wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK BAHASA INDONESIA 2025

Total questions: 82

Worksheet time: 3hrs 43mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sebuah kegiatan pembelajaran teks eksplanasi di kelas XI SMA, Bu Indah menerapkan strategi diskusi kelompok untuk membantu siswa memahami struktur dan ciri kebahasaan teks. Namun, ia menyadari bahwa Dika, salah satu siswa, kerap kali memotong pembicaraan teman, menyela saat diskusi, dan tidak menyelesaikan tugas kelompoknya. Setelah dilakukan observasi dan wawancara ringan, Bu Indah menemukan bahwa Dika mengalami kesulitan dalam membaca cepat dan sering merasa malu saat diminta mempresentasikan hasil diskusi. Dika mengaku takut membuat kesalahan di depan teman-temannya. Sebagai guru Bahasa Indonesia yang memahami pentingnya lingkungan belajar yang aman dan suportif, Bu Indah ingin menerapkan strategi yang tidak hanya menangani perilaku Dika, tetapi juga mendukung perkembangan literasi dan kepercayaan dirinya. Apa strategi yang paling tepat dilakukan Bu Indah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sekaligus membantu Dika berkembang sesuai dengan kebutuhannya?

a)

A. Memindahkan Dika ke bagian belakang kelas agar tidak mengganggu proses diskusi.

b)

B. Memberi hukuman agar Dika jera dan tidak mengulangi perilakunya.

c)

C. Menugaskan Dika sebagai pemimpin kelompok agar lebih bertanggung jawab atas perilakunya.

d)

D. Memberikan pendampingan khusus dan penugasan yang disesuaikan dengan kemampuan literasinya.

e)

E. Mengabaikan perilaku Dika selama tidak terlalu mengganggu proses pembelajaran.

2.

Pak Bayu adalah guru Bahasa Indonesia di kelas X yang sedang membahas cerpen berjudul "Lentera di Ujung Jalan". Dalam diskusi kelas, ia menyadari bahwa hanya sebagian siswa yang aktif menyampaikan pendapatnya, sementara sebagian lainnya – terutama siswa yang berasal dari latar belakang sosial-budaya yang berbeda atau yang baru pindah sekolah lebih memilih diam meskipun sudah diberi kesempatan untuk berbicara. Saat ditanya secara pribadi, beberapa siswa mengaku takut salah, belum terbiasa mengungkapkan pendapat di depan umum, atau merasa pandangannya tidak akan dihargai. Pak Bayu ingin memastikan bahwa pembelajaran cerpen tidak hanya menjadi ajang unjuk bicara bagi siswa yang percaya diri, tetapi juga memberikan ruang aman bagi seluruh siswa untuk menyampaikan pemikiran mereka, terutama dalam menganalisis tokoh, latar, dan amanat cerita. Apa strategi pembelajaran yang paling efektif dan inklusif untuk meningkatkan partisipasi seluruh siswa dalam diskusi tersebut?

a)

A. Menilai partisipasi hanya dari siswa yang aktif berbicara di kelas.

b)

B. Membentuk kelompok berdasarkan tingkat kemampuan akademik.

c)

C. Menyediakan waktu refleksi dan format jawaban tertulis sebelum diskusi dimulai.

d)

D. Memusatkan jalannya diskusi pada siswa yang sudah terbiasa berbicara di depan umum.

e)

E. Memberikan nilai lebih kepada siswa yang paling sering menjawab secara lisan di kelas.

3.

Bu Rina, guru Bahasa Indonesia kelas XII, tengah mengajarkan materi teks editorial. Dalam beberapa pertemuan terakhir, ia merasa kegiatan pembelajaran tidak berjalan efektif. Banyak siswa terlihat tidak fokus, berbicara sendiri, dan beberapa malah sibuk bermain gawai di bawah meja. Saat ditanya, sebagian siswa mengaku bosan karena materi terasa jauh dari kehidupan mereka dan terlalu teoritis. Bu Rina menyadari bahwa jika tidak segera dilakukan penyesuaian strategi, keterlibatan siswa akan semakin menurun, terutama menjelang ujian akhir sekolah. Sebagai guru yang memahami pentingnya pengelolaan perilaku secara positif dan menciptakan iklim belajar yang mendukung, Bu Rina ingin mencari solusi yang tetap mendidik tanpa menciptakan suasana tegang. Tindakan manakah yang paling mencerminkan strategi pengelolaan perilaku yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif?

a)

A. Merampas gawai semua siswa di awal pelajaran agar mereka tidak terdistraksi.

b)

B. Mengganti metode pembelajaran dengan diskusi aktual berbasis berita daring yang relevan.

c)

C. Menegur siswa yang membuka gawai dengan keras di depan kelas.

d)

D. Mengadakan tes mendadak agar siswa lebih serius belajar.

e)

E. Membatasi waktu diskusi dan mempercepat penjelasan materi agar tidak membosankan.

4.

Pak Joko sedang mengajarkan teks biografi tokoh nasional kepada siswa kelas X. Dalam kegiatan kerja kelompok untuk menganalisis nilai-nilai keteladanan dalam biografi, ia memperhatikan ada beberapa siswa yang tidak aktif terlibat. Mereka tampak menyendiri, tidak mau bekerja sama, dan hanya memberikan respons singkat saat diajak bicara. Setelah beberapa kali mengamati dan melakukan diskusi informal saat jam istirahat, Pak Joko mengetahui bahwa beberapa siswa tersebut berasal dari latar belakang keluarga dengan pengalaman trauma sosial. Mereka merasa kurang percaya diri, takut salah saat berbicara, dan sering merasa tidak aman saat berinteraksi dalam kelompok besar. Sebagai guru yang memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan sosial-emosional siswa, Pak Joko ingin menerapkan strategi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri dan kenyamanan dalam berinteraksi. Apa strategi paling tepat yang dapat dilakukan Pak Joko untuk mengelola perilaku siswa tersebut dan menciptakan lingkungan belajar yang suportif?

a)

A. Memberikan mereka tugas individu agar tidak merasa tertekan oleh interaksi sosial.

b)

B. Mengarahkan siswa tersebut untuk hanya mengamati tanpa perlu terlibat aktif dalam kelompok.

c)

C. Menciptakan kelompok kecil dengan teman yang suportif dan menggunakan pendekatan afirmatif untuk membangun kenyamanan.

d)

D. Memberi teguran langsung di depan kelas karena tidak menunjukkan keterlibatan dalam tugas kelompok.

e)

E. Menekankan bahwa partisipasi aktif dalam kelompok adalah satu-satunya tolok ukur keberhasilan belajar.

5.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI, Bu Dwi sedang melatih siswa menyusun dan menyampaikan argumen melalui kegiatan debat kelompok. Namun, ia mendapati bahwa Arga, salah satu siswa, sering memotong pembicaraan teman, mengoreksi pendapat orang lain tanpa memberi ruang tanggapan, dan mendominasi jalannya diskusi. Hal ini membuat siswa lain enggan berbicara karena merasa tidak dihargai. Setelah berdiskusi dengan wali kelas dan meninjau catatan dari psikolog sekolah, Bu Dwi mengetahui bahwa Arga berasal dari keluarga yang sangat kompetitif dan memiliki kecenderungan untuk mencari validasi atau pengakuan sosial di ruang publik. Bu Dwi menyadari bahwa jika tidak dikelola secara bijaksana, perilaku Arga bisa menghambat perkembangan komunikasi kelompok yang sehat. Namun, ia juga ingin tetap mengembangkan potensi kepemimpinan dan kemampuan bicara Arga tanpa mengorbankan kenyamanan siswa lain dalam belajar. Apa strategi yang paling tepat dilakukan Bu Dwi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik dalam pembelajaran debat?

a)

A. Memindahkan Arga ke kelompok yang lebih tenang agar ia belajar menyesuaikan diri.

b)

B. Menunjuk Arga sebagai moderator agar ia tetap aktif tetapi belajar mengatur giliran bicara.

c)

C. Memberikan peringatan keras di depan kelas agar Arga tidak lagi mendominasi diskusi.

d)

D. Mengurangi peran Arga dalam kelompok agar siswa lain punya lebih banyak ruang untuk berbicara.

e)

E. Meminta siswa lain untuk tidak terlalu terbuka dalam berdiskusi dengan Arga agar tidak memancing konfrontasi.

6.

Pak Andi sedang mengajarkan teks eksposisi di kelas X. Dalam kegiatan membaca dan menyampaikan pendapat secara lisan, ia melihat bahwa Dina, salah satu siswinya, selalu menolak saat diminta membaca atau berbicara di depan kelas. Saat akhirnya diminta maju, Dina tampak gemetar, berkeringat, dan hampir menangis. Pak Andi merasa perlu memahami lebih dalam situasi ini dan berdiskusi dengan guru BK. Dari hasil diskusi, diketahui bahwa Dina pernah mengalami trauma emosional sejak SD, ketika ia diejek teman-temannya karena salah mengucapkan kata saat membaca nyaring di depan kelas. Sejak saat itu, ia menjadi sangat cemas saat harus tampil di depan umum. Pak Andi ingin tetap membantu perkembangan kompetensi berbicara Dina, namun dengan cara yang menghargai kondisinya dan mendukung proses pemulihan kepercayaan dirinya. Berdasarkan teori perkembangan emosional dan psikososial remaja, strategi manakah yang paling tepat dilakukan oleh Pak Andi untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan sosial-emosional Dina?

a)

A. Terus memberikan kesempatan tampil di depan kelas agar Dina terbiasa dan bisa melawan rasa takutnya.

b)

B. Memberi Dina hukuman ringan agar ia belajar menghadapi tekanan dan rasa takut secara langsung.

c)

C. Meminta teman sekelas memberi dukungan moril dan melibatkan Dina secara bertahap dalam tugas kelompok.

d)

D. Menjelaskan kepada seluruh kelas bahwa Dina sedang trauma dan meminta mereka memaklumi kondisinya.

e)

E. Menurunkan standar tugas lisan untuk seluruh siswa agar tidak membebani siswa seperti Dina.

7.

Bu Rani sedang mengajarkan teks cerpen kepada kelas XI. Ia memperhatikan bahwa Bimo sering melontarkan komentar sarkastik dan mempermainkan tugas teman. Namun, ketika diajak bicara secara pribadi, Bimo menunjukkan ketidaksukaan terhadap pelajaran Bahasa Indonesia dan merasa “tidak pintar dalam pelajaran yang butuh banyak menulis”. Mengacu pada teori perkembangan kognitif Piaget dan pendekatan emosional, strategi apa yang sebaiknya Bu Rani lakukan untuk menumbuhkan minat belajar Bimo dan menstabilkan perilakunya?

a)

A. Memberi tugas tertulis tambahan agar Bimo belajar disiplin.

b)

B. Membiarkan perilaku Bimo selama tidak mengganggu kegiatan utama kelas.

c)

C. Memberikan tugas visual seperti membuat komik dari cerpen yang bisa menyalurkan kreativitasnya.

d)

D. Meminta siswa lain untuk tidak menanggapi komentar Bimo agar dia berhenti sendiri.

e)

E. Mengeluarkan Bimo dari kelas untuk sementara saat ia bersikap negatif.

8.

