wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK PEDAGOGI UMUM 2025

Total questions: 82

Worksheet time: 3hrs 50mins

Name
Class
Date
1.
1. Bu Rina adalah guru baru di kelas 7. Di minggu pertama mengajar, ia mulai memperhatikan bagaimana peserta didik-peserta didiknya belajar. Ada yang aktif bertanya dan suka berbicara saat diskusi. Ada juga yang lebih suka melihat gambar dan membuat mind map. Ada yang pendiam tapi nilainya selalu bagus. Beberapa peserta didik tidak bisa diam terlalu lama, mereka lebih suka belajar sambil bergerak. Lalu ada juga yang lebih cepat paham saat belajar bersama teman-temannya. Bu Rina sadar, setiap peserta didik punya cara belajar yang berbeda-beda. Apa langkah terbaik yang bisa dilakukan Bu Rina agar semua peserta didik bisa belajar dengan nyaman dan maksimal?
a)
A. Mengajar semua peserta didik dengan metode ceramah supaya mereka terbiasa
b)
B. Mengelompokkan peserta didik berdasarkan nilai ulangan tertulis
c)
C. Menggunakan berbagai cara mengajar, sesuai dengan gaya belajar peserta didik yang berbeda
d)
D. Hanya fokus pada peserta didik yang aktif bicara karena mereka terlihat lebih tertarik
e)
E. Memberi semua peserta didik tugas mandiri yang sama agar mereka belajar mandiri
2.
2. Bu Lina, guru IPA kelas 7, akan mengajar topik tentang pencemaran lingkungan. Sebelum mulai, ia memberi tes singkat untuk melihat sejauh mana peserta didik sudah memahami materi tersebut. Hasilnya cukup beragam: • Ada peserta didik yang sudah paham jenis-jenis pencemaran dan dampaknya. • Ada yang tahu sedikit, tapi masih salah memahami beberapa konsep. • Sebagian lagi belum tahu sama sekali. Melihat kondisi ini, Bu Lina ingin membuat kegiatan belajar yang bisa membantu semua peserta didik belajar dengan nyaman sesuai kemampuan mereka. Apa saja langkah yang bisa Bu Lina lakukan agar kegiatan belajarnya cocok dengan kondisi peserta didik? (Pilih semua jawaban yang menurutmu benar)
a)
A. Membagi peserta didik ke dalam kelompok sesuai hasil tes awal, lalu memberi tugas berbeda sesuai kebutuhan masing-masing
b)
B. Memberi materi tambahan atau tantangan untuk peserta didik yang sudah menguasai materi
c)
C. Mengulang penjelasan hanya kepada peserta didik yang nilainya paling tinggi
d)
D. Memberi bimbingan lebih intens kepada peserta didik yang belum paham sama sekali
e)
E. Menyamakan semua kegiatan belajar supaya lebih praktis dan tidak repot
3.
3. Pak Andi mengajar kelas 8 dan sedang menyusun rencana pembelajaran untuk semester depan. Ia mulai memperhatikan bahwa peserta didik-peserta didiknya punya cara belajar dan latar belakang yang berbeda. Beberapa hal yang ia lihat di kelasnya: • Ada peserta didik yang cepat paham kalau belajar lewat gambar dan video. • Ada juga yang lebih nyaman belajar dengan mendengarkan dan ikut diskusi. • Beberapa peserta didik suka belajar sambil bergerak dan aktif saat praktik. • Ada peserta didik yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang berbeda-beda. • Ada yang sangat semangat belajar, tapi ada juga yang kurang termotivasi. • Salah satu peserta didik kesulitan membaca dan menulis, jadi perlu pendampingan khusus. Pak Andi ingin kegiatan belajarnya bisa cocok untuk semua peserta didik, tanpa terkecuali. Dari pengamatan Pak Andi, karakteristik peserta didik apa saja yang sudah ia kenali? (Pilih semua yang menurutmu benar)
a)
A. Cara atau gaya belajar peserta didik (misalnya visual, auditori, kinestetik)
b)
B. Semangat dan motivasi peserta didik dalam belajar
c)
C. Latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi peserta didik
d)
D. Zodiak dan golongan darah peserta didik
e)
E. Peserta didik yang punya kebutuhan khusus dalam belajar
4.
4. Bu Sari adalah guru kelas 4 SD. Ia sedang mempersiapkan materi pembelajaran sains tentang perubahan wujud benda (padat, cair, gas). Saat mengajar, ia memperhatikan beberapa hal pada peserta didik-peserta didiknya: • Beberapa peserta didik sudah bisa memahami konsep perubahan wujud benda dengan melakukan percobaan langsung. • Ada juga yang masih kesulitan memahami sebab-akibat walaupun sudah diberi contoh nyata. • Beberapa peserta didik mulai bisa berpikir secara abstrak tentang hal-hal yang tidak langsung mereka lihat. Bu Sari ingin memastikan bahwa materi yang ia ajarkan sesuai dengan kemampuan berpikir anak-anak di kelasnya agar pembelajaran berjalan efektif. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, tahap perkembangan mana yang paling tepat untuk anak kelas 4 SD (usia sekitar 9-10 tahun) dan apa karakteristik kognitifnya yang harus diperhatikan Bu Sari dalam merancang pembelajaran?
a)
A. Sensorimotor — Anak belajar melalui pengalaman langsung dengan indera dan gerakan, belum mampu berpikir simbolik.
b)
B. Praoperasional — Anak mulai menggunakan simbol, bahasa, dan imajinasi, tapi masih sulit memahami logika dan perspektif orang lain.
c)
C. Operasional Konkret — Anak sudah bisa berpikir logis tentang hal-hal konkret dan melakukan klasifikasi serta sebab-akibat berdasarkan pengalaman nyata.
d)
D. Operasional Formal — Anak mampu berpikir abstrak, hipotesis, dan merencanakan secara sistematis.
e)
E. Tahap Emosional — Anak mampu meregulasi emosinya sendiri
5.
5. Pak Dedi adalah guru SMP yang peduli dengan perkembangan kepribadian dan sosial peserta didiknya. Ia melihat beberapa peserta didik mengalami kesulitan menemukan jati diri dan terkadang merasa bingung dengan peran mereka di lingkungan sekolah dan teman sebaya. Pak Dedi juga mengamati bahwa beberapa peserta didik mulai menunjukkan kedekatan yang kuat dengan teman dekatnya, sementara beberapa lainnya tampak menarik diri dan cenderung menyendiri. Ia ingin memahami bagaimana tahap perkembangan psikososial ini mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik agar dapat membimbing mereka dengan tepat. Berdasarkan teori Erik Erikson, karakteristik perkembangan psikososial manakah yang sedang dialami oleh sebagian besar peserta didik SMP (usia remaja)? (Pilih semua jawaban yang benar)
a)
A. Tahap Kepercayaan vs Ketidakpercayaan — anak belajar mempercayai dunia atau menjadi takut
b)
B. Tahap Identitas vs Kebingungan Peran — anak mencari jati diri dan perannya dalam masyarakat
c)
C. Tahap Intimasi vs Isolasi — anak membangun hubungan dekat atau merasa kesepian
d)
D. Tahap Inisiatif vs Rasa Bersalah — anak mulai berinisiatif atau merasa bersalah atas tindakan mereka
e)
E. Tahap Identitas vs Kebingungan Peran — anak bingungan tentang siapa diri mereka dan ke mana tujuan hidupnya
6.
6. Berdasarkan penilaian kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Rohmat memiliki penilaian sangat baik dalam kerjasama tim, pemecahan masalah, dan kedisiplinan dalam menyelesaiakan pekerjaan yang telah diberikan oleh Pembina Pramuka. Penilaian tersebut mengindikasikan bahwa Rohmat memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin dalam tim atau organisasi. Dengan demikian, apabila anda sebagai seorang guru, manakah pernyataan yang paling tepat dalam membuat laporan untuk diberikan ke Rohmat dan orangtuanya …
a)
A. Laporan dibuat dengan menyantumkan nilai sangat baik pada kegiatan 16 ekstrakurikuler Pramuka yang ditulis pada rapor untuk Rohmat dan orangtuanya sebagai rekomendasi potensi yang dimilikinya
b)
B. Laporan dibuat dengan menyantumkan nilai sangat baik pada kerjasama tim, pemecahan masalah, dan kedisiplinan yang ditulis pada rapor untuk rekomendasi potensi yang dimilikinya
c)
C. Laporan dibuat dengan menyantumkan nilai sangat baik pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, dan ia memiliki potensi dalam menjadi seorang pemimpin yang ditulis pada rapot
d)
D. Laporan dibuat dengan menyantumkan nilai sangat baik pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang ditulis secara rinci sesuai dengan indikator kerjasama tim, pemecahan masalah, dan kedisiplinan yang ditulis pada selembar kertas untuk dibagikan kepada peserta didik
e)
E. Laporan dibuat dengan menyantumkan nilai pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang ditulis secara rinci sesuai dengan indikator kerjasama tim, pemecahan masalah, dan kedisiplinan yang ditulis pada selembar kertas dan ditempelkan pada majalah dinding sekolah
7.
7. Bu Rani adalah seorang guru kelas yang menghadapi peserta didik bernama Dimas. Dimas sering mengganggu teman sekelas, berbicara saat pelajaran, dan tidak mengerjakan tugas tepat waktu. Beberapa guru menyarankan agar Bu Rani memberikan hukuman tegas. Namun, Bu Rani memilih untuk berbicara secara pribadi dengan Dimas, mencari tahu latar belakang perilakunya, memberikan tugas yang sesuai dengan minatnya, dan melibatkan Dimas dalam pembuatan aturan kelas agar merasa lebih bertanggung jawab. Tindakan Bu Rani mencerminkan penerapan teori humanisme dalam pendidikan melalui prinsip-prinsip berikut, kecuali …
a)
A. Membangun relasi yang empatik dan menghargai hak anak sebagai individu yang unik
b)
B. Memberikan kesempatan aktualisasi diri melalui tugas yang sesuai dengan minat peserta didik
c)
C. Mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan
d)
D. Menghindari seluruh bentuk konsekuensi sebagai bentuk penghargaan terhadap kebebasan anak
e)
E. Menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis agar peserta didik termotivasi dari dalam diri sendiri
8.
8. Bu Lestari adalah guru kelas 8 yang memiliki peserta didik dengan beragam kemampuan, minat, dan gaya belajar. Dalam pelajaran IPA tentang sistem pernapasan, ia membagi peserta didik menjadi tiga kelompok: • Kelompok 1 membuat poster visual tentang organ pernapasan. • Kelompok 2 menyusun laporan tertulis berdasarkan hasil eksperimen sederhana. • Kelompok 3 membuat presentasi video pendek tentang proses pernapasan. Sebelumnya, Bu Lestari telah mengobservasi gaya belajar dan minat setiap peserta didik, lalu mengarahkan mereka ke aktivitas yang sesuai. Praktik yang dilakukan Bu Lestari mencerminkan penerapan diferensiasi belajar dalam aspek berikut, kecuali …
a)
A. Diferensiasi berdasarkan gaya belajar peserta didik
b)
B. Diferensiasi produk hasil belajar peserta didik
