)

Penjualan bersih

d)

Harga jual

32.

Penyesuaian nilai persediaan akhir dilakukan dalam:

a)

Perpetual

b)

Periodik

c)

Campuran

d)

Kedua metode

33.

Persediaan dalam perusahaan manufaktur meliputi, kecuali:

a)

Bahan baku

b)

Peralatan pabrik

c)

Barang dalam proses

d)

Barang jadi

34.

Barang dalam proses terdiri dari:

a)

Produk siap jual

b)

Produk yang belum selesai dikerjakan

c)

Produk rusak

d)

Barang dagang

35.

Persediaan barang jadi dicatat sebagai:

a)

Aset tetap

b)

Aset lancar

c)

Pendapatan

d)

Beban

36.

Biaya tenaga kerja langsung dikaitkan dengan:

a)

Penjualan

b)

Produksi barang

c)

Distribusi

d)

Umum dan administrasi

37.

Jika bahan baku digunakan, akun yang didebit adalah:

a)

Barang dalam proses

b)

Beban produksi

c)

Kas

d)

Utang usaha

38.

Salah satu keuntungan metode perpetual adalah:

a)

Persediaan selalu up to date

b)

Tidak memerlukan sistem komputer

c)

Tidak butuh kartu stok

d)

Tidak perlu pencatatan

39.

Salah satu kekurangan metode periodik adalah:

a)

Terlalu akurat

b)

Butuh banyak jurnal

c)

Informasi persediaan tidak tersedia setiap saat

d)

Mahal

40.

Manajemen persediaan yang buruk bisa menyebabkan:

a)

Penurunan biaya

b)

Laba meningkat

c)

Kehabisan stok atau kelebihan stok

d)

Peningkatan efisiensi

41.

Tujuan utama pencatatan persediaan yang akurat adalah:

a)

Menentukan biaya tenaga kerja

b)

Menghitung aktiva tetap

c)

Menentukan HPP dan laba secara benar

d)

Menambah kas

42.

Persediaan yang tercatat terlalu tinggi akan berdampak pada:

a)

Pengakuan rugi

b)

Laporan keuangan yang tidak andal

c)

Penjualan meningkat

d)

Laba diturunkan

43.

Persediaan usang sebaiknya:

a)

Dicadangkan atau diturunkan nilainya

b)

Dihapuskan langsung

c)

Dijual paksa

d)

Disumbangkan

44.

Persediaan usang sebaiknya:

a)

Dicadangkan atau diturunkan nilainya

b)

Dihapuskan langsung

c)

Dijual paksa

d)

Disumbangkan

45.

Kelebihan pencatatan nilai persediaan akan menyebabkan:

a)

Laba bersih menurun

b)

Laba bersih meningkat secara tidak wajar

c)

HPP menurun

d)

Utang meningkat

46.

Jika terjadi pencurian barang dagangan, maka:

a)

Tidak dicatat

b)

Dicatat sebagai kerugian

c)

Diakui sebagai piutang

d)

Ditunda

47.

Pengembalian pembelian barang dagang akan:

a)

Menambah nilai persediaan

b)

Mengurangi persediaan

c)

Meningkatkan penjualan

d)

Menambah HPP

48.

Koreksi atas selisih persediaan dalam stock opname dicatat saat:

a)

Laporan tahunan

b)

Bulanan

c)

Saat stock opname dilakukan

d)

Saat audit

49.

Perputaran persediaan menunjukkan:

a)

Harga jual rata-rata

b)

Volume penjualan

c)

Seberapa cepat persediaan dijual dan diganti

d)

Biaya penyimpanan

50.

Rasio perputaran persediaan yang rendah menunjukkan:

a)

Tingkat penjualan tinggi

b)

Persediaan menumpuk / kurang laku

c)

Efisiensi tinggi

d)

Pengendalian biaya baik

51.

Pengendalian internal terhadap persediaan penting untuk mencegah:

a)

Keuntungan berlebih

b)

Kecurangan dan kehilangan

c)

Penjualan berlebih

d)

Beban tinggi

52.

Sistem barcode dan RFID dalam manajemen persediaan bertujuan:

a)

Mempercepat pengiriman

b)

Meningkatkan akurasi pencatatan dan kontrol persediaan

c)

Menambah biaya

d)

Mengurangi penjualan

53.

Perusahaan yang menerapkan Just In Time (JIT) memiliki:

a)

Persediaan yang besar

b)

Persediaan seminimal mungkin

c)

Persediaan menumpuk

d)

Persediaan tidak terpantau

54.

Dalam PSAK 14, metode FIFO cocok diterapkan jika:

a)

Harga barang selalu stabil

b)

Barang pertama masuk cenderung dijual lebih dulu

c)

Barang tidak bisa dipantau

d)

Harga barang selalu turun

55.

Metode yang memberikan nilai persediaan akhir tertinggi saat harga naik adalah:

a)

Rata-rata

b)

LIFO

c)

FIFO

d)

Identifikasi khusus

56.

Jika perusahaan menggunakan metode rata-rata tertimbang, nilai HPP akan:

a)

Selalu paling tinggi

b)

Selalu paling rendah

c)

Cenderung berada di antara FIFO dan LIFO

d)

Sama dengan harga jual

57.

PSAK 14 mengatur bahwa metode penilaian persediaan harus:

a)

Fleksibel setiap periode

b)

Konsisten antar periode

c)

Menggunakan harga jual

d)

Menyesuaikan kebutuhan manajemen

58.

Jika perusahaan berganti metode dari FIFO ke rata-rata tanpa alasan, maka:

a)

Diperbolehkan bebas

b)

Tidak sesuai dengan PSAK 14

c)

Dapat dicatat sebagai keuntungan

d)

Tidak berpengaruh

59.

Jika ada diskon pembelian tunai, maka harga pokok persediaan:

a)

Bertambah

b)

Tidak berubah

c)

Berkurang sesuai diskon

d)

Dicatat sebagai pendapatan

60.

Barang konsinyasi yang dititipkan ke toko lain harus dicatat sebagai:

a)

Persediaan pemilik barang (konsinyor)

b)

Persediaan toko penerima (konsinyi)**

c)

Beban penjualan

d)

Tidak dicatat

61.

Dalam laporan keuangan, catatan atas persediaan harus mengungkapkan:

a)

Nama supplier

b)

Metode penilaian yang digunakan

c)

Lokasi fisik persediaan

d)

Jumlah barang rusak

62.

Barang rusak berat dan tidak dapat dijual harus dicatat sebagai:

a)

Aset tetap

b)

Kerugian

c)

Piutang

d)

Pendapatan ditangguhkan