Dalam proses diskusi teks diskusi di kelas XII, Pak Wira melihat bahwa sebagian siswa aktif berdebat, sementara Raka justru cenderung menyerang pendapat orang lain dengan nada tinggi. Beberapa teman mulai merasa enggan berpendapat karena sikap Raka yang dianggap intimidatif. Setelah konsultasi dengan wali kelas, diketahui bahwa Raka sedang mengalami konflik keluarga dan menunjukkan ledakan emosi sebagai bentuk pelampiasan. Berdasarkan teori perkembangan emosional dan psikososial bagaimana seharusnya Pak Wira merancang strategi untuk mengelola perilaku Raka tanpa menimbulkan penolakan sosial dari teman-temannya? (Pilihlah jawaban lebih dari satu)

a)

A. Menegur keras Raka di depan kelas untuk memberi contoh kedisiplinan.

b)

B. Menghindari memberikan kesempatan kepada Raka dalam diskusi kelas.

c)

C. Memberi peran sebagai penulis hasil diskusi agar Raka tetap terlibat tanpa memicu konflik.

d)

D. Meminta teman-teman untuk tidak merespons Raka saat ia emosional.

e)

E. Mengarahkan Raka untuk menyampaikan pendapat melalui tugas tertulis terlebih dahulu.

9.

Dalam pembelajaran teks negosiasi di kelas X, Bu Riska menggunakan metode diskusi kelompok. Namun, ia mendapati bahwa Farel, salah satu siswa, sering mendominasi percakapan dan memotong pembicaraan teman. Hal ini membuat siswa lain enggan berpartisipasi. Bu Riska ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi semua siswa, tanpa memarjinalkan Farel. Berdasarkan teori belajar sosial dan pendekatan kooperatif, strategi apa yang paling tepat dilakukan oleh Bu Riska untuk mengelola perilaku Farel dan menjaga kenyamanan kelompok belajar? 

a)

A. Memberi sanksi di depan kelas agar siswa lain tidak meniru perilaku Farel.

b)

B. Mengeluarkan Farel dari kelompok dan meminta dia bekerja mandiri.

c)

C. Memberikan peran khusus kepada Farel, seperti pencatat hasil diskusi, agar ia tetap aktif namun tidak mendominasi.

d)

D. Menyampaikan kritik langsung saat diskusi berlangsung agar siswa lainnya tahu kesalahannya.

e)

E. Mengabaikan perilaku Farel karena masih dalam batas wajar.

10.

Saat belajar menulis teks eksplanasi di kelas XI, Pak Damar menggunakan pendekatan konstruktivisme. Namun, ia melihat bahwa Naya tampak apatis, tidak mau menulis, dan cenderung memprovokasi teman agar tidak serius. Setelah berbicara dengannya, Pak Damar mengetahui bahwa Naya merasa "menulis itu sulit dan membosankan." Jika mengacu pada teori behavioristik dan penerapan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), apa strategi yang paling efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan perilaku belajar Naya?

a)

A. Menyuruh Naya menyalin teks dari buku sebagai hukuman.

b)

B. Memberikan contoh teks dari penulis remaja dan menugaskan proyek menulis berdasarkan topik pilihan siswa.

c)

C. Mengurangi bobot tugas menulis agar Naya tidak terbebani.

d)

D. Memindahkan Naya ke kelas lain yang lebih sesuai.

e)

E. Membiarkan Naya tanpa tugas agar tidak mengganggu yang lain.

11.

Dalam pembelajaran teks cerpen di kelas XII, Bu Tika menggunakan pendekatan tematik dengan metode diskusi terbuka. Namun, beberapa siswa seperti Dion menunjukkan perilaku pasif dan menolak berpendapat. Bu Tika menyadari bahwa Dion memiliki latar belakang keluarga yang tertutup dan terbiasa diam saat di rumah. Ia ingin mengembangkan rasa aman bagi siswa seperti Dion untuk bisa berbicara di kelas. Berdasarkan teori humanistik (Maslow dan Rogers) serta metode pembelajaran afektif, strategi mana yang paling mendukung kebutuhan Dion dan menciptakan lingkungan kelas yang aman dan nyaman?

a)

A. Meminta Dion secara langsung untuk bicara di forum besar agar terbiasa tampil.

b)

B. Mengabaikan Dion karena tipe siswa seperti itu memang tidak cocok diskusi.

c)

C. Menciptakan diskusi berpasangan terlebih dahulu, memberi afirmasi atas partisipasi kecil Dion, dan perlahan meningkatkan tantangan.

d)

D. Memberikan skor rendah pada Dion agar ia termotivasi untuk bicara.

e)

E. Menyuruh siswa aktif lain untuk membantu Dion bicara di depan.

12.

Dalam pembelajaran teks eksposisi di kelas XI, Bu Laras menghadapi tantangan dari seorang siswa bernama Tama yang sering menginterupsi temannya saat berdiskusi dan tidak mengizinkan teman sekelompoknya menyampaikan pendapat. Siswa lain mulai merasa tidak nyaman dan enggan berpartisipasi. Bu Laras ingin menegakkan disiplin tanpa membuat Tama merasa dipermalukan. Sebagai guru yang menerapkan pendidikan yang berpihak pada anak, strategi manakah yang paling tepat dilakukan oleh Bu Laras?

a)

A. Mengeluarkan Tama dari kelompok sebagai bentuk sanksi atas perilakunya.

b)

B. Menegur Tama dengan keras di depan kelas agar menjadi pelajaran bagi yang lain.

dalam diskusi.

c)

C. Mengajak Tama berdialog secara pribadi untuk memahami latar belakang perilakunya dan membimbingnya agar lebih empatik

d)

D. Membiarkan perilaku Tama karena khawatir mengganggu suasana kelas jika ditegur.

e)

E. Memberikan nilai rendah pada hasil diskusi kelompok Tama sebagai bentuk hukuman.

13.

Saat mengajarkan materi “Teks Cerita Inspiratif” di kelas XI, Bu Nisa menerapkan metode diskusi kelompok. Namun, ia menyadari bahwa beberapa siswa pasif dan hanya satu siswa yang mendominasi pembicaraan dalam kelompok. Beberapa siswa lain tampak bingung dan tidak terlibat secara aktif. Bu Nisa ingin menciptakan kelas yang lebih inklusif dan berpusat pada semua peserta didik. Strategi apa yang paling tepat diterapkan Bu Nisa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong partisipasi aktif semua siswa?

a)

A. Memberi kebebasan penuh kepada kelompok untuk mengatur dinamika tanpa intervensi guru.

b)

B. Mengganti metode diskusi dengan ceramah agar semua siswa mendapatkan informasi secara merata.

c)

C. Menerapkan teknik “think-pair-share” agar setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpikir dan berbagi dalam kelompok kecil sebelum diskusi besar.

d)

D. Memberi nilai lebih hanya kepada siswa yang aktif agar memotivasi siswa pasif.

e)

E. Meminta siswa yang dominan untuk tidak berbicara terlalu banyak selama diskusi.

14.

Pak Doni sedang mengajarkan teks eksposisi di kelas X dengan pendekatan berbasis proyek. Ia membagi siswa menjadi kelompok dan meminta mereka menyusun teks eksposisi berdasarkan isu-isu sosial di sekitar sekolah. Namun, salah satu kelompok mengalami konflik karena perbedaan pendapat. Pak Doni ingin memastikan semua siswa tetap merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan ide tanpa tekanan. Apa langkah terbaik yang dapat dilakukan Pak Doni untuk menjaga iklim kelas yang aman, sekaligus mendorong pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Menyelesaikan tugas proyek secara individu agar tidak terjadi konflik antar siswa.

b)

B. Memberi tugas tambahan kepada kelompok yang bermasalah sebagai bentuk konsekuensi.

c)

C. Memfasilitasi mediasi antar siswa dan mengajarkan cara menyampaikan pendapat secara asertif.

d)

D. Mengganti kelompok tersebut dengan kelompok baru yang lebih serasi.

e)

E. Meminta siswa untuk mengikuti saja pendapat mayoritas agar tugas cepat selesai.

15.

Bu Indah mengajarkan materi "Teks Anekdot" di kelas XI. Ia menyadari bahwa beberapa siswa cenderung diam, terutama siswa yang berasal dari latar belakang sosial yang kurang percaya diri dalam berbicara di depan umum. Sementara itu, siswa yang aktif cenderung mendominasi pembelajaran. Bu Indah ingin menciptakan kelas yang adil, aman, dan mendorong semua siswa untuk terlibat aktif. Apa strategi terbaik yang dapat diterapkan Bu Indah untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada anak dan berpusat pada karakteristik peserta didik?

a)

A. Mengatur kelompok berdasarkan hasil akademik agar kelompok lebih seimbang.

b)

B. Menugaskan siswa aktif untuk membimbing siswa pasif secara langsung.

c)

C. Memberikan kesempatan berbicara dalam kelompok kecil terlebih dahulu sebelum tampil di depan kelas.

d)

D. Memberi nilai lebih pada siswa yang tampil paling sering agar memotivasi siswa lain.

e)

E. Memberi tugas menulis saja agar siswa tidak perlu berbicara di depan kelas.

16.

Bu Rika sedang menyusun Modul Ajar untuk materi “Teks Editorial” di kelas XII. Ia ingin peserta didik tidak hanya memahami struktur dan kaidah teks, tetapi juga mampu menulis editorial berdasarkan isu aktual. Dalam modulnya, Bu Rika menyusun capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur kegiatan dari tingkat kognitif rendah ke tinggi sesuai Taksonomi Bloom. Ia juga menyertakan aktivitas yang mendorong pemahaman konsep, analisis isu, dan produksi teks. Manakah pernyataan yang paling mencerminkan penyusunan modul ajar yang terstruktur dan berurutan untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

A. Menyusun tujuan secara acak agar pembelajaran terasa variatif dan tidak monoton.

b)

B. Langsung menugaskan siswa menulis editorial tanpa membahas struktur dan ciri kebahasaan.

c)

C. Merancang kegiatan mulai dari memahami struktur, menganalisis isi teks, hingga menulis editorial sendiri.

d)

D. Fokus hanya pada latihan tata bahasa sebelum memberikan tugas menulis teks editorial.

e)

E. Memberikan soal pilihan ganda sebagai asesmen awal tanpa mengaitkan dengan tujuan pembelajaran.

17.

Pak Toni sedang mengajarkan materi teks deskripsi di kelas X. Setelah melakukan asesmen diagnostik membaca, ia mendapati bahwa kemampuan literasi siswa di kelasnya sangat beragam. Beberapa siswa mampu memahami teks kompleks dengan struktur bahasa yang padat, sementara siswa lainnya kesulitan memahami makna kata dalam paragraf sederhana. Ia menyadari bahwa jika ia menggunakan satu jenis teks dan pendekatan tunggal, maka hanya sebagian siswa yang akan mencapai kompetensi minimum. Pak Toni ingin semua siswa memiliki kesempatan belajar yang adil sesuai dengan kemampuan mereka, tanpa membuat siswa yang lebih lambat merasa tertinggal atau siswa yang cepat merasa bosan. Ia pun mulai menyusun perencanaan pembelajaran yang berdiferensiasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Langkah perencanaan pembelajaran yang paling sesuai dengan prinsip teaching at the right level untuk menghadapi kondisi kelas seperti yang dialami Pak Toni adalah…

a)

A. Menggunakan satu teks bacaan dan soal yang sama untuk seluruh siswa agar penilaian lebih mudah.

b)

B. Menyesuaikan tingkat kompleksitas teks bacaan dan tugas berdasarkan hasil asesmen kemampuan membaca siswa.

c)

C. Memberikan tugas proyek tanpa arahan agar siswa belajar mencari solusi sendiri.

d)

D. Menyuruh siswa membaca mandiri di rumah dan mendiskusikannya di kelas pada pertemuan berikutnya.

e)

E. Memberikan materi tambahan hanya kepada siswa yang memiliki nilai rendah sebagai bentuk remedial.

18.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI, Bu Wulan menggunakan model Discovery Learning untuk mengajarkan materi teks eksplanasi. Ia tidak langsung memberikan materi, tetapi meminta setiap kelompok siswa untuk mengamati fenomena sosial yang sedang hangat di masyarakat, seperti urbanisasi, banjir, atau penggunaan media sosial berlebihan. Siswa kemudian mendiskusikan bagaimana proses fenomena tersebut terjadi, lalu menyusun teks eksplanasi secara kolaboratif berdasarkan hasil temuan mereka. Selama proses, siswa aktif mencari informasi dari berbagai sumber, berdiskusi dalam kelompok, serta mempresentasikan hasilnya ke kelas. Bu Wulan berperan sebagai fasilitator yang memandu dengan pertanyaan-pertanyaan kritis untuk menstimulasi pemahaman yang lebih mendalam. Ia mencatat bahwa siswa menjadi lebih antusias, mampu berpikir kritis, dan menghasilkan teks eksplanasi yang relevan dan orisinal. Apa keunggulan utama dari strategi pembelajaran yang digunakan Bu Wulan dalam konteks pengembangan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Siswa menjadi pasif karena tugasnya terlalu berat dan kompleks.

b)

B. Guru menjadi pusat informasi dan mendiktekan materi ke siswa.

c)

C. Siswa hanya menyalin informasi dari internet dan mengikuti instruksi tanpa berpikir kritis.

d)

D. Pembelajaran hanya fokus pada produk akhir tanpa memperhatikan proses berpikir.

e)

E. Siswa membangun pengetahuan melalui proses eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi.

19.