c)
C. Diferensiasi isi materi pelajaran yang diberikan
d)
D. Penyesuaian strategi pembelajaran dengan minat peserta didik
e)
E. Pemberian kesempatan bagi peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka secara berbeda
9.
9. Pak Ahmad adalah guru IPA yang menerapkan pendekatan pembelajaran konstruktivistik dengan menggunakan model discovery learning pada materi sifat-sifat zat. Dalam pelajaran, Pak Ahmad tidak memberikan definisi atau konsep secara langsung. Sebagai gantinya, ia menyediakan berbagai bahan percobaan dan alat peraga, kemudian meminta peserta didik untuk mengamati, mengidentifikasi pola, dan merumuskan sendiri sifat-sifat zat berdasarkan hasil pengamatan mereka. Selama proses itu, Pak Ahmad membimbing peserta didik dengan memberikan pertanyaan terbuka dan mengarahkan mereka agar dapat menemukan konsep secara mandiri. Di akhir kegiatan, peserta didik diminta menyampaikan hasil penemuannya secara kelompok. Berdasarkan kasus tersebut, berikut ini yang merupakan karakteristik penerapan teori belajar konstruktivistik melalui model discovery learning adalah, kecuali …
a)
A. Peserta didik aktif membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman langsung
b)
B. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar peserta didik
c)
C. Peserta didik belajar dengan menemukan konsep secara mandiri melalui pengamatan dan refleksi
d)
D. Guru memberikan definisi dan konsep terlebih dahulu agar peserta didik memahami materi
e)
E. Pembelajaran menekankan proses penemuan dan diskusi kelompok
10.
10. Ibu Sari mengajar mata pelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan konstruktivistik yang memadukan model Inquiry Learning dan pendekatan saintifik. Pada materi tentang siklus air, Ibu Sari tidak langsung menjelaskan konsep secara teori, melainkan memberikan beberapa bahan dan alat peraga, seperti model awan, air, dan alat penguapan. Peserta didik diminta untuk melakukan pengamatan, merumuskan pertanyaan terkait proses siklus air, melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati penguapan dan kondensasi, serta mengolah data hasil percobaan. Setelah itu, mereka diminta menyajikan hasil temuan dan menarik kesimpulan secara kelompok. Berdasarkan kasus tersebut, yang merupakan langkah-langkah yang tepat sesuai pendekatan saintifik dan Inquiry Learning adalah, kecuali …
a)
A. Mengamati fenomena siklus air melalui alat peraga dan percobaan
b)
B. Merumuskan pertanyaan terkait proses penguapan dan kondensasi
c)
C. Guru langsung menjelaskan konsep siklus air sebelum peserta didik melakukan eksperimen
d)
D. Mengolah data hasil pengamatan dan percobaan untuk menarik kesimpulan
e)
E. Menyajikan hasil temuan secara kelompok melalui diskusi dan presentasi
11.
11. Bu Maya mengajarkan materi tentang perubahan wujud zat kepada peserta didik kelas 7. Dalam beberapa pertemuan, ia menerapkan dua model pembelajaran yang berbeda: • Pada pertemuan pertama, Bu Maya memberikan berbagai bahan dan alat peraga, lalu meminta peserta didik untuk menemukan sendiri konsep perubahan wujud zat melalui eksplorasi dan pengamatan tanpa banyak arahan. • Pada pertemuan kedua, Bu Maya memulai pembelajaran dengan mengajak peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang perubahan wujud zat, kemudian merancang percobaan untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan akhirnya menarik kesimpulan bersama-sama. Berdasarkan kasus tersebut, pernyataan yang tepat mengenai perbedaan model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning adalah, kecuali …
a)
A. Discovery Learning menekankan penemuan konsep oleh peserta didik secara mandiri melalui eksplorasi tanpa banyak arahan.
b)
B. Inquiry Learning berfokus pada proses peserta didik mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban melalui investigasi.
c)
C. Inquiry Learning melibatkan proses perencanaan eksperimen untuk menjawab pertanyaan yang diajukan peserta didik.
d)
D. Discovery Learning selalu dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh guru untuk memandu peserta didik.
e)
E. Keduanya menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran yang aktif membangun pengetahuan.
12.
12. Di sebuah daerah di Jawa Barat, terdapat kebijakan mengirim peserta didik yang dianggap “nakal” ke barak militer sebagai upaya pembinaan disiplin dan karakter. Peserta didik menjalani pelatihan militer selama beberapa minggu dengan aturan ketat dan aktivitas fisik yang padat. Kebijakan ini menuai berbagai kritik, terutama dari pakar psikologi dan pendidikan, karena dikhawatirkan berdampak negatif pada perkembangan peserta didik. Berdasarkan kasus tersebut, pernyataan berikut ini yang benar terkait ketidaksesuaian kebijakan dengan beberapa teori perkembangan adalah … (Pilih semua jawaban yang benar)
a)
A. Pendekatan ini berpotensi merusak harga diri (self-esteem) dan motivasi intrinsik (intrinsic motivation) peserta didik sesuai teori humanistik
b)
B. Perlakuan otoriter ini dapat menyebabkan kebingungan identitas dan rendahnya kepercayaan diri menurut teori Erikson
c)
C. Kebijakan ini sesuai dengan teori behaviorisme karena dapat memperbaiki perilaku melalui penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment).
d)
D. Pendekatan ini sangat cocok dengan teori konstruktivisme karena memberikan pengalaman belajar aktif bagi peserta didik.
e)
E. Lingkungan yang terlalu keras dapat menurunkan motivasi intrinsik yang dijelaskan dalam teori Self-Determination
13.
13. Di sebuah SMP, guru kelas memberikan angket sederhana untuk mengetahui gaya belajar peserta didik (visual, auditori, kinestetik). Dari hasil angket dan pengamatan, guru menemukan bahwa Dito mengalami kesulitan memahami instruksi dan materi pelajaran. Guru mengamati Dito selama beberapa minggu dan menemukan bahwa peserta didik sering bingung saat menerima tugas, kesulitan berkonsentrasi, dan lupa petunjuk. Guru sudah mencoba memberikan berbagai pendekatan pembelajaran yang bervariasi, namun permasalahan Dito belum juga membaik. Guru merasa perlu penilaian lebih mendalam dan kemudian merekomendasikan agar Dito dibawa ke psikolog sekolah untuk evaluasi. Berdasarkan kasus tersebut, pernyataan berikut ini yang benar adalah … (Pilih semua jawaban yang benar)
a)
A. Guru sebaiknya langsung mengabaikan kesulitan Dito karena bukan kewajiban guru melakukan diagnosis psikologis.
b)
B. Guru berperan penting dalam melakukan diagnosis awal dengan menggunakan alat dan observasi sederhana untuk menyesuaikan pembelajaran.
c)
C. Jika masalah lebih kompleks ditemukan, guru wajib merujuk peserta didik ke psikolog atau tenaga ahli yang berkompeten.
d)
D. Guru harus melakukan diagnosa psikologis secara lengkap terhadap Dito agar mendapatkan hasil yang valid.
e)
E. Kolaborasi antara guru dan psikolog sangat penting untuk mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
14.
14. Bu Anita, seorang guru IPA kelas VIII, sedang merancang RPP untuk materi “Pencemaran Lingkungan”. Ia ingin memastikan bahwa pembelajarannya mencakup keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) dan tingkat tinggi (HOTS) agar proses pembelajaran tertata rapi dan berjenjang. Ia memulai dengan memberikan materi pengantar berupa pengertian dan jenis-jenis pencemaran (LOTS), kemudian mengarahkan peserta didik pada tugas analisis pencemaran yang terjadi di sekitar mereka dan meminta mereka merancang solusi kreatif (HOTS). Langkah Bu Anita mencerminkan upaya merancang pembelajaran yang sistematis agar peserta didik bertahap dari memahami fakta hingga mampu menyelesaikan masalah nyata. Berdasarkan studi kasus tersebut, pernyataan berikut yang benar adalah … (Pilih semua jawaban BENAR)
a)
A. Memisahkan materi LOTS dan HOTS bertujuan untuk menghindari kebingungan peserta didik dalam belajar.
b)
B. Penggunaan LOTS hanya diperlukan untuk peserta didik dengan kemampuan rendah.
c)
C. Pembelajaran yang menggabungkan LOTS dan HOTS membantu peserta didik berpikir dari dasar hingga kompleks.
d)
D. Materi HOTS harus disampaikan di awal pembelajaran agar peserta didik lebih tertantang sejak awal.
e)
E. Guru perlu merancang tahapan pembelajaran dari memahami fakta, menganalisis, hingga mencipta agar pembelajaran lebih bermakna.
15.
15. Pak Fajar adalah guru IPA yang sedang merancang pembelajaran tentang sistem pernapasan manusia. Ia ingin memastikan bahwa peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami konsep, mampu melakukan prosedur ilmiah, dan menyadari bagaimana mereka belajar. Dalam rencana pembelajarannya, Pak Fajar: • Menyuruh peserta didik menyebutkan organ-organ sistem pernapasan dan fungsinya. • Menjelaskan hubungan antara sistem pernapasan dengan sistem sirkulasi. • Membimbing peserta didik melakukan praktikum sederhana untuk mengukur frekuensi pernapasan. • Mengajak peserta didik merefleksikan cara mereka memahami materi dan memperbaiki strategi belajar jika belum efektif. Berdasarkan skenario tersebut, tindakan Pak Fajar mencakup jenis pengetahuan berikut … (Pilih semua jawaban yang benar)
a)
A. Faktual – karena peserta didik menghafal nama dan fungsi organ pernapasan
b)
B. Konseptual – karena peserta didik memahami hubungan antar sistem tubuh
c)
C. Prosedural – karena peserta didik melakukan praktikum mengukur frekuensi pernapasan
d)
D. Metakognitif – karena peserta didik diajak menyadari strategi belajarnya
e)
E. Emosional – karena peserta didik diminta menjaga minat dan semangat belajar
16.
16. Pak Dika adalah guru IPA SMP. Ia ingin menyusun desain pembelajaran tentang sistem peredaran darah yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Tujuannya, peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kolaboratif, serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Manakah desain pembelajaran yang paling sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam memadukan CP, TP, model pembelajaran aktif, aktivitas bermakna, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan asesmen autentik … (Pilihlah lebih dari satu jawaban yang benar)
a)