Pak Anwar sedang mengajarkan materi teks negosiasi di kelas X. Setelah proses pembelajaran selesai, ia tidak hanya memberikan tes tertulis untuk menilai pemahaman konsep, tetapi juga merancang kegiatan praktik negosiasi langsung di depan kelas. Siswa diminta berpasangan dan memainkan skenario negosiasi, seperti antara penjual dan pembeli, dua teman yang berselisih, atau perwakilan OSIS yang melakukan lobi dengan guru. Dalam proses asesmen, Pak Anwar menilai tidak hanya struktur teks dan pilihan bahasa, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi suara, sikap menghargai lawan bicara, dan strategi negosiasi yang digunakan siswa. Ia menggunakan rubrik penilaian yang jelas, dan memberi umpan balik setelah setiap penampilan agar siswa bisa merefleksikan kemampuannya. Apa keuntungan utama dari pendekatan penilaian yang diterapkan Pak Anwar dalam konteks evaluasi hasil belajar yang komprehensif dan bermakna?

a)

A. Hanya menguji daya ingat siswa terhadap struktur teks yang telah dipelajari.

b)

B. Mendorong siswa meniru teks tanpa pemahaman makna dan konteks.

c)

C. Menilai secara langsung keterampilan berbahasa, sikap, dan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks nyata.

d)

D. Mengandalkan penilaian subjektif tanpa kriteria baku sehingga sulit dievaluasi.

e)

E. Mengabaikan aspek linguistik karena terlalu fokus pada performa siswa di depan kelas.

20.

Pak Fadli sedang mengajar materi “Teks Cerita Inspiratif” di kelas X. Alih-alih menjelaskan definisi dan struktur teks secara langsung, ia menerapkan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Ia memberikan beberapa cerita inspiratif yang mengandung konflik moral kompleks, seperti kisah tentang kejujuran di tengah tekanan ekonomi atau perjuangan melawan diskriminasi. Pak Fadli meminta siswa menganalisis nilai moral dan dilema yang dihadapi tokoh dalam cerita tersebut, lalu dalam kelompok, mereka diminta membuat cerita baru yang menyampaikan pesan moral yang berbeda namun tetap relevan dengan kehidupan remaja. Proses ini dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi lintas kelompok agar siswa bisa saling memberikan masukan dan refleksi. Mengapa strategi pembelajaran yang diterapkan Pak Fadli efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis kompetensi dan berpusat pada peserta didik?

a)

A. Siswa mengikuti instruksi guru secara pasif untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.

b)

B. Siswa hanya diminta menghafal struktur dan ciri-ciri teks cerita inspiratif.

c)

C. Siswa dilatih berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membangun narasi bermakna dalam konteks kehidupan nyata.

d)

D. Siswa bebas menyusun cerita tanpa mempertimbangkan struktur narasi atau nilai yang disampaikan.

e)

E. Penerapan PBL menghilangkan batas waktu tugas sehingga siswa tidak belajar manajemen waktu.

21.

Dalam pembelajaran teks prosedur di kelas XI, Ibu Yani merancang sebuah proyek membuat panduan praktik sederhana, seperti cara membuat produk kerajinan atau merakit alat sederhana. Sebelum tugas dimulai, ia menyusun rubrik penilaian yang mencakup struktur teks, kelengkapan langkah-langkah, penggunaan bahasa efektif, dan aspek presentasi. Rubrik tersebut tidak hanya digunakan untuk menilai akhir, tetapi juga dijelaskan secara terbuka di awal pembelajaran agar siswa memahami kriteria yang akan dinilai. Selama proses proyek berlangsung, Ibu Yani memberikan umpan balik berkala agar siswa dapat melakukan revisi dan penyempurnaan. Apa dampak positif dari strategi penilaian yang dilakukan Ibu Yani terhadap pencapaian tujuan pembelajaran dan perkembangan kompetensi siswa?

a)

A. Siswa justru lebih tertarik menyalin panduan dari internet karena tahu apa yang dinilai.

b)

B. Rubrik memberikan arahan yang jelas dan membantu siswa memperbaiki kualitas hasil kerja selama proses berlangsung.

c)

C. Rubrik hanya digunakan oleh guru sebagai alat internal, sehingga siswa tidak perlu mengetahuinya.

d)

D. Rubrik dimanfaatkan hanya sebagai alat pemberi nilai akhir tanpa pengaruh pada proses belajar.

e)

E. Penilaian dilakukan secara tertutup agar siswa tidak merasa cemas dan tertekan.

22.

Bu Sinta mengajar materi “Teks Ulasan Film” di kelas XI dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Ia menyadari bahwa siswa di kelasnya memiliki keragaman gaya belajar dan minat. Oleh karena itu, ia memberikan tiga pilihan produk tugas akhir:

- Menulis teks ulasan secara naratif,

- Membuat video resensi pendek dengan ekspresi verbal, atau

- Menyusun infografik digital yang menampilkan alur dan pesan moral film.

Siswa bebas memilih salah satu bentuk tugas sesuai dengan gaya belajar dan kenyamanan mereka dalam mengekspresikan ide. Selama proses berlangsung, Bu Sinta memfasilitasi umpan balik sesuai kebutuhan masing-masing siswa. Apa prinsip utama dalam perencanaan pembelajaran yang diterapkan oleh Bu Sinta?

a)

A. Mengakomodasi keberagaman gaya belajar, minat, dan kesiapan siswa secara fleksibel.

b)

B. Menyeragamkan hasil belajar agar proses penilaian lebih praktis.

c)

C. Mengurangi beban guru dengan membagi jenis tugas kepada siswa.

d)

D. Memberi kesempatan kepada siswa memilih tugas yang paling mudah dikerjakan.

e)

E. Menilai hanya salah satu jenis tugas agar tidak membingungkan siswa.

23.

Pak Deni mengajar materi “Teks Prosedur” di kelas X SMA yang mayoritas siswanya berasal dari wilayah pesisir. Ia mengetahui bahwa masyarakat setempat memiliki tradisi membuat kerajinan tangan dari kerang laut. Dalam proses pembelajaran, Pak Deni meminta siswa:

- Menjelaskan secara tertulis tahapan membuat kerajinan tersebut,

- Melibatkan orang tua atau anggota keluarga dalam praktik membuatnya di rumah, d

- Mempersembahkan hasil dan prosesnya dalam presentasi di kelas secara bergiliran.

Pak Deni juga memberikan umpan balik terhadap isi, struktur teks, dan keterampilan komunikasi siswa saat presentasi. Tindakan Pak Deni mencerminkan strategi pembelajaran kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Manakah dari pilihan berikut yang menunjukkan prinsip-prinsip tersebut?

(Pilih jawaban benar lebih dari satu)

a)

A. Mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan dan budaya lokal siswa.

b)

B. Menyesuaikan bahan ajar dengan pengalaman dan latar belakang siswa.

c)

C. Menghindari kegiatan praktik untuk meminimalkan risiko ketidakteraturan.

d)

D. Memberikan ruang berekspresi dan berkreasi berdasarkan potensi siswa.

e)

E. Menyamaratakan tugas dan metode pembelajaran untuk seluruh siswa.

24.

Bu Lilis mengajar materi “Teks Eksplanasi” di kelas XI. Ia mengetahui bahwa terdapat sungai yang tercemar tak jauh dari lingkungan sekolah. Untuk memperkuat pemahaman siswa dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, ia merancang kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

- Siswa dibagi dalam kelompok untuk mengobservasi langsung kondisi sungai.

- Mereka mencatat temuan terkait penyebab pencemaran, dampak lingkungan, dan potensi solusi.

- Setiap kelompok diminta menulis teks eksplanasi berdasarkan hasil observasi dan diskusi.

- Hasilnya dipresentasikan dan ditanggapi secara terbuka dalam forum kelas.

Strategi pembelajaran Bu Lilis memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi abad 21 dan penguasaan teks eksplanasi. Apa saja keunggulan dari strategi tersebut?

(Pilih jawaban benar lebih dari satu)

a)

A. Mengembangkan keterampilan observasi dan analisis secara langsung.

b)

B. Menghindari keterlibatan siswa dalam dunia nyata agar tetap fokus pada teori.

c)

C. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa.

d)

D. Membantu siswa memahami struktur dan isi teks eksplanasi melalui pengalaman nyata.

e)

E. Mengurangi ketergantungan siswa terhadap buku teks dengan mendorong eksplorasi aktif.

25.

Dalam pembelajaran “Teks Laporan Hasil Observasi” di kelas X, Pak Aris menyusun rangkaian kegiatan belajar yang terdiri dari:

- Tahap eksplorasi, di mana siswa diminta mengamati objek atau fenomena langsung di sekitar sekolah.

- Tahap kolaborasi, di mana siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun laporan dari hasil observasi mereka.

- Tahap refleksi, di mana siswa mempresentasikan laporan dan saling memberi masukan.

Selain itu, Pak Aris juga menggunakan rubrik penilaian autentik, dokumentasi proses kerja siswa, serta memberi ruang untuk umpan balik selama pembelajaran. Dari strategi pembelajaran yang diterapkan Pak Aris, manakah yang menunjukkan prinsip desain pembelajaran efektif dan berpusat pada peserta didik?

(Pilih jawaban benar lebih dari satu)

a)

A. Menggunakan penilaian autentik untuk menilai keterampilan proses dan hasil.

b)

B. Mengutamakan aktivitas berbasis pengalaman langsung siswa.

c)

C. Menyusun kegiatan belajar secara runtut dan berjenjang.

d)

D. Menghindari kolaborasi agar siswa belajar lebih mandiri.

e)

E. Memberikan tes objektif sebagai satu-satunya alat ukur.

26.

Di kelas XII, Bu Tanti mengamati bahwa banyak siswanya kurang percaya diri dalam berdiskusi tatap muka. Mereka sering terdiam dan ragu mengemukakan pendapat. Berdasarkan observasi ini, Bu Tanti merancang strategi pembelajaran dengan dua langkah:

- Video pembelajaran interaktif, yang memungkinkan siswa memahami materi dengan cara visual dan mandiri.

- Forum diskusi digital, tempat siswa menyampaikan pendapat terlebih dahulu secara tertulis sebelum melanjutkan ke diskusi luring (langsung di kelas).

Strategi ini diterapkan selama beberapa pertemuan dan menunjukkan bahwa partisipasi siswa meningkat secara bertahap. Apa saja manfaat strategi pembelajaran yang dirancang Bu Tanti dalam menciptakan suasana belajar yang berpihak pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri siswa.

b)

B. Mengurangi tekanan sosial melalui tahapan reflektif.

c)

C. Mengembangkan kemampuan literasi digital siswa.

d)

D. Meningkatkan ketergantungan siswa terhadap guru.

e)

E. Menghindari bentuk komunikasi langsung secara total.

27.

Dalam pembelajaran teks negosiasi, Pak Fajar merancang kegiatan simulasi di mana siswa kelas XI diminta melakukan tawar-menawar seolah berada di pasar tradisional. Setiap siswa memainkan peran sebagai pembeli atau penjual, lalu merefleksikan hasil negosiasi dengan menganalisis struktur bahasa dan kesantunan berbahasa yang digunakan. Selain itu, Pak Fajar memberikan rubrik evaluasi agar siswa dapat melakukan penilaian mandiri terhadap performa mereka. Apa saja kelebihan dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh Pak Fajar dalam mendukung pencapaian kompetensi peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan pengalaman autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

b)

B. Melatih keterampilan komunikasi dan berpikir kritis.

c)

C. Menyediakan ruang untuk refleksi dan evaluasi mandiri.

d)

D. Menggantikan pembelajaran aktif dengan ceramah agar efisien.

e)

E. Membatasi interaksi siswa agar tidak terjadi konflik saat diskusi.

28.

Bu Ayu mengajar materi “Teks Persuasif” di kelas XI SMA yang berada di daerah rawan sampah plastik. Ia mengajak siswa melakukan observasi ke lingkungan sekitar sekolah dan menulis teks persuasif tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik. Ia juga mengajak siswa menyusun kampanye digital sebagai bagian dari penilaian. Apa saja strategi Bu Ayu yang mencerminkan desain pembelajaran efektif dan berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Membatasi pembelajaran hanya pada struktur dan ciri kebahasaan teks.  

b)

B. Melibatkan siswa dalam observasi langsung dan kegiatan advokasi nyata.

c)

C. Menggunakan penugasan proyek yang mendorong kreativitas dan keterampilan abad 21.

d)

D. Menyampaikan materi hanya melalui ceramah agar waktu efisien.

e)

E. Mengaitkan materi teks persuasif dengan isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan siswa.

29.

Dalam pembelajaran materi “Teks Anekdot” di kelas XI, Pak Doni menggunakan video interaktif dari platform pembelajaran daring. Setelah beberapa pertemuan, ia menyadari sebagian siswa tampak kurang fokus dan merasa kesulitan mengikuti isi video. Pak Doni kemudian mengajak siswa berdiskusi dan menyebarkan survei singkat untuk mengevaluasi efektivitas media tersebut. Berdasarkan situasi tersebut, strategi apa saja yang dapat dilakukan Pak Doni untuk memastikan sumber belajar yang digunakan efektif dan sesuai tujuan pembelajaran?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menganalisis hasil survei dan diskusi siswa sebagai dasar revisi media.

b)

B. Menyesuaikan kecepatan dan konteks video agar sesuai dengan kebutuhan siswa.

c)

C. Mengganti video dengan ceramah lisan untuk menghindari masalah teknis.

d)

D. Melakukan uji coba terbatas terhadap media dengan kelompok kecil sebelum digunakan.

e)

E. Menilai media semata-mata dari tampilan visualnya tanpa mempertimbangkan kontennya.

30.

Bu Fika, guru Bahasa Indonesia di kelas X, menyadari bahwa siswa kurang antusias saat membahas materi “Teks Eksplanasi” menggunakan buku teks. Ia kemudian menggunakan artikel berita lokal yang membahas banjir di lingkungan tempat tinggal siswa. Dalam pembelajaran, siswa diminta mengidentifikasi struktur teks eksplanasi dan menganalisis penyebab serta dampak banjir berdasarkan informasi dalam artikel tersebut. Selain itu, siswa berdiskusi untuk menyusun solusi yang dapat diterapkan di komunitas mereka. Apa alasan kuat yang mendukung penggunaan sumber belajar lokal dalam strategi pembelajaran Bu Fika?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Sumber lokal meningkatkan keterlibatan siswa karena berhubungan dengan pengalaman nyata.

b)

B. Informasi dari lingkungan sekitar membantu siswa memahami struktur teks secara lebih aplikatif.

c)

C. Artikel lokal memungkinkan guru menilai kemampuan berpikir kritis siswa terhadap isu sekitar.

d)

D. Materi lokal lebih mudah dikuasai karena tidak membutuhkan pemahaman mendalam.

e)

E. Penggunaan artikel lokal menghilangkan kebutuhan menggunakan buku ajar nasional.

31.

Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia kelas XII, menyadari bahwa banyak siswanya memiliki tingkat minat baca yang rendah, terutama terhadap teks opini dan editorial. Untuk mengatasi hal ini, ia mengembangkan modul digital mandiri yang bisa diakses melalui perangkat siswa. Modul tersebut berisi video pemantik yang membahas isu-isu terkini, latihan analisis artikel editorial, dan diakhiri dengan tugas proyek menulis editorial berdasarkan permasalahan sosial yang sedang hangat di masyarakat. Selama proses pembelajaran, siswa bebas mengakses materi sesuai ritme belajar masing-masing dan didorong untuk berdiskusi dalam forum daring. Apa saja keunggulan dari strategi pembelajaran Bu Ratna dalam mendukung pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Modul digital memungkinkan siswa belajar sesuai kecepatan dan minat masing-masing.

b)

B. Latihan analisis membantu membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi.

c)

C. Proyek menulis editorial mengasah kreativitas sekaligus kemampuan argumentasi siswa.

d)

D. Guru menjadi satu-satunya penilai hasil belajar siswa.

e)

E. Pembelajaran sepenuhnya bergantung pada media digital tanpa interaksi sosial.

32.

Pak Hadi, guru Bahasa Indonesia kelas XI, mengembangkan LKPD digital interaktif untuk materi “Teks Ulasan”. Dalam LKPD tersebut, ia menyisipkan bagian refleksi diri siswa, tautan video pembelajaran, dan latihan soal disertai rubrik penilaian yang transparan. Setelah beberapa kali digunakan, ia meminta siswa memberikan masukan terkait kejelasan instruksi, alur aktivitas, dan manfaat materi. Ia juga berdiskusi dengan rekan sejawat untuk meninjau kesesuaian rubrik penilaian dengan capaian pembelajaran. Berdasarkan masukan itu, Pak Hadi melakukan beberapa revisi pada LKPD. Apa saja yang mencerminkan praktik evaluasi perangkat pembelajaran yang baik dalam kasus tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Melibatkan siswa sebagai pengguna langsung dalam proses evaluasi perangkat.

b)

B. Menggunakan umpan balik guru sejawat untuk menyempurnakan isi LKPD.

c)

C. Menghapus refleksi siswa jika dianggap tidak penting untuk penilaian.

d)

D. Memastikan rubrik penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

e)

E. Menghindari revisi agar tidak mengubah struktur awal LKPD.

33.

Bu Nita, guru Bahasa Indonesia kelas XI, menyadari bahwa saat pembelajaran teks eksposisi, sebagian besar siswa enggan menyampaikan pendapat di depan kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menerapkan strategi Think Pair Share. Siswa diberikan waktu berpikir secara individual, kemudian berdiskusi dengan pasangan, dan akhirnya berbagi pendapat di forum kelas. Selain itu, Bu Nita memberikan umpan balik terbuka terhadap argumen siswa. Setelah beberapa pertemuan, siswa menjadi lebih aktif dan mampu menyampaikan pendapat secara runtut dan percaya diri. Berdasarkan studi kasus di atas, manakah kombinasi alasan yang paling tepat mengapa strategi tersebut efektif dalam menumbuhkan minat dan nalar kritis peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Strategi ini memberi ruang berpikir sebelum berbicara, sesuai dengan perkembangan kognitif remaja.

b)

B. Kolaborasi dengan teman sebaya membantu siswa membangun kepercayaan diri secara psikososial.

c)

C. Umpan balik terbuka membuat siswa merasa dinilai secara objektif dan aman.

d)

D. Strategi ini mendorong siswa berkompetisi secara terbuka untuk menunjukkan siapa yang paling kritis.

e)

E. Guru mengambil alih semua argumen agar siswa tidak kehilangan arah berpikir.

34.

Pak Arya, guru Bahasa Indonesia kelas XII, sedang mengajar materi Teks Editorial. Ia mengarahkan siswa untuk memilih isu lokal seperti polusi sungai atau penggunaan gadget secara berlebihan. Siswa diminta mengumpulkan data, menyusun argumen yang logis dan kuat, lalu menulis editorial. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasilnya dalam kelompok dan melakukan refleksi mandiri atas proses dan hasil pembelajaran. Strategi Pak Arya mencerminkan pendekatan pembelajaran yang dapat mendorong minat dan berpikir kritis peserta didik. Apa alasan yang mendasari efektivitas pendekatan ini?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Isu lokal membuat pembelajaran terasa dekat dan relevan dengan kehidupan siswa.

b)

B. Penulisan dan presentasi melatih keberanian tanpa memaksa ekspresi individu.

c)

C. Siswa dilatih menyusun argumen berdasarkan data dan pemahaman kontekstual.

d)

D. Guru menghindari penjelasan materi agar siswa lebih bebas berpikir sendiri.

e)

E. Presentasi kelompok dapat memperkuat rasa tanggung jawab dan kolaborasi.

35.

Dalam mengajarkan teks ceramah di kelas X, Bu Rani menemui tantangan: banyak siswa enggan tampil berbicara. Ia kemudian memakai metode role play dan diskusi reflektif sambil menciptakan suasana kelas yang suportif dan terbuka. Komunikasi yang digunakan adalah asertif dan empatik. Strategi Bu Rani menunjukkan penerapan desain pembelajaran berbasis pemahaman terhadap perkembangan peserta didik. Mengapa pendekatan ini dinilai tepat?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Role play membantu siswa mengekspresikan diri tanpa tekanan berlebihan.

b)

B. Komunikasi empatik meningkatkan rasa aman dan membangun kepercayaan.

c)

C. Refleksi membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kekurangannya sendiri.

d)

D. Lingkungan belajar yang mendukung mempercepat penghafalan materi ceramah.

e)

E. Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan emosional dan psikososial remaja.

36.

Pak Wahyu mengajar materi teks ceramah di kelas XI. Ia memulai pelajaran dengan memutar video ceramah dari platform daring, lalu meminta siswa membandingkan isi video dengan teks ceramah dalam buku paket. Untuk memperdalam, ia mengajak siswa berdiskusi melalui forum online dan menugaskan mereka membuat rekaman ceramah sendiri. Strategi Pak Wahyu mencerminkan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan pembelajaran melalui...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Penyajian konten multimodal yang sesuai dengan variasi gaya belajar siswa.

b)

B. Penerapan pembelajaran berbasis proyek menggunakan media digital.

c)

C. Pengabaian terhadap aspek literasi karena fokus pada video.

d)

D. Integrasi TIK untuk mendukung pembelajaran kolaboratif.

e)

E. Penyeragaman cara belajar agar lebih efisien.

37.

Pak Budi, guru Bahasa Indonesia, sedang mengajar materi Teks Editorial di kelas XII. Ia menugaskan siswa untuk mencari dan membaca dua artikel dari portal berita daring, kemudian menganalisis keakuratan informasi dan sudut pandangnya. Setelah diskusi kelas, siswa diminta menyusun teks editorial versi mereka dalam format digital, lalu mengunggahnya di Google Docs untuk mendapatkan peer-review dari teman sekelas secara daring. Apa saja keterampilan yang dikembangkan Pak Budi melalui strategi pembelajaran tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Literasi digital dan kemampuan mengevaluasi informasi.

b)

B. Penerapan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi daring.

c)

C. Ketergantungan pada sumber daring tanpa pemikiran kritis.

d)

D. Penguatan keterampilan menulis dan berpikir analitis.

e)

E. Pembelajaran berbasis ceramah satu arah.

38.