A. Desain A

  • CP: Menjelaskan sistem peredaran darah manusia dan gangguannya

  • TP: Peserta didik mampu menyebutkan bagian-bagian sistem peredaran darah

  • Model: Direct Instruction (DI)

  • Aktivitas: Mencatat penjelasan guru

  • Profil Pancasila: Beriman dan bertakwa

Asesmen: Pilihan ganda

b)

B. Desain B

  • CP: Menjelaskan sistem peredaran darah dan pentingnya menjaga kesehatan jantung

  • TP: Peserta didik mampu menganalisis gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung

  • Model: Problem-Based Learning

  • Aktivitas: Diskusi kelompok tentang kasus penderita penyakit jantung

  • Profil Pancasila: Bernalar kritis, bergotong royong

Asesmen: Proyek solusi dan refleksi

c)

C. Desain C

  • CP: Memahami sistem organ tubuh manusia

  • TP: Peserta didik dapat menggambar skema jantung dan menjelaskannya

  • Model: Project-Based Learning (PjBL)

  • Aktivitas: Menonton video tentang peredaran darah

  • Profil Pancasila: Kreatif

  • Asesmen: Presentasi kelompok

d)

D. Desain D

  • CP: Mengidentifikasi sistem organ dan fungsinya

  • TP: Peserta didik dapat menyebutkan organ jantung dan fungsinya

  • Model: Kooperatif tipe STAD

  • Aktivitas: Menjawab pertanyaan guru secara lisan

  • Profil Pancasila: Mandiri

Asesmen: Tes tulis isian singkat

e)

E. Desain E

  • CP: Menganalisis hubungan antara gaya hidup dan kesehatan sistem peredaran darah pada manusia.

  • TP: Peserta didik mampu merancang kampanye gaya hidup sehat berdasarkan pemahaman mereka tentang sistem peredaran darah.

  • Model: Project-Based Learning (PjBL)

  • Aktivitas: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk meneliti kebiasaan gaya hidup remaja, lalu membuat poster digital atau video kampanye “Jantung Sehat untuk Remaja”.

  • Profil Pelajar Pancasila: Bernalar kritis, Kreatif, Bergotong royong

Asesmen: Penilaian proses kerja kelompok, Penilaian produk kampanye, Refleksi individu

17.
17. Bu Maya adalah guru IPS di kelas 8 yang sedang mengajar materi perubahan sosial. Ia ingin menggunakan penilaian otentik untuk mengukur pemahaman peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan hafalan, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep dan berpikir kritis. Untuk itu, Bu Maya mempertimbangkan beberapa jenis penilaian berikut. Dari pilihan di bawah, manakah yang termasuk penilaian otentik … (Pilih semua jawaban yang tepat)
a)
A. Tes pilihan ganda tentang definisi dan jenis perubahan sosial
b)
B. Membuat proyek kelompok berupa video dokumentasi fenomena sosial di lingkungan sekitar
c)
C. Menjawab soal esai tentang penyebab perubahan sosial
d)
D. Menilai diskusi kelas mengenai dampak perubahan sosial dalam kehidupan sehari-hari
e)
E. Mengisi lembar kerja isian singkat mengenai materi perubahan sosial
18.
18. Bu Sari adalah guru kelas 7 yang mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Ia menggunakan catatan anekdot untuk mencatat hal-hal penting yang terjadi selama diskusi kelompok. Berikut salah satu catatan yang dibuatnya: "Pada tanggal 20 Mei 2025, saat diskusi kelompok tentang perubahan sosial, Budi menunjukkan sikap aktif dengan mengajukan pertanyaan yang relevan dan membantu teman-temannya memahami materi. Namun, saat diminta mempresentasikan hasil diskusi, Budi terlihat gugup dan sulit mengungkapkan pendapatnya." Berdasarkan catatan anekdot di atas, langkah terbaik yang dapat Bu Sari lakukan untuk membantu Budi adalah…
a)
A. Memberikan nilai rendah pada presentasi Budi karena kurang percaya diri
b)
B. Memberikan tugas tambahan agar Budi lebih banyak berlatih presentasi
c)
C. Memberikan dorongan dan kesempatan bertahap agar Budi berani berbicara di depan kelas
d)
D. Mengabaikan masalah tersebut karena Budi sudah aktif dalam diskusi
e)
E. Menegur Budi agar tidak gugup saat presentasi berikutnya
19.
19. Bu Rani adalah guru Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP. Ia akan mengajarkan materi Teks Prosedural dan ingin menyusun tujuan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kreatif dan gotong royong, sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Manakah rumusan tujuan pembelajaran berikut yang paling sesuai untuk digunakan Bu Rani… (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Setelah melakukan kerja kelompok, peserta didik dapat menyusun teks prosedural tentang kegiatan sehari-hari dengan struktur yang benar dan ide yang orisinal.
b)
B. Peserta didik mampu membaca teks prosedural secara mandiri dengan lancar dan tanpa kesalahan pelafalan.
c)
C. Dengan bantuan contoh visual, peserta didik dapat menciptakan teks prosedural baru yang unik dalam kelompok dengan minimal 3 langkah logis dan runtut.
d)
D. Setelah menyalin teks prosedural dari buku, peserta didik mampu menyebutkan struktur teks tersebut secara tepat.
e)
E. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menyusun dan mempresentasikan teks prosedural hasil kolaborasi dengan menampilkan ide yang kreatif dan sistematis.
20.
20. Pak Dika adalah guru PJOK kelas VII SMP. Ia ingin mengajarkan materi Permainan Tradisional dan Modern. Dalam pembelajaran ini, ia berupaya mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya Berkebinekaan Global (dengan mengenalkan permainan dari berbagai daerah dan budaya) dan Kemandirian (dengan memberi ruang bagi peserta didik untuk mengatur strategi permainan secara mandiri). Manakah rumusan tujuan pembelajaran berikut yang paling tepat digunakan oleh Pak Dika … (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Setelah mengikuti penjelasan guru, peserta didik mampu menyebutkan nama-nama permainan tradisional dari berbagai daerah dengan benar.
b)
B. Melalui kegiatan bermain kelompok, peserta didik mampu memainkan minimal dua jenis permainan tradisional dari budaya berbeda dengan mengikuti aturan dan strategi yang dikembangkan secara mandiri.
c)
C. Dengan menonton video permainan tradisional dunia, peserta didik dapat membandingkan ciri khas permainan dari tiga negara dengan membuat tabel secara individu.
d)
D. Peserta didik mampu mengikuti permainan olahraga modern secara terstruktur tanpa melakukan kesalahan teknis.
e)
E. Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik mampu membuat dan mempresentasikan modifikasi permainan tradisional yang menggabungkan unsur dari dua budaya berbeda secara kreatif dan mandiri.
21.
21. Setelah selesai mengajarkan satu bab pelajaran, Anda ingin mengevaluasi tingkat pemahaman siswa, tidak hanya untuk memberikan nilai, tetapi juga untuk mengidentifikasi area kekuatan dan kelemahan siswa, serta merencanakan perbaikan pengajaran di masa depan. Evaluasi yang paling tepat dan komprehensif untuk mencapai tujuan tersebut adalah...
a)
A. Memberikan tes tulis pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep secara objektif dan cepat.
b)
B. Memberikan tugas proyek atau presentasi individu yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman mendalam dan kreativitas mereka.
c)
C. Menggabungkan berbagai instrumen penilaian seperti tes diagnostik awal, observasi selama proses pembelajaran, penilaian formatif (misalnya, kuis singkat, diskusi kelas), dan penilaian sumatif (misalnya, proyek akhir atau tes tertulis), serta memberikan umpan balik konstruktif secara berkala.
d)
D. Melakukan wawancara pribadi dengan setiap siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka secara personal.
e)
E. Menggunakan rubrik penilaian yang sangat detail untuk setiap tugas, sehingga penilaian menjadi sangat objektif.
22.
22. Pak Ahmad adalah guru IPA di kelas VII SMP. Sebelum memulai materi tentang Sistem Peredaran Darah, Pak Ahmad ingin mengetahui sejauh mana pemahaman awal peserta didiknya mengenai konsep dasar tentang fungsi darah dan organ tubuh terkait. Pak Ahmad juga ingin mengetahui apakah ada peserta didik yang kesulitan belajar dan bagaimana gaya belajar mereka. Untuk itu, Pak Ahmad menyusun instrumen asesmen diagnostik yang tepat agar hasilnya dapat membantu merancang strategi pembelajaran yang efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik... (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
a)
A. Menyusun pre-test berbentuk soal pilihan ganda untuk mengukur pemahaman dasar peserta didik tentang fungsi darah dan organ tubuh.
b)
B. Memberikan tugas proyek membuat poster tentang sistem peredaran darah sebelum pembelajaran dimulai.
c)
C. Melakukan observasi terhadap gaya belajar peserta didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsung sebelumnya.
d)
D. Menanyakan langsung kepada peserta didik tentang kesulitan yang mereka alami dalam mata pelajaran IPA.
e)
E. Memberikan tes akhir semester untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah pembelajaran selesai.
23.
23. Ibu Sari adalah guru matematika kelas VIII SMP. Setelah mengajarkan konsep perbandingan senilai, Ibu Sari memberikan beberapa soal latihan singkat di kelas untuk mengecek pemahaman peserta didik. Ia memeriksa hasil latihan tersebut dan memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik yang mengalami kesulitan agar bisa segera memperbaiki pemahamannya. Apa tujuan utama Ibu Sari melakukan aktivitas tersebut …
a)
A. Memberikan nilai akhir untuk raport peserta didik
b)
B. Memantau dan meningkatkan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran
c)
C. Menilai kemampuan peserta didik secara keseluruhan di akhir semester
d)
D. Mengisi waktu kosong di kelas agar tidak bosan
e)
E. Memberikan catatan anekdot untuk membuat rencana tindak lanjut ke depannya
24.
24. Pak Dedi adalah guru IPA kelas IX SMP. Setelah menyelesaikan pembelajaran materi Sistem Peredaran Darah, Pak Dedi memberikan ujian akhir semester untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh. Nilai ujian tersebut akan menjadi salah satu komponen penentu nilai raport peserta didik. Apa tujuan utama Pak Dedi memberikan ujian akhir semester tersebut …
a)
A. Memantau perkembangan belajar peserta didik selama proses pembelajaran
b)
B. Memberikan umpan balik agar peserta didik dapat memperbaiki kesalahan segera
c)
C. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh setelah pembelajaran selesai
d)
D. Mengidentifikasi gaya belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
e)
E. Memberikan refleksi untuk peningkatan belajar di hari selanjutnya
25.
25. Bu Maya adalah guru Bahasa Inggris di kelas IX SMP. Selama proses pembelajaran tentang Tenses, Bu Maya sering memberikan kuis singkat setelah setiap materi untuk mengetahui pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik langsung. Namun, di akhir semester, Bu Maya juga memberikan ujian akhir semester yang mencakup seluruh materi yang telah diajarkan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik secara keseluruhan. Berdasarkan kasus di atas, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan antara asesmen yang dilakukan Bu Maya …
a)
A. Kuis singkat sebagai asesmen formatif digunakan untuk memberikan nilai akhir, sedangkan ujian akhir semester sebagai asesmen sumatif hanya untuk latihan.
b)
B. Kuis singkat yang sering diberikan Bu Maya bertujuan untuk memperbaiki pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran (Asesmen formatif), sedangkan ujian akhir semester bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi secara keseluruhan setelah pembelajaran selesai (Asesmen Sumatif)
c)
C. Kuis singkat merupakan bentuk penilaian sumatif yang dilakukan secara berkala, sedangkan ujian akhir semester merupakan asesmen formatif.
d)
D. Kuis singkat dan ujian akhir semester sama-sama digunakan untuk memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik agar bisa memperbaiki kesalahan.
e)
E. Kuis singkat sebagai refleksi pembelajaran dan ujian akhir semester sebagai Asesmen formatif
26.
26. Bu Dina adalah guru IPA kelas VIII SMP. Ia menyusun tujuan pembelajaran materi Sistem Pencernaan yaitu: "Peserta didik mampu menjelaskan proses pencernaan makanan dengan benar." Untuk mengukur ketercapaian tujuan ini, Bu Dina membuat KKTP sebagai berikut:
a)
A. KKTP digunakan untuk menentukan standar penilaian agar hasil belajar peserta didik dapat diukur secara objektif.
b)
B. KKTP adalah daftar materi yang harus diajarkan oleh guru selama pembelajaran.
c)
C. KKTP merupakan catatan perilaku peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
d)
D. KKTP digunakan sebagai tugas tambahan untuk peserta didik di luar jam pelajaran.
e)
E. KKTP adalah pedoman guru dalam menilai sikap spiritual dan sosial peserta didik.
27.
27. Dalam proses penilaian pembelajaran, guru dapat menggunakan berbagai jenis tes untuk mengukur kemampuan siswa. Tes praktik merupakan jenis penilaian yang menuntut siswa untuk menunjukkan keterampilan melalui tindakan nyata atau menghasilkan suatu produk. Manakah dari jenis penilaian berikut yang tidak termasuk dalam kategori tes praktik …
a)
A. Tes kinerja
b)
B. Penilaian proyek
c)
C. Penilaian produk
d)
D. Simulasi
e)
E. Soal uraian
28.
28. Kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta merupakan domain …
a)
A. Pengetahuan
b)
B. Sikap
c)
C. Keterampilan
d)
D. Minat
e)
E. Bakat
29.
29. Kemampuan penerimaan, menanggapi, penilaian, mengelola, dan karakterisasi adalah domain:
a)
A. Pengetahuan
b)
B. Sikap
c)
C. Keterampilan
d)
D. Minat
e)
E. Bakat
30.
30. Kemampuan imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi adalah domain …
a)
A. Pengetahuan
b)
B. Sikap
c)
C. Keterampilan
d)
D. Minat
e)
E. Bakat
31.
31. Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antar satu kelompok/ informasi dengan kelompok/informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya, merupakan ciri khas kemampuan berpikir …
a)
A. Menganalisis
b)
B. Menerapkan
c)
C. Mengingat
d)
D. Memahami
e)
E. Menggambarkan
32.
32. Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya. Merupakan ciri khas kemampuan berpikir …
a)
A. Menerapkan
b)
B. Mengevaluasi
c)
C. Menganalisis
d)
D. Memahami
e)
E. Menelaah
33.