Bu Intan mengajar materi Teks Prosedur di sekolah yang berada di wilayah dengan akses internet terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menyusun bahan ajar digital yang bisa digunakan secara offline dan menugaskan siswa untuk membuat video prosedur menggunakan ponsel. Ia juga mendorong kerja kelompok kolaboratif, agar siswa yang tidak memiliki perangkat bisa tetap berpartisipasi dengan memanfaatkan sumber daya bersama. Apa saja prinsip penting dari praktik pembelajaran Bu Intan?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Adaptasi teknologi terhadap kondisi lokal peserta didik.

b)

B. Pemanfaatan TIK untuk meningkatkan ketergantungan siswa pada guru.

c)

C. Penerapan pembelajaran berbasis proyek yang inklusif.

d)

D. Penyederhanaan teknologi agar tetap bisa menjangkau semua siswa.

e)

E. Penggunaan media daring secara eksklusif untuk siswa tertentu saja.

39.

Bu Indah mengajar materi Teks Anekdot di kelas XI. Ia menyadari bahwa peserta didiknya memiliki gaya belajar yang beragam. Untuk mengakomodasi hal tersebut, ia memberikan pilihan tugas: menulis teks anekdot, membuat video sketsa lucu, atau membuat komik strip digital. Semua tugas dinilai dengan rubrik yang sama dan mendapat umpan balik individual. Apa saja alasan strategi asesmen Bu Indah mencerminkan pendekatan yang berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyediakan variasi tugas yang sesuai dengan minat dan potensi siswa.

b)

B. Memberikan kesempatan siswa mengekspresikan pemahamannya secara kreatif.

c)

C. Menyeragamkan bentuk tugas agar penilaian lebih objektif dan mudah.

d)

D. Menggunakan satu rubrik sebagai alat bantu penilaian yang adil dan transparan.

e)

E. Menghindari penyesuaian asesmen agar fokus pada pencapaian kurikulum.

40.

Bu Nita sedang mengajarkan materi Teks Editorial kepada siswa kelas XII. Dalam proses pembelajarannya, Bu Nita meminta siswa untuk menulis editorial berdasarkan isu aktual yang terjadi di masyarakat. Setelah proses penulisan, Bu Nita memberikan umpan balik terstruktur pada aspek struktur teks, isi, dan gaya bahasa. Hasil editorial terbaik dipublikasikan di majalah dinding digital sekolah, sehingga bisa dibaca oleh seluruh warga sekolah. Mengapa pendekatan asesmen Bu Nita relevan dengan prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata dan isu kontekstual.

b)

B. Mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam menyusun argumen.

c)

C. Menilai siswa hanya berdasarkan hafalan tentang teori teks editorial.

d)

D. Memberi kesempatan siswa merasa dihargai dengan mempublikasikan karyanya.

e)

E. Menekankan pentingnya ekspresi personal dan orisinalitas dalam menulis.

41.

Dalam pembelajaran teks prosedur kompleks, Pak Arif memberi tugas proyek kepada siswa kelas XI untuk membuat video tutorial memasak, merangkai kerajinan tangan, atau memperagakan prosedur tertentu. Ia membebaskan siswa memilih tema sesuai minat mereka dan menilai dengan rubrik yang mencakup aspek isi, struktur teks, kejelasan penyampaian, dan kreativitas. Pak Arif juga mengadakan sesi refleksi di akhir untuk mendiskusikan tantangan dan pembelajaran selama proyek. Apa kelebihan dari strategi asesmen berbasis proyek yang digunakan oleh Pak Arif dalam konteks pembelajaran yang berpihak pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan ruang kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka secara autentik dan kontekstual.

b)

B. Meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi karena siswa memilih proyek sesuai minat.

c)

C. Membatasi kreativitas siswa dengan menentukan satu tema dan format proyek yang seragam.

d)

D. Mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.

e)

E. Mendorong refleksi dan evaluasi diri siswa terhadap proses belajarnya.

42.

Dalam pembelajaran teks eksplanasi di kelas XI, Bu Sinta menyadari bahwa kemampuan menulis siswa sangat bervariasi. Untuk itu, ia merancang serangkaian asesmen formatif, seperti membuat kerangka paragraf, memberikan umpan balik teman sejawat (peer feedback), dan membuat revisi berdasarkan komentar guru. Ia juga menyesuaikan tugas menulis berdasarkan tingkat kemampuan siswa agar semua merasa tertantang namun tidak terbebani. Strategi asesmen Bu Sinta mencerminkan prinsip pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada peserta didik. Apa saja manfaat dari pendekatan tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Meningkatkan rasa percaya diri siswa karena mereka merasa diperhatikan sesuai kemampuannya.

b)

B. Membantu guru memperoleh data perkembangan belajar siswa secara terus-menerus.

c)

C. Menyeragamkan hasil belajar siswa agar dapat dinilai dengan lebih cepat.

d)

D. Mendorong siswa menjadi lebih reflektif terhadap proses menulis mereka sendiri.

e)

E. Mengurangi tekanan akademik dengan cara yang tetap menantang dan mendukung.

43.

Bu Nina adalah guru Bahasa Indonesia di kelas IX. Saat mengajarkan teks deskripsi, ia menyadari bahwa tidak semua siswa nyaman dengan bentuk tugas tulis yang kaku. Beberapa siswa lebih ekspresif secara visual, sementara yang lain lebih percaya diri berbicara. Untuk itu, ia menawarkan tiga opsi asesmen: (1) menulis teks deskripsi tentang tempat favorit, (2) mempresentasikan secara lisan dengan bantuan gambar, atau (3) membuat poster deskriptif. Siswa diberi kebebasan memilih sesuai minat dan gaya belajar masing-masing. Bu Nina menggunakan rubrik penilaian holistik untuk menilai kreativitas, struktur, dan kejelasan deskripsi. Hasilnya, siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi dan kualitas karya meningkat.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, mengapa langkah Bu Nina relevan dengan prinsip asesmen yang berpihak pada peserta didik?

a)

A. Agar semua siswa mengerjakan tugas yang sama dan nilai bisa seragam.

b)

B. Memberi kesempatan siswa memilih sesuai karakteristik dan motivasi belajar mereka.

c)

C. Menghindari evaluasi yang terlalu rumit bagi guru.

d)

D. Memudahkan guru dalam menilai tanpa memperhatikan variasi kemampuan siswa.

e)

E. Mendorong siswa untuk bersaing mendapatkan nilai terbaik.

44.

Pak Joko adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar teks puisi di kelas IX. Dalam penilaian akhir, ia meminta siswa membacakan puisi pilihan mereka. Namun, setelah melakukan observasi dan wawancara singkat, Pak Joko mengetahui bahwa sebagian siswa mengalami kecemasan tampil di depan kelas, yang mengganggu proses belajar mereka. Untuk mengatasi hal ini, ia memberikan pilihan asesmen alternatif, yaitu merekam pembacaan puisi secara mandiri di rumah dan mengunggahnya ke platform sekolah. Siswa yang awalnya enggan tampil mulai menunjukkan antusiasme dan peningkatan kualitas ekspresi, karena merasa lebih nyaman dan aman saat mengekspresikan diri. Mengapa strategi asesmen alternatif yang dilakukan Pak Joko mencerminkan pendekatan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik?

a)

A. Memaksakan semua siswa tampil secara langsung untuk menguji keberanian.

b)

B. Memudahkan guru menilai tanpa memperhatikan kebutuhan siswa.

c)

C. Mengakomodasi perbedaan karakteristik emosional siswa agar lebih nyaman belajar.

d)

D. Mengutamakan kecepatan penilaian daripada kenyamanan siswa.

e)

E. Menghilangkan aspek keberanian dalam pembelajaran.

45.

Bu Diah mengajar materi membaca teks cerita pendek di kelas VIII. Ia menyadari bahwa setiap siswa memiliki kekuatan berbeda, ada yang unggul dalam memahami alur cerita, ada yang mampu menyampaikan interpretasi secara lisan, dan ada pula yang menonjol dalam kerja kelompok. Untuk itu, Bu Diah menyusun asesmen yang beragam: kuis pemahaman isi cerita, presentasi analisis tokoh, serta proyek kelompok membuat infografik alur dan pesan moral. Saat asesmen berlangsung, siswa terlihat lebih antusias dan partisipatif. Hasilnya pun lebih menggambarkan kemampuan mereka secara menyeluruh, tidak hanya dari hasil kuis tertulis. Mengapa penting bagi Bu Diah mengintegrasikan berbagai teknik penilaian seperti itu dalam pembelajaran membaca teks cerita?

a)

A. Agar penilaian lebih mudah dan cepat selesai.

b)

B. Untuk mengukur berbagai aspek kemampuan siswa secara menyeluruh.

c)

C. Karena hanya kuis yang paling efektif dalam menilai.

d)

D. Agar siswa tidak perlu mengikuti pembelajaran dengan serius.

e)

E. Mengurangi interaksi antara guru dan siswa.

46.

Pak Arif mengajar teks eksposisi di kelas VIII. Ia memberikan tugas menulis teks eksposisi dengan topik kebersihan lingkungan sekolah. Setelah dikumpulkan, Pak Arif langsung mengembalikan tulisan siswa hanya dengan nilai angka, tanpa catatan atau komentar. Beberapa siswa merasa bingung, terutama mereka yang mendapatkan nilai rendah. Mereka tidak tahu bagian mana yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Sebagian kehilangan motivasi untuk menulis ulang. Keesokan harinya, salah satu guru lain menyarankan agar Pak Arif memberi umpan balik secara tertulis pada bagian tertentu dari tulisan siswa. Apa bentuk umpan balik yang lebih tepat dan bermakna yang seharusnya diberikan Pak Arif untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

a)

A. Memberikan catatan spesifik mengenai kekuatan dan kelemahan tulisan setiap siswa.

b)

B. Memberikan komentar umum tanpa menyebutkan bagian mana yang harus diperbaiki.

c)

C. Menyuruh siswa menebak sendiri kesalahan mereka dari nilai yang diberikan.

d)

D. Mengumumkan nilai di depan kelas agar siswa termotivasi bersaing.

e)

E. Memberi nilai maksimal agar siswa merasa dihargai.

47.

Bu Nani meminta siswa kelas VIII membuat puisi bertema “Lingkungan Sekolah.” Setelah membaca karya siswa, ia menyampaikan apresiasi atas kreativitas mereka. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk merefleksikan proses penulisan masing-masing, mendiskusikan pilihan diksi dan gaya bahasa, serta memberikan kesempatan revisi berdasarkan umpan balik yang mereka terima. Beberapa siswa merasa termotivasi untuk memperbaiki puisinya, sementara yang lain terinspirasi oleh puisi teman-temannya. Mengapa pendekatan Bu Nani dalam memberikan umpan balik dapat dikatakan efektif dan berpihak pada peserta didik?

a)

A. Karena umpan balik hanya penting untuk siswa yang bermasalah.

b)

B. Karena semua siswa diberi nilai yang sama agar merasa adil.

c)

C. Karena hanya siswa dengan nilai rendah yang diberi kesempatan merevisi.

d)

D. Karena siswa mendapat kesempatan untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan.

e)

E. Karena puisi tidak perlu dinilai secara akademis.

48.