33. Seorang guru di Sekolah Negeri Konoha meminta murid melakukan penilaian diri setelah belajar. Isinya sebagai berikut : (lLihat Gambar)

Asesmen seperti ini termasuk ke dalam …

a)
A. Assessment for Learning
b)
B. Assessment of Learning
c)
C. Assessment as Learning
d)
D. Assessment to Learning
e)
E. Assessment on Learning
34.
34. Seorang guru di Desa Miyoboku memberikan 5 soal singkat sebelum pelajaran dimulai. Ia hendak mengukur seberapa jauh siswa sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pembelajaran hari itu. Kegiatan guru ini termasuk …
a)
A. Assessment for Learning
b)
B. Assessment of Learning
c)
C. Assessment as Learning
d)
D. Assessment to Learning
e)
E. Assessment on Learning
35.
35. Pak Sasuke pada pelajaran Seni Budaya, di awal semester mengingatkan peserta didik untuk mengumpulkan semua hasil karya seni mereka dalam bentuk makalah. Jika karya peserta didik berbentuk benda tiga dimensi, Pak Sasuke mengarahkan untuk memoto (capture) karya tersebut dan hasil poto dimasukkan ke dalam makalah serta diberikan keterangan. Makalah tersebut bisa dikumpulkan 7 hari sebelum Ujian kenaikan kelas. Kegiatan ini termasuk ke dalam…
a)
A. Assessment for Learning
b)
B. Assessment of Learning
c)
C. Assessment as Learning
d)
D. Assessment to Learning
e)
E. Assessment on Learning
36.
36. Bu Aisyah ingin menurunkan TP dari CP Fisika kelas X, yaitu: Peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau simulasi visual menggunakan apilkasi teknologi yang tersedia terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat infeksi virus. Bagaimanakah cara Bu Aisyah untuk menurunkan TP dari CP di atas: 1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP 2. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP 3. Merumuskan tujuan pembelajaran Lintas Elemen CP 4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan hasil analisis asesmen diagnostik awal peserta didik sesuai materi yang ada di CP 5. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan hasil analisis diagnostik akhir materi yang ada di CP
a)
A. 1-2-3-4
b)
B. 1-2-3
c)
C. 2-3-4-5
d)
D. 1-3-4-5
e)
E. 2-4-5
37.
37. Seorang guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat laporan hasil pengamatan tentang ekosistem di lingkungan sekitar. Laporan ini akan dikumpulkan, dinilai, dan menjadi bagian dari nilai akhir semester. Guru juga menggunakan rubrik untuk menilai struktur laporan, isi, dan orisinalitas karya siswa. Berdasarkan kasus tersebut, aktivitas yang dilakukan peserta didik untuk bisa dinilai menggunakan instrumen penilaian tersebut adalah …
a)
A. Diskusi
b)
B. Demonstrasi keterampilan
c)
C. Proyek
d)
D. Wawancara
e)
E. Role Play
38.
38. Seorang guru meminta siswa membuat video pendek tentang cara menjaga lingkungan sekolah. Guru memberikan kriteria penilaian berupa aspek kreativitas, isi pesan, dan teknik penyuntingan. Guru juga menyiapkan lembar penilaian yang menjelaskan skor dari masing-masing aspek, mulai dari sangat baik hingga kurang. Instrumen penilaian yang digunakan guru dalam kasus tersebut adalah …
a)
A. Tes tertulis
b)
B. Lembar observasi
c)
C. Rubrik penilaian
d)
D. Checklist penilaian
e)
E. Penilaian diri
39.
39. Seorang guru memulai pelajaran dengan menunjukkan gambar fenomena banjir di berbagai wilayah dan mengajukan pertanyaan, "Mengapa banjir bisa terjadi berulang kali di tempat yang sama?" Siswa kemudian diminta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian, mengumpulkan berbagai informasi dari buku dan internet, lalu menganalisisnya. Setelah itu, mereka menyimpulkan bahwa kurangnya daerah resapan air menjadi faktor utama banjir. Urutan langkah model Discovery Learning yang tercermin dalam kegiatan di atas adalah …
a)
A. Problem Statement → Verification → Stimulation → Generalization
b)
B. Stimulation → Data Collection → Problem Statement → Generalization
c)
C. Stimulation → Problem Statement → Data Collection → Data Processing → Verification → Generalization
d)
D. Data Processing → Stimulation → Problem Statement → Generalization
e)
E. Problem Statement → Data Collection → Verification → Data Processing → Generalization
40.
40. Dalam suatu pembelajaran, guru menampilkan berita tentang meningkatnya polusi udara di kota besar. Siswa diminta berdiskusi untuk merumuskan masalah yang muncul dari kasus tersebut. Mereka lalu mencari data terkait polusi, mengusulkan solusi, mempresentasikan hasilnya, dan guru memberikan klarifikasi untuk memperkuat pemahaman siswa. Urutan langkah model Problem Based Learning (PBL) yang paling tepat sesuai kegiatan di atas adalah …
a)
A. Menyusun jadwal → Menganalisis masalah → Evaluasi → Presentasi hasil → Klarifikasi
b)
B. Orientasi masalah → Mengorganisasi siswa → Membimbing penyelidikan → Mengembangkan dan menyajikan hasil → Menganalisis dan mengevaluasi
c)
C. Menganalisis masalah → Klarifikasi konsep → Pencarian data → Presentasi → Penilaian mandiri
d)
D. Mengorganisasi siswa → Klarifikasi → Menganalisis → Evaluasi → Refleksi
e)
E. Orientasi masalah → Klarifikasi guru → Penilaian hasil → Presentasi → Refleksi akhir
41.
41. Urutan langkah model Project Based Learning (PjBL) yang paling tepat sesuai kegiatan tersebut adalah …
a)
A. Menentukan pertanyaan mendasar → Mendesain perencanaan → Menyusun jadwal → Menguji hasil → Menyusun laporan akhir
b)
B. Merancang proyek → Membuat produk → Presentasi → Refleksi → Evaluasi
c)
C. Penentuan pertanyaan → Perencanaan proyek → Penyusunan laporan → Publikasi hasil → Evaluasi
d)
D. Mengajukan pertanyaan → Membuat produk → Pengumpulan informasi → Presentasi → Evaluasi
e)
E. Penentuan pertanyaan → Mendesain perencanaan → Menyusun jadwal → Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek → Menguji hasil → Mengevaluasi pengalaman belajar
42.
42. Seorang guru mengawali pembelajaran dengan memberikan sebuah pertanyaan masalah, lalu siswa mengajukan hipotesis, merancang cara untuk menguji hipotesis tersebut, mengumpulkan data melalui eksperimen, menganalisis data, dan terakhir menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Urutan langkah model Inquiry Learning yang sesuai dengan kegiatan tersebut adalah …
a)
A. Menanyakan pertanyaan → Mengumpulkan data → Menguji hipotesis → Menganalisis data → Menarik kesimpulan
b)
B. Mengajukan hipotesis → Merancang eksperimen → Mengumpulkan data → Menganalisis data → Menarik kesimpulan
c)
C. Menanyakan pertanyaan → Mengajukan hipotesis → Merancang eksperimen → Mengumpulkan data → Menganalisis data → Menarik kesimpulan
d)
D. Merancang eksperimen → Mengumpulkan data → Menarik kesimpulan → Mengajukan hipotesis → Menganalisis data
e)
E. Mengumpulkan data → Menarik kesimpulan → Mengajukan hipotesis → Merancang eksperimen → Menganalisis data
43.
43. Pengetahuan yang berisi berisi elemen-elemen dasar yang harus diketahui para peserta didik jika mereka akan dikenalkan dengan suatu disiplin atau untuk memecahkan masalah apapun di dalamnya. Elemen-elemen biasanya merupakan simbol - simbol yang berkaitan dengan beberapa referensi konkret, atau "benang-benang simbol" yang menyampaikan informasi penting. Pengetahuan ini masuk dalam doamin …
a)
A. Faktual
b)
B. Konseptual
c)
C. Prosedural
d)
D. Metakognitif
e)
E. Kreatif
44.
44. Pengetahuan yang melibatkan pemahaman tentang hubungan antar konsep, kategori, prinsip, dan teori dalam suatu disiplin ilmu disebut sebagai domain …
a)
A. Faktual
b)
B. Konseptual
c)
C. Prosedural
d)
D. Metakognitif
e)
E. Kreatif
45.
45. Pengetahuan yang berkaitan dengan cara, metode, atau langkah-langkah melakukan sesuatu dalam suatu bidang disebut sebagai domain …
a)
A. Faktual
b)
B. Konseptual
c)
C. Prosedural
d)
D. Metakognitif
e)
E. Kreatif
46.
46. Pengetahuan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi proses berpikir dan belajar disebut sebagai domain …
a)
A. Faktual
b)
B. Konseptual
c)
C. Prosedural
d)
D. Metakognitif
e)
E. Kreatif
47.
47. Pak Dedi adalah guru PJOK yang sedang mengajarkan pentingnya kerja sama dalam tim. Pada suatu sesi permainan bola voli, ia membagi siswa dalam kelompok. Salah satu siswa bernama Andi mengalami kesulitan mengikuti instruksi karena ia baru saja pindah sekolah dan belum terbiasa dengan lingkungan barunya. Saat melihat Andi kebingungan dan kurang dilibatkan oleh teman-temannya, Pak Dedi menghentikan permainan sejenak dan mengajak seluruh tim untuk menyambut dan membimbing Andi agar bisa ikut berpartisipasi. Sikap Pak Dedi mencerminkan ...
a)
A. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
b)
B. Kesadaran Diri
c)
C. Kesadaran Sosial
d)
D. Mindfulness
e)
E. Manajemen Diri
48.
48. Bu Lina adalah guru BK yang mendampingi siswa setelah pembagian hasil ujian akhir semester. Ia melihat salah satu siswa, Sinta, terlihat sedih dan murung di sudut ruangan. Setelah didekati, Sinta mengaku kecewa karena nilainya tidak sesuai harapan, padahal ia sudah belajar keras. Bu Lina mendengarkan dengan penuh perhatian, menenangkan Sinta, dan memberikan motivasi agar tidak menyerah. Tindakan Bu Lina mencerminkan ...
a)
A. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
b)
B. Empati
c)
C. Kesadaran diri
d)
D. Manajemen diri
e)
E. Komunikasi efektif
49.
49. Ketika pulang sekolah, Dani melihat temannya, Raka, duduk di bangku taman dengan wajah sedih. Setelah bertanya, Dani mengetahui bahwa Raka sedang menghadapi masalah keluarga. Dani lalu duduk di samping Raka, menemaninya tanpa banyak bicara, dan sesekali memberikan kata-kata penghiburan. Tindakan yang dilakukan Dani mencerminkan ...
a)
A. Empati
b)
B. Simpati
c)
C. Kesadaran diri
d)
D. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
e)
E. Manajemen diri
50.
50. Pak Henry guru generasi Boomer yang 2 tahun lagi akan pensiun. Beliau mengajar Seni Budaya di desa Konoha. Pembelajaran Pak Henry sangat dinanti-nanti oleh peserta didiknya karena beliau sering mengintegrasikan teknologi dalam kelasnya. Hal ini membuat pembelajaran tidak bosan dan peserta didik menjadi nyaman untuk berpikir. Hal yang dilakukan Pak Henry sudah sesuai dengan Prinsip Pemikiran KHD, yaitu …
a)
A. Tabularasa
b)
B. Psikologi negative
c)
C. Mengajar sesuai kodrat zaman
d)
D. Mengajar sesuai kodrat alam
e)
E. Ing ngarso sung tulodo
51.
51. Bu Dewi sudah mengajar di Kota Wakanda selama 5 tahun lamanya. Suatu hari beliau lulus CPNS namun ditempatkan jauh dari kota, yaitu di desa Konoha. Di desa Konoha sebagian besar penduduknya adalah nelayan. Bu Dewi dengan bekal ilmunya, memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuat Proyek P5 Bertema “Kearifan Lokal”, yaitu membuat teknik pengawetan ikan tradisional untuk mengolah ikan-ikan warga yang tidak terjual, agar bisa dimanfaatkan kembali. Hal ini sesuai dengan pemikiran KHD, yaitu …
a)
A. Tabularasa
b)
B. Psikologi negative
c)
C. Mengajar sesuai kodrat zaman
d)
D. Mengajar sesuai kodrat alam
e)
E. Ing ngarso sung tulodo
52.
52. Perhatikan kegiatan berikut: •Pendekatan Personal: Menyediakan bimbingan individu yang memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik. Misalnya, memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan tambahan dalam mata pelajaran tertentu atau dalam aspek sosial dan emosional. • Lingkungan yang Mendukung: Menciptakan lingkungan kelas yang nyaman dan aman, di mana peserta didik merasa dihargai dan didukung. Ini termasuk menjaga hubungan yang baik dengan peserta didik dan membangun kepercayaan. •Dukungan Emosional: Memberikan dukungan emosional dan moral kepada peserta didik. Misalnya, mendengarkan dan membantu peserta didik mengatasi masalah pribadi atau emosional yang mereka hadapi. Kegiatan di atas sesuai dengan prinsip KHD, yaitu…
a)
A. Asih
b)
B. Asah
c)
C. Asuh
d)
D. Tabularasa
e)
E. Psikologi negative
53.
53. Perhatikan kegiatan berikut: • Pendidikan yang Berhati-hati: Menggunakan pendekatan yang penuh kasih dan empati dalam berinteraksi dengan peserta didik. Misalnya, memberikan pujian dan penghargaan secara tulus, serta menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan peserta didik. • Penghargaan dan Apresiasi: Mengakui dan merayakan pencapaian peserta didik, baik besar maupun kecil, untuk menunjukkan bahwa usaha mereka dihargai. Ini membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta didik. • Memahami Perasaan Peserta didik: Mencoba memahami perasaan dan perspektif peserta didik, serta menunjukkan empati terhadap pengalaman mereka. Ini bisa dilakukan melalui percakapan pribadi dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Kegiatan di atas sesuai dengan prinsip KHD, yaitu…
a)
A. Asih
b)
B. Asah
c)
C. Asuh
d)
D. Tabularasa
e)
E. Psikologi negative
54.
54. Perhatikan kegiatan berikut: • Pengembangan Keterampilan: Menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan mereka melalui berbagai jenis aktivitas, seperti proyek, eksperimen, dan latihan praktis. • Pendidikan Berbasis Masalah: Menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah atau proyek yang memungkinkan peserta didik untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi nyata. • Umpan Balik Konstruktif: Memberikan umpan balik yang membangun dan bermanfaat kepada peserta didik tentang kinerja mereka, serta menawarkan saran untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Kegiatan di atas sesuai dengan prinsip KHD, yaitu…
a)
A. Asih
b)
B. Asah
c)
C. Asuh
d)
D. Tabularasa
e)
E. Psikologi negative
55.

55. Pilihlah nomor yang kamu SETUJUI Sesuai Pendekatan TaRL ...

a)

A. 1-2-3-4-5

b)

B. 1-6-7

c)

C. 2-3-4

d)

D. 4-5-6-7

e)

E. 4-5

56.

56. Pilihlahan SETUJU pada pernyataan di gambar tentang pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah ...

a)

A. 1-2-3-4

b)

B. 2-3-4-5

c)

C. 1-2

d)

D. 3-5

e)

E. 3-4-5

57.