Pak Yanto sedang mengajarkan teks prosedur kepada siswa kelas VIII. Setelah mengumpulkan hasil tulisan, ia menyadari bahwa banyak siswa menyusun langkah-langkah yang tidak runtut dan kurang jelas. Alih-alih memberi nilai langsung, Pak Yanto mengelompokkan siswa secara kecil dan memberikan umpan balik lisan secara langsung, sambil menunjukkan contoh revisi dari karya siswa yang sebelumnya telah ia koreksi. Ia juga mengajak siswa untuk berdiskusi tentang alasan di balik revisi tersebut. Apa manfaat utama dari strategi umpan balik yang diterapkan Pak Yanto dalam konteks pembelajaran aktif dan reflektif?

a)

A. Menjaga proses pembelajaran tetap otoritatif dan berpusat pada guru.

b)

B. Memudahkan siswa menyalin teks revisi tanpa memahami kesalahan.

c)

C. Membantu siswa memahami kesalahan melalui contoh nyata dan dialog terbuka.

d)

D. Menghindari tanggapan siswa terhadap kritik.

e)

E. Menyampaikan kesalahan hanya secara umum untuk menghemat waktu.

49.

Bu Rini, guru Bahasa Indonesia kelas VIII, baru saja menyelesaikan rangkaian pembelajaran teks berita. Ia telah melakukan asesmen formatif dan sumatif berupa diskusi kelas, penugasan menulis berita, serta kuis. Dalam menyusun laporan capaian belajar peserta didik, Bu Rini hanya menuliskan nilai akhir dalam bentuk angka di rapor, tanpa keterangan deskriptif. Apa kekurangan dari pendekatan Bu Rini dalam menyusun laporan capaian belajar peserta didik?

a)

A. Laporan hanya berisi nilai numerik tanpa menggambarkan proses dan pencapaian belajar siswa.

b)

B. Penilaian hanya mempertimbangkan satu bentuk asesmen yaitu tugas menulis.

c)

C. Laporan tidak menyertakan deskripsi kekuatan dan kelemahan siswa dalam kompetensi.

d)

D. Laporan seharusnya disusun oleh wali kelas, bukan guru mata pelajaran.

e)

E. Laporan tidak perlu dibuat karena sudah ada nilai harian dan ujian.

50.

Pak Toni sedang menyusun laporan hasil belajar peserta didik kelas IX untuk materi teks tanggapan. Ia menggabungkan hasil observasi diskusi, jurnal reflektif siswa, serta penilaian tugas akhir berupa teks tanggapan kritis. Dalam laporannya, Pak Toni menuliskan kekuatan siswa dalam mengemukakan pendapat, serta memberi saran konkret untuk perbaikan. Mengapa strategi Pak Toni dalam menyusun laporan capaian belajar termasuk praktik yang baik?

a)

A. Karena laporan mencerminkan pencapaian dan proses belajar siswa secara menyeluruh.

b)

B. Karena laporan dibuat berdasarkan pengamatan guru saja tanpa partisipasi siswa.

c)

C. Karena laporan bersifat deskriptif dan memberikan arah perbaikan belajar.

d)

D. Karena laporan hanya mencatat nilai akhir agar tidak membingungkan orang tua.

e)

E. Karena laporan disusun berdasarkan hasil ujian saja agar objektif.

51.

Bu Erna adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII. Setelah menyelesaikan satu siklus pembelajaran tentang teks prosedur, ia menyusun laporan capaian belajar siswa berdasarkan hasil penugasan, observasi, dan penilaian diri. Saat menyampaikan laporan kepada orang tua dalam forum komunikasi hasil belajar, Bu Erna hanya menyebutkan nilai akhir tanpa menjelaskan proses belajar atau rekomendasi lanjutan. Apa yang sebaiknya dilakukan Bu Erna agar proses komunikasi laporan capaian belajar lebih bermakna dan berpihak pada perkembangan siswa?

a)

A. Hanya menyampaikan aspek kognitif karena aspek afektif dan psikomotorik tidak penting.  

b)

B. Menggunakan istilah akademik agar menunjukkan profesionalisme dalam pelaporan.

c)

C. Menyampaikan laporan secara terbuka di depan kelas untuk mempercepat proses.

d)

D. Melibatkan siswa dalam proses komunikasi hasil belajar kepada orang tua.

e)

E. Menyertakan deskripsi proses belajar dan rekomendasi pengembangan pada setiap siswa.

52.

Pak Dani mengajar Bahasa Indonesia di kelas VIII dan telah melaksanakan asesmen untuk materi teks cerita pendek. Saat menyampaikan laporan capaian belajar kepada orang tua, ia menggunakan portofolio digital yang memuat karya siswa, rekaman refleksi belajar, dan catatan umpan balik. Ia juga memberi ruang kepada siswa untuk menyampaikan refleksi mereka selama pertemuan dengan orang tua. Apa keunggulan pendekatan yang dilakukan Pak Dani dalam mengkomunikasikan laporan capaian belajar peserta didik?

a)

A. Menunjukkan proses belajar secara utuh, tidak hanya hasil akhir.

b)

B. Menyediakan sarana dialog antara guru, siswa, dan orang tua.

c)

C. Meningkatkan tekanan pada siswa agar lebih kompetitif.

d)

D. Menghindari komunikasi langsung agar lebih efisien.

e)

E. Membuat laporan terlihat lebih modern tanpa perlu penjelasan tambahan.

53.

Pak Bima adalah guru Bahasa Indonesia kelas XI yang dikenal disiplin dan tegas. Suatu hari, ia mendapati seorang siswi, Dira, tidak mengerjakan tugas menganalisis cerpen karena harus menjaga adiknya yang sakit. Meskipun tugas itu penting, Pak Bima memutuskan untuk memberi Dira kesempatan tambahan waktu dan memberikan dukungan moral tanpa mempermalukannya di depan kelas. Tindakan Pak Bima menunjukkan penerapan nilai-nilai berikut, kecuali …

a)

A. Mengutamakan prinsip asah, asih, dan asuh dalam membimbing peserta didik.

b)

B. Menunjukkan kematangan emosional dan empati terhadap kondisi siswa.

c)

C. Mengabaikan tanggung jawab profesional karena tidak memberi sanksi.

d)

D. Mengedepankan kemanusiaan dalam menjalankan peran sebagai pendidik.

e)

E. Menjalankan peran pendidik sesuai dengan semangat Tut Wuri Handayani.

54.

Bu Nia adalah guru Bahasa Indonesia kelas VIII. Ia selalu memulai pelajaran dengan doa dan mengingatkan siswa tentang pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran dan tanggung jawab. Ketika ada siswa yang mencontek, Bu Nia tidak langsung menghukum, tetapi mengajak berdialog dan membimbing mereka agar menyadari kesalahannya sebagai bagian dari proses belajar menjadi pribadi berkarakter. Praktik pembelajaran yang dilakukan Bu Nia mencerminkan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam hal …

a)

A. Mengandalkan hukuman untuk menanamkan kedisiplinan.

b)

B. Memberi kebebasan penuh tanpa arahan guru.

c)

C. Membimbing siswa dengan kasih dan keteladanan moral.

d)

D. Memfokuskan pembelajaran pada capaian akademik semata.

e)

E. Menyisihkan nilai religius dalam proses pembelajaran.

55.

Dalam pembelajaran teks eksposisi, Pak Fajar memberi tugas kelompok. Salah satu kelompok mengeluh karena merasa tidak adil pembagian tugasnya. Situasi kelas mulai memanas. Pak Fajar mengelola situasi dengan memberi kesempatan semua kelompok untuk menyampaikan perasaannya, lalu membimbing mereka membuat kesepakatan bersama untuk pembagian kerja yang lebih adil. Tindakan Pak Fajar mencerminkan kompetensi sosial-emosional dalam hal?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Keterampilan membangun hubungan yang sehat dan positif antar peserta didik

b)

B. Manajemen emosi yang digunakan untuk menghindari konflik tanpa penyelesaian

c)

C. Kesadaran sosial terhadap perasaan dan perspektif siswa

d)

D. Pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi dan tanggung jawab bersama

e)

E. Ketegasan tanpa empati dalam menyelesaikan konflik kelas

56.

Bu Ayu, guru Bahasa Indonesia kelas X, merasa metode pengajaran yang digunakannya kurang efektif setelah melihat hasil penilaian tengah semester. Mayoritas siswa hanya mampu menjawab soal pada level mengingat dan memahami, padahal pembelajaran sudah diarahkan pada keterampilan berpikir kritis. Ia kemudian melakukan refleksi terhadap RPP dan proses pembelajaran, serta mengadakan diskusi terbuka dengan peserta didik untuk menggali kendala mereka dalam memahami materi. Langkah-langkah yang diambil Bu Ayu mencerminkan penerapan refleksi profesional yang bertujuan untuk... (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyalahkan peserta didik atas hasil belajar yang rendah

b)

B. Memastikan bahwa pengajaran sesuai dengan gaya belajar guru

c)

C. Menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik

d)

D. Meningkatkan kualitas pengajaran berdasarkan hasil asesmen formatif dan sumatif

e)

E. Mengulang semua materi tanpa mempertimbangkan kebutuhan belajar individual

57.

Pak Rino mengamati bahwa beberapa siswa kelas XII merasa tertinggal dalam memahami struktur teks pidato. Ia merefleksikan bahwa pendekatan yang digunakan selama ini lebih banyak berpusat pada ceramah. Setelah membaca jurnal pembelajaran diferensiasi dan mengikuti pelatihan daring tentang Teaching at the Right Level (TaRL), Pak Rino memutuskan untuk menyusun ulang rencana pembelajaran dengan strategi yang lebih beragam sesuai tingkat kemampuan siswa. Berdasarkan kasus tersebut, sikap reflektif Pak Rino mencerminkan...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Kemampuan melakukan perubahan pembelajaran berdasarkan hasil observasi kelas

b)

B. Kesadaran untuk mengembangkan diri melalui sumber belajar profesional

c)

C. Pemaksaan standar belajar yang sama untuk semua peserta didik

d)

D. Implementasi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan belajar aktual

e)

E. Penolakan terhadap pendekatan baru karena pengalaman mengajar lebih dominan

58.

Dalam pembelajaran teks ceramah, Pak Fikri memberi tugas proyek kepada siswa untuk membuat ceramah bertema nilai-nilai budaya lokal. Ia mendorong siswa mewawancarai tokoh masyarakat atau orang tua tentang praktik nilai tersebut di lingkungan sekitar. Di akhir proyek, siswa membagikan hasilnya dalam forum kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan Pak Fikri menekankan pada...

a)

A. Penyeragaman pandangan budaya lokal yang dianut siswa

b)

B. Integrasi perspektif masyarakat dalam pembelajaran kontekstual

c)

C. Penekanan pada hafalan dan teori kebudayaan semata

d)

D. Pembatasan kreativitas siswa dalam menyusun teks ceramah

e)

E. Penghindaran partisipasi orang tua dan masyarakat dalam proses belajar

59.

Bu Mita menyusun agenda rutin bulanan berupa “Surat Refleksi Belajar” yang ditulis siswa dan ditujukan kepada orang tua. Dalam surat tersebut, siswa menuliskan proses, tantangan, dan kebanggaan mereka dalam belajar Bahasa Indonesia. Orang tua diminta menanggapi surat dengan tulisan pendek yang kemudian dibagikan kembali ke siswa. Kegiatan yang dirancang Bu Mita bertujuan untuk... 

a)

A. Mengalihkan evaluasi belajar dari guru ke orang tua

b)

B. Menjadikan siswa objek pasif dalam proses pembelajaran

c)

C. Mengintegrasikan dukungan emosional keluarga ke dalam pembelajaran

d)

D. Menekankan formalitas komunikasi antar pihak sekolah

e)

E. Menyamakan standar hasil belajar siswa tanpa mempertimbangkan karakteristiknya

60.