57. Pilihlah pernyataan TIDAK SESUAI tentang pendidikan filosofi Ki Hajar Dewantara pada gambar:

a)

A. 1-2-3

b)

B.3-4-5

c)

C.2-3-4

d)

D.3-5

e)

E. 4-5

58.
58. Anda telah menyelesaikan materi tentang keanekaragaman hayati di kabupaten Konoha, kemudian Anda telah melakukan asesmen. Hasil asesmen formatif menggambarkan bahwa pebelajaran yang Anda lakukan kurang efektif ini terlihat dari hampir semua peserta didik yang belum memahami konsep dengan baik, hasil penilaian selama kegiatan diskusi kelompok cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang itu itu saja sementara peserta didik lain cenderung pasif atau tidak berkontribusi menyampaikan ide nya. Selama proses pembelajaran berlangsung Anda telah melakukan ceramah singkat, diskusi kelompok, penayangan video yang menggambarkan persebaran flora dan fauna, menyediakan bahan bacaan yang dilengkapi dengan gambar persebaran flora dan fauna langka yang tersebar di Indonesia. Menurut Anda rencana tindak lanjut yang akan Anda lakukan adalah ....
a)
A. Saya akan mengadakan remidi dengan mengerjakan soal-soal yang sudah dikerjakan
b)
B. Saya akan memfasilitasi pemahaman materi keanekaragaman hayati dengan mengintegrasikan kegiatan kunjungan lapangan ke ekosistem lokal Konoha (misalnya, hutan mangrove, pantai, atau sentra perikanan) sehingga peserta didik bisa menganalisis tantangan serta potensi konservasinya karena langsung mengamati di lapangan.
c)
C. Saya akan mengadakan diskusi terbuka tentang pentingnya menghargai pendapat orang lain, lalu meminta setiap siswa menulis janji untuk lebih aktif berpartisipasi.
d)
D. Saya akan mengadakan kompetisi presentasi antar kelompok untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dan berani.
e)
E. Saya akan mengurangi ekspektasi terhadap siswa karena topik keanekaragaman hayati mungkin terlalu sulit untuk usia mereka.
59.
59. Anda mengajar di Kabupaten Trenggalek dan akan mengajarkan materi tentang Keanekaragaman Budaya Lokal. Berdasarkan hasil asesmen diagnostik yang sudah Anda lakukan bahwa peserta didik yang Anda ajar memiliki gaya belajar visual, audio-visual dan menyukai pembelajaran dengan berkelompok. Akan tetapi berdasarkan observasi dilapangan ketika akan masuk pada materi Keanekaragaman Budaya Lokal anda mendengar dari beberapa peserta didik yang berkata bahwa ”Nanti hafalan nama-nama tarian di Indonesia ya Pak”, dan ”Pasti nanti disuruh hafalan macam-macam pakaian adat dan rumah adat di Indonesia”. Hal tersebut penting bagi Anda karena informasi tersebut menggambarkan bahwa mereka menganggap bahwa materi yang akan dipelajari hanya sekedar hafalan nama-nama tarian, pakaian adat dan rumah adat. Padahal Anda ingin peserta didik tidak hanya mengenali, tetapi mampu menganalisis nilai-nilai filosofis di balik tradisi lokal Trenggalek, mengevaluasi relevansinya di era modern, dan mengusulkan cara-cara melestarikan serta mempromosikan budaya tersebut secara kreatif. Menurut Anda media pembelajaran yang paling tepat dan inovatif yang akan Ada terapkan yaitu …
a)
A. Menayangkan video dokumenter tentang berbagai budaya di Indonesia secara umum dan meminta siswa membuat daftar nama tarian atau upacara adat.
b)
B. Menggunakan buku teks yang berisi gambar-gambar pakaian adat dan rumah tradisional, lalu meminta siswa menghafal ciri-cirinya.
c)
C. Mengajak peserta didik secara berkelompok untuk melakukan riset lapangan atau wawancara langsung dengan tokoh adat lokal Trenggalek (misalnya, pengrajin batik, penari jaranan turonggo yakso, atau sesepuh desa), kemudian memfasilitasi mereka untuk menganalisis nilai-nilai filosofis dan makna sosial budaya lokal tersebut. Hasil analisis ini kemudian disajikan dalam bentuk mini-dokumenter video atau pameran digital interaktif yang berisi rekomendasi inovatif untuk pelestarian dan promosi budaya lokal di era digital.
d)
D. Meminta setiap siswa menggambar salah satu ikon budaya Trenggalek (misalnya, buah durian, atau patung ikan sebagai ikon kota Trenggalek) dan menulis deskripsinya sebagai tugas individu.
e)
E. Melakukan ceramah dengan bantuan slide PowerPoint yang berisi poin-poin penting tentang keragaman budaya Indonesia, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
60.
60. Setelah asesmen sumatif, Anda mendapati 40% dari siswa belum mencapaian capaian pembelajaran yang Anda tetapkan. Manakah langkah yang efektif yang akan Anda lakukan…
a)
A. Memberikan tes ulangan dengan soal yang sama atau sangat mirip agar siswa menghafal jawaban.
b)
B. Meminta siswa menyalin ulang materi yang telah diajarkan dari buku teks sebanyak dua kali.
c)
C. Menjelaskan ulang materi secara singkat di depan kelas dengan penekanan pada contoh-contoh spesifik, lalu memberikan tugas individu
d)
D. Mengidentifikasi penyebab kesulitan yang dialami peserta didik, merancang program remedial dengan dilakukan pendampingan terlebih dahulu
e)
E. Memberikan tugas tambahan membuat ringkasan bab lain sebagai kompensasi nilai yang kurang.
61.
61. Setelah melakukan asesmen formatif di akhir lingkup materi, Anda menganalisis hasil belajar peserta didik. Terdapat 25% peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran yang diharapkan, sementara ada 15% peserta didik yang sudah memahami konsep dengan baik. Apa yang akan Anda lakukan menanggapi hasil asesmen tersebut?
a)
A. Memberikan tes remedial dengan soal yang sama kepada 25% peserta didik yang belum tuntas, dan memberikan tugas membaca materi berikutnya kepada 15% peserta didik yang sudah tuntas.
b)
B. Mengulang penjelasan materi secara klasikal untuk seluruh kelas agar semua peserta didik memiliki pemahaman yang setara, dan memberikan tugas tambahan pada siswa yang sudah tuntas.
c)
C. Melakukan bimbingan individual atau kelompok kecil (scaffolding) bagi 25% peserta didik yang belum tuntas. Sementara itu, memberikan proyek investigasi atau studi kasus mendalam bagi 15% peserta didik yang sudah tuntas.
d)
D. Meminta 25% peserta didik yang belum tuntas untuk belajar mandiri dari buku teks, dan meminta 15% peserta didik yang sudah tuntas untuk menjadi tutor sebaya tanpa pendampingan guru.
e)
E. Menyerahkan keputusan tindak lanjut kepada peserta didik masing-masing, apakah mereka ingin belajar ulang atau tidak, karena ini adalah asesmen formatif.
62.
62. Seorang guru menyadari bahwa beberapa peserta didik mengalami kesulitan menyelesaikan tugas rumah. Setelah melakukan refleksi, guru menyadari bahwa lingkungan keluarga turut memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Berdasarkan teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner, strategi paling tepat yang dilakukan guru untuk mendampingi orang tua dalam mendukung pembelajaran anak di rumah adalah...
a)
A. Memberi tugas lebih ringan agar siswa tidak terlalu bergantung pada lingkungan keluarga
b)
B. Mengajak orang tua berdiskusi dan memberi masukan sesuai kondisi anak agar pembelajaran di rumah lebih mendukung kebutuhan anak
c)
C. Menyampaikan bahwa tanggung jawab belajar sepenuhnya ada pada siswa, bukan orang tua
d)
D. Menyarankan siswa mencari lingkungan belajar di luar rumah yang lebih kondusif
e)
E. Mengganti tugas menjadi tugas kelompok agar siswa terbantu oleh teman yang lebih mampu
63.
63. Seorang guru menyadari bahwa hasil belajar peserta didiknya belum optimal. Setelah mencermati proses pembelajaran, ia menyadari bahwa kurangnya sinergi dan komunikasi antar guru mata pelajaran menjadi salah satu penyebabnya. Sebagai bentuk pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam konteks kepemimpinan pendidikan, tindakan terbaik yang dapat dilakukan guru adalah ...
a)
A. Mengatur pertemuan informal dengan rekan sejawat untuk menyampaikan keprihatinan, lalu menyusun rencana tindak lanjut bersama untuk peningkatan pembelajaran.
b)
B. Menyusun laporan analisis hasil belajar dan mengajukannya ke kepala sekolah agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan sekolah.
c)
C. Meningkatkan kualitas pengajarannya sendiri terlebih dahulu sebagai contoh bagi guru lain, sambil menunggu inisiatif rekan sejawat.
d)
D. Menyampaikan temuan tersebut dalam forum guru mata pelajaran dengan nada kritis agar semua pihak menyadari pentingnya kolaborasi.
e)
E. Mengubah materi ajar dan model pembelajaran di kelasnya secara mandiri agar tidak terpengaruh oleh kurangnya dukungan dari guru lain.
64.
64. Dalam sebuah pertemuan tim guru, kepala sekolah menyampaikan perlunya peningkatan hasil belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran aktif dan reflektif. Beberapa guru tampak pasif, sementara guru lain terlihat setuju tapi belum bertindak. Sebagai guru yang ingin berkontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara kolektif, langkah terbaik yang dapat Anda ambil adalah...
a)
A. Meningkatkan metode pembelajaran di kelas sendiri dan mendokumentasikannya, lalu membagikannya ke rekan guru jika diminta.
b)
B. Mengajak guru lain berdiskusi informal setelah rapat untuk merancang aksi bersama, lalu menyampaikan gagasan kolaboratif ke pimpinan.
c)
C. Menunggu rencana program dari kepala sekolah agar kontribusi Anda sesuai prosedur dan tidak menyalahi wewenang.
d)
D. Mengadaptasi ide dari guru lain yang dianggap berhasil, dan segera menerapkannya di kelas sendiri untuk menunjukkan hasil cepat.
e)
E. Mengusulkan dalam rapat agar kepala sekolah menetapkan standar mengajar yang sama untuk semua guru demi menyamakan hasil belajar siswa.
65.
65. Setelah menyelesaikan satu siklus pembelajaran berbasis proyek, seorang guru menyadari hasil belajar peserta didik tidak sepenuhnya sesuai harapan. Beberapa siswa belum mampu menunjukkan pemahaman mendalam, meskipun sudah aktif terlibat. Sebagai bentuk tanggung jawab profesional, langkah paling tepat untuk mengevaluasi dan merefleksikan pelaksanaan pembelajaran tersebut adalah...
a)
A. Mencatat kekurangan selama proses dan langsung mengubah metode pada siklus berikutnya tanpa mendiskusikannya dengan siapa pun.
b)
B. Mengulang kembali seluruh proses pembelajaran dengan pendekatan yang sama agar siswa terbiasa dan hasilnya meningkat.
c)
C. Menyusun catatan refleksi pribadi, lalu mendiskusikannya bersama rekan sejawat untuk mendapatkan umpan balik dan alternatif strategi.
d)
D. Memberikan lembar evaluasi kepada siswa, lalu menyimpulkan bahwa kendala ada di pihak peserta didik yang kurang antusias.
e)
E. Mengandalkan hasil nilai akhir sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan dan tidak perlu mengevaluasi proses karena waktu terbatas.
66.
66. Di sebuah sekolah, sejumlah siswa terlibat dalam aktivitas geng motor yang menyebabkan keresahan, baik di dalam maupun di luar sekolah. Beberapa siswa terlihat sering bolos, menunjukkan perilaku agresif, dan memengaruhi teman sebaya. Sebagai guru yang memiliki kepedulian terhadap penyelesaian masalah pendidikan dalam komunitas sekolah, tindakan paling tepat adalah...
a)
A. Melaporkan langsung siswa yang terlibat geng motor ke pihak berwajib agar segera ditindak secara hukum.
b)
B. Membentuk tim kecil guru untuk memetakan akar masalah, lalu bekerja sama dengan BK, orang tua, dan tokoh masyarakat dalam merancang pendekatan preventif dan rehabilitatif.
c)
C. Mengajak siswa-siswa yang terlibat untuk menandatangani surat pernyataan bersama agar mereka jera.
d)
D. Menyerahkan sepenuhnya penanganan geng motor kepada kepala sekolah dan wakil kesiswaan agar tidak terjadi kesalahan prosedur.
e)
E. Mengedukasi siswa tentang bahaya geng motor di kelas sambil memperingatkan bahwa sekolah akan memberi sanksi keras jika ada keterlibatan.
67.
67. Dalam pembelajaran tema “energi dan kehidupan”, seorang guru ingin menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Guru juga mengetahui bahwa sebagian orang tua siswa bekerja sebagai teknisi listrik, petani, dan pengusaha kecil di lingkungan sekitar. Agar pembelajaran benar-benar berpusat pada peserta didik dan relevan dengan latar belakang mereka, tindakan guru yang paling tepat adalah …
a)
A. Menyusun LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) berdasarkan materi buku teks, lalu meminta siswa mendiskusikannya bersama orang tua sebagai tugas rumah.
b)
B. Mengundang beberapa orang tua/wali yang relevan dengan tema untuk berbagi pengalaman kerja mereka di kelas sebagai narasumber lokal.
c)
C. Menanyakan minat peserta didik di awal pembelajaran lalu menyesuaikan metode mengajar agar lebih menyenangkan tanpa melibatkan orang tua.
d)
D. Memberikan tugas proyek tentang energi dengan menekankan pada hasil akhir, lalu menyerahkan proses pembelajaran sepenuhnya ke siswa.
e)
E. Menyusun rencana pembelajaran mandiri berbasis internet agar peserta didik belajar secara fleksibel dan tidak membebani keluarga di rumah.
68.
68. Dalam rangka memperkuat nilai-nilai sosial-emosional dalam pembelajaran, seorang guru mengajak orang tua dan tokoh masyarakat terlibat dalam projek sekolah yang bertema “Hidup Bersama di Tengah Keberagaman”. Peserta didik berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam. Pendekatan guru yang paling tepat agar pembelajaran ini mendukung perkembangan lima kompetensi sosial-emosional peserta didik adalah …
a)
A. Memberi tugas individu untuk menuliskan pengalaman pribadi tentang toleransi, lalu mengumpulkannya sebagai nilai literasi emosional.
b)
B. Mengundang orang tua dan tokoh masyarakat untuk berbagi kisah hidup dan pengalaman nyata, lalu memfasilitasi diskusi reflektif agar siswa dapat mengembangkan empati dan kesadaran sosial.
c)
C. Mengarahkan siswa untuk bersikap sopan kepada semua narasumber tanpa mempertanyakan perbedaan yang ada agar suasana tetap kondusif.
d)
D. Menyediakan materi tertulis tentang keberagaman dan meminta siswa menghafalnya untuk ujian sikap.
e)
E. Menugaskan siswa untuk membuat poster tentang keberagaman dan menilainya berdasarkan estetika dan jumlah informasi.
69.
69. Di sebuah sekolah, hasil belajar peserta didik dalam beberapa mata pelajaran menunjukkan penurunan. Setelah diamati, banyak guru mengalami kesulitan melakukan kolaborasi karena miskomunikasi antarguru, dan sebagian orang tua juga kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Sebagai guru yang peduli terhadap peningkatan mutu belajar dan memahami pentingnya komunikasi efektif, langkah terbaik yang seharusnya Anda ambil adalah...
a)
A. Menyampaikan masalah rendahnya hasil belajar ke kepala sekolah dan menyarankan peningkatan pengawasan terhadap guru dan siswa.
b)
B. Menginisiasi forum diskusi dengan guru, staf, dan perwakilan orang tua untuk mengidentifikasi akar masalah secara bersama dan menyusun solusi pembelajaran yang kolaboratif.
c)
C. Mengundang orang tua siswa yang berprestasi untuk berbagi kiat mendampingi anak belajar, lalu menyebarkannya kepada wali murid lain.
d)
D. Menyebarkan survei tertulis kepada seluruh warga sekolah dan menyimpulkan persoalan pendidikan berdasarkan hasil isian siswa.
e)
E. Menghindari pembahasan masalah dengan rekan sejawat agar hubungan tetap harmonis, sambil fokus memperbaiki pembelajaran di kelas sendiri.
70.
70. Seorang guru menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterampilan literasi peserta didik di sekolahnya. Ia ingin berkontribusi lebih luas dalam mengatasi masalah ini dengan berperan aktif di luar ruang kelas. Sebagai bentuk kepemimpinan pendidikan, langkah yang paling tepat adalah…
a)
A. Menyusun modul literasi secara mandiri dan menyebarkannya melalui grup media sosial guru tanpa perlu melibatkan forum formal.
b)
B. Menyampaikan keluhan rendahnya kemampuan literasi siswa kepada dinas pendidikan agar segera dibuat kebijakan khusus.
c)
C. Bergabung aktif dalam komunitas guru profesional (MGMP/KKG) dan forum literasi nasional untuk berbagi praktik baik serta belajar dari pengalaman guru lain.
d)
D. Membuat laporan tertulis tentang masalah literasi di sekolahnya lalu mengirimkannya ke kepala sekolah sebagai bentuk perhatian.
e)
E. Membentuk komunitas belajar kecil di sekolah bersama dua atau tiga guru tanpa melibatkan organisasi yang lebih luas untuk menghindari beban administratif.
71.
71. Seorang guru SD mengikuti pelatihan Teaching at the Right Level (TaRL) dan berhasil menerapkannya di kelas dengan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca dan berhitung peserta didik. Ia ingin membagikan pengalaman tersebut agar dapat memberikan dampak lebih luas. Langkah terbaik sesuai prinsip kepemimpinan berbagi praktik baik dalam komunitas profesi adalah …
a)
A. Menulis laporan hasil implementasi dan menyimpannya untuk dokumentasi pribadi sebagai bukti kinerja.
b)
B. Menyampaikan kepada kepala sekolah bahwa pendekatan TaRL sebaiknya diterapkan oleh seluruh guru melalui kebijakan sekolah.
c)
C. Membuat konten media sosial tentang hasil pembelajaran di kelasnya tanpa menjelaskan pendekatan TaRL yang digunakan agar lebih menarik.
d)
D. Menyusun paparan praktik baik berbasis TaRL dan mempresentasikannya dalam forum MGMP/KKG agar dapat direplikasi dan didiskusikan bersama guru lain.
e)
E. Menyarankan agar rekan guru mencoba metode TaRL masing-masing tanpa perlu memaparkan hasilnya secara terbuka untuk menjaga orisinalitas.
72.
72. Seorang guru SMP menyadari bahwa banyak peserta didiknya tidak mengerjakan tugas rumah secara konsisten. Setelah melakukan diskusi informal, ia menemukan bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki ruang belajar yang layak di rumah, dan akses mereka terhadap internet terbatas. Guru tersebut kemudian melakukan inovasi pembelajaran berbasis komunitas dan ingin membagikan praktik baik tersebut dalam organisasi profesi. Langkah paling tepat yang sejalan dengan kompetensi profesional dan upaya berbagi praktik baik adalah...
a)
A. Membuat dokumentasi praktiknya dan mengunggahnya ke media sosial dengan menekankan semangat siswa, tanpa mengungkap latar belakang masalah komunitas agar tidak dianggap menjelekkan lingkungan.
b)
B. Menyusun makalah pengalaman praktik baik dan mengirimkannya ke organisasi profesi guru, dilengkapi data temuan lapangan, pendekatan solusi, dan hasil pembelajaran.
c)
C. Mengusulkan pada kepala sekolah agar semua guru mengikuti pendekatannya, tanpa perlu menyampaikan konteks permasalahan komunitas agar tidak memicu perdebatan.
d)
D. Mengundang orang tua siswa dan tokoh masyarakat ke sekolah untuk menyaksikan keberhasilan programnya, kemudian meminta dukungan logistik secara langsung.
e)
E. Memberikan saran secara lisan kepada guru lain agar lebih peka terhadap kondisi siswa, tanpa membagikan terlalu banyak informasi praktiknya agar tetap eksklusif.