Dalam pembelajaran teks biografi, Pak Dimas meminta siswa kelas XI untuk menulis biografi tokoh inspiratif dari lingkungan sekitar, seperti pengrajin lokal, pemuka adat, atau relawan sosial. Untuk menggali data, siswa didorong melakukan wawancara langsung dengan tokoh tersebut atau meminta bantuan orang tua mengenalkan narasumber. Strategi yang digunakan Pak Dimas mencerminkan...

a)

A. Integrasi lingkungan keluarga dan masyarakat dalam proses pembelajaran kontekstual

b)

B. Penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning)

c)

C. Pengabaian peran guru sebagai sumber utama informasi

d)

D. Pelanggaran prinsip netralitas guru dalam pemilihan tokoh lokal

e)

E. Penekanan pada hafalan biografi dibandingkan proses penulisan

61.

Bu Rani mengajar teks eksplanasi dengan tema “Tradisi dan Budaya Lokal”. Ia mengajak siswa berdiskusi dengan orang tua tentang tradisi yang masih dijalankan di rumah, kemudian menyusun teks eksplanasi berdasarkan hasil diskusi. Ia juga memberi ruang refleksi emosional tentang pentingnya nilai budaya dalam kehidupan. Pembelajaran yang dilakukan Bu Rani menunjukkan...

a)

A. Pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai penerima informasi budaya dari guru

b)

B. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam memperkuat kecerdasan emosional dan budaya siswa

c)

C. Pengabaian terhadap kebhinekaan budaya yang mungkin dimiliki siswa

d)

D. Pembelajaran berbasis tradisi tanpa memperhatikan struktur teks eksplanasi

e)

E. Penghafalan tradisi daerah daripada eksplorasi maknanya

62.

Dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat kota, Ibu Lina menyampaikan bahwa banyak peserta didik di sekolahnya kesulitan memahami teks eksposisi karena kurangnya literasi argumentatif. Ia mengusulkan program kolaborasi antar sekolah berupa kelas virtual antar siswa untuk saling memberi tanggapan argumentatif dalam teks. Tindakan Ibu Lina mencerminkan...

a)

A. Partisipasi aktif dalam organisasi profesi untuk menyampaikan keluhan personal

b)

B. Usaha untuk menyatukan kurikulum antar sekolah secara seragam

c)

C. Peran kepemimpinan profesional dalam menyampaikan solusi berbasis refleksi terhadap praktik pembelajaran

d)

D. Ketergantungan pada sekolah lain untuk menyelesaikan masalah internal sekolahnya

e)

E. Pelimpahan tanggung jawab literasi ke peserta didik dari sekolah lain

63.

Setelah melaksanakan praktik membaca puisi antarsekolah secara daring, Bu Dwi melakukan refleksi bersama rekan sejawat dan mencatat bahwa kurangnya keterampilan membaca ekspresif menjadi hambatan utama. Ia lalu mengusulkan pelatihan mikro untuk guru-guru Bahasa Indonesia agar mampu membimbing keterampilan vokal dan ekspresi. Apa bentuk kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Bu Dwi dalam komunitas profesinya?

a)

A. Kepemimpinan instruksional yang mendorong pembelajaran melalui refleksi dan perbaikan praktik

b)

B. Kepemimpinan birokratik yang fokus pada pembuatan aturan evaluasi

c)

C. Kepemimpinan administratif yang menekankan pendataan kinerja siswa

d)

D. Kepemimpinan individualis tanpa melibatkan rekan sejawat

e)

E. Kepemimpinan pasif yang menghindari tantangan

64.

Pak Danu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA, menyadari bahwa kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas X sangat beragam. Setelah mengikuti pelatihan Teaching at the Right Level (TaRL), ia mencoba mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan membaca mereka dan memberi pendekatan berbeda. Setelah melihat dampak positifnya, ia membuat modul diferensiasi dan membagikannya dalam forum guru di kabupaten. Apa makna dari tindakan Pak Danu dalam konteks peningkatan pembelajaran berbasis jejaring?

a)

A. Menghindari tanggung jawab kurikulum dengan membuat pendekatan sendiri

b)

B. Memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran melalui praktik baik

c)

C. Membagikan masalah pembelajaran kepada sekolah lain untuk dicarikan solusinya

d)

D. Menunjukkan kesalahan metode pembelajaran guru lain dalam forum

e)

E. Menjadikan pelatihan sebagai formalitas tanpa perubahan nyata di kelas

65.

Ibu Wati menemukan bahwa sebagian besar siswa kesulitan memahami teks tanggapan kritis karena tidak terbiasa berpikir analitis. Ia membuat program mingguan “Bincang Opini” di kelas, lalu mendokumentasikan proses dan hasilnya. Ia diundang mempresentasikan praktik tersebut dalam webinar MGMP se-provinsi, sekaligus menerima masukan untuk pengembangan program selanjutnya. Apa makna dari partisipasi Ibu Wati dalam kegiatan tersebut?

a)

A. Mencari pengakuan dari rekan sejawat di tingkat provinsi

b)

B. Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik secara kolaboratif

c)

C. Meningkatkan beban kerja dengan aktivitas tambahan yang tidak perlu

d)

D. Menyampaikan masalah pembelajaran tanpa mencari solusi

e)

E. Menjaga agar inovasinya tetap eksklusif untuk sekolah sendiri

66.

Dalam pembelajaran teks eksposisi di kelas XI, Pak Rizal menemukan bahwa sebagian siswa belum memahami perbedaan antara gagasan utama dan argumen pendukung. Ia kemudian menyusun ulang alur pembelajaran dari identifikasi gagasan utama, penyusunan argumen, hingga penyusunan teks lengkap. Ia juga memetakan kebutuhan belajar berdasarkan hasil asesmen formatif awal. Apa yang ditunjukkan oleh tindakan Pak Rizal dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran?

a)

A. Menghindari materi sulit agar siswa tidak stres

b)

B. Menyusun pembelajaran berdasarkan struktur keilmuan yang logis dan kebutuhan siswa

c)

C. Menerapkan satu model pembelajaran untuk seluruh kelas demi keseragaman

d)

D. Mengabaikan hasil asesmen awal karena dianggap belum relevan

e)

E. Mengganti materi teks eksposisi dengan materi yang lebih mudah

67.

Ibu Lina merancang pembelajaran teks cerpen dengan mengawali kegiatan dari pemahaman unsur intrinsik, analisis sudut pandang, hingga memproduksi cerpen. Setelah pelaksanaan, ia menemukan bahwa siswa lebih memahami jika dimulai dari membaca contoh cerpen yang menarik dan berdiskusi. Ia lalu mengubah pendekatan tersebut untuk pertemuan selanjutnya. Apa yang bisa disimpulkan dari tindakan Ibu Lina terhadap desain pembelajarannya?

a)

A. Ia tidak konsisten dalam menerapkan rencana pembelajaran

b)

B. Ia mengabaikan struktur pengetahuan bidang Bahasa Indonesia

c)

C. Ia responsif terhadap proses belajar siswa dan bersedia mengevaluasi pendekatannya

d)

D. Ia menerapkan pembelajaran bebas tanpa arah capaian

e)

E. Ia menyerahkan seluruh proses belajar kepada siswa sepenuhnya

68.

Saat mengajarkan teks tanggapan kritis di kelas XII, Pak Fajar menyadari bahwa sebagian siswa kesulitan membedakan fakta dan opini. Ia kemudian menyusun asesmen awal dengan soal identifikasi fakta dan opini dalam berbagai jenis teks, lalu mengelompokkan siswa dan memberikan pembelajaran diferensiasi sesuai tingkat pemahaman mereka. Tindakan Pak Fajar menunjukkan prinsip pembelajaran berikut ini, kecuali... 

a)

A. Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa berdasarkan asesmen awal

b)

B. Menyusun desain pembelajaran berbasis alur perkembangan kompetensi

c)

C. Mengimplementasikan struktur keilmuan Bahasa Indonesia secara bertahap

d)

D. Menyeragamkan kecepatan belajar agar seluruh siswa selesai bersama

e)

E. Mengadaptasi pembelajaran untuk menjawab persoalan pemahaman siswa

69.

Dalam mengajarkan materi “Debat” di kelas XI, Pak Anwar ingin agar siswa tidak hanya memahami struktur debat, tetapi juga mampu menerapkan teknik argumentasi secara efektif. Ia menyusun tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan konten Bahasa Indonesia dan kemampuan komunikasi peserta didik. Manakah perumusan tujuan pembelajaran yang sesuai berdasarkan konten materi debat dan pendekatan yang berpusat pada peserta didik? 

a)

A. Siswa mampu menjelaskan kembali pengertian debat.

b)

B. Siswa mampu menyebutkan unsur-unsur debat dalam ujian tertulis.

c)

C. Siswa mampu menyusun argumen berdasarkan data dan menyampaikannya dalam bentuk debat kelompok.

d)

D. Siswa mampu mengamati guru yang sedang melakukan debat.

e)

E. Siswa mampu menyalin contoh teks debat dari buku paket.

70.

Bu Tika sedang menyusun rencana pembelajaran untuk materi “Cerpen” di kelas X. Ia ingin siswanya tidak hanya membaca cerpen, tetapi juga mampu mengaitkan tema cerpen dengan kehidupan sosial remaja. Dalam menyusun tujuan pembelajaran, Bu Tika mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan relevansi konteks sosial. Tujuan pembelajaran yang paling mencerminkan integrasi pengetahuan konten dan kebutuhan peserta didik adalah…

a)

A. Siswa dapat membaca cerpen dengan suara keras di depan kelas.

b)

B. Siswa dapat menyalin isi cerpen ke dalam buku catatan.

c)

C. Siswa dapat mengidentifikasi tokoh utama dalam cerpen.

d)

D. Siswa dapat menjelaskan latar tempat dan waktu dari cerpen.

e)

E. Siswa dapat mengaitkan tema cerpen dengan realitas kehidupan remaja saat ini.

71.

Ibu Nia adalah guru Bahasa Indonesia di kelas XI. Ia sedang merancang perangkat pembelajaran untuk materi Teks Ulasan Film. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik mampu membuat teks ulasan yang logis, sistematis, dan sesuai dengan struktur yang tepat. Dalam proses perancangannya, Ibu Nia ingin memastikan bahwa kegiatan pembelajaran mengalir secara logis, mulai dari aktivitas yang sederhana ke kompleks, dan mendukung berpikir kritis. Ia mempertimbangkan beberapa tahapan kegiatan yang bisa diterapkan di kelas, seperti membaca contoh teks ulasan, menganalisis struktur dan kebahasaan, serta menulis ulasan mereka sendiri. Ibu Nia juga ingin tahapan itu selaras dengan prinsip pembelajaran berbasis konstruktivisme. Berdasarkan studi kasus di atas, manakah urutan kegiatan pembelajaran yang paling tepat untuk dijadikan dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran agar selaras dengan prinsip konstruktivisme dan berpikir tingkat tinggi (HOTS)?

a)

A. Mengidentifikasi unsur teks ulasan → Menulis teks ulasan → Membaca teks ulasan

b)

B. Membaca teks ulasan → Menulis teks ulasan → Menentukan struktur teks ulasan

c)

C. Membaca teks ulasan → Mengidentifikasi struktur dan bahasa → Menulis teks ulasan

d)

D. Menulis teks ulasan → Menganalisis teks ulasan → Membaca teks ulasan

e)

E. Menghafal pengertian → Menulis ulasan → Membandingkan ulasan

72.