73.
73. Seorang guru menyadari adanya praktik perundungan (bullying) yang terus berulang di sekolah, terutama terhadap siswa yang pendiam dan berasal dari latar belakang ekonomi rendah. Guru ini kemudian mengembangkan program pembelajaran berbasis nilai empati dan refleksi sosial di kelasnya. Program tersebut ternyata mampu menurunkan perilaku perundungan dan meningkatkan iklim positif di kelas. Ia ingin membagikan praktik baik ini agar dapat berdampak lebih luas. Langkah terbaik yang mencerminkan peran guru dalam berbagi praktik baik berdasarkan hasil identifikasi persoalan pendidikan di komunitas adalah...
a)
A. Membuat video testimoni siswa tentang program tersebut dan menyebarkannya di media sosial sekolah agar sekolah terlihat responsif terhadap isu sosial.
b)
B. Menulis artikel reflektif dan menyampaikan presentasi dalam forum KKG/MGMP dengan memaparkan proses identifikasi perundungan, intervensi yang dilakukan, dan hasilnya.
c)
C. Mengirimkan surat ke orang tua siswa pelaku perundungan sebagai bentuk sanksi sosial dan menekankan perlunya pembinaan keluarga.
d)
D. Mengusulkan pembentukan tim anti-perundungan kepada kepala sekolah, tanpa menjelaskan pengalaman programnya agar tidak dianggap pamer.
e)
E. Mengajak siswa membuat drama anti-bullying untuk dipentaskan saat upacara, tanpa menyinggung kasus-kasus yang sebenarnya terjadi di sekolah.
74.
74. Seorang guru ingin membangun pembelajaran yang selaras dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu menjadikan pendidikan sebagai proses yang menuntun segala kodrat anak agar tumbuh secara alami. Ia ingin melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses tersebut. Tindakan yang paling sesuai dengan filosofi KHD adalah…
a)
A. Mengadakan pertemuan orang tua murid setiap akhir semester untuk menyampaikan laporan hasil belajar siswa secara formal.
b)
B. Mengundang orang tua dan warga yang ahli di bidang tertentu (misal: petani, pengrajin, bidan desa) untuk terlibat sebagai narasumber pembelajaran kontekstual di sekolah.
c)
C. Menugaskan orang tua untuk membantu siswa menyelesaikan PR agar hasilnya lebih maksimal.
d)
D. Memberikan survei kepada orang tua untuk menilai seberapa jauh mereka mendukung program sekolah.
e)
E. Mengundang tokoh masyarakat hanya saat upacara peringatan hari besar agar anak belajar nilai-nilai tradisi.
75.
75. Di sebuah sekolah, seorang guru menyadari bahwa ada siswa yang sering duduk terpisah dan tampak cemas saat pembelajaran. Setelah berdiskusi dengan beberapa siswa, ia mengetahui bahwa anak tersebut kerap menjadi korban ejekan oleh teman-temannya. Guru ingin mengambil langkah yang berpihak pada peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang aman secara sosial dan emosional. Tindakan yang paling tepat dilakukan guru adalah…
a)
A. Memanggil siswa yang melakukan ejekan dan memberikan hukuman tegas agar menjadi efek jera.
b)
B. Menyampaikan kasus tersebut dalam rapat guru dan meminta agar wali kelas lain ikut mengawasi siswa-siswa tersebut.
c)
C. Mengajak seluruh siswa membuat kesepakatan kelas tentang sikap saling menghargai, serta menciptakan ruang aman untuk siswa menyampaikan perasaannya.
d)
D. Memindahkan siswa yang sering diejek ke kelas lain agar suasana belajar lebih nyaman dan tidak terganggu.
e)
E. Memberikan motivasi kepada siswa yang menjadi korban agar tetap kuat, tanpa memperbesar masalah yang terjadi.
76.
76. Seorang guru menyadari bahwa beberapa siswanya tampak cemas dan kurang percaya diri saat diskusi kelompok. Ia ingin memastikan pembelajaran berlangsung aktif dan empatik, sekaligus mengidentifikasi perkembangan sosial-emosional siswa untuk mendukung proses belajar yang berpihak pada peserta didik. Strategi asesmen yang paling tepat dilakukan guru adalah...
a)
A. Memberikan angket skala Likert kepada siswa tentang perasaan mereka saat belajar dalam kelompok, lalu mengevaluasi hasilnya tanpa diskusi lanjutan.
b)
B. Mengobservasi interaksi siswa selama kerja kelompok dan mencatat ekspresi, sikap, dan kemampuan menyimak serta berempati, lalu mendiskusikannya secara individu.
c)
C. Menilai kemampuan sosial-emosional siswa hanya melalui hasil akhir kerja kelompok, karena proses belajar dianggap subjektif.
d)
D. Memberi rubrik penilaian kepada siswa untuk menilai temannya, kemudian mengambil nilai tertinggi sebagai indikator keberhasilan interaksi.
e)
E. Menanyakan kepada siswa tentang perasaan mereka dalam refleksi tertulis anonim, tetapi tidak menindaklanjuti isinya agar menjaga netralitas guru.
77.
77. Seorang guru kelas 7 menemukan bahwa sebagian besar siswanya belum memahami operasi dasar pecahan, padahal materi kurikulum saat ini sudah sampai pada perbandingan dan proporsi. Ia ingin menyusun rencana pengembangan diri agar mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan belajar siswa. Tindakan pengembangan diri yang paling sesuai dengan prinsip Teaching at the Right Level adalah...
a)
A. Mengikuti pelatihan pedagogik lanjutan tentang kurikulum jenjang SMP agar bisa mengejar target sesuai standar nasional.
b)
B. Mencari pelatihan tentang asesmen diagnostik formatif dan strategi remidial berbasis level kemampuan belajar siswa.
c)
C. Menyusun modul tambahan untuk mengulang seluruh materi kelas 6 agar siswa bisa mengejar materi kelas 7 secara penuh.
d)
D. Menyusun soal ujian tengah semester yang disesuaikan dengan KD kelas 7, tetapi diberi petunjuk lebih rinci.
e)
E. Melatih siswa dengan soal-soal HOTS agar terbiasa dengan tuntutan AKM meskipun pemahaman dasarnya masih lemah.
78.
78. Seorang peserta didik datang kepada Anda dan menyampaikan bahwa ia telah mengalami pelecehan oleh salah satu guru di sekolah. Ia tampak ketakutan dan meminta agar Anda tidak memberitahu siapa pun. Dalam situasi ini, langkah pertama yang paling tepat sebagai guru yang berpihak pada anak dan menjaga lingkungan belajar yang aman adalah…
a)
A. Menenangkan peserta didik dan merahasiakan ceritanya agar ia merasa aman dan tidak takut
b)
B. Melaporkan segera kasus tersebut kepada kepala sekolah atau pihak berwenang sesuai prosedur perlindungan anak
c)
C. Menanyakan lebih banyak detail kronologis untuk memastikan kebenaran cerita
d)
D. Menyampaikan pada rekan guru lain agar mendapat masukan sebelum mengambil tindakan
e)
E. Menyarankan peserta didik untuk langsung berbicara dengan orang tuanya saja
79.
79. Pak Dedi adalah guru IPA SMP yang telah mengajar selama 10 tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, ia merasa sebagian besar siswanya kurang antusias saat pembelajaran dan hasil asesmen formatif menunjukkan rendahnya pemahaman konsep. Ia kemudian membaca umpan balik siswa dan mendapati bahwa banyak dari mereka lebih tertarik pada eksperimen, observasi langsung, dan pembelajaran berbasis proyek. Ia mulai berpikir bahwa metode ceramah yang sering ia gunakan mungkin sudah tidak lagi efektif. Dalam konteks refleksi dan perencanaan pengembangan diri yang berpihak pada peserta didik, tindakan paling tepat yang sebaiknya dilakukan Pak Dedi adalah…
a)
A. Mencoba mengkombinasikan metode ceramah dan proyek agar tidak kehilangan kendali kelas, meskipun siswa tetap kurang antusias
b)
B. Mengubah metode menjadi pembelajaran berbasis proyek sepenuhnya agar siswa lebih aktif, tanpa perlu pelatihan tambahan
c)
C. Mengikuti pelatihan tentang pembelajaran berbasis proyek, lalu menerapkannya secara bertahap sambil mengevaluasi keterlibatan dan pemahaman siswa
d)
D. Menanyakan kepada siswa metode apa yang mereka sukai, lalu menyerahkan kepada mereka untuk menentukan bagaimana pembelajaran dilakukan
e)
E. Fokus memperkuat pemahaman konsep dengan menambah jam remedial karena masalah utama adalah hasil tes yang rendah
80.
80. Bu Tari adalah guru Bahasa Indonesia di kelas 8. Dalam dua tahun terakhir, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan daring tentang literasi digital dan pembelajaran berdiferensiasi. Namun, saat menerapkan teknik baru di kelas, ia mendapati bahwa tidak semua siswanya tertarik belajar dengan media digital, dan beberapa justru merasa kesulitan mengikuti aktivitas yang kompleks. Setelah melakukan refleksi, ia menyadari bahwa pengembangan diri bukan hanya soal menambah pengetahuan baru, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan dan karakter siswa yang berbeda. Berdasarkan situasi tersebut, tindakan paling tepat yang menunjukkan pengembangan diri secara adaptif dan berpihak pada peserta didik adalah…
a)
A. Tetap menggunakan teknik baru dari pelatihan agar siswa terbiasa dengan pembelajaran modern berbasis digital
b)
B. Memodifikasi pendekatan dari pelatihan sesuai dengan konteks kelas dan mengamati dampaknya terhadap keterlibatan siswa
c)
C. Menghindari penggunaan strategi digital dan kembali ke metode konvensional yang lebih aman bagi semua siswa
d)
D. Menyerahkan pada siswa untuk memilih metode belajar masing-masing tanpa intervensi guru agar merasa merdeka belajar
e)
E. Fokus menerapkan semua hasil pelatihan secara bergantian untuk melihat mana yang paling cocok diterapkan
81.

81.     Jelaskan perbedaan antara asesmen formatif dan sumatif dalam konteks pembelajaran! (100-150 kata)

4 lines
82.

82.      Tuliskan perbedaan Remedial dan Pengayaan! (100-150 kata)

4 lines