Pak Reza adalah guru Bahasa Indonesia di kelas X yang sedang mengajarkan materi Teks Anekdot. Setelah melakukan pengamatan, ia menemukan bahwa siswanya memiliki gaya belajar yang beragam, mulai dari visual, auditori, hingga kinestetik. Ia pun bertekad menciptakan pembelajaran yang adaptif agar semua siswa dapat memahami struktur dan fungsi sosial teks anekdot secara optimal. Pak Reza mempertimbangkan berbagai strategi pembelajaran. Ia ingin memilih strategi yang mengakomodasi keberagaman siswa, selaras dengan teori Multiple Intelligences dan prinsip diferensiasi pembelajaran. Berdasarkan situasi tersebut, strategi pembelajaran manakah yang paling sesuai dengan pendekatan diferensiasi dan teori belajar yang relevan?

a)

A. Menyuruh semua siswa membaca teks anekdot dari buku paket dan menjawab pertanyaan tertulis.

b)

B. Menayangkan video anekdot, mendiskusikannya, dan meminta siswa membuat skenario serta memainkan perannya dalam kelompok.

c)

C. Memberikan satu contoh teks dan meminta siswa langsung menulis teks serupa.

d)

D. Memberikan ceramah tentang teori teks anekdot dan meminta siswa mencatat isi materi.

e)

E. Menugaskan siswa membuat anekdot sebagai pekerjaan rumah tanpa dibahas di kelas.

73.

Pak Joko adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII. Dalam mengajarkan topik "Mengenal Teks Deskripsi", ia mengamati bahwa sebagian besar siswanya sangat tertarik dengan hal-hal yang nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti taman sekolah, kantin, dan lapangan. Ia pun ingin menyusun pembelajaran yang dapat menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan, sekaligus melatih keterampilan bahasa tulis secara alami dan menyenangkan. Pak Joko mempertimbangkan beberapa pilihan strategi pembelajaran. Ia ingin strategi yang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa SMP, yang menurut teori Piaget berada pada tahap operasional konkret, serta sejalan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL). Dari pilihan berikut, strategi pembelajaran manakah yang paling tepat dilakukan Pak Joko?

a)

A. Menyuruh siswa menghafal definisi teks deskripsi dan menyetorkannya.

b)

B. Meminta siswa menyalin contoh teks deskripsi dari buku teks.

c)

C. Mengajak siswa melakukan observasi lingkungan sekolah lalu menulis teks deskripsi berdasarkan hasil pengamatan.

d)

D. Memberikan soal-soal pilihan ganda mengenai struktur teks deskripsi.

e)

E. Menjelaskan isi teks deskripsi tanpa memberikan kesempatan berdiskusi.

74.

Bu Nia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas yang sangat beragam. Sebagian besar siswanya berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda-beda dan memiliki keyakinan agama yang bervariasi. Saat memulai pembelajaran Pidato Persuasif, ia menyadari bahwa banyak siswa merasa tidak percaya diri untuk tampil di depan kelas, bukan hanya karena gugup, tapi juga karena takut menyampaikan hal yang bisa menyinggung teman yang berbeda latar belakang. Bu Nia ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan tetap memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berbicara persuasif secara etis dan bertanggung jawab. Ia mempertimbangkan beberapa strategi pembelajaran berikut. Dari pilihan berikut, manakah strategi yang paling mencerminkan prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, serta menghargai keberagaman sosial dan emosional siswa?

a)

A. Menyuruh semua siswa tampil satu per satu tanpa persiapan, agar terbiasa berbicara spontan.

b)

B. Menentukan tema pidato yang kontroversial seperti politik dan agama untuk memancing debat.

c)

C. Mengarahkan siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun pidato bertema toleransi, kemudian salah satu anggota kelompok menyampaikannya.

d)

D. Memberikan teks pidato siap pakai dari buku dan meminta siswa membacakannya di depan kelas.

e)

E. Meminta semua siswa menyampaikan pidato bertema politik dalam waktu 5 menit sebagai tugas wajib.

75.

Bu Dinda sedang mengajar materi menulis puisi ekspresif di kelas VIII. Ia mengenal siswanya dengan baik, termasuk Lala, seorang siswa yang memiliki disleksia. Meskipun Lala mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, ia memiliki daya imajinasi yang kuat dan sangat ekspresif secara lisan. Bu Dinda ingin memastikan bahwa Lala tetap bisa berpartisipasi aktif dan merasa dihargai dalam proses belajar, tanpa merasa tertinggal atau tertekan oleh keterbatasannya. Sebagai guru yang menerapkan prinsip pembelajaran terdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik, strategi manakah yang paling tepat untuk dilakukan Bu Dinda dalam mendukung potensi Lala?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengizinkan Lala menyampaikan puisinya secara lisan, lalu dibantu untuk dituliskan oleh guru atau teman.

b)

B. Memberi kesempatan pada Lala untuk merekam puisinya dalam bentuk audio yang kemudian diperdengarkan di kelas.

c)

C. Menyuruh Lala menghafalkan puisi orang lain sebagai gantinya agar tetap mendapat nilai.

d)

D. Melibatkan teman sebaya yang mendukung untuk membantu Lala menuliskan ide-ide puisinya.

e)

E. Mengganti tugas menulis puisi menjadi soal pilihan ganda agar Lala tidak mengalami tekanan.

76.

Pak Adi sedang mengajar materi teks eksposisi di kelas X SMA. Dalam kelasnya, terdapat Dimas, seorang siswa dengan hambatan pendengaran yang menggunakan alat bantu dengar. Dimas dikenal sebagai siswa yang cermat memahami materi, tetapi ia jarang berpartisipasi dalam diskusi kelas, kemungkinan karena keterbatasan dalam menangkap suara secara utuh. Pak Adi ingin memastikan Dimas tetap terlibat aktif dan merasa menjadi bagian penting dari pembelajaran kelompok. Sebagai guru yang ingin menerapkan pembelajaran yang inklusif dan aksesibel, strategi apa saja yang paling tepat dilakukan Pak Adi untuk mendukung partisipasi Dimas?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyediakan ringkasan materi dalam bentuk teks sebelum diskusi agar Dimas dapat memahami konteks lebih awal.

b)

B. Meminta kelompok Dimas untuk mempresentasikan hasil diskusi menggunakan media visual seperti infografik.

c)

C. Menugaskan teman terdekat Dimas sebagai pendamping komunikasi melalui tulisan atau isyarat sederhana.

d)

D. Menempatkan Dimas di kelompok terpisah agar tidak merasa terbebani oleh interaksi.

e)

E. Menghindari kegiatan diskusi di kelas agar siswa seperti Dimas tidak merasa tertekan.

77.

Pak Agus mengajar materi puisi di kelas XII. Salah satu siswanya, Nia, adalah penyandang disabilitas motorik yang menggunakan kursi roda. Nia memiliki semangat belajar yang tinggi dan menunjukkan ketertarikan pada puisi, terutama dalam mengekspresikan perasaannya. Namun, ia terkadang merasa kesulitan mengikuti beberapa aktivitas kelas yang mengharuskan mobilitas fisik, seperti berpindah kelompok atau tampil membacakan puisi di depan kelas karena keterbatasan akses ruang. Pak Agus ingin menciptakan pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan bermakna bagi semua siswa tanpa terkecuali. Sebagai guru yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan siswa, strategi apa saja yang paling tepat dilakukan oleh Pak Agus agar Nia dapat aktif berpartisipasi dalam pembelajaran puisi?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran agar tidak menuntut mobilitas fisik berlebihan.

b)

B. Mengadakan sesi pembelajaran daring secara penuh agar Nia bisa belajar dari rumah.

c)

C. Mengabaikan kondisi Nia dengan dalih memberikan perlakuan yang sama kepada semua siswa.

d)

D. Memberikan Nia peran aktif dalam diskusi kelas dan kolaborasi kelompok.

e)

E. Menyediakan ruang kelas yang ramah kursi roda dan memungkinkan mobilitas mandiri.

78.

Pak Budi adalah guru Bahasa Indonesia kelas XI di sebuah SMA yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Ia menyadari bahwa kemampuan literasi informasional siswanya masih rendah, khususnya dalam menafsirkan data dan argumen yang muncul dalam teks berbasis fakta, seperti artikel ilmiah populer dan editorial. Selain itu, sebagian siswa tampak kesulitan saat membaca grafik, tabel, dan data statistik sederhana yang disisipkan dalam teks tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Pak Budi ingin merancang strategi pembelajaran yang mengintegrasikan literasi dan numerasi agar peserta didik dapat berpikir kritis, memahami teks, sekaligus mampu menginterpretasi data yang relevan. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat digunakan Pak Budi agar peserta didik dapat mencapai capaian belajar literasi dan numerasi secara optimal?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan teks informasi yang mengandung data statistik, lalu meminta siswa menganalisis isi dan data tersebut secara kritis.

b)

B. Memberikan latihan numerasi dari soal-soal matematika tanpa kaitan dengan isi bacaan.

c)

C. Melibatkan peserta didik dalam membaca, menafsirkan grafik dan tabel yang terdapat dalam teks.

d)

D. Menggunakan metode ceramah satu arah untuk menyampaikan materi secara teoritis.

e)

E. Mengadakan diskusi kelompok untuk menafsirkan data numerik dan argumen dalam teks informasi.

79.

Ibu Rina adalah guru Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP. Ia sedang mengajarkan teks eksplanasi dengan topik “Dampak Pemanasan Global terhadap Kenaikan Permukaan Air Laut”. Dalam teks tersebut disajikan data numerik tentang kenaikan rata-rata permukaan laut selama 10 tahun terakhir dalam bentuk tabel. Namun, saat diskusi kelas, Ibu Rina mendapati bahwa sebagian siswa kesulitan menafsirkan angka dan hubungan sebab-akibat yang disajikan dalam teks. Ia ingin menyusun pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan membaca informasi sekaligus mengasah pemahaman data numerik secara kontekstual. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat dilakukan Ibu Rina untuk meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi peserta didik secara bersamaan?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan tugas membuat rangkuman isi teks eksplanasi secara tertulis.

b)

B. Mengajak siswa membuat grafik atau diagram dari data numerik dalam teks.

c)

C. Memberikan soal pilihan ganda seputar isi teks tanpa melibatkan data.

d)

D. Menggunakan studi kasus berbasis data untuk dianalisis secara kelompok.

e)

E. Melatih siswa menghitung dan menginterpretasi dampak data numerik terhadap isi teks.

80.

Pak Joko mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP. Ia memperhatikan bahwa banyak siswanya dapat memahami isi umum suatu teks, tetapi kesulitan saat diminta menjelaskan arti grafik, tabel, atau angka yang disertakan dalam teks laporan atau artikel ilmiah. Dalam sebuah pembelajaran, Pak Joko menyajikan artikel tentang “Konsumsi Air Bersih di Perkotaan dan Pedesaan” yang dilengkapi grafik batang dan tabel data. Ia ingin menyusun strategi agar siswa mampu membaca teks dengan pemahaman mendalam, termasuk menganalisis informasi numerik secara kritis.Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat dilakukan Pak Joko untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi sekaligus numerasi dalam memahami teks ilmiah?

a)

A. Memberikan tugas membaca teks panjang tanpa latihan analisis data.

b)

B. Mengajak siswa membuat rangkuman isi teks dan mengidentifikasi data numerik di dalamnya.

c)

C. Memberikan latihan soal matematika secara terpisah dari materi Bahasa Indonesia.

d)

D. Menyajikan teks yang berisi data numerik dan mengajak siswa berdiskusi tentang maknanya.

e)

E. Menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan teori literasi dan numerasi secara terpisah.

81.

Apa tujuan refleksi pembelajaran pada pembelajaran Bahasa Indonesia?

4 lines
82.

Apa tujuan dari evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia?

4 lines